cover
Contact Name
Elida Zairina
Contact Email
elida-z@ff.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jfiki@ff.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 24069388     EISSN : 25808303     DOI : -
Jurnal ini adalah jurnal peer-review nasional, yang diterbitkan dua kali dalam membahas tentang topik-topik hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, konsultasi masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait dengan erat. Jurnal ini memfokuskan pada area-area berikut: 1. Farmasi Klinis 2. Farmasi Komunitas 3. Farmasetika 4. Kimia Farmasi 5. Farmakognosi 6. Fitokimia
Arjuna Subject : -
Articles 259 Documents
Identifikasi Faktor Pendukung dan Penghambat Aktivitas Apoteker di Media Sosial dalam Menunjang Praktik Kefarmasian Fathnin Ulya Naima; Anila Impian Sukorini; Andi Hermansyah
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i1SI2020.55-62

Abstract

Pendahuluan: Jumlah pengguna media sosial yang besar di Indonesia memberi peluang bagi apoteker untuk memanfaatkan media sosial dalam menunjang praktik kefarmasian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pemanfaatan media sosial oleh apoteker dalam menunjang praktik kefarmasian. Metode: Penelitian ini melibatkan survei secara online kepada apoteker dari berbagai bidang praktik di Jawa Timur. Responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan April - Mei 2020. Data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Sejumlah 200 orang apoteker berpartisipasi dalam penelitian ini. Hampir seluruh responden memanfaatkan media sosial untuk memperoleh informasi kefarmasian terkini (99,5%), melakukan komunikasi profesional (98%), dan melakukan promosi kesehatan (91%). Faktor pendukung utama untuk aktif di media sosial adalah  kemampuan dalam manajemen waktu (99,5%) dan telah terbiasa untuk menggunakan media sosial (98,5%) sedangkan faktor penghambat terbesar adalah tidak adanya penghargaan termasuk insentif finansial sebagai kompensasi atas aktivitas di media sosial (66,3%). Kesimpulan: Responden dalam penelitian ini telah memanfaatkan media sosial untuk kepentingan praktik profesi. Terdapat faktor pendukung  dan penghambat bagi apoteker dalam menggunakan media sosial untuk menunjang praktek. Penghambat utama upaya pemanfaatan media sosial adalah tidak tersedianya insentif finansial.
Optimasi Metode dan Uji Stabilitas pada Penetapan Kadar Filantin dalam Ekstrak Phyllanthus niruri Menggunakan KLT-Densitometri Rachma Nurhayati; Riesta Primaharinastiti; Mochamad Yuwono
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i22020.74-79

Abstract

Pendahuluan: Filantin merupakan senyawa lignan utama pada Phyllanthus niruri yang menunjukkan aktivitas hepatoprotektif. Untuk keperluan standardisasi ekstrak, metode kromatografi lapis tipis (KLT)-densitometri yang sederhana dan selektif telah dikembangkan dalam penelitian ini dengan menggunakan filantin sebagai marker fitokimia. Tujuan: Untuk menetapkan kondisi analisis KLT-densitometri yang optimal dan mengevaluasi stabilitas filantin. Metode: Penentuan kondisi optimal analisis dilakukan dengan cara menentukan komposisi fase gerak, panjang gelombang analisis, waktu penjenuhan bejana, jarak elusi dan volume penotolan. Uji stabilitas filantin dilakukan dengan menganalisis larutan standar dan ekstrak pada 0, 4, 8 dan 24 jam. Hasil: Komposisi fase gerak terpilih yang menghasilkan pemisahan yang baik dan bentuk puncak yang simetris yaitu toluen : etil asetat : asam format (15 : 10,5 : 1,5 v/v/v) dengan panjang gelombang 279 nm, waktu penjenuhan bejana 60 menit, jarak elusi 8 cm dan volume penotolan 10 µL. Uji stabilitas larutan uji menunjukkan adanya penurunan area dan pergeseran Rf pada waktu penyimpanan. Kesimpulan: Pada penelitian ini telah diperoleh kondisi optimal untuk analisis filantin. Kondisi optimal yang diperoleh pada penelitian ini dapat digunakan untuk uji stabilitas tahap pre-validasi metode. Filantin tidak stabil selama penyimpanan, sehingga larutan baku dan ekstrak sebaiknya dibuat baru ketika akan dilakukan analisis untuk menjamin stabilitas.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Renni Simorangkir; Tri Murti Andayani; Chairun Wiedyaningsih
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i12021.83-90

