COPING (Community of Publishing in Nursing)
COPING (Community of Publishing in Nursing) adalah E-Jurnal Keperawatan yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. E-Jurnal keperawatan ini akan menjadi salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Jurnal ini terbit tiga kali setahun dan menerima artikel atau publikasi penelitian-penelitian di bidang keperawatan dari berbagai kalangan yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar atau Bahasa Inggris. Tim Redaksi akan melakukan analisis dan memilih naskah publikasi atau artikel yang akan diterbitkan setelah mendapat hasil evaluasi dari Tim Penyunting. Tim Redaksi berhak menolak, menerima atau meminta penulis melakukan revisi pada naskah yang dikirim
Articles
611 Documents
HUBUNGAN ACADEMIC SELF EFFICACY DENGAN KEJADIAN ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASISWA FARMASI
Andika Parnomo Putra;
Indri Heri Susanti;
Tri Sumarni
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p03
Academic self efficacy merupakan keyakinan mahasiswa dalam belajar, mampu mengatur waktu, dan lingkungan belajar secara lebih efektif. Menurunnya academic self efficacy mahasiswa dapat meningkatkan kejadian academic burnout. Academic burnout merupakan perasaan lelah bagi mahasiswa karena tuntutan studi dan perasaan tidak kompeten sebagai seorang mahasiswa yang menyebabkan stres, dan faktor psikologis lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan academic self efficacy dengan kejadian academic burnout pada mahasiswa Program Studi Farmasi Program Sarjana Fakultas Kesehatan di Universitas Harapan Bangsa, menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian yaitu semua mahasiswa farmasi. Teknik pengambilan sampel probability sampling proportionate stratified random sampling sebanyak 190 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Academic Self Efficacy Scale dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey. Hasil penelitian academic self efficacy pada mahasiswa farmasi pada kategori sedang (62,1%) dan academic burnout pada kategori sedang (52,6%). Hasil analisis menggunakan uji Spearman Rank didapatkan ada hubungan academic self efficacy dengan kejadian academic burnout pada mahasiswa farmasi dengan p value 0,000 (p
VIDEO EDUKASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI RUMAH SAKIT
Luh Yudita Intan Pratiwi;
Ni Putu Emy Darma Yanti;
Indah Mei Rahajeng
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p10
Komunikasi terapeutik menjadi salah satu komponen yang perlu diperhatikan perawat ketika memberikan pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas pelaksanaan komunikasi terapeutik, yaitu pengetahuan yang dimiliki perawat. Pengetahuan dapat diperoleh dari beberapa hal, salah satunya video edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian video edukasi terhadap tingkat pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik di Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng. Jenis yang digunakan pada penelitian adalah analitik korelatif dengan desain penelitian one grup pre-test post-test design, dan teknik sampling proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 perawat. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner tingkat pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik. Hasil yang didapat pada penelitian ini sebelum diberikan video responden memiliki pengetahuan cukup, sedangkan setelah diberikan video edukasi, responden memiliki pengetahuan baik. Hasil uji Wilcoxon mendapatkan nilai p = 0,000 (<0,05) yang artinya ada pengaruh pemberian video edukasi terhadap tingkat pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik di Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng. Video edukasi menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif serta efisien dalam menyebarkan informasi.
