cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Neo Societal
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
POWER INTERPLAY KEPALA DAERAH DAN PERUBAHAN SUARA PARTAI POLITIK DI TINGKAT LOKAL (Studi Kasus di Kabupaten Muna Barat dan Kota Kendari) La Husen Zuada; M. Najib Husain; Dewi Anggraini
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 3 (2020): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.931 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i3.11363

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi keterkaitan antara interaksi kekuasaan (power interplay) kepala daerah dan perubahan suara partai politik di tingkat lokal. Tulisan ini mengambil kasus perubahan suara Partai Nasional Demokrat (NASDEM) di Kabupaten Muna Barat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Kendari pada pemilu 2019. Tulisan ini bertujuan menguraikan praktek interaksi kekuasaan kepala daerah, serta menjelaskan dampak interaksi kekuasaan terhadap perubahan suara partai politik. Tulisan ini menemukan kepala daerah melakukan interaksi kekuasaan untuk mempengaruhi aparat sipil negara (ASN), mempengaruhi masyarakat, mempengaruhi camat, lurah dan kepala desa dan mempengaruhi partai politik. Permainan kekuasaan yang diperankan kepala daerah sangat efektif dalam meningkatkan jumlah kursi dan memenangkan partai politik pada pemilu 2019. Partai NASDEM Kabupaten Muna Barat yang didukung oleh Bupati berhasil memenangkan Pemilu dan meningkatkan perolehan kursi legislatif dari 2 menjadi 9 kursi (kenaikan 350 %). PKS Kota Kendari yang dipimpin Walikota Kota Kendari berhasil memenangkan Pemilu dan menaikan perolehan kursi dari 4 menjadi 7 kursi (kenaikan 75 %). Peningkatan suara dua partai ini berhasil mendudukan kadernya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,  jabatan yang belum pernah diraih sebelumnya. Pencapaian ini merupakan prestasi yang sangat spetakuler.
KONSTRUKSI MAKNA KOMUNIKASI PADA SIMBOL BUDAYA TARIAN LUMENSE SUKU MORONENE KABAENA Masrul Masrul; La Ode Muh. Umran; Harnina Ridwan; Siti Harmin; La Ode Herman
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 3 (2020): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.613 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i3.13480

Abstract

Konstruksi makna komunikasi pada simbol budaya Tarian Lumense suku Morornene Kabaena. Dengan permaslahan (1) Simbol-simbol budaya yang terdapat pada tarian Lumense suku moronene di pulau Kabaena, (2) Apa makna simbol budaya tarian Lumense dalam kehidupan sosial suku moronene di pulau Kabaena. Metode penelitian ditetapkan obyek berupa para tokoh adat dan mantan penari lumense sekaligus sebagai informan untuk melengkapi data penelitian dengan subyek yakni nilai budaya yang terdapat dalam tarian lumense. Penentuan Informan dilakukan dengan cara penunjukkan langsung (purposive sampling) dengan asumsi bahwa sumber data tersebut memilki kapasitas yang cukup dalam memberikan informasi dan penjelasan mengenai konstruksi makna komunikasi pada simbol budaya tarian lumense di pulau kabaena.  Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan: (1) simbol budaya yang terdapat pada tarian lumense di pulau kabaena meliputi pesan nonverbal meliputi; gerakan anggota tubuh, kostum, alat dan asesoris kelngkapan tarian lumense. (2) makna simbol pesan social yang terdapat pada budaya tarian lumense dalam mempengaruhi aspek kehidupan social masyarakat suku moronene kabaena sebagai bagian dari kodrat kehidupan manusia sebagai ciptaan Allah swt.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI KAMPUNG TANJUNG SIAMBANG KOTA TANJUNGPINANG Desrian Effendi; Endri Bagus Prastiyo
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 4 (2020): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.688 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i4.12739

Abstract

Penelitian ini mencoba melihat bagaimana urgensi dari pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat, pelibatan masyarakat sebagai aktor penggerak dalam pariwisata adalah hal yang harus diutamakan karena masyarakat lokal adalah aktor yang benar-benar memahami bagaimana kondisi dilapangan. Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Lokal di Kampung Tanjung Siambang, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Tulisan ini menunjukkan bahwa proses pengembangan pariwisata di Kampung Tanjung Siambang hal yang menjadi isu utama adalah kemampuan sumber daya manusia yang masih terbatas didalam bidang pengelolaan pariwisata. Hal tersebut terlihat dari penataan pantai dan fasilitas penunjang yang tidak tertata rapi. Selain itu, tidak dilakukannya pelatihan-pelatihan pengembangan kapasistas bagi masyarakat yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah tidak berjalan sehingga kemampuan masyarakat dalam mengelola destinasi wisata hanya didapat secara otodidak oleh masyarakat Kampung Tanjung Siambang.
KEBIJAKAN PUBLIK BAGI INVESTASI DI WILAYAH PERBATASAN (Tata Kelola Investasi di Sektor Pariwisata Kota Batam) Alfiandri Alfiandri; Dhani Akbar
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 4 (2020): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.979 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i4.14194

Abstract

Kontemporer ini industri pariwisata memang bisa dikatakan masih belum menjadi primadona karena masih di bawah angka dari industri manufaktur dan juga pertanian. Hal ini dapat dilihat dari besarnya angka pendapatan ekspor, penyerapan tenaga kerja, kegiatan promosi ekonomi, dan juga peningkatan ekonomi berbasis jasa. Hasil Laporan UNCTAD mengatakan untuk mengembangkan pariwisata di pantai, yang perlu dipastikan pertama kali adalah hak pengelolaan di sejumlah pantai. Karena pulau Batam terdapat beberapa pantai yang potensial untuk dikembangkan di pulau utama dan pulau penyangga dan perlu disiapkan regulasi yang sesuai. Selain regulasi, untuk mengembangkan pariwisata di pantai juga diperlukan adanya perbaikan infrastruktur kota untuk menarik wisatawan mancanegara. Tujuan penelitian ini ialahuntuk analisis dan kajian peneliti yakni studi investasi kepariwisataan di Pulau Batam, khususnya investasi asing langsung di wilayah perbatasan. Metode yang dipakai untuk mendapat data dalam penelitian in adalah metode kualitatif maka ada komponen-komponen metode kualitatif. Pemerintah Kota Batam akan mencari alternatif lain dengan mencari potensi yang lain pada pergeseran tujuan sebagaimana perekonomian global belum pulih Pemerintah Kota mengarahkan ke pergerakan ekonomi di sektor pariwisata.
EFEKTIVITAS PENERAPAN GOOD GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN PARIWISATA DI KABUPATEN KUPANG Zulkhaedir Abdussamad
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 1 (2021): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.328 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i1.15945

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan good governance dalam pengelolaan pariwisata di Kabupaten Kupang, yang diidentifikasi melalui penerapan prinsip visi strategis, partisipasi, konsensus, kemitraan, akuntabilitas dan daya tanggap. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawan-cara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Keabsahan data dalam penelitian ini mengunakan kriteria kepercayaan (credibility) dengan langkah perpanjangan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan pariwisata di Kabupaten Kupang belum berjalan efektif. Dimana, Kabupaten Kupang belum memiliki RIPPDA sebagai pedoman strategis pengembangan pariwisata. Adapun, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata dapat dilihat dari keterlibatan dalam pengelolaan objek wisata serta keterlibatan dalam berbagai berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Namun, secara keseluruhan pemerintah belum dapat membuat suatu penye-lenggaraan pemerintahan yang partisipatif dalam sebuah forum diskusi yang intesif, terutama konsensus dalam tahap perencanaan, implementasi dan peng-awasan. Kemitraan antara aktor pemerintah, masyarakat dan swasta dalam pengelolaan pariwisata juga sangat minim. Begitupun, efektivitas tata kelola pariwisata juga masih rendah dalam memenuhi target PAD. Bahkan tingkat wisatawan menurun pada tahun 2017 dan 2018. Selain itu, daya tanggap pengelola objek wisata sangat rendah dalam pemeliharaan fasilitas penunjang pariwisata.
OPTIMALISASI PENDEKATAN MULTI AKTORTERHADAP SATUAN TUGAS COVID-19 DALAM PENANGANAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT DARURAT Adi Sumandiyar; Hasruddin Nur; Baso Jaya; Irwan Irwan; Arda Arda; Muhammad Yahya; Umar Kamaruddin
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 3 (2021): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.623 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i3.19731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang Optimalisasi Pendekatan Multi Aktor Terhadap Satuan Tugas Covid-19 Dalam Penanganan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptif kualitatif, dengan model pendekatan multisistemik yang digunakan untuk memberikangambaran umum tentang strategi yang digunakan Satuan Tugas Covid-19 untuk menangani penyebaran Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya praktik modal sosial yang dimiliki pada Satuan Tugas Covid-19 dalam penanganan PPKM Darurat dengan menggunakan pendekatan multiaktor. Pendekatan ini diharapkan memberikan solusi yang komprehensif untuk menganalisis berbagai macam bentuk permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat Penerima Bantuan Langsung Tunai Masa Pandemi COVID-19 di Kota Tanjungpinang Emmy Solina; Aspariyana Aspariyana; Mahadiansar Mahadiansar
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 2 (2021): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.102 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i2.17154

Abstract

The purpose of this research is to examine the conditions of the people of Tanjungpinang City who receive Direct Cash Assistance (BLT) which will affect the socio-economic impact during the COVID-19 pandemic. The research method uses descriptive qualitative by using various relevant sources for in-depth analysis of secondary data by looking at the current phenomenon in a crisis condition. The results show that the socio-economic impact of the people of Tanjungpinang City in receiving BLT and not receiving BLT is the presence of new social interactions and efforts to adapt to new environments so that the perspective of adopting new habits can be applied by maintaining health protocols to prevent the spread of the COVID-19 pandemic. In addition, the researchers also gave suggestions to the central government to communicate intensively to local governments so that they continue to supervise the provision of BLT so that it can be allocated to the right target community and be useful in the sustainable use of BLT in Tanjungpinang City.
FAKTOR PENYEBAB ANAK MELAKUKAN TINDAK PIDANA DI KOTA TANJUNGPINANG endri bagus prastiyo; Mila Irawati; Dewi Chrisma Lasmaria; Yulius Hermawan
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 2 (2021): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.873 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i2.17102

Abstract

Tindak pidana merupakan konsekuensi hukum yang harus diterima ketika seseorang melakukan kesalahan, dan tindak pidana bukan saja diterima oleh orang dewasa namun usia anak-anak juga sudah banyak yang melakukan kriminalitas yang membawanya kepada sanksi hukum. Kriminalitas banyak terjadi di perkotaan, salah satunya di Kota Tanjung Pinang, diketahui berdasarkan data yang diperoleh, tindak pidana anak yang terjadi di Kota Tanjungpinang ditahun 2019 mencapai 20 kasus. Hal ini perlu diketahui faktor penyebab anak melakukan perilaku menyimpang sampai keranah hukum, dan penelitian yang akan dilakukan bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui proses wawancara dari 11 kasus yang ada di Kota Tanjung Pinang. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui ada dua penyebab anak melakukan tindak pidana yaitu pertama, Motivasi instrinsik, yaitu anak sudah mengetahui hal yang dilakukannya merupakan hal yang salah namun karena faktor sosialisasi negatif yang diperoleh dari lingkungannya, membuat nya berani melakukan penyimpangan yang melanggar hukum. Kedua, motivasi ekstrinsik, adanya dorongan atau keinginan dari luar diri anak itu sendiri untuk melakukan perbuatan tindak pidana dapat dilihat dari faktor lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, ekonomi dan media massa (elektronik) yang mempengaruhinya
Analisis Sosial Budaya Masyarakat Dalam Upgrading Agribisnis Di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan Mariani Mariani; Dhani Akbar
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 2 (2021): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.416 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i2.17492

Abstract

Kabupaten Tapin pada tahun 2019 merupakan Kabupaten ketiga terbesar dalam produksi padinya.  Padahal untuk tahun 2016 Kabupaten Tapin pernah menjadi konstributor terbesar produksi padi (padi sawah dan ladang) di Kalsel dengan produksi total sekitar 339.504 ton di mana Barito Kuala saat itu produksi hanya 334.345 ton. tujuan dari ditulisnya artikel ini adalah untuk mendapatkan perumusan model pemberdayaan masyarakat yang efektif dan efisien untuk mengembangkan (scaling out) agribisnis komoditas padi yang menguntungkan tersebut dalam skala yang lebih besar kegiatan penelitian ini dirancang sebagai bentuk penelitian kaji tindak (action research). Budaya masyarakat Kabupaten Tapin dalam usahatani padi sangat mendukung pengembangan model agribisnis padi dan motivasi petani yang besar, dimana motivasi dikarenakan pembinaan sebesar 51,61 % dan motivasi yang terjadi akibat kebutuhan sebesar 45,16 % membuat usaha pengembangan model agribisnis padi (padi-jeruk, padi-cabe dan padi-sayuran) bisa sukses. sebanyak 29,03 % masyarakat berpartisipasi, walaupun partisipasi pasif/manipulative, yaitu partisipasi dimana masyarakat yang diberitahu oleh apa yang sedang atau telah terjadi, serta pengumuman sepihak oleh pelaksanaan program tanpa memperhatikan tanggapan masyarakat. Sebanyak 64,52 % kerjasama/kemitraan yang dijalin dan menguntungkan dan 12,90% kerjasama yang dijalin menguntungkan secara finansial dan non finansial.
BUDAYA MITOS SUMBER MATA AIR MOTA UWI DALAM MEWUJUDKAN TERTIB SOSIAL DI DESA NGALUKOJA KECAMATAN MAUROLE KABUPATEN ENDE Zainur Wula
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 3 (2021): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.322 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i3.19748

Abstract

Sumber mata air Mota Uwi di desa Ngalukodja Kabupaten Ende, terletak di wilayah  persekutuan adat Ngalukoja. Desa Ngalukoja memiliki batas wilayah tanah adat  Dai Puu Kaju Enga Koba Aje. Pemimpin adatnya disebut Mosalaki Dai Puu Kaju Enga Koba Aje, yang  memiliki tradisi dan hubungan sosial budaya religius magis dengan seluruh sumber mata air mota uwi. Masalah pokok  “Apakah Budaya Mitos Sumber Mata Air Mota Uwi dapat mewujudkan tertib sosial di desa Ngalukoja? Tujuan  untuk mengetahui  budaya mitos sumber mata air Mota Uwi dalam mewujudkan ketertiban sosial di desa Ngalukodja. Penelitian ini merupakan penelitian sosial budaya, pegumpulan data; pengamatan, indepth interview menggunakan snow ball informan. data dianalisa kualitatif naratif. Sistem sosial budaya dan ritual religius magis terlihat dalam kehidupan masyarakat yang bertujuan agar masyarakat tidak mengeksplorasi hasil hutan di sekitar lokasi sumber mata air Mota Uwi, menebang pohon untuk bahan bangunan dan kayu bakar. Masyarakat meyakini jika memasuki kawasan sumber mata air  tanpa melalui  ritual adat maka bencana alam atau malapetaka akan menimpa individu yang melakukannya tidak terkecuali keluarganya. Sumber mata air Mota Uwi dijaga oleh  arwah leluhur sejak ratusan tahun,  menjaga anak turunannya yang mendiami wilayah persekutuan adat Ngalukodja. Mitos sumber mata air mota uwi, dapat mewujudkan ketertiban, menjaga pengrusakan hutan dan mewujudkan kesinambungan kesemestaan mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan  kebaikan bersama desa Ngalukoja.