cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
Giving Career Information Service to Enhance Students’ Self-sufficiency in Selecting Careers Nashruddin, Nashruddin; Sakkir, Geminastiti; Aisyah, Sitti; Apriyawanto, Apriyawanto
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v13i2.16276

Abstract

The present research aimed at (1) knowing the implementation of the career information service towards students’ self-sufficiency of selecting careers, and (2) finding the effect of career information service on the self-sufficiency of selecting careers. This study applied quasi-experimental method with 25 students as the participants. It had a hypothesis statement of cause and effect on a sort of changing for comparing two or more groups. Based on the result, the null hypothesis is rejected because it exists the outside limit of the null hypothesis acceptance. In line with that finding, it is concluded that the students’ self-reliance of selecting career before the career information service is given; no students have self-reliance of choosing either a high career or a higher career. This study develops the significant role of career information to facilitate students for choosing careers in their future life.
Efektivitas Cinemateherapy dalam Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Self-efficacy Akademik Siswa Maghfira, Ervinda Rosana; Lathifah, Maghfirotul
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v13i2.17283

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan problematik yang terjadi pada siswa kelas IX di UPT SMPN 15 Gresik yang menunjukkan tingkat self-efficacy akademik rendah khususnya dalam mata pelajaran Bahasa inggris. Tujuan penelitian ini guna mengetahui efektivitas cinematherapy dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan self-efficacy akademik siswa. Rancangan penelitian yang digunakan, yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis Quasi Experimental Design yakni Nonequivalent Control Group Design. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 14 siswa dalam kategori self-efficacy akademik rendah, terdiri dari kelompok eksperimen dengan jumlah 7 siswa dan sebagai kelompok kontrol 7 siswa. Metode pengumpulan data diperoleh dari skala pengukuran self-efficacy akademik. Teknik analisis data melalui uji Independent Sample T Test dengan bantuan program SPSS 25.0. Hasil analisis memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 karena (0,000<0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima, maka terdapat perbedaan hasil self-eficacy siswa setelah diberikan treatment cinematherapy dalam bimbingan kelompok pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang tidak diberikan treatment. Artinya, Cinematherapy dalam Bimbingan Kelompok efektif untuk meningkatkan Self-efficacy Akademik siswa kelas IX di UPT SMPN 15 Gresik khususnya dalam mata pelajaran Bahasa inggris.
Pengembangan Skala Kesiapan Belajar Mandiri (Self-Directed Learning Readiness / SDLR) Pravesti, Cindy Asli; Mufidah, Elia Firda
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v14i1.18299

Abstract

Saat ini, individu telah memiliki bekal dalam pembelajaran daring (online). Untuk itu penting mengetahui kesiapan belajar mandiri (self-directed learning readiness) dari individu tersebut. Pengetahuan mengenai kesiapan belajar mandiri tentunya diperlukan alat ukur. Hal ini bertujuan untuk mengahasilan skala pengukuran self-directed learning readiness yang valid dan reliabel. Metode penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (reaserch and development) yang mengadaptasi dari model penyusunan skala psikologi dengan 9 tahapan yakni identifikasi tujuan ukur, membatasi domain ukur, menghimpun indikator, menulis item skala, uji coba bahasa, uji coba skala, mengukur reliablitias mengukur validitas, dan menyusun kembali skala. Hasil penelitian diperoleh skala Self-Directed Learning Readiness yang valid (> 0,5) dan reliabel (0,6). Selain itu, skala yang dihasilkan juga sudah lolos dalam uji bahasa. Adapun skala self-directed learning readiness ini dapat digunakan sebagai acuan bagi konselor dalam upaya pencegahan mengenai kemandirian belajar.AbstractCurrently, individuals are equipped with online learning. For this reason, it is important to know the individual's self-directed learning readiness. Knowledge regarding readiness for independent learning certainly requires measuring tools. This aims to produce a self-directed learning readiness measurement scale that is valid and reliable. The research method uses the research and development method which is adapted from the psychological scale construction model with 9 stages, namely identifying measuring objectives, limiting the measuring domain, collecting indicators, writing scale items, language testing, scale testing, measuring reliability, measuring validity, and rearranging the scale. The research results obtained a self-directed learning readiness scale that was valid (> 0.5) and reliable (0.6). Apart from that, the resulting scale has also passed the language test. The self-directed learning readiness scale can be used as a reference for counselors in preventing independent learning
Penerapan teknik role playing dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan perilaku asertif siswa Maisyaroh, Sri; Astuti, Anita Dewi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v14i1.17730

