cover
Contact Name
Jurnal Sosiologi Nusantara
Contact Email
jurnalsn@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsn@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
SOSIOLOGI NUSANTARA
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 24609099     EISSN : 26229617     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Sosiologi Nusantara (JSN) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik, Universitas Bengkulu. Jurnal Sosiologii Nusantara teregistrasi dengan ISSN Print (2460-9099) dan ISSN Online (2622-9617). Jurnal ini menerima artikel ilmiah yang berisi hasil penelitian di bidang sosial humaniora, kajian mengenai kependudukan, gender, pemberdayaan masyarakat. Redaksi tetap menerima naskah artikel yang masih berkaitan dengan topik sosial yang relevan. Jurnal Sosiologi Nusantara terbit sebanyak 2 kali dalam 1 tahun, yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
ANALISIS KEARIFAN LOKAL UPACARA KIRAB PUSOKO DI TEGALOMBO PACITAN SEBAGAI BAHAN AJAR MATA KULIAH ADAT ISTIADAT: Local Wisdom, Pusoko Kirab Ceremony, Teaching Materials, Customs Eka Danik; Ismail Ismail
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.1.19-32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui esensi tradisi upacara kirab Sampuring Selo Reco di Desa Ngreco Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan Jawa Timur sebagai bahan ajar mata kuliah adat dan istiadat dan kelayakan tradisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Berbagai teknik digunakan untuk mengumpulkan data dari lapangan, antara lain observasi mendalam (observasi), wawancara (interview) dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 esensi kearifan lokal tradisi upacara kirab Sampuring Selo Reco yaitu rasa syukur, rasa hormat dan menghargai, serta keharmonisan. Kearifan lokal tradisi upacara kirab Sampuring Selo Reco layak dijadikan sebagai bahan ajar mata kuliah adat istiadat. Aspek kearifan lokal yang merupakan bagian dari adat istiadat kirab pusoko mengandung nilai budaya luhur dalam kaitannya dengan makna adat istiadat daerah. Kata Kunci : Adat Istiadat, Bahan Ajar, Kearifan Lokal, Upacara Kirab Pusoko  
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DENGAN PREFERENSI PEMILIHAN PASANGAN HIDUP PADA REMAJA UMUR 18-24 TAHUN: TRENDS IN PREFERENCE FOR LIFE PARTNERS BASED ON GENDER mastina nopela; Sri Handayani Hanum; Heni Nopianti; Hikmat Zakky Almubaroq
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.1.51-60

Abstract

Sebelum menikah, orang harus melalui proses pembentukan hubungan dengan lawan jenis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada kaitan spesifik gender dalam pemilihan pasangan bagi remaja usia 18-24 tahun. Ada 77 responden dari seluruh populasi dan diambil keseluruhannya dengan menggunakan purposive sampling dan total sampling karena penelitian ini khusus untuk remaja usia 18-24 tahun. Penelitian ini menggunakan teori fungsi struktural dengan teknik analisis chi-square dengan batas kritis 3,841. Hasil penelitian ini menunjukkan:(1) Kriteria mempertimbangkan remaja laki-laki sebagai pasangan yang menarik (2) Kriteria remaja putri adalah calon pasangan dengan penghasilan sendiri dan penghasilan lebih tinggi dengan pekerjaan tetap. Dengan demikian sesuai dengan teori struktur fungsional, yaitu bahwa setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki peran yang berbeda dalam sistem sosial dan preferensi atau pilihannya dalam pemilihan pasangan karena terikat pada struktur yang tetap untuk orang itu.
KESIAPAN DAN KENDALA TRANSFORMASI BIROKRASI DIGITAL DI PEDESAAN : READINESS AND OBSTACLES OF DIGITAL BUREAUCRACY TRANSFORMATION IN RURAL AREAS Ridwan Syam; Atma Ras; Andi Yusuf Habibie
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.1.1-18

