cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,255 Documents
DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI CIPUTRA SMG EYE CLINIC PONDOK INDAH JAKARTA SELATAN Winda, Grece; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5834

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan karena mencerminkan pengalaman pasien terhadap layanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di Ciputra SMG Eye Clinic Pondok Indah Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik tertentu. Variabel yang diteliti meliputi proses administrasi, pelayanan petugas, lingkungan, dan fasilitas, dengan kepuasan pasien sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa puas terhadap pelayanan (92%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara proses administrasi (p = 0,000), pelayanan petugas (p = 0,005), lingkungan (p = 0,005), dan fasilitas (p = 0,040) dengan kepuasan pasien. Responden yang menilai kualitas pelayanan baik cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang menilai kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kepuasan pasien dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas proses administrasi, pelayanan petugas, kondisi lingkungan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan secara menyeluruh dan terintegrasi pada setiap aspek tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pasien.
Analisis Kandungan Flavonoid dan Efek Hipoglikemik Ekstrak Kulit Buah Mangga Lokal (Mengifera indica) Terhadap Penderita Pra Diabetes di Banda Aceh Asyura, Syarifah; Ismiati, Ismiati; Munawwarah, Nazilatul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.5873

Abstract

Penelitian ini menganalisis kandungan flavonoid pada ekstrak kulit mangga lokal serta efek hipoglikemiknya pada penderita pra-diabetes di Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi analisis flavonoid dan uji klinis dengan pengukuran kadar glukosa darah. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kulit mangga mengandung flavonoid tinggi dan mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Temuan ini menunjukkan potensi kulit mangga sebagai pangan fungsional untuk pencegahan diabetes tipe 2. Kata kunci: Kulit buah mangga, flavonoid, hipoglikemik, pra-diabetes, pangan fungsional, Banda Aceh
ANALISIS STATUS GIZI DAN KECUKUPAN ASUPAN PROTEIN PADA IBU NIFAS TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI Fitriyanti, Fitriyanti; Nisa, Rouzatun; Dhirah, Ulfa Husna; Pratiwi, Rossi Aulia; Putri, Rizka Amalia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5903

Abstract

ANALISIS STATUS GIZI DAN KECUKUPAN ASUPAN PROTEIN PADA IBU NIFAS TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH Mailisa, Nonong; Gunarmi, Gunarmi; Pabidang, Siswanto
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5744

Abstract

Departemen Kesehatan Republik Indonesia melaporkan terjadinya penurunan usia menarche di Indonesia pada responden yang berusia lebih tua yaitu 55-59 tahun, usia menarche13-14 tahun sekitar 26,5% dan yang mengalami menarche di bawah usia 12 tahun sebanyak 15,3%, sementara pada responden yang berusia 15-19 tahun mengalami menarche pada usia 13-14 tahun sebanyak 51,3% dan yang dibawah usia 12 tahun sebanyak 30%. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan kesiapan Menghadapi Menarche pada Remaja Putri di di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling yaitu 369 orang. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value dari 4 variabel independent yang diteliti yaitu pengetahuan (0,000), keterpaparan informasi (0,000), sikap (0,000), dan dukungan keluarga (0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa 4 variabel memiliki hubungan dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche yaitu pengetahuan, sumber informasi, sikap dan dukungan dukungan keluarga. Kemudian variabel yang paling dominan mempengaruhi yaitu variabel pengetahuan dan dukungan keluarga. Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan pengetahuan, sumber informasi, sikap dan dukungan keluarga dengan kesiapan menghadapi menarche Kabupaten Nagan Raya tahun 2024.
PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP POLA MAKAN DAN STATUS GIZI MAHASISWA PRODI GIZI Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Fitriana, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.5878

