cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 261 Documents
PENDAMPINGAN PENDESAINAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PMRI BAGI GURU KABUPATEN MUSI RAWAS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI PESERTA DIDIK Zulkardi, Zulkardi; Putri, Ratu Ilma Indra; Somakim, Somakim; Kurniadi, Elika; Sukmaningthias, Novika; Simarmata, Ruth Helen
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i2.11376

Abstract

Abstract. In preparing the learning process in the classroom, teachers must prepare learning tools. Learning tools consist of a syllabus, lesson plans, student worksheets, and assessments in the form of tests and non-tests. This service activity aims to provide training and the application of research related to the development of learning tools for middle school mathematics MGMP teachers, and to find out the response of high school Mathematics MGMP teachers to the assistance in developing learning tools provided. This community service implementation model is a mentoring model to improve teacher professionalism in preparing teaching and learning activities, especially in preparing learning tools, the need for basic understanding of theory, and its application. The number of participants who attended this activity was 33 mathematics teachers from Musi Rawas district. Overall, the implementation of this service activity went smoothly without any significant obstacles, only some participants were left from the Zoom meeting when the activity was carried out in sync due to signal interference. The results of the satisfaction response questionnaire analysis get positive results Abstrak. Dalam mempersiapkan proses pembelajaran di kelas, para guru harus menyiapkan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran terdiri dari silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kerja peserta didik, serta lembar penilaian baik berupa tes maupun non tes. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan penerapan penelitian yang berkaitan dengan pengembangan perangkat pembelajaran bagi guru – guru MGMP matematika sekolah menengah, dan mengetahui respon guru -guru MGMP Matematika sekolah menengah terhadap pendampingan pengembangan perangkat pembelajaran yang diberikan. Model pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah model pendampingan untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam mempersiapkan kegiatan belajar mengajar, terutama dalam menyusun perangkat pembelajaran, di mana diperlukan pemahaman dasar teori serta pengaplikasiannya. Jumlah peserta yang menghadiri kegiatan ini sebanyak 33 orang guru matematika dari kabupaten Musi Rawas. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berjalan lancar tanpa ada hambatan yang berarti, hanya saja terdapat beberapa peserta yang terkeluar dari Zoom meeting saat pelaksanaan kegiatan berlangsung secara synchronous dikarenakan gangguan signal. Hasil analisis angket respon kepuasan mendapatkan hasil yang positif  
MEMBANGKITKAN SELF AWARENESS IN MARRIAGE MELALUI LAYANAN INFORMASI DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI PERKAWINAN Hasneli, Hasneli; Aulia, Rahmadianti; Alfaiz, Alfaiz
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i2.11136

Abstract

Abstract. Providing information services on the psychology of marriage to course participants as prospective brides in the KUA District of Lubuk Kilangan Padang City, this is based on the phenomenon of a fairly high marriage rate, namely 40 pairs per month, and indications of divorce each year reaching 100 cases. Therefore, it is important to be given provision regarding the psychology of marriage to the prospective bride and groom. The purpose of this service is to raise awareness of the nature of the prospective bride and groom and foster an understanding of a Sakinah, mawadah and merciful household from a psychological perspective. The method used is divided into 3 phases, namely Seminar and Discussion, Pocket Book on Marriage Psychology and Creating Whatsapp group and providing counseling to the group. The total number of participants was 44 people / 22 couples. The result of this service is that service participant members gain knowledge, understanding, and skills in dealing with and undergoing the marriage process and fostering their household. Abstrak. Pemberian layanan informasi psikologi perkawinan kepada peserta kursus sebagai calon pengantin di KUA Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, hal ini didasari oleh fenomena angka perkawinan yang cukup tinggi yaitu 40 pasang per bulan, dan indikasi perceraian setiap tahunnya mencapai 100 kasus. Oleh karena itu, penting untuk diberikan bekal mengenai psikologi pernikahan kepada calon pengantin. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan fitrah calon pengantin dan menumbuhkan pemahaman tentang rumah tangga yang sakinah, mawadah dan rahmah dari segi psikologis. Metode yang digunakan terbagi menjadi 3 tahap yaitu Seminar dan Diskusi, Buku Saku Psikologi Perkawinan dan Membuat grup Whatsapp serta memberikan penyuluhan kepada kelompok tersebut. Jumlah peserta sebanyak 44 orang/22 pasangan. Hasil dari pengabdian ini adalah peserta pengabdian memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam menghadapi dan menjalani proses perkawinan dan membina rumah tangganya.
PERAN E-COMMERCE DALAM MENGEMBANGKAN USAHA SANDAL SPON DI DESA KARANGREJO KECAMATAN GEMPOL KABUPATEN PASURUAN Azizah, Zahrotul; Fitrianah, Listin; Purnama, Agus Rachmad
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i2.12579

Abstract

Abstract. Electronic Commerce (E-Commerce) is a marketing system using electronic media. E-commerce is an alternative choice for buyers during the pandemic because apart from being easy to use, buyers and sellers do not need to make direct contact. Aldiva Sponge Slippers UMKM located in Karangrejo Village, Gempol District, Pasuruan Regency is one of the UMKM that has not used E-Commerce. Partners have limitations in the marketing sector, namely they still do not have Human Resources (HR) in charge of marketing. Partners also do not have specific marketing media, especially online media, so sales are not maximized. The implementation of the service aims to overcome the problems faced by partners in details, namely the team developing e-commerce websites for partners, holding training on the operation of e-commerce websites, filling out e-commerce website content, and continuing with assistance. The implementation method used during the training was that the team invited all employees of the Aldiva Sponge Sandal SMEs and local village officials to take part in the training delivered by competent speakers in the field of digital marketing. The result of the activity is that the training participants benefit from the training held and are motivated to explore e-commerce. Partners already have new media for sales so that turnover increases. Abstrak. Electronic Commerce (E-Commerce) adalah sistem pemasaran menggunakan media elekronik. E-commerce menjadi alternatif pilihan pembeli di masa pandemi karena selain penggunaannya yang mudah, pembeli dan penjual tidak perlu melakukan kontak langsung. UMKM sandal spon Aldiva yang berlokasi di Desa Karangrejo Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu UMKM yang belum menggunakan E-Commerce. Mitra memiliki keterbatasan pada sektor pemasaran yaitu masih belum memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertugas di bidang pemasaran. Mitra juga belum memiliki media pemasaran yang spesifik khususnya media online sehingga penjualan belum maksimal. Pelaksanaan pengabdian bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi mitra dengan rincian yaitu tim membuatkan website e-commerce untuk mitra, mengadakan pelatihan tentang pengoperasian website e-commerce, melakukan pengisian konten website e-commerce, dan dilanjutkan dengan pendampingan. Metode pelaksanaan yang digunakan selama pelatihan adalah tim mengundang seluruh karyawan UMKM sandal Spon Aldiva dan perangkat desa setempat untuk mengikuti pelatihan yang disampaikan oleh pemateri yang kompeten dibidang pemasaran digital. Hasil dari kegiatan yaitu peserta pelatihan memperoleh manfaat dari pelatihan yang diadakan dan termotivasi mendalami e-commerce. Mitra sudah mempunyai media baru untuk penjualan sehingga omset meningkat.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI DENGAN TEKNIK KETERAMPILAN DALAM BERKOMUNIKASI Dharmanto, Agus; Astuti, Hani; Dewi, Nita Komala
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i2.13176

Abstract

Abstract. Self-development education activities in schools have begun to be included in the learning curriculum to explore and develop students' interests and talents so that they grow according to their abilities. Due to several problems experienced by Taman Harapan School, Bekasi, students are still unable to determine the interests, interests, desires that suit themselves, especially when going to college or the world of work. In connection with these problems, abdimas activities aim to help students to be able to develop themselves with skilled techniques in communication so that they can determine interests, interests, desires that suit themselves. The method is carried out by giving lectures, training, and mentoring students on how to develop self-potential and communication skills which was carried out for 3 (days) from 11 to 13 June 2022 at the Taman Harapan School Hall attended by 30 students. The results of this activity where participants' understanding increased and their communication skills also increased, as seen from the results of the pre-test and pors-test, namely 19%. The conclusion is that this training received good appreciation from the participants and the school and the obstacles faced were the lack of time where this training activity required intense time so that students could better understand their potential and communicate well. Abstrak. Kegiatan pendidikan pengembangan diri di sekolah sudah mulai masuk dalam kurikulum pembelajaran guna menggali dan mengembangkan minat dan bakat siswa agar tumbuh sesuai dengan bakat yang dimiliki. Dikarenakan adanya beberapa permasalahan yang dialami Sekolah Taman Harapan, Bekasi yakni siswa masih belum dapat menentukan ketertarikan, minat, keinginan yang sesuai dengan diri khususnya saat akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau dunia kerja. Berkaitan dengan permasalahan tersebut maka kegiatan abdimas bertujuan membantu siswa untuk bisa mengembangkan dirinya dengan teknik terampil dalam berkomunikasi sehingga dapat menentukan ketertarikan, minat, keinginan yang sesuai dengan dirinya. Metode yang dilakukan dengan memberikan ceramah, pelatihan, dan pendampingan kepada siswa mengenai cara mengembangkan potensi diri dan keterampilan dalam berkomunikasi yang dilaksanakan selama 3 (hari) mulai dari tanggal 11 sampai 13 Juni 2022 di Aula Sekolah Taman Harapan dihadiri oleh 30 orang siswa. Hasil kegiatan ini dimana pemahaman peserta mengalami peningkatan dan kemampuan dalam berkomunikasi juga meningkat terlihat dari hasil pre-test dan pors-test yakni 19%. Kesimpulannya bahwa pelatihan ini mendapatkan apresiasi yang baik dari peserta maupun sekolah dan kendala yang dihadapi yakni waktu yang kurang dimana kegiatan pelatihan ini membutuhkan waktu yang intens agar siswa dapat lebih memahami mengenai potensi diri dan berkomunikasi yang baik. 
PELATIHAN WEBSITE E-COMMERCE UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN BUDIDAYA AGLONEMA PADA HEND'Z FLORIST AGLONEMA SAWANGAN DEPOK Sunarti, Sunarti; Wulandari, Dewi Ayu Nur; Kuspriyono, Taat; Salvana, Alsa Diva; Nisa, Navira Aura; Anwar, Syafina; Fatiha, Syalysia Luna; Rahmawati, Winda
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i2.13098

Abstract

Abstract. Aglonema is an ornamental plant that currently has a lot of fans. Aglonema has economic value. There are so many aglonemas in Hend'z Florist Aglonema Sawangan Depok. There are problems faced by Hend'z Florist Aglonema in his cultivation in marketing using only social media such as youtube and conventional word of mouth. Answering the problems of the service team making information technology based on e-commerce websites. The purpose of this activity is to utilize science and technology (IPTEK) for aglonema cultivation business strategy for the creation of welfare based on e-commerce websites. The stages of implementing this service are carried out by providing socialization, training, mentoring, evaluation, simulation, monitoring, and sustainability. The method used is learning by doing, for this method begins with a direct field review to monitor and evaluate the results of the training that has been carried out. The mentoring process in this service includes socialization, training, evaluation, simulation, monitoring, and evaluation. From the results of the assistance carried out by partners, they were able to apply the use of technology by 88%, helping to increase knowledge and skills in the field of digital marketing by 85% and being able to increase the partners' income. To ensure the success of the implementation of community service, the evaluation stage will be carried out at each stage of program development. Abstrak. Aglonema merupakan tanaman hias saat ini banyak sekali peminatnya. Aglonema memiliki value ekonomis. Banyak sekali aglonema ada pada Hend'z Florist Aglonema Sawangan Depok. Ada permasalahan yang dihadapi Hend'z Florist Aglonema pada budidayanya dalam pemasaran hanya menggunakan media sosial seperti youtube dan konvensiaonal dari mulut ke mulut. Menjawab permasalahan tim pengabdi membuat teknologi informasi berbasis website e-commerce. Tujuan kegiatan ini memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk strategi bisnis budidaya aglonema demi terciptanya kesejahteraan berbasis website e-commerce. Tahapan-tahapan terlaksananya pengabdian ini dilakukan dengan pemberian sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, simulasi, monitoring dan berkelanjutan. Metode yang digunakan ialah learning by doing, untuk metode ini diawali peninjauan langsung kelapangan hingga monitoring dan evaluasi dari hasil pelatihan yang sudah terlaksana. Proses pendampingan dalam pengabdian ini seperti sosialisasi, pelatihan, evaluasi, simulasi, monitoring dan evaluasi. Dari hasil pendampingan yang dilakukan mitra mampu menerapkan penggunaan teknologi sebesar 88%, membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dibidang digital marketing sebesar 85% dan dapat menaikkan pendapatan mitra tersebut. Untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan pengabdian masyarakat, maka tahapan evaluasi akan dilakukan pada setiap tahap pengembangan program.     
PEMANFAATAN IKAN Chanos chanos SEBAGAI PRODUK ENTREPRENEUR DI KECAMATAN BALONGAN Lissa, Lissa; Hamidah, Idah; Nurazizah, Eva; Lutfiat, Nina; Antika, Rindi
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i2.13162

Abstract

Abstract. The purpose of this service is to optimize the potential of natural and human resources so that they have better economic value. In this case, Milkfish in Balongan District. Balongan District is located in Indramayu Regency, West Java. Balongan is a coastal area with the majority of its people's livelihood as fishermen, Milkfish is an abundant commodity, especially when the harvest comes, this makes milkfish have a low selling price. The implementation method uses PRA (Participatory Rural Appraisal) with the object of activity being the community while lecturers and students as facilitators, while the stages of the activities are 1) potential analysis, 2) preparation of activity plans, 3) inauguration, 4) training, and 5) evaluation and follow-up. The entrepreneur product as a result of this service activity is shredded milkfish (BonDeng), the product is made on a small scale then tested organolepticn, After that, together with the Balongan fishing community, the product is made on a medium scale and marketed. The resulting product is still one type and more varied products are needed. Evaluation of Shredded Milkfish (BonDeng) still needs to improve the quality of oil drying and packaging so that a better product will be obtained. Abstrak. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan potensi Sumber Daya Alam dan manusia sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Dalam hal ini Ikan Bandeng di Kecamatan Balongan. Kecamatan Balongan terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa barat. Balongan merupakan daerah pesisir dengan mayoritas pencaharian masyarakatnya sebagai nelayan, ikan bandeng merupakan komoditi yang melimpah apalagi saat panen datang, hal ini menjadikan ikan bandeng memiliki harga jual yang rendah. Metode pelaksanaan menggunakan PRA (Participatori Rural Appraisal) dengan pelaku utama atau objek kegiatan adalah masyarakat sedangkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator, adapun tahapan kegiatannya yaitu 1) analisa potensi, 2) penyusunan perencanaan kegiatan, 3) penyukuhan, 4) pelatihan, dan 5) evaluasi dan tindak lanjut. Produk enterpreneur hasil kegiatan pengabdian ini adalah abon ikan bandeng (BonDeng), produk dibuat dalam skala kecil kemudian diuji organoleptik, setelah itu bersama dengan komunitas nelayan Balongan produk dibuat dalam skala menengah dan dipasarkan. Produk yang dihasilkan masih satu jenis dan dibutuhkan produk yang lebih variatif. Evaluasi abon Bandeng (BonDeng) masih perlu ditingkatkan kualitas pengeringan minyak dan pengemasan sehingga akan didapatkan produk yang lebih baik.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PASCA PANEN KOPI GONDOWIDO NGEBEL PONOROGO Sari, Mila Diana; Dewai, Susantriana; Parwi, Parwi
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.13993

Abstract

Abstract. Partner in the Community Partnership Program is farmer groups in Wonorejo Jaya forest, Gondowido Village, Ngebel Ponorogo, which have potential in developing coffee products. There are several problems experienced by partners, they are the lack of knowledge and skills of partners about roasting, milling and packaging. Roasting is still done in a simple way, it has using a firebox and a clay roasting pan. Milling is done using a manual tool that is pounded on a hollow of wood or stone, it’s not perfect for hygiene. Packing is not attractive, the color design is bad, it seems less modern. The method of this activity includes the preparation of the place and time, preparation of the implementation, and the evaluation of the activity. The result of the PKM is there is an increase of knowledge and skills of partners, which can be seen from the results of the post-test given after the coffee roasting training by 80%. Coffee milling assistance can motivate farmer groups to buy milling machines with a faster target time. Coffee packaging assistance results in attractive and hygienic packaging.  Abstrak. Mitra dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat adalah kelompok tani hutan Wonorejo Jaya Desa Gondowido Kecamatan Ngebel Ponorogo yang memiliki potensi dalam pengembangan produk kopi. Terdapat beberapa permasalahan yang dialami oleh mitra yaitu kurangnya pengetahuan dan ketrampilan mitra tentang roasting, penggilingan dan pengemasan. Roasting masih dilakukan dengan cara sederhana yaitu menggunakan tungku api dan wajan penyangrai berbahan tanah liat. Penggilingan dilakukan dengan menggunakan alat manual yaitu ditumbuk diatas cekungan dari kayu atau batu, sehingga higienitas kurang sempurna. Packing dilakukan dengan desain warna yang kurang menarik sehingga terkesan kurang modern. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi persiapan tempat dan waktu kegiatan, persiapan pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan PKM adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra yang terlihat dari hasil post tes yang diberikan setelah pelatihan roasting kopi sebesar 80 %. Pendampingan penggilingan kopi dapat memotivasi kelompok tani untuk membeli mesin penggilingan dengan target waktu lebih cepat. Pendampingan pengemasan kopi menghasilkan kemasan yang menarik dan higienis.  
PELATIHAN GURU PROFESIONAL”MERDEKA BELAJAR” MELALUI COLLABORATIVE LEARNING BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH DI KOTA PAGARALAM Putri, Ratu Ilma Indra; Zulkardi, Zulkardi; Inderawati, Rita; Kurniadi, Elika; Lisnani, Lisnani; Rawani, Dewi; Gustiningsi, Tria; Malalina, Malalina; Herlina, Rini; Rahayu, Chika; Sari, Arika; Septimiranti, Delia
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.13317

Abstract

Abstract.Integrated Community Service (PKM) is a form of service that accommodates a series of activities as a whole. Assistance in making RPP independent learning in a cultural context on geometry material for teachers of SMP, SMA and SMK in Pagar Alam. The purpose of this service activity is to assist teachers in designing appropriate independent learning lesson plans through the use of cultural contexts, especially on geometry material. The participants of the integrated PKM activity consisted of 49 people but at the time of mentoring it was only attended by 28 participants. The service activity was carried out for 2 days, on October 5-6, 2021. The methods used during this mentoring activity were the method of presentation, discussion, interactive question and answer, and recitation. The data collection technique used a questionnaire/questionnaire given through a google form consisting of an activity evaluation questionnaire and a participant satisfaction questionnaire for all integrated PKM activities. The results of this service activity showed that 73.48% of the participants had understood the material presented by the resource person. In addition, participants stated that this activity was useful for them, especially in making RPP independent in learning to use certain contexts.  Abstrak.Guru professional ‘Merdeka Belajar’ diharapkan dapat mengembangan kemampuan professional guru yang saling membelajarkan bagi guru-guru Sekolah Menengah melalui komunitas belajar yang dilakukan secara berkolaborasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengetahui kemampuan guru Sekolah Menengah dari pelatihan program guru profesional ‘Merdeka Belajar’ melalui Collaborative Learning bagi guru Sekolah Menengah melalui MGMP Kota Pagar Alam. Peserta kegiatan PKM terintegrasi terdiri dari 66 orang guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pada Tanggal 5-6 Oktober 2021 dilakukan pelatihan dengan metode yang digunakan selama kegiatan adalah penyuluhan, tanya jawab intyeraktif, dan pembimbingan. Dengan menggunakan tes dan angket kepuasan melalui google form adalah teknik pengumpulan data yang diberikan kepada seluruh kegiatan PKM terintegrasi. Hasil dari pelatihan yang telah diberikan menunjukkan dari hasil tes 73% peserta telah dapat memahami semua materi yang telah diberikan dan dari hasil angket, menunjukkan sangat puas terhadap kegiatan pelatihan yang telah diberikan. Hal ini menunjukkanbahwa kegiatan pelatihan yang telah diberikan dapat meningkatkan kemampuan professional guru yang saling membelajarkan bagi guru-guru Sekolah Menengah.  activities as a whole. Assistance in making RPP independent learning in a cultural context on geometry material for teachers of SMP, SMA and SMK in Pagar Alam. The purpose of this service activity is to assist teachers in designing appropriate independent learning lesson plans through the use of cultural contexts, especially on geometry material. The participants of the integrated PKM activity consisted of 49 people but at the time of mentoring it was only attended by 28 participants. The service activity was carried out for 2 days, on October 5-6, 2021. The methods used during this mentoring activity were the method of presentation, discussion, interactive question and answer, and recitation. The data collection technique used a questionnaire/questionnaire given through a google form consisting of an activity evaluation questionnaire and a participant satisfaction questionnaire for all integrated PKM activities. The results of this service activity showed that 73.48% of the participants had understood the material presented by the resource person. In addition, participants stated that this activity was useful for them, especially in making RPP independent in learning to use certain contexts.Keywords: Integrated Community Service, Learning Implementation Plan, Freedom of Learning, Cultural Context Abstrak.Guru professional ‘Merdeka Belajar’ diharapkan dapat mengembangan kemampuan professional guru yang saling membelajarkan bagi guru-guru Sekolah Menengah melalui komunitas belajar yang dilakukan secara berkolaborasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengetahui kemampuan guru Sekolah Menengah dari pelatihan program guru profesional ‘Merdeka Belajar’ melalui Collaborative Learning bagi guru Sekolah Menengah melalui MGMP Kota Pagar Alam. Peserta kegiatan PKM terintegrasi terdiri dari 66 orang guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pada Tanggal 5-6 Oktober 2021 dilakukan pelatihan dengan metode yang digunakan selama kegiatan adalah penyuluhan, tanya jawab intyeraktif, dan pembimbingan. Dengan menggunakan tes dan angket kepuasan melalui google form adalah teknik pengumpulan data yang diberikan kepada seluruh kegiatan PKM terintegrasi. Hasil dari pelatihan yang telah diberikan menunjukkan dari hasil tes 73% peserta telah dapat memahami semua materi yang telah diberikan dan dari hasil angket, menunjukkan sangat puas terhadap kegiatan pelatihan yang telah diberikan. Hal ini menunjukkanbahwa kegiatan pelatihan yang telah diberikan dapat meningkatkan kemampuan professional guru yang saling membelajarkan bagi guru-guru Sekolah Menengah. Kata kunci : Merdeka Belajar, Komunitas Belajar, Pengabdian Kepada Masyarakat, MGMP
SOSIALISASI PENYORTIRAN JAHE BANTUAN PEMERINTAH TAHUN KEDUA DENGAN KELOMPOK TANI INOVASI NAGARI SUNGAI TALANG, KECAMATAN GUGUAK, KABUPATEN LIMAPULUH KOTA Yanti, Yulmira; Hamid, Hasmiandy; Suhendra, Dede; Juniarti, Juniarti; Hermeria, Noveriza
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.13928

Abstract

Abstract. Nagari Sungai Talang is one of the villages in Payakumbuh District, Lima Puluh Kota Regency which seeks to cultivate ginger plants. Ginger (Zingiber officinale Rosc.) is a spice plant native to Indonesia. Ginger has long been cultivated and consumed by the community. The part of the ginger plant that is consumed is the rhizome. One of the problems in ginger cultivation in Indonesia is the low productivity and quality of ginger. Ginger seeds in the form of rhizomes must be processed and stored as well as possible so that their quality can be maintained longer by inhibiting the rate of seedling decline. The purpose of this service activity is to invite farmers, especially the Innovation farmer group in order to sort ginger seeds with government assistance (selection of good and healthy ginger seeds) so that the production of ginger plants can increase even better than the previous cultivation. The method of implementing this service is Community Education. Community education in this activity by carrying out socialization and counseling aimed at increasing knowledge and understanding of the community, especially ginger farmers about good and healthy ginger to be used as seeds for the implementation of further cultivation in the field. The results obtained from this empowerment activity are that the farmer group understands the type of rhizome that is chosen to be used as the next seed. The selection of the type of rhizome can be seen from the number of good buds, uniform shoot height, age of rhizome, and appearance of ginger rhizome. Abstrak. Nagari Sungai Talang merupakan salah satu nagari di Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota yang mengupayakan budidaya tanaman jahe. Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu tanaman rempah asli Indonesia. Jahe sudah lama dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Bagian tanaman jahe yang dikonsumsi adalah bagian rimpangnya. Salah satu permasalahan dalam budidaya jahe di Indonesia adalah masih rendahnya produktivitas dan mutu jahe. Bibit jahe berupa rimpang harus diproses dan disimpan sebaik mungkin agar mutunya dapat dipertahankan lebih lama dengan menghambat laju kemunduran bibit. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk mengajak para petani khususnya kelompok tani Inovasi dalam rangka penyortiran bibit jahe bantuan pemerintah (pemilihan bibit jahe yang baik dan sehat) sehingga hasil produksi dari tanaman jahe dapat meningkat lebih baik lagi dari budidaya sebelumnya. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah Pendidikan Masyarakat. Pendidikan masyarakat dalam kegiatan ini dengan melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat khususnya petani jahe tentang jahe yang bagus dan sehat yang baik untuk dijadikan sebagai bibit untuk pelaksanaan budidaya selanjutnya dilapangan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pemberdayaan ini adalah kelompok tani memahami jenis rimpang yang dipilih untuk dijadikan bakal benih selanjutnya. Pemilihan jenis rimpang dapat dilihat dari jumlah bakal mata tunas yang baik, tinggi tunas yang seragam, umur rimpang, serta penampilan rimpang jahe.   
PSYCHOLOGICAL FIRST AID TRAINING UNTUK MENINGKATKAN MENTAL HEALTH AWARENESS PADA REMAJA DI ERA PANDEMI COVID-19 Edmawati, Mahmuddah Dewi; Susanto, Bambang; Maulana, Muhammad Arief; Kumalasari, Rita
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i1.12362

Abstract

Abstract. Growing up in a recession, Gen Z is given more protection, so they are often easily anxious when things don't go the way they want. For this reason, Gen Z needs to have good mental awareness in order to be able to avoid stress and depression in facing life's challenges. This community service aims to increase mental health awareness in adolescents in the era of the covid-19 pandemic. Psychological First Aid (PFA) training participants are youth youth in Kalikatir Hamlet RT 01/ RW 06, Nambangan, Selogiri, Wonogiri. The trainees are Gen Z teenagers, born in 1995-2010. Through Psychological First Aid Training, it is one solution to increase mental health awareness in Gen Z youth in the era of the COVID-19 pandemic. Psychological First Aid (PFA) is a method to help someone in distress so that they feel calm and supported, in order to better cope with their challenges or problems. PFA itself is done by means of peer tutors or peer counselors. The training participants are given the basics of PFA which they will then practice to be able to become good and skilled helpers when helping friends, family or communities who are facing psychological problems. The basis of PFA is caring for someone in distress by showing empathy. PFA has 3 main principles, namely Look, Listen, and Link. Based on the results of the Wilcoxon test, the Z count result is -1.814 with a significance of 0.036. The significance value of Asymp.sig (2-tailed) 0.036 is smaller than 0.05, which means that there is a difference in the average mental health awareness score between before and after being given Psychological First Aid Training so that Psychological First Aid Training is effective for increasing mental health awareness among adolescents in the era of the covid-19 pandemic. Abstrak. Tumbuh di era resesi, membuat Gen Z diberikan perlindungan lebih, sehingga mereka seringkali mudah merasa cemas bila keadaan tidak berjalan sesuai yang mereka inginkan. Untuk itulah gen Z ini perlu memiliki kesadaran mental yang baik agar mampu menghindari stress maupun depresi dalam menghadapi tantangan kehidupannya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan mental health awarness pada remaja di era pandemi covid-19. Peserta pelatihan Psychological First Aid (PFA) adalah remaja karangtaruna di Dusun Kalikatir RT 01/ RW 06, Nambangan, Selogiri, Wonogiri. Peserta pelatihan adalah remaja gen Z yaitu kelahiran 1995-2010. Melalui Psychological First Aid Training merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan mental health awareness pada remaja gen Z di era pandemi covid-19. Psychological First Aid (PFA) adalah sebuah metode untuk membantu seseorang dalam kondisi distres agar mereka merasa tenang dan didukung, guna mengatasi tantangan atau permasalahan mereka dengan lebih baik. PFA sendiri dilakukan dengan cara tutor teman sebaya atau konselor teman sebaya. Peserta pelatihan diberikan dasar PFA yang kemudian akan mereka praktikkan untuk bisa menjadi penolong yang baik dan terampil ketika membantu teman, keluarga atau masyarakat yang menghadapi permasalahan psikologis. Dasar dari PFA adalah kepedulian terhadap sesorang dalam kondisi distres dengan menunjukkan empati. PFA memiliki 3 prinsip utama yaitu Look (Lihat), Listen (Dengarkan), dan Link (Hubungkan). Berdasarkan hasil pengujian wilcoxon diperoleh hasil Z hitung sebesar sebesar -1,814 dengan signifikansi sebesar 0,036. Nilai signifikansi Asymp.sig (2-tailed) 0,036 lebih kecil dari 0,05 berarti ada perbedaan rata-rata skor mental health awareness antara sebelum dan sesudah diberikan Pelatihan Psychological First Aid sehingga Pelatihan Psychological First Aid efektif untuk meningkatkan mental health awareness pada remaja di era pandemi covid-19.