cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Neo Societal
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
KEBERHASILAN PENUTUPAN LOKALISASI BALONGCANGKRING DALAM SOCIAL CHANGES PERSPECTIVE Jenny Yudha Utama; Tri Ratna Rinayuhani
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 3 (2021): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v6i3.20626

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat keberhasilan penutupan Lokalisasi Balong Cangkring.Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui prosedur kualitatif yang biasanya berupa wawancara, observasi dan dokumentasi.Pada penelitian ini keberhasilan penutupan lokalisasi Balong Cangkring memperlihatkan perubahan social yang terjadi dilakukan oleh pemerintah dan pengurus yayasan telah membuat terjadi perubahan social secara sempurna pada lokalisasi tersebut. Meski demikian untuk tetap mempertahankan keberhasilnannya ini masih diperlukan kerjasama yang bersinergi dan signifikan dari kedua belah pihak secara berkelanjutan
Potensi Pohon Gelang sebagai Destinasi Wisata Desa Puri Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Rakhmad Saiful Ramadhani; Masniah Ningsih
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 3 (2021): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.712 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i3.19069

Abstract

Setiap kabupaten atau kota tentu memiliki potensi aset yang mana akan berbeda-beda jenis dan bentuknya. Potensi aset tersebut dapat memiliki 4 nilai keuntungan yaitu ekonomi, sosial, budaya maupun politik. Di kabupaten Mojokerto terdapat wilayah kecamatan Puri yang memiliki potensi dalam pembangunan pariwisata berbasis kearifan lokal yaitu Pohon Gelang di desa Puri. Dengan metode analisis deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan data-data mengenai potensi pohon gelang sebagai destinasi wisata desa berbasis kearifan lokal, karena telah memenuhi prinsip-prinsip dan kriteria sebagai desa wisata, yaitu 1)Pohon gelang memiliki potensi daya tarik wisata yang termasuk dari wisata alam; 2)Pohon gelang memiliki komunitas masyarakat yang mendukung keberadaannya sebagai destinasi wisata desa, diataranya  komunitas Pelestari Adat Majapahit; 3)Memiliki potensi sumber daya manusia lokal yang terlibat dalam aktivitas pengembangan desa wisata; 4)Memiliki kelembagaan pengelolaan, yakni Bumdes; 5)Memiliki peluang dan dukungan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana dasar untuk mendukung kegiatan wisata; 6)Memiliki potensi dan peluang dalam pengembangan pasar wisatawan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI ADAPTASI KEPALA KELUARGA PEREMPUAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP DI MAWASANGKA BUTON TENGAH Hasruddin Hasruddin; Jamaluddin Hos; Darmin Tuwu
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 4 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.929 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i4.19452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor apa yang mempengaruhi strategi adaptasi kepala keluarga perempuan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari di Kelurahan Mawasangka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan secara purposive sampling dengan mengambil informan sebanyak 15 orang, yang terdiri dari 1 orang sekretaris kecamatan dan 1 orang Lurah, dan 13 orang kepala keluarga perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi strategi adaptasi kepala keluarga perempuan teridiri dari faktor pendudukung dan faktor pengahmbat. Faktor pendukung meliputi bantuan pemerintah dan Peningkatan Ketarampilan Life Skills. Sedangkan faktor penghambat meliputi perasaan malas dan rendahnya etos kerja.
Modal Sosial Komunitas Anak Bawang dalam Melestarikan Permainan Tradisional Anak Di Kota Surakarta Ayuning Khuratul Jannah Warang; Yosafat Hermawan Trinugraha; Nurhadi Nurhadi
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 3 (2021): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.186 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i3.19723

Abstract

Permainan tradisional merupakan permainan yang diturunkan secara turun temurun dari nenek moyang yang menggunakan alat-alat sederhana dengan unsur budaya sebagai sarana hiburan. Di era sekarang eksistensi permainan tradisional menurun dibandingkan dengan tahun 1990-an akibat perkembangan teknologi canggih. Anak-anak cenderung memainkan permainan modern yang ada di gawai dan tidak banyak anak zaman sekarang yang mengenal permainan tradisional. Komunitas Anak Bawang hadir untuk melakukan upaya pelestarian permainan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui modal sosial Komunitas Anak Bawang dalam melestarikan permainan tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu pengambilan data informan dengan kriteria tertentu. Kriteria tersebut yakni pengurus/anggota komunitas, pengurus/anggota yang masih aktif, serta pihak yang telah melakukan kerjasama dengan komunitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat modal sosial berupa kepercayaan, jaringan sosial dan norma sosial. Serta modal sosial berkaitan dengan upaya pelestarian permainan tradisional
Konstruksi Sosial Petani Menghadapi Banjir Bengawan Solo Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Mondry Mondry
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 3 (2021): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.354 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i3.17300

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konstruksi sosial petani Bojonegoro terkait langka-langkah yang dilakukan dalam menghadapi banjir tahunan Bengawan Solo. Hasil dari konstruksi sosial tersebut, membuat mereka memiliki sikap mendua dalam menyelematkan hasil kerja antara lahan pertanian dan hewan ternak mereka. Terhadap hewan ternak, mereka akan berusaha bertahan menyelamatkan hewan ternaknya dengan sekuat tenaga agar terhindar dari musibah banjir yang melanda. Namun terhadap lahan pertanian, mereka tetap bertahan menanam padi atau tanaman lainnya menjelang musim hujan dan akan nrimo (menerima atau pasrah) ketika lahan pertanian mereka terrendam banjir. Padahal mereka sudah mengetahui bila musim hujan tiba, daerah mereka akan terkena banjir akibat luapan air sungai Bengawan Solo, yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Hal ini merupakan kejadian rutin setiap tahun dan sudah terjadi selama puluhan tahun. Disamping itu, para petani di kabupaten tersebut tidak mengasuransikan hewan ternak dan lahan pertanian mereka sebagai perlindungan, meskipun pemerintah telah menyediakan sarana asuransi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu, sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial petani dalam menghadapi banjir akibat luapan Bengawan Solo, adalah dengan budaya nrimo atau pasrah terhadap keadaan banjir yang melanda. 
KAJIAN PERKEMBANGAN KEARIFAN LOKAL TENUN IKAT DI DESA NGGOREA KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN END Hasti Sulaiman; Ariswan Usman Aje; Anita Anita
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 4 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.826 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i4.20675

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, peneltian ini bertujuan unuk  mengkaji perkembangan kearifan lokal tenun ikat di desa Nggorea, kecamatan Nangapanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya perkembangan dalam kearifan lokal tenun ikat diantaranya proses pembuatan tenun ikat, dahulu bahan dasar pembuatan tenun ikat adalah kapas yang dipilin kemudian dipintal menjadi benang, namun, sekarang sudah beralih menggunakan benang jadi atau benang pabrik. Untuk pewarnaan/pencelupan tenun ikat pada masa dahulu menggunakan pewarnaan alami dengan memanfaatkan ketersediaan alam, namun, sekarang telah menggunakan pewarnaan buatan/babrik (neptol). Untuk  ragam hias /motif tenun ikatnya dahulu motif bernuansa perpaduan flora dan fauna. Sekarang lebih fokus pada ragam hias yang bermotif kembang/ bunga-bunga. Selain ragam hias, fungsi tenun ikatpun demikian, dahulu tenun ikat hanya berfungsi sebagai kain bawahan untuk kaum wanita,pakaian upacara adat tetapi dengan perkembangan teknologi dan kebudayaan fungsi tenun ikat kian berkembang fungsinya seperti pakaian motif etnik, pakaian formal, sandal sepatu Rok dan lain-lain sesuai kebutuhan. Tenun ikat semakin terkenal baik nasional maupun internasional sehingga berdampak pada meningatnya ekonomi masyarakat desa Nggorea secara universal.
SI MISKIN DALAM MEDIA (ANALISIS ISI REPRESENTASI HABITUS KELAS BAWAH DALAM PROGRAM "ORANG PINGGIRAN" TRANS7) Hepi Nursela; Nanang Martono; Elis Puspitasari
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 4 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.75 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i4.20867

Abstract

Artikel ini merupakan penelitian yang menggambarkan habitus kelas bawah dalam tayangan “Orang Pinggiran” Trans7. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis isi kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampel jenuh yakni 137 tayangan “Orang Pinggiran” yang diakses melalui akun Youtube ”TRANS7 OFFICIAL”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan “Orang Pinggiran” lebih sering menampilkan orang tua sebagai tokoh utama dan anak-anak sebagai tokoh pendamping. Habitus kelas bawah yang ditampilkan mulai dari pekerjaan, kondisi tempat tinggal, kondisi fisik, hingga sifat yang dimiliki. Bekerja sebagai penjual makanan keliling, buruh harian lepas, dan penjual kerajinan tangan yang waktu kerjanya tidak menentu dan penghasilannya juga tidak menentu. Serta,  tinggal di desa dengan kondisi tempat tinggal rumah semi permanen yang sudah usang dan kondisi keluarga tidak lengkap menjadi habitus kelas bawah yang dicirikan sebagai orang pinggiran . Selain itu, pekerja keras dan pantang menyerah, dan selalau bersyukur dan ikhlas merupakan sifat positif kelas bawah yang juga ditampilkan dalam tayangan “Orang Pinggiran”. Jadi, semua habitus yang muncul dalam alur cerita tayangan “Orang Pinggiran” menggambarkan ciri hidup kelas bawah.
ANALISIS PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI DALAM KOMUNITAS PETANI PADI SAWAH DI KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN Tanzil Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 4 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.389 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i4.18336

Abstract

Penelitian ini melihat perubahan sosial dan ekonomi dalam komunitas petani sawah telah  mendorong menguatnya jaringan sosial dikalangan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pada aspek sosial dan ekonomi dalam komunitas petani padi sawah di Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Laeya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi dan wawancara mendalam dengan komunitas petani padi sawah. Teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan sosial ekonomi dalam komunitas petani padi sawah di Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan telah memperkuat jaringan sosial dikalangan petani sawah. Walaupun masih ditemukan penggunanan tenaga manusia dalam pengelolaan pertanian tetapi beberapa aspek telah memanfaatkan alat-alat pertanian yang lebih maju. Orientasi  petani dalam usaha pertanian, awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, namun pada saat ini telah mengalami pergeseran, dimana telah memiliki kecenderungan berorientasi pasar. Pemanfaatan alat-alat pertanian modern telah membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas hasil usaha pertanian.
STRATEGI BERTAHAN PENGEMUDI BECAK DALAM UPAYA MENGHADAPI PERSAINGAN TRANSPORTASI ONLINE (Studi Pada Paguyuban Becak Solo Mandiri Pasar Klewer) Iin Ainur Azizah; Yuhastina Yuhastina; Nurhadi Nurhadi
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 4 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.007 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i4.19915

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor pendorong dan strategi bertahan pengemudi becak di tengah adanya persaingan terhadap transportasi online. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus secara purposive sampling. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bertahannya pengemudi becak dipengaruhi oleh faktor rendahnya latar belakang pendidikan, sistem dan beban kerja serta nilai atau pandangan hidup. Kajian ini menemukan tiga strategi yang dilakukan dalam menghadapi persaingan dengan transportasi online yaitu : (1) Strategi menahan diri dilakukan dengan tidak membatasi penentuan tarif untuk penumpang dan menghindari adanya konflik dengan jasa transportasi online; (2) Strategi alternatif subsistensi dilakukan melalui upaya adaptasi dengan menggunakan teknologi telepon genggam untuk berkomunikasi dengan pengguna jasa transportasi becak dan memperluas jaringan dengan mencari pelanggan tetap yang baru; (3) Strategi jaringan sosial dilakukan dengan mengoptimalkan peran hubungan sosial antar anggota paguyuban melalui kegiatan dana sosial yang bersifat sukarela serta memanfaatkan relasi sosial melalui kerjasama
EKSISTENSI USAHA MIKRO, KECIL & MENENGAH (UMKM) SELAMA MASA PANDEMIC COVID-19 DAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) Syaifudin Suhri Kasim; Damsid Damsid; Juhaepa Juhaepa; Ratna Supiyah; Bakri Yusuf; Sarmadan Sarmadan
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 4 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.293 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i4.20894

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan dan menganalisis eksistensi pelaku UMKM di Kabupaten Konawe Kepulauan selama masa pandemic covid 19 dan pemberlakukan  PPKM. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh  melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap informan . Jenis data  sekunder dan  data primer.  Data disajikan dalam bentuk deskripsi dan   analisis. Hasil Penelitian menunjukan bahwa beberapa jenis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sejak virus covid 19  telah mengalami  penurunan pendapatan dan  melakukan alih usaha, disebabkan menurunnya daya beli masyarakat terhadap hasil produk, dan  muncul keresahan sosial dikalangan pelaku UMKM karena  pemerintah telah mengeluarkan lagi kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  yang  berdampak pula pada pembatasan aktivitas UMKM  sehingga eksistensinya terancam keberlanjutannya, seperti usaha Rumah Makan, perdagangan (pedagang komuters, pedagang sembako dll), kerajinan, konveksi dan jasa. Ada  juga  jenis usaha yang justru masih  bisa eksis, seperti usaha agribisnis dan kios pulsa, karena pelaku usaha ini  bisa beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi  yaitu melalui inovasi produk, peningkatan pelayanan kepada konsumen  dan pemasaran secara digital (digital marketing).      Kata Kunci:  Eksistensi, UMKM, Covid 19, Keresahan Sosial, PPKM.