cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Buletin Udayana Mengabdi
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14120925     EISSN : 25498304     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Arjuna Subject : -
Articles 979 Documents
PENERAPAN TEKNOLOGI PAKAN SUPLEMEN UREA KAPUR CASSAVA BLOK (UKCB) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TERNAK SAPI PADA KELOMPOK TANI TERNAK TRI BUANA KARANGASEM I GUSTI LANANG OKA CAKRA, dkk.
Buletin Udayana Mengabdi Vol 13 No 1 (2014): Vol 13, No 1, April 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.399 KB)

Abstract

The community service was conducted in the cattle farmers groups “Tribuana” in Tri Eka Buana Village, Sidemen Distrik, Karangasem Regency and was aimed to improve the farmers knowlege especially the members of famers groups about the aplication of feed suplement Urea Lime Cassava Block (ULCB). The service was conducted on Saturdy on 7nd September 2013 at Tribuana Groups of farmers at banjar Pungutan, Tri Eka Buana village, and attended by 22 from 30 total members of farmers groups (73%). The methode used were direct instruction and discussion to the farmers. More than 90% members of farmers group not yet give feedsuplement, only 5% members of farmers group was given feed suplement like rice brand and water washing rice before being cooked. The result of the service showed that the farmenrs’ awareness and knowlege improve to give feed suplement such as Urea Lime Cassava Block, therefore the dry matter consumption will al so improve. The nutrient requirement could fulfill and will impact to the improvement of cattle growth and production.Key words: feed suplement, cattle
PEMBINAAN PETANI DI DESA SONGAN, KECAMATAN KINTAMANI-BANGLI MENGENAI PENGGUNAAN PESTISIDA N. M. Utami Dwipayanti; M. Ayu Hitapretiwi Suryadhi; N K. Sutiari; I N. Sujaya; I Agus Gelgel Wirasuta; N T. Suryadhi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 11 No 1 (2012): Volume 11 No.1 – April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.999 KB)

Abstract

The knowledge of farmers on pesticides and its association on health and the environment still remains an issue. Located in the rural area of Bali, the village of Songan, Kintamani, Bangli with its fertile soil accommodates many farm lands. The counseling and assistance included 20 farmers during their working hours to allow direct observation. The counseling and assistance targeted at issues regarding safe uses of pesticides and its association to health and the environment. The knowledge of participants was evaluated by pre- and post-test. Less than a half (40%) were able to identify an association between pesticide use and health, while almost all do not know the chronic effect of pesticides to health and/or the environment. Recommendations target health care facilitators are expected to continue counseling and assistance to the farmers and others in order to maintain a healthier and more sustainable future.
PELATIHAN TEKNOLOGI BIOFLOCK PADA USAHA BUDIDAYA IKAN LELE DI DESA KETEWEL KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR N.L.G. Sumardani; I.G. Suranjaya; N.N. Soniari; I.M. Radiawan
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.223 KB)

Abstract

Pelatihan teknologi bioflock pada usaha budidaya lele di Desa Ketewel Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar telah dilaksanakan pada 14 April 2015. Pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan produksi ikan lele pada kolam sempit, menekan biaya pakan lele, dan menghemat waktu pemeliharaan, karena teknologi bioflock merupakan teknologi pemeliharaan dengan menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi untuk mengolah limbah dari ikan lele tersebut menjadi gumpalan-gumpalan (flock) yang digunakan sebagai makanan alami untuk lele. Metode yang digunakan pada pelatihan ini adalah ceramah, demonstrasi dan praktek di sawah. Pelatihan ini dihadiri oleh 15 orang dari kelompok tani nelayan Mina Buwana Kerti. Dari hasil post test, lebih dari 90% tani nelayan berhasil menjawab pertanyaan tentang teknologi bioflock, penanganan penyakit dan pemasaran. Data yang ditunjukkan pada akhir pelatihan, semua peserta memahami dengan baik topik yang diberikan, dan seluruh peserta berpartisipasi secara aktif dalam pelatihan ini.
PEMERIKSAAN KEBUNTINGAN SAPI BALI DAN PELAYANAN KESEHATAN HEWAN DI GAPOKTAN NANDA SARI DESA APUAN KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI I.M. Merdana; I.W. Sudira; Samsuri Samsuri; K. Budiasa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.361 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i04.p09

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kebuntingan sapi bali dan pelayanan kesehatan hewan di Gapoktan Nanda Sari Desa Apuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Pengabdian yang telah dilakukan meliputi penyuluhan manajemen pemeliharaan dan kesehatan reproduksi ternak sapi bali, pemeriksaan kebuntingan dan pelayanan kesehatan hewan. Kegiatan penyuluhan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri anggota gapoktan dan peternak sekitarnya. Pemeriksaan kebuntingan sapi melalui palpasi rektal dilakukan terhadap tiga ekor induk sapi yang diduga mengalami gangguan reproduksi. Hasil pemeriksaan kebuntingan ditetapkan diagnosa satu ekor induk mengalami patologis korpus luteum persisten dan dua ekor induk kondisi bunting dengan umur kebuntingan 3-4 bulan. Pada pelayanan kesehatan hewan, jumlah ternak yang mendapatkan pelayanan sebanyak 72 ekor sapi, yang terdiri dari 49 ekor induk, 14 ekor pedet betina dan 10 ekor pedet jantan. Ragam pelayanan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan sapi meliputi injeksi vitamin, pemberian obat cacing, spraying ektoparasit, injeksi antihistamin, injeksi antibiotika dan spraying antibiotika topikal. Dapat disimpulkan bahwa pengabdian ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak serta kepedulian terhadap ternaknya dalam upaya peningkatan produktivitas ternak baik secara kualitas maupun kuantitas. Kata kunci : sapi bali, penyuluhan, pemeriksaan kebuntingan, pelayanan kesehatan hewan
PELATIHAN PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN RUMPUT LAUT MENJADI SELAI DI DESA LEMBONGAN KECAMATAN NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGUNG A.A.I.S Wiadnyani; I.W.R. Widarta; N.N. Puspawati; N.M. Indri H; I.D.P. Kartika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.981 KB)

Abstract

Nusa Lembongan merupakan pulau kecil yang terletak berdekatan dari pulau Nusa Ceningan dengan jarak sekitar 2 km di sebelah Barat laut Nusa Penida. Pulau Nusa Lembongan memiliki panjang 4 km dan lebar 1 – 1,5 km, berada sekitar 11 km di sebelah Tenggara dari Pulau Bali. Daerah Nusa Lembongan merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Klungkung yang masih dianggap daerah miskin dan banyak warganya yang bekerja di luar daerah. Mata pencaharian sebagian besar penduduk Nusa Lembongan adalah sebagai petani rumput laut dan sebagian bekerja di sektor pariwisata. Rumput laut merupakan komoditi pertanian utama yang dihasilkan Nusa Lembongan. Masyarakat di Desa Lembongan hanya menjual rumput laut dalam bentuk segar ataupun setelah dikeringkan tanpa dilakukan pengolahan lebih lanjut. Pemanfaatan rumput laut menjadi selai dengan memanfaatkan hasil penelitian belum diketahui oleh warga desa. Metode pemecahan masalah yang digunakan berupa pengenalan dan pelatihan pembuatan produk olahan rumput laut menjadi selai dan pengemasan sampai pada pelabelannya. Hasil yang didapatkan bahwa kegiatan penyuluhan, pelatihan serta pendampingan pembuatan produk produk olahan rumput laut menjadi selai berjalan dengan baik dan sesuai rencana dimana KWT Segara Caksu sudah mampu memproduksi produk olahan tersebut dengan baik. Pengemasan dan pelabelan pada produkpun sudah dapat dikerjakan dengan baik dan dihasilkan produk dengan identitas dan penampilan yang menarik.
PELATIHAN PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK BERAIR PADA BUAH SALAK DI DESA DUDA TIMUR, KECAMATAN SELAT KABUPATEN KARANGASEM W. Adiartayasa; I.N. Wijaya; I.G.N. Bagus; I.M.M. Adnyana; I.K. Siadi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.807 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i03.p03

