cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
PEMELIHARAAN IKAN LELE BERSAMA PADI (MINA PADI) SEBAGAI POTENSI KEUNTUNGAN BERLIPAT UNTUK PETANI LESTARI, SRI; RIFAI, MOH.
Jurnal Terapan Abdimas Vol 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.163 KB) | DOI: 10.25273/jta.v2i0.973

Abstract

AbstractOne of the optimization farming land potential as well as to increase farmers’ income is through the applying method in paddy fields. This method called mida padi which is implminting system to keep the fish farming along paddy. Implementation of Mida padi aims to provide training to citizens on how to grow crops and catfish to reduce the cost of crop production and increase people’s income, Outcomes activities of social service for societies (IbM) are (1) agricultural innovation in the form of mina rice, (2) a decrease in the cost of fertilizer consumption and agricultural production, (3) an increase in agricultural production (4) increased revenue of the societies by caring catfish, and (5) the establishment of village-based self-innovation. Mina rice held at village farmer groups Payaman the District Nganjuk. Implementation of Mina Padi carried out several stages: stages of situation analysis and preliminary observation, horticulture training mina rice and catfish, coaching and mentoring mina padi, the determination of activity indicators of achievement, and the problems that arise. The results obtained from the implementation of IBM are enthusiastic community to implement mida padi cultivation, agricultural and fishery production increased, proved a 4kw rice and catfish 16 kw.  AbstrakSalah satu optimalisasi potensi lahan sawah irigasi teknis sekaligus untuk peningkatan pendapatan petani adalah melalui rekayasa teknologi tepat guna pada lahan sawah. Rekayasa teknologi yang dianjurkan adalah melalui sistim usaha tani dengan memelihara ikan bersama padi di sawah atau disebut juga dengan minapadi. Pelaksanaan Mina padi ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada warga tentang cara bercocok tanam mina padi lele untuk menekan biaya produksi tanaman pangan dan meningkatkan pendapatan masyarakat, Luaran kegiatan IbM ini berupa (1) inovasi pertanian berupa mina padi, (2) penurunan biaya konsumsi pupuk dan produksi pertanian, (3) peningkatan produksi hasil pertanian (4) peningkatan pendapatan masarakat melalui budidaya lele, dan (5) terwujudnya desa mandiri berbasis inovasi. Mina padi dilaksanakan pada kelompok tani desa Payaman Kecamatan Nganjuk. Pelaksanaan Mina Padi dilakukan beberapa tahap: tahapan analisis situasi dan observasi pendahuluan, pelatihan bercocoktanam mina padi dan budidaya lele, pembimbingan dan pendampingan mina padi, penentuan ketercapaian indikator kegiatan, dan permasalahan yang timbul. Hasil yng diperoleh dari pelaksanaan ibm ini adalah masyarakat antusias untuk melaksanakan budidaya mina padi, hasil produksi pertanian dan perternakan meningkat, terbukti mendapat padi 4 kw dan lele 16 kw.
WORKSHOP TRADING SAHAM ONLINE GUNA MENARIK MINAT MASYARAKAT PONOROGO DALAM BERINVESTASI DI BURSA EFEK INDONESIA Riawan, Riawan; Kurniasih, Ranti
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.419 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i2.2814

Abstract

Abstract. Investment is defined as a capital investment process undertaken by an investor of both foreign and domestic investors in order to gain profit. Investment is a term that is not foreign to the community, both upper society, medium and lower class. However, most societies have a perception that being an investor must be people who have a lot of money especially for investing in big well-known companies. In fact, these perceptions can be minimized by inviting the community to conduct online trading training and provide an understanding to them that being an investor is not just among people who have a lot of money. Currently the Indonesia Stock Exchange has provided convenience to investors from the  middle to lower to be able to act as an investor. The solutions provided by the Indonesia Stock Exchange include reducing the number of stock sheets in 1 lot of 100 sheets.Abstrak. Investasi didefinisikan sebagai proses penanaman modal yang dilakukan oleh seorang investor baik investor asing maupun domestik dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Investasi merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi masyarakat, baik masyarakat kalangan atas, sedang maupunkalangan bawah. Akan tetapi, kebanyakan masyarakat memiliki persepsi bahwa menjadi seorang investor haruslah orang-orang yang memiliki banyak uang khususnya untuk investasi pada perusahaan-perusahaan besar yang sudah terkenal. Sebenanrnya, persepsi tersebut dapat diminimalkan dengan mengajakmasyarakat untuk melakukan pelatihan trading online dan memberikan pemahaman kepada mereka bahwa menjadi investor bukan hanya kalangan masyarakat yang memiliki banyak uang. Saat ini Bursa Efek Indonesia telah memberikan kemudahan kepada investor dari kalangan menengah ke bawah untuk dapat berperan sebagai investor. Solusi yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia diantaranya adalah menurunkan jumlah lembaran saham dalam 1 lot yaitu 100 lembar.
PEMBINAAN LOMBA PENELITIAN SISWA NASIONAL (LPSN) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TAHUN 2017 BAGI SISWA DI KOTA YOGYAKARTA Wardani, Dewi Kusuma
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.713 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4845

Abstract

Abstract. DI Yogyakarta (DIY) as a city of students is required to maintain the champion in 2017 National Junior High School LPSN because DIY has become the champion in 2016. The six medals won by DIY, Yogyakarta contributed 50% of the medals. One of the strategies taken by Yogyakarta is guiding for junior high school students.This guidance aims to (1) increase students 'knowledge of good research methods, (2) improve students' ability to conduct scientific research, (3) improve students' ability to write research reports, and (4) improve students' ability to present research results . The number of participants is 100 students, consisting of three classes. This program is specifically in the fields of social sciences, humanity and art. The activities carried out are mentoring so that participants need active participation. The evaluation results show the participants’ benefit from the assistance provided.   Abstrak. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai kota pelajar dituntut untuk mempertahankan juara umum dalam LPSN SMP tingkat Nasional 2017 karena DIY telah menjadi juara umum di tahun 2016. Dari keenam medali yang diraih oleh DIY, Kota Yogyakarta menyumbang 50% medali. Besarnya kontribusi Kota Yogyakarta atas peraihan medali yang diraih oleh DIY dalam mencapai juara umum LPSN SMP tingkat nasional 2016 ini menyebabkan tantangan bagi Kota Yogyakarta untuk mempertahankan diri sebagai penyumbang terbanyak bagi kontingen DIY. Salah satu strategi yang diambil oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk mempertahankanmya adalah melakukan pembinaan bagi siswa SMP.Pembinaan ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan siswa mengenai metoda penelitian yang baik, (2) meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan penelitian ilmiah, (3) meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan laporan hasil penelitian, dan (4) meningkatkan kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil penelitian. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada siswa-siswa perwakilan dari seluruh SMP/MTs/sederajat Kota Yogyakarta. Jumlah peserta adalah 100 siswa, yang terdiri atas tiga kelas. Pengabdian masyarakat ini khusus pada bidang ilmu pengetahuan sosial, kemanusiaan, dan seni. Kegiatan yang dilakukan bersifat pendampingan sehingga memerlukan partisipasi aktif peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa-siswi SMP/MTs/sederajat Kota Yogyakarta yang menjadi peserta mendapatkan manfaat dari pendampingan yang diberikan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MOJOPURNO MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH Prabowo, Sigit Ari; Ardhi, Muh. Waskito; Sasono, Mislan
Jurnal Terapan Abdimas Vol 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.801 KB) | DOI: 10.25273/jta.v1i1.337

Abstract

Jelantah oil is used cooking oil waste, this is organic but if mishandled will pollute the environment. Cooking oil is used for frying foods optimum for 4 times the pan. Cooking oil after use more than 4 times the Pan contains a very high cholesterol levels so that harm to human health that consume them. The purpose this implementation to provide training on the utilization of jelantah from Pan crackers at factory crackers Mojopurno for make an organic soap alternatives. Outreach activities are divided into three phases : 1) observation phase, carried out to determine the potential spread of the villagers and the mojopurno primarily citizens around factories manufacturing crackers; 2) stage of training, was implemented to provide skills training through the creation of soap from the raw material of oil jelantah; 3) Stage evaluation, conducted an evaluation the activities of the citizens who have obtained training in the utilization of waste oil jelantah for making soap.
KAMPUNG PENDIDIKAN DALAM PEMBERDAYAAN PARTISIPASIMASYARAKAT DESA YANG BERKARAKTER DAN BERDAYA SAING Hasan, Hasan
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.635 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i2.2803

Abstract

Abstract. Education is a process of improvement, strengthening, and refinement of all human potential and potential . Through education, life is expected to experience a change to a better direction. Although the government's efforts in equitable education have been done, but in reality there are still many Indonesian people, especially those who are in the countryside have not received education. Under these conditions, innovations needed to address the potential of rural areas that can support the assurance of increased knowledge through non-formal education for the sustainability of economic activities in rural areas. Therefore, Indonesia needs non-formal education innovation with local content that is Kampung Pendidikan. A social movement project initiated by the youth of the village (Inspirator) as a manifestation of awareness to improve the living standards of rural communities through character education and competitiveness that involves the community to take part in advancing education by learning and innovating by putting forward local content (Local Culture ) to participate in contributing to build Indonesia. There are several Kampung Pendidikan programs: DIDIKMASYARAKAT (Collaboration and Synergy), DIDIKPEMUDA (Global Thinking, Acting Local), DIDIKKAMPUNG. Based on research conducted in Desa Kuajang, Binuang District Polewali Mandar Regency, West Sulawesi, the local community, desperately needs the presence of Kampung Pendidikan as a forum to build the potential of both the village of human resources, as well as natural resources.Keywords: Kampung Pendidikan, rural, education. Abstrak. Pendidikan merupakan proses perbaikan, penguatan, dan penyempurnaan terhadap semua kemampuan dan potensi manusia.Melalui pendidikan, diharapkan kehidupan akan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Walaupun upaya pemerintah dalam pemerataan pendidikan telah dilakukan, namun dalam kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia khususnya mereka yang berada di pedesaan belum mengenyam pendidikan. Dengan kondisi tersebut maka dibutuhkan inovasi penanganan potensi pedesaan yang dapat mendukung terjaminnya peningkatan pengetahuan melalui pendidikan nonformal demi keberlanjutan kegiatan perekonomian di pedesaan. Olehnya itu Indonesia perlu inovasi pendidikan nonformal yang bernuansa muatan lokal yaituKampung Pendidikan. Sebuah gerakan sosial project yang di inisiasioleh para pemuda kampung (Inspirator) sebagai wujud kepedulian untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa melalui pendidikan berkarakter dan berdaya saing yang melibatkan masyarakat untuk ambil andil dalam memajukan pendidikan dengan cara belajar dan berinovasi dengan mengedepankan muatan lokal (Budaya Setempat) untuk ikut turut kontribusi membangun Indonesia. Ada beberapa program Kampung Pendidikan yaitu: DIDIKMASYARAKAT (Kolaborasi dan Sinergi), DIDIKPEMUDA (Berpikir Global, Bertindak Lokal), DIDIKKAMPUNG. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di di Desa Kuajang, Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, masyarakat setempat, sangat membutuhkan hadirnya Kampung Pendidikan sebagai wadah untuk membangun potensi desa baik sumber daya manusia, maupun sumber daya alam. Kata Kunci : Kampung Pendidikan, pedesaan, pendidikan.
IMPLEMENTASI SEBARAN INFORMASI PROFIL DESA PETUNG SEWU Wicaksono, Soetam Rizky; Broto, Felik Sad Windu Wisnu; Irawan, Paulus Lucky Tirma
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.769 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4801

Abstract

Abstract. Information dissemination in village is an obligation which must be done from its local government to society. Demographic data and village profile should be written well to make people being able optimizing village market potential and beyond its environment. That phenomenon also happened in Petung Sewu Village, which is locate in Kecamatan Dau, Kabupaten Malang near by Universitas Ma Chung. This village approximately located 8 km from university. Thus, in this community service activity already done analyzing and data collection process until its accompaniment and installation of the system. Eventhough the result of aplication being built is far from perfect, however, all of the target from prior proposal already reached out. Abstrak. Sebaran informasi di lingkup desa merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh pihak perangkat desa ke masyarakat. Sebaran data demografi dan profil desa seharusnya mampu menjadikan masyarakat yang akan membuka usaha dapat memahami pasar dari lingkungan sekitarnya. Fenomena tersebut juga terjadi di desa Petung Sewu kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Desa Petung Sewu yang berlokasi kurang lebih hanya 8 km dari Universitas Ma Chung. Karenanya dalam aktifitas ini dilakukan analisis dan pengumpulan data untuk sistem informasi profil desa, dan pendampingan berupa instalasi hingga pelatihan setelah sistem selesai dibuat. Meski aplikasi belum mendekati ambang sempurna, namun target dari pelaksanaan aktifitas pengabdian telah tercapai sesuai dengan proposal yang ditetapkan 
PENGKAYAAN MATERI BAGI KADER JUMANTIK YANG TERGABUNG DALAM TANGGAP BOCAH [TABO] DI KECAMATAN SLEMAN Prasetyawati, Naris Dyah; Sudaryanto, Sigid; Muslikah, Muslikah; Widyantoro, Wahyu
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.939 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2169

Abstract

Di Indonesia demam berdarah merupakan penyakit menular yang belum bisa diberntas. Kasus demam berdarah di kecamatan sleman pada tahun 2015 mencapai 28 kasus. Diperlukan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit DBD. Salah satu peran aktif dalam pencegahan DBD ini melalui edukasi anak-anak. Melalui kegiatan Tanggap Bocah (TABO) diharapkan mampu meberikan edukasi pencegahan penyakit DBD. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk kader kesehatan cilik melalui TABO di Wilayah Kerja Puskesmas Sleman. Kegiatan ini menggunakan metode dengan diskusi, tanya jawab, dan  simulasi. Media pembelajaran ini menggunakan permainan anak dengan memasukan materi kesehatan lingkungan khususnya gerakan 3 M plus. Hasil kegiatan ini mampu mengajak dan meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap program pengendalian DBD yaitu mampu melakukan pemantauan jentik di lingkungan rumah.Kegiatan ini dinilai sangat efektif sehingga memerlukan peningkatan pola pelatihan baik dari segi materi maupun komponen lainnya sehingga dapat terus sejalan mengikuti perkembangan informasi.
PELATIHAN MANAJEMEN KARIR SERTA ETIKA BEKERJA UNTUK MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN DAN MOTIVASI MAHASISWASTIKES BHAKTIALQODIRI JEMBER FIRDAUS, VERA
Jurnal Terapan Abdimas Vol 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.271 KB) | DOI: 10.25273/jta.v2i0.978

Abstract

AbstractPersonality is one of the dominant factors that determine the attitudes and behavior of humans in order to arrange how to relate to others, work together effectively. Career management means for people to be able to plan his careers to improve his status and salary, ensuring the safety of jobs, and retain his competitive value in the labor market. In order to enter the world of work, the students also need to recognize the strategic function of himself, intelligent and has a competitive value. This strategic function must be framed with ethics, personality and devotion. This training is intended to make students of Nursing and Midwifery Academy of Health (STIKES) Bhakti Al Qodiri Jember have a positive mindset about the direction of his career with organizing themselves, arrange the way of thinking and doing management career. The results of the training program is increasing knowledge and understanding of students about career management and ethics work, the students are able to measure his motivation. Appreciation and enthusiasm for the process of ongoing activities, student involvement in the game, as well the interesting dialogue and as the desire for sustainable activity is a measure of the success of this training program. This program is also to establish good cooperation between STIKES Bhakti Al Qodiri and IKIP PGRI Jember which is signed in a Memorandum of Understanding. AbstrakKepribadian merupakan salah satu faktor dominan yang menentukan sikap dan perilaku manusia agar dapat mengatur bagaimana berhubungan dengan orang lain, bekerja sama secara efektif. Manajemen karir dimaksudkan agar individu mampu merencanakan karir sehingga mampu meningkatkan status dan gaji, memastikan keselamatan pekerjaan, dan mempertahan nilai kompetitif dirinya di pasar tenaga kerja. Dalam rangka memasuki dunia kerja, mahasiswa juga perlu mengenali fungsi strategis dirinya, yang cerdas dan memiliki nilai kompetitif. Fungsi strategis ini haruslah dibingkai dengan etika, kepribadian serta ketaqwaan. Pelatihan ini dimaksudkan agar mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan Akademi Kesehatan (Stikes) Bhakti Al Qodiri Jember mempunyai mindset positif tentang arah karirnya dengan menata diri, menata cara berfikir dan melakukan manajemen karirnya. Hasil yang diperoleh dari program pelatihan adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang manajemen karit dan etika bekerja, mahasiswa mampu mengukur motivasi dirinya. Mahasiwa di Akademi Kesehatan (Stikes) Bhakti Al Qodiri Jember sangat apresiatif terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyakarat ini. Ini tampak pada antusiasme selama proses kegiatan berlangsung, keterlibatan mahasiswa dalam permainan ini. Serta dialog yang berlangsung sangat menarik. Program ini juga mampu menjalin kerja sama baik antara Stikes Bhakti Al Qodiri Jember dengan IKIP PGRI Jember yang ditandai dengan nota kesepakatan bersama.
PELATIHAN PENYUSUNAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PAIKEM INOVATIF BERBASIS 101 METODE GUNA MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MGMP MADRASAH TSANAWIAH SE-KABUPATEN MADIUN Ricahyono, Sigit; Arifin, Samsul
Jurnal Terapan Abdimas Vol 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.831 KB) | DOI: 10.25273/jta.v1i1.342

Abstract

A professional teacher must be capable of mastering four basic competences namely pedagogical competence, professional competence, sosial competence, and personal competence. The result of observing and interviewing teachers who involve to the Association of Madrasah Tsanawiah Teachers (MGMP) Madiun showed that many of them still need reinforcement and enrinchment on mastering teaching methods of English. Thus, the programme aimed at increasing the pedagogical competence of teachers involving into the MGMP through having worhshop and training to design the teaching procedures implementing 101-based active, creative, efective, joyful, and innovative learning method (PAIKEM-INOVATIF). The programme was held for 5 months started on February 2014 and finished on June 2014. The result of workshop and training showed that process of understanding and practicing   the metods run well. Some problems arouse during the programme were (1) the teachers still found difficulties on doing variation of teaching, (2) the teachers still feel clumsy on do peer-teaching using themethods, (3) the teachers still found difficulties on implementing some of the trained  methods since the sudents have different learning characterictics. Therefore, it is suggested that the activity should be strengthen by having a programme of Lesson Study.
RUMAH PINTAR DALAM TAMAN BELAJAR MASYARAKAT (TBM) BERBASIS KEARIFAN LOKAL Setyowidodo, Irwan; Yulianto, Dema; Handayani, Aprilia Dwi
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.804 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i2.2810

Abstract

Abstract. This study is based on the existence of community learning park (in Indonesian, it‟s called Taman Belajar Masyarakat/ TBM), which lacks the attention and participation of the community in the management and development. It supports the authors to study how empirical conditions of community park management and how to develop community learning parks by integrating local cultures and local wisdom. The method used is Participatory Rural Appraisal method and data collection techniques was done by interview, observation, and documentation study. The subject of the study was TBM "Daar ElFikr" Jambu . Based on preliminary studies, the empirical condition of TBM in the management is still traditional, the teenagers are still unfamiliar with the culture of reading and writing, inadequate information technology, the absence of documentation of the work, the lack of knowledge of cultural values of the village and the local wisdom of the young generation, against traditional games, as well as quite a number of less productive teenage figures. While the form of community participation in the management of TBM is still private social. Following a community-based approach through activities that integrate the local culture and wisdom of the community, it turns out that this can make a difference in TBM. For the program activities currently carried out include: 1) Implementation of writing classes are carried out periodically to be recorded and published in a book. 2) The creation of an online book catalog that provides information about books owned by TBM and the website contains information onTBM activities. 3) Documented traditional educative game CD containing life skill learning, such as mbubuan, dakon, ular tangga, gedrik, ular naga, paman dolit, wodowo, cublek-cublek suweng, sabrem, dan gobrak sodor. 4) Establishment of self-employment group. Abstrak. Kajian ini dilatarbelakangi adanya taman-taman belajar masyarakat (TBM) yang kurang mendapatkan perhatian maupun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan maupun pengembangannya. Hal tersebut mendukung penulis untuk melakukan kajian bagaimana kondisi empiris pengelolaan taman bacaan masyarakat serta bagaimana pengembangan taman belajar masyarakat dengan mengintegrasikan budaya dan kearifan lokal masyarakat. Metode yang dipergunakan yaitu metode Participatory Rural Appraisal dan tehnik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjekpenelit ian adalah TBM “Gelaran Buku Daar El Fikr” Jambu. Berdasarkan kajian awal, kondisi empiris TBM dalam pengelolaan masih bersifat tradisional, minimnya budaya membaca dan menulis remaja desa, belum memadainya teknologi informasi, belum adanya dokumentasi hasil karya, kurangnya pengetahuan nilai-nilai budaya desa dan kearifan lokal generasi muda, tidak mengenalnya anak-anak terhadap permainan tradisional, serta cukup banyak angka kurang produktif remaja. Sedangkan bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan TBM masih bersifat sosial pribadi. Setelah dilakukan pendekatan berbasis masyarakat melalui kegiatan yang mengintegrasikan budaya dan kearifan lokal masyarakat, ternyata hal ini dapat memberikan perubahan di TBM. Untuk program kegiatan yang dilakukan saat ini diantaranya:1) Dilaksanakannya kelas menulis yang dilaksanakan secara periodik hingga dibukukan dan diterbitkan dalam sebuah buku. 2) Terciptanya katalog buku online yang memberikan informasi terkait buku-buku dimiliki TBM dan website memuat informasi kegiatan yang dilakukan TBM. 3) Terdokumentasikannya CD permainan edukatif tradisional yang mengandung pembelajaran ketrampilan hidup, yaitu : mbubuan, dakon, ular tangga, gedrik, ular naga, paman dolit, wodowo, cublek-cublek suweng, sabrem, dan gobak sodor. 4) Terbentuknya kelompok wirausaha mandiri 

Page 6 of 28 | Total Record : 274