cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 299 Documents
OPTIMALISASI KONTEN VISUAL SEBAGAI STRATEGI PROMOSI DIGITAL UMKM DI DESA WISATA SUNGSANG IV Ellis Nurjuliasti Ningsih; Fauziyah; Fitri Agustriani; Muhamad Nur; Amanda Astri Pratiwi Febrianti
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23610

Abstract

Kualitas foto produk merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung promosi digital dan daya saing UMKM. Namun, sebagian besar pelaku UMKM di Desa Wisata Sungsang IV masih menghadapi keterbatasan keterampilan dalam menghasilkan foto produk yang layak promosi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar fotografi produk melalui kelas praktis foto produk dengan menggunakan hp. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis praktik langsung, dan evaluasi melalui dokumentasi foto sebelum dan sesudah, serta kuesioner. Kegiatan dilaksanakan pada September–Oktober 2025 dengan melibatkan dua UMKM yang diwakili oleh empat peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas visual foto produk pada aspek pencahayaan, ketajaman, komposisi, dan latar belakang. Hasil kuesioner juga mengindikasikan peningkatan pemahaman teknik dasar fotografi serta kepercayaan diri peserta dalam melakukan pemotretan secara mandiri, meskipun kemampuan editing masih bervariasi dan dipengaruhi keterbatasan perangkat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kelas praktis foto produk dengan perangkat sederhana mampu meningkatkan kualitas konten visual UMKM secara realistis dan aplikatif.
STRATEGI PEMBERDAYAAN GURU UNTUK MENGEMBANGKAN UNIT PRODUKSI BERBASIS SEKOLAH DI SLBN BALIKPAPAN Rahayu Sri Waskitoningtyas; Casmudi; Dewi; Ine Febrianti
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23124

Abstract

Abstract. The purpose of this Community Service Program is to determine the percentage of teachers'  understanding regarding strengthening school-based production units and what digital media accounts are created to increase marketing. The location of this community service program is at SLBN Balikpapan, which will be implemented in July 2025. The target is teachers at SLBN Balikpapan. The approach in this community service program uses Participatory Action Research (PAR). This Community Service activity has succeeded in empowering teachers in developing a bread production unit at SLBN Balikpapan in a structured manner. Teachers not only play a role as instructors, but also as drivers of school-based entrepreneurship. There is an increase in teachers in participating in the socialization of strengthening school-based production units by 81.69%; and the creation of Shopee and Shopee Food accounts.    Abstrak. Tujuan PkM ini untuk mengetahui seberapa persen pemahaman guru terkait penguatan unit produksi berbasis sekolah serta akun media digital apa yang dibuat untuk peningkatkan pemasaran. Tempat pelaksanaan pengabdian ini di SLBN Balikpapan yang dilaksanakan pada bulan Juli 2025. Dengan sasarannya para guru di SLBN Balikpapan. Pendekatan dalam pengabdian ini menggunakan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berhasil memberdayakan guru dalam mengembangkan unit produksi roti di SLBN Balikpapan secara terstruktur. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penggerak kewirausahaan berbasis sekolah. Adanya peningkatan guru dalam mengikuti sosialisasi penguatan unit produksi berbasis sekolah sebesar 81,69%; dan pembuatan akun shopee dan shopee food. 
INOVASI PENGOLAHAN PRODUK LOKAL UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DAN PENCEGAHAN STUNTING DI UP2K PKK KECAMATAN X KOTO Ridho Ryswaldi; Astri Yuza Sari; Khairi Murdy
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23212

Abstract

Abstract. This community service program was implemented at UP2K PKK, X Koto Subdistrict, Tanah Datar Regency, to enhance the market value of local flagship products based on organic vegetables, strengthen digital marketing skills, and support stunting-prevention efforts through the use of nutritious products. The implementation methods included socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. This program was held on July 24–25, 2025, and was attended by approximately 50 participants.The evaluation results indicated that understanding of local product innovation increased from 60.60% to 95%, while knowledge and use of digital marketing applications rose from 42.42% to 92.5%. These findings demonstrate that integrating product innovation with digital marketing effectively improves partners readiness to develop businesses with greater added value and competitiveness. Beyond economic impacts, the use of locally sourced organic vegetables also strengthened partners awareness of the importance of nutritious food in stunting prevention efforts. This program has had a positive impact on enhancing partner capacity and holds potential for replication in other regions.   Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di UP2K PKK Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, dengan tujuan meningkatkan nilai jual produk unggulan lokal berbasis sayuran organik, memperkuat keterampilan pemasaran digital, serta mendukung upaya pencegahan stunting melalui pemanfaatan produk bergizi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Program ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 24–25 Juli 2025, dan diikuti oleh kurang lebih 50 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemahaman inovasi produk unggulan daerah meningkat dari 60,60% menjadi 95%, sedangkan pemahaman dan penggunaan aplikasi pemasaran digital meningkat dari 42,42% menjadi 92,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi inovasi produk dan pemasaran digital efektif dalam meningkatkan kesiapan mitra mengembangkan usaha yang lebih bernilai tambah dan berdaya saing. Selain berdampak pada aspek ekonomi, pemanfaatan pangan lokal berbasis sayuran organik juga memperkuat kesadaran mitra terhadap pentingnya pangan bergizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas mitra dan berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU SMA DI KABUPATEN MALANG MELALUI INTEGRASI PROJECT-BASED LEARNING DAN STEAM DI ERA DIGITAL Zusana Eko Pudyastuti; Jozua Ferjanus Palandi; Nara Sari
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23674

Abstract

Abstract. This community service focused on improving teachers' competencies at SMA Kristen YBPK Sitiarjo, Malang Regency, by integrating ICT-based learning and the STEAM approach in project-based learning. Project-based learning emphasizes students' active participation in identifying real-world problems and finding creative and innovative solutions to those problems. This workshop project aimed to help teachers deliver learning materials more engagingly and practically to support the development of 21st-century skills of the students. There were 14 teachers from the high school who joined the workshop. For the evaluation, surveys were conducted to assess teachers’ level of comprehension and proficiency in designing Project-based learning and STEAM, aimed at enhancing student knowledge and skills. The results indicated a demonstrable improvement in knowledge and skills across these three pedagogical approaches. Fourteen indicators, categorized into three distinct areas, were utilized to measure this progress. Conceptual understanding and theoretical confidence emerged as the highest-scoring area (4.2 – 4.6). The intermediate-scoring area (3.9 – 4.1) comprised indicators pertaining to basic application capabilities. Conversely, the lowest-scoring area (3.5 – 3.6) was associated with indicators regarding the challenges of implementing these three learning frameworks. Consequently, it can be concluded that this training aligns with teacher requirements in the pursuit of delivering high-quality education.   Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada penguatan kompetensi guru di SMA Kristen YBPK Sitiarjo, Kabupaten Malang melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek yang diintegrasikan dengan teknologi informasi dan pendekatan STEAM. PjBL menekankan pada partisipasi aktif siswa dalam menemukan masalah dunia nyata yang ditemui dan mencari solusi kreatif-inovatif dari masalah tersebut. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu guru memahami dan terampil dalam merancang dan menyampaikan materi pelajaran secara lebih menarik dan aplikatif guna mengembangkan keterampilan abad 21 siswa. Pelatihan ini diikuti oleh 14 orang guru. Evaluasi dilakukan melalui survei untuk mengetahui tingkat pemahaman dan keterampilan guru-guru dalam merancang pembelajaran berbasis proyek dan STEAM sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan menggunakan ketiga pendekatan tersebut. Terdapat 14 indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan tersebut yang dibagi dalam tiga area. Pemahaman konsep dan kepercayaan diri teoritis adalah area dengan skor tertinggi (4,2 – 4,6). Area dengan skor menengah (3,9 – 4,1) ditunjukkan oleh indikator yang berkaitan dengan kemampuan aplikasi dasar. Sedangkan area dengan skor terendah (3,5 – 3,6) ditunjukkan oleh indikator yang terkait dengan tantangan dalam implementasi ketiga pendekatan pembelajaran tersebut. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan dari guru-guru sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang berkualitas.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TEPIAN HUTAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN TERNAK DAN LIMBAH JAGUNG DI DESA GANDUL, KECAMATAN PILANGKENCENG, KABUPATEN MADIUN Endy Setyawan; Latutik Mukhlisin; Fida Chasanatun
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24167

