cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 292 Documents
Model Integrasi Sistem QR Code International Driving License Sebagai Upaya Mitigasi Pelanggaran Lalu Lintas Wisatawan Asing Terhadap Kendaraan Sewa di Bali Pranajaya, A.A. Sagung Intan Aprilia; Gaol, Hebriansen Lumban; Sari, Sang Ayu Putu Trisna Artika; Suartawan, Putu Eka
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tourism-dependent province of Bali heavily relies on its tourism sector, offering foreign visitors a diverse range of attractions and transportation options. Notably, rental vehicles constitute the primary mode of transport (42%). Motorbike rentals, popular among locals due to their advantages, are commonly chosen. Yet, issues arise as traffic infractions by foreigners are prevalent, prompting discussions about a vehicle leasing ban. A fitting solution is to mandate a quick response (QR) Code-based International Driving License for foreign drivers to address this. Employing the UML research methodology alongside quantitative descriptive techniques, this proposal aims to utilize QR Codes to monitor rented vehicles, ensuring adherence to Indonesian traffic regulations. This measure aims to curtail traffic violations stemming from unfamiliarity with local traffic laws, enhancing the overall traffic situation. ABSTRAK Provinsi Bali sangat mengandalkan sektor pariwisatanya. Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali memiliki banyak opsi objek wisata untuk dikunjungi begitu juga dengan pilihan operator moda transportasi yang bisa wisatawan gunakan. Operator moda yang paling banyak digunakan diartikan menggunakan kendaraan sewa (42%). Masyarakat Bali banyak menawarkan sewa atau rental sepeda motor karena potensi keuntungannya. Namun, pelanggaran lalu lintas oleh warga negara asing kerap terjadi di Bali. Hal itu membuat munculnya isu pelarangan penyewaan kendaraan. Dalam penanganan masalah tersebut, mitigasi yang dapat diterapkan diartikan mewajibkan wisatawan asing yang ingin berkendara untuk memiliki lisensi International Driving License berbasis quick response (QR) Code. Penulis menggunakan metodologi penelitian Unified Modeling Language dengan metode deskriptif kualitatif. Pemanfaatan QR Code untuk International Driving License ini bertujuan membantu pemantauan penggunaan kendaraan yang disewa serta agar wisatawan asing terikat dengan peraturan mengemudi di Indonesia. Dengan harapan dapat meminimalkan pelanggaran lalu lintas yang terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap aturan lalu lintas lokal.
Evaluasi Kinerja di Persimpangan Bersinyal Jl.P.H.H Mustofa – Pahlawan Kota Bandung Dengan Adanya RHK dan Tanpa RHK Menggunakan PTV Vissim 11.00 Gaffar Ramdani, Fakry; Triana, Sofyan; Fitrianingsih, Ligar
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing population in Bandung has led to an increase in motorized vehicles, affecting the performance of intersections and resulting in long queues and delays at the Pahlawan intersection. To overcome this, it is necessary to conduct traffic engineering by providing unique stopping rooms for motorcycles (RHK) and separating them from other vehicles. The analysis was performed under two conditions using the PTV Vissim 11.00 software: the Pahlawan intersection with RHK and the Pahlawan intersection without RHK. Based on the PTV Vissim 11.00 software analysis results, the Surapati section experienced a decrease in queue length of 34 m. In contrast, the other three sections with RHK and without RHK received a fixed queue length. In the Surapati section, the delay decreased by 1 second, while PHH Mustofa, Pahlawan South, and Hero of the North decreased by 4.8 seconds, 0.3 seconds, and 23.3 seconds. ABSTRAK Meningkatnya populasi penduduk di Kota Bandung menyebabkan bertambahnya kendaraan bermotor yang berpengaruh terhadap kinerja persimpangan, sehingga terjadi panjang antrian dan tundaan di persimpangan Pahlawan, Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan rekayasa lalu lintas dengan cara memberikan ruang henti khusus sepeda motor (RHK) dengan memisahkan sepeda motor dengan kendaraan lain diharapkan mampu menghindari permasalahan yang berasal dari sepeda motor, sehingga dapat meningkatkan arus lalu lintas. Analisis dilakukan di dua kondisi yaitu pada simpang Pahlawan dengan RHK dan simpang Pahlawan tanpa RHK dengan menggunakan software PTV Vissim 11.00. Berdasarkan hasil analisis pada ruas Surapati mengalami penurunan panjang antrian sebesar 34 m, sedangkan pada 3 ruas lainya dengan ada RHK maupun tanpa RHK mendapatkan panjang antrian yang tetap. Pada ruas Surapati mengalami penurunan tundaan selama 1 detik sedangkan untuk PHH Mustofa, Pahlawan Selatan dan Pahlawan Utara selama 4,8 detik, 0,3 detik, dan 23,3 detik.
Evaluasi Nilai Indeks Penetrasi Bitumen Daur Ulang Pradani, Novita; Irmawaty, Rita; Tjaronge, Muhammad Wihardi; Rahim, Irwan Ridwan
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The penetration index (PI) of bitumen is one of the parameters to measure the temperature sensitivity of bitumen. The bitumen quality will decrease if the bitumen's resistance to temperature changes decreases. This evaluation was based on previous research that used recycled bitumen from the extraction process. Bitumen modification was done by adding different percentages of recycled bitumen to fresh bitumen. PI values were determined using the Pfeiffer and Van Doormall equation, which shows the relationship between penetration and bitumen softening point. Based on the analysis, it was found that adding recycled bitumen up to 30% can increase the PI of bitumen, but the PI of bitumen will decrease with the addition of RAP. Adding recycled bitumen can reduce the bitumen's resistance to temperature, so a rejuvenating agent is needed to restore the physical properties of bitumen containing a high percentage of recycled bitumen. ABSTRAK Indeks penetrasi (PI) bitumen merupakan salah satu parameter untuk mengukur sensitivitas bitumen terhadap temperatur. Sensitivitas bitumen terhadap temperatur dipengaruhi oleh perubahan viskoelastis bitumen. Kualitas bitumen akan menurun bila ketahanan bitumen terhadap perubahan temperatur juga menurun. Evaluasi ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menggunakan bitumen daur ulang dari proses ekstraksi. Modifikasi bitumen dilakukan dengan menambahkan bitumen daur ulang dengan presentase yang berbeda pada fresh bitumen. Nilai PI ditentukan menggunakan persamaan Pfeiffer dan Van Doormall, yang menunjukkan hubungan antara nilai penetrasi dan nilai titik lembek bitumen. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa penambahan bitumen daur ulang hingga 30% dapat meningkatkan nilai PI bitumen, namun PI bitumen akan menurun seiring penambahan RAP. Berarti bahwa penambahan bitumen daur ulang dapat menurunkan ketahanan bitumen terhadap temperatur sehingga bahan peremaja diperlukan untuk mengembalikan sifat fisik bitumen yang mengandung bitumen daur ulang dengan persentase yang tinggi.
Evaluasi Wayfinding dan Signage Halte Bus Trans Metro Pasundan Koridor 2 Bandung Raya Fairdian, R. D. A. Besya; Weningtyas, Widyarini
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trans Metro Pasundan (TMP) bus is one of the government's efforts to reduce congestion through Bus Rapid Transit. An unavoidable activity is the search for bus stops, which is the whole concept of wayfinding and signage. This study was conducted to evaluate wayfinding and signage for TMP Corridor 2 bus stop search based on user perception manually and through the application, as well as to assess the wayfinding and signage of existing bus stops to be repaired according to respondents' perceptions and standards. Community satisfaction surveys are implemented as user assessments while the existing condition of bus stops is manually surveyed. Based on that, users feel that wayfinding and signage for manual search are still not good with service quality C while using the application is suitable with service quality B. Meanwhile, the bus stop survey results stated that the existing condition of the bus stop did not meet the standard. ABSTRAK Bus Trans Metro Pasundan (TMP) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kemacetan dalam bentuk Bus Rapid Transit. Aktivitas yang tidak dapat dihindari dalam menggunakan TMP yaitu pencarian halte untuk naik dan turun bus, yang merupakan keseluruhan konsep dari wayfinding dan signage. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi wayfinding dan signage untuk pencarian halte bus TMP Koridor 2 berdasarkan persepsi pengguna secara manual dan melalui aplikasi, serta mengevaluasi wayfinding dan signage halte bus eksisting untuk diperbaiki sesuai dengan persepsi responden dan standar halte BRT. Survei kepuasan masyarakat diimplementasikan sebagai bentuk penilaian menurut persepsi pengguna dan survei manual halte yang dilewati untuk mengetahui kondisi eksisting. Berdasarkan survei, pengguna merasa wayfinding dan signage untuk pencarian halte secara manual masih kurang baik dengan mutu pelayanan C, sedangkan penggunaan aplikasi sudah baik untuk mencari halte dengan mutu pelayanan B. Berdasarkan survei halte, diketahui bahwa kondisi eksisting halte masih belum memenuhi standar.
Identifikasi dan Mitigasi Risiko Sisa Proyek Perbaikan Prasarana Kereta Api di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi I Jakarta Nur Hidayat, Ardian; Fikria, Ainun; Priyanto, Sapto
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the interim report on the investigation results of the PLB 5144C derailment accident number 113/ND/K53/DJKA/XII/22, it was identified 87 cm before the TAN (Initial Point of Rise) of the rail to the left of the train's arrival direction there was a broken Ex-rail mounted with a connection plate. So, there were still temporary repairs made by the railway operators, and no permanent repairs have been made. Therefore, residual risk still needs to be controlled. This research aimed to identify and mitigate the residual risk of the infrastructure railway maintenance project at PT KAI (Persero) Operational Area 1 Jakarta. This research evaluates various risks that may arise during the process of infrastructure railway maintenance and the development of specific mitigation strategies. This study used a qualitative descriptive approach to analysis with the HIRADC based on a comprehensive risk analysis. The research results showed 15 potential risks with risk classification: 4 high, eight medium, and three low. ABSTRAK Berdasarkan dengan laporan sementara hasil investigasi kecelakaan anjlokan PLB 5144C nomor: 113/ND/K53/DJKA/XII/22 ditemukenali 87 Cm sebelum TAN (Titik Awal Naik) rel sebelah kiri arah datang kereta terdapat Ex-Rel Patah yang dipasang plat sambung. Dari hasil temuan di lapangan masih terdapat perbaikan sementara yang dilakukan oleh penyelenggara perkeretaapian dan belum dilakukan perbaikan secara permanen. Maka dari itu masih terdapat risiko sisa untuk dilakukan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko sisa proyek perbaikan prasarana kereta api di PT KAI (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi berbagai risiko yang mungkin timbul selama proses perbaikan prasarana kereta api dan mengembangkan strategi mitigasi yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan HIRADC yang dilakukan berdasarkan analisis risiko yang komprehensif. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa risiko utama didapatkan 15 potensi bahaya yang meliputi klasifikasi risiko tinggi berjumlah 4, sedang berjumlah 8 dan rendah berjumlah 3.
Analisis Perubahan Jumlah Penumpang Terhadap Perencanaan Pola Operasi Baru KRL Solo Balapan-Kutoarjo Faza, Maulida Nurul; Iswanto, Ary Putra; Darmawan, Endras Setyo
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existing train operated on the Yogyakarta-Kutoarjo route is the Prambanan Express Train, which KRL will replace. Besides that, the addition of passengers needs to be studied in terms of operational patterns. This research aims to analyze the potential total passengers across Solo Balapan-Kutoarjo, design operational patterns, and analyze the facility needs. This study used secondary data by calculating the number of passengers, travel needs, travel time, headway, cross capacity, and calculation of facility needs. The result of the research was that the number of passengers in 2027 was 1,771,455. Based on the daily scenario, the number of trips was 37 weekday trips and 52 weekend trips. The daily scenario still had 41 weekday and weekend trips. The total travel time was 2 hours 4 minutes, and the remaining cross capacity was still up for additional trips. The operational pattern starts at Solo Balapan Station, ends at Kutoarjo Station, and vice versa. So it takes 9 SO trainsets on weekdays and 13 SO trainsets on weekends, while daily it still takes 10 SO trainsets. ABSTRAK Kereta eksisting yang beroperasi pada lintas Yogyakarta – Kutoarjo adalah Kereta Prambanan Ekspres di mana akan digantikan dengan KRL, selain itu adanya penambahan penumpang perlu dikaji mengenai pola operasinya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis potensi jumlah penumpang lintas Solo Balapan–Kutoarjo, merancang pola operasi, serta menganalisis kebutuhan sarana. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode perhitungan jumlah penumpang, kebutuhan perjalanan, waktu tempuh, headway, kapasitas lintas, dan perhitungan kebutuhan sarana. Hasil penelitian adalah jumlah penumpang pada 2027 sebanyak 1.771.455 penumpang. Jumlah perjalanan berdasarkan skenario harian yaitu 37 perjalanan weekday dan 52 perjalanan weekend. Sekenario harian tetap terdapat 41 perjalanan weekday dan weekend. Waktu tempuh total 2 jam 4 menit dan kapasitas lintas tersisa masih memenuhi untuk penambahan perjalanan. Pola operasi diawali dari Stasiun Solo Balapan dan diakhiri di Stasiun Kutoarjo, serta sebaliknya. Dibutuhkan 9 trainset SO pada weekday dan 13 trainset SO pada weekend sedangkan pada harian tetap dibutuhkan 10 traisnset SO.
Analisis Potensi Emisi Gas Rumah Kaca pada Pembangunan Jembatan BH314A Menggunakan Metode Intergovermental Panel On Climate Change (IPCC) Fadillah, Kevin Yunan; Wiarco, Yuwono; Dewi, Puspita
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Greenhouse gas emissions in Indonesia will continue to increase in 2021-2030. This is due to the increasing use of fuel oil (BBM), gas, and coal in the energy sector. The energy sector is one of the largest global contributors to greenhouse gas emissions. This research was conducted on the construction of the Solo - Semarang Phase 1 Double Track Railway in package 5, one of which was building the BH314A bridge, which in its implementation used heavy oil-fueled equipment that would cause greenhouse gas emissions. This study uses the calculation guidelines in the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2019 and data from the inventory of greenhouse gas emissions in the energy sector. This study concludes that the construction of the BH314A bridge requires a total energy of 58,971 tons of joules (TJ) and emits a total greenhouse gas emission of 19,715,802 tonsCO2.eq and emits 0.08 tons of sulfur dioxide. ABSTRAK Emisi gas rumah kaca di Indonesia diperkirakan terus meningkat pada tahun 2021-2030. Hal ini disebabkan karena terus meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM), gas, dan batu bara pada sektor energi. Sektor energi merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam lingkup global. Penelitian ini dilakukan pada kegiatan pembangunan Jalur Ganda Kereta Api Solo-Semarang Fase 1 di paket 5 yang salah satu pekerjaannya membangun jembatan BH314A yang dalam pelaksanaannya menggunakan alat berat berbahan bakar minyak yang akan menyebabkan emisi gas rumah kaca. Pada penelitian ini menggunakan pedoman perhitungan yang terdapat pada Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2019 dan juga data dari inventarisasi emisi gas rumah kaca pada sektor energi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pada kegiatan pembangunan jembatan BH314A membutuhkan energi total sebesar 58.971 ton joule (TJ) dan mengeluarkan total emisi gas rumah kaca sebesar 19.715.802 tonCO2.eq serta mengeluarkan emisi sulfur dioksida sebesar 0,08 ton.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Masyarakat Kota Yogyakarta Untuk Berjalan Kaki di Jalur Pedestrian Pasca Penataan Ulang (Kasus: Jl. Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta) Novianto, Naufal Ferdian; Hidayati, Isti
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogyakarta has been focusing its development towards a walkable city through pedestrian improvement projects implemented on Jenderal Sudirman Street. However, the pedestrian improvement project cannot increase pedestrian activity three years after its completion. Therefore, this research aims to identify the factors that influence the willingness of Yogyakarta inhabitants to use the pedestrian paths on Jenderal Sudirman Street after the improvement project. The analysis used a deductive quantitative approach, i.e., binary logistic regression of 150 questionnaires collected through convenience sampling. The study shows that providing lighting, shade, parking lots, and pedestrian path continuity significantly affects walking activities after the improvement project. Moreover, gender "female", car ownership "1 unit", and walking purpose "2 destinations" are users' (internal) factors that influence people's willingness to walk after an improvement project. ABSTRAK Kota Yogyakarta mulai mengarahkan pembangunannya menuju konsep walkable city. Hal ini diwujudkan dengan proyek penataan ulang jalur pedestrian, salah satunya di Jalan Jenderal Sudirman. Namun, tiga tahun pasca penataan ulang tersebut, jalur pedestrian di Jalan Jendral Sudirman belum mampu meningkatkan intensitas pejalan kaki. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi masyarakat Yogyakarta untuk berjalan kaki di jalur pedestrian Jalan Jenderal Sudirman pasca penataan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode deduktif kuantitatif, yaitu regresi logistik biner terhadap 150 kuesioner yang dikumpulkan melalui convenience sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor ketersediaan penerangan, peneduh, tempat parkir, dan kemenerusan jalan merupakan faktor lingkungan terbangun yang berpengaruh signifikan terhadap aktivitas berjalan kaki. Jenis kelamin “perempuan”, kepemilikan mobil “1 unit”, dan tujuan berjalan kaki “2 tujuan” merupakan tiga faktor individu pejalan kaki yang memengaruhi aktivitas berjalan kaki masyarakat di jalur pedestrian pasca penataan ulang.
Studi Eksperimental Pemanfaatan Crusher Dust dan Penambahan Zat Polyurethane pada Campuran Beraspal Berpori Wulandari, Riska; Cantik, Bella Koes Paulina; Syamsuddin, Basili Nabil; Dewi, Mutiara Permata Puspita; Telussa, Kenneth Sebastian; Kelvin, Kelvin
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The road damage issue in Indonesia remains a critical concern in infrastructure development as it can affect road users’ mobility and comfort and worsen traffic conditions. Road damage can be caused by several factors, such as excessive water pooling due to high rainfall intensity, decreased infiltration capacity, overloaded vehicles, traffic congestion, and improper infrastructure construction that doesn’t meet the Standards. Waste from stone crusher aggregates is utilized as a mixture material in this research to control waste and reduce the extraction of natural aggregates from the environment. Polyurethane material of polyol type is added as a mixture for porous asphalt. The result indicates that higher additions of waste aggregate composition and polyol decrease the permeability coefficient. The highest stability value is achieved at 100% waste aggregate content and 59,32% polyol additions, with a value of 1273,99 kg. The variations in waste aggregate and polyol content in porous asphalt mixtures can influence the permeability coefficient, stability, and flow values. ABSTRAK Kerusakan jalan di Indonesia menjadi isu penting dalam pembangunan infrastruktur karena mempengaruhi mobilitas dan kenyamanan pengguna jalan serta memperburuk kondisi lalu lintas. Kerusakan jalan diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti genangan berlebih akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, kapasitas infiltrasi menurun, kendaraan yang memiliki beban berlebih, kepadatan lalu lintas, maupun pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai standard. Dalam upaya pengendalian limbah dan mengurangi pengambilan agregat alami di alam, maka crusher dust hasil stone crusher ini dimanfaatkan sebagai bahan campuran. Selain itu penambahan zat polyurethane tipe polyol sebagai bahan campuran beraspal berpori. Didapatkan hasil bahwa penambahan komposisi crusher dust dan penambahan polyol meningkatkan nilai stabilitas 146% dari campuran beraspal berpori tanpa crusher dust dan polyol. Nilai stabilitas tertinggi didapatkan pada kadar crusher dust 100% dan penambahan polyol 7,5% dengan nilai yang diperoleh 1273,99 kg. Penambahan variasi crusher dust dan variasi polyol pada campuran beraspal berpori dapat mempengaruhi nilai koefisien permeabilitas, stabilitas dan flow.
Evaluasi Kapasitas Daya Dukung Perkerasan Runway Bandara Internasional Juanda Surabaya Dengan Perubahan Jenis Pesawat Penerbangan Haji Aurellia, Sylvia Hasna; Widianto, Barkah Wahyu
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In planning for the 2023 Hajj flights, the runway must be prepared to accommodate aircraft loads. This research aims to evaluate the runway pavement strength to accommodate Hajj flights with the planned B777-300ER aircraft, which previously used the B747-400ER at Juanda Surabaya Airport. The method employed in this research is the FAA AC 150/5335-5C-2014 method for PCN evaluation with the assistance of COMFAA software. Based on the analysis results of 10 segments, PCN values range from 56 to 105 F/D/X/T, with ACN 120 F/D/X/T, and CDF is ≥ 1. It can be concluded that the existing pavement needs improvement with an overlay using HMA material. Among the ten segments, HMA overlays are needed with thickness ranging from 100 mm to 331 mm when using B777-300ER. If B747-400ER is used, the HMA overlay thickness ranges from 51 mm to 259 mm. Without an HMA overlay, there is a weight limitation for the Hajj B777-300ER aircraft, which is 55% of the MTOW. ABSTRAK Dalam perencanaan persiapan penerbangan haji 2023, runway perlu dipersiapkan agar mampu melayani beban pesawat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kekuatan perkerasan runway untuk dapat melayani penerbangan haji dengan pesawat rencana B777-300ER yang sebelumnya menggunakan B747-400ER pada Bandara Juanda Surabaya. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu metode evaluasi PCN berdasarkan FAA AC 150/5335-5C-2014 dengan software COMFAA dan FAA AC 150/5320-6G-2021 dengan software FAARFIELD. Berdasarkan hasil analisis dari 10 segmen serta berdasarkan penurunan kondisi runway, nilai PCN berkisar 56 sampai 105 F/D/X/T dengan ACN 120 F/D/X/T dan CDF adalah ≥ 1. Hal ini dapat disimpulkan bahwa perkerasan eksisting perlu ditingkatkan dengan overlay menggunakan material HMA. Dari 10 segmen diperlukan overlay HMA dengan tebal mulai dari 100 mm hingga 331 mm apabila menggunakan B777-300ER. Jika tetap menggunakan B747-400ER tebal overlay HMA mulai dari 51 mm hingga 259 mm. Jika tanpa overlay HMA, terdapat pembatasan berat pesawat haji B777-300ER sebesar 55% dari berat MTOW.