cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,271 Documents
PENGARUH RIWAYAT ASI EKSLUSIF DAN PRAKTIK PEMBERIAN MP-ASI TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Miswari, Miswari; Safitri, Faradilla; Pratiwi, Rossi Aulia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5757

Abstract

Latar Belakang: Status gizi balita merupakan indikator penting kesehatan masyarakat karena berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Permasalahan gizi balita masih menjadi isu kesehatan masyarakat, khususnya di Provinsi Aceh dan Kabupaten Nagan Raya, yang ditandai dengan tingginya prevalensi gizi kurang dan stunting. Riwayat pemberian ASI eksklusif dan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan faktor penting yang diduga memengaruhi status gizi balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh riwayat ASI eksklusif dan praktik pemberian MP-ASI terhadap status gizi balita di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–2 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas balita memiliki status gizi kurang (61,4%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara riwayat ASI eksklusif dengan status gizi balita (p = 0,391) serta tidak terdapat pengaruh antara praktik pemberian MP-ASI dengan status gizi balita (p = 0,400). Kesimpulan dan Saran: Disimpulkan bahwa riwayat ASI eksklusif dan praktik MP-ASI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap status gizi balita. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi gizi secara komprehensif, tidak hanya berfokus pada ASI eksklusif dan MP-ASI, tetapi juga pada pemenuhan gizi seimbang, pencegahan penyakit infeksi, dan perbaikan pola asuh serta lingkungan keluarga.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MAKANAN PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Fitriana, Nanda; Kesumawati, Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.5876

Abstract

Makanan yang sehat adalah makanan yang mengandung nilai gizi seimbang yang di dalamnya mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan serat dalam memenuhi kebutuhan harian tanpa bahan yang berbahaya. Namun, masih banyak para remaja yang suka mengkonsumsi makanan yang berisiko terhadap Kesehatan seperti makanan cepat saji yang tinggi kalori, lemak, gula, dan garam. Salah satu penyebab pemilihan makanan pada remaja adalah pengetahuan tentang gizi seimbang dan citra tubuh atau keputusan dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Tujuan: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan pada remaja pada Sekolah Menengah Atas (SMA). mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajanan. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 140 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan sebanyak 120 (85,18%), Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan gizi seimbang yang baik yaitu sebanyak 85 (60,72%), 80 (57,14%) siswa menunjukkan citra tubuh positif dan pemilihan makanan yang baik sebanyak 78 (55,71%). Berdasarkan hasil analisis chi square, jenis kelamin dengan perilaku pemilihan makanan jajanan (p-value=0,726), pengetahuan gizi seimbang dengan pemilihan makanan (p-value = 0,000) dan hasil analisis antara citra tubuh dengan pemilihan makanan (p-value = 0,000). Kesimpulan : faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajan pada remaja yaitu pengetahuan gizi seimbang,dan citra tubuh. Kata kunci : Remaja, Faktor determinan, pemilihan makanan
IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI SEKOLAH DASAR DARI PERSPEKTIF KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DAN PERAN PETUGAS GIZI PUSKESMAS Telaumbanua, Kharis Meiwan K.; Syahrul’an, Syahrul’an; Susilawati, Erni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5920

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan meningkatkan status gizi anak sekolah dasar sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga. Penelitian ini menganalisis implementasi Program MBG, peran Petugas Gizi Puskesmas, serta dampaknya terhadap ketahanan pangan keluarga di tiga Sekolah Dasar Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner kepada kepala sekolah, guru, petugas gizi, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBG berjalan cukup efektif (83%), meskipun masih menghadapi kendala sarana dapur dan distribusi pangan. Peran Petugas Gizi Puskesmas tergolong baik (87%), terutama dalam perencanaan menu, edukasi gizi, dan pengawasan mutu makanan. Program MBG berdampak positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga, ditunjukkan oleh peningkatan konsumsi pangan bergizi anak, kebiasaan sarapan, serta penurunan pengeluaran pangan keluarga. Dengan demikian, Program MBG berkontribusi terhadap perbaikan status gizi anak dan penguatan ketahanan pangan rumah tangga, namun memerlukan penguatan sarana pendukung dan tenaga gizi untuk keberlanjutan program.
PENGARUH POLA MAKAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS 4 DAN 5 SDN 9 KOTA BANDA ACEH Dewi, Rika; Saudah, Saudah; Putri, Melisa; Sa’idah, Sa’idah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5404

