cover
Contact Name
Muchtaridi
Contact Email
ijpsteditor@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijpsteditor@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology
ISSN : 23561971     EISSN : 2406856X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia (IJPST) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Sains dan Teknologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam Sains dan Teknologi Farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 494 Documents
Anti-Inflammatory Activity of Dysmenorrhea Herbal Medicine Through Inhibition of the Cyclooxygenase Enzyme and Identification of Compound in Sambiloto Extract Mus, Nurul Muhlisa; Prasetya, Fajar; Widowati, Lucie; Bafadal, Mentarry; Nisaa, Nur Rezky Khairun; Isnawati, Ani
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v6i1.53219

Abstract

Dismenore adalah rasa kram atau nyeri yang terjadi ketika menstruasi. Meskipun efektif dalam pengobatan dismenore, penggunaan AINS jangka panjang dapat menyebabkan efek samping pada sistem gastrointestinal dan terjadi pendarahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ramuan jamu dismenore yang terdiri dari ekstrak sambiloto, kunyit, kelor, jahe merah,dan coklat hitam terhadap enzim COX yang ditentukan dengan menggunakan metode TMPD  secara spektrofotometri. Berdasarkan hasil pengujian, diketahui ekstrak sambiloto memiliki aktivitas penghambatan baik pada enzim COX-1 maupun enzim COX-2 dengan persen inhibisi masing-masing sebesar 4.5% (1000 ppm) dan 74.29% (1000 ppm). Berdasarkan hasil analisis metabolomik menggunakan LC-HRMS, salah satu senyawa yang terdeteksi pada sampel ekstrak etanol sambiloto yaitu senyawa turunan andrographolide yaitu 14-Deoxy-11,12-didehydro andrographolide dengan rumus kimia C20H28O4. Senyawa paling melimpah kedua pada ekstrak sambiloto ini terdeteksi oleh ESI positif dengan waktu retensi 9.804 menit dan dengan berat molekul 332,1974.
Behavioral Technology Acceptance Model In Health Care Industry: Systematic Literature Review agustini, kamelia
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.50591

Abstract

Researchers found the identification of problems from the ten research gap journals discussed, namely the absence of breadth and depth with other variables that will be tested on TAM and potential applications that can contribute, there must be refinement of the proposed model, there are still areas that can be expanded and improved to improve TAM predictive performance (1). This research is a systematic literature review that discusses descriptively about the components of the Technology Acceptance model in health care and makes a conceptual framework in health care. Articles are taken from three databases, namely EBSCOhost, Proquest, Emerald with search limitations, namely academic journals, article format and in English. From 3,800 articles, 750 articles were obtained which will be screened with the appropriate title and abstract criteria. Based on the full text screening, 255 articles were obtained with the criteria of Research focus, unit of analysis, data collection unit, context, evidence based healthcare. After that, 52 final papers to be reviewed were obtained with details Emerald 6 articles, Proquest 18 articles, EBSCOhost 28 articles. After reviewing 52 journals based on full content, systematic literature review and evidence based healthcare, the synthesized journals were 12 journals TAM has widespread application in explaining the  technology acceptance model in the health care industry. The increase in the use of TAM  appears to be justified by the many associations defined by TAM that apply in the health care industry setting (2). Perhaps the most impressive is that the relationship between external variables such as practical experience and skills on the usability of the connected health technologies which is influenced by trust and culture that results in the use of health applications in digital media (3).
Studi Disolusi Terbanding dari Tablet Febuxostat dengan Variasi Perbandingan Konsentrasi Hidroksipropil Selulosa dan Natrium Kroskarmelos Hambali, Luthfi Fathiinah; Soewandhi, Sundani Nurono; Satrialdi, Satrialdi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.47328

Abstract

Febuxostat merupakan obat golongan anti asam urat, obat ini adalah turunan 2-arylthiazole yang bekerja dengan menurunkan kadar serum asam urat dengan penghambatan secara selektif pada xanthine oxidase (XO). Dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa Febuxostat memiliki efikasi dan keamanan yang lebih baik dibandingkan Allopurinol. Febuxostat masih merupakan obat yang menjanjikan untuk dikembangkan di Indonesia dikarenakan berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga saat ini hanya terdapat  1 kompetitor obat copy generic berlogo yang beredar. Uji disolusi terbanding merupakan pengujian secara in vitro untuk membuktikan  similaritas obat copy yang dibandingkan terhadap produk innovator, dimana similaritas tersebut merupakan salah satu syarat registrasi obat, suatu obat copy dinyatakan similar terhadap produk innovator bila hasil perhitungan F2 pada uji disolusi terbanding > 50%. Uji disolusi terbanding dilakukan pada 3 pH yaitu 1,2; 4,5; dan 6,8. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan tablet Febuxostat dengan beberapa perbandingan konsentrasi hidroksipropil selulosa (HPS) dan natirum kroskarmelos (NKK). Desain percobaan dibuat dengan desain faktorial penuh menggunakan aplikasi Minitab 21. Konsentrasi hidroksipropil selulosa dioptimasi pada konsentrasi 3 dan 5% sedangkan natrium kroskarmelose dioptimasi pada konsentrasi 1 dan 4%.   HPSNKKTujuan dari penelitian ini adalah menemukan kombinasi HPS HPSdanNKK NKK yang tepat, untuk menghasilkan produk tablet yang memenuhi uji disolusi terbanding pada ketiga pH. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi HPSNKK HPS : NKK (3:1) menghasilkan uji disolusi terbanding yang similar di ketiga pH, dimana nilai similaritas pada pH 1,2; 4,5; dan 6,8 berturut-turut sebesar 65,62; 74,72; dan 80,82. 
Characteristics of Domperidone Patch With Variation of Penetration Enhancers (Isopropyl Myristate And Eucalyptus Oil) elfiyani, rahmah
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.50400

Abstract

Domperidone undergoes first-pass metabolism in the liver, indicating a low bioavailability value when administered orally. To overcome this, domperidone was given transdermally as a patch dosage form. The thing that must be considered in administering a drug via transdermal is the diffusion profile of the active substance. Penetration enhancer was one component that can increase the diffusion of domperidone formulated in patch preparations. The study aimed to compare the penetration-enhancing ability of isopropyl myristate (IPM) and eucalyptus oil (EO) on the diffusion profile of the domperidone patch (DP). DP was made by solvent casting method using HPMC polymer and penetration enhancer (IPM and EO) with concentrations of 2%, 5%, and 10%, respectively. DP evaluations were organoleptic, weight uniformity, thickness, moisture content, drug content, and diffusion. DP had the appearance of a round shape with a diameter of 0.9 cm, white, dry, and not cracked. The results of weight uniformity in DP-IPM ranged from 111.19-140.23 mg while DP-EO ranged from 103.01-128.2 mg, the thickness of DP-IPM ranged from 1.64-1.72 mm while DP-EO ranged from 1.65-1.72 mm, moisture content of DP-IPM ranged from 5.71-7.16% while DP-EO ranged from 5.33-6.85%, drug content of DP-IPM ranged from 100.62-101.06% while DP-EO ranged from 99.23-100.35%. The results of the diffusion profile showed that the diffusion kinetics of DP-IPM and DP-EO were zero order, and the rate of diffusion of DP-IPM ranges from 31.448-37.612 ppm/hour while DP-EO ranges from 30.102-35.394 ppm/hour. The conclusion was that penetration enhancers (IPM and EO) do not affect the diffusion kinetics of PD, but the diffusion rate of DP-IPM is higher than DP-EO.
Formulasi Sediaan Gel Pewarna Rambut dari Ekstrak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Lithiflika, Ghinaa Fairuuz; Mahmudah, Febrina; Rusli, Rolan
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v6i1.53518

Abstract

Pewarna rambut merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai rambut. Pewarna rambut yang beredar di pasaran menggunakan pewarna sintetik sebagai zat pewarnanya, sehingga penelitian ini dilakukan bertujuan untuk membuat sediaan gel pewarna rambut dari ekstrak bunga rosela dan mengetahui efektifitas serta stabilitas warna rambut dari sediaan gel pewarna rambut ekstrak bunga rosella. Ekstrak bunga rosela yang digunakan dalam formula sediaan gel pewarna rambut adalah 3%, 5%, dan 7%. Penelitian ini dilakukan dengan formulasi sediaan gel pewarna rambut, lalu dievaluasi karakteristik fisik yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas. Selanjutnya dilakukan uji efektifitas warna dan stabilitas warna rambut terhadap pencucian dan cahaya. Hasil penelitian menunjukkan sediaan gel pewarna rambut ekstrak bunga rosella memiliki warna coklat kemerahan, bertekstur kental hingga cair, dan beraroma khas ekstrak. Nilai viskositas gel pewarna rambut pada rentang 186,67 – 46,67 dPa.s. Nilai pH  gel pewarna rambut berada dalam rentang 5,09 – 6,99.  Efektifitas pewarna rambut menghasilkan rambut berwarna very light blonde hingga blonde. Warna rambut stabil pada beberapa kali pencucian dan terhadap cahaya UV 366 nm.
Development of Metformin and Glimepiride Analysis Methods Using TLC-Spectrofluorometry Adlina, Salsabila; Ibrahims, Slamet; Permana, Benny
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v10i3.33708

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder disease. DM presents in two main types 1and 2. Type 2 DM was caused by genetic and lifestyle which was the biggest contributor to DMcases. Many patients with type 2 DM treated with combination therapy using Fix Dose Combination(FDC) preparation to increase patients compliance and therapeutic effect. FDC preparations containedmetformin and glimepiride. Assay of these combination was not found in compendial. A rapid,simple, specific method analysis of metformin and glimepiride has been developed in this riset usingTLC-spectrofluorometry. Metformin and glimepiride content in tablet were determined by the TLC-spectrofluorometry using dansyl chloride as derivatization agent under alkali conditions. In the TLCmethod, metformin and glimepiride were dissolved with methanol and gives Rf values of 0.52 and0.70, respectively in system containing silika gel GF254 as stationary base and methanol:water: glacialasetic acid (6:4:0.25) as developing solvent. TLC results were scraped off and reacted using dansylchloride 0.1% then fluorescence intensity measurements were carried out at emission wavelength 483nm for metformin and 489 nm for glimepiride. Method validation is done by determining linearity,accuracy, precision, Limit Of Detection (LOD) and Limit Of Quantization (LOQ).
Potensi Metabolit Sekunder, Antosianin Total dan Antioksidan Beras Wakawondu (Oriza nivara L.) Endemik Buton Utara Nasrudin, Nasrudin; Ruslin, Ruslin; Jabbar, Asriullah; Nurlansi, Nurlansi; Mulyana, Wa Ode; Wandira, Ayu
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology 2024: Suppl. 6, No. 2 (Universitas Halu Uleo Conference)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v6i2.53352

Abstract

Wakawondu merupakan beras yang berwarna merah endemik Buton Utara mempunyai tekstur, rasa dan aroma yang khas menjadi pembeda dengan beras yang berwarna merah lainya, sehingga menarik dikembangkan potensinya untuk diversifikasi pangan berkhasiat kesehatan. Karena itu, penelitian dilakukan untuk mengetahui potensi metabolit sekunder dan antosianin total serta aktivitas antioksidan beras wakawondu yang diperoleh di pasaran. Serbuk wakawondu dimaserasi dengan etanol 96% yang diasamkan dengan HCl 1%. Kandungan metabolit sekunder ditentukan dengan metode fitokimia, kadar antosianin total dengan metode pH differensial dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol wakawondu yang diperoleh di pasaran mengandung senyawa golongan alkaloid, triterpenoid, flavonoid dan polifenol dengan kadar antosianin total 3,156 mg/100 g lebih tinggi diatas rata-rata beras berwarna merah lainya dan nilai IC50 antioksidan 241,55±0,2147 µg/mL, sedangkan vitamin C 11,923±0,2197 µg/mL sebagai antioksidan standar. Disimpulkan bahwa potensi antosianin ekstrak etanol wakawondu diatas rata-rata beras berwarna merah lainya, terkonfirmasi dengan hasil skrining fitokimia yang positif mengandung flavonoid dan polifenol.
PENGARUH EKSTRAK KENCUR (Kaempferia Galanga L) TERHADAP KELENJAR SUSU MENCIT Nurmala, Sara; Rahminiwati, Min; Sholehah, Akipah Nazla; Zaddana, Cantika
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i1.41247

Abstract

Rimpang kencur (Kaemferia galanga L) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid yang berpotensi dapat menstimulasi hormon oksitosin yang memiliki fungsi merangsang prolaktin agar terus dapat memproduksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan menetapkan gambaran histologi kelenjar mammae terbaik terhadap mencit yang diberikan ekstrak etanol kencur. ekstrak etanol kencur dibuat dengan metode suspensi. Pengujian dilakukan terhadap hewan mencit betina dengan lima ulangan yang diberikan ekstrak etanol kencur dengan dosis 10, 20, dan 40 mg/Kg BB, obat moloco® sebagai kontrol positif dan tanpa perlakuan sebagai kontrol negatif, Hasil statistiK menunjukkan untuk parameter bobot kelenjar mammae, jumlah lobus, dan luas alveoli menunjukkan ekstrak etanol kencur mempunyai efek yang signifikan terhadap peningkatan gambaran histologi kelenjar mammae mencit berkaitan dengan produktivitas kelenjar mammae sebagai penghasil air susu induk hewan mencit betina. Hasil statsitik menunjukkan dosis 40 mg/kg BB dosis terbaik efeknya setara dengan obat moloco®.
Potential Indonesian Medicinal Plants on Aphrodisiac Activity Prasetya, Fajar; Bahar, Zulhaerana; Fricillia, Onny Ziasti; Indriyanti, Niken
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v6i1.55179