Abstract

Perkembangan masyarakat yang terbilang sangat cepat, harus mampu direspon oleh birokrasi dengan melakukan transformasi ke arah digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kesiapan perangkat desa dalam mengimplementasikan birokrasi digital di pedesaan dan kendala yang dihadapi saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Penelitian ini menggunakan kasus di Desa Palakka, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, untuk menggali kesiapan dan kendala dalam mempersiapkan transformasi birokrasi menuju digital. Dalam studi kasus ini, informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dari segi pelayanan administrasi kependudukan dan pelayanan kesehatan di Desa Palakka desa berada dalam tahap adaptasi untuk bertransformasi ke sistem digital. Pada level struktur, penyesuaian ke arah digital dilakukan dengan mengupayakan sarana fisik dan penyediaan aplikasi digital dan himbauan untuk penerapannya. Sementara pada level aktor telah aktif melakukan proses reproduksi struktur dalam mendukung perubahan sistem pelayanan birokrasi menuju digitalisasi. Adapun beberapa kendala yang dihadapi adalah belum maksimalnya infrastruktur jaringan internet sebagai sumber daya yang penting bagi pelaksanaan transformasi digital, dan masih terbatasnya anggaran dalam penyediaan sarana digital, serta masih rendahnya kompetensi digital aparatur dan masyarakat.  Kata Kunci : Birokrasi, Kendala, Pedesaan, Transformasi Digital  
Strategi Pemberdayaan Pemandu Wisata Lokal dalam Menunjang Keberlanjutan Ekonomi dan Sosial Budaya Masyarakat (Studi Pada Desa Adat Ngadas Poncokusumo Kab.Malang): COMMUNITY DEVELOPMENT BASED ON LOCAL WISDOM NGADAS TRADITIONAL TOURISM VILLAGE, PONCOKUSUMO, MALANG REGENCY Rhiza E. Purwanto Rhiza; lidiawati lidiawati; Heri Purwanti
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.1.61-78

Abstract

Akhir-akhir ini destinasi wisata kembali bangkit setelah dilanda pandemi dua tahun terakhir. Desa Wisata Adat Ngadas yang secara administratif berada di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang merupakan salah satu contoh desa yang memiliki sumber daya alam dan kearifan lokal yang sangat potensial untuk lebih berkembang. Meskipun demikian, Desa Wisata Adat ini juga sempat mengalami penurunan pendapatan akibat sepinya kunjungan wisatawan. Terdapat faktor penghambat yang perlu dibenahi dalam memberdayakan masyarakat lokalnya. Perlu adanya strategi pengembangan masyarakat berbasis kearifan lokal dalam mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial budaya masyarakat secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa upaya pengembangan kesejahteraan sosial masyarakat lokal menjadi kurang optimal dikarenakan belum terjadi harmonisasi yang tepat antara pengembangan SDM, kelembagaan kelompok, modal masyarakat maupun usaha lokal produktif. Kata Kunci: Desa Adat Ngadas, Kearifan Lokal,  Pengembangan Masyarakat
KEPEMIMPINAN MAHASISWI DI ORGANISASI DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA : FEMALE STUDENT LEADERSHIP IN STUDENT ORGANIZATION AT THE UNIVERSITY OF NORTH SUMATERA Inge Dwi Hafsari -; Harmona Daulay -
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.1.79-90

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui gaya kepemimpinan, cara berinteraksi serta faktor penghambat bagi perempuan untuk menjadi pemimpin dalam organisasi. Tidak mudah bagi perempuan untuk dapat menjadi seorang pemimpin dalam organisasi dikarenakan berbagai stigma negatif masyarakat kepada perempuan, masyarakat lebih memprioritaskan peran laki-laki dalam bersosial bahkan dalam organisasi atau biasa disebut “patriarki”. Penelitian ini juga ingin melihat seberapa besar faktor lingkungan mempengaruhi perempuan untuk dapat menjadi pemimpin dalam organisasi. Peneilitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini memiliki informan sebanyak 10 orang termasuk 3 pemimpin perempuan dan 7 anggota organisasi (laki-laki dan perempuan) serta 3 organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tidak adanya faktor penghambat yang begitu besar terhadap kesempatan bagi perempuan untuk maju sebagai seorang pemimpin dalam organisasi. Setiap pemimpin perempuan memiliki gaya khas sendiri dalam memimpin organisasinya, tetapi kebanyakan perempuan memilih untuk bersifat androgini, yang artinya mengkombinasikan gaya maskulin dan feminis dalam mengelola organisasi. Interaksi yang dibangun oleh pemimpin perempuan diakui oleh sebagian anggota organisasi kemahasiswaan sangat memiliki peran besar dalam membangun kekeluargaan dan sinergitas antar sesama anggotanya. Budaya patriarki dalam organisasi juga tidak sekuat yang dipikirkan oleh masyarakat sosial, karena mahasiswa laki-laki dan perempuan memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin dalam organisasi kemahasiswaan. Dapat dikatakan bahwa mahasiswa lebih mengutamakan kemampuan daripada gender dalam memilih pemimpin organisasi. Kata Kunci : Kepemimpinan, Mahasiswi, Organisasi, Perempuan
Media Sosial Instagram Sebagai Bentuk Validasi Dan Representasi Diri: SOCIAL MEDIA INSTAGRAM AS A FORM SELF VALIDATION AND REPRESENTATION Winda Situmorang; Rahma Hayati
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.1.111-118

Abstract

Generasi media sosial tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi yang begitu pesat. Media sosial memfasilitasi percakapan di luar jam kerja normal. Platform media sosial paling populer untuk generasi dewasa saat ini adalah Instagram. Seseorang dapat menggunakan Instagram untuk memperoleh validasi dan representasi dirinya untuk membangun identitasnya hanya dengan satu gambar visual. Hal tersebut juga dialami oleh mahasiswa di Kota Medan dalam penggunaaan sosial media Instagram. Dalam penelitian ini ingin mengetahui perilaku mahasiswa menampilkan diri untuk mencapai citra yang diinginkan serta dalam mendapatkan pengakuan dari orang lain melalui unggahan foto yang ditampilkan pada media sosial instagram. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan metode wawancara langsung serta penyebaran kuesioner. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan mahasiswa di Kota Medan dalam mendapatkan pengakuan dari orang lain serta dalam menampilkan diri untuk mencapai citra yang diinginkan memilki cara yang berbeda. Hal ini terjadi akibat adanya kebutuhan yang berbeda pada setiap mahasiswa dalam menunjukkan kesan dan citra diri. Kesan yang ingin diperoleh pun beragam ada yang ingin mendapatkan kesan sebagai seseorang yang memiliki nilai estetika melalui unggahan foto indah, seseorang penggemar senja melalui unggahan langit senja beserta dengan lagu-lagu yang bermakna dan seseorang yang ingin memberi kesan orang-orang yang aktif berorganisasi. Secara umum, mahasiswa di Kota Medan dapat menggunakan platform media sosial Instagram dengan baik karena mereka memahami bahwa platform tersebut hanyalah simbol visual yang telah ditetapkan sebagai keunggulan dalam segala hal, termasuk dari perspektif maksud, tujuan, dan apa pun yang dapat diantisipasi melalui pencantuman gambar visual di profil akun. Kata Kunci:  Instagram, Media Sosial, Representasi diri, Validasi
Kepatuhan Warga Muhammadiyah Terhadap Fatwa Dan Perda Rokok Di Provinsi Bengkulu: Kepatuhan Warga Muhammadiyah Terhadap Fatwa Dan Perda Rokok Di Provinsi Bengkulu Yunarman, Sepri; Ali Akbar Jono; Retni
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.10.1.43-64

Abstract

The dynamics of Muslims are often colored by differences of opinion in viewing a problem that occurs in society, including the issue of smoking laws. In the midst of the debate between Islamic Organizations in viewing the fatwa as haram on smoking, the thing that must be realized is that the number of smokers in Indonesia tends to increase rapidly every year. Bengkulu Province, as one of the provinces with a majority Muslim population, is also the Province with the highest smoking rate in Indonesia. The Regional Regulation on KTR(no smoking area) has been passed, but several main factors have caused the implementation of the Regional Regulation on KTR to be ineffective, namely the low budget and the lack of involvement of community groups in socializing or supervising violators. In fact, the Regional Regulation on KTR has provided space for the participation of community groups to support the implementation of the Regional Regulation. Muhammadiyah organizations in a community group that have the same vision as the Perda (local regulation) KTR by making Fatwa Haram smoking. In addition, the Muhammadiyah Ormas is one of the largest mass organizations in Indonesia with tens of millions of members spread from the center to remote areas. Muhammadiyah organizations have also established several institutions that are concerned with tobacco control, which are centered on several Muhammadiyah campuses. This study aims to determine the implementation of the Fatwa Haram Smoking by the Muhammadiyah Central Leadership in Cadre behavior and the role of Muhammadiyah Organizations in supporting the implementation of the Regional Regulation on KTR in Bengkulu province. This research uses a qualitative approach that is field research. Methods of collecting data with in-depth interviews, observation and documentation. Furthermore, it was analyzed using the Miles and Hubberman model through three stages, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study found that the implementation of the Fatwa Haram Smoking by the Muhammadiyah Central Executive in the behavior of Cadres in Bengkulu was quite good. This is evidenced by the majority of Muhammadiyah administrators in the province who already know and agree with the smoking law and have applied anti-smoking behavior in themselves and their families. Meanwhile, the role of Muhammadiyah organizations in supporting the implementation of the Regional Regulation on KTR in Bengkulu province has not been optimal. This is evidenced by the lack of socialization and education media about Non-Smoking Areas, both at the secretariat office and at the Muhammadiyah Bengkulu Province charity business premises. In addition, the involvement of Muhammadiyah mass organizations to collaborate with the government in the implementation of the Regional Regulation on KTR does not yet exist.
DIMENSI KARAKTER DAN TANTANGAN DALAM PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGIS: CHARACTER DIMENSIONS AND CHALLENGES IN IMPLEMENTING THE PANCASILA STUDENT PROFILE: A SOCIOLOGICAL REVIEW Fadli Anugrah Rivai, Muhammad; Mengge, Buchari; Syam, Ridwan
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.2.119-146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan tantangan penerapan profil pelajar pancasila pada siswa pada jenjang sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu kualitatif dan kuantitatif  untuk menggambarkan dan menjelaskan kasus yang terjadi di SMPN 15 Makassar. Sekolah ini tengah berupaya  menerapkan profil pelajar pancasila untuk membentuk perilaku dari siswa dari latar sosial yang berbeda. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi langsung, kuesioner, dan dokumentasi. Responden penelitian sebanyak 71 orang siswa pada tingkatan kelas VII secara proporsional, dan informan penelitian sebanyak lima orang guru. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan data kualitatif dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya implementasi nilai profil pelajar pancasila di SMP Negeri 15 Makassar melalui pendekatan intrakurikuler, ekstrakurikuler dan kokurikuler. Secara keseluruhan, hasil evaluasi ini mencerminkan upaya yang signifikan dalam menerapkan nilai profil pelajar pancasila melalui berbagai kegiatan, dengan beberapa aspek yang memerlukan perhatian lebih lanjut untuk meningkatkan konsistensi dan kedalaman implementasinya.  Adapun tantangan dalam penerapannya yaitu pada kegiatan intrakurikuler seperti karakter siswa yang berbeda-beda dan ketersediaan sarana dan prasarana. Pada kegiatan ekstrakurikuler seperti kekurangan pelatih dan waktu pengajaran yang terbatas. Pada kegiatan kokurikuler seperti perencanaan proyek dan waktu yang banyak dalam pelaksanaan kegiatan.
The Pengetahuan Siswa SD Mengenai Seksualitas dan Variabel yang Memengaruhinya: ELEMENTARY STUDENTS’ KNOWNLEDGE ABOUT SEXUALITY AND THE FACTORS THAT INFLUENCE IT Apriliani, Adelia; Nanang Martono; Wiman Rizkidarajat
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.2.165-186

Abstract

                                  Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan pendidikan seks dalam keluarga dan akses informasi melalui media sosial dengan pengetahuan mengenai seksualitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penelitian survei. Survei tersebut dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada siswa kelas 5 dan 6 di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Adapun sampel yang digunakan adalah sampel sensus dengan otal sampel sebanyak 115 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden 81,74% mendapatkan pendidikan seks dalam keluarga (X1) yang dikategorikan baik, dan beberapa responden 18,26% mendapatkan pendidikan seks dalam keluarga (X1) yang dikategorikan kurang. Kemudian sebagian besar responden 93,04% memiliki akses informasi melalui media sosial (X2) yang dikategorikan aktif, dan sedikit responden 6,96% memiliki akses informasi melalui media sosial (X2) yang dikategorikan kurang aktif. Selain itu, sebagian besar responden 85,22% memiliki pengetahuan mengenai seksualitas (Y) yang dikategorikan tinggi, dan beberapa responden 14,78% memiliki pengetahuan mengenai seksualitas (Y) yang dikategorikan kurang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan seks dalam keluarga (X1) dengan pengetahuan mengenai seksualitas (Y), dengan nilai r = 0,238 dan nilai signifikansi 0,000   ≤ 0,05. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara akses informasi melalui media sosial (X2) bdengan pengetahuan mengenai seksualitas (Y), dengan nilai r = 0,388 dan nilai signifikansi 0,000 ≤ 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pendidikan seks dalam keluarga dengan pengetahuan mengenai seksualitas pada siswa SD di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kemudian, terdapat hubungan yang positif antara akses informasi melalui media sosial dengan pengetahuan mengenai seksualitas pada siswa SD di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.                                                                                            
Nationalism of Santri Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta : Nasionalisme Santri Muallimin Muhammadiyah Yogakarta Barakah, Fadlan; Ikromatoun, Siti; Amin, Khairul; Halik; Nusuary, Firdaus Mirza
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.2.203-218

Abstract

Nasionalisme adalah syarat penting bagi warga negara untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara, termasuk di Indonesia. Masa depan Indonesia sebagai bangsa juga bergantung pada generasi muda, salah satunya adalah santri Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Artikel ini mengkaji pandangan nasionalisme santri Muallimin, yang merupakan sekolah kader Muhammadiyah. Di masa depan, santri Muallimin akan menduduki posisi-posisi penting di Muhammadiyah dari tingkat ranting sampai pusat. Metode yang digunakan adalah fenomenologi, yaitu metode yang berbasis pada pengalaman subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri Muallimin memiliki pemahaman nasionalisme yang baik, yang berasal dari pemahaman mandiri mereka dan pelajaran agama Islam yang mereka peroleh di Muallimin. Santri Muallimin dapat menjelaskan konsep nasionalisme dan dasar-dasar ajaran islam dalam pandangan nasionalisme mereka. Nasionalisme santri Muallimin adalah nasionalisme religius, yaitu nasionalisme yang diperkuat oleh ajaran islam yang santri Muallimin dapatkan dari proses pembelajaran di Muallimin.