Abstract

Salak (Salacca edulis Reinw.) merupakan tanaman asli Indonesia dan buah salak mempunyai nilai yang cukup tinggi dan disukai oleh konsumen Indonesia. Salak Bali mempunyai pasar yang cukup baik di kota besar di Jawa seperti Surabaya, Solo, Semarang dan Jakarta. Desa Sibetan dan Duda Timur merupakan penghasil buah salak yang terbanyak. Umur simpan buah salak Bali berkisar antara 6-7 hari pada suhu penyimpanan 29oC, selama penyimpan bobot buah salak mengalami penurunan 20 persen. Kekerasan daging buah salak cenderung mengalami penurunan ditandai dengan makin melunaknya daging buah. Kerusakan buah salak dapat terjadi sejak berada pada pertanaman, waktu panen, pasca panen sampai ke pemasaran berkisar 40%. Kerusakan buah salak dapat terjadi akibat luka, memar, pencoklatan, buah pecah kulit, dan penyakit busuk berair. Menurut Adiartayasa (2004) kerusakan buah salak disebabkan oleh jamur yaitu Ceratocystis sp. dan Botryodiplodia sp. yang menyebabkan kulit buah salak menjadi berwarna coklat kehitaman dan berair, kulit buah mudah pecah dan terkelupas, serta daging buah busuk dan berair serta berwarna coklat. Lebih lanjut ekstrak daun sirih yang diperoleh dari solven metanol 5-15% memiliki daya hambatan yang tinggi terhadap pertumbuhan Botrydiplodia sp. pada media PDA. Sedang ekstrak daun sirih mempunyai kemampuan yang lebih rendah dalam menghambat pertumbuhan Botrydiplodia sp. Pengendalian penyakit Busuk Berair pada buah salak dilaksanakan pada Kelompok Tani dan Ternak Tabu Nandini di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem pada hari Senen, 14 Agustus 2017. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada Wantilan Kelompok Tani dan Ternak Tabu Nandini dan pemaparan pelatihan dibantu dengan alat bantu LCD serta dihadiri oleh 35 orang petani dan 6 orang dosen. Peserta mampu mengidentifikasi dan menunjukkan gejala penyakit Busuk Berair pada buah salak. Lebih dari 100 persen peserta dapat menunjukkan gejala penyakit Busuk Berair pada buah salak. Pengendalian penyakit Busuk Berair pada buah salak dalam penyimpanan dan pemasaran dapat menggunakan ekstrak daun sirih.
SATU MESIN DWI FUNGSI SEBAGAI MESIN PEMBERSIH SERABUT DAN PEMARUT KELAPA DI BANJAR MUDING KELOD DESA KEROBOKAN KAJA KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG K. Astawa; I.P. Lokantara; H. Wijaksana; T. P Surya
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.616 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p04

Abstract

Kelapa dalam bahasa Latin disebut Cocos nucifera merupakan tanaman yang termasuk dalam jenis tanaman palma dengan buah yang berukuran cukup besar dibanding dengan tanaman jenis palma yang lain. Di Bali buah kelapa sering digunakan dalam pelaksanaan upacara keagamaan khususnya umat Hindu, seperti untuk kelengkapan banten Daksina. Dalam pembuatan kelapa daksina ini terlebih dahulu kelapa perlu dibersihkan dari serabutnya, tetapi untuk membersihkan serabut dibatok kelapa tersebut saat ini dilaksanakan secara konvensional sehingga membutuhkan waktu yang lama dan hasilnya tidak maksimal serta kurang efisien. Dilain pihak kebutuhan akan kelapa daksina di Bali sangat banyak sebagai unsur dalam pembuatan banten daksina. Selain sebagai kelengkapan daksina, kelapa juga bisa dipergunakan untuk bahan minyak goreng atau lawar. Untuk pembuatan minyak goreng, kelapa terlebih dahulu harus diparut. Biasanya untuk bisa memarut kelapa, batoknya harus dipecahkan sampai retak kecil-kecil untuk memudahkan dicongkel daging kelapanya, dengan cara ini sisa batoknya hanya bisa digunakan sebagai bahan bakar (arang) saja. Dengan menggunakan satu mesin dua fungsi ini yaitu sebagai pembersih batok dan pemarut kelapa menjadikan kedua pekerjaan ini akan dilakukan lebih efektif dan efisien karena untuk memarutnya, kelapa hanya cukup dibelah dua saja tanpa harus mencongkel daging kelapanya, dengan demikian batok kelapanya dapat dipergunakan sebagai kerajinan tangan atau souvenir untuk menunjang pariwisata sehingga dapat meningkatkan penghasilan atau pendapatan masyarakat setempat. Hasil pengujian langsung dilapangan menunjukan efisiensi dan efektifitas waktu antara cara konvensional dibandingkan dengan mesin adalah 15 : 2 menit untuk pembersihan serabut kelapa dan waktu untuk pemarutan setiap butir kelapa diperoleh perbandingan waktu 30 : 10 menit dengan batok kelapa hanya dibelah dua saja. Kata kunci : Mesin, Pembersih, Pemarut, Kelapa
PENGENALAN ETIKA BERBAHASA INGGRIS KELOMPOK SADAR WISATA DI DESA BONGKASA, KABUPATEN BADUNG. I MADE RAJEG; LP. LAKSMINY; I KETUT TIKA; I NENGAH SUDIPA
Buletin Udayana Mengabdi Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 – April 2006
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.338 KB)

