cover
Contact Name
Almubarak
Contact Email
almubarak_kimia@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
quantum@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, Gedung Laboratorium PMIPA FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Jl. Brigjen. H. Hasan Basry Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains
ISSN : 20867328     EISSN : 25500716     DOI : https://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Science, Education,
Quantum is the Journal of Innovation Science Education, published by the Department of Chemistry Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lambung Mangkurat. The journal is published twice a year in April and October, contains articles in the form of a review, the results of complete research or critical analysis study of Science and Education Science (Chemistry, Biology, Physics, and Applied Science)
Articles 333 Documents
KETERLAKSANAAN MODEL SCIENTIFIC CRITICAL THINKING (SCT)UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SELF EFFICACY MAHASISWA CALON GURU KIMIA PADA MATERI KOLOID Rusmansyah Rusmansyah; Leny Yuanita; Muslimin Ibrahim; Khairiatul Muna; Isnawati Isnawati
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 9, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v9i2.5570

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang keterlaksanaan model SCT untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis dan self efficacy mahasiswa calon guru kimia padamateri koloid. Sintaks model SCT adalah 1) Orientasi mahasiswa; 2) Aktivitas ilmiah; 3) Presentasi hasil aktivitas ilmiah; 4) Penyelesaian tugas berpikir kirits; 5) Evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan dari prototipe model SCT dalam pembelajaran materi Koloid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model SCT menunjukkan kategori sangat baik (85,84,%), aktivitas mahasiswa dalam pembelajaran menunjukkan kategori sangat aktif (85,29%), terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis (rerata N-gain = 0,87/tinggi) dan self efficacy mahasiswa calon guru kimia (rerata N-gain = 0,78/tinggi). Dengan demikian model SCT sudah memenuhi syarat kepraktisan dan keefektifan sebagai prototipe sebuah model. 
PENERAPAN KEEFEKTIFAN BAHAN AJAR BERBASIS MODEL PROBLEM SOLVING PADA SUB MATERI POKOK REAKSI REDOKS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI SMA NEGERI BANJARMASIN Hana Yuliana; Muhammad Kusasi; Iriani Bakti
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v6i1.3220

Abstract

Abstract. Has done research on the effectiveness of the application of model-based teaching materials on problem solving sub subject matter of redox reactions. This study aims to (1) determine differences in cognitive achievement between students with learning students with conventional and model-based learning teaching materials problem solving, (2) determine differences in the activity of students, between students and students with learning and conventional learning models of problem-based teaching materials solving, (3) determine students' response to the model-based learning teaching materials problem solving. This research method is a quasi-experiment. Samples were students of class X-3 and X-5 SMAN 12 totaling 44 people, class X-1 and X-2 SMAN 4 amounted to 74 people as well as the class X-1 and X-3 SMAN 2 Banjarmasin numbered 76 people. The research design used was a nonequivalent pretest-posttest control group design. Collecting data using tests of student learning outcomes, student activities and questionnaire responses. Data analysis using t-test with a significance level of 5%. Techniques used for the activity and the percentage of response analysis. Calculation of the t-test showed that t > t table therefore concluded that there is a significant difference in learning outcomes yng between the experimental and control classes, there is a difference in activity between the experimental class students and classroom control, whereas for the students' response to instructional materials as much as 88,79% at SMAN 2, as much as 77,46% at SMAN 4 and as much as 79,74% at SMAN 12 Banjarmasin.Keywords: effectiveness, problem solving, teaching materials, redox reactions
KEEFEKTIFAN BAHAN AJAR JENIS IKAN DI KAWASAN MANGROF UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA JENJANG SMK Ayu Maulyda; Mochamad Arief Soendjoto; Muhammad Zaini
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 11, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v11i2.8280

Abstract

Pendidikan di Indonesia memiliki tanggungjawab mencetak lulusan yang berkualitas dan memiliki keterampilan belajar salah satunya adalah keterampilan berpikir kritis. Pengembangan produk berupa bahan ajar berbasis lokal memiliki tujuan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa karena siswa mendapatkan contoh secara langsung atau melakukan kegiatan belajar sesuai dengan potensi lokal daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar jenis ikan di kawasan mangrof dan mendeskripsikan keefektifan bahan ajar yang dikembangkan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa. Model penelitian yang digunakan adalah model evaluasi formatif dari Tessmer (1993). Subjek penelitian ini meliputi lima orang siswa kelas X untuk uji kelompok kecil, dan lima belas orang siswa kelas X untuk uji lapangan. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif dan kategorisasi. Hasil keefektifan harapan pada uji kelompok kecil sebelum menggunakan bahan ajar diperoleh nilai dibawah ketuntasan dengan rata-rata 32 dan setelah pengajaran menggunakan bahan ajar jenis ikan di kawasan mangrof didapat nilai ketuntasan dengan rata-rata 87.  Keefektifan aktual pada uji lapangan didapat N-Gain yaitu merumuskan masalah 0.9 dengan kategori tinggi, merumuskan hipotesis 0.7 dengan kategori tinggi, pengumpulan data 0.9 dengan kategori tinggi, analisis data d0.8 dengan kategori tinggi dan menarik kesimpulan 0.9 dengan kategori tinggi
PENERAPAN PADUAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE DENGAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR KIMIA Maya Istyadji
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 1, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v1i1.3364

Abstract

Abstract. Effectiveness of learning cycle instructional model in group investigation setting to improve process quality and learning outcome was investigated. This quasi-experimental study involved students of class X SMAN 1 Banjarbaru of South Kalimantan as a subject. Test instruments were used for measuring students comprehension, learning outcome and concept retension. By using anava, LSD and t-test analysis, this study shows that (1) the quality of learning process in learning cycle- group investigation class (LCGI) is able to create situation where the student learning experience can be tranferred to other students, increased analysis ability and explored students ideas (2) there is significant difference of learning outcome between LCGI and conventional instructional model, and no difference between LC and LCGI (3) LC model and LCGI resulted gain score significantly differ to the conventional model, and gain score of LCGI significanly differs to the LC. Futher more, the LC/LCGI increased the students critical think.Key words: learning cycle, group investigation and retention
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DENGAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING Helmahria Helmahria; Abdul Hamid; Sunarti Sunarti
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 8, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v8i1.3857

Abstract

Abstract. The aims of this research to determine the activities of teachers, activites of students, science process skills, cognitive, affective, and students response. The design research was used classroom action research with 2 cycles. Each cycle consists of planning, action, observation and reflection. The first and second cycle consisted of two meetings. The subjects were 29 students of XI IPA 3 SMAN 4 Banjarmasin. Research instruments in form of test and non-test. The results data showed that Brain Based Learning (BBL) approach can improved activity of the teachers at 5 in good categories, activity of students at 9,75 in good categories, science process skills from good enough to good categories, cognitive results increasing from a score of 60,06 to 87,06, affective students aspect from good enough in the first cycle to good in the second cycle, students class responded positively to learning by using Brain-Based Learning (BBL) approach.Keywords: brain-based learning, science process skills
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP REAKSI REDUKSI OKSIDASI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA REDOKS DI KELAS X 2 SMA NEGERI 1 TANJUNG Dwi Seftina
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v3i2.1349

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) pada pembelajaran materi reaksi reduksi dan oksidasi. Penerapan model TGT diharapkan berdampak positif pada konstruksi pengetahuan siswa sehingga mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman konseptual siswa (2) meningkatkan keterampilan sosial siswa (3) mengetahui respon siswa terhadap implementasi model TGT berbantuan media ular tangga. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri daritahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X 2 SMA Negeri 1 Tanjung yang berjumlah 35 siswa. Instrumen penelitian berupa instrument tes tertulis tipe soal objektif dan instrumen nontes seperti angket, rubiks, dan observasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) pemahaman konseptual siswa meningkat dari 51,72% pada siklus I menjadi 77,54% pada siklus II. (2) keterampilan soial siswa mencapai  91,43% siswa memiliki kriteria keterampilan sosial minimal baik. (3) siswa menunjukkan respon yang positif terhadap pembelajaran dengan model Team Game Tournament pada materi reaksi reduksi dan oksidasi dengan presentase 97,14%. Kata kunci: model team game tournament, reaksi redoks, pemahaman konseptual, keterampilan sosial.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN COOPERATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN METAKOGNISI DAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK TERHADAP MATERI HIDROLISIS GARAM Syahmani Syahmani; Mahdian Mahdian; Yesi Ramayanti
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 10, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v10i2.5942

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran Cooperative Problem Solving (CPS) pada materi hidrolisis garam siswa kelas XI IA SMA Frater Don Bosco Banjarmasin. Pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran dalam melatihkan keterampilan metakognisi dan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Tessmer dengan One – group pretest – posttest design pada small group dan One – group pretest – posttest design with repeat pada field test. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes hasil belajar, kuesioner, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Nilai n-gain hasil belajar keterampilan metakognisi yang diperoleh pada small group termasuk dalam kategori sedang, pada field test pertama dan kedua termasuk dalam kategori sedang dan tinggi. Niilai n-gain pemahaman konsep siswa padasmall group termasuk dalam kategori sedang, pada field test pertama dan kedua termasuk dalam kategori sedang dan tinggi, artinya perangkat pembelajaran efektif. Hasil respon siswa pada one to one, small group, dan field test termasuk dalam golongan positif, artinya perangkat pembelajaran bersifat praktis. Nilai validitas perangkat pembelajaran menunjukkan kategori valid, artinya perangkat pembelajaran valid. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran kimia
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING KOOPERATIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEPTUAL DAN ALGORITMIK MAHASISWA PADA POKOK BAHASAN Yudha Irhasyuarna
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v4i1.1386

