cover
Contact Name
Ifah Hanifah
Contact Email
ifah.hanifah@uniku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : 10.25134/fjpbsI
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan media publikasi ilmiah (artikel dan hasil penelitian) pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. FON diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. FON memiliki nomor ISSN cetak 2086-0609 dan ISSN elektronik 2614-7718.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
EKPLORASI DISCOVERY LEARNING BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATAKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DI PERGURUAN TINGGI Thamrin, Nani Ronsani; Darmawan, Erlan
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.8859

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya berpikir kemampuan mahasiswa di pendidikan tinggi. menggabungkan dua pendekatan antara Discovery Learning dan Lesson study untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mempromosikan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Melalui serangkaian tahapan Lesson Study terdiri dari: (1) tahapan perencanaan (plan), (2) tahapan pelaksanaan (do), dan (3) tahapan refleksi (see). Dosen merancang dan melaksanakan pelajaran Discovery Learning yang melibatkan mahasiswa dalam eksplorasi matakuliah membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa, seperti analisis kritis, sintesis, dan pemecahan masalah. Dengan adanya Eksplorasi Discovery Learning berbasis Lesson study dalam matakuliah membaca menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi pada keterampilan membaca Mahasiswa mengalami peningkatan pada proses perkuliahan keterampilan membaca dikelas. EXPLORING DISCOVERY LEARNING BASED ON LESSON STUDY TO ENHANCE HIGHER-ORDER THINKING SKILLS IN HIGHER EDUCATION ABSTRACT: The aims of this research by the lower order thinking skills of students in higher education. Combining two approaches, namely Discovery Learning and Lesson Study, to create a learning environment that promotes higher order thinking skills. Through a series of Lesson Study stages, which consist of (1) Plan (2) Do, and (3) See, Lecturer designed and conducted Discovery Learning lessons that involved students in exploring the course material. The result indicates the Discovery Learning based Lesson study is effective in enhancing students' higher order thinking skills, such as critical analysis, synthesis, and problem-solving. The incorporation of Discovery Learning-based on Lesson Study in a reading course demonstrates that students' higher order thinking skills in reading course has improved during teaching learning process with the lecturer.
DAMAR KAMBANG: RESISTANSI PEREMPUAN MADURA ATAS BUDAYA NORMATIF Hermawati, Diyana Mareta; Priyatna, Aquarini; Saleha, Amaliatun
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.8888

Abstract

ABSTRAK: Tulisan ini mendiskusikan perempuan Madura dalam novel Damar Kambang karya Muna Masyari, penulis asal Madura, yang melakukan perlawanan atas budaya normatif. Muna Masyari dikenalsebagai penulis Madura dengan karakteristik karya yang mengangkat budaya Madura. Dalam novel Damar Kambang, Muna Masyari menarasikan tiga perempuan dengan sudut pandang “aku” narator perempuan dalam pergulatan pernikahan. Metode close reading dengan teknik membaca dan mencatat digunakan untuk mengurai permasalahan penelitian. Data yang dikumpulkan berfokus pada sudut pandang “aku” narator perempuan, keterkaitan tokoh, peristiwa, dan alur yang menunjukkan bahwa novel Damar Kambang menempatkan perempuan Madura tidak sebagai objek. Perempuan Madura dalam institusi pernikahan pada novel Damar Kambang secara berulang ditampilkan mempertanyakan dan menunjukkan diri sebagai subjek. Protes terhadap norma mengenai peran dan identitas perempuan Madura serta tengka (tatakrama Madura) ditampilkan melalui penggambaran karakter perempuan yang memutuskan melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, dominasi hubungan seksual dalam pernikahan terhadap laki-laki, dan penyerahan diri pada laki-laki yang tidak dicintai sebagai bentuk pelunas utang.KATA KUNCI: Damar Kambang; gender; perempuan Madura; resistansi DAMAR KAMBANG: MADURESE WOMEN’S RESISTANCE TO NORMATIVE CULTURE ABSTRACT: This article discusses Madurese women in the Damar Kambang novel by Muna Masyari, a writer from Madura, who fights against normative culture. Muna Masyari is known as a Madurese writer with works highlighting Madurese culture. In the Damar Kambang novel, Muna Masyari narrates three women from the perspective of the female narrator’s “I” in their marriage struggles. The close reading method and note-taking techniques are used to analyze the issues in the novel. The data collected focuses on the female narrators “I” point of view, the relationship between characters, events, and plot, which shows that Damar Kambang’s novel places Madurese women not as objects. Madurese women in the institution of marriage in the Damar Kambang novel repeatedly display judgment and show themselves as subjects. Protests against Madurese norms for women’s roles and indentity as well as “tengka” (Madurean etiquette) are represented by the portrayal of the characters’ decision to have sexual relations outside of marriage, the dominance of sexual relations within marriage over men, and surrendering herself to a men she doesn’t love as a form of paying off her debt.KEYWORDS: Damar Kambang; gender; Madurese womens; resistance
PENGEMBANGAN MATERI AJAR EJAAN BERBASIS APLIKASI CERBASIA MENGGUNAKAN ISPRING SUITE 10 Purnomo, Audrey Sagita; Muliastuti, Liliana; Ansoriyah, Siti
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.8931

Abstract

ABSTRAK: Teknologi dalam bidang pendidikan dimanfaatkan oleh guru sebagai media untuk membuat materi ajar menjadi lebih menarik dan efektif sehingga dapat menarik perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Namun pada kenyataannya, guru belum memanfaatkan teknologi dalam membuat media pembelajaran secara optimal karena belum memiliki kemampuan untuk mengembangkan bahan pembelajaran berbasis TIK. Penelitian ini bertujuan mengembangkan materi ajar ejaan berbasis aplikasi Cerbasia menggunakan iSpring suite 10 pada siswa kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data diperoleh melalui obervasi, wawancara, dan angket. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif.  Pengujian kelayakan produk diuji oleh ahli materi, ahli media, dan tanggapan guru bahasa Indonesia, serta tanggapan peserta didik kelas VII SMP Diponegoro 1 Jakarta. Hasil penelitian ini berupa materi ajar ejaan berbasis aplikasi Cerbasia menggunakan iSpring Suite 10 pada siswa kelas VII yang dapat diakses menggunakan gawai atau perangkat komputer yang terhubung dengan internet. Kelayakan produk materi ajar ejaan berbasis aplikasi Cerbasia menggunakan iSpring Suite 10 pada siswa kelas VII termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil penilaian ahli materi mendapatkan skor rata-rata 4,5. Sementara itu, penilaian ahli media mendapatkan skor rata-rata 4,5. Selanjutnya, aspek yang diperoleh dari uji coba kelayakan guru bahasa Indonesia mendapatkan skor 5. Serta uji coba kelompok kecil oleh peserta didik mendapatkan skor rata-rata 9,7. Berdasarkan penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa materi ajar ejaan berbasis aplikasi Cerbasia menggunakan iSpring Suite 10 pada siswa kelas VII sangat layak untuk proses pembelajaran.KATA KUNCI: Materi Ajar; Ejaan; iSpring Suite 10 > DEVELOPMENT OF SPELLING TEACHING MATERIAL BASED ON CERBASIA APLLICATION USING ISPRING SUITE 10 ABSTRACT: Technology in the field of education is utilized by teachers as a tool to make teaching materials more engaging and effective to capture students' attention throughout the learning process. However, in reality, teachers have not fully maximized the use of technology in creating optimal learning media due to lacking the ability to develop TIK-based learning materials. This research aims to develop spelling teaching materials based on the Cerbasia application using iSpring Suite 10 for seventh-grade students. The study employed the Research and Development (R&D) method, utilizing the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) development model. The data are collected through observations, interviews, and questionnaires. Data processing techniques encompassed both qualitative and quantitative methodologies. Product feasibility testing involved subject matter experts, media experts, Indonesian language teachers, and feedback from seventh-grade students at SMP Diponegoro 1 Jakarta. The research yields spelling teaching materials based on the Cerbasia application using iSpring Suite 10 for seventh-grade students, accessible via devices or computers connected to the internet. The product's feasibility assessment falls into the category of excellent. Subject matter expert evaluations obtained an average score of 4.5, while media expert assessments yielded an average score of 4.5. Furthermore, the evaluation by Indonesian language teachers scored 5, and the small-group trial by students received an average score of 9.7. Based on these assessments, it can be concluded that the spelling teaching materials based on the Cerbasia application using iSpring Suite 10 for seventh-grade students are highly suitable for the learning process.KEYWORDS: Teaching Materials; Spelling; iSpring Suite 10
Desa BIPA: Upaya Internasionalisasi Bahasa Indonesia untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Shafira, Annisa Widya; Saprilia, Dian Fadila; Fajriani, Berliana; Almanda, Nirsa Ismi; Pinandhita, Peni; Muliastuti, Liliana
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.8946