Abstract

Pendahuluan: Hemodialisis (HD) merupakan salah satu terapi pengganti fungsi ginjal pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas, namun terapi HD dapat menimbulkan munculnya berbagai komplikasi yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan: Menganalisis faktor sosiodemografi dan faktor klinis yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani HD. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional dengan melibatkan 130 pasien yang menjalani hemodialisis selama periode bulan Februari-April 2020 dengan kriteria inklusi pasien berusia ≥ 18 tahun, menjalani hemodialisis selama ≥ 3 bulan dan kriteria eksklusi pasien dalam kondisi kritis. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung dan melihat rekam medis pasien. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner Kidney Disease Quality of Life-Short Form-36 (KDQOL-SF36). Data pada domain kesehatan fisik, kesehatan mental dan skor KDQOL-SF36 dianalisis menggunakan analisis regresi berganda-dummy. Hasil: Rata-rata usia responden penelitian adalah 49,6 ± 13,1 tahun, jumlah resep obat kronis 5,5 ± 1,7 jenis obat. Rata-rata skor KDQOL adalah 71,4 ± 10,1; kesehatan fisik 61,4 ± 20,4 dan kesehatan mental 81,2 ± 15,7. Faktor sosiodemografi yang memengaruhi kualitas hidup adalah usia (p = 0,000) dan tingkat penghasilan (p = 0,024) pada domain kesehatan fisik dan usia (p = 0,010), pada skor KDQOL (p = 0,010), untuk faktor klinis adalah jumlah peresepan (p = 0,010), dan komorbiditas (p = 0,007), lalu pada domain kesehatan fisik dan jumlah peresepan (p = 0,016) skor KDQOL. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor sosiodemografi dan klinis yakni faktor usia, tingkat penghasilan, komorbiditas DM dan jumlah peresepan obat kronis terhadap kualitas hidup pasien PGK yang menjalani HD (p < 0,05).
Aktivitas Antibakteri dari Jamur Endofit Penicillium oxalicum Hasil Isolasi dari Spons Homaxinella tanitai Ni Putu Diah Parwita Sari; Bian Dwi Cahyo; Noor Erma Nasution Sugijanto; Suciati Suciati
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i12021.10-15

Abstract

Pendahuluan: Jamur endofit yang berasal dari biota laut spons diketahui sebagai sumber penghasil berbagai jenis metabolit sekunder. Metabolit sekunder yang dihasilkan telah dilaporkan memiliki beberapa bioaktivitas termasuk sebagai antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etil asetat dan fraksi dari jamur endofit Penicillium oxalicum yang diisolasi dari spons Homaxinella tanitai terhadap bakteri Gram positif Staphyloccus aureus dan Bacillus subtilis serta bakteri Gram negatif Eschericia coli. Metode: Identifikasi jamur endofit dilakukan berdasarkan sekuensing dari 28S rRNA. Jamur endofit P. oxalicum ditumbuhkan pada media malt extract. Ekstraksi dilakukan dengan metode partisi cair-cair dengan pelarut etil asetat. Fraksinasi dari ekstrak etil asetat dilakukan dengan metode kromatografi kolom cepat. Uji aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi dilakukan dengan metode mikrodilusi dan difusi agar. Skrining golongan senyawa pada ekstrak dilakukan dengan metode KLT yang divisualisasi dengan berbagai penampak noda serta menggunakan spektroskopi 1H NMR. Hasil: Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat P. oxalicum memberikan aktivitas antibakteri terhadap B. subtilis dan E. coli dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) 250 µg/mL dan menghambat pertumbuhan S. aureus dengan KHM 500 µg/mL. Hasil uji aktivitas antibakteri dari fraksi pada konsentrasi 100 µg/cakram menunjukkan aktifitas penghambatan yang sedang terhadap ketiga bakteri uji. Berdasarkan hasil KLT dan spektroskopi 1H NMR, dapat diketahui bahwa ekstrak etil asetat P. oxalicum mengandung senyawa terpenoid dan polifenol. Kesimpulan: Jamur endofit P. oxalicum yang diisolasi dari spons H. tanitai menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif.
Peran Resep Elektronik dalam Meningkatkan Medication Safety pada Proses Peresepan di RSI Sultan Agung Semarang Ferika Indrasari; Ratna Wulandari; Dwi Nurul Anjayanti
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i1SI2020.1-6

Abstract

Pendahuluan: Medication error banyak mendapat perhatian karena dampaknya secara finansial maupun luaran klinik bagi pasien. Prescribing error sebagai bagian dari medication error merupakan kejadian yang seharusnya dapat dicegah. Banyak intervensi telah dikembangkan untuk mencegah prescribing error, antara lain dengan sistem resep elektronik (e-prescribing). Dalam proses peresepan resep elektronik masih banyak yang belum menggunakan sistem e-prescribing, terutama rumah sakit, puskesmas dan apotek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan resep elektronik dalam meningkatkan medication safety pada proses peresepan pasien rawat jalan di RSI Sultan Agung Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data resep rawat jalan untuk mengevaluasi prescribing error. Data dianalisis menggunakan uji kausalitas dengan rumus regresi linier. Data kualitatif dengan melakukan wawancara kepada dokter untuk mengetahui penerimaan dokter terhadap sistem resep elektronik. Hasil: Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa bahwa terdapat hubungan yang positif antara peresepan elektronik dengan medication safety ditunjukkan oleh nilai korelasi/ hubungan (R) sebesar 0,583 dan koefesien determinasi (R Square) sebesar 0,340. Hal ini berarti pengaruh variabel bebas (resep elektronik) terhadap variabel terikat (medication safety) adalah sebesar 34,0%. Selain itu terdapat tingkat signifikansi p < 0,05, maka ada pengaruh variabel Resep Elektronik (X) terhadap variabel Medication Safety (Y). Penerimaan dokter terhadap sistem resep elektronik sangat baik serta dapat meningkatkan keamananan bagi pasien. Kesimpulan: Resep elektronik berperan meningkatkan medication safety pada proses peresepan. Dengan adanya sistem elektronik maka dapat meningkatkan akurasi peresepan, kewaspadaan terhadap potensi interaksi yang merugikan, riwayat alergi obat, dan efisiensi waktu pelayanan serta dapat meningkatkan keamananan bagi pasien.
Pengaruh Medication Therapy Management (MTM) Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Hipertensi di Puskesmas Kota Yogyakarta Esti Asadina; Nanang Munif Yasin; Susi Ari Kristina
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i12021.46-57

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah salah satu penyakit kronis penyebab kematian pada kasus kardiovaskular di dunia maupun di Indonesia. Pengobatan hipertensi dilakukan dalam jangka waktu panjang, sehingga diperlukan pengetahuan dan kepatuhan yang baik terkait hipertensi. Peningkatan pengetahuan akan mengarah pada kemajuan berpikir tentang perilaku kesehatan yang lebih baik sehingga berpengaruh terhadap kepatuhan dalam pengobatan dan terkontrolnya tekanan darah. Medication Therapy Management (MTM) adalah salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi secara individual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan berbasis Medication Therapy Management (MTM) terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Kota Yogyakarta. Metode: Metode yang digunakan adalah quasi-experimental one group with pretest-posttest design. Data dianalisis secara statistik menggunakan Wilcoxon test untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil: Penelitian ini diikuti oleh 44 orang, 63,6 % jumlah responden yaitu perumpuan, usia paling banyak 55 - 64 tahun 40,9%, rata-rata pendidikan terakhir adalah SMA 59,1 %, lama pasien menderita hipertensi rata-rata 1 - 10 tahun serta 15,9% dengan komplikasi DM, 6,8 % dengan hiperlipidemia dan 9,1 % dengan DM + Hiperlipidemia. Hasil penelitian diperoleh peningkatan rata-rata skor pengetahuan setelah mendapatkan pelayanan berbasis MTM yaitu dari 14,3 ± 3,766 menjadi 20,32 ± 2,399 dengan p = 0,000 dan penurunan rata-rata skor kepatuhan yaitu 1,64 ± 1,464 menjadi 0,39 ± 0,920. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa intervensi dengan metode pelayanan berbasis Medication Therapy Management (MTM) oleh apoteker terbukti meningkatkan pengetahuan pasien mengenai penyakit hipertensi dan pengobatannya secara bermakna dan berperan signifikan dalam meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi.
Identifikasi Pengetahuan, Sikap, Tindakan Masyarakat dalam Memusnahkan Obat Kedaluwarsa dan Tidak Terpakai Di Rumah Tangga Santi Prasmawari; Andi Hermansyah; Abdul Rahem
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i1SI2020.31-38

