cover
Contact Name
Ifah Hanifah
Contact Email
ifah.hanifah@uniku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : 10.25134/fjpbsI
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan media publikasi ilmiah (artikel dan hasil penelitian) pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. FON diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. FON memiliki nomor ISSN cetak 2086-0609 dan ISSN elektronik 2614-7718.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
Tahap Perkembangan Pemerolehan Bahasa Pertama Pada Anak Usia Dini Berdasarkan Perspektif Psikolinguistik Siregar, Maria Goretti Magdalena; Telaumbanua, Sadieli; Sari, Sartika
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.10301

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tahapan pemerolehan bahasa pertama pada anak usia dini berdasarkan perspektif psikolinguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan teknik observasi dalam pengumpulan data. Penelitian dilakukan di PAUD dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk pemilihan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pemerolehan bahasa pada anak usia dini dimulai dari tahap pra-linguistik, tahap satu kata, tahap dua kata, dan tahap banyak kata. Setiap tahapan tersebut berlangsung melalui interaksi dengan ibu dan orang sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Anak usia dini mampu mengucapkan bunyi vokal yang tidak bermakna pada usia 0-7 bulan (tahap pra-linguistik), menggunakan satu kata pada usia 12-18 bulan (tahap satu kata), dua kata pada usia 18-24 bulan (tahap dua kata), dan tiga atau lebih kata pada usia 3-5 tahun (tahap banyak kata). Penelitian ini menambah justifikasi empiris tentang proses dan tahapan pemerolehan bahasa pada anak usia dini serta memberikan wawasan bagi mahasiswa dan pembaca di Program Studi Sastra Indonesia mengenai proses pemerolehan bahasa pada anak usia dini.KATA KUNCI: Pemerolehan bahasa; Anak usia dini; Psikolinguistik> TAHAP PERKEMBANGAN PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA DINI BERDASARKAN PERSPEKTIF PSIKOLINGUISTIKABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tahapan pemerolehan bahasa pertama pada anak usia dini berdasarkan perspektif psikolinguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan teknik observasi dalam pengumpulan data. Penelitian dilakukan di PAUD dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk pemilihan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pemerolehan bahasa pada anak usia dini dimulai dari tahap pra-linguistik, tahap satu kata, tahap dua kata, dan tahap banyak kata. Setiap tahapan tersebut berlangsung melalui interaksi dengan ibu dan orang sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Anak usia dini mampu mengucapkan bunyi vokal yang tidak bermakna pada usia 0-7 bulan (tahap pra-linguistik), menggunakan satu kata pada usia 12-18 bulan (tahap satu kata), dua kata pada usia 18-24 bulan (tahap dua kata), dan tiga atau lebih kata pada usia 3-5 tahun (tahap banyak kata). Penelitian ini menambah justifikasi empiris tentang proses dan tahapan pemerolehan bahasa pada anak usia dini serta memberikan wawasan bagi mahasiswa dan pembaca di Program Studi Sastra Indonesia mengenai proses pemerolehan bahasa pada anak usia dini.KATA KUNCI: Pemerolehan bahasa; Anak usia dini; Psikolinguistik
Pengembangan Bahan Ajar Tematik Terpadu Berbasis Model Discovery Learning Di Kelas IV SD Negeri 101781 Pematang Lalang Aritonang, Rotua Rosalina; Telaumbanua, Sadieli; Perangin-angin, Esra
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.10302

Abstract

ABSTRAK: Pengembangan Bahan Ajar sangat penting dalam proses pembelajaran karna dapat mendorong siswa untuk menerima dan memahami materi melalui penerapan bahan ajar tematik yang didasarkan pada pembelajaran discovery learning. Ketika guru memberikan menjelaskan tentang pembelajaran tematik, mereka tidak hanya membahas ide-ide yang dihafal atau ditulis, tetapi juga bagaimana mereka berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan mereka. Namun, kenyataannya masih ada ketidaksesuaian yang menyebabkan siswa kurang memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh guru. Ini terlihat dalam berbagai cara seperti tidak mengajukan pertanyaan, tidak memberikan saran, dan menolak untuk menyuarakan pendapat mereka. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan peran bahan ajar yang dimainkan oleh guru dan siswa ketika mengembangkan bahan ajar tematik berbasis discovery learning.KATA KUNCI: Bahan Ajar; Tematik ; Discovery LearningDEVELOPMENT OF THEMATIC TEACHING MATERIALS BASED ON THE DISCOVERY LEARNING MODEL IN GRADE IV OF SD NEGERI 101781 PEMATANG LALANGABSTRACT: The development of teaching materials is very important in the learning process because it can encourage students to receive and understand the material through the application of thematic teaching materials based on discovery learning. When teachers give explanations about thematic learning, they not only discuss the ideas that are memorized or written, but also how they relate to their daily lives and environment. However, the reality is that there are still discrepancies that cause students to pay less attention to the lessons given by teachers. This is seen in various ways such as not asking questions, not giving advice, and refusing to voice their opinions. Therefore, the purpose of this study is to determine the role of teaching materials played by teachers and students when developing thematic teaching materials based on discovery learning.KEYWORDS: Teaching Materials; Thematic; Discovery Learning
Potret Sosial Masyarakat Jawa di Era Orde Baru dalam Naskah Drama "Gapit" Karya Bambang Widoyo Fajriani, Shynta Nur; Widihastuti, Rahma Ari
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.10420

Abstract

ABSTRAK: Era Orde Baru di Indonesia ditandai dengan berbagai kebijakan politik, ekonomi, dan sosial yang memengaruhi struktur masyarakat, termasuk masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sastra dalam mencerminkan kondisi sosial masyarakat Jawa pada masa Orde Baru melalui naskah drama "Gapit" karya Bambang Widoyo S.P. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dari Ian Watt yang mengedepankan konteks sosial pengarang, sastra sebagai cermin masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka dan analisis isi. Data primer diperoleh dari naskah drama "Gapit" yang terdiri dari empat naskah, sedangkan data sekunder meliputi buku dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya “Gapit” berhasil menggambarkan kondisi sosial masyarakat Jawa pada masa orde baru yang tercermin dari kondisi sosial pengarang, kondisi sosial masyarakat yang ditinjau dari jenis masyarakat, aspek bahasa, dan genre sastra yang digunakan serta fungsi sosial sastra. Melalui dialog dan karakter dalam naskah, Bambang Widoyo menyuarakan kritik sosial dan mengadvokasi nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat pendidikan dan advokasi yang efektif dalam memengaruhi persepsi dan tindakan masyarakat. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan pendekatan interdisipliner dan penggunaan teknologi modern untuk memperkaya pemahaman tentang hubungan kompleks antara sastra dan masyarakat.KATA KUNCI: Sosiologi Sastra; Orde Baru; Identitas Budaya; Kritik Sosial.>  SOCIAL PORTRAIT OF JAVA SOCIETY IN THE NEW ORDER ERA IN THE DRAMA SCRIPT "GAPIT" BY BAMBANG WIDOYOABSTRACT: The New Order era in Indonesia was marked by various political, economic, and social policies that influenced the structure of society, including Javanese society. This study aims to analyze the role of literature in reflecting the social conditions of Javanese society during the New Order through the drama script "Gapit" by Bambang Widoyo S.P. This research uses a sociological approach to literature by Ian Watt which emphasizes the social context of the author, literature as a mirror of society, and the social function of literature. The research method is descriptive qualitative with data collection through literature studies and content analysis. Primary data were obtained from the drama script "Gapit" consisting of four scripts, while secondary data include related books and articles. The results showed that the literary work “Gapit” succeeded in describing the social conditions of Javanese society during the new order period reflected in the author's social conditions, the social conditions of society in terms of the type of society, language aspects, and literary genres used as well as the social function of literature. Through the dialogue and characters in the script, Bambang Widoyo voices social criticism and advocates for human values. This study concludes that literature not only functions as entertainment, but also as an effective educational and advocacy tool in influencing people's perceptions and actions. Therefore, it is recommended to conduct further research with an interdisciplinary approach and the use of modern technology to enrich understanding of the complex relationship between literature and society.KEYWORDS: Sociology of Literatur; New Order; Cultural Identity; Social Criticism.
STRATEGI KESANTUNAN MEMINTA TOLONG DALAM BAHASA ANAK (STUDI KASUS TK ABA KEPUH WETAN) Salamah, Siti; Wijayanti, Dedi
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.10468

Abstract

ABSTRAK:  Kesantunan merupakan hal penting dalam keterampilah hidup seorang anak dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kajian ini  berusaha mendeskripsikan jenis strategi kesantunan anak usia 5-6 tahun dalam meminta tolong/bantuan. Pendekatan kajian ini merupakan kualitatif dengan desain prosedur studi kasus pada TK ABA Kepuh Wetan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa, anak usia 5-6 tahun telah mampu menggunakan strategi kesantunan dalam meminta tolong. Strategi kesantunan yang digunakan adalah strategi tuturan langsung (tanpa basa-basi), strategi kesantunan positif, dan strategi kesantunan negatif. Dalam meminta tolong/bantuan dengan strategi kesantunan positif, anak menggunakan beberapa teknik, antara lain teknik ungkapan tidak langsung, teknik melibatkan penutur atau mitra  tutur dalam suatu aktivitas bersama, teknik bertanya, dan teknik mempertimbangkan keinginan mitra tutur. Lebih lanjut, anak menggunakan strategi kesantunan negatif dalam meminta tolong/bantuan dengan teknik ungkapan tidak langsung dan bersikap pesimis. KATA KUNCI:  strategi, kesantunan, meminta tolong, anak  POLITENESS STRATEGIES OF ASKING FOR HELP IN CHILDREN'S LANGUAGE(CASE STUDY OF TK ABA KEPUH WETAN) ABSTRACT: Politeness is important in children's life skills in adapting to the surrounding environment. This study attempts to describe the types of politeness strategies of children aged 5-6 years in asking for help. The research approach is qualitative with a case study procedure design at ABA Kepuh Wetan Kindergarten. The results of this study show that children aged 5-6 years have been able to use politeness strategies in asking for help. The politeness strategies used are direct speech strategies (without pleasantries), positive politeness strategies, and negative politeness strategies. In asking for help with positive politeness strategies, children use several techniques, including indirect expression techniques, techniques to involve speakers or speech partners in a joint activity, request techniques, and techniques to consider the wishes of speech partners. Furthermore, children use negative politeness strategies in asking for help with indirect expression techniques and being pessimistic. KEYWORDS:  strategies, politeness, asking for help, children
PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA PADA NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI Hona, Theresia Emelia; Dewi, Novita
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.10684

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini membahas tentang peran perempuan dalam keluarga. Perempuan memiliki peran dan kontribusi yang sangat penting dalam kehidupan, baik secara individual, keluarga maupun masyarakat. Dalam kehidupan keluarga, perempuan mengemban banyak peran, baik sebagai anak, istri maupun ibu. Namun, masih banyak yang mempertanyakan serta menyepelekan peran perempuan dan menganggap peran tersebut tidak berarti apa-apa. Hal tersebut juga didukung oleh stereotype di masyarakat yang menganggap bahwa peran perempuan dalam keluarga adalah hal yang mudah. Anggapan tersebut tidak hanya terjadi di dunia nyata tetapi juga dalam dunia fiksi seperti novel yang berjudul Home Sweet Loan. Karena itulah tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui peran tokoh perempuan dalam keluarga pada novel Home Sweet Loan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Artinya bahwa data penelitian yang berupa kalimat, paragraf dan narasi tokoh akan dideskripsikan oleh peneliti. Data dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, paragraf dan narasi tokoh yang menunjukkan peran perempuan dalam keluarga pada novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari.  Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga peran tokoh perempuan dalam keluarga pada novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari. Ketiga peran tersebut meliputi peran perempuan sebagai anak, peran perempuan sebagai istri dan peran perempuan sebagai ibu. Dari ketiga peran tersebut, peneliti menemukan bahwa peran perempuan sebagai ibu lebih banyak ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa peran ibu dalam keluarga sangat besar. Ibu sangat penting peran dan kehadirannya dalam kehidupan keluarga.KATA KUNCI: peran, perempuan, keluarga, novel , feminismeThe Role Of Women in the Family in the Novel Home Sweet Loan by Almira Bastari ABSTRACT: This research discusses the role of women in the family. Women have a very important role and contribution in life, both individually, in the family and in society. In family life, women play many roles, both as children, wives and mothers. However, there are still many who question and underestimate the role of women and consider this role to be meaningless. This is also supported by stereotypes in society which assume that women's roles in the family are easy. This assumption not only occurs in the real world but also in the world of fiction such as the novel entitled Home Sweet Loan. That's why the aim of the research is to find out the role of female characters in the family in the novel Home Sweet Loan. This research is included in the type of qualitative descriptive research. This means that research data in the form of sentences, paragraphs and character narratives will be described by the researcher. The data in this research are words, sentences, paragraphs and character narratives that show the role of women in the family in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari.  The results of the research show that there are three roles of female characters in the family in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari. These three roles include the role of women as children, the role of women as wives and the roles of women as mothers. Of these three roles, researchers found that women's roles as mothers were more common. This shows that the mother's role in the family is very large. Mothers have a very important role and presence in family life.KEYWORDS: role, women, family, novel, feminism
PEMANFAATAN TIKTOK DALAM KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATERI TEKS ULASAN SISWA KELAS VIII Wijayanti, Devi; Pangesti, Fida
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.10736