Abstract

This research is made with aim to understand: (1) the difference in student’s conceptual understanding between problem solving cooperative learning model and conventional learning model in thermodynamic, (2) the difference student’s algorithmic understanding between problem solving cooperative learning model and conventional learning model in thermodynamic. This research is made by using quasiexperiment method which using pretest post-test nonequivalen control group design. The design of nonequivalen control group is used because random aspect can’t be filled perfectly, caused by difficulty in choosing and arranging the members of control group and experiment group. In this research, two class groups determined as research sample. One is for experiment group, which using problem solving model, and one is for control group which using conventional learning model. The instruments that developed in this research are multiple choice with reason, questionnaire, and observation sheet. The data analysis techniques that used in this research are descriptive analysis and analysis of covariant (Anacova). The research results conclude that: (1) student’s conceptual understanding, which using problem solving cooperative learning model, is higher than conventional learning, (2) student’s algorithmic understanding, which using problem solving cooperative learning model, is higher than conventional learning.Key words: problem solving, cooperative learning, conceptual understanding, algorithmic.
PENGEMBANGAN MEDIA ANIMASI FLASH ASAM BASA DENGAN METODE HANNAFIN DAN PECK Andi Asmawati; Taufiq Dalming
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 10, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v10i2.6907

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh media animasi flash materi konsep asam basa yang valid, praktis dan efektif. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan Hannafin dan Peck dengan prosedur penelitian yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) desain (3) pengembangan/implementasi. Subjek uji coba pada penelitian ini yaitu mahasiswa tingkat I  DIII Farmasi Stikes Pelamonia yang berjumlah 23 mahasiswa.  Pengumpulan data dengan menggunakan angket, lembar wawancara, lembar validasi, lembar observasi, dan dokumentasi untuk mengetahui penilaian validator, dosen, dan mahasiswa  terhadap media, dan untuk mengetahui kebutuhan dalam pengembangan media. Media pembelajaran animasi flash materi konsep asam basa yang telah dikembangkan masuk pada kategori valid dengan rata-rata aspek 4,5, praktis dan efektif. Kepraktisan yangdinilai dari keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media masuk pada kategori terlaksana seluruhnya. Keefektifan diukur dari hasil belajar yang menunjukkan 82% dari 23 mahasiswa sudah tuntas, 96% mahasiswa  memberikan respon positif dan tanggapan guru terhadap media masuk kategori baik. Dari hasil kevalidan, kepraktisan dan keefektifan menunjukkan bahwa media layak untuk digunakan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDIO INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI MAHASISWA Rika Riyanti; Dedy Setyawan
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 12, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v12i2.11224

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian Pre–Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest–Posttest Design untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari perlakuan yang diberikan terhadap subjek yang diteliti. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu 1) bagaimana pemahaman konsep biologi mahasiswa sebelum dan setelah penerapan Model Pembelajaran Flipped Classroom dengan media video interaktif, dan 2) apakah terdapat peningkatan sebelum dan setelah penerapan Model Pembelajaran Flipped Classroom dengan media video interaktif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester VI program studi pendidikan Biologi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pemahaman konsep dan pedoman observasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan rumus uji t. Berdasarkan hasil analisis data tes pemahaman konsep diperoleh rata-rata persentase pemahaman konsep mahasiswa mengalami peningkatan dari 46,63% kategori sedang menjadi 86,71% kategori tinggi, serta perubahan nilai median dari 46,40 menjadi 85,70. Data keterlaksanaan pembelajaran dapat dikatakan terlaksana dengan sangat baik yaitu pada pertemuan pertama sebesar 82,86% kategori baik dan meningkat menjadi 97,14% di pertemuan kedua pada kategori sangat baik. Hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan rumus uji t, diperoleh data nilai thitung = 27,330 dengan nilai-p = 0,000 < ½ α = 0,025 maka H0 ditolak, artinya ada peningkatan pemahaman konsep yang signifikan terhadap mahasiswa setelah perlakuan sebesar 0,76 atau 76% yang berada pada kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Flipped Classroom dengan media pembelajaran Vidio Interaktif meningkatkan pemahaman konsep biologi mahasiswa.