cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal CARE
ISSN : 23552034     EISSN : 25279513     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL CARE is a scientific journal on Early Childhood Education that aims to communicate research results of professors, teachers, practitioners, and scientists in the field of early childhood education covering the fields of basic teaching in preschool, applied science and analytical-critical studies in the field of care-giving, child protection and child nutrition and health.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2025)" : 11 Documents clear
Pengaruh Kegiatan Menggambar Ekspresif di Luar Ruangan terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Larasati, Niken; Kustiawan, Usep; Tirtaningsih, Munaisra Tri
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.20332

Abstract

Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak. Masa anak usia dini merupakan masa bermain, berimajinasi, dan bereksplorasi, maka segala proses pembelajaran yang diberikan kepada anak hendaknya menyenangkan, termasuk aktivitas menggambar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui “Pengaruh Kegiatan Menggambar Ekspresif Di Luar Ruangan Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini”. Penelitian ini penting untuk diteliti karena untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari kegiatan menggambar ekspresif di luar ruangan sebagai salah satu cara dalam meningkatkan krativitas anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental design dengan jenis One-Group Pretes-Posttest Design. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan menggambar ekspresif diluar ruangan dapat meningkatkan kreativitas menggambar AUD, yaitu menunjukkan bahwa hipotesis alternative (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Hipotesis alternative diterima karena T hitung lebih besar dari T Tabel dengan taraf signifikansi 5% dengan membandingkan besarnya “t” yang peneliti peroleh dengan T hitung 33,38 dan besarnya “t” yang tercantum pada T tabel yaitu 2,10, yang berarti 33,38 > 2,10.
Penggunaan Metode Reward dan Punishment Sebagai Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Pada Anak Usia 4-5 Tahun Retno Risti Darmawanti; Sefriyanti; Ririn Sanusi
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21493

Abstract

Anak adalah buah hati dan sekaligus menjadi investasi orang tua di masa mendatang. Ketika di pendidikan formal seperti TK atau PAUD, terkadang perilaku anak seringkali berlebihan. Oleh sebab itu, alternatif yang diberikan adalah metode reward dan punishment. Penelitian ini bertujuan untuk mendisiplinkan dan mendidik anak dengan kasih sayang bukan untuk menakut-nakuti atau mengancam mereka. Pendekatan penelitian yang akan digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian menggambarkan tentang penggunaan reward dan punishment dalam meningkatkan kedisiplinan pada anak usia 4-5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan reward yang diterapkan di RA Azzahra berupa penghargaan seperti mendapatkan sebuah bintang atau dengan memberi pujian, acungan jempol, pelukan, sesekali mereka juga diberi hadiah berupa baris di depan nomer pertama, duduk dibangku depan, dan lain-lain. Sedangkan untuk penerapan punishment adalah hukuman bagi mereka agar mereka jera dan tidak melakukan kesalahan yang sama. Penggunaan sistem reward dan punishment sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan anak usia 4-5 tahun di RA Azzahra terdapat 12 anak berkembang sangat baik dan 3 anak berkembang sesuai harapan, dari hasil tersebut dapat dilihat rata-rata anak mampu memperoleh kriteria perkembangan BSB yang artinya anak sudah berkembang sangat baik dan dinilai sudah meningkat kedisiplinan anak.
Strategi Guru untuk Mengembangkan Kreativitas Anak melalui Metode STEAM di RA Darul Hidayah Pohsangit Kidul Babur Rohma; Agustiarini Eka Dheasari
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21601

Abstract

Kreativitas adalah elemen penting yang perlu dikembangkan sejak dini untuk mendukung kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan adaptasi terhadap tantangan. Metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) menghadirkan pendekatan interdisipliner yang mendorong eksplorasi dan inovasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi strategi guru dalam menerapkan metode STEAM untuk mengembangkan kreativitas anak di RA Darul Hidayah Pohsangit Kidul. Metode ini mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika untuk memberikan peluang kepada anak-anak dalam mengeksplorasi berbagai konsep dan ide secara praktis dan holistik. Penelitian di RA Darul Hidayah menunjukkan metode STEAM efektif meningkatkan kreativitas anak. Proyek mencampur warna, membangun jembatan, membuat gunung berapi. Anak lebih kritis, inovatif, percaya diri. Guru fasilitator kreatif, menghadapi keterbatasan fasilitas teknologi, dan pelatihan tambahan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Indikator kreativitas meliputi fleksibilitas, orisinalitas, fluensi, elaborasi, serta keterbukaan terhadap pengalaman baru. Penerapan metode STEAM mampu meningkatkan kreativitas anak usia 4-5 tahun secara signifikan. Aktivitas pembelajaran mendorong anak berpikir kritis, menemukan solusi kreatif, serta mengintegrasikan konsep dari berbagai disiplin ilmu. Anak tidak hanya belajar secara teoretis, tetapi juga secara praktis melalui aktivitas interaktif yang melatih kemampuan analitis. Pendekatan ini memperkaya pengalaman belajar anak sekaligus mengasah kemampuan mereka untuk berinovasi.
Analisis Program Pembelajaran Al-Qur’an Pada Kelompok Usia 2-3 Tahun Di TPA Al-Ishlah Gorontalo Susi Susanti; Wiwik Pratiwi; Munirah
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21620