Abstract

Permasalahan asertif dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan peserta didik, seperti mengganggu hubungan interpersonal, menurunkan rasa percaya diri, serta menimbulkan stres dan ketegangan emosional. Oleh karena itu, penting bagi peserta didik memiliki sikap asertif untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang lebih sehat, namun kenyataannya masih ditemukan peserta didik yang belum atau enggan berperilaku asertif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui upaya meningkatkan perilaku asertif siswa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing pada siswa kelas X SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan bimbingan dan konseling dengan dua siklus. Subyek penelitian diambil 10 orang siswa yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket dan pedoman observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara deskriptif persentase. Hasil analisa dapat dikemukakan bahwa terjadi peningkatan skor kinerja layanan bimbingan kelompok sebesar 33,3%, peningkatan skor partisipasi siswa dalam layanan bimbingan kelompok sebesar 42,6%, peningkatan skor angket sebesar 10,5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku asertif dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing. Dari hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bahwa dengan menerapkan bimbingan kelompok menggunakan teknik role playing dapat meningkatkan sikap asertif peserta didik salah satunya terwujud melalui keterampilan komunikasi yang lebih efektif dan sehat.Abstract: Assertiveness problems can have a significant impact on students' lives, such as disrupting interpersonal relationships, reducing self-confidence, and causing stress and emotional tension. Therefore, students need to have an assertive attitude to develop healthier communication skills, but in reality there are still students who do not or are reluctant to behave assertively. This research aims to determine the effort to increase assertive behavior through role-playing technique group guidance for 10th-grade students of SMK Muhammadiyah Wates Kulon Progo Yogyakarta. This research uses an action research approach to guidance and counseling with two cycles. The research subjects were taken by 10 students who were determined by purposive sampling technique, while the instruments used to collect data were questionnaires and observation guidelines. The data obtained were then analyzed by descriptive percentage. The result of the analysis can be stated that there was an increase in the performance score of group guidance by 33,3%, an increase in the score of student participation in group guidance services by 42,6%, and an increase in the score of the score of the questionnaire by 10,5%. The results of the research indicated that assertive behavior can be increased through group guidance with role-playing techniques.
Pengembangan media layanan informasi karier berbantuan animaker untuk SD Kelas Rendah Murtiningsih, Murtiningsih; Fitria, Erlin; Khuzaimah, Siti
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v14i1.17186

