cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
METAMORFOSA Journal of Biological Sciences
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025697     EISSN : 26558122     DOI : -
METAMORFOSA is an electronic scientific journal published periodically by the Master of Biology Udayana University, which includes scientific works in the field of Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 316 Documents
Analisis In Silico dan Kuantitatif Senyawa Metabolit Sekunder Senyawa L-DOPA Pada Ekstrak Biji Dan Daun Kacang Koro Benguk (Mucuna pruriens D.C.) menggunakan metode Spektrometri UV-VIS Winda Tul Habibah; Tintrim Rahayu; Majida Ramadhan
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p16

Abstract

Kacang Koro Benguk (Mucuna pruriens D.C.) merupakan tanaman yang menghasilkan bahan obat-obatan yang mengandung senyawa metabolit sekunder, salah satumya L-DOPA. Senyawa ini dapat digunakan untuk mengobati gangguan syaraf, mengobati bisa ular, menambah berat badan dan kekuatan otot, serta sebagai obat cacing pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kacang Koro Benguk (Mucuna pruriens D.C.) secara In Silico dan mendetekasi adanya senyawa L-DOPA dalam spesies Kacang Koro Benguk (Mucuna pruriens D.C.) menggunakan Spektrometri UV-VIS. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dan data diolah secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis In Silico diketahui bahwa pada spesies Kacang Koro Benguk (Mucuna pruriens D.C.) pada bagian biji dan daun mengandung senyawa L-DOPA dan memiliki struktur molekul C9H11NO4, sedangkan untuk deteksi senyawa L-DOPA menggunakan Spektrometri UV-VIS terdeteksi bahwa Kacang Koro Benguk (Mucuna pruriens D.C.) mengandung senyawa L-DOPA dengan panjang gelombang 462 nm dengan absorbansi pada biji dan daun 2.210 dan 1.171. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk 20 gram biji koro benguk menghasilkan 1.105 ppm, sedangkan untuk 2 gram daun koro benguk menghasilkan 0.5855 ppm.
Growth Responses Of Maize And Soybean To Application Of Rhizosphere Bacterial Consortium From Dry Land North Lombok Ernin Hidayati; Muhammad Sarkono; Faturrahman Faturrahman
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p07

Abstract

Salah satu peranan bakteri tanah adalah sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon pertumbuhan tanaman jagung dan kedelai terhadap pemberian konsorsium bakteri indigenous asal lahan kering Pulau Lombok pada perlakuan tanah steril dan nonsteril dan perbedaan kapasitas lapang air media tanam. Tanah diambil dari lahan kering Lombok Utara. Tanah steril dipersiapkan dengan cara mensterilisasi tanah lahan kering menggunakan autoklaf. Konsorsium bakteri dipersiapakan dengan mencampur 15 inokulum isolat bakteri rhizosfer asal lahan kering Pulau Lombok. Inokulasi konsorsium dilakukan dengan teknik inokulasi tanah. Kapasitas lapang air media tanam diatur 25%, 50%, dan 75%. Penelitian dilakukan pada skala rumah kaca. Parameter pertumbuhan yang diamati berupa jumlah daun, lebar daun, panjang daun, panjang tanaman, berat basah dan berat kering biomassa bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsorsium bakteri mampu memacu pertumbuhan tanaman. Kemampuan tersebut lebih tampak pada tanaman yang ditumbuhkan pada media tanah steril dibandingkan pada tanah nonsteril.
Potensi Bacillus sp. Sebagai Agen Antagonis Terhadap Athelia rolfsii Penyebab Busuk Pangkal Batang Kedelai (Glycine max L.) Khotima Dwi Cahya; Retno Kawuri; I Made Sara Wijana
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p12