Abstract

Abstract. Gandul Village, located in Pilangkenceng District, Madiun Regency, is an agrarian area with considerable agricultural and livestock potential. However, the community faces challenges in managing livestock manure and post-harvest corn waste, which have not been optimally utilized, thereby posing risks of environmental pollution and reducing their economic value. This community service program aimed to empower the local community through training on processing livestock manure into organic fertilizer and converting corn waste into fermented alternative animal feed. The program was implemented using a participatory approach involving local technical agencies and was conducted on Saturday, December 6, 2025, in Gandul Village. The evaluation results indicated improvements in participants' participation, knowledge, and technical skills. The community became capable of independently producing organic fertilizer and fermented animal feed, generating positive impacts in terms of reduced production costs and increased environmental awareness. However, the sustainability of the program requires support in the form of feed flour processing equipment to enhance production efficiency. It can be concluded that this empowerment program is effective as a model of integrated waste management based on local potential. Recommendations include the provision of equipment, continuous assistance, strengthening community group institutions, and promoting community entrepreneurship.   Abstrak. Desa Gandul di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, merupakan wilayah agraris dengan potensi pertanian dan peternakan yang cukup besar. Namun, masyarakat menghadapi permasalahan pengelolaan limbah kotoran ternak dan limbah jagung pascapanen yang belum optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan mengurangi nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik dan limbah jagung menjadi pakan ternak alternatif berbasis fermentasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan instansi teknis lokal, dilaksanakan pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Desa Gandul. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan partisipasi, pengetahuan, dan keterampilan teknis peserta. Masyarakat mampu memproduksi pupuk organik dan pakan ternak fermentasi secara mandiri, dengan dampak positif terhadap pengurangan biaya produksi dan peningkatan kesadaran lingkungan. Namun, keberlanjutan program memerlukan dukungan alat pembuat tepung pakan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Disimpulkan bahwa program pemberdayaan ini efektif sebagai model pengelolaan limbah terpadu berbasis potensi lokal, dengan rekomendasi penyediaan peralatan, pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan kelompok, dan pengembangan wirausaha masyarakat.  
SEMILOKA PENGELOLAAN PERSONAL BRANDING DAN PERENCANAAN KONTEN MEDIA SOSIAL BAGI GENERASI Z SOLO RAYA Novita Haryono; Sri Hastjarjo; Andrine Prima Afnetta; Firya Qurratu’ain Abisono; Aulia Suminar Ayu
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24245

Abstract

Abstract. According to an article published by Kompas.com, 64% of Generation Z, born between 1995 and 2012, plan to monetize their social media content. Furthermore, the Instagram Trend Report 2023, based on a survey conducted in collaboration with WGSN involving 1,200 Instagram users from Generation Z, revealed that 67%  or 804 respondents intend to use social media as a platform to pursue a full-time career as content creators. However, many members of Generation Z are still unaware of the significant challenges associated with becoming professional content creators. This issue has also been identified by content creators affiliated with AKKuN. These practitioners observed that aspiring content creators often underestimate several important challenges, including the need to produce content that provides positive value and complies with Indonesia's Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), as well as the importance of developing a distinctive personal branding strategy that can serve as their long-term identity. In response to these issues, this community engagement program organized a workshop consisting of interactive lectures accompanied by hands-on practice sessions on designing social media content and developing personal branding. The workshop was attended by 50 Generation Z participants, aged 18–24 years, representing various universities across the Solo Raya region. The resource persons were members of AKKuN, who served as the program's community partners. The evaluation of the workshop demonstrated that 88% of the 50 participants who attended expressed a commitment to improving the quality of their social media content.   Abstrak. Dalam salah satu artikel yang dimuat dalam kompas.com mengatakan bahwa 64 % dari Gen Z yang lahir pada tahun 1995 sampai 2012 memiliki rencana untuk memonetisasi konten-konten sosial media mereka. Ditambahkan pula dari laporan instagram trend report tahun 2023 yang melakukan survey bersama dengan WGSN terhadap 1200 pengguna instagram dari kalangan Gen Z dikatakan bahwa 67% atau 804 orang dari Gen Z yang terlibat dalam survei tersebut berencana menggunakan sosial media mereka untuk menjadi full time konten kreator. Namun demikian Generasi Z ini belum mengetahui bahwa ada tantangan besar menanti apabila mereka ingin menjadi konten kreator. Permasalahan ini yang dirasakan oleh penggiat konten kreator yang tergabung dalam AKKuN. Para penggiat konten kreator ini melihat ada beberapa tantangan yang kurang disadari seperti pentingnya konten yang memiliki nilai positif dan tidak melanggar UU ITE, serta membangun personal branding yang menjadi ciri khas mereka kedepan. Sehubungan dengan hal ini, dalam program pengabdian masyarakat ini kami mengadakan kegiatan semiloka yang berbentuk pemberian materi yang disertai dengan praktek sederhana merancang konten media sosial dan personal branding. Kegiatan semiloka ini diikuti oleh 50 orang peserta dari kalangan generasi Z yang berusia 18-24 tahun yang berasal dari berbagai universitas yang ada di Solo Raya. Kemudian untuk narasumber kegiatan menghadirkan narasumber dari anggota AKKuN sebagai mitra. Dari evaluasi semiloka ini menunjukkan hasil bahwa 88% dari 50 peserta yang hadir memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas konten mereka.
PENYUSUNAN BUSINESS PLAN UNTUK TRANSFORMASI DAN PENGEMBANGAN USAHA BERKELANJUTAN APOTEK RIZKIA FARMA SIDOARJO Mustika Winedar; Wiwik Budiarti; Sugiyanto; Miftahol Horri; Sutarmin
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24273

Abstract

Abstract. Amid changing dynamics in the global pharmaceutical industry, pharmacies must adapt to ensure business sustainability while maintaining quality healthcare services. This community service activity was carried out in collaboration with Apotek Rizkia Farma in Sidoarjo, East Java. The primary objective was to assist the partner in preparing a comprehensive business plan encompassing marketing, operations, financial management, and business development strategies. Additionally, the program aimed to strengthen the partner’s managerial capabilities, particularly in marketing, medication stock control, and the use of technology-based services to support pharmacy operations. Knowledge transfer was conducted through a combination of training and mentoring approaches. The activity resulted in a complete and applicable written business plan. Quantitative impacts included a 35% improvement in the efficiency of financial transaction recording, a 30% reduction in medication stock input errors, a 22% increase in customer visits, an 11% decrease in operational expenses, and a 42,2% increase in average revenue. Qualitative outcomes were reflected in improved managerial understanding among the owner and staff, stronger customer trust, a more disciplined and focused work culture, and increased awareness of social and environmental responsibility within Apotek Rizkia Farma’s business practices.   Abstrak. Di tengah pergeseran paradigma dunia kefarmasian, bisnis apotek memerlukan perhatian agar mampu beradaptasi dan menjaga keberlanjutan usaha, sekaligus tetap memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bermitra dengan Apotek Rizkia Farma yang berkedudukan di Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur. Tujuan kegiatan ini yang pertama adalah membantu mitra menyusun business plan yang komprehensif yang mencakup aspek pemasaran, operasional, keuangan, dan strategi pengembangan usaha. Kedua, meningkatkan kapasitas manajerial mitra yang meliputi aspek pemasaran, pengelolaan stok obat, dan pengembangan layanan berbasis teknologi digital untuk mendukung pelayanan apotek. Metode yang digunakan untuk mentransfer knowledge kepada mitra adalah menggabungkan metode pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tersusunnya dokumen tertulis business plan yang lengkap dan aplikatif, yang berdampak secara kuantitatif dalam bentuk terjadinya peningkatan efisiensi waktu pencatatan transaksi keuangan sebesar 35%, penurunan kesalahan input stok obat sebesar 30%, kunjungan pelanggan meningkat 22%, pengeluaran operasional menurun 11%, dan pendapatan rata-rata meningkat 42,2%. Sedangkan dampak kualitatif dapat ditunjukkan oleh peningkatan pemahaman pemilik apotek dan staf tentang manajemen usaha modern, meningkatnya kepercayaan pelanggan, terbangun budaya kerja yang lebih disiplin dan terarah, serta tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya tanggung jawab social dan lingkungan dalam operasional bisnis apotek Rizkia Farma Sidoarjo.
PENGEMBANGAN KOPI CIWALUH UNTUK MEMPERKUAT DAYA TARIK WISATA DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA WISATA PASIR BUNCIR Rilla Rianty; Regina Dewi Hanifah; Antonius Rizki Krisnadi
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24755

Abstract

Abstract. Pasir Buncir Tourism Village in Bogor Regency has considerable agro-ecotourism potential supported by Ciwaluh Coffee as a distinctive local product. However, this potential has not been fully utilized as a tourism attraction due to weak product branding, limited digital marketing, inadequate community capacity, and the lack of integration of coffee into educational tourism activities. This community service program aimed to develop Ciwaluh Coffee as a tourism attraction while strengthening community-based economic empowerment. The program was conducted on 9 May 2026 and involved 30 participants, including members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), coffee MSME owners, coffee farmers, and local residents. The program adopted a participatory community empowerment approach through observation, focus group discussions, socialization, training, hands-on practice, and mentoring. The results demonstrated the development of an initial community-based coffee educational tourism concept, preliminary product identity and packaging designs for Ciwaluh Coffee, and sample digital promotional content for social media. The program also enhanced participants' basic knowledge and practical skills in product branding, digital marketing, and coffee educational tourism development. Overall, the program established an initial foundation for community-based coffee tourism development by strengthening local capacity, reinforcing product identity, and integrating Ciwaluh Coffee into sustainable tourism development in Pasir Buncir Tourism Village.   Abstrak. Desa Wisata Pasir Buncir, Kabupaten Bogor, memiliki potensi agroekowisata yang didukung oleh Kopi Ciwaluh sebagai produk unggulan masyarakat. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai daya tarik wisata karena lemahnya branding produk, keterbatasan pemasaran digital, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta belum terintegrasinya kopi ke dalam atraksi wisata edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan Kopi Ciwaluh sebagai penguat daya tarik wisata sekaligus instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Mei 2026 dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas anggota Pokdarwis, pelaku UMKM kopi, petani kopi, dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah participatory community empowerment melalui observasi, diskusi kelompok terarah, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya konsep awal wisata edukasi kopi, rancangan identitas dan kemasan produk Kopi Ciwaluh, serta contoh konten promosi digital berbasis media sosial. Kegiatan juga meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar peserta dalam branding, pemasaran digital, dan pengembangan wisata edukasi kopi. Program ini menghasilkan fondasi awal pengembangan wisata kopi berbasis masyarakat melalui penguatan kapasitas masyarakat, identitas produk, dan integrasi Kopi Ciwaluh sebagai daya tarik Desa Wisata Pasir Buncir yang berkelanjutan.  
INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI MELALUI PEMBUATAN HERBARIUM DIGITAL DI SANGGAR BIMBINGAN WIRA DAMAI, BATU CAVES, SELANGOR, MALAYSIA Dina Chamidah; Sunaryo; Dwi Haryanta; Marmi; Pramita Laksitarahmi Isrianto
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.23903

Abstract

Abstract. Biodiversity conservation requires educational approaches that integrate field-based learning with digital technology to enable learners to develop a contextual understanding of the importance of conserving biological resources. This community service program aimed to enhance participants' knowledge and skills in biodiversity conservation through the development of a web-based digital herbarium at Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia. The program employed a participatory approach consisting of conservation awareness sessions, flora exploration, species identification, digital documentation, digital herbarium development, website publication, and program evaluation. The participants included 20 individuals, comprising 16 students and 4 teachers. Program effectiveness was evaluated using pretest–posttest assessments, observation sheets, and participant response questionnaires. The results showed that the participants' mean score increased from 57.9 in the pretest to 82.4 in the posttest, with an N-Gain score of 0.58, indicating a moderate level of improvement. Observation results revealed that participants demonstrated good performance in specimen photography, plant identification, digital data processing, digital herbarium preparation, and presentation skills, with achievement scores ranging from 80% to 85%. The program also produced the Digital Herbarium Lovable.dev, a web-based digital herbarium that documents plant species together with their local names, scientific names, taxonomic classification, morphological characteristics, habitats, uses, and photographic records, providing a sustainable conservation-based learning resource. Overall, the program demonstrates that integrating digital technology into biodiversity conservation education can improve participants' understanding, enhance their digital literacy skills, and produce an innovative learning medium that supports the documentation and conservation of local biodiversity.   Abstrak. Konservasi keanekaragaman hayati memerlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aktivitas lapangan dengan pemanfaatan teknologi digital sehingga peserta didik dapat memahami pentingnya pelestarian sumber daya hayati secara kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai konservasi keanekaragaman hayati melalui pengembangan herbarium digital berbasis website di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi konservasi, eksplorasi flora, identifikasi spesies, dokumentasi digital, penyusunan herbarium digital, publikasi website, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan terdiri atas 20 peserta, yaitu 16 siswa dan 4 guru. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest, lembar observasi keterampilan, dan angket respon peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 57,9 pada pretest menjadi 82,4 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk kategori sedang. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan peserta dalam pengambilan gambar spesimen, identifikasi tumbuhan, pengolahan data digital, penyusunan herbarium digital, dan presentasi berada pada kategori baik dengan capaian antara 80%–85%. Selain itu, kegiatan menghasilkan prototipe Digital Herbarium Lovable.dev, yaitu website herbarium digital yang memuat dokumentasi spesies tumbuhan beserta informasi nama lokal, nama ilmiah, klasifikasi taksonomi, karakter morfologi, habitat, manfaat, dan dokumentasi visual sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berbasis konservasi secara berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam konservasi keanekaragaman hayati mampu meningkatkan pemahaman peserta, mengembangkan keterampilan literasi digital, serta menghasilkan media pembelajaran yang mendukung dokumentasi biodiversitas lokal.
PEMBERDAYAAN UMKM BAKSO DAN BAKWAN DIKA SIDOARJO: SINERGI TEKNOLOGI GREEN ECONOMY DAN PEMASARAN DIGITAL GUNA MENDUKUNG KEBERLANJUTAN USAHA Nurhayati; Sandra Oktaviana Pinaraswati; Sri Susilowati; Alberta Esti Handayani; Ilya Farida
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24317

Abstract

Abstract. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the culinary sector, such as Bakso dan Bakwan Dika Sidoarjo, face various challenges amid business developments, including low hygiene standards, manual production processes, absence of simple financial recording, and conventional marketing strategies, despite their substantial contribution to the national economy. This community service activity aims to implement eco-friendly technology based on green economy principles through digital marketing strategies to enhance the sustainability of the partner enterprise. The methodology encompasses three stages: planning (problem analysis), implementation (training on sanitation using EM4 technology, automated meatball molding machine, simple bookkeeping, production Standard Operating Procedures (SOP), product branding, and digital marketing via social media platforms such as Instagram, TikTok, and GoFood), and monitoring-evaluation based on sales turnover improvement. The results demonstrate increased production capacity, waste reduction, attainment of Business Identification Number (NIB) and halal certification by the partner, as well as significant sales turnover growth. The synergy of green technology and digital marketing offers a replicable model for other MSMEs to drive green economic transformation in Indonesia.   Abstrak. UMKM kuliner Bakso dan Bakwan Dika Sidoarjo seiring dengan perkembangan dunia usaha menghadapi berbagai tantangan yaitu: higienitas rendah, produksi secara manual, pencatatan keuangan sederhana belum dilakukan, dan pemasaran secara konvensional, walaupun memiliki kontribusi yang besar pada perekonomian nasional. Tujuan kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah pengimplementasian teknologi ramah lingkungan berbasis green economy melalui strategi pemasaran digital guna meningkatkan keberlanjutan usaha mitra. Metode yang dilakukan dengan tiga tahap: perencanaan (analisis masalah), pelaksanaan (pelatihan sanitasi, mesin pencetak bakso otomatis, pembukuan sederhana, SOP produksi, branding produk, dan digital marketing menggunakan media sosial seperti Instagram/TikTok/GoFood), serta monitoring dan evaluasi berbasis peningkatan omzet. Hasil kegiatan PKM memberikn hasil diantaranya: meningkatnya kapasitas produksi, mengurangi limbah, mitra mempeoleh NIB) dan sertifikat halal, serta meningkatnya omzet penjualan secara signifikan. Sinergi green technology dan digital marketing ini dapat direplikasi bagi UMKM yang lainnya untuk mendorong transformasi ekonomi hijau pada UMKM Indonesia.