cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 292 Documents
Model Bangkitan Parkir di Kota Bandar Lampung Bindar, Muhammad Abdul Mubdi; Izha, Ryansyah; Aqiela, Shofia Rahma; Khairunnisa, Alya
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the European Commission's degree of urbanization, Bandar Lampung is the city with the highest urbanization classification in the Province of Kota Lampung. The high level of urbanization will also increase the number of travelers, affecting the potential income from adequate parking to finance its management. The model estimates the load of vehicles from the gross floor area and the size of the parking lot. From the vehicle load data of private cars and motorcycles, the model produced is a bound variable used as a private car parking load and a free variable of the area of parking land in hectares. Parking income can be estimated by entering extensive information about the existing parking space and overtaking it with the parking rate per hour and the total duration of the operating hours of the parking lot. ABSTRAK Kota Bandar Lampung adalah kota dengan klasifikasi urbanisasi tertinggi di Provinsi Bandar Lampung menurut degree of urbanisation European Commission. Tingginya tingkat urbanisasi tersebut menyebabkan jumlah perjalanan yang dimiliki juga akan meningkat, hal tersebut juga berdampak terhadap potensi pendapatan dari parkir yang memadai untuk membiayai pengelolaannya. Model yang memperkirakan load kendaraan parkir selama satu jam dihasilkan dari variabel-variabel bebas luas lahan bangunan (gross floor area) dan luas lahan parkir. Dari data load kendaraan berupa mobil pribadi dan sepeda motor, model yang dihasilkan adalah variabel terikat yang digunakan adalah load parkir kendaraan mobil pribadi dan variabel bebas berupa luas lahan parkir dalam hektar. Pendapatan parkir dapat diperkirakan dengan memasukkan informasi luas lahan parkir yang ada dan mengalikannya dengan tarif parkir per jam dan total durasi jam operasional parkir.
Estimasi Kesediaan Membayar Layanan Bus Listrik di Kawasan Perumahan Kota Bandung Riri Kumalasari, Adela; Basuki Joewono, Tri; Hartieni, Patricia
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper investigates the practical application of willingness to pay (WTP) as a tool for conducting market research to understand individual’s readiness to invest in products and services. The study estimates the perceived value of electric bus services in residential areas of Bandung City, namely Summarecon Bandung, Taman Kopo Indah, and Kota Baru Parahyangan. Using the Contingent Valuation Method (CVM), the research employs a survey through Google Forms, targeting residents of the specified areas. Through applying three different models, the study establishes WTP values: IDR 4,454.25 per passenger in the first model, IDR 4,431.11 per passenger in the second model, and IDR 10,202.84 per passenger in the third model. This research sheds light on consumer perceptions of electric bus services in urban residential contexts and demonstrates the utility of the WTP concept in understanding market dynamics. ABSTRAK Makalah ini menginvestigasi penerapan praktis dari kemauan membayar (WTP) sebagai alat untuk melakukan riset pasar, dengan tujuan memahami kesiapan individu untuk berinvestasi dalam produk dan layanan. Studi ini berfokus pada estimasi nilai yang dirasakan terhadap layanan bus listrik di kawasan perumahan di Kota Bandung, yaitu Summarecon Bandung, Taman Kopo Indah, dan Kota Baru Parahyangan. Dengan menggunakan Metode Penilaian Kontingensi (CVM), penelitian ini menggunakan survei melalui Google Forms, yang ditujukan kepada penduduk daerah yang disebutkan. Melalui penerapan tiga model yang berbeda, studi ini menetapkan nilai WTP: Rp. 4.454,25 per penumpang dalam model pertama, Rp. 4.431,11 per penumpang dalam model kedua, dan Rp. 10.202,84 per penumpang dalam model ketiga. Penelitian ini memberikan wawasan tentang persepsi konsumen terhadap layanan bus listrik dalam konteks perumahan perkotaan dan menunjukkan kegunaan konsep WTP dalam memahami dinamika pasar.
Analisis Implementasi Tanggap Darurat Pada Elevated Track LRT Sumatera Selatan Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Gianto, Shafa Cesania; Handoko, Handoko; Darmawan, Endras Setyo
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The evacuation process on the South Sumatra LRT is hazardous because using a walkway along the LRT rails with high-voltage electricity can endanger passengers. This study aims to analyze the implementation of emergency response according to applicable SOP and determine appropriate alternative strategies for handling emergency conditions in elevated track South Sumatera LRT. This study used data collection techniques through observation, interviews, and documentation and then analyzed using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method with the app Expert Choice. After conducting interviews and calculating with the AHP method, according to the expert's opinion, there are deficiencies in the SOP, and the best alternative for the evacuation process is obtained, namely using passenger evacuation lorries. From the results of this research, a suggestion can be made to improve the contents of the applicable SOP, which can be used to evacuate passengers for passenger evacuation lorries. ABSTRAK Proses evakuasi pada LRT Sumatera Selatan sangat berisiko dengan cara menggunakan walkway di sepanjang rel LRT yang terdapat aliran listrik tegangan tinggi dan dapat membahayakan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tanggap darurat sesuai SOP yang berlaku dan menentukan strategi alternatif yang tepat dalam penanganan kondisi darurat pada elevated track LRT Sumatera Selatan. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan aplikasi Expert Choice. Setelah dilakukan wawancara dan dilakukan perhitungan dengan metode AHP, menurut pendapat ahli terdapat kekurangan pada SOP dan diperoleh alternatif terbaik untuk proses evakuasi yaitu menggunakan lori evakuasi penumpang. Dari hasil penelitian tersebut dapat diberikan usulan untuk menyempurnakan isi SOP yang berlaku serta dapat digunakan dalam proses evakuasi penumpang untuk lori evakuasi penumpang.
Dampak Perubahan Rute Koridor 4 Jalur Trans Metro Dewata Rute Terminal Ubung-Sentral Parkir Monkey Forest Terhadap Minat Masyarakat Simanjuntak, Irfan Steven Seagel; Devina, Kadek Saskia Amelia; Pratiwi, Ni Kadek Ayu Dian; Mardikawati, Budi
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accessibility is an essential factor in the implementation of public transportation. Route changes on the Trans Metro Dewata Bali Bus Corridor 4B impact the public's response. This study aims to determine the impact of route changes on public interest. This study is a quantitative study with data taken from the results of the route change questionnaire. Analyze questionnaire data with Importance Performance Analysis (IPA) to determine each service's level of importance and performance. Next, percentage analysis is used to assess the impact of route changes and obtain service results based on the Keep Up the Good Work and Low Priority criteria. However, the value of each service performance is below its importance, so improvements are still needed. Ease of access was why respondents agreed to route changes, and time loss was for those who did not agree. This study helps improve the performance of the Trans Metro Dewata Corridor 4B bus service. ABSTRAK Aksesibilitas merupakan hal penting dalam penyelenggaraan Angkutan Umum. Perubahan rute pada Bus Trans Metro Dewata Bali Koridor 4B berdampak pada respons masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan rute terhadap minat masyarakat. Kajian ini berupa kajian kuantitatif dengan data yang diambil dari hasil kuesioner perubahan rute. Analisis data kuesioner dengan Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kinerja dari setiap layanan. Selanjutnya, analisis persentase digunakan untuk mengetahui dampak perubahan rute. Diperoleh hasil layanan pada kriteria Pertahankan Prestasi (Keep Up The Good Work) atau Prioritas Rendah (Low Priority). Namun, nilai setiap kinerja layanan di bawah kepentingan, sehingga masih diperlukan perbaikan. Kemudahan akses merupakan alasan responden yang setuju terhadap perubahan rute, dan kerugian waktu bagi yang tidak setuju. Kajian ini bermanfaat untuk meningkatkan kinerja layanan Bus Trans Metro Dewata Koridor 4B.
Kinerja Parkir pada Gedung Parkir Sepeda Motor di Institut Teknologi Nasional Bandung Alfare Jakaria, Dicky; Triana, Sofyan; Fitrianingsih, Ligar
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Bandung National Institute of Technology is a private tertiary institution in Bandung, where more and more students bring motorcycles yearly despite the limited parking space available. The method in this study uses the 1998 Parking Facility Planning and Operation Guidelines. Conducted field checks; the SRP was reduced from the original planning of 1258 SRP to 1174 SRP due to the H Beam iron construction blocking it. Due to the inconvenience factor and the incompatibility of the guidelines on the parking pattern and road width, a re-planning was carried out, and 1113 new SRPs were produced. The analysis of parking vehicle capacity obtained the highest number of parking accumulations of 749 vehicles. In contrast, for the available parking spaces, namely 1174, the parking building can still accommodate parked cars. An increase in parking space in 2033 resulted in 978 vehicles, and there is still 196 SRP remaining space. However, in 2040, it will no longer be able to accommodate parking needs, which will cause a shortage of 4 SRP. ABSTRAK Institut Teknologi Nasional Bandung merupakan perguruan tinggi swasta di Kota Bandung yang dimana semakin banyaknya mahasiswa dari tahun ke tahun yang membawa sepada motor disamping keterbatasan lahan parkir yang ada. Metode pada penelitian ini menggunakan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir Tahun 1998. Dilakukan pengecekan di lapangan, SRP berkurang dari semula perencanaan 1258 SRP menjadi 1174 SRP dikarenakan adanya konstruksi besi H Beam yang menghalangi. Dikarenakan adanya faktor ketiaknyamanan dan ketidaksesuaian pedoman pada pola parkir dan lebar jalan maka dilakukan perencanaan kembali dan dihasilkan SRP baru sebanyak 1113 SRP. Hasil analisis kapasitas kendaraan parkir diperoleh jumlah akumulasi parkir tertinggi 749 kendaraan sedangkan untuk ruang parkir yang tersedia yaitu 1174, maka gedung parkir tersebut masih mampu menampung kendaraan yang parkir. Peningkatan ruang parkir pada tahun 2033 didapatkan hasil 978 kendaraan, masih terdapat sisa ruang sebanyak 196 SRP. Namun, pada 2040 sudah tidak dapat menampung kebutuhan parkir yang dimana mengalami kekurangan 4 SRP.
Pemetaan NOTS Dalam Optimalisasi Pembangunan Untuk Mendukung Green Transportation Strategy (Gts) Dalam Menciptakan Transportasi Rendah Emisi di Kawasan Ibu Kota Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045 Suryana, I Kadek; Rahardian Dewantoro, Sofyan; Putu Nita Suadnyani, Desak; Devi Dwipayana, Arif
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The density of motorized vehicles in the capital city of Jakarta is currently a contributor to high emissions in the metropolitan area. To prevent the recurrence of severe emission cases in the capital city of Jakarta, IKN must implement low-emission zones. Community mobility in IKN is directed by 80% to use public transportation with an access time of 10 minutes to the transportation node. With the vast area of IKN, optimization of the construction of public transportation nodes is needed. This study aims to determine the use of the lowest emission type of electric vehicle and the optimal number of transportation node mapping in the IKN area. This research method was conducted by reviewing the literature on electric cars and using the set covering problem method to determine the optimal number of public transportation nodes. Electric vehicle type BEV is most suitable for IKN because the emissions released are less than those of other types. In creating optimization, there are six locations for constructing public transportation nodes that can serve other villages in IKN. ABSTRAK Padatnya kendaraan bermotor di Ibu Kota Jakarta saat ini menjadi penyumbang tingginya emisi di kawasan metropolitan. Mencegah terulang parahnya kasus emisi di Ibu Kota Jakarta, penerapan low emission zone sangat perlu dilakukan pada IKN. Mobilitas masyarakat di IKN diarahkan sebesar 80 % untuk menggunakan transportasi publik dengan waktu akses 10 menit menuju simpul transportasi, sehingga dengan luasnya wilayah IKN diperlukan optimalisasi pembangunan simpul transportasi publik. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan jenis kendaraan listrik yang paling rendah emisi dan penentuan jumlah optimal dari pemetaan simpul transportasi di wilayah IKN. Metode penelitian ini dilakukan dengan studi literatur review mengenai electric vehicle dan penggunaan metode set covering problem dalam penentuan jumlah simpul transportasi publik yang optimal. Electric vehicle berjenis BEV paling sesuai diterapkan di IKN, karena emisi yang dikeluarkan lebih sedikit dari pada jenis lainnya. Dalam menciptakan optimalisasi, terdapat enam lokasi pembangunan simpul transportasi publik yang dapat melayani wilayah lainnya di IKN.
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penggunaan Fitur Gotransit pada Penumpang KRL Shandia, Fremasdya Sanggan; Priyanto, Sapto; Leliana, Arinda
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT KCI has innovated with Gojek by launching the GoTransit feature on the Gojek application. Through the GoTransit feature, Electric Train (KRL) passengers can easily and practically buy KRL tickets cashlessly via GoPay or LinkAja without a minimum deposit. This study aimed to determine the factors that influenced using the GoTransit feature on KRL passengers using the Technology Acceptance Model (TAM) model. The analysis technique used was Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Square (PLS). The results of this study indicated that five of the seven hypotheses had been influenced. The variable Perceived Ease of Use had a significant effect on the Behavioral Intention variable; Perceived Usefulness had a significant effect on the Behavioral Intention variable. The variable Perceived Ease of Use had a significant effect on Actual Usage through the Behavioral Intention variable, and the Perceived Usefulness variable had a significant effect on Actual Usage through the Behavioral Intention variable. Meanwhile, the Perceived Ease of Use and Perceived Usefulness did not directly affect the Actual Usage variable. ABSTRAK PT KCI membuat inovasi bersama Gojek dengan meluncurkan fitur GoTransit pada aplikasi Gojek. Melalui fitur GoTransit, penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) dapat membeli tiket KRL dengan mudah dan praktis secara non tunai melalui GoPay atau LinkAja tanpa minimal deposit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan fitur GoTransit pada penumpang KRL dengan menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM). Teknik analisis yang digunakan yakni Structural Equation Modelling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan lima dari tujuh hipotesis memiliki pengaruh. Variabel Perceived Ease of Use memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Behavioral Intention, begitu juga dengan Perceived Usefulness terhadap Behavioral Intention. Selain itu, Perceived Ease of Use berpengaruh signifikan terhadap Actual Usage melalui Behavioral Intention dan hal yang sama berlaku untuk Perceived Usefulness terhadap Actual Usage melalui Behavioral Intention. Namun, Perceived Ease of Use dan Perceived Usefulness tidak memiliki pengaruh langsung terhadap variabel Actual Usage.
Analisis Kepuasan Pengguna Trans Metro Deli Dengan Metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) (Studi Kasus: Koridor 5 Tembung – Lapangan Merdeka) Pangaribuan, Lia Agistin Br; Wirawan, I Gede; Pangaribuan, Martha Olivia Pama; Hidayat, Dwi Wahyu
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medan, as the capital city of North Sumatra Province, plays a significant role in the social, cultural, and tourism sectors. Rapid economic growth in this city has resulted in traffic congestion and an inadequate transportation system. The government's introduction of Trans Metro Deli, a Bus Rapid Transit (BRT) service, aims to improve the quality of transportation and reduce congestion. This study was conducted in 2023 using qualitative and quantitative data. Questionnaires were distributed to 100 respondents using Trans Metro Deli buses in the Tembung-Lapangan Merdeka corridor. The data obtained were analyzed using the CSI and IPA methods. The research findings show that the satisfaction level of Trans Metro Deli users reaches 80.19%, which falls into the "satisfied" category. Based on the IPA analysis, some attributes need improvement to enhance user satisfaction, such as security within the bus. Additionally, some attributes, such as service quality, affordability, and empathy, are performing well and need to be maintained. This research contributes to improving the quality of public transportation services in Medan. ABSTRAK Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara mempunyai peran penting dalam sektor sosial, budaya, dan pariwisata. Pertumbuhan ekonomi yang pesat di kota ini menyebabkan kemacetan lalu lintas dan sistem transportasi yang kurang memadai. Kehadiran Trans Metro Deli yang merupakan layanan Bus Rapid Transit (BRT) diperkenalkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan mengurangi kemacetan. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2023 dengan menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Kuesioner didistribusikan kepada 100 responden yang merupakan pengguna bus Trans Metro Deli Koridor Tembung-Lapangan Merdeka. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode CSI dan IPA. Hasil penelitian menampilkan tingkat kepuasan pengguna angkutan Trans Metro Deli mencapai 80,19%, yang termasuk dalam kategori "puas". Berdasarkan analisis IPA, terdapat atribut-atribut yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan pengguna, seperti keamanan di dalam bus. Selain itu, terdapat atribut-atribut yang sudah berkinerja baik dan perlu dipertahankan, seperti pelayanan, keterjangkauan, dan empati. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan transportasi publik di Kota Medan.
Faktor Eksternal Tangible Pemilihan Destinasi pada Kawasan Wisata Semenanjung Bira, Kabupaten Bulukumba Wulansari, Indriaty; Hamid Aly, Sumarni; Ramli, Muhammad Isran; Hustim, Muralia
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose was to determine the tangible external factors in destination selection, including transportation facilities, hospitality, food quality and variety, personal safety, lodging prices, historical and cultural places, shopping, environmental quality, and safety. The quantitative descriptive method is based on data through questionnaires and quantitative analysis. The results are the tangible factors of transportation facilities and hospitality following perceptions. According to perceptions, the food quality and variety factor was 35%, the personal safety factor was 44%, and tourists felt safe. The price of lodging and historical and cultural places is very much in line with perceptions. Regarding shopping facilities, 33% are considered with perceptions, the quality and safety of the environment 41%, and the level of satisfaction 37% of tourists feel satisfied. The results are hoped to be used as a reference for further research in tourism development in Bulukumba Regency. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor ekternal tangible dalam pemilihan destinasi antara lain fasilitas transportasi, keramahtamahan, kualitas dan variasi makanan, keamanan pribadi, harga penginapan, tempat bersejarah dan budaya, shopping, kualitas dan keamanan lingkungan. Metode yang digunakan, yaitu metode deskriptif kuantitatif berdasarkan data melalui kuesioner serta teknik analisis data yakni analisis kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa faktor tangible fasilitas transportasi dan keramahtamahan sangat sesuai dengan persepsi. Faktor kualitas dan variasi makanan 35% menyatakan cukup sesuai persepsi dan faktor keamanan pribadi 44% dari wisatawan merasa aman. Harga penginapan dan tempat sejarah dan budaya sudah sangat sesuai dengan persepsi. Fasilitas shopping 33% dirasa cukup sesuai dengan persepsi, kualitas dan keamanan lingkungan 41% sangat sesuai dengan persepsi dan tingkat kepuasan 37% wisatawan merasa puas dengan segala yang didapatkan selama perjalanan destinasi. Hasil ini diharapkan dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya dalam pengembangan wisata yang ada di Kabupaten Bulukumba.
Strategi Optimalisasi Pemanfaatan Aset Bangunan Stasiun LRT Sumatra Selatan Untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Kartikaningrum, Syarifa Suci; Kuswati, Atik Roro Siti; Imron, Nanda Ahda
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to assess the asset utilization of LRT Sumsel station. Analysis with the AHP method was carried out in 2 ways, namely selecting potential business types and determining strategic station locations. The results showed that the selection of potential business types in the order of tenant/booth was 0.683, ATM Center was 0.178, and Advertising was 0.139, while the selection of strategic stations based on stations that have utilized their assets, namely Asrama Haji Station was 0.361, Ampera Station was 0.195, DJKA Station was 0.177, Bumi Sriwijaya Station was 0.152, Bandara Station was 0.071, and Cinde Station was 0.044, and stations that have not utilized their assets are Polresta Station was 0.283, Demang Station was 0.245, Puntikayu Station was 0.145, Jakabaring Station was 0.117, Dishub Station was 0.095, Garuda Dempo Station was 0.059, and RSUD Station was 0.056. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pemanfaatan aset stasiun LRT Sumsel. Analisis dengan metode AHP dilakukan dengan 2 cara yaitu memilih jenis usaha potensial dan menentukan lokasi stasiun strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan jenis usaha potensial dengan urutan yaitu tenant/booth sebesar 0,683, ATM Center sebesar 0,178, dan Advertising sebesar 0,139, sedangkan pemilihan stasiun strategis berdasarkan stasiun yang sudah memanfaatkan asetnya yaitu Stasiun Asrama Haji sebesar 0,361, Stasiun Ampera sebesar 0,195, Stasiun DJKA sebesar 0,177, Stasiun Bumi Sriwijaya sebesar 0,152, Stasiun Bandara sebesar 0,071, dan Stasiun Cinde sebesar 0,044, serta stasiun yang belum memanfaatkan asetnya yaitu Stasiun Polresta sebesar 0,283, Stasiun Demang sebesar 0,245, Stasiun Puntikayu sebesar 0,145, Stasiun Jakabaring sebesar 0,117, Stasiun Dishub sebesar 0,095, Stasiun Garuda Dempo sebesar 0,059, dan Stasiun RSUD sebesar 0,056.