Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan (Education Journal: Theory, Research, and Development) is an electronic journal focuses on a scientific article concerning education issues in general published by Graduate School of Universitas Negeri Malang since January 2016.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 6: JUNI 2019"
:
20 Documents
clear
Pengembangan Media Jurnal Karier untuk siswa MTsN
Pepi Nuroniah;
M. Ramli;
Triyono Triyono
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12625
Abstract: This study aims to develop Journal Career media as a medium in developing student decision-making ability in MTsN. The preferred method is the Borg & Gall development model summarized into three sections (1) introduction study, (2) stage of media development, (3) stage of media test. The result of product development in Jurnal Karier media has fulfilled the aspect of acceptability, namely accuracy, usability, practicality and attractiveness. Expert test Guidance Counseling and counseling category is very feasible, media expert test very feasible category, guidance and counseling teachers category is very feasible, user test category is very feasible. Based on these results Jurnal Karier media is very feasible and can be used for student decision-making process. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Jurnal Karier sebagai media bimbingan karier dalam mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan peminatan siswa MTs. Metode yang dipilih adalah model pengembangan Borg & Gall yang diringkas menjadi tiga bagian (1) studi pendahuluan, (2) tahap pengembangan media, dan (3) tahap uji media. Hasil pengembangan produk berupa media jurnal karier sudah memenuhi aspek akseptibilitas, yaitu ketepatan, kegunaan, kepraktisan dan kemenarikan. Penilaian uji ahli BK berkategori sangat layak, uji ahli media berkategori sangat layak, uji pengguna guru berkategori sangat layak dan uji pengguna siswa berkategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, maka media jurnal karier sangat layak dan diterima untuk digunakan dalam pengembangan kemampuan pengambilan keputusan peminatan siswa.
Realistic Mathematics Education untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Matematika
Renika Arisinta;
Abdur Rahman As’ari;
Cholis Sa’dijah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12493
Abstract: This study aims to describe the Realistics Mathematics Education (RME) approach in increasing the independence of students' mathematics learning in the material area and around square and rectangle. This type of research was classroom action research. The subject of this study were fourth grade students of Elementary School consisting of 29 students. Learning devices in this study were Learning Implementation Plans and Group Worksheets while the instruments used in this study are observation sheets of student learning independence, teacher observation sheets, questionnaires, and interview guidelines. The results of the study showed that the RME approach that was packaged by giving problems in the form of written or unwritten stories that enabled students to find different solutions/answers and using manipulative media could improve student learning independence with the average student categorized well.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan Realistics Mathematics Education dalam meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa pada materi luas dan keliling persegi dan persegi panjang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV yang terdiri dari 29 siswa. Perangkat pembelajaran pada penelitian ini yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Lembar Kerja Kelompok, sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi kemandirian belajar siswa, lembar observasi guru, angket, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan RME yang dikemas dengan pemberian permasalahan berupa cerita secara tertulis maupun tidak tertulis yang memungkinkan siswa menemukan berbagai solusi/jawaban yang berbeda-beda dan menggunakan media manipulatif dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa dengan rata-rata siswa berkategori baik.
Pengaruh Metode Pembelajaran SQ3R terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia
Dwi Sandra Fera Yulia;
Wahjoedi Wahjoedi;
Ari Sapto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12537
Abstract: Learning to read in Indonesian language material in grade IV SDN 1 Sumberagung is still dominated by the teacher as the delivery material using the lecture method (teacher centered) so that students are not optimal in the learning process because students are less interested in learning and result in many student learning outcomes under the KKM. This study aims to determine the effect on the SQ3R learning method on class IV Indonesian language learning outcomes at SDN 1 Sumberagung. This study uses a research method that is quantitative with the type of research that is quasi experimental design with the research design is a non equivalent control group design. The subjects of this study consisted of 50 students. The results of the implementation of the sq3r learning method show an increase in learning outcomes which can be seen from the results of the t test based on the hypotheses performed showing the results of t count 6.866> t table 2.011 and the significance value of 0.000 t tabel 2,011 dan nilai signifikasnsi 0,000
Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar
Kristina E. Noya Nahak;
I Nyoman Sudana Degeng;
Utami Widiati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12527
Abstract: This study used a qualitative approach with a type of case study research conducted. Data collection techniques used were interviews, observation, and document studies. The data analysis used is the interactive data analysis technique of Miles and Huberman which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. Based on the results of research in the field, it can be seen that from the high-class thematic learning outcomes of SD Santa Angela Atambua that have been achieved through planning and use of learning strategies, it can be said effective thematic learning to provide learning experiences and be efficient in implementation and provide attraction for students to learn.Abstrak: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan yakni teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, dapat diketahui bahwa dari hasil pembelajaran tematik kelas tinggi SD Santa Angela Atambua yang telah tercapai melalui perencanaan dan penggunaan strategi pembelajaran, maka dapat dikatakan pembelajaran tematik efektif untuk memberikan pengalaman belajar dan efisien dalam pelaksanaan serta memberikan daya tarik bagi peserta didik untuk belajar.