Abstract

Latar belakang: Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran dan ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi anak Indonesia masih cukup rendah dibandingkan negara lain, salah satunya diketahui dari laporan Balitbang bahwa prestasis siwa Indonesia mengalami penurunan yaitu hanya berada di ranking ke 36 dari 49 negara. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh pola makan dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas 4 dan 5 SDN 9 Kota Banda Aceh Tahun 2025. Metode penelitian: bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan tehnik pengambilan sampel secara Total Sampling dengan jumlah sampel 52 orang siswa kelas 4 dan 5 SDN 9 Kota Banda Aceh dengan membagikan kuesioner. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 September 2025 dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi square. Hasil penelitian: menunjukkan dari hasil uji statistik ada pengaruh pola makan terhadap prestasi belajar dengan p value 0,001 dan ada pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar dengan p value 0,001. Kesimpulan dan saran: ada pengaruh pola makan dan motivasi terhadap prestasi belajar siswa. Diharapkan pada siswa dan siswi untuk dapat mempertahankan prestasi belajar yang sudah baik dengan menjaga pola makan serta meningkatkan motivasi belajar.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN KADER DENGAN PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI POSYANDU DI WILAYAH PUSKESMAS LONGKIB KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH Makrifah, Siti; Hidayat, Anas Rahmad; Pabidang, Siswanto
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5775

Abstract

Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar diantaranya sebagai Pengelola, Penggerak dan Pelaksana dalam memberikan Pelayanan di Posyandu. 4 dari 5 Meja Pelayanan di Posyandu dilakukan oleh Kader. Dalam proses kegiatan Posyandu ada 25 Ketrampilan Dasar Kader Bidang Kesehatan yang wajib diketahui dan diterapkan oleh kader Posyandu, salah satu nya adalah Melakukan Pencatatan dan Pelaporan. Pencatatan tersebut dibuat dalam beberapa buku yang disebut sebagai Sistem Informasi Posyandu (SIP). Tujuan penelitian yaitu menganalisis Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Kader Dengan Pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu. Desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 80 kader. Hasil uji chi-square didapatkan bahwa variabel karakteristik kader tidak berhubungan dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) karena mimiliki nilai p > 0,05, yaitu usia kader (0,131), Pendidikan (0,127) dan pekerjaan (1,000). Sedangkan Variabel Pengetahuan memiliki Hubungan dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) karena memiliki nilai p = 0,000 < 0,05. Kesimpulannya Tidak ada hubungan karakteristik kader dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) dan Ada hubungan Pengetahuan dengan Pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) di Wilayah Puskesmas Longkib Kota Subulussalam.
Identifikasi Senyawa Antioksidan dalam Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Kandidat Pangan Fungsional Untuk Meningkatkan Status Gizi Anak Sekolah di Banda Aceh Asyura, Syarifah; Widyasari, Ruri; Humaira, Cut Nora
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.5872

Abstract

Masalah gizi pada anak sekolah masih menjadi perhatian penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama terkait kekurangan zat gizi mikro dan paparan stres oksidatif. Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai salah satu bahan pangan lokal yang kaya akan senyawa bioaktif, khususnya antioksidan, yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa antioksidan dalam ekstrak daun kelor serta mengevaluasi potensinya dalam mendukung peningkatan status gizi anak sekolah di Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental laboratorium dengan proses ekstraksi daun kelor menggunakan pelarut etanol, diikuti dengan analisis kandungan fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor mengandung senyawa fenolik dalam jumlah yang signifikan serta memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa daun kelor berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif serta mendukung perbaikan status gizi anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak daun kelor memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai intervensi berbasis pangan lokal dalam upaya peningkatan status gizi anak sekolah. Disarankan adanya penelitian lanjutan terkait formulasi produk pangan berbasis daun kelor dan uji efektivitasnya secara klinis. Kata Kunci: Daun kelor; Antioksidan; Senyawa fenolik; Pangan fungsional; Status gizi anak
KARAKTERISASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) SEDIAAN DEODORAN SPRAY Samaniyah, Siti; Ananda, Zulia; Safitri, Faradila; Fitria, Fitria
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5900

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui karakterisasi dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) dalam sediaan deodoran spray serta mengevaluasi mutu fisik, keamanan, dan tingkat kesukaan pengguna. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan tubuh berbahan alami yang aman dan minim efek samping. Daun sirih memiliki aktivitas antibakteri, antijamur, dan antiseptik karena mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol, dan minyak atsiri yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Ekstrak daun menggunakan metode maserasi pelarut etanol 70%, kemudian diformulasikan ke dalam empat formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (10% ekstrak), F2 (15% ekstrak), dan F3 (20% ekstrak). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, kejernihan, viskositas, berat jenis, uji iritasi kulit pada relawan, serta uji kesukaan terhadap 20 responden. Aktivitas antibakteri diuji terhadap bakteri penyebab bau badan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak memengaruhi warna, aroma, dan kejernihan sediaan. Seluruh formula memiliki pH yang sesuai dengan pH kulit, yaitu 5–7, menunjukkan stabilitas fisik yang baik, dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit relawan. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa sediaan deodoran spray ekstrak daun sirih memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri, dengan daya hambat terbesar terdapat pada formula berkonsentrasi ekstrak tertinggi. Uji kesukaan menunjukkan bahwa formula F2 merupakan formula yang paling disukai berdasarkan parameter sensori. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray yang stabil, aman, memiliki aktivitas antibakteri, dan diterima dengan baik oleh pengguna. Kata Kunci: Daun sirih (Piper betle L.), Aktivitas antibakteri, Deodoran spray, Karakterisasi sediaan, Ekstrak etanol Abstract This study aimed to determine the characterization and antibacterial activity of betel leaf (Piper betle L.) ethanol extract in a deodorant spray formulation, as well as to evaluate its physical quality, safety, and user preference. This research was motivated by the increasing public demand for natural body care products that are safe and have minimal side effects. Betel leaf is known to possess antibacterial, antifungal, and antiseptic activities due to the presence of flavonoids, saponins, phenolic compounds, and essential oils, which have the potential to inhibit the growth of bacteria causing body odor. The betel leaf extract was obtained using the maceration method with 70% ethanol solvent and was formulated into four different formulations, namely F0 (control), F1 (10% extract), F2 (15% extract), and F3 (20% extract). The evaluations conducted included organoleptic tests, pH, clarity, viscosity, specific gravity, skin irritation tests on volunteers, and preference tests involving 20 respondents. The antibacterial activity was tested against body odor-causing bacteria using the agar diffusion method. The results showed that increasing extract concentration affected the color, aroma, and clarity of the formulations. All formulations had pH values within the normal skin pH range of 5–7, demonstrated good physical stability, and did not cause skin irritation in volunteers. The antibacterial test results indicated that the betel leaf extract deodorant spray was capable of inhibiting bacterial growth, with the highest inhibition zone observed in the formulation containing the highest extract concentration. The preference test showed that formulation F2 was the most preferred based on sensory parameters. In conclusion, betel leaf (Piper betle L.) ethanol extract can be formulated into a stable, safe, and acceptable deodorant spray preparation with antibacterial activity. Keywords: Betel leaf (Piper betle L.), antibacterial activity, deodorant spray, formulation characterization, ethanol extract
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Ermayana, Ermayana; Safitri, Faradilla; Pratiwi, Rossi Aulia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5758

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan intervensi nutrisi paling efektif untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan bayi. Meskipun cakupan ASI eksklusif secara global menunjukkan peningkatan, angka di Indonesia masih berada di bawah target nasional. Data Survei Kesehatan Nasional tahun 2023 menunjukkan cakupan ASI eksklusif sebesar 55,5%. Di Kabupaten Nagan Raya, cakupan ASI eksklusif masih menunjukkan tren fluktuatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga dan sosial budaya terhadap keberhasilan ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–2 tahun. Sampel sebanyak 75 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak memberikan ASI eksklusif (58,7%). Sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan keluarga (60%), sedangkan faktor sosial budaya mayoritas berada pada kategori mendukung (54,7%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI eksklusif (p=0,000), dimana 70% ibu yang mendapatkan dukungan keluarga berhasil memberikan ASI eksklusif. Selain itu, terdapat pengaruh signifikan antara sosial budaya terhadap keberhasilan ASI eksklusif (p=0,000), dimana 68,3% ibu dengan sosial budaya yang mendukung berhasil memberikan ASI eksklusif. Kesimpulan: Dukungan keluarga dan faktor sosial budaya berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Ibu yang memperoleh dukungan keluarga serta berada dalam lingkungan sosial budaya yang mendukung memiliki peluang lebih besar untuk berhasil memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Saran: Diperlukan peningkatan edukasi dan promosi kesehatan yang melibatkan keluarga serta pendekatan berbasis budaya dalam program peningkatan cakupan ASI eksklusif. Tenaga kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan peran keluarga dan tokoh masyarakat dalam mendukung praktik menyusui eksklusif.
KUALITAS GIZI PADA MAKANAN RINGAN YANG SERING DIKONSUMSI OLEH ANAK REMAJA Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Fitriana, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5877

Abstract

Gizi merupakan zat atau elemen yang terkandung di dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh mengalami tantangan dalam menjaga pola makan yang sehat akibat keterbatasan waktu, stres akademik, dan aktivitas yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola makan dengan status gizi pada mahasiswa di Universitas Ubudiyah Indoneisa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai pola makan dan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk menilai status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (67,5%) dan status gizi normal (72,5%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi (p = 0,043). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola makan berpengaruh terhadap status gizi mahasiswa yang bekerja paruh waktu, sehingga diperlukan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi secara seimbang dalam menjaga status gizi yang optimal. Kata Kunci: Gaya hidup, Pola Makan, Status Gizi, Mahasiswa,
Transformasi Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pemberdayaan Masyarakat: Implikasi Hukum dan Kesehatan Masyarakat Azirah, Azirah; Pardi, Pardi; Zahrawati, Zahrawati; Herawati, Herawati; Nelvia, Tila; Ardila, Putri; Alqaira, Daffa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal melalui pemberdayaan masyarakat dengan meninjau implikasi hukum dan kesehatan masyarakat. Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, lemahnya implementasi hukum lingkungan, serta meningkatnya risiko kesehatan akibat degradasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi pada masyarakat yang masih mempertahankan nilai kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berperan sebagai sistem nilai yang efektif dalam membentuk kesadaran ekologis dan kepatuhan sosial. Transformasi pengelolaan lingkungan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu internalisasi nilai kearifan lokal dan kesadaran hukum, penguatan kapasitas masyarakat berbasis kesehatan lingkungan, serta implementasi partisipatif berbasis regulasi dan praktik kesehatan masyarakat. Model ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat kepatuhan terhadap hukum, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui perbaikan sanitasi dan pengelolaan lingkungan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal, hukum lingkungan, dan kesehatan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kata kunci: Kearifan Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Hukum Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Keberlanjutan. Abstract This study aims to analyze the transformation of environmental management through local wisdom-based community empowerment by examining its legal and public health implications. The main issues addressed include low community participation in environmental conservation, weak enforcement of environmental law, and increasing health risks due to environmental degradation. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation within communities that maintain strong local wisdom values. The findings indicate that local wisdom serves as an effective value system in shaping ecological awareness and social compliance. The transformation process is carried out through three main stages: internalization of local wisdom values and legal awareness, strengthening community capacity based on environmental health, and participatory implementation based on regulations and public health practices. This model effectively enhances environmental awareness, strengthens legal compliance, and improves public health through better sanitation and environmental management. In conclusion, integrating local wisdom, environmental law, and public health is a strategic approach to achieving sustainable environmental management. Keywords: Local Wisdom, Community Empowerment, Environmental Law, Public Health, Sustainability