Abstract

The use of Indonesian medicinal plants in empirical ingredients as a jamu in Indonesian tradition is very interesting to be explored. One of them is the use of jamu for aphrodisiac activity. This research is aimed to determine the data about the diversity of Indonesian medicinal plants used for aphrodisiacs. Some aspects reviewed were empirical use, safety data, and scientific research data. The method used in this research is narrative review by using search engine Sciencedirect, Pubmed, Springerlink, and Google Scholar in 24 years (2000-2024). The literature review resulted in 20 Indonesian medicinal plants, which were very potent for aphrodisiac. The plants are Areca catechu L., Pimpinella panatjan Mirb, Zingiber officinale, Dendrocalamus asper, Eurycoma longifolia Jack, Sanrego, Anacardium occidentale L., Imperata cylindrica L., Allium sativum L., Ocimum sanctum, Piper retrofractum Vahl., Piper nigrum L., Eugenia caryophyllata, Myristica Fragans, dan mangrove mangrove M. muticus, R. mucronata, R. apiculata, A. aureum, D. trifoliata and B. parviflora. Therefore, it will be used as a reference based for the further research.   
Analisis Flavonoid pada Fraksi Hasil Hidrolisat Ekstrak Daun Cordia sebestena L. Hikmawanti, Ni Putu Ermi; Hanani, Endang; Mardiyanti, Rini
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i1.38849

Abstract

Cordia sebestena L. (Boraginaceae) atau Cordia merupakan tanaman hias dengan kandungan flavonoid. Penelitian ini bertujuan menganalisis senyawa flavonoid pada fraksi hasil hidrolisat ekstrak etanol 70% daun Cordia. Penelitian terbagi menjadi 7 tahapan, yaitu (1) maserasi daun menggunakan etanol 70%, (2) hidrolisis asam pada ekstrak dengan HCl 2N pada 95 °C selama 2 jam, (3) fraksinasi hidrolisat dengan etil asetat, (4) penentuan kadar flavonoid total dengan kolorimetri, (5) pengujian aktivitas antiradikal terhadap 2,2’-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH), (6) pemisahan flavonoid menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT), dan (7) identifikasi flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan infra merah. Hasil menunjukan kadar flavonoid total fraksi etil asetat sebesar 8,20 mgQE/g dengan nilai IC50 terhadap radikal DPPH sebesar 296,91 µg/mL. Kromatogram KLT menunjukkan keberadaan satu bercak senyawa pada fraksi etil asetat dengan nilai hRf adalah 85,5. Hasil spektrum UV-Vis pada bercak tersebut diperoleh serapan pada 340 nm (pita I) dan 240 nm (pita II). Sedangkan spektrum infra merah menunjukan adanya sinyal pada 3363 cm-1 (O-H ulur), 1727 cm-1 (C=O), 1459 cm-1 (cincin aromatik) dan 1060 cm-1 kuat (C-O). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat hidrolisat ekstrak etanol daun Cordia mengandung senyawa flavonoid yang mirip dengan kelompok kalkon.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025) 2025: Vol. 12 Suppl. 1 (2025) Vol 12, No 3 (2025) Vol 12, No 2 (2025) Vol 12, No 1 (2025) 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and Vol 11, No 3 (2024) Vol 11, No 2 (2024) Vol 11, No 1 (2024) 2024: Suppl. 6, No. 2 (Universitas Halu Uleo Conference) 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference) Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Suppl. 5, No. 1 (2023) Vol 9, No. 3, 2022 Vol 9, No. 2, 2022 Vol 9, No 1 (2022) Suppl. 4, No. 1 (2022) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Suppl. 3, No. 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 6, No 1 (2019 In Press) Suppl. 2, No. 3 (2019) Suppl. 2, No. 2 (2019) Suppl. 2, No. 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue