cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24078751     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 243 Documents
Geovisualisasi Kondisi Air Tanah pada Akuifer Tidak Tertekan di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman Sejati, Sadewa Purba; Panji, Panji
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.1.1-16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi air tanah, mengetahui kemampuan sistem informasi geografis (SIG) berbasis web sebagai media geovisualisasi kondisi air tanah, dan merumuskan strategi manajemen lingkungan air tanah. Kondisi air tanah diidentifikasi menggunakan data kedalaman air tanah, daya hantar listrik (DHL), suhu, warna, bau, dan rasa air tanah. Data dikumpulkan dengan metode survei lapangan. Sampel ditentukan menggunakan metode systematic random sampling. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.6 dengan metode interpolasi spasial untuk menghasilkan informasi tematik. Informasi tematik digunakan untuk menyusun geovisualisasi berbasis web menggunakan ArcGIS Online Web App Builder. Strategi manajemen lingkungan air tanah dirumuskan menggunakan matriks SWOT berdasarkan geovisualisasi kondisi air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air tanah di daerah penelitian didominasi oleh kedalaman kurang dari 3,5 meter. Nilai DHL berada pada rentang 143-520 microsiemens/cm, suhu air tanah berada pada rentang 25-28,50celcius. Kualitas air tanah secara umum masih baik dengan kondisi air yang tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Geovisualisasi berbasis web dapat dioperasikan pada berbagai macam perangkat elektronik. Tipe prosesor dan kapasistas memori sangat mempengaruhi aksesibiltas perangkat eletronik terhadap program tersebut. Semakin besar kapasitas ram dan semakin terkini prosesor yang digunakan maka waktu yang dibutuhkan untuk mengakses program semakin cepat. Geovisualisasi berbasis web memiliki kelebihan, yaitu tampilan lebih menarik, paperless, dan integrasi dengan berbagai macam data kewilayahan mudah dilakukan. Strategi manajemen lingkungan air tanah di daerah penelitian terdiri dari tiga bagian, yaitu strategi aksesibilitas terhadap air tanah, strategi untuk menjaga kuantitas air tanah, dan strategi untuk menjaga kualitas air tanah.
Hubungan antara Perdagangan, Investasi, PDB, Korupsi, dan Deforestasi di Asia Tenggara: Menguji Hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC) Destiartono, Mohamad Egi
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.3.310-326

Abstract

Mencapai pembangunan berkelanjutan seperti net zero deforestation adalah agenda penting. Studi ini bermaksud mengungkap hubungan antara pertumbuhan ekonomi, keterbukaan perdagangan, investasi, pengendalian terhadap korupsi, dan deforestasi di Asia Tenggara periode 2000 – 2020 dengan mengadopsi kerangka Environmental Kuznets Curve (EKC). Metode Pooled Mean Group (PMG) dan uji kausalitas Dumitrescu-Hurlin (DH) diaplikasikan untuk mengestimasi hubungan dinamis jangka pendek dan panjang, serta arah kausalitas. Uji akar unit dan kointegrasi juga ditambahkan dalam penelitian ini. Seluruh variabel terintegrasi pada ordo pertama, I(1), dan mereka terkointegrasi. Hasil menunjukkan bahwa hubungan antara PDB per kapita dan deforestasi mengikuti kurva N, bukan EKC tradisional. Deforestasi akan terus berlangsung karena PDB per kapita Asia Tenggara telah melewati titik balik kedua (3.074 USD per capita).Selain itu, foreign direct investment (FDI) dan keterbukaan perdagangan terdeteksi sebagai pendorong deforestasi. Sebaliknya, indeks pengendalian korupsi memiliki pengaruh negatif pada deforestasi. Mendorong pembangunan sekaligus mengurangi laju deforestasi memungkinkan untuk dicapai karena uji DH menunjukkan kausalitas satu arah dari PDB per kapita menuju deforestasi. Studi ini menyarankan untuk memperkuat perdagangan hijau, investasi bersih, penguatan tata kelola, dan pembangunan berkelanjutan dengan tujuan mengurangi laju deforestasi.
Studi terkait Inovasi Sosial untuk Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia Yuanita, Cecilia Nonifili; Arifa, Sheila Hauna
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.2.156-171

Abstract

Inovasi sosial mengalami peningkatan minat selama beberapa tahun terakhir, khususnya pada bidang perencanaan kota. Dengan kompleksitas persoalan pada banyak perkotaan di Indonesia, seperti kepadatan penduduk dan pesatnya urbanisasi yang dapat membuat terdegradasinya lingkungan dan semakin tingginya risiko terhadap bencana, maka dibutuhkan penanggulangan bencana yang memadai untuk mengurangi risikonya. Banyak studi menunjukkan bahwa paduan antara sains dan kebijakan merupakan kunci keberhasilan dari pengurangan risiko bencana, yakni dengan langkah-langkah yang inovatif. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk meninjau inovasi sosial yang berkembang di Indonesia untuk pengurangan risiko bencana. Hasil tinjauan menunjukkan sudah terdapat berbagai jenis inovasi sosial dari tingkat nasional hingga lokal yang dapat dikembangkan lebih baik dan dapat menjadi dasar ataupun rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam melakukan perencanaan pembangunan kota dan tata ruangnya.
Framework to Development of Disaster Mitigation Model in Mountain Tourism Destination Ismail, Jalu Rafli; Kastolani, Wanjat
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.1.94-106

Abstract

The geographic position of Indonesia provides both disaster threat and natural resources potential. Indonesia is an archipelagic country located between three major tectonic plates, namely Indo-Australia; Pacific; and Eurasia. Consequently, numerous of active volcanoes and faults are spread across the islands. Indonesia’s unique landforms are often utilized as a unique tourism spot. Along the mountain ranges of Bogor and Cianjur, Bandung, and Garut to Tasikmalaya, various volcanic tourism spots exist side-by-side with the threat of volcanic eruption, mass movements, and earthquake. Therefore, disaster mitigation had to be properly planned to guarantee the sustainability of businesses and investments, as well as for tourists’ safety. This research aims to develop the mitigation model for mountain tourism destinations in West Java Province. Three of currently developing mountain tourism spots are Gede-Pangrango Mountain, Tangkuban Parahu Mountain, and Guntur Mountain. Design of this research is R&D through the 4-D model, consists of Define, Design, Develop, and Disseminate. Disaster mitigation model planning involves research subjects consisting of tourism destination management and local communities. Research instruments used include interviews and observations. The data obtained consists of information regarding disaster perceptions and severity measurements through observations. The developed mitigation model is subsequently validated by experts and research subjects to assess its suitability. The output of the development is a “Conceptual Model”, which is a participative mitigation strategy between tourism destination management and local communities. This conceptual mitigation model can be utilized by policymakers as a foundation for monitoring the spread of tourist destinations in facing natural disaster threats. 
Impact of Global Warming Due to Climate Change on Equatorial Rain-Patterned Regions Rusmayadi, Gusti; Salawati, Umi; Susanti, Hilda; Adriani, Dewi Erika; Saidy, Akhmad Rizalli
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.3.215-226

Abstract

Annual and inter-year climate variability in Indonesia is unique in that not all regions are equal, affecting weather patterns and rainfall. Indonesia's climate is influenced by the global exchange of air mass flows across its territory. Climate patterns in Indonesia can be divided into three main climate patterns, namely monsoon patterns, equatorial patterns, and local patterns based on annual rainfall patterns. The advantage of climate distribution based on rainfall patterns is that the coherence of each region is relatively the same only for applied climate control. This is because when climatic conditions change, newly formed precipitation patterns will prevail. This incident has repeatedly occurred in almost all parts of Indonesia. The analysis used is mean, variance and geo-statistics using secondary data sources from BPS and BMKG in the three regions of East Kalimantan. In the Berau region there is a change in the pattern towards the monsoon winds indicating a rain peak or a pattern of the letter U. In other regions such as Penajam Paser Utara and Paser, an equatorial pattern with two rain peaks remains. Rainfall in the Berau region showed an increase and decrease in the Penajam Paser Utara and Paser regions. The Berau, Paser and Penajam Paser Utara regions will experience a trend of 0.44°C in temperature increases over a 14-year period from 2005-2018, or by 0.03°C per year. Regions that show a shift in rainfall patterns to the equatorial type are particularly sensitive to monsoon winds, which experience rainfall spikes and affect cropping patterns.
The Impact of Flyover Development on Business Income in Surabaya Intersection Area, Banda Aceh Rizkiya, Putra; Hasan, Zainuddin; Akbar, Muhammad Irfan; Gunawan, Arief; Maulida, Putra
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.1.17-27

Abstract

Surabaya Intersection is one of the main intersection with vigorous economic activity in Banda Aceh, Indonesia. Nevertheless, it was also one of the main congestion points during peak hours. Therefore, a flyover infrastructure was develop in 2016 to reduce congestion. With better traffic, the income of business in its surrounding area was expected to rise. However, many business experienced declining conditions and even closed a few years after the construction. This research aims to study the impact of flyover development on the income of business in the Surabaya Intersection area. Data were collected through questionnaires supported by observation and interviews with related agencies and academics. The business income questionnaires were distributed to 100 samples from 320 business in this area , chosen with a purposive sampling technique. The study area was divided into 10 segments based on physical characteristics. The analysis conducted was descriptive quantitative supported by qualitative analysis. The result shows that after the flyover development, the business income declined. The income of business in most of business in most segments (7 of 10 segments) reduced between 3.33% to 27.2%. Only three segments experienced increasing income, ranging between 0.8% to 4%. As shown by interpolation result, all segments located right along the Surabaya Intersection flyover showed a significant decrease in business income. The decline in business income is caused by the lack of parking spaces, difficult interzonal mobility, and decreasing attractiveness. This condition indicates that the flyover development in Surabaya Intersection has caused and unsustainable impact on the business in its surrounding area.
Evaluasi Kualitas Lingkungan Daerah Pesisir Kota Singkawang sebagai Kota Tangguh Jati, Dian Rahayu; Gultom, Bontor Jumaylinda; Affrilyno, Affrilyno
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.3.296-309

Abstract

Kualitas lingkungan  dapat menjadi tolak ukur untuk kelangsungan hidup yang baik dan kenyamanan manusia di dalamnya. Perlu adanya pengkajian kualitas lingkungan untuk mengendalikan masalah yang dapat terjadi baik di masa sekarang maupun di masa depan. Hal ini sejalan dengan konsep kota masa depan yaitu konsep Kota Tangguh. Indonesia merupakan negara dengan beberapa kota pesisir, salah satunya adalah Kota Singkawang. Kota Singkawang merupakan kota yang memiliki potensi besar terutama dibidang pariwisata, akan tetapi kota ini juga rentan terkena bencana banjir. Untuk menjadikan Kota Singkawang sebagai kota tangguh, perlu adanya evaluasi kualitas lingkungan terkait penanggulangan bencana yaitu pemetaan lokasi evakuasi. Proses evakuasi memiliki kaitan erat dengan aksesibilitas dan kepadatan manusia. Berkaitan dengan hal tersebut, metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan populasi dalam grid dan space syntax, serta pemetaan kuadran dari hasil kedua analisis tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Kota Singkawang secara rata-rata memiliki keterjangkauan atau aksesibilitas yang cukup baik. Dilihat dari presentasenya, area Kota Singkawang dominan dalam jangkauan aman jika dijadikan sebagai area penanganan bencana. Akan tetapi terdapat 18,69% area yang sulit dijangkau, sehingga tidak disarankan sebagai area peletakan pos evakuasi. Kemudian ditentukan 4 titik lokasi evakuasi yang masing-masing dapat menjangkau 1-3 daerah rawan banjir di Kota Singkawang.
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Circular Economy di Tingkat Desa: Pendekatan Sistem Dinamik Sapanli, Kastana; Putro, Fikri Aldi Dwi; Arifin, Surya Dwi; Putra, Aditya Handoyo; Andamari, Hasna Azizka; Anggraini, Ulvia
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.2.141-155

Abstract

Peningkatan timbulan sampah memerlukan pengelolaan secara komprehensif dan efisien. Akan tetapi, mayoritas pengelolaan sampah di Indonesia masih menggunakan pendekatan akhir (end-to-pipe) dan sistem open dumping sehingga menimbulkan pencemaran. Konsep circular economy dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 1.1, 8.1, dan 12.5. Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Cibanteng saat ini dan menganalisis skenario pengelolaan sampah rumah tangga berbasis circular economy yang optimal di Desa Cibanteng. Analisis deskriptif dan model sistem dinamik digunakan untuk menjawab kedua tujuan tersebut. Hasil riset mengungkap bahwa mayoritas rumah tangga di Desa Cibanteng belum melakukan kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga secara lebih lanjut. Hasil simulasi model sistem dinamik antarskenario menunjukkan bahwa skenario pengelolaan sampah rumah tangga paling optimal adalah skenario optimis dengan jumlah sampah terkelola mencapai 70 persen. Skenario optimis tersebut dapat menghasilkan rata-rata pertambahan timbulan sampah rumah tangga terkecil (653,1 ton/tahun), rata-rata pengurangan beban emisi tertinggi (-39,4 ton CO2-eq/tahun), dan rata-rata tambahan pendapatan rumah tangga tertinggi (Rp2.264.031/KK/bulan) selama tahun simulasi 2022-2030. Terdapat dua hal yang perlu diperhatikan agar skenario optimis tersebut dapat tercapai yaitu peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan di Desa Cibanteng serta pengembangan pasar terkait kegiatan dan produk hasil kelola sampah dari Desa Cibanteng.
Potensi Negara G20 sebagai Solusi Penumpas Persampahan Kabupaten Sidoarjo untuk Mendukung Laju Ekonomi Maulana, Muhammad Asrul
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.2.204-214

Abstract

Berdasarkan data Badan Statistik Kabupaten Sidoarjo penduduk mencapai 2.082.801 jiwa, dan bertambah setiap tahunya, hal itu menandakan, bahwa perekonomian berkembang pesat, dan pusat perekonomian di dominasi oleh pedagang, dari situ timbulah peningkatan jumlah volume sampah di Sidoarjo, sehingga terjadilah fenomena sosial tumpukan sampah di wilayah Sidoarjo. Akibatnya adalah laju ekonomi terhambat, pengedaran persampahan tidak optimal, Untuk itu penulis sepakat ingin mengkaji lebih dalam mengenai kesiapan dan solusi penumpas persampahan di Kabupaten Sidoarjo untuk menghadapi laju pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, sehingga perlu adanya kesiapan pengaruh negara G20 terhadap pertumbuhan penduduk masyarakat Sidoarjo, efek bola salju negara G20 terhadap persampahan di Sidoarjo, mengetahui hambatan dan penyelesaian masalah peningkatan sampah sebagai akibat adanya negara G20 dan menciptakan lingkungan layak huni di Sidoarjo, untuk kesehatan masyarakat. Dan menggunakan metode Deskriptif sebagai langkah metodologisnya dengan diperkuat oleh metode normatif, serta menggunakan data kualitatif yang terjadi secara nyata.
Reuse of Treated Water From Bojongsoang Domestic Wastewater Treatment Installation as Water for Industrial Purposes Pirngadi, Budi Heri; Syarifudin, Deden; Octaviani, Viera Mustika
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.1.28-36

Abstract

Subdistrict Bojongsoang and its surroundings are based on the 2016-2036 Bandung Regency Spatial Planning, the designated area where the industry is. Currently, there are 125 existing industries operating. The area is also included in groundwater withdrawal through well artesian on a massive scale, including into the national protected area (CAT: Groundwater Basin) Bandung - Soreang Area. Excessive groundwater extraction poses challenges coupled with significant water demand from society and industry. This will result in deteriorated groundwater conditions that require prompt restoration, having already suffered damage. On the other hand, there is Bojongsoang WWTP, which can treat wastewater at 2800 l/s; meanwhile, at the moment, this capacity processing is utilized about 37-40% or about 100m3/day. This research uses a descriptive method. The research results prove that reusing water from Bojongsoang WWTP could produce raw water for the necessity industry of 300 l/s.