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini ialah merancang program pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di desa sebagai upaya internasionalisasi bahasa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin 4 (pendidikan yang berkualitas) dan poin 9 (infrastruktur, industri, dan inovasi). Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Desa BIPA merupakan program yang inovatif, futuristik, dan berdampak sistemik melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung di desa untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya warga negara asing melalui penerapan konsep ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, dan Extension). Desa BIPA juga memiliki beberapa sub program, di antaranya Inkubator Bahasa Indonesia, Jelajah Budaya Nusantara, Program Magang dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Asisten Pengajar BIPA di Satuan Pendidikan, dan Pergelaran Seni Budaya Desa (Persebud) yang melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan visi Indonesia emas tahun 2045..KATA KUNCI: Desa BIPA; internasionalisasi bahasa Indonesia; Indonesia emas 2045.> DESA BIPA: AN ATTEMPT TOWARDS THE INTERNATIONALIZATION OF THE INDONESIAN LANGUAGE TO ACHIEVE GOLDEN INDONESIA 2045 ABSTRACT: The purpose of this research is to design a BIPA program in villages as part of the internationalization of the Indonesian language to achieve Golden Indonesia 2045, also support Sustainable Development Goals (SDGs), especially points 4 (quality education) and 9 (infrastructure, industry, and innovation). This research uses a qualitative approach using library research methods. The result shows that the Desa BIPA program is an innovative, futuristic initiative with systemic impacts, utilizing experiential learning in villages to enhance the cross-cultural understanding of foreign through the application of the ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, and Extension) concept. Desa BIPA also encompasses several sub programs, including “Inkubator Bahasa Indonesia”, “Jelajah Budaya Nusantara”, “Magang dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Asisten Pengajar BIPA di Satuan Pendidikan”, as well as the “Pergelaran Seni Budaya Desa (Persebud)”. These sub-programs involve cross-sectoral collaboration to achieve Golden Indonesia 2045.KEYWORDS: Desa BIPA; internationalization of the Indonesian language; golden Indonesia 2045.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KAMUS DIGITAL BERBASIS BUDAYA INDONESIA UNTUK PEMBELAJARAN BIPA Yuniarti, Eva; Widharyanto, B.; Prihatin, Pius Nurwidasa
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.9001

Abstract

ABSTRAK: Bahan ajar BIPA digunakan oleh pemelajar BIPA sebagai sarana belajar untuk mencapai indikator dari standar kompetensi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek budaya Indonesia yang dibutuhkan sebagai isi kamus digital berbasis budaya Indonesia untuk pembelajaran BIPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini merupakan jenis analisis isi. Analisis isi dalam penelitian ini digunakan untuk mengkaji kebutuhan pengembangan kamus digital berbasis budaya Indonesia untuk pembelajaran BIPA. Sumber data adalah pemelajar BIPA yang sedang belajar di lembaga bahasa BIPA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada pemelajar BIPA dan wawancara dengan pengajar BIPA, serta melakukan analisis dokumen buku ajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek budaya yang paling diminati untuk menjadi isi kamus digital yaitu, tradisi, tempat wisata, dan religi. Model kamusnya yaitu bergambar dan berdeskripsi.KATA KUNCI: Bahan ajar; BIPA; Budaya Indonesia; Kamus Digital> ANALYSYS OF THE DEVELOPMENT NEEDS OF AN INDONESIAN CULTURE-BASED DIGITAL DICTIONARY FOR INDONESIAN LANGUAGE LEARNING ABSTRACT: Teaching materials for Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) are utilized by BIPA instructors and learners as learning tools to achieve the indicators of the Indonesian Language Competency Standards for Foreign Speakers. This research aims to describe the cultural aspects of Indonesia needed as content for a culture-based digital dictionary for BIPA learning. The method used in this research is qualitative descriptive. This study is a type of content analysis. Content analysis in this research is used to examine the needs for the development of a culture-based digital dictionary for BIPA learning. The data source is BIPA learners studying at BIPA language institutions. Data collection techniques involve distributing questionnaires to BIPA learners, conducting interviews with BIPA instructors, and analyzing teaching materials documents. The results of this research show that there are three cultural aspects that are most favored to be included in the digital dictionary, namely, traditions, tourist destinations, and religious aspects. The dictionary model includes images and descriptions.KEYWORDS: Teaching materials; BIPA; Indonesia Culture; Digital Dictionary
JEJAK TRADISI "ANTU BANYU" MASYARAKAT MELAYU PALEMBANG: ANALISIS FUNGSI DAN SIGNIFIKANSI KONTEKSTUAL Neisya, Neisya; Aprilia, Fitria; Nadilah, Sunting
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.9088

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang fungsi linguistik dan implikasi kontektual dari istilah Antu Banyu yang berkembang dalam komunitas Melayu Palembang. Metode kualitatif dimanfaatkan sebagai metode penelitian dengan menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara untuk mengumpulkan data. Kerangka analisis yang digunakan mengikuti model Miles dan Huberman mencakup reduksi data, penyajian data melalui lensa teoritis Finnegan, dan diakhiri dengan penyimpulan hasil analisis data. Melalui kuisioner yang melibatkan 50 orang responden  yang dikelompokkan menjadi Gen X, Gen Y, Gen Milenial, dan Gen Z, sekaligus wawancara dengan para ahli, terlihat bahwa istilah Antu Banyu diketahui secara universal. Sumber keluarga memainkan peran penting dalam memahami istilah tersebut, seringkali terkait dengan keyakinan terhadap mitos hantu yang hidup di air. Klasifikasi  istilah Antu Banyu mencakup 15 fungsi dan konteks yang berbeda, yaitu  perenang handal, penyelam terampil, penguasa perairan, seseorang yang meninggal di air, seseorang yang mandinya sangat lama, seseorang yang mandi di sungai saat magrib atau malam hari, siswa ataupun pekerja yang datang dan pergi sesuka hati, seseorang yang pelit, seseorang yang menghindar dari kewajiban dan tanggung jawab, ejekan kepada orang yang tidak disukai, seseorang yang memiliki ilmu hitam, peringatan bahaya, untuk menakut-nakuti orang, hantu yang hidup di air, dan seseorang yang gesit dan lincah dalam mengerjakan sesuatu. Semua penggunaan istilah Antu Banyu yang berkembang di masyarakat Melayu Palembang berkaitan erat dengan mitos hantu air yang masih sangat dipercaya. Namun, konotasi positif pada istilah tersebut pun ditemukan pada beberapa fungsi. Hal ini mengindikasikan pergeseran semantik yang signifikan dalam penggunaannya.KATA KUNCI: Finnegan, hantu air; masyarakat melayu Palembang; mitos; semantik.    “ANTU BANYU” TRADITIONS IN PALEMBANG MALAY COMMUNITY: ANALYSIS OF FUNCTION AND CONTEXTUAL SIGNIFICANCE  ABSTRACT: This study aims to delve extensively into the linguistic functionality and contextual implications of the term Antu Banyu, which developed within the Palembang Malay community. Qualitative methods are employed as research methods by using documentation, observation, and interview in collecting data. The analytical framework adopted follows Miles and Huberman's model, encompassing data reduction, data presentation through Finnegan's theoretical approach, and data analysis conclusion. Through a questionnaire involving 50 respondents categorized into Generation X, Generation Y, Generation Millennial, and Generation Z, and alongside experts interviews, it becomes apparent that the term Antu Banyu that all respondents were familiar with the term Antu Banyu. Most of the information about the term Antu Banyu was universally recognized. Family sources play a pivotal role in comprehending the term, often intertwined with the myth of water ghost. The Antu Banyu term spans 15 distinct functions and contexts, including that of an adept swimmer, skilled diver, nautical experts, deceased in the water, prolonged bathers, twilight or nocturnal river bathers, undisciplined students or workers, miserly person, obligation-averse individual, derisive remarks directed at disliked persons, black magic shaman, danger harbinger, intimidation means, river ghosts, and adroit task performers. All applications of the Antu Banyu term, as molded by Palembang Malay society, remain closely related to the enduring myth of water ghosts, upheld by persistent convictions. However, select usages of the term exhibit positive connotations across diverse functions, signaling a notable shift in its semantic utilization.KEYWORDS: Finnegan; ghost water; Palembang Malay community; myth; semantic.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR AUGMENTED REALITY VIDEO BERORIENTASI NILAI KARAKTER PADA MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Khuzaemah, Emah; Nurpadillah, Veni; Hemas, Kaffah
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.9129

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prototipe, mengembangkan, dan menganalisis dampak dari penggunaan bahan ajar Augmented Reality Video pada mata kuliah bahasa Indonesia. Melalui penggunan bahan ajar ini, diharapkan sikap mahasiswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat meningkat. Dengan demikian akan tumbuh dan berkembang karakter cinta tanah air pada mahasiswa kita. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan model 4-D. Model pengembangan 4-D (Four D) merupakan model pengembangan perangkat pembelajaran. Hal ini meliputi 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan diseminasi (disseminate), tahap pengembangan ini sudah direvisi berdasarkan masukan ahli dan uji coba kepada peserta didik. Pada penelitian ini hanya dilakukan diseminasi terbatas, yaitu dengan menyebarluaskan dan mempromosikan produk akhir bahan ajar Augmented Reality Video berorientasi nilai karakter secara terbatas kepada semua dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia dan mahasiswa di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Teknik dan instrument pengumpulan data pada penelitian ini melalui penyebaran angket, wawancara, studi banding, dan FGD. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan hasil uji kelayakan terhadap penggunaan aplikasi Augmented Reality Video 90% Responden menjawab sangat mudah, dan 10% responden menjawab mudah. Dari 20 responden, 19 responden menjawab aplikasi AR ini dapat menginspirasi mahasiwa untuk lebih mencintai rasa cinta tanah air. Sehingga aplikasi Augmented Reality Video ini layak digunakan dalam proses perkuliahan khususnya pada mata kuliah Bahasa Indonesia.KATA KUNCI: Augmented Reality Video; Bahan Ajar; Bahasa Indonesia.> DEVELOPMENT OF CHARACTER VALUE ORIENTED AUGMENTED REALITY VIDEO TEACHING MATERIALS IN INDONESIAN LANGUAGE COURSES ABSTRACT: This study aims to formulate a prototype, develop and analyze the impact of using Augmented Reality Video teaching materials in Indonesian language courses. Through the use of this teaching material, it is hoped that students' attitudes towards using the Indonesian language properly and correctly can improve. In this way, the character of patriotism will grow and develop in our students. The development model used in this research is 4-D model development. The 4-D (Four D) development model is a learning device development model. This includes 4 stages, namely the definition, design, development and dissemination stages. This development stage has been revised based on expert input and trials with students. In this research, only limited dissemination was carried out, namely by disseminating and promoting the final product of Augmented Reality Video teaching materials oriented towards character values on a limited basis to all lecturers who taught Indonesian language courses and students at IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Data collection techniques and instruments in this research include distributing questionnaires, interviews, comparative studies, and FGDs. The results of this research show that based on the results of the feasibility test on the use of the Augmented Reality Video application, 90% of respondents answered very easily, and 10% of respondents answered it was easy. Of the 20 respondents, 19 respondents answered that this AR application could inspire students to love their motherland more. So this Augmented Reality Video application is suitable for use in the lecture process, especially in Indonesian language subjects.KEYWORDS: Augmented Reality Video; Indonesian Language; Teaching Materials.
REFLEKSI BERKEBINEKAAN GLOBAL PADA CERITA ANAK “SEPASANG MATA” KARYA VERONICA W Mizkat, Eva; Ramadhan, Syahrul; Mukhaiyar, Mukhaiyar
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.9130