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang kesulitan dalam mendeskripsikan suatu profesi, serta sebagian besar guru berusia lebih dari 40 tahun, sehingga kemampuan untuk memahami konsep dalam mengembangkan media pembelajaran perlu dibantu dengan memberikan motivasi dalam menciptakan variasi media pembelajaran yang unik, kreatif dan menarik menggunakan bantuan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media layanan informasi karier berbantuan Animaker untuk siswa Sekolah Dasar kelas rendah dan melakukan uji kelayakan media. Penelitian ini menggunakan metode Research & Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini menghasilkan 3 produk media video berbantuan animaker sebagai media layanan informasi karier. Berdasarkan akumulasi hasil uji validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi, praktisi dan pengguna memperoleh hasil  sebesar 90,30% yang artinya sangat layak untuk digunakan di lapangan sebagai media layanan informasi karier untuk siswa Sekolah Dasar kelas rendah. Media ini dapat membantu guru kelas dalam mengembangkan media, melaksanakan layanan informasi karier, serta mendorong antusias dan motivasi siswa dalam menyimak materi.Abstract: This research was motivated by the problem of students who have difficulty in describing a profession, and most teachers are over 40 years old, so the ability to understand concepts in developing learning media needs to be helped by providing motivation in creating a variety of unique, creative and interesting learning media using the help of technology. This research aims to develop a Animaker-assisted career information service media for low-grade elementary school students and conduct media feasibility tests. This research uses Research & Development (R&D) method with ADDIE development model. This research produced 3 animaker-assisted video media products as career information service media. Based on the accumulated results of validation tests conducted by media experts, material experts, practitioners and users obtained results of 90.30% which means it is very feasible to be used in the field as a career information service media for low-grade elementary school students. These media can help class teachers develop media, provide career information services, and encourage enthusiasm and motivation in attention to material.
Mediasi self-efficacy dalam membangun resiliensi akademik Mahasiswa: suatu studi komparatif Lubis, Siti Chairani; Ambarita, Charles Fransiscus
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v14i1.18096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mediasi efikasi diri dalam membangun resiliensi akademik mahasiswa pada pembelajaran daring ditinjau dari aspek kecerdasan emosional dan dukungan sosial. Jenis penelitian ini merupakan penelitian expost-facto dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan random sampling dengan jumlah sampel sebesar 189 orang. Pengumpulan data menggunakan angket dengan memanfaatkan google form. Teknik analisis data menggunakan path analysis (analisis jalur) dengan aplikasi SPSS versi 23.0. Hasil penelitian menemukan bahwa mediasi efikasi diri berperan efektif dan signifikan dalam memperkuat pengaruh kecerdasan emosional dan dukungan sosial terhadap perkembangan resiliensi akademik mahasiswa FE di Universitas Negeri Medan. Temuan riset ini berdampak pada peningkatan efikasi diri mahasiswa dalam mendorong perkembangan resiliensi akademik, sehingga mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan efikasi dirinya dan mampu bertahan dalam menghapi berbagai kesulitan yang dialaminya ketika pembelajaran daring. Selain itu, penelitian ini juga berdampak pada peningkatan kualitas layanan bimbingan dan konseling, dimana agar para konselor lebih memperhatikan mahasiswa dengan tingkat resiliensi rendah, agar dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan efikasi dirinya, melakukan pengembangan program preventif bagi mahasiswa yang memiliki resiliensi akademik rendah, serta menjadi rekomendasi kebijakan bagi pihak kampus.Abstract: This research aims to analyze the mediation of self-efficacy in building academic resilience of students in online learning from the aspects of emotional intelligence and social support. This type of research is ex post-facto research with a quantitative approach. This research used random sampling with a sample size of 189 people. Data collection uses a questionnaire using Google Form. The data analysis technique uses path analysis with the SPSS version 23.0 application. The research results found that self-efficacy mediation plays an effective and significant role in strengthening the influence of emotional intelligence and social support on the development of academic resilience of FE students at Medan State University. The findings of this research have an impact on increasing student self-efficacy in encouraging the development of academic resilience, so that students are expected to be able to increase their self-efficacy and be able to survive the various difficulties they experience when learning online. Apart from that, this research also has an impact on improving the quality of guidance and counseling services, so that counselors pay more attention to students with low levels of resilience, so they can help students increase their self-efficacy, develop preventive programs for students who have low academic resilience, and become policy recommendations for the campus.
Efektivitas konseling kelompok menggunakan teknik self-management untuk meningkatkan resiliensi siswa Hasanah, Hasanah; Asrori, Muhammad; Halida, Halida
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v14i1.20375