Studi Komparatif Strategi Pembelajaran Inkuiri Ditinjau dari Kemampuan Kognitif Siswa SMA
Muhammad Fahrurrizal;
Hadi Suwono;
Herawati Susilo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12497
Abstract: Socio Scientific inquiry, Guided Inquiry, and Structured Inquiry are fundamental investigative learning problems and process oriented. The three strategies implemented in biology learning at the upper secondary level were then evaluated and compared. The purpose of this study was to compare the three levels of inquiry strategies in improving students' cognitive abilities. Cognitive tests used as the dependent variable in this study using anova test analysis. The results showed that the three levels of inquiry significantly improved cognitive abilities and there were significant differences in SSIq with GI and SI.Abstrak: Socio Scientific Inquiry, Guided Inquiry, dan Structured Inquiry merupakan pembelajaran investigasi yang mendasar dari masalah dan berorientasi pada proses. Ketiga strategi tersebut dilaksanakan dalam pembelajaran mata pelajaran Biologi pada tingkat menengah atas kemudian dievaluasi dan dibandingkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan ketiga level strategi inkuiri dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Tes kognitif yang digunakan sebagai variabel terikat pada penelitian ini dengan menggunakan analisis uji anova. Hasil menunjukkan ketiga level inkuiri dapat meningkatkan kemampuan kognitif secara signifikan dan ada perbedaan secara signifikan SSIq dengan GI dan SI.
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Discovery dengan Pendekatan Kontekstual terhadap Hasil Belajar Kognitif
Yulisya Zuriatni;
Endang Budiasih;
Sumari Sumari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12494
Abstract: This study aims to determine the effect of guided discovery learning model with a contextual approach to cognitive learning outcomes. The research used was a quasi-experimental with pretest-posttest control group design. The research sample was taken from two 11th year classes SMAN 7 Malang. The experimental class was taught using the guided discovery model of the contextual approach and the control class using a conventional model with a contextual approach. The hypothesis test used is the Independent T-Test. The results showed that the guided discovery model with a contextual approach had an effect on improving the cognitive learning outcomes of students with an average gain score of 0.7 with a very good category.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran guided discovery dengan pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar kognitif. Penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu dengan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini diambil dari dua kelas XI MIPA SMAN 7 Malang. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model guided discovery pendekatan kontekstual dan kelas kontrol menggunakan model konvensional dengan pendekatan kontekstual. Uji yang digunakan adalah Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model guided discovery dengan pendekatan kontekstual berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik dengan hasil gain score rata-rata sebesar 0,7 dengan kategori tinggi.
Kemampuan Literasi Saintifik Siswa SMA pada Materi Optik Geometri
Tuti Resri Yanti;
Lia Yuliati;
Hari Wisodo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12476
Abstract: The trend of 21st century education is learning based on scientific literacy. Scientific literacy is a key for improving science education in many countries in the world. This article aims to give a profile of the scientific literacy of senior high school students of class XII in the year 2019 in optic subject. This research was conducted with Survey methods. The data is done by providing scientific literacy problem in the form of essays. The subjects of research is the students of class XII at two SMAN Kerinci Regency. Results of this research is scientific literacy of students still low. So that Indonesia can afford prices in the era of the 21st century education, thope that this research can help in determining the solution for improve the ability of students ' scientific literacy.Abstrak: Tren pendidikan abad-21 adalah pembelajaran yang berpatokan pada Literasi Saintifik yang dijadikan sebagai kunci utama dalam meningkatkan pendidikan sains di banyak Negara di dunia. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kemampuan Literasi Saintifik siswa SMA kelas XII pada tahun 2019 terhadap materi Optik. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan soal literasi saintifik yang berbentuk esai. Subjek penelitian adalah siswa-siswa kelas XII di dua SMAN yang ada di kabupaten Kerinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi saintifik siswa masih rendah. Agar Indonesia mampu bersaing di era pendidikan abad-21, diharapkan penelitian ini dapat memberikan solusi dalam meningkatkan kemampuan literasi saintifik siswa.