Abstract

ABSTRAK: Bahan bacaan merupakan sumber informasi yang harus digali oleh para pembaca. Di masa yang serba digital ini, sumber bacaan tidak harus berbentuk cetak, banyak platform digital yang bisa dimanfaatkan untuk memperoleh bahan bacaan dengan menyesuaikan tingkat kebutuhan/jenjang pembaca. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan paltform Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikburistek yang menyediakan bahan bacaan dengan berbagai tema versi digital yang sudah terseleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali informasi dari salah satu bahan bacaan yang telah ditetapkan sebagai bahan bacaan literasi yang sesuai dengan tema Gerakan Literasi Nasional sebagai refleksi salah satu dimensi Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka yaitu berkebinekaan global, juga untuk memperkenalkan budaya Nusantara kepada pembaca khususnya anak-anak dengan sajian cerita anak yang menarik disertai ilustrasi yang berwarna. Sumber data diperoleh dari cerita anak berjudul “Sepasang Mata” karya Veronica W. dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh bahwa refleksi berkebinekaan global yaitu mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan, dimensi itu terefleksi pada karakteristik tokoh Kinan, Hanna, Edita, dan keluarganya. Dengan demikian, sebelum memberikan bahan bacaan kepada anak-anak, hendaknya peran orang tua, guru, ataupun orang dewasa perlu mengetahui terlebih dahulu isi buku tersebut, agar dapat disesuaikan dengan kondisi anak. Hasil refleksi berkebinekaan global pada penelitian ini diharapakan mampu meningkatkan daya tarik untuk mengenal dan menghargai budaya Nusantara yang beraneka ragam sebagai pengembangan bahan ajar.KATA KUNCI: refleksi; berkebinekaan global; bahan bacaan literasi; cerita anak; budaya Nusantara. REFLECTION ON GLOBAL DIVERSITYIN THE CHILDREN'S STORY "A PAIR OF EYES" BY VERONICA W ABSTRACT: Reading material is a source of information that readers must explore. In this digital era, reading sources do not have to be in printed form, there are many digital platforms that can be used to obtain reading material to suit the needs/level of the reader. One of them is by utilizing the platform of the Ministry of Education and Technology's Language Development and Development Agency which provides selected digital versions of reading materials with various themes. The aim of this research is to explore information from one of the reading materials that has been designated as literacy reading material in accordance with the theme of the National Literacy Movement as a reflection of one of the dimensions of the Pancasila Student Profile in the Merdeka Curriculum, namely global diversity, as well as to introduce Indonesian culture to readers, especially children with interesting children's stories accompanied by colorful illustrations. The data source was obtained from a children's story entitled "A Pair of Eyes" by Veronica W. using a qualitative descriptive method. The results obtained are reflection on global diversity, namely knowing and appreciating culture, intercultural communication skills in interacting with others, reflection and responsibility for experiences of diversity, these dimensions are reflected in the characteristics of the characters Kinan, Hanna, Edita, and their families. Thus, before giving reading material to children, parents, teachers or adults should first know the contents of the book, so that it can be adapted to the child's condition. It is hoped that the results of the reflection on global diversity in this research will be able to increase the attractiveness of getting to know and appreciate the diverse cultures of the archipelago as an open materials development.KEYWORDS: reflection; global diversity; literacy reading materials; children stories; Indonesian culture.
PEMBELAJARAN INOVATIF DENGAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS NASKAH DRAMA Rahmayantis, Marista Dwi; Pitoyo, Andri; SUJARWOKO, SUJARWOKO Nurwidasa; Firmansyah, Achmad Fathoni
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.9147

