cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jtp2ips.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
Manfaat modal sosial bagi perkembangan usaha ekonomi produktif Karang Taruna Guyub Rukun 78 Desa Bantur Magdharega Putri Pratiwi; Nur Hadi; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 6, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berusaha mengulas bagaimana manfaat modal sosial bagi perkembangan usaha ekonomi produktif Karang Taruna Guyub Rukun 78 Desa Bantur. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif milik Miles dan Huberman, yang terdiri dari empat tahap, yaitu: 1) pengumpulan data; 2) reduksi data; 3) penyajian data, dan; 4) kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang dimiliki antara lain: a) ketua, wakil, dan para anggota karang taruna memiliki jaringan/hubungan baik dengan para perangkat desa dan kecamatan; b) ketua, wakil, dan para anggota karang taruna selalu kompak dan gotong royong dalam menjalankan tiap program kegiatan; c) ketua, wakil, dan para anggota karang taruna memiliki slogan “Guyub Rukun” dalam segala macam situasi organisasi. Sedangkan manfaat dari jaringan (network) pada usaha ekonomi produktif milik karang taruna antara lain: 1) memperkenalkan usaha kepada masyarakat sekitar; 2) meningkatkan permintaan produk; 3)  menambah pemasukan kas karang taruna.Kata Kunci: ekonomi produktif; karang taruna; modal sosialDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i22021p56
Tanggapan Masyarakat terhadap Pondok Pesantren Darul Ilmi dalam perspektif pendidikan Muhammad Efendi; Kukuh Ranom Prayoga; Muniratul Mukaramah
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 6, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren merupakan bagian dari lembaga pendidikan yang berupaya membina, mendidik, membimbing dan mengembangkan setiap potensi yang ada dalam diri manusia. Sejauh mana pondok pesantren berperan dalam bidang pendidikan akan terus berlanjut oleh masyarakat yang selalu mengharapkan terciptanya lingkungan yang sejahtera dan terpenuhinya kebutuhan disektor keagamaan. Tanggapan masyarakat menjadi faktor yang menentukan berhasil atau tidaknya pondok pesantren dalam membina santri-santrinya. Penelitian ini berfokus pada Tanggapan masyarakat terhadap pondok pesantren  Darul Ilmi dalam perspektif pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam mengumpulkan data lapangan. Objek dalam penelitian ini adalah ponpes Darul Ilmi yang berhubungan dengan bagaimana tanggapan masyarakat terhadap lembaga tersebut. Subjek penelitianya adalah masyarakat yang berada di kelurahan Landasan Ulin, selanjutnya analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini berupa penilaian masyarakat bahwa pondok pesantren Darul Ilmi kota Banjarbaru berhasil dan tepat guna dalam memberikan pendidikan agama Islam kepada para santrinya.Kata Kunci: Tanggapan; Pondok Pesantren; pendidikanDOI:  http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i22021p69
Pembelajaran IPS sebagai penguat nasionalisme dalam menghadapi tantangan di era globalisasi Moch. Dimas Galuh Mahardika; Fahmi Nur Ramadhan
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 6, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasionalisme merupakan keadaan pikiran, di mana kesetiaan individu muncul sebagai akibat dari eksistensi negara-bangsa. Keterikatan yang mendalam dengan tanah asal seseorang, dengan tradisi lokal otoritas teritorial yang mapan telah ada dalam kekuatan yang berbeda-beda di sepanjang proses sejarahnya. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang telah menghadapi berbagai tantangan zaman dalam berbagai fase sejarah terbentuk sebagai bangsa yang kuat. Kekuatan bangsa Indonesia dalam perspektif sejarah menguat saat nasionalisme mulai menggeser sifat-sifat primordial dan mengutamakan kepentingan yang bersifat nasional. Pentingnya penguatan nasionalisme hari ini adalah untuk tetap menjaga identitas luhur bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi. Pembelajaran IPS merupakan salah satu kunci untuk memberikan dasar penanaman identitas generasi penerus bangsa dalam menghadapi segala tantangan dan ancaman arus globalisasi.  Kata Kunci: nasionalisme; globalisasi; pembelajaran IPS DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i22021p78
Pendekatan Heutagogi: Sebuah alternatif dalam pembelajaran IPS pada masa pandemi Covid-19 Danan Tricahyono
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 6, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran IPS memiliki orientasi menjadikan peserta didik sebagai aktor sosial yang memiliki kecerdasan sosial. Penulisan artikel ini memiliki tujuan untuk memberikan gagasan pada pembelajaran IPS di masa pandemi dengan pendekatan heutagogi. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka. Peneliti menganalisis dan membandingkan berbagai buku dan artikel yang memiliki relevansi dengan topik bahasan. Hasil analisis dan perbandingan kemudian direfleksikan dalam tulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan heutagogi merupakan pendekatan pembelajaran untuk menyempurnakan pendekatan pedagogi dan andragogi. Pendekatan heutagogi memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mendesain pembelajarannya. Pendekatan heutagogi selaras dengan pembelajaran IPS yang fokus pada pembentukan karakter peserta didik sebagai pelajar sepanjang hayat. Mengingat artikel ini sebatas pada kajian pustaka maka direkomendasikan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan studi kualitatif dan kuantitatif guna melihat seberapa besar pengaruh dari pendekatan heutagogi dalam pembelajaran IPS.Keywords: heutagogi; IPS; Covid-19DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i22021p92
Kearifan lokal sawah Surjan di Kulon Progo sebagai upaya ketahanan pangan Pramadani, Sarah; Darumurti, Filipus Dimas; Sudrajat, Sudrajat
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i12022p1

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu syarat dari terbentuknya masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Salah satu upaya yang dilakukan guna menyukseskan ketahanan pangan adalah dengan melalui pengolahan lahan dengan sistem surjan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan kemunculan sistem surjan, mekanisme sistem surjan dan implikasinya terhadap ketahanan pangan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan/literatur. Hasil kajian menunjukkan 1) Sistem Surjan merupakan sistem pengolahan lahan dengan membuat kledokan dan guludan. 2) sistem surjan diaplikasikan di lahan persawahan daerah pesisir untuk memanfaatkan pengairan. 3) Sistem Surjan turut mendukung ketahanan pangan.
Student perceptions of women's participation in the Legislature: Case study in Malang City government agency Kartikasari, Ade Ana; Savero, Airell Malik; Sahida, Driya Safina; Kamandoko, Revita Anastria Adinda Putri; Wijaya, Dedhi Lugita Hadi
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i12022p21

Abstract

Problems regarding gender equality in Indonesia enter various domains and fields, one of which is in the realm of Legislative politics. The existence of women in the legislative sphere is often underestimated. Therefore, a survey was conducted on students' perceptions as agents of change in responding to women's participation in the legislative membership, especially in the DPRD. The case study was in the Malang City DPRD. This survey uses a descriptive qualitative method of case studies in the Malang City DPRD. Based on the results of a survey conducted by students from various faculties and different universities, they agree that the presence of women in DPRD membership will contribute to the policies formulated by legislative institutions in the future. 
Living museum sebagai sumber pembelajaran Sejarah (comparative studies in Bali and West Java) Supriatna, Nana; Pageh, I Made
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i22022p42

