cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Karakteristik dan Faktor Risiko Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. I G.N.G Ngoerah Tahun 2022 Aqilah, Nadya Zalfa; Wetan, Ni Gusti Ayu Agung Manik Yuniawaty; Setiawan, I Gede Budhi; Adiputra, Putu Anda Tusta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P06

Abstract

Breast cancer is a disease that has high mortality in women throughout the world. Breast cancer has characteristics and risk factors that influence the incidence of breast cancer. The research method uses a retrospective descriptive study and uses secondary data, namely medical records at the Central General Hospital Prof. Dr. I G.N.G. Ngoerah in 2022. Of the total 551 samples, only 319 samples had complete medical records. The variables studied were age, clinical stage, histopathological type, biopsy grade, subtype, lesion location, menopausal status, age at menarche, age at menopause, family history of cancer, parity, breastfeeding history, history of hormonal therapy, and nutritional status in terms of BMI. The results showed that of the 319 breast cancer patients, 77.4% were ?45 years old, 38.2% were stage IIIB, 86.2% were invasive ductal carcinoma, 56.4% were grade III, 36.4% were luminal B subtype, 41.4% were in the menopausal phase, the average age of menarche was 13 years old, 42% had menopause in the 45-50 year age range, 4.4% had a family history of cancer, 73% were multiparous, 91.5% had a history of breastfeeding, 23.8% had a history of hormonal therapy, and 37.3% had a normal BMI nutritional status. Keywords: Characteristics, Risk Factors, Breast Cancer
AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR Sovia, Evi; Juliastuti, Henny; Julaeha, Siti; Ratwita, Welly
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i02.P02

Abstract

Salah satu obat yang dapat menyebabkan Drug induce liver injury (DILI) adalah obat antituberkulosis (OAT) seperti isoniazid (INH). Insidensi DILI akibat OAT di Indonesia adalah 22,5-43%. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) memiliki manfaat sebagai antioksidan dan berpotensi sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektor ekstrak etanol kayu manis terhadap gambaran histopatologi hepar tikus jantan galur wistar yang diinduksi INH. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan posttest only control group design dengan jumlah sampel 25 ekor tikus. Hewan coba dibagi menjadi dari lima kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang diberi aquabidest, kontrol positif yang diinduksi INH dengan dosis 200mg/kgbb, dan tiga kelompok perlakuan yang dinduksi INH dengan dosis 200mg/kgbb dan diberi ekstrak etanol kayu manis dengan dosis 100, 200, dan 400mg/kgbb selama 14 hari. Pada akhir penelitian, hewan coba dikorbankan dan hepar diambil untuk kemudian dibuat preparat. Skoring histopatologi kerusakan sel hepar tikus menggunakan HAI-Knodell score. Hasil Knodell score dianalisis menggunakan uji One Way Anova dan Post Hoc Test Duncan. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata tingkat kerusakan hepar tertinggi terdapat pada kelompok kontrol positif (2,80 ± 1,64), sedangkan skor rata-rata terendah pada kelompok kontrol negatif (0,40 ± 0,55). Skor kerusakan hepar kelompok yang diberi ekstrak etanol kayu manis dosis 100, 200, dan 400mg/kgbb adalah 1,20 ± 0,84; 0,80 ± 0,84 dan 0,80 ± 0,84 secara berurutan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan (p<0,05), tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan. Ekstrak etanol kayu manis mempunyai aktivitas hepatoprotektor dengan dosis efektif 100 mg/kgbb
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET BESI (FE) DI PUSKESMAS BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2023 Izzah, Intan Nur; Yuziani, Yuziani; Albin, Iskandar
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i05.P11

Abstract

Anemia is a condition of low levels of red blood cells, hemoglobin capacity, and hematocrit volume in each milliliter of blood when it is sufficient to meet the body's physiological needs. If a person has hemoglobin levels below 12 g/100 ml in their blood, it can be said that the person has anemia. Anemia is one of the health problems experienced by many pregnant women. One way to prevent anemia in pregnant women is to consume iron (Fe) tablets. However, the compliance of pregnant women in consuming iron tablets is still low, this is caused by various factors such as attitudes and knowledge which will later influence the formation of health behavior. This research aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women and compliance with consuming iron (Fe) tablets at the Banda Sakti Health Center in 2023. This research is an observational analytic research with a cross sectional approach with sampling using the accidental sampling method with 100 respondents. Data analysis used in the research includes univariate analysis and bivariate analysis using the chi-square test. The research results showed that the majority of respondents had insufficient knowledge, namely 44%, and the majority of respondents had a very negative attitude, namely 39%, and the majority of respondents, namely 56% of respondents, were disobedient. Proven by the chi-square statistical test which shows the relationship between knowledge and adherence to consuming iron (Fe) tablets. So the researchers concluded that there was a significant relationship between knowledge and compliance of pregnant women in consuming iron tablets. Keywords: Anemia, ANC, folic acid
Korelasi Derajat Atrofi Lobus Temporal Medial Berdasarkan Skor Medial Temporal Atrofi (MTA) Menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) Dengan Gangguan Kognitif Berdasarkan Skor Mini Mental State Examination (MMSE) Pada Pasien Usia Lanjut Rondonuwu, Meinevie Susanna
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P07

Abstract

Latar Belakang: Pertambahan jumlah lansia ini membawa konsekuensi serius terkait masalah kesehatan, khususnya terkait gangguan kognitif. Gangguan kognitif pada lansia memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup mereka, bahkan pada tahap awal seperti gangguan kognitif ringan. Penyakit-penyakit neurodegeneratif, seperti demensia Alzheimer, menimbulkan tantangan serius dalam diagnosis dan penanganannya. Saat ini, belum ada obat yang ditemukan untuk mengobati gangguan kognitif ini, dan pendekatan terbaik adalah pencegahan atau memperlambat perkembangannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara derajat atrofi lobus temporal medial menggunakan skor Medial Temporal Atrophy (MTA) melalui Magnetik Resonance Imaging (MRI) dan gangguan kognitif yang dinilai dengan skor Mini Mental State Examination (MMSE) pada populasi usia lanjut. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk mengkaji hubungan antara derajat atrofi otak menggunakan skor medial temporal atrophy (MTA) melalui magnetic resonance imaging (MRI) dengan gangguan kognitif yang diukur dengan skor mini mental state examination (MMSE) pada pasien usia lanjut. Penelitian dilakukan di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan berlangsung dari Agustus 2022 hingga mencapai sampel yang cukup. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien berusia di atas 55 tahun yang menjalani pemeriksaan MRI kepala di RS dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling. Dalam penelitian ini, dibutuhkan minimal 32 sampel sebagai estimasi sampel. Semua prosedur penelitian telah memenuhi persyaratan etik dan mendapat persetujuan dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Biomedik pada manusia Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode statistik yang sesuai, melalui berbagai tahapan analisis data seperti univariat, uji normalitas, dan uji korelasi Spearman untuk menjelaskan hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa atrofi lobus temporal medial yang patologis lebih umum terjadi pada kelompok usia lansia, terutama pada lansia tua. Seluruh responden dalam kelompok usia lansia tua mengalami gangguan kognitif, sementara mayoritas lansia dan lansia muda tidak. Selain itu, ada korelasi negatif yang signifikan antara derajat atrofi lobus temporal medial (MTA) dan tingkat gangguan kognitif (MMSE). Semakin tinggi derajat atrofi, semakin rendah fungsi kognitif. Penemuan ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan kesehatan mental dan kognitif lansia, terutama pada mereka yang lebih tua. Simpulan: Terdapat korelasi antara derajat atrofi lobus temporal medial berdasarkan skor Medial Temporal Atrophy (MTA) menggunakan Magnetik Resonance Imaging (MRI) dengan gangguan kognitif berdasarkan skor Mini Mental State Examination (MMSE) pada pasien usia lanjut Kata kunci: Lobus Temporal Medial, Skor Medial Temporal Atrophy (MTA), Magnetic Resonance Imaging (MRI), Gangguan Kognitif Skor Mini Mental State Examination (MMSE)
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN NABATI DAN HEWANI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI LOKUS STUNTING KABUPATEN LOMBOK UTARA Utami, Herdiana Nurul; Zubaidi, Fitriannisa Faradina; Irawati, Deasy; Nurbaiti, Lina
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i03.P07

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sehingga pertumbuhan panjang atau tinggi badan terlalu pendek menurut usia. Menurut WHO, faktor langsung penyebab stunting adalah asupan zat gizi yang tidak mencukupi seperti protein dimana berfungsi sebagai pengendalian pertumbuhan. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain cross sectional untuk mengetahui hubungan asupan protein nabati dan hewani pada balita dengan kejadian stunting di Lokus Stunting Kabupaten Lombok Utara. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner food recall 24h dan melihat data terkait PB atau TB terbaru, riwayat imunisasi, serta akses ke pelayanan kesehatan di buku KIA / kartu registrasi. Sebanyak 262 responden memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berpartisipasi dalam penelitian ini dengan mayoritas berusia 24 – 60 bulan (53,1%). Hasil penelitian menunjukkan AKP pada balita stunting dengan kriteria kurang sebanyak 51% sedangkan perbandingan asupan protein nabati lebih besar dibandingkan protein hewani sebesar 72%. Berdasarkan hasil uji chi-square tersebut didapatkan hubungan signifikan antara perbandingan asupan protein nabati dan hewani, p = 0,000 (p<0,05), dengan kejadian stunting. Selain itu hasil penelitian menunjukkan terdapat efek simultan pada perbandingan protein nabati dan hewani serta AKP terhadap kejadian stunting. Kata Kunci: Asupan Protein Nabati dan Hewani, Kejadian Stunting, Balita. ABSTRACT Stunting is a condition of growth failure due to chronic malnutrition so that growth in length or height is too short for age. According to WHO, one of the direct factors causing stunting is insufficient intake of nutrients such as protein which has a function as growth control. This study is observasional with a cross-sectional design to knowing the relationship between vegetable and animal protein intake in toddlers with the incidence of stunting in the stunting locus of North Lombok Regency.. Data were collected by filling out a 24h food recall questionnaire and looking at data related to recent PB or TB, immunization history, and access to health services in the KIA book / registration card. A total of 262 respondents meeting the inclusion and exclusion criteria participated in this study with the majority of toddlers aged 24-60 months (53.1%). The results showed PPA in stunted toddlers with less criteria as much as 51% while the ratio of vegetable protein intake was greater than animal protein by 72%. Based on the results of the chi-square test, there was a significant relationship between the ratio of vegetable and animal protein intake, p = 0.000 (p < 0.05), with the incidence of stunting. In addition, the results showed that there was a simultaneous effect on the ratio of plant and animal protein and PPA to the incidence of stunting in toddlers. Keywords: Plant and Animal Protein Intake, Incidence of Stunting, Toddlers.
Hubungan Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) Dengan Skor Gleason Pasien Kanker Prostat andriyani, fatimah; Sari, Puspita; Wahyuni, Rossa Dwi; Fitriana, Yuli; Tutu, Arlin Rinni; Aristo, .
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P15

Abstract

One of the diseases of the prostate gland is prostate cancer. This cancer causes abnormal growth of prostate cells. Trigger factors for the emergence of this cancer are age, genetics, obesity, a diet high in fat and animal fiber. The neutrophil lymphocyte ratio (RNL) is recommended as a biomarker for inflammatory diseases and also in a number of cancers, one of which is prostate cancer. The higher of the RNL value indicates that the cancer prognosis is getting worse. This study aims to determine the relationship between RNL and Gleason score in prostate cancer patients at Undata Hospital, Palu 2019-2022, In this study, the researcher used an analytic observational research design with a cross-sectional design. Samples were taken using total sampling with a total of 33 samples from 2019 to 2022. Samples were taken using total sampling with a total of 33 samples from 2019 to 2022. Based on the Spearman correlation test, the total significance was obtained between RNL and gleason score (r=;-0.105 P=0.562. ). There is no significant relationship between RNL and gleason score in prostate cancer patients Keywords : Neutrofil to lymphocyte ratio, prostate cancer, Gleason score.
THE EFFECT OF “TEGAR” COMPLEMENTARY EDUCATION PACKAGES ON SELF EFFICACY AND ANXIETY IN POST ABORT MOTHER Rahmayanti, Rini; Wahyuni, Fitri; Puspasari, Dwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P06

Abstract

Abortion is a maternal emergency with an incidence of 10-15% of 6 million pregnancies each year. Self efficacy is one of the main factors to improve coping behavior towards perceived loss. The mother's inability to deal with problems causes prolonged grief and affects future health, so efforts are needed to increase self-efficacy and reduce maternal anxiety. Mother's self-efficacy and anxiety are influenced by knowledge. Increased knowledge can be done by providing a complementary package of interventions "TEGAR". This study uses a pre-experimental design method with a One-Group Pre-Post test design approach. The study was conducted for six months in RSUD dr. Rasidin Padang with a sample of 22 mothers who experienced spontaneous abortion during the last three months. The instrument that will be used is a questionnaire. The results of the study will be processed with a paired T-test statistical test. The results showed that the mean value of Self Efficacy before being given the intervention was 23.82 and after being given the intervention was 64.32. The average value of anxiety before being given the intervention was 64.32 and after being given the intervention was 41.41. There is a difference in the mean value between before and after the intervention was given with a p-value of 0.000. It is hoped that health services can use complementary education packages as a therapy to increase self-efficacy and reduce maternal anxiety after abortion.
HEMATOLOGICAL PROFILE OF HIV/AIDS PATIENTS AT UDAYANA UNIVERSITY HOSPITAL Prabasari, Pande Visca Gayatri; Wiradewi Lestari, Anak Agung; Wande, I Nyoman; Sutirta Yasa, I Wayan Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P12