Abstract

Taman penitipan anak Al-Ishlah Gorontalo memiliki program pembelajaran al-quran anak-anak akan diperkenalkan 14 huruf hijaiyah yang berharakat fatha (ﹷ) dan diperdengarkan murotal Al-Qur’an setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pembelajaran al-quran pada usia 2-3 tahun di TPA Al-Ishlah Gorontalo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui pengamatan dan wawancara, metode analisis data mencangkup reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, dan member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan Program Pembelajaran Al-Quran Pada Usia 2-3 Tahun Di TPA Al-Ishlah Gorontalo telah dirancang secara sistematis dan terstruktur. Namun, terdapat kekurangan dalam keterlibatan guru dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran al-quran pada kelompok usia 2-3 tahun di TPA Al-Ishlah Gorontalo menggunakan metode wafa dimana anak-anak akan diperkenalkan 14 huruf hijaiyah yang dimulai dari huruf م (ma) melalui pendekatan otak kanan kreatif dan tahapan 5P (Pembukaan, Pengalaman, Pengajaran, Penilaian, dan Penutupan). Meskipun demikian, pembelajaran belum sepenuhnya disesuaikan dengan kemampuan setiap anak. Untuk menyikapi hal tersebut, TPA Al-Ishlah Gorontalo telah memberikan solusi dengan menerapkan pembelajaran BSP (Baca Simak Privat) untuk meningkatkan hasil belajar anak. Evaluasi program dilakukan secara harian dan bulanan, dengan penilaian berbasis kartu prestasi dan jurnal harian, dan rekap prestasi.
Pengenalan Kosakata Bahasa Arab (Mufrodat) pada Anak Usia 5-6 Tahun di TKIT Bunayya 7 Zyhan Risty Andini; Sarah Nabila; Sinta Affrilliana Sari; Hilda Zahra Lubis
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21682

Abstract

Pengenalan kosakata bahasa Arab pada anak usia dini merupakan langkah penting dalam membangun sebuah fondasi pembelajaran bahasa yang kokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pengenalan kosakata melalui metode bernyanyi kepada anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi. Pada usia ini, anak berada dalam tahap perkembangan bahasa yang pesat, dan penggunaan metode yang menyenangkan dapat mempercepat proses pembelajaran mereka. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah melalui bernyanyi, karena lagu dapat menarik perhatian anak, meningkatkan daya ingat, serta membuat pembelajaran lebih interaktif. Subjek penelitian adalah anak-anak yang berada di TKIT Bunaya 7. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan kosakata bahasa arab (mufrodat) dilakkukan untuk mendukung kemampuan bahasa Arab dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Permasalahan Tumbuh Kembang Anak Usia 9-12 Bulan pada Posyandu di Sumatera Utara Aisyah Putri Rambe; Zyhan Risty Andini; Nur Izzah Qistina; Dea Putri Jelita; Idzni Azhima
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21781

Abstract

Anak usia dini (0-6 tahun) mengalami perkembangan yang sangat pesat dan dinamis. Tumbuh kembang anak usia dini penting sebagai dasar perkembangan fisik, kognitif, dan sosial. Penelitian membantu mendeteksi hambatan perkembangan, memberikan intervensi tepat, dan merancang stimulasi yang sesuai. Masa ini adalah investasi utama untuk memastikan anak tumbuh optimal dan siap menghadapi masa depan. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang pada anak, seperti lingkungan keluarga, pendidikan, nutrisi, dan kesehata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis permasalahan tumbuh kembang anak usia 9-12 bulan di Posyandu Teratai 1, Laut Dendang. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak usia 9-12 bulan yang dipilih secara purposive sampling beserta ibu atau pengasuhnya, serta informan berupa 2 kader Posyandu dan 1 bidan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan ibu atau pengasuh anak mengenai pola asuh, pemberian ASI, MPASI, dan kendala yang dihadapi, observasi langsung pada kegiatan Posyandu, serta dokumentasi berupa catatan kesehatan anak, data dari KMS, dan laporan Posyandu Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan anak usia 9-12 bulan secara umum berada dalam kategori sesuai, terutama dalam aspek fisik seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala yang normal. Pada tahap ini, anak mulai mengeksplorasi lingkungan, mengembangkan keterampilan motorik kasar dan halus.
Penanaman Sikap Disiplin Anak Usia 5-6 Tahun di Rumah Amanda Putri Nasution; Sarah; Zahra Firman Natasya; Masganti Sit
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21816