Abstract

Athelia rolfsii dapat menyebabkan busuk batang pada tanaman kedelai dengan gejala infeksi pada pangkal batang yang berbatasan dengan permukaan tanah yang dapat menurunkan hasil produksi panen kedelai hingga 75%. Pengendalian penyakit dengan pestisida kimia diketahui dapat membawa dampak negatif tehadap lingkungan. Bakteri Bacillus sp. sebagai agen antagonis diketahui dapat menghasilkan enzim, antibiotik, dan siderophore yang mampu menekan pertumbuhan cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Bacillus sp. yang diisolasi dari rhizosfer tanaman kacang tanah sehat dalam menekan pertumbuhan cendawan A. rolfsii secara in vitro dan untuk mengetahui konsentrasi kultur Bacillus sp. terbaik dalam menekan pertumbuhan cendawan A. rolfsii dalam skala green house. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan parameter yang diamati adalah persentase daya hambat secara in vitro, persentase kejadian penyakit, dan persentase intensitas penyakit. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian diperoleh 6 isolat Bacillus sp. Isolat Bacillus sp. 1 sebagai isolat dengan persentase daya hambat terbaik dalam menekan pertumbuhan A. rolfsii (79,44%) selanjutnya diuji pada skala green house. Pemberian kultur Bacillus sp.1 sebanyak 10 mL dengan kerapatan 1x108 sel/mL dapat menekan kejadian penyakit busuk pangkal batang hingga 53,38 ± 18,23% dan menekan persentase intensitas penyakit hingga 67,78 ± 19,40% selama 7 HST. Kontrol positif dengan Amistar top menekan kejadian penyakit busuk pangkal batang dan intensitas penyakit hingga 86,68 ± 18,25%. Kultur Bacillus sp. 1 dapat digunakan sebagai agen antagonis pada penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh A. rolfsii. Kata kunci: Antagonis, Athelia rolfsii, Bacillus sp., Tanaman kedelai.
The Effect of Single and Combination Sterilization on In Vitro Culture of Kepel (Stelechocarpus burahol Hook F. & Thomson) Nodes Cindy Talenta Hutabarat; Ratih Restiani; Aniek Prasetyaningsih
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p02

Abstract

Kepel is identity of Yogyakarta's flora with potential in the health sector and the field of building material construction. Kepel is reported to be in the Conservation dependent category, which means it is difficult to find (rare). In vitro culture is a plant propagation technique using parts of the plant aseptically. In vitro culture can produce a large number of plants in a short time. This is very much needed in efforts to conserve kepel plants. The main thing that determines the success of the in vitro culture process is sterilization. This study aims to determine the effect of single and combined sterilants with various treatments for soaking time. The explants used in this study were young Kepel plant nodes ex-vitro in the age range of 1-2 years. In this study, 3 groups were consisting of control, 10% chlorox single sterilant with an immersion time of 10, 15, and 20 minutes, 70% ethanol with an immersion time of 1, 3, and 5 minutes, carbendazim 5% with an immersion time of 10, 15, and 20 minutes and a combination sterilant (10% chlorox + 70% ethanol + 5% carbendazim) with immersion time of 1 minute 30 seconds, 3 minutes 30 seconds and 5 minutes 30 seconds. Parameters observed during the time of contamination, percentage of contamination, type of contamination, and successful explants were observed for 21 days. The results showed that a combination sterilant of 5 minutes 30 seconds was more optimal than a single sterilant in suppressing contamination of the nodal explants of the Kepel plant, with contaminants appearing time of 8-29 (HST), the percentage of contamination 66%, the type of fungal contamination 66.66% and explants growing (callus) 100%.
Pengaruh Metode Pengeringan Kering Angin dan Oven Terhadap Karakteristik Simplisia Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Audry Regita Ayu Fardi; Sentot Joko Raharjo
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p17

Abstract

Pengeringan merupakan salah satu proses pasca panen yang dapat mempengaruhi standar mutu simplisia bunga kecombrang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan kering angin dan oven terhadap karakteristik simplisia bunga kecombrang. Metode penelitian ini meliputi pembuatan simplisia teh herbal bunga kecombrang dengan menggunakan metode pengeringan kering angin dan oven, serta pengujian karakteristik meliputi organoleptik, makroskopik, mikroskopik, kadar air, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kromatografi lapis tipis, dan kadar flavonoid total. Hasil menunjukkan bahwa simplisia bunga kecombrang pada pengeringan kering angin dan oven memenuhi persyaratan yang meliputi beberapa parameter organoleptik, mikroskopik, maksroskopik, kadar air, kadar sari larut air, kadar flavonoid total. Pada pengeringan oven dalam pembuatan simplisia bunga kecombrang menghasilkan karakteristik yang terbaik yaitu organoleptik, makroskopik, kadar air dan kadar flavonoid total, sedangkan pada pengeringan kering angin menunjukkan kadar sari larut air dan etanol tertinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh antara metode pengeringan kering angin dan oven terhadap karakteristik simplisia bunga kecombrang yang meliputi kadar air, kadar sari larut air, dan kadar flavonoid total.
Analysis of the Structure And Composition of The Production Forest Floor Vegetation in Nenuk, Naekasa Village, Tasifeto Barat District, Belu Regency Erlinda Desi Kolo; Yoseph Nahak Seran; Ludgardis Ledheng
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p08