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that will enter the body and infect white blood cells (lymphocytes), causing human immunity to decrease. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is the final stage that will appear after the HIV virus attacks the immune system, causing a variety symptoms. One of the complications that can be found in HIV / AIDS is hematological abnormalities such as anemia, thrombocytopenia, leukopenia and lymphopenia which can disrupt the quality of life of people with HIV / AIDS. The aims of this study to determine the hematological profile of people with HIV / AIDS such as the prevalence of anemia, thrombocytopenia, leukopenia, and lymphopenia. This study used a descriptive method with a cross-sectional approach involving 31 people. Data collection used medical records data at Udayana University Hospital. The results obtained from 31 people diagnosed with HIV/AIDS showed the majority were male at 71%, in the age group of 18-39 years at 45,1%, and in stage IV at 83,9%. Most HIV/AIDS patients experience a decrease in hemoglobin levels by 64.5%, a decrease in lymphocyte percentages by 54.8%, a normal platelet counts of 96.8%, and a normal leukocyte counts of 71%. It can be concluded that the prevalence of anemia is 64,5%, lymphopenia is 54.8%, thrombocytopenia is 3,2%, and leukopenia is 16.1% in people with HIV / AIDS.
KARAKTERISTIK PENDERITA DIARE AKUT PADA ANAK USIA 6 - 35 BULAN DI RS BALI MANDARA TAHUN 2020-2021 Harsika Sari, Ni Wayan Diah Intan; Budi Hartawan, I Nyoman; Kanya Wati, Dyah; Sutriani Mahalini, Dewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i05.P02

Abstract

ABSTRAK Suatu sebab meningginya angka kesakitan dan kematian pada anak dalam seluruh dunia termasuk Indonesia ialah diare. Prevalensi insiden diare sebesar 6,7% dan prevalensi episode 20,3% paling sering terjadi pada kelompok usia 6 sampai 35 bulan. Tujuan dari penyelenggaraan riset unuk memahami karakteristik diare pada anak usia 6 sampai 35 bulan di RSUD Bali Mandara tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan metode obeservasional deskriptif potong lintang (cross-sectional) pada penderita diare akut usia 6-35 bulan di RSUD Bali Mandara Tahun 2020-2021. Hasil dari penelitian ini adalah dari 82 sampel yang didapatkan, mayoritas penderita diare akut pada anak di RSUD Bali Mandara berjenis kelamin laki – laki (61%) dengan distribusi terbanyak pada kelompok usia 6-12 bulan (51,2%). Dengan lama rawat selama ? 7 hari (100%). Sebanyak 96,3 % penderita tidak mengalami diare berdarah dan cenderung penderita memiliki status gizi yang baik (89%), disertai dengan riwayat dehidrasi ringan-sedang (59,8%), tidak memiliki penyakit komorid (100%) dan belum mendapatkan vaksin rotavirus (86,8%). Tingkat pendidikan terakhir orang tua penderita diare akut paling banyak menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi (36,6%). Masih banyak penderita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif (82,9%) dan terdapat sumber air bersih dirumahnya (90,2%). Kata kunci :diare, karakteristik, anak
KORELASI NILAI ATENUASI EPICARDIAL ADIPOSE TISSUE (EAT) BERDASARKAN MSCT SCAN THORAKS DENGAN NILAI TROPONIN PADA PASIEN COVID-19 Burhanudin, Danang P; Asriyanti, Sri; Latief, Nikmatia; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P16

Abstract

Infeksi Coronavirus disease-19 (COVID-19) dilaporkan menimbulkan komplikasi kardiovaskuler. Epicardial adipose tissue (EAT) merupakan komponen dinding luar miokardium yang dapat diukur dengan CT scan thorax untuk menilai atenuasi begitupun dengan troponin I yang dapat mengalami peningkatan pada pasien dengan penyakit kardiovaskuler. Modalitas CT scan thorax tersebut dilaporkan dapat menjadi modalitas penunjang noninvasif untuk mengevaluasi keterlibatan kardiovaskuler pada pasien dengan COVID-19. Tujuan untuk mengetahui korelasi nilai atenuasi EAT pada MSCT thorax dengan nilai troponin pada pasien COVID-19. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo pada periode waktu Juli 2021 hingga Desember 2021 dengan jumlah sampel 33 orang. Terdapat 25 pasien laki-laki (75%) dan 8 pasien perempuan (25%) dari rentang usia 32 hingga 77 tahun. Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan signifikan antara average atrioventricular sinistra (AVG AV sinistra) dan nilai troponin (p <0,032). Begitupun MIN Hounsfield Unit dengan nilai troponin (p<0,027) dimana peningkatan AVG AV sinistra dan MIN Hounsfield berbanding lurus dengan peningkatan nilai troponin. Kata Kunci: Epicardial Adipose Tissue; Nilai Troponin; COVID-19; Atenuasi

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue