cover
Contact Name
-
Contact Email
biospecies@unja.ac.id
Phone
+6282234478333
Journal Mail Official
biospecies@unja.ac.id
Editorial Address
Biology Education Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi, Jl. Jambi-Ma.Bulian Km 15 Mendalo Darat, Jambi, Indonesia
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Biospecies
Published by Universitas Jambi
ISSN : 19790902     EISSN : 25030426     DOI : 10.22437
The journal specializes in tropical biology research with a multidisciplinary scope encompassing zoology, botany, microbiology, ecology, environmental science, biotechnology, bioinformatics, and evolutionary biology. Distinct from conventional biology journals, BIOSPECIES emphasizes the integration of biodiversity research with indigenous knowledge systems and innovative approaches rooted in tropical ecosystems.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023" : 10 Documents clear
Analisa Risiko Kesehatan Cemaran Krom dalam Beras di Kecamatan Jetis, Yogyakarta: Health Risk Analysis of Chromium Contamination in Rice in Jetis District, Yogyakarta Sinaga, Wulan Sari; Rahardjo, Djoko; Krismono, Krismono
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.20205

Abstract

The distribution of chromium originating from industrial waste disposal activities into the Opak River can pollute the flow of rice irrigation water which has an impact on food safety, especially rice. This study aims to determine the concentration of hexavalent chromium, the daily intake rate of age groups, and the effect of chromium on health risks. This research was conducted in Jetis District, Bantul, Yogyakarta with 3 sub-district locations: Canden Village, Trimulyo Village, and Sumber Agung Village. The research samples used were 60 rice samples from their own harvest using irrigation water from the Opak River using a random sampling method. Analysis of hexavalent chromium in rice was carried out with a preparation of 15 grams and analyzed using a HACH DR 2700 Spectrophotometer. The results showed that 100% of rice samples in Jetis District were contaminated with hexavalent chromium. The chromium concentration in the 3 villages ranged from 0.054-0.604 mg/kg with the highest mean value of 0.224 mg/kg found in Canden village. The pattern of chromium intake from rice consumption in 3 sub-districts ranged from 0-1909 µg/day with a mean value of 971 µg/day. The average value of chromium intake patterns in 3 sub-districts is far beyond the safe limit set by WHO of 320 µg/day. From the health risk calculations, the Risk Quotient values obtained for the subdistricts of Canden, Trimulyo, and Sumber Agung villages were respectively 3.00, 2.00, and 2.00. The RQ value in 3 sub-districts is above the safe limit set by WHO at RQ > 1. Based on the calculation of the risk of cancer, seen from the ECR value, the results obtained range from 1.E-01 – 2.E-01, this ECR value is far beyond the set safe limit. by WHO is 10-4. Chromium concentration, daily intake rate, consumption patterns, and characteristics of respondents influence health risks. Keywords: Hexavalent Chromium, Rice, Health Risk Analysis   Abstrak Distribusi kromium yang bersumber dari aktivitas pembuangan limbah industri ke Sungai Opak dapat mencemari aliran air irigasi persawahan yang berdampak pada keamanan pangan terutama beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kromium heksavalen, laju asupan harian dari kelompok umur, dan pengaruh kromium terhadap risiko kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Jetis, Bantul, Yogyakarta dengan 3 lokasi kelurahan yaitu Desa Canden, Desa Trimulyo dan Desa Sumberagung. Sampel penelitian yang digunakan adalah beras sebanyak 60 sampel yang berasal dari hasil panen sendiri yang memanfaatkan air irigasi sungai Opak dengan metode random sampling. Analisis kromium heksavalen pada beras dilakukan dengan preparasi sebanyak 15 gram dan dianalisis menggunakan alat Spektrofotometer HACH DR 2700. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% sampel beras di Kecamatan Jetis telah terkontaminasi kromium heksavalen. Konsentrasi kromium pada 3 desa berkisar sebesar 0,054-0,604 mg/kg dengan nilai rerata tertinggi sebesar 0,224 mg/kg terdapat di desa Canden. Pola asupan kromium dari konsumsi beras pada 3 kelurahan berkisar 0-1909 µg/hari dengan nilai rerata sebesar 971 µg/hari. Nilai rerata pola asupan kromium di 3 kelurahan jauh melewati batas aman yang ditetapkan oleh WHO sebesar 320 µg/hari. Dari perhitungan risiko kesehatan, diperoleh hasil nilai Risk Quotient untuk kelurahan desa Canden, Trimulyo, Sumberagung secara berurutan sebesar 3,00, 2,00, 2,00. Nilai RQ pada 3 kelurahan diatas batas aman yang ditetapkan oleh WHO sebesar RQ > 1. Berdasarkan perhitungan risiko terjadinya kanker, dilihat dari nilai ECR diperoleh hasil berkisar1,E-01 – 2,E-01, nilai ECR ini jauh melewati batas aman yang ditetapkan oleh WHO sebesar 10-4. Konsentrasi kromium, laju asupan harian, pola konsumsi, karakteristik responden berpengaruh terhadap risiko kesehatan. Kata kunci: Kromium Heksavalen, Beras, Analisa Risiko Kesehatan
Ekologi Serdang (Livistona sp.) di Kecamatan Sekernan dan Kecamatan Mendahara Ulu: Serdang (Livistona sp.) Ecology in Sekernan Sub-Districd and Mendahara Ulu Sub-District Nursanti, Nursanti; Adriadi, Ade Adriadi; Puji Astuti, Dwi
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.21623

Abstract

Livistona is one of the genera of palm plants with a wide distribution area, ecologically diverse and of horticultural, economic and ecological importance. The Livistona genus is an important ornamental plant species for landscapes, and generally tolerates it as an indoor (Siregar, 2005). The purpose of this study was to determine the ecology of Serdang (Livistona sp.) in Sekernan District and Mendahara Ulu District. This research was conducted in SeptemberOctober 2021 based on the purposive sampling method. The results obtained are Serdang ecology (Livistona sp.) Sekernan and Mendahara Ulu subdistricts found 16 serdang individuals, the composition of vegetation at the study site for tree stadia population was only slightly in secondary forest cover found 8 species of trees, while for oil palm plantations/rubber plantations there were 5 tree species, for the pole level most were found in oil palm plantations/rubber plantations with a total of 5 species while in secondary forest only 3 species, the sapling level was mostly found in oil palm plantations/rubber plantations because in rubber plantations the community allowed their gardens to be grown other than rubber, the seedling rate was mostly found in oil palm/rubber plantations with a total of 29 species with 129 individuals compared to secondary forests. Ecological factors around the herbaceous plants for humidity range from 250C–310C. The condition of the soil at the research site is sandy soil with a pH of 4.00 – 5.06. The slope of the medium-growing area is between 8% to 21%, which means that the herbaceous plant grows on the slope of the sloping to moderately steep area. Keywords: Livistona, Vegetation, Ecological Factors   Abstrak Livistona adalah salah satu dari marga tumbuhan palma yang wilayah penyebarannya lebar, ekologinya beragam dan bernilai penting secara hortikultura, ekonomi dan ekologi. Livistona adalah jenis tumbuhan hias yang penting untuk landskap, dan umumnya toleransi sebagai tanaman dalam ruang (Siregar, 2005). Tujuan penelitian ini mengetahui ekologi serdang (Livistona sp.) di Kecamatan Sekernan dan Kecamatan Mendahara Ulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2021 berdasarkan metode purposive sampling. Hasil penelitian ekologi serdang (Livistona sp.) Kecamatan Sekernan dan Kecamatan Mendahara Ulu ditemukan 16 individu serdang, Komposisi vegetasi dilokasi penelitian stadia pohon populasinya hanya sedikit pada tutupan hutan sekunder ditemukan 8 spesies pohon, sedangkan untuk kebun sawit/kebun karet terdapat 5 spesies pohon, tingkat tiang paling banyak ditemukan di tutupan kebun sawit/kebun karet dengan jumlah 5 spesies sedangkan di hutan sekunder hanya 3 spesies, tingkat pancang banyak di temukan pada tutupan kebun sawit/kebun karet karena pada kebun karet masyarakat membiarkan kebunnya ditumbuhan selain karet, tingkat semai banyak ditemukan di kebun sawit/kebun karet dengan jumlah 29 spesies dengan individu 129 dibandingkan hutan sekunder. Faktor ekologi di sekitar tumbuhan serdang kelembaban berkisar 250C–310C. Keadaan tanah di lokasi penelitian yaitu tanah berpasir dengan pH 4.00 – 5.06. Kemiringan tempat tumbuh serdang antara 8% hingga 21% bearti tumbuhan serdang tumbuh di kemiringan tempat landai hingga agam curam. Kata kunci: Livistona, Vegetasi, Faktor Ekologi
Pengetahuan Lokal Suku Anak Dalam Mengenai Pemanfaatan Tumbuhan yang Berkhasiat Obat di Kawasan Nasional Bukit Dua Belas Sarolangun : Local knowledge of suku anak dalam about the utilization of medical plants in Bukit Dua Belas Sarolangun Nasional Park Area Susanti, Try; Suraida, Suraida; Natalia, Desfaur; Ningsih, Tri
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.26629

Abstract

Orang Rimba (Suku Anak Dalam) has an excellent knowledge of medicine. They are able to distinguish between poisonous plants including processing them. The purpose of this research is to find out the Species of medicinal plants, part of the plants used and how to process the plants by the Anak Dalam Tribe. This research is a qualitative descriptive research. Data is taken through semi-structured interviews, participatory observations and documentation. From the results of research obtained 48 Species of medicinal plants. Of the 48 Species, 12 Species are utilized for fever medicine, 11 Species for skin medicine, 8 Species for stomach pain / digestive problems, 8 Species for birthing drugs, 1 Species of toothache medicine, 1 Species of canker sores, 1 Species of appetite enhancer drugs, 2 Species of cough medicine, 1 Species of flu medicine and 1 Species of malaria medicine. Parts of plants that are often used for medicine are leaves. Processing the plant into an average medicine by boiling and drinking boiled water plants. Keywords: Suku Anak Dalam, Local knowledge, medical plants   Abstrak Orang Rimba (Suku Anak Dalam) memiliki pengetahuan obat-obatan yang sangat baik. Mereka mampu membedakan tumbuhan beracun termasuk mengolahnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tumbuhan obat, bagian dari tumbuhan yang dimanfaatkan dan cara pengolahanny tumbuhan tersebut oleh Suku Anak Dalam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diambil melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif dan dokumentasi. Dari hasil peneitian didapatkan 48 jenis tanaman obat. Dari 48 jenis tersebut,12 jenis dimanfaatkan untuk obat demam, 11 jenis untuk obat kulit, 8 jenis untuk obat sakit perut/masalah pencernaan, 8 jenis untuk obat proses melahirkan, 1 jenis obat sakit gigi, 1 jenis obat sariawan, 1 jenis obat penambah nafsu makan, 2 jenis obat batuk, 1 jenis obat flu dan 1 jenis obat malaria. Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan untuk obat yaitu daun. Pengolahan tanaman tersebut menjadi obat rata-rata dengan cara direbus dan diminum air rebusan tanaman tersebut. Kata Kunci: Suku Anak Dalam, Pengetahuan lokal, Tumbuhan obat
Analisis Kandungan Karbon di Taman Kehati PT Chandra Asri Cilegon: Carbon Content Analysis at Kehati Asri Park PT Chandra Asri Cilegon Marianingsih, Pipit; Mahrawi, Mahrawi; Purnama, Dania; Oktaviani, Hesti; Amelia, Reza; Eliyana, Siti; Karahayon, Yoseph Sugiharto; Febrio, Eren Putra
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.26704

Abstract

CO2 emissions continue to increase every year. The increase in CO2 emissions in Indonesia is caused by an increase in greenhouse gases and the production of CO2 emissions is inseparable from human activities. One of the efforts to reduce CO2 emissions can be done through the Biodiversity Park (Kehati) development program. This study aims to determine the estimation of biomass, carbon stocks and carbon dioxide absorption in PT Chandra Asri's biodiversity park as one of the efforts to reduce carbon emissions. The method used in collecting data on biomass is a non-destructive sampling method using allometric equation analysis to extrapolate biomass. The results showed that the total estimated biomass of all standing categories was 2745 tons/ha, the total carbon stock was 1290.15 tons/ha and the total CO2 absorption was 4734.85 tons/ha. This shows that the carbon stock in Taman Kehati PT. Chandra Asri Cilegon is in the high category because it spans more than 100 tonnes/ha so that PT. Chandra Asri Cilegon can maximize its function as a carbon absorption and storage area to reduce CO2 emissions. Keywords: Allometric equations, biodiversity park, biomassa, carbon dioxide absorption, carbon   Abstrak Emisi CO2 terus mengalami peningkatan di tiap tahunnya. Meningkatnya emisi CO2 di Indonesia diakibatkan oleh meningkatnya gas rumah kaca (GRK) dan produksi emisi CO2 ini tidak terlepas dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Salah satu upaya penurunan emisi CO2 dapat dilakukan melalui program pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkiraan estimasi biomassa, cadangan karbon dan serapan karbon dioksida di taman kehati PT Chandra Asri sebagai salah satu upaya dalam penanganan untuk mengurangi emisi karbon. Metode yang dipakai dalam pengambilan data biomassa yaitu metode nondestructive sampling menggunakan analisis persamaan allometrik untuk mengekstrapolasi biomassa. Hasil penelitian menunjukan jumlah estimasi biomassa semua kategori tegakan sebesar 2745 ton/ha, jumlah cadangan karbon sebesar 1290,15 ton/ha dan jumlah serapan CO2 sebesar 4734,85 ton/ha. Hal ini menunjukkan bahwa cadangan karbon pada Taman Kehati PT. Chandra Asri Cilegon berada dalam kategori tinggi karena berada direntang lebih dari 100 ton/ha sehingga Taman Kehati PT. Chandra Asri Cilegon dapat memaksimalkan fungsinya sebagai salah satu kawasan penyerapan dan penyimpanan karbon untuk untuk mengurangi emisi CO2. Kata kunci: Biomassa, cadangan karbon, persamaan allometrik, serapan karbondikosida, taman kehati 
Uji Daya Hambat Ekstrak Metanol Auricularia nigricans terhadap Candida spp.: Inhibitory Test of Methanol Extract of Auricularia nigricans Against Candida spp. Indrawati, Afina; Pertiwi, Amelya Dyah; Ayuningtyias, Audry Ridho; Subroto, Hillda Widianingtyas; Azizah, Mufidhatul Nur; Handayani, Tutik; Surahmaida, Surahmaida; Lestari, Kinanti Ayu Puji; Yuliarni, Floreta Fiska
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.27451

Abstract

Candida was a fungus that can cause candidiasis infection. Candidiasis could occur of the skin, nails, mucous membranes and the gastrointestinal. The study aims to examine whether Auricularia nigricans methanol extract has the ability to inhibit the growth of Candida albicans, C. glabrata, and C. parapsilosis. Soxhletation was used as the extraction method, and the inhibitory test method involved diffusion paper disk and wells methods. The concentration variations used were 0.2 g/ml, 0.25 g/ml and 0.3 g/ml with 10% DMSO as a negative control. The research results obtained were that no inhibition zones were formed at concentrations of 0.2 g/ml, 0.25 g/ml and 0.3 g/ml so that they were included in the inactive category. Keywords: Auricularia nigricans, Candida, soxhlet method, methanol extract, paper disc and wells method.   Abstrak Candida merupakan jamur golongan khamir yang dapat menyebabkan infeksi kandidiasis. Kandidiasis tersebut dapat terjadi pada kulit, kuku, membran mukosa dan saluran cerna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak metanol Auricularia nigricans dalam menghambat pertumbuhan C. albicans, C. glabrata dan C. parapsilosis. Metode ekstraksi yang digunakan adalah sokletasi selama 10 jam dan metode uji daya hambat antifunginya secara difusi cakram dan sumuran. Variasi konsentrasi yang digunakan adalah 0,2 g/ml, 0,25 g/ml dan 0,3 g/ml dengan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah tidak terbentuknya zona hambat pada konsentrasi 0,2 g/ml, 0,25 g/ml dan 0,3 g/ml sehingga termasuk dalam kategori tidak aktif. Kata kunci: Auricularia nigricans, Candida, metode sokletasi, ekstrak metanol, metode difusi cakram dan sumuran.
Karakter Morfologi Bunga Dan Buah Putat (Barringtonia acutangula (L.) Gaertn.): Morphological Characteristics of Putat Flowers and Fruit (Barringtonia acutangula (L.) Gaertn.) Dewi, Syntiya; Hariyadi, Bambang; Ihsan, Mahya
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.28914

Abstract

This research delves into the morphological characteristics of Putat (Barringtonia acutangula (L.) Gaertn.) in its natural habitat at Tangkas Lake, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. In a landscape where water levels ebb and flow, Putat predominantly swathes the lake, enriching its visual allure and nurturing the area's development into a tourist attraction. The captivating aesthetics of Putat, marked by its distinct and briefly blossoming flowers, enhance the lake's appeal, drawing community interest and tourism. The study is meticulous, utilizing purposive sampling at two strategic locations and employing descriptive analysis supported by visual representations and tables. The findings unveil detailed insights into the plant’s flowers, fruits, and seeds. Putat’s flowers are found to be vibrant, unlimited compound entities, while its fruit evolves from a verdant to a purplish hue upon maturity, encompassing a singular, resilient seed. This in-depth exploration contributes valuable knowledge to the limited existing information, facilitating a deeper understanding of Putat’s unique ecological presence and biodiversity at Tangkas Lake. Keywords: Barringtonia acutangula, Putat, Danau Tangkas, Flower, Morphological character   Abstrak Penelitian ini mengkaji Putat (Barringtonia acutangula (L.) Gaertn.) di habotat alaminya di Danau Tangkas, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Putat yang tumbuh alami di danau memperkaya ekosistem lokal dengan keindahan flora uniknya, dan meningkatkan potensi danau sebagai destinasi wisata. Kajian ini berfokus pada karakterisasi morfologi bunga, buah, dan biji putat, untuk mengisi kekurangan informasi mengenai proses reproduksi tumbuhan ini. Data dikumpulkan menggunakan metode sampling purposif dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bunga putat sebagai bunga majemuk tak terbatas dengan corolla merah yang menarik, dan struktur yang kompleks. Buah putat, berbentuk lonjong dan berkembang dari hijau menjadi hijau keunguan saat matang, serta mengandung biji tunggal yang kokoh. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman lebih lanjut mengenai biodiversitas dan adaptasi ekologi Putat di habitatnya. Kata kunci: Barringtonia acutangula, Putat, Danau Tangkas, Bunga, Morfologi  
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN FENOLOGI PEMBUNGAAN KROKOT (Portulaca oleracea Linn.): Morphological and Phenological Characterization of Purslane Flowering (Portulaca oleracea Linn.) Rianita, Rianita; Pinta Murni
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.28926

Abstract

Information regarding flowering phenology and character of ornamental plants, especially purslane still  limited, therefore further studies are needed to provide additional information for purslane ornamental plant cultivators to produce new varieties and also add to the body of knowledge in the world of education regarding flower development and morphology. The purpose of this study was to determine the flowering phenology and morphological characters of purslane flowers, which in turn could be used as an enrichment material for the practicum on the structure of flower development in the form of a practicum guide. The research was conducted in Jambi Kecil Village. The samples used were 15 purslane flowers, with purposive sampling technique. The data obtained in this study are quantitative data and qualitative data. The method used is the method of observation and data collection. Data obtained by direct observation, qualitative data will be analyzed descriptively and quantitative data will be analyzed by simple statistics. The results showed that the flowering phenology of purslane starts from the emergence of the flower bud phase, small buds, yellowish green buds, enlarged buds, flowers bloom, lay, dry, and fall takes 20 to 26 days. The long blooming period is no more than one day starting from around 08.00 WIB to 16.00 WIB. During the flower development period, the weather conditions at the peak of flower blooming until the flowers fall off are quite stable. The flower petals that fall do not produce fruit, leaving only the base of the flower which becomes dry and brown over time. The characterization results showed that there was no difference in the morphological structure of the flowers, there were only differences in the size and number of flower parts. Key Words :  Phenology,  Morphology, Portulaca oleracea Linn.   Abstrak Informasi tentang fenologi pembungaan dan karakterisasi tanaman hias terutama krokot masih terbatas. Oleh karena itu dibutuhkan kajian lebih lanjut untuk menambah pengetahuan pembudidaya tanaman hias ini, sehingga diharapkan mampu menghasilkan varietas-varietas baru. Seain itu hasil kajian ini diharapkan dapat menambah khazanah ilmu didunia pendidikan mengenai perkembangan dan morfologi bunga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fenologi pembungaan dan karakter morfologi bunga krokot yang selanjutnya hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai salah satu materi pengayaan pada praktikum struktur perkembangan bunga dalam bentuk penuntun praktikum. Penelitian dilakukan di Kelurahan Jambi Kecil. Sampel yang digunakan sebanyak 15 kuntum bunga krokot, dengan teknik pengambilan sample Purposive Sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan dokumentasi. Data didapatkan dengan pengamatan secara langsung, data kualitatif akan dianalisis secara deskriptif dan data kuantitatif akan dianalis dengan statistik sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa fenologi pembungaan krokot dimulai sejak munculnya fase tunas bunga, kuncup kecil, kuncup hijau kekuningan, kuncup membesar, bunga mekar, layu, kering, dan rontok membutuhkan waktu 20 sampai 26 hari. Periode lama mekar adalah tidak lebih dari satu hari dimulai dari sekitar pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Selama masa perkembangan bunga, Kondisi cuaca pada saat puncak mekar bunga hingga bunga rontok cukup stabil. Mahkota bunga yang rontok tidak menghasilkan buah, hanya menyisakan dasar bunga yang lama kelamaan menjadi kering dan kecoklatan. Hasil karakterisasi menunjukkan tidak ada perbedaan dari struktur morfologi bunga hanya terdapat perbedaan pada ukuran dan jumlah bagian-bagian bunga. Kata kunci: Fenologi, Morfologi, Portulaca oleracea Linn.
Pengaruh Ekstrak Buah Bintaro (Cerbera odollam Gaertn.)Terhadap Petumbuhan Jamur Microsporum canis : Pengaruh Ekstrak Buah Bintaro (Cerbera odollam Gaertn.)Terhadap Petumbuhan Jamur Microsporum canis Farya, Anisa Istiq; Harlis, Harlis; Muswita, Muswita; Budiarti, Retni Sulistiyoning; Mataniari, Raissa; Aswan, Dara Mutiara
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.29711

Abstract

This research aims to determine the effect of testing bintaro fruit extract (C. odollam) on the growth of M. canis fungus and to determine the optimal concentration of bintaro fruit extract (C. odollam) on the growth of M. canis fungus. This research used a Complete Randomized Design (RAL) design consisting of 5 treatments, namely P0: ketoconazole control, bintaro fruit extract concentration P1: 25%, P2: 50%, P3: 75%, P4: 100% with 5 repetitions. The parameters observed were the area of the inhibitory zone formed and the optimal concentration of bintaro fruit extract (C. odollam) in inhibiting the growth of M. canis. The data obtained were analyzed using ANOVA and continued with DNMRT test at a 95% confidence level. The results showed that the average diameter of the smallest inhibitory zone in the control was 12.53 mm. The average diameter of the largest inhibitory zone was at 24.10 mm at a concentration of 100% which was not significantly different from the average inhibitory zone at a concentration of 75%, but significantly different from concentrations of 25%, 50% and controls. The conclusion in this research is the effect of giving bintaro fruit extract (C. odollam) on the growth of M. canis fungus and the optimal concentration of bintaro fruit extract (C. odollam) at a concentration of 75%. Keywords: antifungal, Cerbera odollam, fruit extract, Microsporum canis   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengujian ekstrak buah bintaro (C. odollam) terhadap pertumbuhan jamur M. canis dan untuk mengetahui konsentrasi optimal dari ektrak buah bintaro (C. odollam) terhadap pertumbuhan jamur M. canis. Penelitian ini menggunakan rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu P0: kontrol ketokonazole, ekstrak buah bintaro konsentrasi P1: 25%, P2: 50%, P3: 75%, P4: 100% dengan 5 kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah luas zona hambat yang terbentuk dan konsentrasi ekstrak buah bintaro (C. odollam) yang optimal dalam menghambat pertumbuhan M. canis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat yang terkecil yaitu pada kontrol yaitu 12,53 mm. Ratarata diameter zona hambat yang terbesar yaitu pada 24,10 mm pada  onsentrasi 100% yang tidak berbeda nyata dengan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 75%, namun berbeda nyata dengan konsentrasi 25%, 50% dan kontrol. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak buah bintaro (C. odollam) berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur M. canis dan konsentrasi 75% merupakan konsentrasi optimal ekstrak buah bintaro (C. odollam) dalam menghambat pertumbuhan M. canis. Kata kunci: antifungi, Cerbera odollam, ekstrak buah, Microsporum canis  
STRUKTUR POPULASI (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) DI KAWASAN DANAU SARI EMBUN KABUPATEN TANAH LAUT: POPULATION STRUCTURE (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) IN THE LAKE SARI EMBUN AREA, TANAH LAUT DISTRICT Raihani, Salsabila; Dharmono, Dharmono; Amintarti, Sri
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.29796

Abstract

Population structure is defined as an arrangement of age classes in a population. It is very important to study population structure to determine the status and existence of a population so that efforts can be made to control the population in that habitat. Pine is one of the plants found in the Danau Sari Embun area which has the potential to be used as a learning resource based on local content. The results of data analysis show that the population structure of Pine plants in the Danau Sari Embun area was found to be 0 Ind/2.5 Ha in the pre-reproductive phase, 14 Ind/2.5 Ha in the reproductive phase, 0 Ind/2 Ha in the post-reproductive phase. .5 Ha, so that the shape of the pyramid is in the form of a vase or jug with a disturbed base. Keywods: Population Structure, Pinus merkusii, Danau Sari Embun   Abstrak Struktur populasi didefinisikan sebagai suatu susunan kelas umur dalam suatu populasi. Kajian tentang struktur populasi sangat penting dilakukan untuk mengetahui status dan keberadaan suatu populasi sehingga dapat dilakukan upaya untuk penanggulangan populasi dihabitat tersebut. Pinus adalah salah satu tumbuhan yang terdapat di kawasan Danau Sari embun yang berpotensi dijadikan sebagai sumber belajar berbasis muatan lokal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa struktur populasi tumbuhan Pinus di kawasan Danau Sari embun di dapatkan jumlah pada fase pra-reproduktif berjumlah 0 Ind/2,5 Ha, fase reproduktif berjumlah 14 Ind/2,5Ha, fase post-reproduktif berjumlah 0 Ind/2,5Ha, sehingga bentuk piramidanya berbentuk pasu atau kendi dengan dasar terganggu. Kata Kunci: Struktur Populasi, Pinus merkusii, Danau Sari Embun
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KULIT BIJI KAKAO PADA SOFT COOKIES TERHADAP KANDUNGAN GIZI DAN DAYA TERIMA KONSUMEN ANAK USIA SEKOLAH DASAR Medita, Havana Zahra; Rusilanti, Rusilanti; Sukmawati, Dalia
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.29934

Abstract

This research aims to analyze the effect of substitution of cocoa bean shell flour in soft cookies on the nutritional content and consumer acceptability of elementary school age children. The samples in this research were soft cookies substituted for cocoa bean shell flour with three treatments, namely percentages of 10%, 20% and 30%. This research was carried out in the initial stages, namely proximate testing of the nutritional content of soft cookies and organoleptic testing carried out by 20 untrained panelists from Bani Saleh 1 Elementary School students and 20 untrained panelists from Margahayu VIII Elementary School students with assessment aspects including taste, color, aroma, and texture. The results of the proximate test data show that soft cookies meet the national standard quality requirements for nutritional content, namely protein content and fat content. The results of Friedman's test data show that the soft cookies that many students at Bani Saleh 1 Elementary School like are soft cookies with a substitution percentage of 10% with an average value for the taste aspect of 3.80, the aroma aspect of 3.50, and the texture aspect of 3.60. Meanwhile, Friedman's test data shows that the soft cookies that many students at SDN Margahayu VIII like are soft cookies with a substitution percentage of 30% with an average value for the taste aspect of 3.60 and the texture aspect of 3.65. The conclusion of this research is that the best formula for soft cookies substituted for cocoa bean shell flour based on organoleptic tests in two elementary schools and proximate tests that have been carried out is soft cookies with 10% substitution. Keywords: Cocoa Bean Shell Flour, Consumer Acceptability, Nutritional Content, and Soft Cookies   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung kulit biji kakao pada soft cookies terhadap kandungan gizi dan daya terima konsumen anak usia sekolah dasar. Sampel dalam penelitian ini adalah soft cookies subtitusi tepung kulit biji kakao dengan tiga perlakuan, yaitu persentase 10%, 20%, dan 30%. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan awal adalah pengujian proksimat dari kandungan gizi soft cookies  dan pengujian organoleptik yang dilakukan oleh 20 orang panelis tidak terlatih siswa SD Bani Saleh 1 dan 20 orang panelis tidak terlatih siswa SDN Margahayu VIII dengan aspek penilaian meliputi aspek rasa, warna, aroma, dan tekstur. Hasil dari data uji proksimat menunjukkan bahwa soft cookies yang sudah memenuhi persyaratan mutu standar nasional kandungan gizi adalah kadar protein dan kadar lemak. Hasil dari data uji Friedman menunjukkan bahwa soft cookies  yang banyak disukai siswa dan siswi SD Bani Saleh 1 adalah soft cookies dengan persentase substistusi 10% dengan nilai rata-rata aspek rasa 3,80, aspek aroma 3,50, dan aspek tekstur 3,60. Sedangkan dari data uji Friedman menunjukkan bahwa soft cookies yang banyak disukai siswa dan siswi SDN Margahayu VIII adalah soft cookies dengan persentase substistusi 30% dengan nilai rata-rata aspek rasa 3,60 dan aspek tekstur 3,65. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa formula terbaik dari soft cookies substitusi tepung kulit biji kakao berdasarkan uji organoleptik di dua sekolah dasar dan uji proksimat yang telah dilakukan adalah soft cookies dengan substitusi 10%. Kata Kunci: Daya Terima Konsumen, Kandungan Gizi, Soft Cookies, dan Tepung Kulit Biji Kakao.

Page 1 of 1 | Total Record : 10