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis vegetasi lantai hutan, struktur dan komposisi vegetasi lantai hutan serta faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan vegetasi lantai hutan di kawasan Hutan Produksi Nenuk. Pengambilan data dilakukan di Hutan Produksi Nenuk Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu menggunakan plot yang diletakkan secara purposive sampling sebanyak 25 plot pengamatan dengan ukuran 2m x 2m. Dari hasil penelitian ditemukan 18 jenis vegetasi lantai yang terdiri dari 13 famili, Vegetasi lantai hutan yang memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada tingkat semai adalah Tectona grandis, L. dengan INP sebesar 94,74%, pada tingkat Herba adalah Ottochloa nodosa, Kunth. dengan INP sebesar 74,79%, Pada tingkat semak adalah Flemingia strobilfera, L. dengan INP sebesar 58,32%, Pada tingkat Perdu adalah Passiflora foetida, L. dengan INP sebesar 79,19%. Faktor lingkungan Suhu, Kelembaban dan pH dengan suhu rata-rata 31,7ºC, Kelembaban 68,8 % dan pH 6,8. Struktur dan Komposisi vegetasi lantai hutan Produksi Nenuk perlu terus dilestarikan untuk menjaga keseimbangan ekosistem Hutan Produksi Nenuk dimasa mendatang.
Biodiversitas Capung Di Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali Anak Agung Gde Raka Dalem; Job Nico Subagyo; Ni Made Suartini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p13

Abstract

ABSTRACT Rearch on “Biodiversity of Dragonflies in Petulu Village, Ubud District, Gianyar Regency, Bali” was undertaken between May and October, 2020. Objectives of this research were to find out species and biodiversity of dragonflies of Petulu Village. Sample were collected from some research locations representing different habitats, such as rice fields, settlements, and plantations. Dragonflies which were caught or sighted on research area whould be caught by insect nests when possible and then were brought to the laboratorium at Biology Department-Fmipa Udayana University, Bali for species identification. Identification was conducted refering to some books and manuals, such as Wahyu Sigit Rhd (2013), Lilies S. (1992), etc. Data of dragonflies that were recorded including name of species and their relative abundances, and then the results were presented on a table. The status of each species (protected or not), was also provided. Shannon-Wiener diversity indexes were calculated. Results of this research showed that there were 12 species of dragonflies found, namely: Crocothemis servilia, Pantala flavescens, Orthetrum Sabina, Neurothemis terminata, Diplacodes trivialis, Potamarcha congener, Neurothemis ramburii, Orthetrum chrysis, Ischnura senegalensis, Agriocnemis femina, Agrionoptera insignis, dan Agriocnemis pygmaea. All dragonflies species found here were not protected by law. Biodiversity index (H’) of dragonflies in Petulu Village was 1.63, which indicated condition of community structure of dragonflies in Petulu Village was stable within the category of moderate. Keywords: Bali, biodiversity, dragonfly, identification, Petulu
The Effect Combination of Glomus Endomycorrhizal and Trichoderma on The Productivity of Corn (Zea Mays L.) Maghfirotun Nisa; Meitini Wahyuni Proborini; Ida Ayu Astarini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p04