Abstract

ABSTRAK: Pembelajaran inovatif memfokuskan bagaimana proses pembelajaran berlangsung, bahan ajar dan media yang digunakan, dan penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran. Upaya pengembangan kemampuan menulis naskah drama dapat dilakukan dengan cara mengembangkan sebuah bahan ajar untuk membantu pembelajaran. Pengembangan bahan ajar menulis naskah drama dapat menggunakan pendekatan kontekstual agar pembelajarannya beserta contohnya yang lebih dekat dengan kehidupan nyata siswa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk bahan ajar menulis kreatif naskah drama dengan melihat aspek isi, bahasa, dan tampilan bahan ajar. Bahan ajar yang disajikan diintegrasikan dengan pembelajaran kontekstual. Penilaian yang disajikan dalam bahan ajar ini adalah penialain otentik yang nantinya akan bertujuan dapat melihat hasil belajar siswa secara proses. Penilaian dilakukan setiap kegiatan yang tertuang dalam bahan ajar karena penilaian yang digunakan dalam bahan ajar ini adalah penilaian proses. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan yang digagas oleh Borg and Gall yaitu reserch dan development (R&D). R&D ini memilik 7 langkah pengembangan, yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draft produk, uji coba lapangan, revisi, uji coba langan yang pada tahap ini uji praktisi dan uji pengguna, dan penyempurnaan produk. Pada saat validasi kepa ahli materi mendapatkan rata-rata 91%. Hasil validasi pada ahli oembelajaran dan tampilan mendapatkan rerata 77% dari aspek isi, 76% dari kelayakan bahasa, dan 89% dari aspek penyajian. Hasil validasi lapangan diperoleh rerata 77%. Dari hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar menulis naskah drama ini layak digunakan dalam pembelajaran.KATA KUNCI: bahan ajar menulis naskah drama;  model pembelajaran kontekstual; pembelajaran inovatif .> INNOVATIVE LEARNING IN DRAMA SCRIPT WRITING  ABSTRACT: Innovative learning focuses on how the learning process takes place, the teaching materials and media used, and the assessment carried out in learning. Efforts to develop the ability to write drama scripts can be done by developing teaching materials to assist learning. The development of teaching materials for writing drama scripts can use a contextual approach so that learning and its examples are closer to students' real lives. The purpose of this research is to produce teaching materials for creative writing of drama scripts by looking at aspects of content, language, and appearance of teaching materials. The teaching materials presented are integrated with contextual learning. The assessment presented in this teaching material is an authentic assessment that will aim to see student learning outcomes in the process. The assessment is carried out every activity contained in the teaching materials because the assessment used in this teaching material is a process assessment. . This research uses development research initiated by Borg and Gall, namely research and development (R&D). This R&D has 7 development steps, namely research and data collection, planning, product draft development, field trials, revision, field trials which at this stage are practitioner tests and user tests, and product improvement. At the time of validation to the material expert got an average of 91%. The results of validation on learning and display experts get an average of 77% from the content aspect, 76% from language feasibility, and 89% from the presentation aspect. The results of field validation obtained an average of 77%. From the validation results, it shows that the teaching materials for writing drama scripts are suitable for use in learning.KEYWORDS: teaching materials for writing drama scripts; contextual learning model; innovative learning.
INOVASI TERAPEUTIK METODE DIR DALAM MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ANAK PENYANDANG SPEECH DELAY Nisma, Nisma; Ramly, Ramly
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.9244

