cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "vol. 10 no. 2 (2025)" : 12 Documents clear
WORKSHOP PENGENALAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0 DI SMK NURUL ISLAM GRESIK Suparno Suparno; Muhammad Hafidz Yusuf; Moh. Ririn Rosyidi; Iksan Iksan
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.20877

Abstract

Abstract. Occupational Safety and Health (OSH) is crucial for preventing workplace accidents in industrial environments. Through a Community Service activity at SMK Nurul Islam Gresik, this program aimed to instill an early understanding of the importance of OSH among students, particularly during activities in the machining workshop, which serves as a miniature version of the real working environment. The methods used in this activity included delivering OSH materials through direct presentations, practicing the use of personal protective equipment (PPE), as well as conducting discussion and Q&A sessions to assess the students' understanding of the material presented. The results of the activity showed that students were able to grasp the basic concepts of OSH, as evidenced by their active participation in discussions and their correct use of PPE during practice sessions. In conclusion, early introduction to OSH through an interactive approach effectively enhances students’ awareness and understanding of the importance of workplace safety in the workshop environment. Abstrak. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penting untuk mencegah kecelakaan kerja di lingkungan industri. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMK Nurul Islam Gresik, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang pentingnya K3 kepada siswa sejak dini, khususnya saat beraktivitas di workshop permesinan yang merupakan miniatur dunia kerja sebenarnya.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi K3 secara langsung melalui presentasi, praktik penggunaan alat pelindung diri (APD), serta sesi diskusi dan tanya jawab untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa mampu memahami konsep dasar K3, terbukti dari keaktifan mereka dalam diskusi dan ketepatan penggunaan APD saat praktik.Kesimpulannya, pengenalan K3 sejak dini melalui pendekatan interaktif efektif meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya keselamatan kerja di lingkungan workshop.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK LONTAR SEWU MELALUI NATA DE SIWALAN UNTUK MENDUKUNG POTENSI DESA WISATA DESA HENDROSARI Ni'matur Rohma; Siti Ainuna Rohma; Anggita Shafira Rizky; Pramita Laksitarahmi Isrianto
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.20983

Abstract

Abstract. The Palmyra tree is a type of palm that is versatile, starting from its roots, stems, leaves, fruit, and flowers of the siwalan plant that can be utilized. In East Java Province, especially Gresik Regency, the palm tree is used as an icon for a tourist village, namely Lontar Sewu, which is located in Hendrosari Village, Menganti District. Nira siwalan has almost the same composition as old coconut water, making it possible for legen to be fermented to produce nata. This nira siwalan product innovation aims to empower Lontar Sewu PKK women in using nira siwalan as functional food. We realized this program with the methods of socialization, counseling, mentoring, branding day, and marketing day. In addition to gaining knowledge about processing siwalan sap into nata de siwalan, the partner community also received training in processing nata de siwalan and received a tutorial in the form of paper sheets and outputs in the form of a partner guidebook will be given at the next meeting, which will be able to bridge the partner community for program sustainability. With this training, partner communities can get complete and accurate information.  Abstrak. Pohon lontar/Siwalan merupakan jenis palma yang serba guna, mulai dari akar, batang, daun, buah, hingga bunga dari tanaman siwalan dapat dimanfaatkan. Pada Provinsi Jawa Timur khususnya Kabupaten Gresik pohon lontar dijadikan ikon untuk desa wisata yaitu Lontar Sewu yang terletak di Desa Hendrosari Kecamatan Menganti. Nira siwalan memiliki komposisi yang hampir sama dengan air kelapa tua, sehingga memungkinkan legen dapat difermentasi untuk menghasilkan nata. Inovasi produk nira siwalan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Lontar Sewu dalam menggunakan nira siwalan sebagai pangan fungsional. Program ini kami realisasikan dengan metode sosialisasi, penyuluhan, pendampingan, branding day, dan marketing day. Di samping memperoleh pengetahuan tentang pengolahan nira siwalan menjadi nata de siwalan, masyarakat mitra juga mendapatkan pelatihan pengolahan nata de siwalan dan mendapatkan tutorial pembuatan berupa lembaran kertas serta luaran berupa buku pedoman mitra akan diberikan pada pertemuan selanjutnya yang nantinya dapat menjembatani masyarakat mitra untuk keberlanjutan program. Dengan pelatihan tersebut masyarakat mitra bisa mendapatkan informasi secara lengkap dan akurat.
PEMBENTUKAN EDUAGROWISATA CARU BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA HILIRISASI PRODUK LOKAL DESA BAJANG KECAMATAN MLARAK Niken Sylvia Puspitasari; Muhammad Diaz Supandi; Muhamad Redho Al Faritzi; Muhammad Hafidz Syaputra Utama
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.21401

Abstract

Abstract. Bajang Village in Mlarak District possesses superior potential in grape cultivation that has not been optimally utilized due to technological limitations, traditional marketing management, and weak institutional synergy. Key challenges include low productivity caused by pest infestations, conventional cultivation techniques, and limited marketing relying solely on local networks. The lack of collaboration between the Anggur Caru Club (ACC) and the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) further hinders village development. Addressing these challenges, this community empowerment program was designed to develop EduAgroTourism Caru, a local product downstreaming model integrating grape agribusiness with educational tourism. The implementation method adopts a participatory approach through four stages: (1) problem identification using FGDs and field observations, (2) intensive training on grape cultivation, product processing, and digital marketing, (3) development of grape demonstration plots as learning laboratories, and (4) implementation of the EduAgroTourism Caru digital platform to expand market reach. The program involves strategic collaboration among ACC, POKDARWIS, village government, and Darussalam Gontor University. Results demonstrate significant community capacity improvement, reflected in a 50% income increase, value-added grape products (juice, kripik daun anggurs), and market expansion through digital marketing strategies. The key innovation lies in the green economy concept combining agricultural education, ecotourism, and information technology, creating a sustainable community-based tourism model. This success confirms that multidisciplinary empowerment approaches can effectively solve local product downstreaming challenges. To ensure sustainability, institutional strengthening, targeted village fund allocation, and model replication to similar regions are essential.   Abstrak. Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, memiliki potensi unggulan budidaya anggur yang belum termanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan teknologi, manajemen pemasaran tradisional, dan lemahnya sinergi kelembagaan. Masalah utama meliputi rendahnya produktivitas akibat serangan hama, teknik budidaya konvensional, serta pemasaran terbatas yang hanya mengandalkan jaringan lokal. Minimnya kolaborasi antara Anggur Caru Club (ACC) dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) turut menghambat pengembangan potensi desa. Berangkat dari tantangan tersebut, program pengabdian ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan Eduagrowisata Caru, sebuah model hilirisasi produk lokal yang mengintegrasikan agribisnis anggur dengan pariwisata edukatif. Metode pelaksanaan mencakup pendekatan partisipatif melalui empat tahap: (1) identifikasi masalah berbasis FGD dan observasi lapangan, (2) pelatihan intensif budidaya anggur, pengolahan produk, dan pemasaran digital, (3) pengembangan demplot anggur sebagai laboratorium pembelajaran, serta (4) implementasi platform digital Eduagrowisata Caru untuk memperluas jangkauan pemasaran. Program ini melibatkan kolaborasi strategis antara ACC, POKDARWIS, pemerintah desa, dan Universitas Darussalam Gontor. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat yang signifikan, tercermin dari kenaikan pendapatan 50%, terciptanya produk olahan anggur bernilai tambah (jus, kripik daun anggur), dan perluasan pasar melalui strategi digital marketing. Inovasi utama terletak pada konsep green economy yang memadukan edukasi pertanian, ekowisata, dan teknologi informasi, menghasilkan model desa wisata berkelanjutan berbasis komunitas. Keberhasilan ini menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan multidisiplin dapat menjadi solusi efektif untuk hilirisasi produk lokal. Agar dampaknya berkelanjutan, diperlukan penguatan kelembagaan, alokasi dana desa yang tepat sasaran, serta replikasi model ke wilayah lain dengan karakteristik serupa. 
PELATIHAN PEMBUATAN ARTIKEL DAN PENGGUNAAN AI UNTUK KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL GURU KB -TK ANANDA SURABAYA Wisnu Kristanto; Alfina Citrasukmawati; Suhartini Nurul Azminah
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.21521

Abstract

Abstract. The task of teachers is not only in the learning process, but also in sustainable professional development, where the lack of this development also has an impact on credit scores and hampered teachers' careers. The main obstacle to collecting credit scores is the creation of scientific work or innovative work. The aim of this community service is to improve the ability to write scientific articles among kindergarten teachers which is carried out through material presentation activities and practice of looking for ideas based on problems in class, looking for scientific articles according to problems, creating solutions to problems in class, making paraphrases, and writing lists. library according to reference articles. Indicators of success in this service can be seen from attendance, enthusiasm in asking questions, and increasing teacher ability, where it can be seen that attendance reaches a percentage of 100%, enthusiasm in asking questions reaches a percentage of 75%, and the increase in teacher ability reaches 100%. The conclusion of this activity is that the community service that has been carried out has had a positive impact and there has been an increase in the ability to write scientific articles for Ananda KB-TK teachers.   Abstrak. Tugas guru tidak hanya pada proses pembelajaran, akan tetapi juga pada pengembangan keprofesian berkelanjutan, di mana minimnya pengembangan ini juga berdampak pada angka kredit dan karir guru yang terhambat, kendala utama dari pengumpulan angka kredit ini adalah pembuatan karya ilmiah atau karya inovatif. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan dalam menulis artikel ilmiah di kalangan guru TK yang dilakukan melalui kegiatan pemaparan materi dan praktik mencari ide berdasarkan permasalahan di kelas, mencari artikel ilmiah sesuai permasalahan, membuat solusi dari permasalahan di kelas, membuat parafrase, dan menulis daftar pustaka sesuai artikel rujukan. Indikator keberhasilan dalam pengabdian ini dapat dilihat dari kehadiran, antusiasme dalam bertanya, dan peningkatan kemampuan guru di mana dapat dilihat bahwa kehadiran mencapai persentase 100%, antusiasme dalam bertanya mencapai persentase 75%, dan peningkatan kemampuan guru mencapai 100%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pengabdian masyarakat yang telah dilakukan memiliki dampak positif dan terjadi peningkatan kemampuan dalam menulis artikel ilmiah bagi guru KB-TK Ananda.
PARTISIPASI GAPOKTAN “MULYO ASRI” DI DESA JENGGRIK KABUPATEN NGAWI UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT KEDELAI BERBAHAN KULIT BIJI JAMBU METE Wuye Ria Andayanie; Indah Rekyani Puspitawati; Ratna Mustika Wardhani
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.21573

Abstract

Abstract. Participation comunication for soybean farmers is carried out to reduce the use of chemical pesticides is absolutely necessary in sustainable and environmentally friendly agricultural activities. Farmer extension in community-based service activities aims to determine the level of farmer participation in the implementation of pest and disease control programs on cashew nut shell plants. The method of implementing community-based service uses purposive sampling. Samples were taken from 28 respondents from the Gapoktan "Mulyo Asri". Data collection techniques through direct interviews with farmers based on a list of questions and direct observation of respondents carried out interactively and documentation. The level of farmer participation was measured by inferential statistics using the multivariate analysis method. Evaluation results of the distribution of participation levels in the use of insecticides and antivirals made from cashew nut shells is in the low category with an average percentage of 32.58%. However, after community service activities, there was an increase in farmers' understanding and skills in utilizing cashew nut shell waste as an insecticide and antiviral in controlling pests and diseases in soybean plants. The results of the unpaired t-test for chemical pesticide users were 47.48 ± 7.21. The value can be said to be in the normal category. Meanwhile, the farmer group using herbal pesticides made from cashew nut skins has an average value of 45.13 ± 4.72. This value has a range close to the use of chemical pesticides.   Abstrak. Partisipasi pada petani kedelai dilakukan untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia mutlak sangat diperlukan dalam kegiatan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kegiatan pengabdian berbasis masyarakat bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam pelaksanaan program pengendalian hama dan penyakit pada tanaman berbahan kulit biji jambu mete.  Metode pelaksanaan pengabdian berbasis masyarakat menggunakan purposive sampling. Sampel diambil dari 28 responden dari Gapoktan “Mulyo Asri”. Teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung ke petani berdasarkan daftar pertanyaan dan observasi langsung ke responden yang dilakukan secara interaktif serta dokumentasi. Tingkat partisipasi petani diukur dengan statistik inferensia menggunakan metode analisis multivariate. Hasil evaluasi dari distribusi tingkat partisipasi petani kedelai terhadap kegiatan penggunaan insektisida dan antiviral berbahan kulit biji jambu mete dalam kategori rendah dengan rata-rata persentase 30,84 %.  Namun demikian setelah kegiatan pengabdian berbasis masyarakat terjadi peningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam pemanfaatan bahan limbah kulit biji jambu mete sebagai insektisida dan antiviral dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kedelai.  Hasil uji unpaired t-test pengguna pestisida kimia adalah 47,48 ± 7,21. Nilai tersebut dapat dikatakan pada kategori normal. Sedangkan kelompok tani pengguna pestisida nabati berbahan kulit biji jambu mete mempunyai nilai rata-rata 45,13 ± 4,72. Nilai ini mempunyai rentang mendekati penggunaan pestisida kimia.
INOVASI PRODUK BUMBU PENYEDAP RASA BERBAHAN DASAR IKAN BANDENG, JAMUR SHITAKE DAN LIMBAH KULIT UDANG PADA PELATIHAN DEMONSTRASI UMKM DI KAWASAN WISATA MANGROVE WONOREJO DAN KELURAHAN KEPUTIH SURABAYA Devina Irtanto; Hari Minantyo; Kristian Agung Nugraha; Ivana Graselda; Johanes Marco Poillot; Caecilia Hartaji
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.21724

Abstract

Abstract. This community service initiative utilised local resources in the Wonorejo Mangrove Tourism area of Surabaya and Keputih village, which is abundant in milkfish. The primary objective of the activity was to enhance community knowledge regarding the development of seasoning flour made from milkfish, combined with dried shitake mushrooms, dried shrimp shells, and other basic seasonings. This approach aims to maximize the potential of milkfish beyond conventional processing methods. The activities encompassed education and training for the community through workshops and mentoring on the seasoning flour-making process. The methods employed included a demonstration approach, wherein the community was guided through the mixing procedure with detailed instructions on preparing the ingredients, along with organoleptic testing to assess product quality. The outcomes indicated that the community gained significant knowledge and skills related to seasoning flour production, which has the potential to enhance their economic opportunities and diversify the processing of milkfish. In conclusion, the knowledge gained from developing seasoning flour using milkfish, shitake mushrooms, and dried shrimp shells not only offers economic prospects for the community but also promotes the sustainable use of natural resources in the mangrove area.   Abstrak. Pengabdian masyarakat ini memanfaatkan sumber daya lokal di kawasan Wisata Mangrove Wonorejo dan Kelurahan Keputih di Surabaya, yang kaya akan ikan bandeng. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di kawasan Wisata Mangrove Wonorejo dan Kelurahan Keputih di Surabaya mengenai pengembangan ikan bandeng yang dapat diolah menjadi bumbu penyedap rasa dengan kombinasi jamur shitake kering, limbah kulit udang, dan bumbu dasar lainnya. Pendekatan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi ikan bandeng di luar metode pengolahan konvensional. Kegiatan ini mencakup pendidikan dan pelatihan untuk masyarakat melalui lokakarya dan pendampingan dalam proses pembuatan bumbu penyedap. Metode yang digunakan meliputi pendekatan demonstrasi, di mana masyarakat dibimbing melalui prosedur pencampuran dengan instruksi rinci tentang cara menyiapkan bahan, serta pengujian organoleptik untuk menilai kualitas produk. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang signifikan terkait produksi bumbu penyedap rasa, yang memiliki potensi untuk meningkatkan peluang ekonomi mereka dan mendiversifikasi pengolahan ikan bandeng. Sebagai kesimpulan, pengetahuan yang diperoleh dari pengembangan bumbu penyedap rasa menggunakan ikan bandeng, jamur shitake kering, dan limbah kulit udang kering tidak hanya menawarkan prospek ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mendorong penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan di kawasan mangrove.
PELATIHAN PENDEKATAN STEAM TERINTEGRASI TEKNOLOGI BAGI GURU TINGKAT SEKOLAH DASAR Jeffry Handhika; Tri Candra Wulandari; Nugroho Adi Pramono; Kawakibul Kawakibul
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.21743

Abstract

Abstract.The purpose of this training is to improve pedagogical skills (the use of the PbL/PjBL model with the STEAM Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics approach) and technology integration in teacher learning. By increasing these two abilities, it is expected that the quality of learning will increase and have an impact on students' scientific literacy. The activity was carried out at one of the Madrasah Ibtidaiyah in Malang Regency. The training was designed in the form of delivering pedagogical materials, demonstrations, practices using media, and task. The potential for implementing the PbL & PjBL model with a STEAM approach integrated with technology is in the high category and received positive responses from participants based on the questionnaire. The majority of participants said that the training activities carried out were very useful. Abstrak. Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan pedagogik (penggunaan model PbL/PjBL dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics STEAM) dan integrasi teknologi dalam pembelajaran guru. Dengan meningkatnya dua kemampuan ini diharapkan kualitas pembelajaran meningkat dan berdampak pada literasi sains siswa. Kegiatan dilakukan di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Malang sejumlah 15 peserta. Pelatihan dirancang dalam bentuk penyampaian materi pedagogik, demonstrasi, praktek menggunakan media, dan penugasan. Potensi menerapkan model PbL & PjBL dengan pedekatan STEAM terintegrasi teknologi pada kategori tinggi dan mendapatkan respon positif dari peserta berdasarkan kuisioner. Mayoritas peserta menyampaikan kegiatan pelatihan yang dilakukan sangat bermanfaat.
PEMBERIAN EDUKASI PADA INSIDENSI BALITA STUNTING DI WILAYAH KECAMATAN GUNUNG ANYAR KOTA SURABAYA Wahyuni Dyah Parmasari; Emillia Devi Dwi Rianti; Indah Widyaningsih; Candra Rini Hasanah Putri
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.22046

Abstract

Abstract. The stunting case in Indonesia is a negative trend that must be eradicated. One of the causes of the incidence of stunting is due to a lack of nutritional intake before the mother becomes pregnant, during pregnancy, and after the child is born and grows. Toddlerhood is the golden period that determines the quality of a human's growth and development. This is one of the visions of the Indonesian government to eradicate malnutrition, especially during childhood. In Surabaya, the percentage of stunting still exists, although it is not significant. The community service was held in the Gunung Anyar work area, which is one of the marginal areas in Surabaya city planning.  The purpose of this service is to provide education to cadres and mothers of stunted toddlers about the incident of stunted toddlers in the Gunung Anyar District, Surabaya City. The method of this service is to educate cadre mothers and mothers who have pre-stunting and stunting children. There are toddlers whose height is 90 cm at the age of 60 months (5 years) and 95 cm at the age of 48 months (4 years), this condition occurs in male toddlers. So toddlers 4 years old are already in ideal conditions, but toddlers 5 years old are not in ideal conditions. The incidence of stunted toddlers still exists, so it is a concern. The incidence of stunting is not large, but it must be a special concern, especially for the Surabaya city government, in alleviating the stunting problem to make the city of Surabaya zero stunting.   Abstrak. Kasus stunting di Indonesia merupakan salah satu trend negatif yang harus dientaskan. Salah satu penyebab adanya Insidensi Stunting dikarenakan adanya kurangnya asupan nutrisi dari sebelum ibu hamil, selama masa kehamilan, dan setelah anak tersebut lahir dan tumbuh. Masa balita merupakan periode emas penentu kualitas tumbuh kembang seorang maniusia. Hal ini salah satu visi dari pemerintah Indonesia untuk mengentasan malnutrisi khususnya masa balita. Di Surabaya presentase stunting masih ada, walaupun tidak signifikan. Pengabdian masyarakat diadakan di wilayah kerja Gunung Anyar, yang merupakan salah satu wilayah marginal dalam tata kota Surabaya. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi pada kader dan ibu balita stunting tentang  insiden si balita stunting di wilayah Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya.  Metode dari pengabdian ini dengan mengedukasi ibu-ibu kader dan para ibu yang memiliki anak pra-stunting dan stunting. terdapat balita yang memiliki tinggi badan 90 cm di usia 60 bulan (5 tahun) dan 95 cm diusia 48 bulan (4 tahun), kondisi tersebut terjadi pada balita laki-laki. Maka dengan balita yang berusia 4 tahun sudah masuk dalam kondisi ideal, akan tetapi utuk balita yang berusia 5 tahun masuk dalam kondisi tidak ideal. Insidensi balita stunting masih ada, sehingga menjadi perhatian. Insidensi Stunting didapat angkanya tidak besar tetapi harus menjadi perhatian khusus, khususnya pemerintah kota Surabaya dalam mengentaskan masalah stunting sehingga menjadikan Kota Surabaya yang Zero Stunting.
PENINGKATAN KOMPETENSI DIGITAL GURU DAN MAHASISWA MELALUI WORKSHOP "SERU DAN CERDAS! MENGUASAI PECAHAN DENGAN TIKTOK" Rafika Riana Chn; Zulkardi Zulkardi; Yusuf Hartono; Ely Susanti
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.22504

Abstract

Abstract. Digital transformation in education requires teachers and student teachers to master technology skills as an innovative learning medium. The workshop “Fun and Smart! Mastering Fractions with TikTok” was held as part of a community service activity with the aim of improving participants’ digital competence in designing educational content based on social media. This activity used a service learning approach and was carried out online via Zoom and Google Classroom. A total of 207 participants, consisting of teachers and mathematics education students from various levels, attended the training session in the form of presentations, interactive discussions, and assignments to make fraction learning videos using the TikTok application. The results of the questionnaire showed a positive response from participants towards the implementation of the workshop. A total of 63.6% stated that the facilitator mastered the material well and created an interactive learning environment; 59.1% considered the material relevant and applicable in their work; and 50% felt more confident in applying the knowledge from the workshop. Although only 45.5% of participants considered that the workshop directly improved performance or that TikTok was effective for fraction learning, enthusiasm for this approach remained high. Overall, this workshop proved effective in increasing participants' understanding of the use of social media as a learning tool, as well as providing contextual, enjoyable, and relevant digital learning experiences. This activity strengthens the role of teachers and students as adaptive educators in the digital era.   Abstrak. Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru dan mahasiswa calon guru untuk menguasai keterampilan teknologi sebagai media pembelajaran yang inovatif. Workshop “Seru dan Cerdas! Menguasai Pecahan dengan TikTok” diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan meningkatkan kompetensi digital peserta dalam merancang konten edukatif berbasis media sosial. Kegiatan ini menggunakan pendekatan service learning dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan Google Classroom. Sebanyak 207 peserta, terdiri dari guru dan mahasiswa pendidikan matematika dari berbagai jenjang, mengikuti sesi pelatihan berupa presentasi, diskusi interaktif, dan penugasan pembuatan video pembelajaran pecahan menggunakan aplikasi TikTok. Hasil kuesioner menunjukkan respons positif dari peserta terhadap pelaksanaan workshop. Sebanyak 63,6% menyatakan fasilitator menguasai materi dengan baik dan menciptakan lingkungan belajar yang interaktif; 59,1% menilai materi relevan dan dapat diterapkan dalam pekerjaan; serta 50% merasa lebih percaya diri dalam mengaplikasikan ilmu dari workshop. Meskipun hanya 45,5% peserta menilai bahwa workshop secara langsung meningkatkan kinerja atau bahwa TikTok efektif untuk pembelajaran pecahan, antusiasme terhadap pendekatan ini tetap tinggi. Secara keseluruhan, workshop ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran, serta memberikan pengalaman belajar digital yang kontekstual, menyenangkan, dan relevan. Kegiatan ini memperkuat peran guru dan mahasiswa sebagai pendidik adaptif di era digital.
PELATIHAN METODE HYBRID LEARNING DAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR DAN SEKOLAH MENENGAH DI DESA CANDIREJO KABUPATEN MAGETAN Reza Kusuma Setyansah; Sanusi Sanusi; Davi Apriandi; Restu Lusiana
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.22668

Abstract

Abstract. Training on Hybrid Learning Methods and Educational Media is a strategic initiative to enhance educators’ capacity in the digital era. This activity aimed to strengthen teachers’ understanding of integrating technology into the learning process, while also building their confidence in implementing interactive, adaptive, and effective teaching methods. The training was conducted online on January 23–24, 2025, via the Google Meet platform, involving four qualified speakers and supported by SD Negeri Candirejo 01 and the Candirejo Village Library. The training process comprised coordination, socialization, implementation, and evaluation phases. The results indicated high participant engagement and overwhelmingly positive responses, with most participants giving maximum ratings for the quality of the program, material delivery, and overall usefulness. Although technical issues such as speaker scheduling conflicts and infrastructure limitations were encountered, they did not significantly affect the overall success of the program. This activity also supported teachers’ and students’ adaptive abilities in developing creativity. Evaluation results showed that the training was rated as highly satisfactory, with the highest score (4.75) on the perceived usefulness of the materials. All assessed aspects scored between 4.60 and 4.75, reflecting a high level of satisfaction. The use of Google Meet was considered effective in facilitating full participation. These findings indicate that the training successfully enhanced educators’ capacity to implement Hybrid Learning approaches.   Abstrak. Pelatihan metode Hybrid Learning dan media pembelajaran merupakan strategi penting dalam meningkatkan kapasitas pendidik di era digital. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, serta membangun kepercayaan diri dalam menerapkan metode yang interaktif, adaptif, dan efektif. Pelatihan dilaksanakan secara daring pada 23–24 Januari 2025 melalui platform Google Meet, melibatkan empat narasumber berkompeten dan didukung oleh SD Negeri Candirejo 01 serta Perpustakaan Desa Candirejo. Proses pelatihan meliputi tahap koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan partisipasi tinggi dan respons positif dari peserta, dengan mayoritas memberikan penilaian maksimal terhadap kualitas kegiatan, penyampaian materi, dan kebermanfaatan pelatihan. Kendala teknis seperti ketidaksesuaian jadwal pemateri dan keterbatasan infrastruktur masih ditemukan, namun tidak mengurangi keberhasilan program secara keseluruhan. Kegiatan ini juga mendukung kemampuan adaptasi guru dan siswa dalam mengembangkan kreativitas. Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan dinilai sangat baik oleh peserta, dengan skor tertinggi pada aspek kebermanfaatan materi (4.75). Seluruh aspek berada pada rentang 4.60–4.75, mencerminkan kepuasan tinggi. Pelaksanaan daring melalui Google Meet dinilai efektif dan mendukung keterlibatan penuh peserta. Temuan ini menunjukkan pelatihan berhasil meningkatkan kapasitas pendidik dalam penerapan Hybrid Learning.

Page 1 of 2 | Total Record : 12