Abstract

The aim of the research was to determine the effect of the combination of Glomus endomycorrhizal and Trichoderma and the appropriate dose to increase the productivity of maize (Zea mays L.). The study was began with the propagation of Glomus endomycorrhizal spores in the green house of the Biology Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University and continued with endomycorrhizal spore screening, re-isolation of Trichoderma fungi and application of Glomus and Trichoderma endomycorrhizal spores to corn plants. The results showed that there was no significant difference between positive control (KNO3) and endomycorrhizal and Trichoderma treatments on plant height, number of leaves, root length, ear length, ear diameter, ear wet and dry weight and shell weight and significantly different on the small size of the shells. Doses of 125 Glomus spores and 5 mL Trichoderma give the best results on the small amount of corn shells compared to other doses, so that the combination of endomycorrhizae and Trichoderma can be applied to reduce excessive chemical fertilizers.. Keyword: biofertilizer, growth, nutrient, productivity
Pengaruh Rasio Crude Enzim Aspergillus niger dan Trichoderma reesei terhadap Kadar Gula dan Bioetanol Hasil Fermentasi Kulit Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) Diana Pertiwi; Trianik Widyaningrum
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p18

Abstract

Bioethanol is ethanol derived from biological sources and can be used as an alternative fuel. Bioethanol can be made from materials that contain cellulose, for example jackfruit rind which contains 38.69% cellulose. The purpose of this study was to determine the effect of the ratio of crude enzymes Aspergillus niger and Trichoderma reesei to the sugar and bioethanol content of fermented jackfruit rind using Zymomonas mobilis. This type of research is experimental research. The experimental design used RAL with the independent variable ratio of crude Aspergillus niger and Trichoderma reesei with variants (0:0), (0:1), (1:0), (1:1), (1:2), (2:1 ), (1:3), and (3:1). The dependent variables were sugar content and bioethanol from fermented jackfruit rind. Sugar content was measured by the DNS method. Ethanol content was measured using an alcoholmeter. Experimental data were analyzed by ANOVA. The results showed that the ratio of crude enzymes Aspergillus niger and Trichoderma reesei affected the sugar content and bioethanol fermented jackfruit peel using Zymomonas mobilis. The highest sugar content in the crude enzyme ratio Aspergillus niger: Trichoderma reesei 1:0 of ??11.99% and the highest ethanol content of the crude ratio of 2: 1, which is 3.16%.
Struktur Komunitas Plankton di Pantai Samuh, Nusa Dua, Bali Dewa Adi Putra; Ni Luh Watiniasih; Ayu Putu Wiweka Krisna Dewi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p09

Abstract

Plankton merupakan organisme yang hidupnya melayang-layang di perairan yang pergerakannya dipengaruhi oleh arus. Keberadaan plankton di suatu perairan dapat digunakan sebagai bioindikator karena memiliki tingkat kepekaan tinggi dan juga dipengaruhi oleh perubahan kondisi perairan. Perubahan-perubahan kondisi perairan dapat diakibatkan oleh adanya aktivitas masyarakat. Salah satu pantai yang banyak memiliki aktivitas masyakarat yaitu Pantai Samuh. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2021 di Pantai Samuh. Terdapat 3 stasiun pengamatan yaitu stasiun I diperuntukkan sebagai pendaratan kapal, stasiun II umumnya digunakan sebagai tempat rekreasi dan aktifitas masyarakat berwisata, stasiun III diperuntukkan sebagai kawasan perhotelan. Metode yang digunakan mentode deskriptif kuantitatif. Penentuan stasiun dilakukan dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil pengamatan fitoplankton yang didapatkan di Pantai Samuh sebanyak 4 kelas yakni Bacillariophceae (13 genus), Zygnemophyceae (1 genus), Cyanophyceae (2 genus) dan Dinophyceae (1 genus). Zooplankton yang di temukan di Pantai Samuh sebanyak 4 kelas yaitu Hexanauplia (1 genus), Branchiopoda (1 genus), Crustacea (1 genus) dan Monogonta (1 Genus). Nilai kelimpahan rata-rata fitoplankton yaitu sebesar 347 dan nilai kelimpahan rata-rata zooplankton yaitu sebesar 25, nilai indeks keanekaragaman rata-rata fitoplankton sebesar 1,56 dan nilai indeks keanekaragaman rata-rata zooplankton sebesar 0,79, nilai keseragaman rata-rata fitoplankton yaitu sebesar 0,72dan nilai keseragaman rata-rata zooplankton yaitu sebesar 0,96, nilai dominansi rata-rata fitoplankton yaitu sebesar 0,31 dan nilai dominansi rata-rata zooplankton yaitu sebesar 0,51.