ANALISIS PENERAPAN DISTRAKSI AUDIOVISUAL UNTUK MENGATASI DISTRESS ANAK YANG MENDAPAT TERAPI INHALASI
Atika Amri Yeni Putri;
Riau Roslita
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p04
Penyakit saluran pernapasan merupakan penyakit dengan tingkat kejadian cukup luas dan dapat menyerang siapa saja. Salah satu terapi pada penyakit saluran pernapasan, yaitu pemberian terapi inhalasi. Terapi inhalasi sebagai salah satu penatalaksanaan anak dengan gangguan sistem pernapasan seringkali menyebabkan distress. Distress saat terapi inhalasi dapat menurunkan efektivitas pengobatan. Intervensi keperawatan menurunkan ketakutan anak selama inhalasi yang dapat dilakukan oleh perawat adalah menerapkan distraksi audiovisual. Tujuan pemberian asuhan keperawatan dalam menerapkan EBNP (Evidence Based Nursing Practice) distraksi audiovisual adalah untuk menurunkan tingkat distress anak selama terapi inhalasi. Metode penerapan EBNP yang digunakan adalah PICOT (Problem: anak yang mendapat terapi inhalasi, Intervention: pemberian distraksi audiovisual, Comparison: membandingkan anak yang mendapat intervensi dengan yang tidak, Outcome: adanya perbedaan skor distress antara yang mendapat intervensi dengan yang tidak, Time: selama terapi inhalasi). Sampel berjumlah 2 pasien, 1 pasien intervensi dan 1 pasien tidak diberikan intervensi di Ruang Rawat Lili RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Setelah dilakukan pemberian intervensi, didapatkan perbedaan yang signifikan terhadap tingkat distress anak. Skor distress anak yang diberi intervensi menjadi 0, sedangkan anak yang tidak diberikan intervensi adalah 15. Oleh karena itu, pemberian distraksi audiovisual dapat menurunkan distress anak saat mendapat terapi inhalasi. Distraksi audiovisual dapat menjadi salah satu intervensi saat mengatasi distress saat terapi inhalasi.
PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE UNTUK MENGATASI TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) SAAT HOSPITALISASI
Nurul Anisha;
Raja Fitrina Lestari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p06
Hospitalisasi merupakan suatu proses yang direncanakan atau darurat yang mengharuskan anak untuk menjalani perawatan di rumah sakit dan menjalani program terapi sampai dipulangkan kembali. Proses hospitalisasi dapat memberikan dampak kecemasan terhadap anak. Kecemasan pada anak dapat diatasi dengan menyalurkan perasaan cemas terhadap suatu kegiatan bermain yang menyenangkan, sehingga diharapkan dapat mendukung proses penyembuhan serta kooperatif dalam setiap tindakan keperawatan. Terapi bermain puzzle merupakan salah satu terapi bermain yang dapat diberikan pada anak usia prasekolah saat menjalani hospitalisasi. Melalui kegiatan bermain puzzle diharapkan dapat memberikan rasa senang dan menjadi jalan efektif untuk melupakan sejenak kecemasan pada anak. Tujuan dari penerapan evidence-based nursing practice ini adalah mengatasi kecemasan pada anak usia prasekolah saat hospitalisasi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan penerapan terapi bermain puzzle terhadap kecemasan pada asuhan keperawatan anak dengan hospitalisasi. Instrumen yang digunakan dalam studi kasus ini adalah lembar observasi dan alat ukur kecemasan Facial Image Scale (FIS). Dari hasil penerapan yang telah dilakukan dengan pemberian intervensi terapi bermain puzzle pada anak yang mengalami kecemasan di ruang rawat inap anak Edelweis RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, didapatkan hasil bahwa kecemasan anak mengalami penurunan dari cemas berat menjadi tidak cemas pada pasien pertama, sedangkan pada pasien kedua kecemasan menurun dari cemas sedang menjadi tidak cemas.
HUBUNGAN DUKUNGAN SAUDARA KANDUNG DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS KOTA DENPASAR
Ni Made Ayu Sukma Widyandari;
Luh Mira Puspita;
Ida Arimurti Sanjiwani
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p11
Gangguan komunikasi interpersonal merupakan salah satu masalah yang dialami oleh anak autis. Hal ini disebabkan karena kurangnya perkembangan kemampuan berbahasa sehingga anak autis mengalami kesulitan menyampaikan dan menerima pesan dari orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan komunikasi pada anak autis adalah dukungan dari saudara kandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan saudara kandung dengan komunikasi interpersonal pada anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 38 anak yang dipilih dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria populasi terjangkau. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sibling support dan kuesioner Interpersonal Communication Inventory (ICI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dukungan saudara pada anak autis adalah 22,76 dan rata-rata komunikasi interpersonal pada anak autis adalah 18,18. Data yang diuji dengan Spearman Rank (rho) diperoleh nilai signifikansi 0,00 (? = 0,05) dengan nilai korelasi 0,794 dan korelasi berarah positif. Hal ini menunjukkan korelasi yang kuat dengan arah positif yang artinya semakin baik dukungan saudara kandung maka semakin baik pula komunikasi interpersonal pada anak autis.
HUBUNGAN PELAYANAN TENAGA KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DALAM KEGIATAN VAKSINASI DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI
Yecy Anggreny;
Siska Mayang Sari;
Sekani Niriyah
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p05
Kegiatan vaksinasi dalam kegiatan pelayanan merupakan salah satu terobosan pemerintah dalam menekan penularan COVID-19. Salah satu permasalahan yang muncul selama kegiatan vaksinasi adalah kepuasan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelayanan tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan masyarakat dalam kegiatan vaksinasi di Puskesmas Payung Sekaki. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif analitik, dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Payung Sekaki. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat yang mendapat vaksin di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki berjumlah 10.279 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 271 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner pelayanan kesehatan dan kuesioner kepuasan yang telah dilakukan uji validitas sebelumnya. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat menggunakan continuity correction didapatkan adanya hubungan pelayanan tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan masyarakat dalam kegiatan vaksinasi (p-value = 0,000) dengan dimensi keadilan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang berkualitas yang diberikan oleh tenaga kesehatan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dalam kegiatan vaksinasi COVID-19.
PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN MAHASISWA KEPERAWATAN TENTANG COMPLEMENTARY AND ALTERNATIVE MEDICINE (CAM)
Ida Ayu Anom Rastiti;
Ida Ayu Suptika Strisanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p07
Meningkatnya penggunaan complementary and alternative medicine (CAM) terutama di Indonesia mengakibatkan perlunya tenaga kesehatan untuk memiliki pengetahuan tentang CAM. Pengetahuan dan keyakinan perawat tentang CAM merupakan indikator penting dalam memberikan saran dan pertimbangan kepada pasien yang ingin mencobanya. Penting bagi mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat untuk memiliki pengetahuan dan keyakinan yang baik terkait CAM. Adapun tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi dan mencari perbandingan pengetahuan dan keyakinan mahasiswa keperawatan tentang complementary and alternative medicine. Penelitian ini dilakukan di Institut Teknologi dan Kesehatan Bali. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 528 orang yang terdiri dari mahasiswa keperawatan tahun I, II, III, dan IV. Self-administered kuesioner digunakan sebagai instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan program komputer dengan nilai signifikansi 0,05. Adapun hasil penelitian yang didapatkan adalah diantara 13 modalitas CAM hanya 4 modalitas yang diketahui dengan baik oleh seluruh mahasiswa keperawatan (tahun I, II, III, IV). Modalitas tersebut adalah jamu, yoga, meditasi, dan pijat. Ketika keyakinan mahasiswa keperawatan tentang CAM dikaji, ditemukan bahwa mahasiswa keperawatan di semua tingkatan memiliki sikap positif terhadap CAM. Namun, ada perbedaan yang signifikan dari skor CHBQ antara mahasiswa di setiap tahun studi (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa memasukkan materi tentang CAM ke dalam kurikulum dapat sangat bermanfaat bagi mahasiswa keperawatan karena mereka akan menghadapi para pengguna CAM dalam praktik klinis mereka dan mereka perlu mempertimbangkan hal ini ketika membuat keputusan klinis.
PERBEDAAN COMPUTER VISION SYNDROME BERDASARKAN SCREEN TIME DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MAHASISWA PSSIKPN FK UNIVERSITAS UDAYANA
Ni Komang Devi Andini;
Ni Luh Putu Eva Yanti;
Ni Kadek Ayu Suarningsih
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p15
Dampak pandemi Covid-19 terhadap pendidikan menyebabkan proses pembelajaran dilaksanakan secara daring. Pembelajaran daring dilakukan oleh seluruh mahasiswa di berbagai instansi pendidikan termasuk mahasiswa keperawatan. Mahasiswa yang menjalani pembelajaran daring dapat menghabiskan waktu selama berjam-jam di depan laptop, komputer, atau gadget sehingga berisiko mengalami masalah kesehatan mata seperti Computer Vision Syndrome (CVS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan CVS berdasarkan screen time dalam pembelajaran daring pada mahasiswa keperawatan Udayana. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif komparatif dengan pengukuran berulang sebanyak tiga kali pada variabel CVS. Data dikumpulkan dengan kuesioner screen time dan keluhan CVS dengan pengukuran selama dua minggu. Responden dalam penelitian ini adalah 161 mahasiswa keperawatan yang dipilih dengan metode stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara bermakna CVS hari pada ke-1, ke-5, dan ke-10 dengan p = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini ada perbedaan secara bermakna CVS pada hari ke-1, ke-5, dan ke-10 dimana terjadi peningkatan skor pada CVS hari ke-1, ke-5, dan ke-10.
GAMBARAN LENGTH OF STAY BERDASARKAN TINGKAT PRIORITAS DI INTENSIVE CARE UNIT RSUD ULIN BANJARMASIN
Ni Wayan Siti;
Ifa Hafifah;
Tina Handayani Nasution
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p14
Patient admitted to the intensive care unit were categorized into four admission indications, namely patients with priority one, two, three and four. Patients classified as priorities three and four have longer ICU care compared to priorities one and two. This study aims to determine the description of the Length of Stay (LOS) based on the priority level in ICU of Ulin Hospital Banjarmasin. The sampling technique in this study used a non-probability sampling with consecutive sampling. The sample in this study amounted to 31 patients. The results showed that the average age value was 41 years. The majority respondents were female, namely 19 people. Most of the patients admitted to the intensive care room at the Ulin Banjarmasin Hospital were priority 1 patients, from 31 people there were 17 patients who entered priority 1 criteria. The longest LOS was the post craniotomy tumor patient with LOS of 22 days. The number of ICU rooms is very limited and is not proportional to patients who neeed treatment in the intensive care unit, so priority criteria are used to determine patients who deserve treatment in the ICU.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG VAKSINASI CORONA VIRUS DISEASE 2019 DENGAN KESEDIAAN MELAKUKAN VAKSINASI CORONA VIRUS DISEASE 2019
Diah Safitri;
Yulia Irvani Dewi;
Yufitriana Amir
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i01.p03
Coronavirus Disease (Covid-19) merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernafasan akibat virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS CoV-2). Perilaku protektif dengan tindakan vaksinasi merupakan upaya perlindungan dari penyebaran Covid-19 yang dapat dilakukan terutama pada kelompok yang beresiko seperti ibu hamil. Kurangnya pengetahuan, banyaknya penyebaran opini negatif, serta tingginya perasaan khawatir mengenai dampak vaksinasi Covid-19 mengakibatkan tingkat kesediaan rendah pada ibu hamil untuk divaksinasi dibandingkan pada populasi yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai vaksinasi Covid-19 dengan kesediaannya untuk melaksanakan vaksinasi tersebut. Penelitian ini masuk kedalam jenis penelitian kuantitatif correlational dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini ibu hamil sebanyak 70 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi sampel merupakan ibu hamil yang belum divaksinasi Covid-19 dan kriteria eksklusinya yaitu ibu hamil dengan komorbid tidak terkontrol dan memiliki risiko tinggi (anemia, hiperemesis gravidarum, dan preeklamsia). Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang masuk kedalam kategori tinggi (51,4%) dan sebagian bersedia melaksanakan vaksinasi Covid-19 (75,7%). Berdasarkan hasil uji chi-square diketahui adanya korelasi antara tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai vaksinasi Covid-19 dengan kesediaannya untuk diberikan vaksin Covid-19 (p-value = 0,000). Kesimpulan yang diperoleh adalah ketika pengetahuan mengenai pemberian vaksin Covid-19 pada ibu hamil masuk kedalam kategori tinggi maka kesediaannya juga akan meningkat untuk melaksanakan vaksinasi tersebut.