cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 2 (2021)" : 20 Documents clear
Aktivitas Superoxide Dismutase pada Serum Darah Babi Landrace yang Disembelih dengan Metode Electrical Stunning Shabrina Fauzia Prayoga; Kuncoro Puguh Santoso; Nove Hidajati; Faisal Fikri; Maya Nurwartanti Yunita; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.263 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.168

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas Superoxide Dismutase (SOD) pada babi Landrace yang disembelih dengan metode stunning dan non-stunning. Sebanyak 18 ekor babi Landrace jantan dewasa yang telah dikebiri dengan masing-masing bobot 115±20 kg dibagi menjadi dua kelompok, yakni stunning dan non-stunning dengan pengujian serum pada pre dan post treatment. Electrical stunning dilakukan dengan aliran listrik pada dua elektroda sebesar 220 volt dan 1,3 ampere. Sampel darah diambil sebanyak 3 mL, kemudian diuji aktivitas SODnya.. Hasil aktivitas SOD dianalisis dengan uji T berpasangan untuk membandingkan aktivitas SOD serum antara stunning dan non-stunning pada fase pre dan post treatment. Hasil stunning menunjukkan penurunan signifikan (p<0,05) aktivitas SOD sebesar 56,12±54,47 dibandingkan non-stunning sebesar 137,84±66,63. Aktivitas SOD yang rendah tampak signifikan (p<0,05) juga pada pre-treatment dibandingkan dengan post-treatment. Dapat disimpulkan bahwa penyembelihan dengan metode electrical stunning menurunkan aktivitas SOD pada serum babi Landrace.
Analisis Komparatif Kualitas Semen Beku yang Telah dan Belum Bersertifikasi Standar Nasional Indonesia Eva Handayani; Iman Supriatna; Ligaya ITA Tumbelaka; Ekayanti Mulyawati Kaiin
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.909 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.207

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kualitas semen beku yang sudah memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan semen beku yang belum memiliki sertifikasi SNI. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah analisis data manajemen produksi semen beku di tempat produksi dengan melihat proses produksi semen beku mulai dari pra produksi dilanjutkan ke proses produksi sampai dengan post produksi, tahap kedua adalah evaluasi kualitas semen beku di laboratorium reproduksi LIPI dengan melihat parameter motilitas, viabilitas, abnormalitas, membran plasma utuh, konsentrasi dan fragmentasi DNA. Data laboratorium dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan data manajemen dianalisis dengan menggunakan skoring dan metode deskriptif komparatif. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kualitas semen beku yang sudah memiliki SNI lebih baik dibandingkan dengan semen beku yang belum memiliki SNI, analisis manajemen juga menunjukkan korelasi positif dengan hasil uji lab dimana manajemen produksi semen beku yang sudah ber SNI menghasilkan kualitas semen beku yang lebih baik. Dalam kesimpulannya, manajemen produksi semen beku sangat erat kaitannya dengan kualitas semen beku yang dihasilkan oleh produsen. Untuk bisa meningkatkan kualitas, maka diperlukan juga peningkatan manajemen produksi nya.
Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pemilik Anjing Terhadap Kejadian Rabies di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat Mardi Fadillah; Etih Sudarnika; Mirnawati Bachrum Sudarwanto
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.04 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.253

Abstract

Rabies merupakan penyakit hewan menular strategis prioritas di Indonesia karena berdampak terhadap sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan laporan kejadian rabies di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, beberapa kecamatan menunjukkan angka kejadian yang cukup tinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik pemilik anjing terhadap rabies. Sebanyak 96 responden dipilih sebagai sampel yang diambil dari delapan kecamatan dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten 50 Kota. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner yang telah disusun secara terstruktur dan selanjutnya diolah secara deskriptif dengan analisis korelasi menggunakan Uji Chi-Square dan Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dan sikap pemilik anjing terhadap rabies berada dalam kategori baik (87,5% dan 94,8%). Hal tersebut berbeda dengan praktik pemilik anjing yang berada dalam kategori buruk (63,5%). Hasil analisis lain menunjukkan bahwa ada peubah karakteristik yang memengaruhi praktik pemilik anjing yaitu jumlah dan jenis anjing yang dipelihara. Semakin banyak anjing yang dipelihara maka semakin baik praktik responden. Responden yang memiliki jenis anjing campuran/ras, membuat praktik responden semakin baik. Pengetahuan akan memengaruhi sikap, namun pengetahuan dan sikap tidak berpengaruh terhadap praktik pemilik anjing. Praktik responden mencerminkan kurangnya kegiatan sosialisasi maupun komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), diperlukan penekanan program penyuluhan rabies lebih lanjut terhadap pemilik anjing yang berfokus pada tanggung jawab terhadap kepemilikan anjing. Dengan demikian, untuk meningkatkan tingkat praktik responden tidak cukup dengan pengetahuan dan sikap saja, diperlukan regulasi hukum dan sanksi yang jelas serta prosedur operasional baku mengenai pengendalian rabies dari pemerintah yang sangat penting untuk mengurangi infeksi rabies di Kabupaten 50 Kota.
Gambaran Histopatologi Kauda Epididimis Domba yang Disimpan pada Suhu 4ºC dalam Dulbecco’s Modified Eagle Medium Faisal Amri Satrio; Sri Estuningsih; Ni Wayan Kurniani Karja
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.674 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan jaringan kauda epididimis domba selama empat hari penyimpanan dengan atau tanpa DMEM pada suhu 4ºC. Sebanyak 15 pasang kauda epididimis dikoleksi dari tempat pemotongan hewan dan disimpan dengan cara salah satu dari setiap pasang kauda epididimis dimasukan ke dalam DMEM dan bagian lainnya disimpan tanpa menggunakan DMEM. Preparat histopatologi jaringan kauda epidimis dilakukan setelah penyimpanan pada suhu 4ºC (H-0), lalu dilanjutkan setelah penyimpanan pada suhu 4ºC selama 24 jam (H-1), 48 jam (H-2), 72 jam (H-3), dan 96 jam (H-4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapsula kauda epididimis secara nyata mengalami penebalan pada H-2 untuk penyimpanan tanpa DMEM dan H-4 untuk penyimpanan menggunakan DMEM (P<0,05). Kerusakan epitel kauda epididimis mengalami peningkatan mulai H-1, namun jumlah kerusakan di H-4 pada penyimpanan menggunakan DMEM lebih sedikit dibandingkan tanpa menggunakan DMEM (P<0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyimpanan kauda epididimis pada suhu 4ºC menggunakan DMEM dapat mengurangi tingkat kerusakan epitel kauda epididimis hingga jam ke-96 dan memperlambat kerusakan kapsula kauda epididimis hingga jam ke-48.
Respons Adaptif Kambing Perah Sapera Dara Terhadap Stres Panas Akibat Perubahan Kuantitas Pakan Fitra Aji Pamungkas; Bagus Priyo Purwanto; Wasmen Manalu; Ahmad Yani; Riasari Gail Sianturi
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.094 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.216

Abstract

This study aimed to evaluate the adaptive response of young sapera dairy goats on heat stress due to changes in feed quantities. Four young sapera dara dairy goats was kept in individual cages measuring 1.6 × 1.0 m2. Feeding in the form of concentrate and silage, respectively 800 g/day (A), 500 g/day (B), 200 g/day (C), and without feeding (D). The study design used Latin squares 4x4 with observed parameters including environmental conditions, physiological and haematological responses. The results showed that the air temperature, humidity, and wind speed in the cage were 20.94-31.59 °C, 47.19-99.20 %, and 1.81-2.02 m/ sec, respectively. Physiological and haematological responses of the four groups indicated that skin temperature, respiratory rate, and haematological parameters did not show significant differences (P>0.05), while body and rectal temperature, and heart rate showed differences (P<0.05) only at several points of observation, especially between groups A and D. In general, the rectal temperature and heart rate of 38.5-39.3 °C and 72.0-99.5 times per minute were still within the normal range. The physiological and haematological response values of group D that were lower than another groups indicated that reducing feed intake would reduce the metabolic heat generated in an effort to maintain the body’s thermal balance and the adaptive response of goats. This indicates that the young sapera dairy goat has the adaptive ability to heat stress due to changes in feed quantity.
Urine Chemistry Profile of Captive Sumatran Elephant (Elephas maximus sumatranus) in Bali Elephant Camp, Carangsari, Petang, Badung, Bali Theresa Utami; I Nengah Wandia; Nyoman Sadra Dharmawan
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.293 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.298

Abstract

Sumatran elephant (Elephas maximus sumatranus) is the biggest land mammals in Indonesia in criteria A2c category Critically Endangered (CR) dan Appendix I in Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES). Considering the importance of conservation and health maintenance of Sumatran elephants, various diagnostic tests must be carried out to determine the health status of elephants ranging from physical examination to blood chemistry test and urinalysis.The aim of this study was to obtain the chemical profile of the Sumatran elephant (Elephas maximus sumatranus) which is captive in the Bali Elephant Camp, Carangsari, Petang, Badung Regency, Bali. The urine sample taken is mid stream (middle emission) urine. Sampling was carried out 5 times for 2 weeks with 2-3 days distance between samples taken and the dipstick test was carried out twice in one sample. Based on the results of this study, it can be concluded that of the 8 Sumatran elephants maintained at the Bali Elephant Camp all are 100% negative for glucose. Meanwhile, protein levels were found in 5 individuals (62.5%) in the range 0-2000. Positive bilirubin and hematuria were found in one individual (12.5%). Ketone levels are found in the range 0-160 in 7 individuals. A total of 84.7% of urobilinogen data (mg / dL) is 0.2. The pH value is in the range of 6-9, while the value of density is in the range 1-1,020. Leukocyte level (Leu / µL) is worth 70 (91.3%).
Gambaran Darah Penyu Hijau (Chelonia mydas) Dengan Atau Tanpa Fibropapillomatosis Kadek Intan Dwityanti Devi; Ida Bagus Windia Adnyana; I Gede Soma
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.661 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.278

Abstract

Penyu merupakan salah satu hewan yang keberadaannya terancam punah. Di Bali temuan kasus penyelundupan penyu sering terjadi, beberapa dari penyu hijau ini mengalami fibropapillomatosis (FP) yang merupakan tumor yang ditemukan pada semua spesies penyu, tetapi paling banyak ditemukan pada penyu hijau. FP ditandai dengan epizootic tumor kulit, flippers, jaringan periokular, karapas, dan plastron. Pemeriksaan hematologi menjadi metode diagnostik, dengan melihat adanya kenaikan atau penurunan jumlah sel darah. Penelitian ini menggunakan sampel penyu hijau dari sitaan Polsek Kuta dengan jumlah penyu hijau dengan fibropappilomatosis 5 ekor dan tanpa fibropapillomatosis 5 ekor. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan pemeriksaan hematologi. Pemeriksaan hematologi meliputi total eritrosit, nilai hematokrit, dan kadar hemoglobin. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan analisis kuantitatif dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil gambaran darah penyu hijau dengan fibropapillomatosis dengan rata-rata total eritrosit sebesar 0,55 x 106/µL ± 0,17, PCV 31,4% ± 2,3, Hb 7,2 g/dL ± 1, serta indeks eritrosit, meliputi MCV 616,7 fl ± 176,8, MCH 140,4 pg ± 31,3, MCHC 23,1 g/dL ± 1,9. Gambaran darah dari penyu hijau tanpa fibropapillomatosis memiliki rata-rata total eritrosit 0,46 x 106/µL ± 0.18, PCV 29% ± 0,7, Hb 7,1 g/dL ± 0,7, serta indeks eritrosit meliputi MCV 784,7 fl ± 495,1, MCH 191,9 pg ± 123,8, MCHC 24,4 g/dL ± 1,9. Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap gambaran darah penyu hijau dengan atau tanpa fibropapillomatosis.
Evaluasi Radiografi terhadap Kepadatan Tulang Hasil Implan Scaffold 3D Bifasik Kalsium Fosfat Alginat pada Domba Lokal (Ovis aries) Dwi Utari Rahmiati; Gunanti Gunanti; Eva Harlina
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.797 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.285

Abstract

0 based on chages in size of defect and relative bone density, 2) implant response tissue based on relative muscle density peri implant. The BCP used in this study made from hydroxyapatite (HA) 70, tricalcium phosphate (TCP) 30 and alginate as porogen. The implant material made in 3D form and have diameter porous 200-400 ìm which similar size with the bone trabecula. This study used three local sheep (Ovis aries) male 1.5 years old, weight average 20 kg. The implant material is grown on the right sheep tibia. As a control, the left tibia is made defective with no implantable material. Evaluate osteogenesis and implant tissue responses using radiography and assess the grey values of a particular area. Osteogenesis is also assessed based on the size of the defect. Based on the size of the defect, the right defect shows no significant value. The size of the left defect shows a significant value between day 0 and day 30, and 90. The relative bone density of the right defect shows a significant value between day 7 and 30. In the left defect, the relative bone density shows the significant between 0 and 90. The relative density of the muscle does not show significant values either on the right or left defects.
Rerative Risk of Management Factors which Influence Infertility of Artificial Insemination in Bali Cattle in East Lombok Anwar Rosyidi; Adji Santoso Dradjat; Lalu Ahmad Zainuri; Lalu Wirapribadi; Tjok. Suwendra Binetra; Haryanto Haryanto
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.299 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.292

Abstract

The aim of this study was to evaluate odds ratio (OR) of management factors on infertility of artificial insemination results. Three traditional farmer groups were purposively choosed, based on percentage of calf born of AI program. Group I, with calves born of 61.22%, Group II with calves born of 38,89 %, and group III with calves born of 30,0%. The management factors evaluated were 1. ownerships of cattle, 2. raise cattle in separate pen with other, 3. cattle raised in pen dirty pen, 4. not enough feed given 5. body condition score. The data was obtained by dichotomy questioner and observation then evaluated using odds ratio (OR), when OR more than 1 indicated the high risk of factor to infertility. The results of OR in Group I showed that ownership (1,18), separated pen (0,54), dirty pen (2,11), less feed (3,20) and body condition (0,22). The results in Group II showed that ownership (0,83) , separated pen (1,12), dirty pen (0,14), less feed (2,08) and body condition (2,00). The results of odds ratios in Group III showed that ownership (1,63), separated pen (3,83), dirty pen (0,88), less feed (1,00) and body condition (0,12). These data indicated that ownerships, dirty pen, less feed and body condition were factors which may confounding with other factors. However less OR of separate pen were, in Group I (0,54), Group II (1,12) and Group III (3,83) consistently with number of calves produced. It can be concluded that separate pen was a factor which influence calves produced in using artificial insemination.
Cover, Editorial Board, Daftar Isi I Wayan Batan
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4926.366 KB)

Abstract

Cover, Editorial Board, Daftar Isi

Page 2 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2021 2021