Abstract

Kurangnya kemampuan dalam penyelesaian konflik, mengendalikan diri, sulit beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan orang lain merupakan permasalahan yang dialami siswa. Sebagai siswa, tentunya resiliensi yang baik sangat diperlukan agar dapat melaksanakan proses pembelajaran sebagaimana mestinya serta mampu menjalin hubungan sosial yang baik antar sesama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas konseling kelompok menggunakan teknik self-management untuk meningkatkan resiliensi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungai Kakap. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan bentuk penelitian Pre-Eksperimental Design dengan rancangan penelitian Pre-Test dan Post-Test One Group Design. Sampel diambil berdasarkan teknik non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 7 orang siswa yang memiliki tingkat resiliensi terendah dari populasi yang berjumlah 70 orang yaitu siswa kelas X yang memiliki tingkat resiliensi rendah. Berdasarkan perhitungan yang diperoleh hasil rata-rata Pre-Test (sebelum diberikan perlakuan) adalah 55 dan Post-Test (sesudah diberikan perlakuan) adalah 70. Selanjutnya, diperoleh thitung menggunakan Paired Sample T-test yaitu sebesar -6.806 dengan Sig (2-tailed) sebesar 0.000 < 0,05 serta hasil Effect Size 1,5 very large (sangat besar), yang artinya Ha diterima H0 ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara tingkat resiliensi siswa sebelum dan sesudah diberikan konseling kelompok dengan teknik self-management sangat efektif untuk meningkatkan resiliensi siswa.Abstract: The lack of conflict resolution skills, self-control, and difficulty in adapting and adjusting to others are problems that students face. As students, good resilience is certainly needed in order to carry out the learning process properly and to build good social relationships with others. The purpose of this study is to examine the effectiveness of group counseling using self-management techniques to enhance the resilience of 10th-grade students at SMA Negeri 1 Sungai Kakap. The research method used is experimental, with a Pre-Experimental Design in the form of a Pre-Test and Post-Test One Group Design. The sample was taken based on non-probability sampling with purposive sampling technique. The sample consisted of 7 students who had the lowest levels of resilience out of a population 70, especially 10th-grade students with low resilience. Based on the calculations, the average Pre-Test score (before the treatment) was 55, and the average Post-Test (after the treatment) was 70. Furthermore, the t-value obtained using the Paired Sample T-test was -6.806 with a Sig (2-tailed) value of 0.000 < 0.05 and an Effect Size result of 1.5, indicating a very large effect. This means that the alternative hypothesis (Ha) is accepted, and the null hypothesis (H0) is rejected. Therefore, there is a significant difference in the resilience levels of students before and after receiving group counseling with self-management techniques, demonstrating that it is highly effective in enhancing the resilience of 10th-grade students.
Tingkat phubbing pada siswa sekolah rendah Santi Witya Serong School Septawardani, Anggun Trisna Kirana; Rakhmawati, Dini; Setiawan, Agus
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v14i1.21279

Abstract

Salah satu dampak buruk dari kecanggihan teknologi dan penggunaan smartphone secara berlebihan adalah phubbing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat phubbing pada siswa-siswi kelas 6 Sekolah Rendah Santi Witya Serong School, Provinsi Pattani, Thailand Selatan. Jenis penelitian ini kuantitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pengisian instrument alat ukur Generic Scale of Phubbing GSP, yang dimodifikasi dengan diterjemahkan kedalam bahasa Thailand, dan dikuatkan dengan pengamatan langsung oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 orang, merupakan siswa-siswi kelas 6-1 dan 6-2 Santi Witya Serong School. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat phubbing berada dalam kategori sedang, dengan prosentase 52.50%. Artikel ini, memberikan rekomendasi berupa gambaran sekaligus contoh sebagai upaya meminimalisir phubbing anak-anak di Indonesia, agar implementasi kegiatan tradisional kebudayaan, keagamaan, kebiasaan, dan peningkatan pengawasan orang tua terhadap penggunaan smart phone, secara signifikan dapat mengurangi waktu yang dihabiskan oleh anak-anak untuk bermain smart phone.Abstract: One of the negative impacts of technological sophistication and excessive use of smartphones is phubbing. The purpose of this study was to determine the level of phubbing in grade 6 students of Sekolah Rendah Santi Witya Serong School, Pattani Province, Southern Thailand. This type of research is quantitative descriptive. The data collection method used is by filling in the Generic Scale of Phubbing GSP measuring instrument, which was modified by being translated into Thai, and strengthened by direct observation by the researcher. The population in this study was 40 people, who were students of grades 6-1 and 6-2 of Santi Witya Serong School. The results showed that the level of phubbing was in the moderate category, with a percentage of 52.50%. This article provides recommendations in the form of descriptions and examples as an effort to minimize phubbing for children in Indonesia, so that the implementation of traditional cultural, religious, customary activities, and increased parental supervision of smartphone use can significantly reduce the time spent by children playing with smartphones.
Hubungan psychological well-being dengan work engagement pada pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Baihaki, Nayla Tsabita Fie Dinillah; Sulistiyana, Sulistiyana; Makaria, Eklys Cheseda
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v14i2.21284

