cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
ANGKA KELANGSUNGAN HIDUP PASIEN KANKER SERVIKS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH Mahastya, I Wayan Cahya; Budiana, I Nyoman Gede; Mulyana, Ryan Saktika; Suwardewa, Tjokorda Gde Agung; Wijaya Surya, I Gede Ngurah Harry
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P17

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is a type of cancer that develops in the cervix as a result of an infection with high-risk HPV. Cervical cancer patients have varying survival rates. This will be influenced by the patient's prognostic factors such as age, histopathological type, metastases, stage, tumor size, and treatment modalities. This research employs an analytical observational approach and utilizes a retrospective cohort research design. Survival rates will be measured using Kaplan Meier and log-rank based on prognostic factors. The research was carried out at RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, utilizing data from cervical cancer patients in the year 2021. The sample in this study was 245 samples. From 245 samples, 55 patients (22.4%) experienced events (died), 32 patients (13.1%) were uncensored (alive), and 158 patients (64.5%) were censored. The highest one-year survival rate based on prognostic factors was patients with age <40 years (78.8%), histopathological type of SCC (78.1%), no metastases (78.2%), patients with stage I (81%), tumor size < 2 cm (82.9%), and treatment modalities of chemotherapy, radiotherapy, and hysterectomy (90%). The results of the analysis based on the log rank test which reports only the incidence of metastasis factors show significant results on the one-year survival of cervical cancer patients. The overall one-year survival rate for cervical cancer patients is 77.6%. To determine the survival rate for cervical cancer patients over three and five years, further research is required. Keywords: Cervical cancer, HPV, Kaplan-Meier, Log rank, and Survival rate.
EKSPRESI DINAMIS MIR-320C PADA KANKER OVARIUM Guspratiwi, Reny; Kartika, Aprilia Indra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P03

Abstract

Kanker ovarium mengalami peningkatan insidensi dan kematian yang disebabkan oleh kesulitan dalam mendeteksi kanker pada stadium awal dan belum ada uji skrining yang efektif untuk kanker ovarium. Dibutuhkan metode deteksi yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi berupa biomarker yang bersirkulasi di dalam plasma darah berupa mikroRNA. Deteksi melalui mikroRNA diharapkan dapat meminimalkan rasa sakit atau minimal invasif. Penelitian analisis profil mikroRNA yang berperan dalam kanker ovarium perlu dilakukan untuk mendapatkan biomarker deteksi awal minimal invasif kanker ovarium yang tepat. Analisis profil ekspresi mikroRNA pada kanker ovarium dilakukan dengan isolasi plasma darah, sintesis cDNA, dan qRT-PCR sampel yang disatukan, dan qPCR miR-320c. Profiling mikroRNA pada kanker ovarium dilakukan dengan metode pooling sampel, kemudian dilanjutkan dengan kuantifikasi mikroRNA yang mengalami peningkatan dan penurunan paling signifikan secara individu sampel. Hasil analisis profil ekspresi mikroRNA pada kanker ovarium menunjukkan peningkatan ekspresi miR-320c baik pada serous maupun pada mucinous. Hasil kuantifikasi ekspresi individu menunjukkan penurunan ekspresi miR-320c pada stadium awal dan peningkatan yang signifikan miR-320c pada stadium lanjut kanker ovarium. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi mikroRNA dapat berbeda-beda pada masing-masing orang. Kata kunci : kanker ovarium, miR-32Oc, profil ekspresi, minimal invasif
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KECEMASAN PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS ROEMANI SEMARANG Anggraini, Merry Tiyas
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P10

Abstract

Latar belakang: Hemodialisis merupakan pengobatan pada penderita penyakit ginjal kronis stadium terminal. Terapi hemodialisis yang dilakukan secara terus menerus akan mengakibatkan adanya dampak psikologis seperti kecemasan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien hemodialisis yaitu dukungan keluarga. Oleh karena itu, diperlukannya dukungan pada pasien hemodialis yang bermanfaat sebagai strategi preventif untuk mengurangi kecemasan sehingga membuat pandangan hidup pasien menjadi luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pasien yang menjalani hemodialisis di RS Roemani Semarang. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 80 responden pada RS Roemani iSemarang dengan Teknik Total Sampling. Data diambil menggunakan instrumen kuesioner yang kemudian diuji dengan menggunakan rank spearman dengan bantuan software komputer. Hasil: Mayoritas responden memiliki kecemasan ringan sebesar 78,8% dan mayoritas responden memiliki dukungan keluarga baik sebesar 81,3%. Hasil uji menggunakan rank spearman didapatkan hasil p=0.001 dan nilai r = -i0,925. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kecemasan pasien yang menjalani hemodialisis di RS Roemani Semarang, semakin tinggi dukungan keluarga semakin rendah tingkat kecemasan pasien dan sebaliknya.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL AND PERSONAL HYGIENE BEHAVIOR ON THE INCIDENCE OF PEDICULOSIS IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN IN NUSA PENIDA. Bisma Krisnanda, I Kadek; Sri Laksemi, Dewa Ayu Agus; Asri Damayanti, Putu Ayu; Eka Diarthini, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P08

Abstract

ABSTRACT Pediculosis capitis is an infection that occurs on the human scalp due to an infestation of Pediculus humanus capitis. Pediculosis is characterized by itching on the scalp, in school-age children the infestation of Pediculus humanus capitis has a negative impact on children's learning activities and has the potential to interfere with learning achievement. This study aims to determine whether personal hygiene and knowledge have a relationship with the incidence of pediculosis in elementary school children in Nusa Penida. This study uses an analytic observational study with a Cross Sectional study with univariate analysis techniques and bivariate analysis using the Chi-square test, this study used a sample of 100 samples taken from SD Negeri 2 Ped and SD Negeri 4 Ped, data collection was carried out by using a questionnaire regarding personal hygiene behavior and knowledge of pediculosis and the incidence of pediculosis in research respondents. In this study it was found that out of 100 respondents, 44% had poor personal hygiene, 41% had poor knowledge and 65% experienced pediculosis which is a high number because it exceeds 50%, from this study it was found that personal hygiene had a significant relationship with the incidence of pediculosis (p-value 0.002 and RP = 1.580), and knowledge about pediculosis has a relationship with the incidence of pediculosis (p-value 0.002 and RP = 1.578). So it can be seen that personal hygiene and knowledge about pediculosis is one of the risk factors for the incidence of pediculosis in elementary school children in Nusa Penida. Keywords : Personal hygiene, Knowledge, Pediculosis
EFFECT OF DEHUMIDIFICATION ON Trigona spp. HONEY AS AN ANTIBACTERIAL AGAINST Streptococcus mutans Pratiwi, Deviyanti; Saristi, Salsabila Shafa; Santosa, Didi Nugroho; Rejeki, Putri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P02

Abstract

Honey comes from Trigona spp. has been known for its various health benefits and has the potential to be a natural ingredient that can be used as a preventive measure to inhibit and kill the main bacteria in dental caries (Streptococcus mutans). The dehumidification process using a humidifier is carried out to absorb honey water vapor so that the water content of the honey is reduced and the quality is better. The aim of this research is to determine the effect of dehumidification on Trigona spp. honey as an antibacterial for S.mutans. This research is a laboratory experiment with a post-test only control group design in vitro using the dilution method. Dehumidification is carried out on raw trigona honey to obtain dehumid trigona honey and honey water. As a control, 0.2% chlorhexidine and distilled water were used. The antibacterial activity test was carried out by calculating the total bacterial colonies using the total bacterial colony formula. The results of the study showed that the antibacterial activity of raw Trigona spp. honey had a significant difference against S.mutans with a total number of colonies of 0.4x106 CFU/mL compared to Trigona spp. dehum honey and honey water. Kruskal-Wallis analysis showed that there was a significant difference between the control group and the treatment group in inhibiting S.mutans. The conclusion is that raw Trigona spp. honey, Trigona spp. dehum honey, and honey water show differences in the antibacterial activity of S.mutans so that their use as a preventive measure in inhibiting S.mutans bacteria needs to be considered. Keywords : dehumidification, Trigona spp. honey, antibacterial, Streptococcus mutans
KORELASI FAKTOR RESIKO STROKE TERHADAP PENDERITA CORONA VIRUS DISEASE-2019 DI RUMAH SAKIT RST DOMPET DHUAFA BOGOR putra sanjaya, gde bagus
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i02.P16