Abstract

Disiplin merupakan komponen penting dalam pembentukan karakter anak, dan itu harus ditanamkan sejak dini. Selain peran guru, orang tua juga memiliki tanggung jawab besar dalam mengajarkan nilai-nilai karakter kepada anak-anak mereka di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengkaji metode yang didayagunakan anak-anak dengan rentang usia lima hingga enam tahun dalam membangun sikap disiplin di rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualittaif deskriptif untuk mengeksplorasi peran orang tua dalam membentuk perilaku disiplin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orang tua, dan penelitian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap disiplin anak dipengaruhi secara signifikan oleh rutinitas yang terstruktur, penghargaan dan konsekuensi yang sesuai, dan antara orang tua dan anak melakukan pembicaraan yang terbuka. Selain itu, ditemukan bahwa masalah seperti ketidakkonsistenan orang tua dan pengaruh lingkungan luar dapat memengaruhi keberhasilan proses ini. Karenanya Untuk mendukung perkembangan karakter disiplin pada anak, penelitian ini menyarankan pendekatan yang lebih luas dengan melibatkan kolaborasi antara orang tua dan lingkungan sekitar.
Evaluasi Proses Pembelajaran dalam Pembentukan Karakter Sosial Emosional Anak Usia Dini pada Era Digital: Pendekatan Model Countenance Stake Agus Sutiyono; Evita Nur Apriliana
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21826

Abstract

Karakter sosial-emosional di era digital pada anak usia dini menjadi fondasi utama untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga bermoral, berempati, dan manusiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pembelajaran dalam pembentukan karakter sosial-emosional anak usia dini pada era digital menggunakan Model Countenance Stake. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya disparitas pencapaian di antara ketiga Raudhatul Athfal (RA), yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti beban administrasi guru, kurangnya pelatihan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), keterbatasan sumber daya, dan kemampuan guru dalam mengelola kelas yang beragam. Terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keselarasan kurikulum, pelatihan guru, dan penyediaan sumber daya yang memadai dalam konteks pengembangan sosio-emosional anak di tiga Raudhatul Athfal. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan guru yang berkelanjutan, penyediaan sumber daya yang memadai, dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan perkembangan sosial-emosional anak di era digital. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan praktik pembelajaran yang lebih efektif dalam membentuk karakter sosial-emosional anak usia dini.
Transisi PAUD – SD Menyenangkan dengan Kolaborasi Pendampingan Kemampuan Fondasi Dasar Anak Kurniah Astutik; Hadi, Hadi Pranata; Rovita Alifia Putri; Ulya Habibas Tsani
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21869

Abstract

Transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) adalah fase penting dalam perkembangan anak yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan akademik dan sosial mereka. Kolaborasi seluruh warga sekolah dan segenap pendidik PAUD dan SD akan menambah rasa percaya diri dan kesiapan emosional dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kelancaran transisi, tantangan yang dihadapi, serta strategi efektif untuk mendukung adaptasi. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggambarkan informasi secara faktual melalui observasi, menggunakan analisis deduktif dan induktif untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi PAUD-SD dapat dilakukan dengan menyenangkan. Pertama, Penerimaan peserta didik Baru (PPDB) tidak menggunakan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai syarat utama, sehingga pembelajaran calistung diajarkan di kelas 1 dengan metode yang menyenangkan. Kedua, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dilaksanakan selama satu minggu. Ketiga, kegiatan pembelajaran di SD dirancang untuk mengembangkan keterampilan dasar anak melalui pendekatan yang menyenangkan. Selain itu, program orientasi yang terstruktur, pelatihan guru untuk menangani peserta didik baru, dan keterlibatan aktif orang tua terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan anak dan mendukung adaptasi mereka di lingkungan SD.
Pengembangan Video Animasi untuk Mengenalkan Bahasa Dayak Ngaju di TK Islam Darul Istiqomah Kota Palangka Raya Annisa Rahmasari; Muzakki; Ali Iskandar Zulkarnain
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21985

Abstract

Bahasa Dayak merupakan bahasa daerah yang ada di provinsi Kalimantan Tengah. semakin tahun penutur bahasa daerah di provinsi kalimantan tengah khususnya kota Palangkaraya mengalami penurun. Untuk menjaga agar bahasa dayak tidak punah, maka berbagai usaha dilakukan seperti membangun komunitas bahasa dayak dan mewajibkan memasukan bahasa dayak sebagai bahasa daerah yang diajarkan pada muatan lokal mulai tingkat PAUD sampai SMA. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan video animasi untuk mengenalkan bahasa Dayak Ngaju di TK Islam Darul Istiqomah Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Subjek penelitian yaitu kelompok B1 Usia 5-6 Tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Validasi ahli media mendapatkan hasil persentase 92,31% dengan kategori sangat baik. Validasi ahli materi mendapatkan hasil persentase 82,22% dengan kategori sangat baik. Validasi ahli bahasa mendapatkan hasil persentase 85,71%. Berdasarkan hasil tersebut, media ini layak untuk digunakan sebagai media video animasi untuk mengenalkan bahasa Dayak Ngaju di TK Islam Darul Istiqomah Palangka Raya dapat dijadikan sebagai media pembelajaran.

Page 1 of 2 | Total Record : 11