Abstract

Mahasiswa mengalami tantangan dalam menjaga pola makan yang sehat akibat keterbatasan waktu, stres akademik, dan aktivitas yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola makan dengan status gizi pada mahasiswa di Universitas Ubudiyah Indoneisa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai pola makan dan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk menilai status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (67,5%) dan status gizi normal (72,5%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi (p = 0,043). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola makan berpengaruh terhadap status gizi mahasiswa yang bekerja paruh waktu, sehingga diperlukan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi secara seimbang dalam menjaga status gizi yang optimal. Kata Kunci: Gaya hidup, Pola Makan, Status Gizi, Mahasiswa,
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LIMBAH TIRAM BERBASIS KESEHATAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR ACEH BESAR Pardi, Pardi; Zahrawati, Zahrawati; Azirah, Azirah; Herawati, Herawati; Nelvia, Tila; Ardila, Putri; Alqairi, Daffa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5864

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah tiram berbasis kesehatan lingkungan di wilayah pesisir Aceh Besar. Limbah tiram yang dihasilkan dari aktivitas konsumsi dan usaha kuliner masyarakat pesisir berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penumpukan limbah cangkang tiram dapat menyebabkan gangguan sanitasi, pencemaran air, serta menjadi media berkembangnya mikroorganisme yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap masyarakat pesisir, pelaku usaha, tokoh adat, dan aparatur desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah tiram diwujudkan melalui kegiatan gotong royong, pemanfaatan limbah secara sederhana, serta pengelolaan sampah berbasis komunitas. Partisipasi ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, seperti kebersihan lingkungan, pengurangan pencemaran, dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat meliputi kearifan lokal, kesadaran kesehatan lingkungan, pengalaman kolektif, serta dukungan kebijakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat berbasis kearifan lokal memiliki peran strategis dalam pengelolaan limbah tiram sekaligus meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Limbah Tiram, Kesehatan Lingkungan, Aceh Besar, Kearifan Lokal. Abstract This This study aims to analyze community participation in environmental health-based oyster shell waste management in the coastal areas of Aceh Besar. Oyster shell waste generated from consumption and culinary activities in coastal communities has the potential to cause environmental pollution if not properly managed. The accumulation of oyster shell waste may lead to sanitation problems, water contamination, and the growth of harmful microorganisms that affect public health. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving coastal communities, business actors, traditional leaders, and village officials. The findings indicate that community participation is manifested through collective activities, simple waste utilization practices, and community-based waste management systems. This participation contributes to improving environmental health, including environmental cleanliness, pollution reduction, and prevention of environment-related diseases. Factors influencing community participation include local wisdom, environmental health awareness, collective experiences, and policy support. In conclusion, community participation based on local wisdom plays a strategic role in managing oyster shell waste while improving environmental health sustainability in coastal communities. Keywords: Community Participation, Oyster Shell Waste, Environmental Health, Aceh Besar, Local Wisdom.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah; Ismail, Ismail; Akbar, Rahmat; Halizar, Cut Siti; Mintia, Siska Sarina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5828

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan serta aktivitas belajar. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian anemia adalah tingkat pengetahuan remaja mengenai penyebab, gejala, dan cara pencegahannya. Pengetahuan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor individu, keluarga, media sosial, dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMP Negeri 1 Lhoknga Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas IX sebanyak 36 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan rendah tentang anemia yaitu sebanyak 23 orang (63,9%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh faktor individu (p = 0,006) dan faktor media sosial (p = 0,011) terhadap pengetahuan remaja tentang anemia. Sementara itu, faktor keluarga (p = 0,292) dan faktor sekolah (p = 1,000) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan remaja tentang anemia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor individu dan media sosial memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang lebih efektif melalui berbagai media informasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan anemia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Widyasari, Rury; Ningsih, Yulisyo
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.5874