Abstract

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) memerlukan work engagement dan psychological well-being untuk berfungsi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keduanya pada 71 pengurus BEM FKIP ULM dengan metode kuantitatif dan pendekatan korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui skala psychological well-being dan skala work engagement. Hasil analisis menunjukkan signifikansi 0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi 0,760, mengindikasikan hubungan kuat searah. Temuan ini berguna bagi layanan bimbingan konseling di kampus dalam merancang program manajemen stres dan peningkatan motivasi bagi pengurus organisasi.Abstract: The Student Executive Board (BEM) requires work engagement and psychological well-being to function optimally. This research aims to determine the relationship between the two in 71 BEM FKIP ULM administrators using quantitative methods and a correlational approach. Data collection was carried out through the psychological well-being scale and work engagement scale. The analysis results show a significance of 0.000 (p<0.05) and a correlation coefficient of 0.760, indicating a strong unidirectional relationship. These findings are useful for counseling services on campus in designing stress management programs and increasing motivation for organizational administrators.
Pengalaman psikis muslimah di komunitas pendaki Gunung Kerinci Padhila, Riska; Juliawati, Dosi; Kholidin, Farid Imam
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v14i2.21285

Abstract

Kecelakaan dikalangan pendaki gunung sering kali disebabkan oleh Tindakan ekstrem untuk memenuhi sensasi dan pengalaman. Pengalaman psikologis setiap orang berbeda-beda, terutama bagi pendaki gunung Muslimah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengungkapkan pengalaman psikologis pendaki Muslimah di Gunung Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah 100 orang pendaki gunung Muslimah di Gunung Kerinci, dengan sample sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner Psychological Experience yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya. analisis data menggunakan statistic deskriptif untuk mendreskripsikan mean dan persentase variable penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengalaman psikologis pendaki gunung Muslimah di Gunung Kerinci pada indicator Sterotip, Kecemasan, Peran orang tua, dan indicator Sebab akibat tergolong tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pengalaman psikologis seorang Muslimah, maka semakin besar pula trauma untuk Kembali melakukan pendakian gunung, begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lebih lanjut dengan populasi dan sampel yang lebih besar untuk mengekplorasi lebih jauh pengalaman psikologis pendaki gunung Muslimah.Abstrack: Accidents among female Muslim mountaineers are often caused by extreme actions to fulfill sensations and experiences. Each person's psychological experience is different, especially for female Muslim mountaineers. This study aims to examine and reveal the psychological experiences of female Muslim mountaineers on Mount Kerinci. This research uses a quantitative descriptive method with a cross-sectional survey design. The research population is 100 female Muslim mountaineers on Mount Kerinci, with a sample of 30 people. The data collection technique uses a Psychological Experience questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analysis uses descriptive statistics to describe the mean and percentage of research variables. The results of the study show that the conditions of Psychological Experiences of Female Muslim Mountaineers on Mount Kerinci on the indicators of stereotypes, anxiety, parental roles, and indicators of cause and effect are classified as high. This indicates that the higher the psychological experience of a female Muslim, the greater the trauma to return to climbing mountains, and vice versa. The results of this research recommend the need for further research with a larger population and sample to further explore the psychological experiences of female Muslim mountaineers.