Abstract

ABSTRACT This community services took place in the Village of Bongkasa-Badung regency involving 29 participants of Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in that village. The topic of this services is about the English Ethic using the appropriate English constructions in communication with English speaking tourists. Apart from being able to use English grammatically, the participants are also introduced by the appropriate ways of using communicative English in order that they feel more confident in interacting with the tourists.
PEMBINAAN PETANI DI DESA SONGAN, KECAMATAN KINTAMANI-BANGLI MENGENAI PENGGUNAAN PESTISIDA N . M. Utami Dwipayanti; M. Ayu Hita Pretiwi Suryadhi,; N. K. Sutiari; I. N. Sujaya; I M. Agus Gelgel Wirasuta; N. T. Suryadhi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 13 No 2 (2014): Vol 13, No. 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.681 KB)

Abstract

The knowledge of farmers on pesticides and its association on health and the environment still remains an issue. Located in the rural area of Bali, the village of Songan, Kintamani, Bangli with its fertile soil accommodates many farm lands. The counseling and assistance included 20 farmers during their working hours to allow direct observation. The counseling and assistance targeted at issues regarding safe uses of pesticides and its association to health and the environment. The knowledge of participants was evaluated by pre- and post-test. Less than a half (40%) were able to identify an association between pesticide use and health, while almost all does not know the chronic effect of pesticides to health and/or the environment. Recommendations target health care facilitators to continue counseling and assistance to the farmers and others in order to maintain a healthier and sustainable future.Keyword: pesticide, health, environment, farmers knowledge
PENINGKATAN EFISIENSI PRODUKSI AYAM PETELUR MELALUI PENINGKATAN KENYAMANAN KANDANG DI DESA BOLANGAN I M. Nuriyasa. Eny Puspani; I G. N. Sum atra; P. P. Wibawa; I M. Mudita
Buletin Udayana Mengabdi Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.484 KB)

Abstract

The short course of improving broiler performances with more comfortable cage was conducted on September 25th. 2009 in Bolangan village, Tabanan regency. There were 15 local farmers and 18 SMK No1. Katiku Tanah, Sumbawa students as participants of this activity. The teams presented about (1) animal comfort zone, (2) cage modifications, (3) heat transfer between animal and environment and (4) energy protein ration. Based on the limited discussion, it could be seen that participants were very enthusiastic in joining this activity. They used this occasion for making discussion with the concerned team from Udayana University.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 5 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 4 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 3 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 2 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 1 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 4 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 3 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 2 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 1 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 4 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 3 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 2 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 1 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 4 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 1 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 2 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017) Vol 16 No 2 (2017) Vol 16 No 1 (2017) Vol 15 No 3 (2016) Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 14 No 1 (2015): April 2015 Vol 13 No 2 (2014): Vol 13, No. 2 (2014) Vol 13 No 1 (2014): Vol 13, No 1, April 2014 Vol 12 No 2 (2013): Volume 12 No.2 – September 2013 Vol 12 No 1 (2013): Volume 12 No.1 – April 2013 Vol 11 No 2 (2012): Volume 11 No.2 – September 2012 Vol 11 No 1 (2012): Volume 11 No.1 – April 2012 Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011 Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011 Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010 Vol 9 No 1 (2010): Volume 9 No.1 – April 2010 Vol 8 No 1 (2009): Volume 8 No.1 – April 2009 Vol 7 No 2 (2008): Volume 7 No.2 – September 2008 Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 – April 2008 Vol 6 No 2 (2007): Volume 6 No.2 - September 2007 Vol 6 No 1 (2007): Volume 6 No.1 - April 2007 Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 – April 2006 More Issue