Kompetensi Guru Keahlian Ganda Pasca Pelatihan On-In-On-In
Dian Julianto Wahyudi;
Purnomo Purnomo;
Yoto Yoto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12547
Abstract: The position of vocational productive teachers is very strategic in educating the life of the nation. In 2016, there were still a shortage of vocational productive teachers totaling 91,861 with details of 41,861 in State Vocational Schools and 50,000 in Private Vocational Schools. To fulfill teacher shortages with the addition of productive vocational teachers, the Dual Skills Program was performed. The Dual Skills Program is the addition of assignments and functions of teachers from normative and adaptive teachers plus the task of teaching productive expertise competencies, carried out for 12 months using the On-In-On-In learning model. This study answers how the expertise of multiple teacher competencies after On-In-On-In training in Jombang and Mojokerto. First, pedagogical mastery of dual expertise participants is good. Second, mastery of the skills of dual expertise teachers needs to be added. Third, mastery in making teaching aids for both products and services is quite good. Fourth, mastery in the learning method is quite good, the method used is the lecture method.Abstrak: Posisi guru produktif SMK sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kondisi di tahun 2016 masih terdapat kekurangan guru produktif SMK sejumlah 91.861 dengan rincian 41.861 di SMK Negeri dan 50.000 di SMK Swasta. Upaya pemenuhan kekurangan guru tersebut dengan penambahan guru produktif SMK melalui Program Keahlian Ganda. Program keahlian ganda merupakan penambahan tugas dan fungsi guru dari guru normatif dan adaptif ditambah tugas mengajar kompetensi keahlian produktif, dilaksanakan selama 12 bulan menggunakan model pembelajaran On-In-On-In. Penelitian ini menjawab bagaimana kompetensi guru keahlian ganda pasca pelatihan On-In-On-In di kabupaten Jombang dan Mojokerto. Pertama, penguasaan pedagogik peserta keahlian ganda baik. Kedua, penguasaan keterampilan guru keahlian ganda perlu ditambah lagi. Ketiga, penguasaan dalam membuat alat peraga baik produk maupun jasa cukup baik. Keempat, penguasaan dalam metode pembelajaran cukup baik, metode yang digunakan adalah metode ceramah plus.
Pengaruh Strategi Fan-N-Pick terhadap Hasil Belajar Tematik Siswa Kelas IV SD
Virda Dwi Erlita;
Heri Suwignyo;
Sugeng Utaya
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12483
Abstract: This study aims to description the effect of Fan-N-Pick strategies on the results of learning social science of elementary student school. Type this of research is Quasi Exsperimenal Design with the form of Nonequivalent control group design, namely the control group and the experimental group with a total of 38 students. Learning outcomes are collected with test instruments in the form of entries and analyzed using Independent Sample T Test parametric statistics and descriptive statistical analysis. The showed results that there was a significant effect of Fan-N-Pick strategy on the results of learning social science with a significance value of 0.048
Model Pembelajaran Find Someone Who dan Timed Pair Share untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS
Firsa Fajar Mahardika;
Budi Eko Soetjipto;
Siti Malikhah Towaf
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12508
Abstract: This study aims to describe the application of the Find Someone Who and Timed Pair Share learning models to improve social studies motivation and learning outcomes. The type of research used is Class Action Research. The subject of this study was the VB class of SDN Pakunden 2 with 37 students. The results of this study that the application of the Find Someone Who and Timed Pair Share learning models can increase the motivation and learning outcomes of social studies. At the end of the second cycle, all indicators assessed were able to exceed the specified success criteria.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Find Someone Who dan Timed Pair Share untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah kelas VB SDN Pakunden 2 dengan jumlah 37 siswa. Hasil dari penelitian ini bahwa penerapan model pembelajaran Find Someone Who dan Timed Pair Share dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS. Pada akhir siklus II, seluruh indikator yang dinilai mampu melampaui kriteria keberhasilan yang ditetapkan.