cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jip@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Department of Pharmacy Building 2nd Floor, Faculty of Medicine and Health Sciences, 3rd Campus Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Islamic Pharmacy
ISSN : 24605182     EISSN : 25276123     DOI : http://dx.doi.org/10.18860/jip
Core Subject : Health, Science,
Welcome to Journal of Islamic Pharmacy (e-ISSN : 2527-6123) formerly Jurnal Farmasains (p-ISSN : 2460-5182) Department of Pharmacy, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia. The journal was established in 2015 and online publication was begun in 2016. Since 2016, the journal has been published in English and only receives manuscripts in English.
Articles 156 Documents
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Dinoyo Malang Siti Maimunah; Fitri Eka Utami; Meilina Ratna Dianti; Fidia Rizkiyah Inayatillah
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2022): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i1.14695

Abstract

Kesehatan adalah hak asasi manusia yang harus di wujudkan. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan. Salah satu pelayanan di puskesmas yaitu Pelayanan Kefarmasian. Saat ini, orientasi Pelayanan Kefarmasian berubah menjadi pelayanan yang komprehensif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien maka Apoteker dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan agar dapat memberikan pelayanan yang baik dan bermutu sehingga dapat menimbulkan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Dinoyo Malang. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif menggunakan metode non probability sampling. Sampel yang diperlukan sebanyak 100 sampel dan pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan metode pengolahan data Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk mengetahui kualitas Pelayanan Kefarmasian. Hasil penelitian menyatakan bahwa pelayanan kefarmasian di Puskesmas Dinoyo Malang sudah baik. Dibuktikan dengan 49% responden Sangat Puas, 37% responden Puas, 12% responden Tidak Puas dan 2% responden Sangat Tidak Puas dengan nilai IKM sebesar 82.062 dengan kategori Mutu Pelayanan B dan dapat diartikan pelayanan kefarmasin di Puskesmas Dinoyo Malang Baik
Tingkat Kesesuaian Pelayanan Farmasi Klinik di Apotek terhadap Permenkes RI No 73 Tahun 2016 di Kecamatan Dau Kabupaten Malang Ihromi Esa Putri Nurhastuti; Ach Syahrir; Dhani Wijaya
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2022): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i1.14798

Abstract

ABSTRAKPermenkes RI No. 73 Tahun 2016 merupakan peraturan tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek. Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian di apotek, apoteker harus menerapkan standar pelayanan kefarmasian yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016 untuk mewujudkan kesehatan masyarakat yang optimal. Penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan farmasi klinik di apotek terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 73 Tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian pelayanan farmasi klinik di apotek dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan sampel adalah non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 8 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner yang dibagikan kepada responden. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah pelayanan farmasi di apotek di Kecamatan Dau Kabupaten Malang belum sesuai dengan Permenkes RI No.73 tahun 2016. Dengan kategori Pengkajian Resep (baik), Dispensing (baik), Konseling (baik), Pelayanan Informasi Obat (baik), Home Pharmacy Care (Cukup), Pemantauan Terapi Obat (cukup) dan Monitoring Efek Samping Obat (cukup).
Pengetahuan, Persepsi, dan Sikap Masyarakat Muslin di Kabupaten Magetan terhadap Obat Halal Nurista Safa Normasilla; Abdul Hakim; Hajar Sugihantoro
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2022): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i1.14739