Abstract

Pendahuluan: Pada umumnya rumah tangga menyimpan obat-obatan di rumah. Namun, sejumlah besar obat-obatan tersebut akhirnya menjadi tidak terpakai dan kedaluwarsa. Oleh karena itu, pembuangan obat-obatan yang sudah kedaluwarsa, tidak diinginkan atau tidak terpakai di keluarga menjadi permasalahan besar. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terhadap pembuangan obat kedaluwarsa dan tidak terpakai di rumah tangga. Metode: Penelitian deskriptif cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 45 rumah tangga di Suko Sidoarjo dari bulan Juli sampai Agustus 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenience sampling, untuk merekrut partisipan bekerjasama dengan tiga apotek setempat di wilayah penelitian. Kuesioner yang terdiri dari 30 item pertanyaan digunakan untuk mengidentifikasi pengetahuan, sikap, dan tindakan. Data dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Hasil: Mayoritas (91%) responden berpendapat bahwa membuang obat secara sembarangan tidak tepat dan berbahaya bagi lingkungan. Sebagian dari mereka membenarkan bahwa beberapa obat dapat langsung dibuang ke toilet (28,9%), tempat sampah (33,3%), dan saluran pembuangan air (71%). Responden membuang obat pada saat kedaluwarsa (68,9%), ketika tampilan obat berubah sehingga menimbulkan rasa atau bau tidak enak (48,9%), dan saat penyimpanan obat mengalami kerusakan (73,3%). Mayoritas responden (71,1%) menyatakan bahwa membuang obat yang tidak terpakai dalam kondisi baik adalah pemborosan. Kesimpulan: Responden memiliki pengetahuan yang rendah terhadap pembuangan obat yang aman meskipun mereka menganggap bahwa pembuangan obat-obatan yang aman sangat diperlukan. Hal ini memberi peluang bagi apoteker di sekitar untuk berinisiatif memberikan edukasi dan mengumpulkan obat-obatan yang tidak digunakan, kedaluwarsa atau tidak diinginkan dari masyarakat.
Optimasi Metode KCKT-ELSD dengan Pemisahan HILIC untuk Penetapan Kadar Glukosamin Hidroklorida pada Suplemen Kesehatan Etik Wahyuningsih; Riesta Primaharinastiti; Mochammad Yuwono
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i22020.80-87

Abstract

Pendahuluan: Analisis glukosamin hidroklorida dalam suplemen kesehatan memiliki beberapa kesulitan dikarenakan rendahnya absorpsi pada daerah UV dan sifat kepolarannya yang tinggi. Tujuan: Mendapatkan kondisi optimum metode kromatografi cair kinerja tinggi dengan detektor hamburan cahaya evaporatif (KCKT-ELSD) menggunakan kolom kromatografi cair interaksi hidrofilik (HILIC) untuk pemisahan glukosamin hidroklorida dalam suplemen kesehatan. Metode: Optimasi kondisi KCKT dilakukan terhadap pengaruh konsentrasi amonium format, pH fase gerak, dan komposisi asetonitril dalam fase gerak pada pemisahan glukosamin hidroklorida dalam suplemen makanan. ZIC-HILIC 150 x 4,6 mm, 5 μm digunakan sebagai kolom. Optimasi kondisi ELSD dilakukan terhadap pengaruh suhu nebulasi dan evaporasi. Hasil: Pemisahan terbaik yang menghasilkan puncak simetris dari glukosamin hidroklorida dicapai dalam kondisi isokratik menggunakan komposisi fase gerak asetonitril : air : 30 mM ammonium format (77 : 3 : 20, v/v/v) pada pH 4,5, suhu kolom 35°C, laju alir fase gerak 1 mL/menit, dan volume injeksi sampel 5 μL. Suhu nebulisasi dan evaporasi berturut-turut adalah 50°C dan 80°C, dengan laju aliran nitrogen adalah 1,10 standar liter per menit (SLM). Kesimpulan: Kondisi optimum KCKT-ELSD dengan mode HILIC yang diperoleh dalam penelitian ini menghasilkan kromatogram dengan puncak glukosamin hidroklorida yang simetris, dan terpisah secara selektif dan sensitif dari komponen matriks suplemen kesehatan.
Evaluasi Obat Kadaluwarsa, Obat Rusak dan Stok Mati di Puskesmas Wilayah Magelang Revina Nurma Khairani; Elmiawati Latifah; Ni Made Ayu Nila Septianingrum
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i12021.91-97