Abstract

Abstrak Kebijakan penggunaan dana desa dalam upaya penanganan stunting Nomor 16 tahun 2018 tentang penggunaan dana desa tahun 2019 Pasal 6. Upaya peningkatan gizi masyarakat serta pencegahan anak kerdil (stunting). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis (menahun) sehingga menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) prevalensi status gizi balita stunted (TB/U dan PB/U) nasional sebesar 24,4% sedangkan provinsi aceh sebesar 33.2% dan kabupeten aceh besar prevalensinya sebesar 32,4. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Metode Penelitian: Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain case control. Pengumpulan data di lakukan pada tanggal 22-27 Juni tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita yang di wilayah pesisir kecamatan Lhoong yang berjumlah 834 orang anak balita. sampel menggunakan rumus minimal sampel lameshow, pengambilan sampel dengan cara acak sistematis dengan hasil 42 orang anak balita. yang status gizi katagori Stunting 21 orang dan anak balita normal 21 orang. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, pengukuran TB/PB menggunakan mikrotoice dengan pengolahan data statistik yaitu uji Chai-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan uji statistik diperolah bahwa ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting (p-value =0.0504) , tidak ada hubungan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting (p-value= 0.350) dan tidak ada hubungan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting (p-value=0.504). Kesimpulan dan saran: Adanya hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting, Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting dan Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Kata Kunci: Riwayat Penyakit Infeksi, Riwayat Sanitasi dan Riwayat Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap dengan kejadian stunting.
STUDI RISIKO PENYAKIT INFEKSI PADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI DESA MANYANG CUT KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE TAHUN 2026 Anwar, Chairanisa; Samaniyah, Siti; Asyura, Finaul; Rahmi, Nuzulul; Maulina, Rizka
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5905

Abstract

Abstrak Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan risiko penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 100 responden yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden mengalami penyakit infeksi, dengan jenis penyakit yang dominan adalah diare, ISPA, dan penyakit kulit. Analisa univariat menunjukkan bahwa 50% responden memiliki sanitasi lingkungan buruk, 44% memiliki akses air bersih tidak cukup, dan 37% memiliki PHBS rendah. Analisa bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan (p=0,042), akses air bersih (p=0,023), dan PHBS (p=0,017) dengan kejadian penyakit infeksi. Kesimpulan penelitian ini adalah sanitasi lingkungan, akses air bersih, dan PHBS merupakan faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, serta edukasi PHBS untuk menurunkan risiko penyakit infeksi di daerah rawan banjir. Kata kunci: banjir, penyakit infeksi, sanitasi lingkungan, air bersih, PHBS. Abstract Flooding is a natural disaster that frequently occurs in Indonesia and has a significant impact on public health, particularly in increasing the risk of infectious diseases. This study aims to analyze the risk factors of infectious diseases among communities affected by flooding in Manyang Cut Village, Meureudu Subdistrict, Pidie Regency in 2026. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 100 respondents selected through random sampling. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews, and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that 59% of respondents experienced infectious diseases, with the most common types being diarrhea, acute respiratory infections (ARI), and skin diseases. Univariate analysis indicated that 50% of respondents had poor environmental sanitation, 44% had insufficient access to clean water, and 37% had low clean and healthy living behavior (PHBS). Bivariate analysis revealed significant relationships between environmental sanitation (p=0.042), access to clean water (p=0.023), and PHBS (p=0.017) with the incidence of infectious diseases. The conclusion of this study is that environmental sanitation, access to clean water, and PHBS are the main risk factors associated with the occurrence of infectious diseases among flood-affected communities. Therefore, efforts to improve sanitation, provide adequate clean water, and promote PHBS education are necessary to reduce the risk of infectious diseases in flood-prone areas. Keywords: flood, infectious diseases, environmental sanitation, clean water, PHBS.
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPADA IBU HAMIL TERHADAP KESIAPAN PERSALINAN DI UPTD PUSKESMAS SETIA JANJI DAN PULO BANDRING ASAHAN Ningsih, Nursriwati; Nurhayati, Nurhayati; Gunarmi, Gunarmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5901

Abstract

PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPADA IBU HAMIL TERHADAP KESIAPAN PERSALINAN DI UPTD PUSKESMAS SETIA JANJI DAN PULO BANDRING ASAHAN