Abstract

ABSTRAK: Peneilitian ini memiliki tujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi media pembelajaran TikTok dalam keterampilan berbicara melalui teks ulasan pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIIIA di MTs Muhammadiyah 1 Malang (2) mendeskripsikan dampak penerapan media pembelajaran TikTok dalam keterampilan berbicara melalui teks ulasan pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIIIA di MTs Muhammadiyah 1 Malang (3) mendeskripsikan kendala dan solusi yang dihadapi dalam penerapan media pembelajaran TikTok. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam tentang implementasi dan dampak media pembelajaran TikTok dalam keterampilan berbicara. Objek penelitian ini ialah siswa-siswi kelas VIIIA MTs Muhammadiyah 1 Malang yang berjumlah 25 Siswa, terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 20 siswa Perempuan. Sumber data penelitian ini ialah kumpulan video karya peserta didik kelas VIII. Dampak dalam penerapan media pembelajaran TikTok dalam keterampilan berbicara pada materi teks ulasan memiliki efek yang menguntungkan pada proses belajar siswa, hal tersebut dibuktikan dengan siswa yang mampu mengatasi permasalahan secara nyata serta siswa dapat menuangkan ide maupun berpikir secara kritis, inovatif dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan belajar yang dihadapi.media pembelajaran TikTok yang digunakan dengan pengunaan dan metode yang tepat, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan inovatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Berbagai fitur aplikasi yang beragam mampu mewadahi keterampilan peserta didik. Pemanfaatan media pembelajaran TikTok dapat diimplemtasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk mengetahui manfaat aplikasi Tik Tok dalam meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia pada materi teks ulasan, maka perlu dilakukan penelitan lebih lanjut.KATA KUNCI: TikTok; Keterampilan Berbicara; Teks Ulasan; > Utilization of TikTok Videos in Speaking Skills in Class VIII Student Review Text Material ABSTRACT: This research aims to (1) describe the implementation of TikTok learning media in speaking skills through review text in Indonesian language subjects in class VIIIA at MTs Muhammadiyah 1 Malang (2) describe the application of the impact of TikTok learning media in speaking skills through review text in language subjects Indonesia class VIIIA at MTs Muhammadiyah 1 Malang (3) Describe the obstacles and solutions faced in implementing TikTok learning media. This research applies descriptive methods and a qualitative approach which aims to understand in depth the implementation and impact of TikTok learning media on speaking skills. The objects of this research were 25 students in class VIIIA MTs Muhammadiyah 1 Malang, consisting of 5 male students and 20 female students. The data source for this research is a collection of videos made by class VIII students. The impact of applying TikTok learning media on skills in review text material has a beneficial effect on the student learning process, this is proven by students being able to solve real problems and students being able to express ideas and think critically, innovatively and responsibly in solving learning problems. which is facing. TikTok learning media used with the right use and methods, can be used as an interesting, interactive and innovative learning media in learning Indonesian. Various application features are able to accommodate students' skills. The use of TikTok learning media can be implemented in Indonesian language learning. To find out the benefits of the Tik Tok application in improving Indonesian language learning in review text material, it is necessary to carry out further research.KEYWORDS: TikTok; Speaking Skills; Review Text;
Pengunaan Micro Vidio dalam Pembelajaran Apresiasi Puisi Hidayat, Arip; Andriyana, Andriyana; Kautsar, Tifani
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.10760

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan micro video dalam pembelajaran apresiasi puisi di kalangan mahasiswa Universitas Kuningan. Dengan menerapkan metode pre-test post-test control group design, penelitian ini membandingkan hasil belajar antara kelompok eksperimen yang menggunakan micro video dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Kajian literatur menghasilkan diagram alir yang merangkum langkah-langkah pembelajaran yang efektif, yang kemudian diuji pada kelompok eksperimen. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan apresiasi puisi setelah penggunaan micro video, dengan nilai Z sebesar -3,245 dan signifikansi 0,001. Penemuan ini menegaskan bahwa micro video dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap puisi, menjadikannya alat pembelajaran yang inovatif.KATA KUNCI: Micro video, pembelajaran, apresiasi puisi, uji Wilcoxon, pendidikan.> The Use of Micro Video in Learning Poetry Appreciation ABSTRACT: This study aims to evaluate the effectiveness of the use of micro video in learning poetry appreciation among students of Kuningan University. By applying the pre-test post-test control group design method, this study compares the learning outcomes between the experimental group that uses micro video and the control group that uses conventional learning methods. The literature review produced a flowchart that summarized the effective learning steps, which was then tested in the experimental group. The results of data analysis using the Wilcoxon Signed-Rank Test showed a significant difference in poetry appreciation ability after the use of micro video, with a Z value of -3.245 and a significance of 0.001. This discovery confirms that micro video can improve students' engagement and understanding of poetry, making it an innovative learning tool.KEYWORDS: Micro video, learning, poetry appreciation, Wilcoxon test, education.
Leksikon Flora Dan Fauna Dalam Kakawihan Permainan Tradisional Sunda: Kajian Ekolinguistik Dewi, Figiati Indra; Akbar, Dioka Muhammad; Sarimanah, Eri
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.10762

Abstract

ABSTRAK: Kakawihan permainan tradisional Sunda adalah lagu pengiring ketika sebuah permainan dilakukan. Dalam setiap lirik kakawihan banyak ditemukan leksem hewan dan tumbuhan sebagai gambaran kedekatan antara manusia dengan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk dan kategori leksikon flora dan fauna yang terdapat dalam lirik kakawihan permainan tradisional Sunda. Untuk mengkaji penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode deksriptif kualitatif menggunakan teori ekolinguistik. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, disimpulkan bahwa korpus leksikon flora yang terdapat dalam 22 kakawihan permainan tradisional Sunda ditemukan sebanyak 12 jenis flora. Leksikon fauna yang terdapat dalam kumpulan kakawihan permainan tersebut ditemukan sebanyak 18 jenis fauna. Bentuk leksikonnya terdiri atas (1) bentuk tunggal seperti “oray” yang berarti ular, dan (2) bentuk kompleks seperti “seureuh leuweung” yang berarti sirih hutan. Kategori leksikon dari hasil kajian ini, yaitu nomina dan frasa nomina. Hasil temuan leksikon flora dan fauna tersebut sekaligus menjadi ciri khas wilayah tempat tinggal suku Sunda yang mayoritas bermukim di daerah pegunungan dan identik dengan ekosistem pegunungan, persawahan, sungai, dan sedikit ekosistem pantai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoretis dan praktis untuk bidang linguistik, serta menjadi upaya pelestarian alam dan pendokumentasian budaya. KATA KUNCI: leksikon flora dan fauna; kakawihan; permainan tradisional; kajian ekolinguistik THE LEXICON OF FLORA AND FAUNA IN TRADITIONAL SUNDANESE CHILDREN'S SONGS: AN ECOLINGUISTIC STUDY ABSTRACT: Kakawihan, traditional Sundanese children's songs, are sung as accompaniment during games. The lyrics of these songs often include lexemes of animals and plants, reflecting the close relationship between humans and nature. This study aims to identify the forms and categories of flora and fauna lexicons found in the lyrics of traditional Sundanese children's songs. Data collection for this study was conducted using the observation and note-taking methods. The data were then analyzed using a qualitative descriptive method based on ecolinguistic theory. The analysis and discussion revealed that the corpus of flora lexicons in 22 traditional Sundanese children's songs includes 12 types of flora. The fauna lexicons found in these songs consist of 18 types of fauna. The lexicon forms are composed of (1) single forms such as 'oray,' meaning snake, and (2) complex forms such as 'seureuh leuweung,' meaning forest betel. The lexicon categories identified in this study are nouns and noun phrases. The findings of flora and fauna lexicons also characterize the living environment of the Sundanese people, who predominantly reside in mountainous areas and are associated with mountain ecosystems, rice fields, rivers, and a few coastal ecosystems. This research is expected to contribute both theoretically and practically to the field of linguistics, as well as to efforts in nature conservation and cultural documentation. KEYWORDS: Flora and fauna lexicon; kakawihan; traditional games; ecolinguistic study
KEBUTUHAN BAHAN AJAR BIPA UNTUK PENUTUR BAHASA JEPANG BERBASIS KEARIFAN LOKAL JAKARTA Asih, Nur Saadah Fitri; Prasetyo, Viana Meilani; Mulya, Komara
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.10785

Abstract

ABSTRAK: Bahasa Indonesia saat ini semakin dikenal di kalangan internasional. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor peningkatan  peminat pembelajaran Bahasa Indonesia oleh Penutur Asing (BIPA). Di sisi lain, Jakarta sebagai pintu gerbang masuknya turis manca negara, memiliki kekhasan dan kearifan lokal tersendiri yang memungkinkan untuk diperkenalkan kepada Pembelajar BIPA khususnya yang berdomisili di Jakarta yang berminat pula terhadap budaya lokal.  Pembelajaran BIPA yang berbasis pada kearifan lokal, membawa pemikiran baru kearah pengembangan bahan ajarnya, atau bahan ajar tambahan yang diharapkan dapat memberi variasi bahan ajar yang telah tersedia saat ini. Penelitian ini merupakan penjajakan berupa analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar BIPA bagi penutur bahasa Jepang berbasis muatan lokal Jakarta.  Penelitian menggunakan metode deskriptif.  Melalui teknik angket, data dikumpulkan dari pembelajar dan pengajar BIPA.  Dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa sebagian pembelajar memikili tujuan agar dapat berkomunikasi dengan teman orang Indonesia.  Tujuan lainnya adalah untuk kebutuhan komunikasi dan bekerja di Indonesia.  Umunya mereka merupakan pembelajar awal, menyukai pembelajaran secara individu dengan menggunakan media pembelajaran yang bersifat visual seperti buku serta tontonan.  Sumber pembelajaran yang biasa digunakan, selain buku ajar, berupa video pembelajaran pada You Tube, serta penelusuran di google.  Dalam hal kearifan lokal Jakarta, Ondel-Ondel dan Rumah Adat Betawi menjadi tema yang paling diminati. Selanjutnya diikuti oleh tema mengenai Baju Demang Betawi, Roti Buaya, Nyorog, Tanjidor, Gambang Kromong, Cerita Si Pitung, Pencak Silat, dan terakhir Lenong.  Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai bentuk serta muatan kearifan lokal Jakarta yang diharapkan dapat berintergrasi dalam pembelajaran BIPA bagi penutur bahasa Jepang. KATA KUNCI: bahan ajar; BIPA; Jakarta;  kearifan lokal; kebutuhan  > NEED ANALYSIS OF BIPA LEARNING MATERIALS FOR JAPANESE SPEAKERS BASED ON JAKARTA’S WISDOM ABSTRACT: Indonesian is currently well-known in international tourism. This can be one of the factors in learning Indonesian by Foreign Speakers (BIPA). Also, Jakarta as the gateway for foreign tourists, has its own uniqueness and local Traditions that can be introduced to BIPA Learners, especially those domiciled in Jakarta who are also interested in local culture. BIPA learning based on local wisdom brings new ideas towards the development of its teaching materials or additional teaching materials that are expected to provide variations in the teaching materials that are currently available. This study explores the need to develop BIPA teaching materials for Japanese speakers based on local content in Jakarta. The study uses a descriptive method. Data was collected from BIPA learners and teachers through a questionnaire technique. The results of data processing, can be seen that some learners have the goal of being able to communicate friends. And other to meet communication needs and work in Indonesia. Generally, a Beginner, like individual learning using visual media such as books and shows. Commonly used learning resources, in addition to textbooks, are Google search and Youtube. the local wisdom of Jakarta, Ondel-Ondel and Betawi Traditional Houses are most popular themes. This is followed by themes regarding Baju Demang Betawi, Roti Buaya, Nyorog, Tanjidor, Gambang Kromong, Cerita Si Pitung, Pencak Silat, and finally Lenong. This study aims to provide an overview of the form and content of local wisdom of Jakarta which is expected to be integrated into BIPA learning for Japanese speakers. KEYWORDS: BIPA; Jakarta; learning materials; local wisdom; needs analysis
EKSPLORASI STILISTIKA PADA NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA Kautsar, Tifani; hidayat, arip; Nasution, Ahmad Nasrullah
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.10789

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini merupakan kajian stilistika pada novel Edensor, Ayah, Sirkus Pohon, Buku Besar Peminum Kopi, dan Guru Aini karya Andrea Hirata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan stilistika pada unsur pemajasan, penyiasatan struktur, dan citraan dalam novel-novel tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Edensor, Buku Besar Peminum Kopi, dan Guru Aini, pemajasan didominasi oleh metafora karena kesamaan genre komedi, petualangan, dan inspiratif. Sementara itu, dalam novel Ayah dan Sirkus Pohon, pemajasan lebih banyak menggunakan personifikasi yang sesuai dengan genre keluarga dan romantis. Pada unsur penyiasatan struktur, hiperbola mendominasi novel Ayah, Buku Besar Peminum Kopi, dan Guru Aini, yang memiliki kesamaan genre keluarga dan perjalanan. Sebaliknya, repetisi lebih banyak digunakan dalam novel Edensor dan Sirkus Pohon yang bergenre romantis dan inspiratif. Unsur citraan dalam semua novel lebih didominasi oleh citraan visual dibandingkan auditif dan kinestetik. Penggunaan citraan visual ini memperkuat deskripsi lingkungan dan suasana hati tokoh, serta membantu pembaca dalam membayangkan skenario yang dihadirkan secara lebih jelas dan mendalam. KATA KUNCI: Andea Hirata; Citraan; Kesastraan; Pemajasan; Penyiasatan Struktur; Stilistika    > A STYLISTIC EXPLORATION OF ANDREA HIRATA'S NOVELSABSTRACT: This research is a stylistic study of the novels Edensor, Ayah, Sirkus Pohon, Buku Besar Peminum Kopi, and Guru Aini by Andrea Hirata. This research aims to describe the use of stylistics in the elements of exaggeration, structural investigation, and imagery in the novels. The method used is descriptive qualitative with content analysis technique. The results showed that in Edensor, Buku Besar Peminum Kopi, and Guru Aini, metaphors dominate the use of stylistics due to the similarity of comedy, adventure, and inspirational genres. Meanwhile, in Ayah and Sirkus Pohon, the use of personification is more in line with the family and romantic genres. In the element of structural manipulation, hyperbole dominates the novels Ayah, Buku Besar Peminum Kopi, and Guru Aini, which have the family and travel genres in common. In contrast, repetition is used more in Edensor and Sirkus Pohon, which have romantic and inspirational genres. The imagery element in all novels is dominated by visual imagery rather than auditive and kinesthetic. The use of visual imagery strengthens the description of the characters' environment and mood, and helps the reader to imagine the scenario more clearly and deeply. KEYWORDS: Andea Hirata; Explanation; Imagery; Literature; Structure Investigation; Stylistics

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 1 (2025): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16, No 1 (2020): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15, No 2 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): Jurnal FON Vol 13, No 2 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): Jurnal FON Vol 12, No 1 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017) Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 7, No 2 (2015) Vol 7, No 2 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5 No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2012) More Issue