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Sehingga masalah kehalalan suatu produk merupakan hal yang sangat penting di Indonesia. Adanya UU tentang Jaminan Produk Halal maka akan menjamin kehalalan produk yang beredar di masyarakat. Akan tetapi, kenyataannya jumlah obat halal yang beredar dalam masyarakat masih sedikit sehingga mempengaruhi tingkat kesadaran konsumsi dan minat beli  masyarakat terhadap obat halal. Tingkat kesadaran masyarakat ini berhubungan dengan tingkat pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat terhadap obat halal. Tingginya tingkat pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat maka akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap obat halal. Kesadaran masyarakat muslim di Kabupaten Magetan terhadap obat halal khususnya vaksin masih tergolong rendah. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, persepsi dan sikap masyarakat muslim di Kabupaten Magetan tentang obat halal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan menggunakan instrumen kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan, persepsi dan sikap masyarakat terhadap obat halal secara berturut-turut yaitu 61% berada kategori sedang, 69% berada pada kategori sangat baik, dan 72% beradap pada kategori sangat baik. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat halal di Kabupaten Magetan adalah sedang. Tingkat persepsi dan sikap masyarakat tentang obat halal di Kabupaten Magetan adalah sangat baik. Kata Kunci : obat, halal, pengetahuan, persepsi, sikap
Formulasi Gel Hand Sanitizer Ekstrak Buah Belimbing Wuluh dengan Variasi Karbopol 940 dan HPMC Ferdy Firmansyah; Hastri Kholifah; Lutfi Chabib
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2022): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i1.13839

Abstract

The hand hygiene is compulsory to keep maintain. It is one of the important things to prevent the diseases that caused by microorganisms infection or the other infectious diseases, especially during this COVID-19 pandemic. Most of the hand sanitizer (HS) products are used alcohol as an antibacterial. The right way to reduce the use of HS-containing alcohol is by replacing them with using the active substances derived from herbal plant extracts, one of it is the star fruit (BBW). Flavonoid is one of the component in BBW. Thus, the purpose of this study is to determine the effect of a good combination of Carbopol 940 base and HPMC on the physical properties of HS BBW gel preparations. The formulation of hand sanitizer gel was used a combination of Carbopol 940 and HPMC with the variation concentrations of 0.5%; 0.75%; 1% and 0.25%; 0.5%; 0.75%. Evaluation of the physical properties of the gel preparation was determined based on the observations of consistency, scent, colour, pH, homogeneity, dispersibility, and physical stability using the freeze and thaw method for 6 storage cycles at 4°C and 45°C. The results shown that the variations concentration of gelling agents affect pH and dispersion. The higher the concentration of the gelling agent, the lower pH value and dispersion. This can be seen in each formula in the first week with pH 6.31, 6.13, and 5.62, and spreadability of 6.2, 5.8, and 5.6. Tests on the fourth week in a row with pH of 5.53, 5.49, and 5.23 and a spread of 5.2, 5.0, and 4.5. Variations in the concentration of HPMC and Carbopol was not affected to the organoleptic, homogeneity, and also the stability.
Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Bawang Putih (Allium sativum) pada Masyarakat di Kelurahan Karang Agung Kalimantan Utara selama Pandemi Covid-19 Dina Puspa Melianti; Yen Yen Ari Indrawijaya; Ria Ramadhani Dwi Atmaja
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2022): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i1.14819

Abstract

Seluruh dunia saat ini sedang mengalami wabah corona virus yang merupakan penyakit pandemik disebabkan virus corona jenis baru yang menimbulkan masalah gangguan pernafasan akut hingga kematian. Keadaan menyebabkan kecemasan pada masayarakat kelurahan Karang Agung, Kec. Tanjung Palas Utara, Kab. Bulungan Kalimantan Utara sehingga masyarakat enggan memeriksakan diri ke rumah sakit saat mulai mengalami gejala. Adanya informasi bahwa bawang putih (Allium sativum) dapat mencegah Covid-19 menyebabkan masyarakat memilih untuk menangani sendiri dengan mengkomsumsinya. Beberapa penelitian menyatakan bahwa bawang putih (Allium sativum) belum terbukti secara invitro dapat menyembuhkan Covid-19, tetapi bawang putih memiliki manfaat sebagai antibiotik alami. Didalam bawang putih (Allium sativum)  terdapat senyawa organosulfur (Allin Allicin) serta flavonoid (quercetin) memiliki efek sebagai imunomodulator. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan bawang putih selama pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan rumus Slovin dengan hasil sampel minimal dari 1.010 populasi  pada margin error 5% sebesar 287. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan Covid sebagian besar dalam kriteria cukup dengan persentase sebesar 66% dan tingkat pengetahuan bawang putih sebagian besar dalam kriteria cukup dengan persentase sebesar 71%. Sedangkan Tingkat perilaku penggunaan sebagian besar dalam kriteria baik dengan persentase sebesar 53%.
Efektivitas Ondansetron sebagai Profilaksis Mual dan Muntah pada Pasien Kanker Payudara Stadium 3 Pasca Kemoterapi Agustina Fitri Ariyani; Anita Purnamayanti; Aguslina Kirtishanti
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2022): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i1.16697

Abstract

Chemotherapy is one of the therapies used to reduce the risk of cancer cells metastases. Based on the mechanism of the drug, chemotherapy is an anti-neoplastic - which is toxic to the cancer and the normal cells. The adverse effects of chemotherapy comprise of myelosuppression, as well as nausea and vomiting. Therefore, patients are given prophylaxis antiemetics to prevent and reduce chemotherapy-induced nausea and vomiting (CINV). The aim of the study was to analyze the effectiveness of ondansetron as prophylaxis of nausea and vomiting in breast cancer patients. The design of this study was cohort observational study conducted prospectively. Breast cancer patients aged 20-80 years old who had been administered with one of combination cytotoxic regiments for 6 cycles on the first chemotherapy serial were involved in this study. We excluded breast cancer patients who were refused to be included in this study. The drop out criteria was subject who passed away before completing the full cycles. There were 76.7% subject of the study who experienced nausea or vomiting during and post chemotherapy, despite of ondansetron taken 8 mg orally in the full 6 cycles of the therapies. The result of the Multivariate test was that effectiveness of ondansetron in preventing CINV was not affected by body mass index (BMI) and age grouping (p=0.501). It could be concluded that the effectiveness of ondansetron in preventing CINV was not affected by the BMI as well as patients’ age.
Persepsi Calon Jamaah Haji Terhadap Program Interprofessional Education Berbasis Kesehatan Haji Sadli Syarifuddin; Dhani Wijaya; Lailatul Masudah
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 2 (2022): J. Islamic. Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i2.17655

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk mayoritas beragama Islam. Hal ini juga membuat jumlah pendaftar haji cukup banyak tiap tahun. Calon jamaah haji yang menunggu untuk berangkat cukup banyak dengan waktu tunggu keberangkatan yang cukup lama antara 20 tahun sampai 40 tahun. Hal tersebut menjadikan calon jamaah haji melaksanakan ibadah haji pada usia lansia. Usia lansia mengakibatkan fungsi fisiologi organ tubuh mengalami penurunan sehingga mempengaruhi kondisi fisik dan mental yang dapat menjadi hambatan calon jamaah haji tidak mencapai kondisi isthita’ah. Program Interprofessional Education (IPE) berbasis Kesehatan Haji Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan untuk meningkatkan kesehatan CJH agar siap menunaikan ibadah haji dalam kondisi istitha’ah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi calon jemaah haji terhadap penyelenggaraan pelayanan IPE berbasis kesehatan haji. Penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survei ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2021 dengan menggunakan instrumen kuesioner. Sebanyak 40 orang calon jemaah haji menjadi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon jemaah haji memiliki indeks persepsi di atas 87% untuk setiap itemnya. Hal ini mengimplementasikan bahwa responden menerima program ini dengan baik dan memiliki persepsi yang sangat baik terhadap program Pendidikan Interprofessional Berbasis Kesehatan Haji. 
Pengaruh Variasi Konsentrasi Gliserin Terhadap Sifat Fisik Paper Soap Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) Mikhania Christiningtyas Eryani; Dewi Riskha Nurmalasari; Siti Rohmah Fadilah
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 2 (2022): J. Islamic. Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i2.17664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gliserin sebagai plasticizer terhadap sifat fisik sediaan paper soap ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.). Konsentrasi gliserin yang digunakan adalah 7,5% (F1), 15% (F2), dan 22,5% (F3). Sifat fisik yang diteliti meliputi organoleptis (warna, bau, bentuk, kelengketan), pH, tinggi busa, kadar air, dan waktu tercuci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi gliserin memberikan pengaruh terhadap sifat fisik organoleptis bentuk, kadar air, dan waktu tercuci sediaan paper soap dan tidak mempengaruhi organoleptis warna, bau, kelengketan, pH, dan tinggi busa sediaan paper soap. Formula dengan konsentrasi gliserin 22,5% memberikan karakteristik fisik terbaik. 
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Prafangesta Marta Andi
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 2 (2022): J. Islamic. Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i2.17693

Abstract

Instansi pelayanan kefarmasian dituntut untuk menerapkan pelayanan yang bermutu dibidang kesehatan. Pelayanan yang bermutu dapat dilihat, salah satunya dengan melihat dari tingkat kepuasan pasien. Kepuasan pasien menjadi bagian yang menyeluruh dan kegiatan jaminan mutu dalam pelayanan kesehatan, artinya kepuasan pasien harus menjadi kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari mutu pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan di intalasi farmasi RSUD dr. Soediran M.S Wonogiri berdasarkan dimensi Servqual dan mengetahui elemen dari 5 dimensi servqual yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional prospektif. Jumlah sampel sebanyak 112 responden dengan kriteria pasien rawat jalan dan pengantarnya, umur 5 sampai 60 tahun. Pemilihan sampel dengan metode purposive sample. Data diperoleh dengan penyebaran kuesioner yang pertanyaannya mencakup 5 dimensi yaitu keandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan berwujud. Pengolahan dan analisis data dengan mencari nilai korelasi, yaitu membandingkan persepsi harapan pasien terhadap pelayanan di apotek instalasi farmasi RSUD dr. Soediran M. S dan uji validitas dan reliabilitas. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian menggunakan model servqual (service quality) menunjukkan hasil bahwa dimensi tangible berada pada kategori puas (71,28%), dimensi reliability berada pada kategori puas (70,74%), dimensi responsivness berada pada kategori puas (70,12%), dimensi assurance berada pada kategori puas (72,02%), dan dimensi empaty berada pada kategori puas (71,52%). Dimensi responsivness memiliki gap (kesenjangan) yang tertinggi (-9,50) jika dibandingkan dengan dimensi lainnya. 
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Puskesmas Nawangan Pacitan Dwi Setiawan; Dwi Ningsih; Sri Rejeki Handayani
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 2 (2022): J. Islamic. Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i2.17439

Abstract

Puskesmas Nawangan Pacitan merupakan salah satu puskemas yang terletak di daerah terpencil dan hanya memiliki satu tenaga kefarmasian. Minimnya tenaga kefarmasian di puskesmas dapat mempengaruhi kualitas pelayanan kefarmasian. Kualitas pelayanan yang diberikan dapat berdampak pada tingkat kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Nawangan, Pacitan berdasarkan dimensi service quality (servqual). Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sumber data penelitian diambil berdasarkan kuesioner yang dibagikan pada pasien rawat jalan yang menebus obat di Puskesmas Nawangan yang berisi lima indikator yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty), dan kenyataan (tangible). Penentuan sampel dalam penelitian ini dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pengumpulan data berupa data kuantiatif dari kuisioner servqual. Hasil dari pengukuran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian Puskesmas Nawangan menggunakan model servqual menunjukkan hasil bahwa dimensi tangible berada pada kategori puas (61,44%), dimensi reliability berada pada kategori puas (60,97%), dimensi responsiveness berada pada kategori puas (66,50%), dimensi assurance berada pada kategori puas (61,97%), dan dimensi emphaty berada pada kategori puas (70,97%). Dimensi reliability (kehandalan) memiliki gap (kesenjangan) yang tertinggi jika dibandingkan dengan dimensi lainnya yaitu -6,00. 

Page 9 of 16 | Total Record : 156