cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24078751     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 243 Documents
Faktor Non Fisik yang Mempengaruhi Ketertinggalan Daerah Kabupaten Landak Pratiwi, Nana Novita; Yuniarti, Erni; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Zubaidah, Zubaidah
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.3.279-295

Abstract

Kabupaten Landak sebagai salah satu daerah tertinggal dari 122 Kabupaten di Indonesia berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah. Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak adalah sebesar 5,5%, artinya 0,1% lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan regional provinsi Kalimantan Barat. Selain faktor fisik, ketertinggalan Kabupaten Landak juga dipengaruhi oleh aspek non fisik. Oleh karena itu, dalam rangka mengurangi ketertinggalan daerah, selain kajian faktor fisik, juga diperlukan adanya analisis faktor non fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor non fisik yang mempengaruhi daerah tertinggal di Kabupaten Landak melalui analisis faktor. Berdasarkan analisis yang dilakukan, disimpulkan bahwa faktor non fisik yang berpengaruh terhadap ketertinggalan daerah di Kabupaten Landak terdiri dari 3 faktor, yaitu kondisi ekonomi, pemanfaatan teknologi dan kondisi sosial kelembagaan. Faktor kondisi ekonomi diantaranya adalah mata pencaharian yang bertumpu pada pertanian, lemahnya sturktur dan akses terhadap sumber permodalan, keterbatasan pasar dan gangguan ekonomi regional. Keempat sub faktor tersebut tergolong tinggi mempengaruhi tumbuhnya daerah tertinggal. Pada faktor pemanfaatan teknologi terdiri dari kemampuan teknologi rendah yang berpengaruh tinggi sedangkan pengelolaan tanah konvensional berpengaruh sedang. Sementara faktor sosial kelembagaan meliputi kesadaran masyarakat dan organisasi manajemen ekonomi yang rendah dengan kategori pengaruh tinggi sedangkan adat istiadat mengikat dan kebiasaan buruk masyarakat berpengaruh sedang.
Kemajuan Perencanaan dan Dampak Potensial Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Skala Utilitas di Waduk Cirata, Jawa Barat Asirin, Asirin; Siregar, Hermanto; Juanda, Bambang; Indraprahasta, Galuh Syahbana
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.2.108-125

Abstract

Tipologi Wilayah dan Indeks Perkembangan Wilayah Kabupaten Dharmasraya Amelia, Siska; Guswandi, Guswandi
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.2.190-203

Abstract

Kabupaten Dharmasraya sebagai salah satu beranda yang menjadi pintu masuk ke Provinsi Sumatera Barat memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Kabupaten Dharmasraya memiliki ragam potensi, karakteristik dan tipologi wilayah. Potensi yang dimiliki Kabupaten Dharmasraya menjadi daya tarik masyarakat Sumatera Barat maupun dari luar Sumatera Barat untuk menetap di wilayah tersebut. Keragaman karakteristik dan tipologi wilayah menyebabkan kebijakan dan strategi pengembangan wilayah juga beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi formasi wilayah serta membuat Indeks Perkembangan Wilayah. Dalam mengkaji karakteristik wilayah berdasarkan aspek pembangunan yaitu kependudukan, sosial ekonomi, kelengkapan fasilitas perkotaan, penggunaan tanah dan transportasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis faktor dan spatial clustering dengan menggunakan sepuluh variabel yang mengacu pada masing-masing aspek. Penentuan Indeks Perkembangan Wilayah dengan menggunakan teknis z-score menggunakan indikator kepadatan penduduk, laju pertumbuhan penduduk, persentase besaran pajak bumi dan bangunan serta luas lahan terbangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tipologi wilayah: (i) wilayah perkotaan, (ii) wilayah perdesaan dan (iii) wilayah desa-kota. Wilayah perkotaan dan desa-kota berada di wilayah yang dilintasi jalan lintas sumatera. Sedangkan wilayah perdesaan berada pada wilayah pinggiran yang jauh dari jalan lintas sumatera. Wilayah dengan Indeks Perkembangan Wilayah yang termasuk kategori tinggi hanya berada di Kecamatan Sungai Rumbai. Karakteristik dari masing-masing tipologi tersebut kemudian dapat dijadikan landasan dalam menyusun kebijakan dan strategi pembangunan sehingga tercipta pembangunan berkelanjutan.
Efektivitas Penerapan Infrastruktur Hijau dalam Mengurangi Genangan Air Pada Jalur Pedestrian di Kota Pontianak Nurhidayati, Ely; Fariz, Trida Ridho; Pratiwi, Nana Novita; Wulandari, Agustiah
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.1.37-52

Abstract

Selama kurun waktu 15 tahun (tahun 2002-2017) telah terjadi perubahan luas tutupan lahan di wilayah Kota Pontianak dengan penurunan terbesar terdapat pada lahan vegetasi yaitu terjadi penurunan sebesar 1.109,08 Ha. Berkurangnya lahan vegetasi menyebabkan daerah untuk meresapkan limpasan air hujan menjadi berkurang. Berkaitan dengan hal tersebut, infrastruktur hijau yang diterapkan pada Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara berjenis permeable pavements yang digunakan pada jalur pedestrian. Namun, penggunaannya pada jalur pedestrian masih menimbulkan genangan dibeberapa titik sehingga belum diketahui keefektifan permeable pavements dalam mengurangi limpasan air hujan yang jatuh pada kawasan tersebut. Sehingga penting untuk mengevaluasi keefektifan permeable pavements dalam mengurangi genangan pada skala spasial yang berbeda agar penerapannya efektif dan berfungsi sesuai dengan kondisi lingkungan disekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas penerapan infrastruktur hijau dalam mengurangi genangan air pada jalur pedestrian di Kota Pontianak. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan permeable pavements yang diterapkan pada jalur pedestrian di Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara sudah efektif untuk mengurangi genangan air dengan skor kemampuan permeable pavements sebesar 89,44% - 99,17%. Diantaranya pada segmen 1 (Jalan Daya Nasional–Jalan Media) apabila dibandingkan dengan volume genangan rencana awal, diketahui bahwa volume genangan berkurang sebesar 3.465,35 m3 atau sebesar 98,99%, segmen 2  (Jl. Prof Hadari Nawawi–Jl. Perdana) memiliki nilai kemampuan permeable pavements sebesar 4.311,61 m3 atau sebesar 98,69%, segmen 3 (Pontianak Ayani Mega Mall–Museum) memiliki nilai kemampuan permeable pavements sebesar 1.893,9 m3 atau 89,44%, segmen 4 (Indosat Ooredo–Pendopo Gubernur) memiliki nilai kemampuan permeable pavements sebesar 11.003,69 m3 atau sebesar 99,17%.
Pemetaan Kerawanan Banjir DAS Barito Tahun 2020 Berdasarkan Analisis Regresi Logistik Biner Anastasya, Faradilla; Wilantika, Nori
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.3.245-263

Abstract

Kalimantan dijuluki sebagai pulau seribu sungai yang menggambarkan banyaknya sungai yang mengalir di pulai ini. Ditambah lagi dengan tipologi sungainya yang berkelok-kelok sehingga aliran air permukaan dapat terdrainase dengan baik. Namun fakta berkata lain, menurut DIBI (Database Pengelolaan Data dan Informasi Bencana Indonesia) salah satu provinsi di pulai ini yaitu Provinsi Kalimantan Selatan justru menjadi daerah langganan banjir. Bencana banjir tersebut telah melumpuhkan kegiatan perekonomian, menghancurkan harta benda, bahkan menghilangkan nyawa. Sehingga dalam upaya mitigasi bencana banjir, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasian parameter-parameter yang signifikan mempengaruhi kejadian banjir di DAS Barito menggunakan analisis regresi logistik biner. Periode pengamatan kejadian banjir di DAS Barito dilakukan sepanjang tahun 2020. Tujuan penelitian selanjutnya adalah memetakan tingkat kerawanan banjir di DAS Barito. Peneliti menerapkan metode scoring dengan cara memberikan bobot pada parameter yang berpengaruh secara signifikan terhadap banjir dan memberikan nilai setiap kelas dari masing-masing parameter tersebut. Kemudian dilakukan overlay terhadap parameter-parameter yang signifikan mempengaruhi banjir. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik biner pada penelitian ini, diperoleh hanya parameter tutupan lahan, kerapatan sungai, dan ketinggian lahan yang berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian banjir di DAS Barito sepanjang tahun 2020. Selanjutnya, hasil pemetaan tingkat kerawanan banjir DAS Barito diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kerawanan tinggi menyebar di bagian hilir DAS Barito atau secara administratif termasuk dalam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan kerawanan rendah berada di bagian hulu DAS Barito atau di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
Mobilitas Penduduk dan Kualitas Udara saat Pandemi COVID-19: Studi kasus DKI Jakarta Alamsyah, Purnama; Hakim, Lukman Nul
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.2.126-140

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat sejauh mana mobilitas penduduk berpengaruh terhadap lingkungan, khususnya kualitas udara. Para peneliti sebelumnya telah mempelajari dampak mobilitas penduduk dan kaitannya dengan ekonomi, pola penyebaran penyakit, dan psikologis.  Namun demikian masih sedikit yang meneliti bagaimana faktor lingkungan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh mobilitas manusia. Bencana covid-19 secara kebetulan memberikan peluang bagi peneliti untuk mempelajari dengan kondisi yang sulit terulang, yaitu kondisi Kota Jakarta yang lebih lengang, dikarenakan mobilitas penduduk di Jakarta yang menurun drastis dikarenakan lockdown. Peneliti berusaha mempelajari fenomena tersebut menggunakan kerangka teori Driver–Pressure–State–Impact–Response (DPSIR). Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan mengkaji data mobilitas dari Google Mobility Index dan Rom tom Traffic index. Sementara sumber data respon publik diambil dari data cuitan di twitter yang diambil dari Twitter Archiving Google Sheet (TAGS) versi 6.1.7 mulai dari tanggal 15 Februari hingga 22 Mei 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan mobilitas penduduk dalam berkendara ternyata tidak secara otomatis akan menurunkan kadar polutan di udara. Terdapat faktor lain yang berkontribusi terhadap polusi di Jakarta, yaitu industri yang berada di Jabodetabek yang mengelilingi Kota Jakarta. Artikel ini bermanfaat bukan saja bagi pemerhati lingkungan, melainkan juga para pengambil kebijakan, bahwa upaya memperbaiki kualitas udara di Kota Jakarta dapat dilakukan dengan mengatur mobilitas penduduk di Kota Jakarta, dan memonitor pihak industri.
Pengembangan Metode Penentuan Kawasan Relokasi Akibat Bencana Awan Panas Guguran. Studi Kasus : Erupsi Semeru 4 Desember 2021 Setiawan, Muhammad Anggri; Rhosadi, Iwan; Kafafa, Utia; Laksana, Agung; Farda, Nur Muhammad; Wibowo, Sandy Budi; Palembang, Muhammad Fikram
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.1.53-70

Abstract

Kawasan permukiman yang terletak di zona rawan bencana gunungapi sudah seharusnya memiliki rencana antisipasi berupa kajian relokasi akibat dampak bencana. Penentuan kawasan relokasi seringkali dilakukan pada situasi pasca tanggap darurat bencana sehingga cenderung tergesa-gesa, rawan konflik kepentingan atau bahkan dapat memunculkan permasalahan baru yang rumit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode penentuan kawasan relokasi bagi permukiman terdampak berdasarkan pada bencana letusan gunungapi Semeru dengan tipe awan panas guguran tahun 2021.  Pengembangan metode dilakukan dengan menggabungkan tiga skenario model SMCE (Spatial Multi Criteria Evaluation) dan Network Analysis secara berjenjang. Kerangka utama dalam pengembangan metode ini adalah mencari lokasi aman multi-ancaman namun tetap memiliki daya dukung dan daya tampung yang baik, serta tidak terlalu jauh dengan lokasi desa yang menjadi sumber penghidupan mereka. Secara sosiologis dan ketentuan peraturan, masyarakat akan diperbolehkan memanfaatkan kembali lahan milik mereka untuk aktivitas non-permukiman (seperti perkebunan dan pertanian) ketika status ancaman Gunungapi Semeru kembali normal. Wilayah administrasi desa digunakan sebagai satuan analisis kesesuaian lokasi. Setelah muncul beberapa pilihan lokasi desa yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditentukan dalam skenario SMCE, maka analisis jaringan jalan terdekat dilakukan untuk memilih desa yang paling dekat dengan kawasan yang terdampak. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi secara obyektif bahwa Desa Penanggal, Kecamatan Pronojiwo sebagai tempat yang paling sesuai untuk relokasi kawasan permukiman akibat guguran awan panas Gunungapi Semeru. Metode ini perlu dimanfaatkan oleh pemangku kebijakan untuk mempercepat pengambilan keputusan yang tepat dan menjadi investasi yang berkelanjutan dalam pengurangan risiko bencana.
Pemetaan Kekritisan Zonasi Resapan Air di Kota Semarang Amin, Muhammad Fakhriudin Falam; Dharmawan, Krisna Indra; Budianta, Wawan; Hendrayana, Heru
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.3.264-278

Abstract

Salah satu akibat pembangunan infrastruktur dan penambahan pemukiman adalah perubahan fungsi lahan di Kota Semarang. Terjadinya perubahan fungsi lahan akan berakibat pada proses peresapan air ke dalam tanah yang berdampak salah satunya adalah banjir. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat kekritisan resapan air di Kota Semarang. Metode penelitian diawali dengan menentukan paramater yang mempengaruhi resapan air di daeah penelitian. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi jenis tanah, tata guna lahan, kemiringan lereng, dan litologi, dankemudian dilakukan pembuatan peta-peta tiap parameter. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembobotan tiap parameter dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Selanjutnya, dari hasil pembobotan dilakukan pembagian zonasi tingkat kekritisan resapan air di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zonasi daerah resapan air yang berada di Kota Semarang termasuk dalam zona sangat kritis, kritis, agak kritis, mulai kritis, normal alami, dan baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi dalam pembuatan kebijakan dalam rangka konservari air tanah maupun mitigasi bencana banjir yang kerap kali terjadi di sebagian daerah penelitian.
Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Perumahan Layak Huni Di Wilayah Pinggiran Perkotaan (Studi Kasus Di Dusun Tambakbayan, Desa Caturtunggal, Sleman, Di Yogyakarta) Suhaimi, Ismaturrahmi; Giyarsih, Sri Rum; Marwasta, Djaka; Budiani, Sri Rahayu
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.2.193-205

Abstract

Permasalahan perumahan merupakan tolak ukur bagi pembangunan dan kesejahteraan yang terkait dengan tingkat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Dusun Tambakbayan berada di kawasan yang cukup modern, yaitu di antara kompleks pertokoan, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, perkantoran, perguruan tinggi, dan hotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi dan perumahan, serta menganalisis hubungan antara karakteristik sosial ekonomi dan perumahan penduduk di Dusun Tambakbayan, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara sensus dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan mengunakan tabel dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki kondisi perumahan yang layak huni. Namun demikian, masih terdapat sekitar 20 persen keluarga yang menempati rumah tidak layak huni. Rumah layak huni mayoritas dihuni oleh keluarga dengan pendidikan kepala keluarga minimal sekolah menengah atas, memiliki pekerjaan formal, berpendapatan di atas upah minimum provinsi, dan jumlah anggota keluarga kurang dari tiga. Pendapatan kepala keluarga memiliki hubungan signifikan dengan kondisi perumahan, sedangkan pendidikan kepala keluarga, status pekerjaan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga, dan status kepemilikan rumah tidak berhubungan signifikan dengan kondisi perumahan.
Analisis Laju Abrasi dan Mitigasi Bencana Pada Kawasan Pesisir Kota Maumere Bani, Gregorio Antonny; Laalobong, Sanherip; Tea, Bernadetha
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.2.121-130

Abstract

Sejak terjadinya bencana Tsunami pada tanggal 12 Desember tahun 1992 di Kota Maumere, kemunduran garis pantai menjadi semakin jauh dan mengakibatkan kerusakan kawasan perumahan, pertokoan, industri dan pariwisata. Fenomena ini memberikan kerugian yang cukup berarti bagi masyarakat yang berada di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya abrasi di pantai Kecamatan Alok dan Alok Barat, serta mengetahui upaya pencegahan dan penanggulangan abrasi berdasarkan faktor-faktor penyebab abrasi di pantai Kecamatan Alok dan Alok Barat dengan menggunakan metode survey dan observasi yang dilengkapi dengan pengolahan citra seri Landsat ETM+7. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka disimpulkan hal-hal pokok penelitian, antara lain: abrasi di kecamatan Alok dan Alok Barat Kabupaten Sikka, disebabkan oleh faktor alami dan manusia, dimana yang memiliki nilai yang sangat tinggi adalah geologi, kemiringan pantai dan pola pemukiman masyarakat, serta yang juga memilki nilai tinggi dalam memicu abrasi adalah arak pasang surut dan penggunaan lahan, dengan nilai indeks kerentanan sebesar fisik pantai yang berada pada kategori yang sangat tinggi, yaitu 89, 44. Penanggulangan masalah abrasi di kecamatan Alok dan Alok Barat Kabupaten Sikka, harus dilakukan dengan cara penanaman bakau dan pembangunan offshore breakwater