Abstract

ABSTRAK: Keterlambatan bicara pada anak dapat berdampak pada interaksi komunikasi mereka dengan lingkungan sekitar serta berbagai aspek kehidupan lainnya, bahkan dapat terus berlanjut hingga usia dewasa. Oleh karena itu, diperlukan metode yang tepat untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan menggunakan metode DIR, yaitu metode yang menekankan pada pentingnya perkembangan, perbedaan individu, serta hubungan anak dengan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh metode DIR terhadap peningkatan komunikasi antarpribadi anak penyandang speech delay. Penelitian ini dilaksanakan di SLB Negeri 1 Makassar dengan treatmen permainan menyusun kata atau DIR dengan sampel yang diambil secara purposive sampling. Desain pemilihan sampel menggunakan desain Single Subject Research (SSR) yaitu subjek tunggal. Data penelitian berfokus pada 13 aspek/indikator kemampuan berbahasa yang dimiliki sampel. Pengumpulan data menggunakan pedoman pencatatan. Data dianalisis secara statistik menggunakan Uji Tanda (Sign Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai P hitung lebih kecil dari kriteria taraf signifikasi yang ditetapkan (0,022 ≤ 0,05), artinya adalah H0 ditolak. Hal ini ditunjukkan oleh adanya perbedaan yang signifikan dari pre dan pos tes. Kesimpulan penelitian ini ialah metode DIR memiliki pengaruh terhadap peningkatan keterampilan komunikasi antarpribadi pada anak yang mengalami speech delay. KATA KUNCI: Komunikasi Antarpribadi; Metode DIR; Speech Delay> THERAPEUTIC INNOVATION: DIR METHOD IN ENHANCING INTERPERSONAL COMMUNICATION OF CHILDREN WITH SPEECH DELAY ABSTRACT: Speech delay in children can have an impact on their communication interactions with the surrounding environment and various other aspects of life, and can even continue into adulthood. Therefore, appropriate methods are needed to overcome this, one of which is using the DIR method, a method that emphasizes the importance of development, individual differences, and the child's relationship with the surrounding environment. The purpose of this study is to describe the effect of the DIR method on improving interpersonal communication in children with speech delay. This research was conducted at SLB Negeri 1 Makassar with a word arrangement game or DIR with samples taken by purposive sampling. The sample selection design used Single Subject Research (SSR) design, which is a single subject. The research data focused on 13 aspects/indicators of language skills owned by the sample. Data collection used recording guidelines. The data were statistically analyzed using the Sign Test. The results showed that the calculated P value was smaller than the criterion of the specified significance level (0.022 ≤ 0.05), meaning that H0 was rejected. This is indicated by a significant difference from the pre and post tests. The conclusion of this study is that the DIR method has an effect on improving interpersonal communication skills in children with speech delay.KEYWORDS: Interpersonal Communication; DIR Method; Speech Delay

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 1 (2025): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16, No 1 (2020): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15, No 2 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): Jurnal FON Vol 13, No 2 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): Jurnal FON Vol 12, No 1 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017) Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 7, No 2 (2015) Vol 7, No 2 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5 No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2012) More Issue