Abstract

Pendahuluan: Di era Jaminan Kesehatan Nasional, masalah pengelolaan obat di puskesmas masih sering terjadi sehingga perlu dilakukan evaluasi yang berkelanjutan untuk menjamin ketersediaan dan pelayanan obat yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  gambaran dan menganalisis terjadinya obat kadaluwarsa, obat rusak dan stok mati, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan untuk perbaikan pengelolaan obat. Metode: Penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif analisis, yang dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Sampel yang digunakan untuk mengevaluasi obat kadaluwarsa dan obat rusak adalah seluruh obat tahun 2019, sedangkan sampel untuk evaluasi stok mati menggunakan kombinasi obat indikator dan obat e-katalog yang paling banyak dikonsumsi pada tahun 2019. Faktor yang mempengaruhi hambatan pengelolaan obat dilakukan observasi dengan wawancara. Hasil: Obat kadaluwarsa di Puskesmas X dan Y sebesar 24% dan 18%, stok mati sebesar 40% dan 20%, tidak ditemukan obat rusak di kedua puskemas. Masalah pengelolaan obat yang dominan terjadi di puskesmas, disebabkan adanya faktor perubahan pola peresepan, tanggal kadaluwarsa yang terlalu pendek dan tidak sesuainya permintaan dengan penerimaan obat dari UPT Instalasi Farmasi. Kesimpulan: Persentase obat kadaluwarsa dan obat stok mati belum sesuai dengan indikator penelitian (0%), sehingga dengan temuan ini perlu dilakukan validasi perencanaan obat yang disesuaikan dengan kebutuhan obat serta peningkatan manajemen pengelolaan obat kadaluwarsa dan penguatan sistem penerimaan obat di puskesmas.
Analisis Rhodamin B dalam Bolu Kukus yang Beredar di Kota Jambi dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Armini Hadriyati; Linda Lestari; Lia Anggresani
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i12021.16-21

Abstract

Pendahuluan: Rhodamin B adalah pewarna sintetik yang umum digunakan sebagai pewarna tekstil, Rhodamin B dalam makanan dapat menyebabkan keracunan, sehingga Rhodamin B dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara kualitatif dan kuantitatif adanya Rhodamin B dalam kue bolu kukus yang beredar di Kota Jambi. Metode: Pengambilan sampel dilakukan secara acak dalam 8 kecamatan dari 11 kecamatan di Kota Jambi. Analisis Rhodamin B pada kue bolu kukus ini ditentukan dengan 2 metode yaitu Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis. Pada analisa kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis menggunakan plat silica gel GF 254 dengan mengunakan fase gerak campuran n-butanol : asam asetat : ammonia dengan perbandingan (10 : 4 : 5). Hasil: Hasil dari analisis Rhodamin B yang dilakukan dengan KLT didapatkan nilai Rf sama antara sampel dengan pembanding Rhodamin B yaitu 0,8. Spektrofotometri UV-Vis didapat panjang gelombang maksimum 557 nm, dan diperoleh kadar Rhodamin B pada sampel B 0,88210 µg/mL, sampel E 1,3475 µg/mL dan sampel F 0,80684 µg/mL. Kesimpulan: Hasil uji identifikasi menunjukan bahwa dari 8 sampel kue bolu kukus, 3 sampel diantaranya positif mengandung pewarna Rhodamin B.

Page 9 of 26 | Total Record : 259


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 3 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 3 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 3 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 3 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 3 No. 2 (2016): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia More Issue