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan kajian pustaka berbasis Sejarah dan studi lapangan dengan metode etnografi mengenai museum hidup (living museum) dan potensi penggunaannya secara pedagogis dalam pembelajaran Sejarah. Artikel ini merupakan kolaborasi dua peneliti dari daerah berbeda, yaitu Bali dan Jawa Barat dengan fokus kajian pada kedua daerah tersebut. Kedua daerah ini memiliki karakteristik budaya dan pengalaman historis berbeda. Akan tetapi, keduanya memiliki persamaan yaitu warisan pengalaman masa lalu berbentuk artefak dan tradisi yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Artefak yang tampak tidak hanya berbentuk benda fisik yang tersimpan di museum melainkan juga berbentuk nilai-nilai yang kini dirawat, dilestarikan dan dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat. Namun demikian, nilai-nilai tradisional yang diklaim menggambarkan keaslian budaya lokal tersebut tidak selalu menggambarkan keasliannya. Hal ini karena faktor interaksi budaya selain faktor hegemoni warisan zaman kolonial yang terus berlangsung hingga sekarang. Dalam perspektif pos-kolonial, upacara adat, dan relief pura di Bali sudah mengalami hibridisasi. Demikian juga tradisi mengolah dan mengonsumsi pangan lokal di Jawa Barat mengalami mimikri berupa peniruan terhadap simbol-simbol budaya dari luar. Nilai-nilai hidup itulah -sekalipun merupakan bentuk percampuran budaya- dalam penelitian ini disebut sebagai living museum. Secara pedagogis, kedua peneliti menawarkan nilai-nilai tersebut untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran Sejarah di sekolah. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa cinta pada budaya lokal dan budaya bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran sejarah kritis.
Efektivitas media pembelajaran berbasis infografis terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Masluhah, Masluhah; Afifah, Kiki Rizkiatul; Hafid, Ahmad
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i12022p11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran berbasis infografis terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, yang berdasarkan kriteria subjek penelitian sebanyak 20 siswa pada satu kelas di mata pelajaran IPS. Dokumentasi dan tes penilaian berupa pre-test dan post-test merupakan teknik pengambilan data pada penelitian ini. Data yang diperoleh dianalisis melalui uji Paired Sample t-tes. Berdasarkan pada hasil uji pre-test dan post-test disimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berbasis infografis berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Preparing Students as global citizens through strengthening state defense attitudes and actions Mahpudz, Asep; Riandhana, Taufiq Eka; Alanur, Shofia Nurun; Syuaib, Dahlia
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i12022p29

Abstract

Learning Citizenship Education in Higher Education faces challenges in the dynamics and global developments. One of the challenges faced in interpreting state defense for students who are young citizens. This article aims to conceptually analyze the steps to prepare students as young citizens as part of global citizens through strengthening awareness of defending the State. This study uses a quantitative descriptive research approach. Data collection techniques by distributing questionnaires randomly via google form to students of Tadulako University class 2018, 2019, and 2020 who have studied Citizenship Education. The results of the questionnaire were analyzed by percentage. The study results show that state defense's values, attitudes, and actions can be integrated into the learning of Citizenship Education in Higher Education. This is a step to strengthen students' cognitive, affective, and psychomotor aspects. That state defense is a form of student love as citizens of the State. The learning process of Citizenship Education in Higher Education, which discusses the material of state defense, is seen by students as very positive/very good and positive/good.
Analisis kemampuan technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK) Guru-guru IPS SMP di Malang Ratnawati, Nurul; Wahyuningtyas, Neni; Bashofi, Ferdinan
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i22022p78

Abstract

Kerangka kerja TPACK dibangun berdasarkan deskripsi tentang PCK (Pedagogical Content Knowledge). Ada tiga komponen utama dalam kerangka kerja TPACK yaitu 1) konten, 2) pedagogi, dan 3) teknologi. Sama halnya dengan sebuah model, dalam TPACK terdapat interaksi antara dan di antara komponen-komponen pengetahuan tersebut, yang diwakili sebagai PCK, TCK, TPK, dan TPACK. Interaksi-interaksi antar komponen tersebut akan menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran lebih bermakna, efektif, dan efisien. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis kompetensi TPACK guru IPS. Penelitian dilakukan pada guru-guru IPS SMP baik negeri maupun swasta yang ada di Kota/Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan data angket, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan TPACK guru IPS SMP di kabupaten/kota Malang berada pada tingkat sederhana. Artinya guru IPS SMP cukup bagus pengetahuan tentang TPACK namun belum mampu menerapkan pengetahuan TPACK tersebut pada pembelajaran.

Page 9 of 12 | Total Record : 115