cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : 25022016     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Online of Physics muncul sebagai wadah publikasi ilmiah dibidang fisika murni dan fisika terapan. Jurnal ini terbit secara online dua kali setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini di terbitkan oleh program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi.
Arjuna Subject : -
Articles 300 Documents
TINJAUAN OPEN QUANTUM SYSTEM PADA INTERAKSI BATERAI-CHARGER KUANTUM MODEL OSILATOR HARMONIK DENGAN BEBERAPA VARIASI NILAI KONSTANTA DEPHASING Yogantara, Putu Gede Agus Krisna; Wiguna, Gede Mahendra Sastra Adhi
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.54433

Abstract

Telah dilakukan analisa terhadap model interaksi dari charger dan baterai kuantum. Proses pengisian energi dianalisa menggunakan pendekatan open quantum system. Model dari charger dan baterai kuantum menggunakan model osilator harmonik. Model ini dipilih karena model ini mampu memberikan energi yang lebih besar jika dibandingkan dengan model baterai lainnya. Dinamika dari interaksi ditentukan menggunakan persamaan master yaitu Lindblad Master Equation dengan menghasilkan persamaan gerak dari operator osilator harmonik charger-baterai dengan konstanta dephasing menggunakan pendekatan fungsi tangga. Persamaan energi diperoleh dengan menyelesaikan persamaan gerak untuk mendapatkan first momenta dari operator. Kemudian, dilakukan analisa komputasi dengan berbagai variasi nilai konstanta dephasing. Hasil perhitungan dan pemodelan menunjukkan bahwa energi yang dihasilkan akan memiliki nilai yang besar sebagai akibat dari adanya bantuan interaksi dengan lingkungan. Variasi nilai yang dipilih berkisar antara 0,5 – 2,5 dikarenakan tinjauan yang digunakan adalah tinjauan secara Markovian. Sehingga dapat dikatakan bahwa baterai kuantum memberikan dampak yang lebih baik dibandingkan dengan baterai konvensional  
ELECTRICAL RESISTIVITY-BASED SUBSURFACE CHARACTERIZATION AND GEOTECHNICAL CORRELATION FOR LANDFILL SITE INVESTIGATION IN BULAKAN, CILEGON, BANTEN Zelandi, Muhammad; Tadersi, Risnaliyah Nuriil; Kirana, Febiyora Chandra; Siregar, Anggi Deliana; Ritonga, D.M. Magdalena
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.55250

Abstract

Landfill infrastructure development requires comprehensive subsurface characterization to ensure foundation stability and long-term environmental safety. This study applies Electrical Resistivity Tomography (ERT) using the Wenner electrode configuration along five survey lines (400 m length, 10 m electrode spacing) as the primary characterization method, integrated with geotechnical borehole drilling, Standard Penetration Tests (SPT), and groundwater observations at four boreholes of 10–20 m depth, to evaluate the suitability of Bukit Bulakan, Cilegon, Banten Province for landfill development. Inversion of 2D resistivity sections identifies three principal lithological units: Clayey Sand (0–150 Ω·m, SPT-N 10–36), Silty Sand (150–200 Ω·m, SPT-N 22–50), and Sandstone (200–1,300 Ω·m, SPT-N >50). Resistivity-to-SPT-N correlation demonstrates a consistent positive relationship in which increasing resistivity corresponds to increasing lithological compaction. Weak zones (47–73 Ω·m) identified along three survey lines indicate fault or fracture features that represent potential leachate migration pathways. The Sandstone layer at depths exceeding 10–15 m constitutes the most suitable foundation for landfill construction, while weak zones require targeted mitigation, including geomembrane installation and periodic ERT monitoring. This study confirms that integrating ERT with conventional geotechnical investigation provides substantially more comprehensive spatial subsurface characterization than borehole-only approaches in heterogeneous volcanic geological environments.
CLUSTERING KEJADIAN GEMPA BUMI DARAT DI WILAYAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA DENGAN ALGORITMA K-MEANS Karyanti, Wiji; Yudhana, Anton; Murinto, Murinto
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.55347

Abstract

Berdasarkan pada fakta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan terhadap kejadian gempa bumi darat. Pemahaman yang lebih baik tentang pola spasial gempa bumi sangat penting untuk mitigasi bencana dan perencanaan wilayah. Data gempa bumi yang melimpah memerlukan pendekatan analitis yang canggih untuk mengidentifikasi klaster-klaster kejadian gempa bumi yang mungkin memiliki karakteristik berbeda. Penelitian terdahulu telah menggunakan berbagai algoritma clustering (pengelompokan) seperti K-Medoid, K-Means, DBSCAN, Fuzzy C-Mean, dan lain-lain dengan menggunakan dataset gempa bumi dalam cakupan yang luas misal Indonesia atau Pulau Sumatera. Penelitian ini menggunakan algoritma K-Means dengan dataset gempa bumi dalam wilayah yang lebih sempit yaitu gempa bumi darat di wilayah Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis klaster-klaster kejadian gempa bumi darat di wilayah DIY dan sekitarnya menggunakan metode K-Means untuk mengungkapkan pola spasial yang tersembunyi. Metode yang akan digunakan meliputi pengumpulan data gempa bumi historis, pra-pemrosesan data, penerapan algoritma K-Means, serta interpretasi dan validasi hasil pengelompokan dengan Silhoutte Score. Dari hasil penelitian diperoleh jumlah klaster terbaik adalah k=3 dengan nilai Silhoutte Score 0.6369 yang menunjukkan klaster terpisah secara baik.Tiga klaster tersebut yaitu klaster 0 meliputi wilayah Kab. Gunungkidul bagian timur dan Kab. Klaten bagian barat; klaster 1 meliputi wilayah Kab. Bantul bagian barat, Kab. Sleman bagian tengah dan barat, Kab. Kulon Progo, dan Kab. Purworejo bagian timur; klaster 2 meliputi wilayah Kab. Bantul bagian tengah dan timur, Kab. Gunungkidul bagian barat, dan Kab. Sleman bagian timur
EVALUASI PERFORMA TEMPORAL PADA MODEL HUJAN CORDEX-SEA CMIP5 Aminoto, Tugiyo
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.55471

Abstract

Pemodelan curah hujan menjadi tantangan besar bagi model iklim. Project simulasi CORDEX-SEA melakukan downsacle dari model iklim global dan  menyediakan serangkaian model iklim regional  yang beresolusi tinggi dan terlengkap untuk Asia Tenggara. Terdapat kesenjangan yang cukup besar dalam literatur penelitian mengenai evaluasi performa model curah hujan dalam simulasi ini. Sebagian besar evaluasi yang ada hanya berfokus pada aspek spasial. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa temporal periode tahun 1976-2005 terhadap sembilan model hujan pada database CORDEX-SEA dan dibandingkan dengan data referensi GPCP dan data reanalisis ERA5. Evaluasi kemampuan model dilakukan dengan menggunakan skor Taylor dan bantuan koding Python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada model yang secara konsisten berkinerja baik di semua aspek dan sub wilayah penelitian. Namun model NorESM1_d seringkali mengungguli model lainnya, diikuti oleh HadGEM2_a dan HadGEM2_c. Sebagian besar model di wilayah Laut Cina Selatan dan setengah dari model di wilayah Indonesia memiliki kemampuan rendah. Berdasarkan korelasi siklus tahunan dan analisis Transformasi Fourier (FFT), rata-rata ensemble CORDEX-SEA mengungguli semua model, tetapi tidak dalam analisis tren dan analisis dengan plot wavelet. Temuan ini memberikan wawasan berharga mengenai pemilihan model hujan yang tepat untuk analisis proyeksi iklim di seluruh Asia Tenggara berdasarkan analisis aspek temporal.
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM KENDALI OTOMATIS VAKUM BEAMLINE SIKLOTRON DECY-13 Mawarni, Herlina; Riveli, Nowo; Faizal, Ferry; Taufik, Taufik
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.57539

Abstract

Pada DECY-13 partikel bermuatan dipercepat melewati beamline menuju target dalam kondisi vakum. Namun, pengoperasian vakum memiliki ketergantungan terhadap operator (manual) sulit dilakukan transisi pada tekanan konstan. Oleh karena itu, diperlukan kendali otomatis untuk meminimalisir variasi tekanan transisi akibat bias operasi manual. Pada penelitian ini, PLC digunakan sebagai kendali utama untuk pengoperasian pompa dan katup berdasarkan data dari sensor melalui vacuum gauge display. Kendali vakum dilakukan dengan mengaktifkan pemvakuman tingkat tinggi pada kondisi tekanan transisi dengan memberikan waktu jeda aktivasi komponen untuk mengisolasi jalur pemvakuman. Dilakukan lima kali perulangan dengan tekanan transisi yang ditetapkan sebesar 0,13 torr. Pada tekanan transisi yang sama digunakan variabel bebas berupa waktu jeda pembukaan katup gerbang selama 20s, 40s, dan 60s. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kendali otomatis PLC memiliki konsistensi tinggi dengan transisi yang sama pada setiap perulangannya. Selain itu, variasi jeda pembukaan katup gerbang untuk mencapai tekanan target tercepat adalah selama 20s.  
PENDUGAAN BIDANG GELINCIR DI JORONG SIPARAYO, NAGARI MALAMPAH, KABUPATEN PASAMAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK 2D KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE Adira, Elsa; Akmam, Akmam; Rifai , Hamdi; Sudiar, Nofi Yendri
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.57689

Abstract

Bencana tanah longsor memiliki frekuensi tinggi di Indonesia, salah satunya terjadi di Jorong Siparayo, Nagari Malampah. Deformasi pasca-gempa bumi Pasaman 2022 di wilayah tersebut menyebabkan ketidakstabilan lereng yang memicu terjadinya pergerakan massa tanah melalui bidang gelincir bawah permukaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bidang gelincir menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi dipole-dipole sebanyak 5 lintasan sepanjang 195 meter dengan spasi elektroda 5 meter. Pengolahan data menggunakan bantuan software res2dinv melalui proses inversi least-squares untuk menghasilkan penampang tahanan jenis dua dimensi (2D) sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan nilai tahanan jenis di lokasi penelitian secara keseluruhan berkisar antara 0,0069-17231 . Lapisan tanah penutup terdiri atas lempung jenuh air, aluvium, dan tanah rombakan pasiran dengan nilai tahanan jenis 0,0069-618  pada kedalaman 0 hingga >21 meter. Di bawahnya, terdapat batuan dasar berupa Andesit Masif dengan tahanan jenis tinggi mencapai >17231 . Bidang gelincir teridentifikasi pada batas kontak mekanis antara lapisan penutup gembur yang jenuh air dengan batuan dasar Andesit kompak yang kedap air. Geometri bidang gelincir bervariasi meliputi pola cekungan melandai dengan kedalaman >21 meter hingga pola bergelombang pada segmen lereng atas dengan kemiringan sudut lereng kritis lapangan 31° hingga >42°. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan variasi geometri dan batas lapisan bidang gelincir yang dipicu langsung oleh pergeseran tanah pasca-gempa 2022 di area lereng yang curam.
EDIBLE FILM BIOKOMPOSIT LIMBAH EKSTRAK KULIT SALAK–PATI JAGUNG–GLISEROL: SOLUSI KEMASAN BIODEGRADABLE BERBASIS LIMBAH PERTANIAN Putriani, Putriani; Rani, Sefrilita Risqi Adikaning Rani; Hernawati, Hernawati; Asriani, Asriani
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.58077

Abstract

Edible film berbasis pati menawarkan alternatif kemasan biodegradable, tetapi masih memiliki keterbatasan pada kekuatan mekanik dan sensitivitas terhadap air. Penelitian ini bertujuan menyintesis dan mengevaluasi edible film biokomposit dari pati jagung, gliserol, dan serbuk limbah kulit salak sebagai penguat lignoselulosik melalui metode solvent casting. Formulasi menggunakan 6 g pati jagung, 4 mL gliserol, serta variasi serbuk kulit salak 0,5 g (A), 0,7 g (B), dan 0,9 g (C). Karakterisasi mencakup kuat tarik, elongasi, modulus elastisitas, penyerapan air, biodegradasi, dan spektroskopi FTIR. Kuat tarik meningkat dari 0,271 MPa pada A menjadi 0,752 MPa pada B dan 1,008 MPa pada C. Modulus elastisitas juga meningkat dari 4,46 menjadi 7,10 MPa. Elongasi tertinggi diperoleh pada B sebesar 15,27%, sedangkan C menurun menjadi 14,21%, yang menunjukkan bahwa penambahan penguat pada konsentrasi lebih tinggi meningkatkan kekakuan film. Penyerapan air terendah diperoleh pada A sebesar 4,65%, sedangkan B dan C masing-masing sebesar 27,56% dan 23,43%. Pada hari ke-5, biodegradasi mencapai 28,05% (A), 35,66% (B), dan 100% (C); seluruh formulasi terdegradasi 100% pada hari ke-7. Spektrum FTIR menunjukkan pita O–H, C–H, C=C/H–O–H, C–O, dan daerah sidik jari polisakarida yang mengonfirmasi interaksi fisik antarkomponen. Formulasi B memberikan keseimbangan mekanik terbaik, sedangkan A unggul dalam ketahanan air dan C dalam kekuatan serta laju biodegradasi. Hasil ini menunjukkan adanya trade-off kuantitatif antar sifat dan memperkuat potensi serbuk limbah kulit salak sebagai penguat edible film berbasis pati jagung.  
EVALUASI PENGARUH ASIMILASI DATA SATELIT TERHADAP SIMULASI HUJAN ES MENGGUNAKAN WRF-HAILCAST (STUDI KASUS HUJAN ES YOGYAKARTA, 11 MARET 2025) Oktabrian, Krisna Dwi; Mulsandi, Adi; Fadlan, Ahmad; Mulya, Aditya
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.58583

Abstract

Hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem yang dipengaruhi oleh proses konvektif dan mikrofisika awan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh asimilasi data satelit menggunakan WRF-DA 3DVAR terhadap simulasi hujan es dengan WRF-HAILCAST pada kejadian hujan es Yogyakarta tanggal 11 Maret 2025. Dua eksperimen dilakukan, yaitu tanpa asimilasi (NODA) dan dengan asimilasi data satelit (DAST). Hasil menunjukkan bahwa asimilasi data satelit meningkatkan pembentukan hidrometeor fase es, ditandai dengan konsentrasi cloud water lebih dari 0,06 g/kg, kristal es lebih dari 0,014 g/kg, dan graupel mencapai 0,175 g/kg. Kedua eksperimen menghasilkan estimasi diameter hujan es 10–30 mm dengan diameter maksimum sekitar 25–30 mm. Meskipun tidak meningkatkan diameter maksimum, DAST mampu merepresentasikan lokasi pembentukan hujan es lebih mendekati distribusi ZHAIL radar. Selain itu, nilai koefisien korelasi reflektivitas meningkat dari 0,48 menjadi 0,56, menunjukkan bahwa asimilasi data satelit meningkatkan representasi struktur badai dan lokasi kejadian hujan es.  
PEMETAAN BAHAYA GEMPA BUMI BATUAN DASAR DI KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN PROBABILISTIC SEISMIC HAZARD ANALYSIS Rajagukguk, Martha Lisauli; Muzli, Muzli; Wallansha, Robby; Rahmatullah, Fajri Syukur; Pramono, Sigit
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.58633

Abstract

Kota Makassar merupakan salah satu pusat pertumbuhan di Indonesia bagian timur yang memiliki berbagai infrastruktur strategis sehingga memerlukan informasi bahaya gempa bumi sebagai dasar perencanaan pembangunan dan mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat bahaya gempa bumi di Kota Makassar menggunakan metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak OpenQuake Engine dengan model sumber gempa Indonesia (PuSGeN, 2024) yang meliputi sesar aktif, subduksi, dan background seismicity. Parameter yang dihitung berupa Peak Ground Acceleration (PGA) serta Spectral Acceleration (SA) periode 0,2 detik dan 1 detik pada kondisi batuan dasar untuk probabilitas terlampaui 10% dan 2% dalam 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PGA berkisar 0,0534-0,0565 g untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun dan 0,1120-0,1180 g untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun. Nilai SA periode 0,2 detik berkisar 0,0939-0,0987 g dan 0,2028-0,2133 g, sedangkan SA periode 1 detik berkisar 0,0256-0,0263 g dan 0,0466-0,0482 g. Distribusi bahaya menunjukkan kecenderungan peningkatan pada bagian utara Kota Makassar yang dipengaruhi oleh kontribusi Sesar Walanae. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam evaluasi bahaya seismik serta mendukung perencanaan bangunan tahan gempa dan mitigasi bencana di Kota Makassar.
ANALISIS AKURASI ESTIMASI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT HIMAWARI-9 DENGAN METODE KONVENSIONAL PADA PUNCAK MUSIM HUJAN DI YOGYAKARTA Aslam, Dhaifullah Rafif; Mulya, Aditya; Mulsandi, Adi; Avrionesti , Avrionesti
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.59207

Abstract

Pengukuran curah hujan di Indonesia masih mengalami keterbatasan sebaran alat observasi dikarenakan variabilitas spasial-temporal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa metode Convective Stratiform Technique (CST) dan Modified Convective Stratiform Technique (mCST) memanfaatkan data Satelit Himawari-9 untuk estimasi curah hujan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode puncak musim hujan yaitu 1 Desember 2025 – 28 Februari 2026. Metode mCST merupakan pengembangan dari algoritma CST konvensional yang dilakukan melalui penyesuaian nilai ambang batas intensitas curah hujan, dan luasan rata-rata area piksel agar lebih fleksibel digunakan di wilayah tropis. Metode estimasi berdasarkan suhu puncak awan yang diverifikasi terhadap data 20 titik observasi BMKG menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) dan koefisien korelasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan kejadian hujan di DIY mengikuti pola monsunal dengan frekuensi jam hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari. Secara statistik, metode mCST terbukti lebih andal dibandingkan CST karena mampu mendeteksi kondisi Tidak Hujan 60,53% serta menekan tingkat overestimate yang signifikan pada kategori hujan ringan. Meskipun kedua metode memiliki kendala akurasi spasial karena kompleksitas topografi lokal, mCST berhasil mengeliminasi korelasi negatif yang dihasilkan metode CST di wilayah pesisir.Sehingga metode mCST menjadi alternatif estimasi curah hujan yang lebih akurat dan sesuai untuk diaplikasikan di wilayah DIY dibandingkan metode CST.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3 Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2 Vol. 11 No. 1 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 1 Vol. 10 No. 3 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 3 Vol. 10 No. 2 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 2 Vol. 10 No. 1 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 1 Vol. 9 No. 3 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 3 Vol. 9 No. 2 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 2 Vol. 9 No. 1 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 1 Vol. 8 No. 3 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 3 Vol. 8 No. 2 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 2 Vol. 8 No. 1 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 1 Vol. 7 No. 2 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 7 No 2 Vol. 7 No. 1 (2021): JOP (Journal Online of Physics) Vol 7 No 1 Vol. 6 No. 2 (2021): JOP (Journal Online of Physics) Vol 6 No 2 Vol. 6 No. 1 (2020): JOP (Journal Online of Physics) Vol 6 No 1 Vol. 5 No. 2 (2020): JOP (Journal Online of Physics) Vol 5 No 2 Vol. 5 No. 1 (2019): JOP (Journal Online of Physics) Vol 5 No 1 Vol. 4 No. 2 (2019): JOP (Journal Online of Physics) Vol 4 No 2 Vol. 4 No. 1 (2018): JOP (Journal Online of Physics) Vol 4 No 1 Vol. 3 No. 2 (2018): JOP (Journal Online of Physics) Vol 3 No 2 Vol. 3 No. 1 (2017): JOP (Journal Online of Physics) Vol 3 No 1 Vol. 2 No. 2 (2017): JOP (Journal Online of Physics) Vol 2 No 2 Vol. 2 No. 1 (2016): JOP (Journal Online of Physics) Vol 2 No 1 Vol. 1 No. 2 (2016): JOP (Journal Online of Physics) Vol 1 No 2 Vol. 1 No. 1 (2015): JOP (Journal Online of Physics) Vol 1 No 1 Vol 1, No 1 (2015): JoP More Issue