Abstract

Latar belakang: Stroke menduduki tempat kedua sebagai penyakit tidak menular (PTM) yang menyebabkan 11,6% dari total kematian di dunia pada tahun 2019? kasus stroke semenjak adanya pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease-2019) mengalami peningkatan akibat kekhawatiran terinfeksi COVID-19 saat mengakses fasilitas kesehatan, baik itu kasus stroke non-hemoragik (SNH) dan stroke hemoragik (SH). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi factor resiko stroke terhadap penderita CORONA VIRUS DISEASE-2019. Metode: penelitian ini menggunakan metode cross sectional dari data populasi pasien COVID-19 dengan diagnosis juga SNH dan SH periode Januari 2020 – Maret 2022. Hasil penelitian: hasil analisis uji fisher menunjukan secara statistik bahwa bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dislipidemia dan c-reaktif protein dengan kejadian stroke pada penderita COVID-19 yang sedang dirawat di bangsal dengan nilai p value = 0.04 (p <0,05). Kesimpulan: Infeksi COVID-19 dapat menyebabkan terjadinya stroke, baik itu SNH atau SH. Timbulnya stroke ini dipicu adanya hiperkoagulasi dan hiperinflamasi yang terjadi selama infeksi COVID-19 yang banyak menyerang kelompok lanjut usia dan kriteria COVID-19 derajat berat. Kata kunci: Covid-19, stroke ischemik, stroke hemoragik
KORELASI PERUBAHAN ENDPLATE TIPE MODIC PADA MAGNETIC RESONANCE IMAGING LUMBOSAKRAL TERHADAP FACET JOINT OSTEOARTHRITIS BERDASARKAN PATHRIA GRADING Shinta, Pricilla; ILyas, Muhammad; Latief, Nikmatia; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P06

Abstract

Facet joint osteoarthritis terkait erat dengan kondisi penyakit degeneratif diskus yang berbeda, namun terkait secara fungsional yang memengaruhi struktur di aspek anterior kolumna vertebralis. Perubahan endplate tipe modic dideskripsikan sebagai perubahan dari intensitas sinyal dari endplate dan bone marrow dari korpus vertebra. Perubahan endp/ate tipe modic dan degenerasi facet joint sering terjadi bersamaan pada pasien dengan nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi perubahan endplate tipe modic pada magnetic resenance imaging /umbosakral terhadap facet joint osteoarthritis berdasarkan Pathria grading. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 198 sampel yang masuk kriteria inklusi. Penilaian perubahan endplate modic vertebra lumbosakral didasarkan pemeriksaan MRI lumbosakral. Kemudian, menilai derajat facet joint osteoarthritis dengan Pathria grading pada level yang sama dengan perubahan endpate modic. Selanjutnya, dilakukan perbandingan perubahan endplate modic vertebra lumbosakral dan derajat facet joint osteoarthritis dengan Pathria grading. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara perubahan endplate modic vert.ebra /umbosacral dan derajat facet joint osteoart.hritis dengan Pathria grading (p<0,001, koefisien korelasi 0,631). Sernakin meningkat perubahan endplate modic vert.ebra lumbosakral, semakin meningkat pula derajat facet joint osteoart.hritis dengan Pathria grading. Disimpulkan bahwa perubahan endplate modic vertebra lumbosakral terkait derajat facet joint osteoarthritis dengan Pathria grading sehingga apabila ditemukan perubahan endplate modic, kemungkinan terdapat juga facet joint osteoart.hritis. Kata kunci: endplate Modic, facet joint osteoart.hritis, MRI, Pathria grading
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER NASOFARING YANG MENDAPAT KEMOTERAPI DENGAN RESPONSE EVALUATION CRITERIA IN SOLID TUMORS 1.1 (RECIST) DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Siahaan, Surya Perdana; Muis, Mirna; Baan, Junus; Zainudin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P11

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor yang berasal dari fossa rosenmuller pada nasofaring yang merupakan daerah transisional dimana epitel kuboid berubah menjadi epitel skuamosa serta merupakan tumor terbanyak di ASIA dan terutama negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan karakteristik penderita karsinoma nasofaring terhadap respon kemoterapi dengan menggunakan klasifikasi Response Evaluation Criteria In Solid Tumor 1.1 (RECIST) di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 115 sampel yang masuk kriteria inklusi. Penilaian respon tumor didasarkan pemeriksaan CT Scan Nasofaring saat awal didiagnosa KNF dan setelah dilakukan kemoterapi 6 siklus, kemudian dinilai usia,ukuran massa tumor, kelenjar getah bening regional, dan stadium tumor pada lesi target yang didapatkan terhadap RECIST 1.1. Hasil penelitian ini menunjukkan usia, ukuran massa tumor, kelenjar getah bening regional , dan stadium tumor memiliki hubungan yang searah dengan RECIST 1.1 dimana semakin tua usia penderita, semakin banyak perluasan kelenjar getah bening regional, dan semakin tinggi kategori stadium tumor penderita karsinoma nasofaring maka hasil penilaian RECIST 1.1 cenderung semakin memburuk (Usia terhadap RECIST 1.1: Koefisien korelasi 0.277, P value 0.003; Ukuran massa tumor terhadap RECIST 1.1: Koefisien korelasi :0.625, P value : 0.001; Kelenjar Getah Bening Regional terhadap RECIST 1.1: Koefisien korelasi : 0.361, P value 0.001; Stadium tumor terhadap RECIST 1.1: Koefisien korelasi : 0.418, P value : 0.001) Kata kunci : RECIST 1.1, Usia, Ukuran Massa Tumor, Kelenjar Getah Bening Regional, Stadium Tumor, Histopatologi, CT-Scan
ASSOCIATION BETWEENTHESYMPTOMS OF BEHAVIOR CHANGES IN PEOPLE WITH DEMENTIA (ODD) AND STRESS LEVELS IN CAREGIVERS Diniari, Ni Ketut Sri; Kusuma Wardani, Ida Aju; Suwandi, Nyoman Defriyana; Winarso, Ervinna Agatha; Marianto, Marianto
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i02.P07

Abstract

Demensia adalah gangguan kognitif yang disertai adanya perubahan mental dan perilaku, yang dapat menyebabkan stres pada caregiver terutama keluarga. Stres pada caregiver akan memengaruhi perawatan orang dengan demensia (ODD), dan kesejahteraan caregiver dan lansia akan semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gejala perubahan perilaku pada ODD dengan tingkat stres pada caregiver. Penelitian ini observasional analitik dengan rancangan potong-lintang (cross-sectional) menggunakan uji alternatif linear-by-linear association. Gejala perubahan perilaku diukur menggunakan Neuro-Psychiatric Inventory (NPI), sedangkan tingkat stres pada caregiver diukur dengan Perceived Stress Scale (PSS). Sebanyak 50 orang caregiver yang diikutsertakan dalam penelitian ini, terbanyak berasal dari kelompok usia 41 – 50 tahun (28%); didominasi oleh perempuan (66%); terbanyak merupakan pasangan dan anak (46%). Pekerjaan terbanyak sebagai wiraswasta (20%); dengan penghasilan diatas Upah Minimum Regional (UMR) (Rp. 2.700.000) sebanyak 64%, dan sepertiganya (30%) ODD tanpa komorbiditas penyakit. Terdapat hubungan bermakna antara gejala perubahan perilaku pada ODD dengan tingkat stres caregiver. Stres pada caregiver dalam merawat ODD perlu mendapat perhatian agar ODD dan care giver sama-sama mencapai well-being dalam mejalani akivitas kehidupan sehari-hari.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN JERUK SAMBAL (Citrus Microcarpa Bunge) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus Aureus Vanesa, Vanesa; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Mardhia, Mardhia; Mahyarudin, Mahyarudin
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i05.P16

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia dapat diakibatkan oleh infeksi dari salah satu strain bakteri S. aureus, yaitu Methicillin Resistance Staphylococcus aureus (MRSA). Staphylococcus aureus memiliki potensi untuk mengembangkan resistensi terhadap hampir semua kelas antibiotik. Diperlukan pengembangan alternatif agen terapi lain dalam menangani peningkatan kasus resistensi bakteri. Jeruk sambal (Citrus microcarpa Bunge) adalah tanaman yang terdapat di Kalimantan Barat, Indonesia. Air perasan dari buah ini mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan air perasan jeruk sambal sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Air perasan jeruk sambal dibuat dengan mensterilkan buah, kemudian dipotong menjadi dua, diambil sari buahnya dengan diperas dan disaring menggunakan kertas saring. Metode difusi cakram (Kirby-Bauer) digunakan sebagai metode pengujian aktivitas antibakteri. Kelompok perlakuan dibagi menjadi 4 konsentrasi: 25%, 50%, 75%, dan 100%, kontrol positif (Siprofloksasin 5 ?g/disk) dan kontrol negatif (akuades steril). Hasil: Analisis fitokimia menunjukan terdapat kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik pada air perasan jeruk sambal. Dimana saponin (+++) sebagai kandungan terbanyak. Aktivitas antibakteri didapati pada semua kosentrasi dengan terbentuknya zona hambat disekitar kertas cakram. Kesimpulan: Air perasan jeruk sambal mampu mengambat pertumbuhan bakteri Staphylocaccus aureus secara in vitro, sehingga dapat disimpulkan memiliki aktivitas antibakteri.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue