cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpg.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpg.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi
ISSN : 08539251     EISSN : 2527628X     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi published two times a year in January and June. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi provides scientific papers on Education and Geography both in Indonesian and English. A paper published in Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi are result of research, conceptual and literature review. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi published by the Department of Geography Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Journal publishing in print (since 1995) namely PENDIDIKAN GEOGRAFI: KAJIAN, TEORI, DAN PRAKTEK DALAM BIDANG PENDIDIKAN DAN ILMU GEOGRAFI. Since 2015, it is equipped with ISSN 0853-9251 (print) and 2527-628X (online).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 1 (2022)" : 10 Documents clear
Pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan membuat produk daur ulang siswa SMA Dedi Sasmito Utomo
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i12021p63-72

Abstract

This study uses secondhand goods, especially plastic waste. The choice of plastic waste is based on the fact that plastic cannot be decomposed and therefore requires a special disposal method called recycling. Project-based learning has many advantages, especially in the context of product development. The purpose of this study is to investigate the impact of project-based learning models on students' product recycling capabilities. The survey method used a control group design that was not equivalent to the quasi-experimental design. The research tool uses the project evaluation rubric. Results based on the data analysis performed, it was found that the significance value (sig) was 0.001, meaning less than 0.05. This means that there is a significant impact between project-based learning and the student's ability to manufacture recycled products. In addition, while applying the learning, we found several things: (1) students find new things related to discovery and problem-solving. (2) students practice problem management. (3) students practice translating problems into possibilities, and (4) students practice good cooperation.Penelitian ini memanfaatkan barang bekas terutama sampah plastik. Penentuan topik sampah plastik didasarkan pada fakta bahwa plastik tidak dapat diuraikan sehingga memerlukan metode khusus dalam pengolahannya, yaitu melalui daur ulang (recycle). Pembelajaran berbasis proyek memiliki banyak kelebihan, terutama yang berhubungan dengan pembuatan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan membuat produk daur ulang siswa. Metode penelitian menggunakan desain kelompok kontrol yang tidak setara dengan desain eksperimen semu. Instrumen penelitian menggunakan rubrik penilaian produk. Berdasarkan hasil analisis data yang sudah dilakukan, ditemukan bahwa nilai signifikansi (sig) adalah 0,001 yang berarti kurang dari 0,05. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran berbasis proyek dengan kemampuan membuat produk daur ulang pada siswa. Selain itu, selama penerapan pembelajaran ditemukan beberapa hal, antara lain yaitu: (1) siswa menemukan hal baru mengenai identifikasi dan pemecahan masalah; (2) siswa berlatih tentang manajemen pengelolaan masalah; (3) siswa berlatih bagaimana mengubah masalah menjadi potensi; dan (4) siswa berlatih kerjasama dengan baik.
Identifikasi karakteristik akuifer dan potensi air tanah dengan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang Listyo Yudha Irawan; Dicky Arinta; Damar Panoto; Irfan Helmi Pradana; Rizal Sulaiman; Estrayudha Nurrizqi; Ravinesh Rohit Prasad
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i12022p102-116

Abstract

Identification of groundwater potential through the characteristics of the aquifer layer is an important study. This is useful for knowing the availability of shallow groundwater in an area. Arjosari Village, Kalipare District, Malang Regency is an area that often experiences shortages in meeting daily water needs, especially during the dry season. The availability of groundwater at the research site is influenced by the area's topographical conditions, which range from flat to very steep.This study aims to identify the location of the aquifer and groundwater potential in Arjosari Village. This study uses the Schlumberger configuration to identify aquifers and groundwater. This method adheres to the basic principle that each rock layer has a different resistivity value. In addition to rock material type factors, the level of saturation and chemical composition in water affects the value of resistivity. The results showed that the aquifer characteristics and groundwater potential were different for each lithological condition, slope, soil type, and land use. In the research location, shallow aquifers were found less than 20 meters while there were also deep aquifers located more than 25 meters below the ground surface. Shallow aquifers can be used as a water source by the community, especially to meet their daily water needs. The results of this study are used for Geography learning on hydrological material.Identifikasi potensi airtanah melalui karakteristik perlapisan akuifer merupakan suatu kajian yang penting. Hal ini bermanfaat untuk mengetahui ketersediaan air tanah dangkal di suatu wilayah. Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang merupakan wilayah yang sering mengalami kekurangan air dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari khususnya saat musim kemarau. Kondisi topografi wilayah yang bervariasi dari datar hingga sangat curam merupakan faktor yang mempengaruhi keterdapatan airtanah di lokasi penelitian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lokasi keberadaan akuifer dan potensi airtanah di Desa Arjosari. Penelitian ini menggunakan konfigurasi Schlumberger untuk mengidentifikasi akuifer dan airtanah. Metode ini berdasarkan prinsip dasar bahwa masing-masing perlapisan batuan mempunyai nilai tahanan jenis yang berbeda-beda. Selain faktor jenis material batuan, tingkat kejenuhan dan komposisi kimia dalam air mempengaruhi nilai tahanan jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik akuifer dan potensi airtanah berbeda pada setiap kondisi litologi, kemiringan lereng, jenis tanah, dan penggunaan lahan. Di lokasi penelitian ditemukan akuifer dangkal kurang dari 20 meter sementara terdapat pula akuifer dalam yang terletak lebih dari 25 meter di bawah permukaan tanah. Akuifer dangkal dapat dimanfaatkan sebagai sumber air oleh masyarakat khususnya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Hasil penelitian ini dimanfaatkan untuk pembelajaran geografi pada materi hidrologi.
Pemetaan partisipatif dalam mitigasi kebencanaan banjir dan longsor di Kelurahan Pringgokusuman Kota Yogyakarta Ika Afianita Suherningtyas; Afrinia Lisditya Permatasari; Erik Febriarta
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i12022p26-37

Abstract

Pringgokusuman Village is geographically located on the bank of the Winongo River which originates from the Merapi Volcano, so it has the potential risk of lahar floods and landslides. On the other hand, this village has a high density level which is dominated by 87 percent settlements area. The purpose of the study was to compile a participatory disaster map for flood and landslide disaster mitigation in Pringgokusuman Village, Yogyakarta City as an effort to support disaster mitigation learning and education for the community. The participatory mapping was carried out with indepth interview and Focus Group Discussion (FGD) activities focusing on flood and landslide. The results of the participatory disaster mapping include basic disaster information, the number of disaster events, the potential and risks of disasters that occur. The analysis of the results was analyzed qualitatively and then added with spatial information (spatial) with areas regarding disasters and potential disasters. The results of the FGD showed that the most common disasters were overflowing floods from the Winongo river and landslide along. This research can be used to supplement Geography lessons on the disaster theme.Kelurahan Pringgokusuman secara geografis berada di bantaran penggal Sungai Winongo yang berhulu dari Gunung Merapi, sehingga memiliki potensi risiko bencana banjir lahar dan tanah longsor. Disisi lain kelurahan ini memiliki tingkat kepadatan yang tinggi yang didominasi permukiman 87 persen. Tujuan penelitian ini adalah menyusun peta bencana secara partisipatif untuk mitigasi kebencanaan banjir dan longsor di Kelurahan Pringgokusuman Kota Yogyakarta sebagai upaya mendukung pembelajaran dan pendidikan mitigasi bencana untuk masyarakat. Pemetaan partisipatif dilakukan dengan wawancara mendalam dan kegiatan Fokus Grup Diskusi (FGD) berfokus pada bencana banjir dan longsor. Hasil dari pemetaan partisipatif kebencaan tersebut antara lain informasi dasar kebencanaan, jumlah kejadian bencana, potensi dan risiko bencana yang terjadi. Analisis hasil dilakukan secara deskriptif kualitatif kemudian ditambahkan informasi keruangan (spasial) dengan informasi area. Hasil FGD menunjukkan bencana yang sering terjadi adalah banjir luapan dai sungai Winongo dan longsor di sepanjang Winongo dan saluran selokan. Penelitian ini dapat menjadi suplemen dalam pembelajaran Geografi terkait tema bencana.
Karakteristik fisika air tanah dan air permukaan serta hubungannya dengan kondisi geologi di lereng selatan Gunung Manglayang, Sumedang, Jawa Barat Moch Ridfan Trisnadiansyah; Yudhi Listiawan; M. Nursiyam Barkah; Emi Sukiyah; Mohamad Sapari Dwi Hadian
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i12022p88-101

Abstract

The research area is located on the southern slope of Mount Manglayang administratively, including the Jatinangor area, Sumedang, which is the location of various universities. This makes the Jatinangor area develop into a new center of economic growth and education so that the demand for groundwater and surface water for the surrounding population also increases. The purpose of this study was to determine the characteristics of groundwater and surface water and their relationship with local geological conditions. Hydrogeological mapping was carried out by measuring the parameters of the physical properties of water to determine the characteristics of water. Meanwhile, geological conditions in the form of secondary data are processed into slope parameters, lineament density, and rock units. The results showed that the groundwater-surface water group was divided into three groups, namely group one (upstream), group two (middle watershed), and group three (downstream). The results also show a close relationship between geological conditions and groundwater-surface water, especially morphological and lithological factors. This research is useful in developing the treasures of knowledge and applications in lecture activities. The practice carried out can be applied in lectures so that they can connect theoretical and practical needs.Lokasi penelitian terletak di lereng Selatan Gunung Manglayang yang secara administratif termasuk wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumedang yang menjadi lokasi dari berbagai perguruan tinggi. Hal ini menjadikan wilayah Jatinangor berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan baru sehingga kebutuhan air tanah dan air permukaan untuk penduduk sekitar juga meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik air tanah dan air permukaan serta hubungannya dengan kondisi geologi setempat. Pemetaan hidrogeologi dilakukan dengan mengukur sifat fisik air untuk mengidentifikasi karakteristik air. Sementara itu, kondisi geologi berupa data sekunder yang diolah menjadi parameter kemiringan lereng, densitas kelurusan dan satuan batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok air tanah-air permukaan terbagi menjadi tiga, yaitu kelompok satu umumnya berada di hulu DAS, kelompok dua umumnya berada di tengah DAS, dan kelompok tiga berada di hilir DAS. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang erat antara kondisi geologi dan air tanah-air permukaan khususnya pada faktor morfologi dan faktor litologi. Penelitian ini bermanfaat mengembangkan khasanah pengetahuan dan aplikasi dalam aktivitas perkuliahan. Praktik yang dilakukan dapat diterapkan dalam perkuliahan sehingga mampu menjembatani kebutuhan teoritis dan praktis.
The spatial agglomeration of the labor manufacturing industry in Central Java Province, 2005–2015 Muhammad Izzudin; Su Ritohardoyo; Lutfi Muta’ali
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i12022p38-50

Abstract

The number of industries in Central Java is expanding, resulting in an improvement in the area’s economy. The study's objectives are as follows: (1) to examine the dynamics of manufacturing labor; (2) to examine the spatial concentration of manufacturing industry activity; and (3) to analyze variables impacting industrial sector employment. Between 2005 and 2015, this quantitative study analyzed secondary data. The descriptive analysis, time series analysis, klassen typology analysis, industry index analysis, and multiple linear regression techniques were employed to accomplish the research objectives. The study's findings are as follows: (1) the number of industries has decreased, particularly since 2007, from 6.9 percent in 2007 to 4.8 percent in 2015; (2) the spatial concentration of the manufacturing industry in Central Java is concentrated in 11 regions: Sukoharjo, Karanganyar, Kudus, Semarang, Semarang City, Purbalingga, Salatiga, Tegal, Temanggung, Pekalongan, and Pekalongan City; and (3) wage is the most important factor in the absorption of industrial labor in Central Java Province. The findings of this study also contribute to the development of economic Geography learning materials by focusing on the growth of an area driven by the manufacturing industry.
Hubungan pendidikan ibu dengan penggunaan alat kontrasepsi di Desa Wringinsongo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang Singgih Susilo; Budijanto Budijanto; Ifan Deffinika
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i12022p117-125

Abstract

This study aims to analyze the relationship between maternal education and contraceptives use with fertility conditions in Wringinsongo Village, Tumpang District. This study was conducted using a quantitative approach with primary data and supported by secondary data. Primary data was gathered through observation and structured interviews, which included information about the respondent's education level and the respondent's participation in the use of contraceptives. Secondary data in this study such as BPS publications and also previous studies. The location was conducted in the Independent Qualified Family Village (KB) of Wringinsongo Village which was formed by the National Population and Family Planning Board (BKKBN). This study uses the concept of fertility from Freedman. Samples were taken using the random sampling technique. The total samples of this study are 30. The number of samples was 30, where Wringinsongo Village had two hamlets and 15 samples were taken from each hamlet. Data were analyzed using descriptive and inferential nonparametric Spearman Correlation. The result shows that the correlation coefficient of ALH with the duration of contraceptive use is 0.487 with a Sig value of 0.006. Therefore, it can be concluded that there is no correlation between ALH and contraception use. In addition, the correlation coefficient result between ALH and education is -0.550 with a Sig. of 0.002. Thus, it can be concluded that there is an inverse relationship between the number of ALH and education. In conclusion, the higher the maternal education, the smaller the number of children they had. This research can be used as study material in Geography classes, particularly those focusing on population.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan pemakaian alat kontrasepsi dengan kondisi fertilitas di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data utama berupa data primer yang didukung oleh data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara terstruktur mencakup informasi mengenai tingkat pendidikan responden dan partisipasi responden dalam penggunaan alat kontrasepsi. Data sekunder dalam penelitian ini seperti publikasi BPS dan juga penelitian-penelitian terdahulu. Lokasi penelitian dilakukan di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Klasifikasi Mandiri Desa Wringinsongo yang dibentuk oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Penelitian ini menggunakan konsep fertilitas dari Freedman. Sampel diambil menggunakan random sampling dengan jumlah total 30 sampel. Jumlah sampel sebanyak 30, dimana Desa Wringinsongo memiliki dua dusun dan pada masing-masing dusun diambil 15 sampel. Analisis data dilakukan menggunakan deskriptif dan inferensial berupa Korelasi Spearman. Hasil penelitian ini adalah koefisien korelasi ALH dengan lama penggunaan kontrasepsi sebesar 0,487 dengan nilai Sig. sebesar 0,006. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara ALH dengan penggunaan kontrasepsi. Sedangkan koefisien korelasi antara ALH dengan pendidikan sebesar sebesar -0,550 dengan nilai Sig. sebesar 0,002. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang berbanding terbalik antara jumlah ALH dengan pendidikan. Semakin tinggi pendidikan ibu maka semakin sedikit anak yang dimilikinya. Studi ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Geografi sebagai bahan kajian kependudukan.
Analysis on the change of runoff curve number influence to surface flow debit using ALOS AVNIR-2 data imagery Wenang Anurogo; Kartika Pratiwi; Muhammad Zainuddin Lubis; Mir'atul Khusna Mufida; Luthfiya Ratna Sari; Siti Noor Chayati
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i12022p15-25

Abstract

One part of the hydrologic cycle which has a major influence in increasing the amount of river flow discharge is surface runoff. The higher surface runoff discharge, causing the possibility of surface flooding, therefore required an empirical model that can calculate the amount of surface runoff so as to produce updated data and quickly change according to their needs. One of the empirical methods that can be used to calculate the amount of surface runoff is by using the curve number method. This research is done by utilizing remote sensing image, that is, ALOS AVNIR-2. Data extraction from ALOS imagery includes land cover information using multispectral classification analysis, slope inclination information through visual interpretation, and land use interpretation. The runoff that occurred in Banjarnegara Regency tends to be high, that is, 61.24 percent of the total area of the research area. Large runoff with very high/extreme class spread on the form of hilly land to the old volcano complex at the study site. The runoff in the medium to low class only covers 3.56 percent of the total area and is distributed on the fluvial form with the flat-to-flat slopes. The result of analysis of runoff data is obtained from slope analysis and type of land use in the research location. Increasingly steep slope with little vegetation-land use, then the greater the runoff that occurs. Finally, the research result could be implemented into higher student class activity, especially in remote sensing classes, GIS, cloud computing, and big data analysis. By this process, the students will be improved their skills in analyzing imagery data as well as create new information derived from the remote sensing data.
Dampak pembangunan Jalan Balige bypass terhadap alih fungsi lahan Kabupaten Toba Dian Pranata Tampubolon; Westi Utami; Sutaryono Sutaryono
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i12022p1-14

Abstract

Infrastructure development often has an impact on land use changes. This study aims to map the impact of Balige bypass road construction on land use changes and analyze its suitability with spatial planning. The research method was carried out through descriptive qualitative with a spatial approach. The data includes Sentinel images for 2017 and 2021, maps of the Regional Spatial Plan (RTRW) and interviews with government officials. Image analysis is carried out visually, while mapping of land use changes is carried out through overlaying land use maps for 2017 and 2021 and to map the suitability of the RTRW, overlaying land use maps with the RTRW. The results of the analysis show that after the road construction there was a change in land use from rice fields to settlements covering an area of 103.27 Ha. Meanwhile, an analysis of the RTRW shows that there is a mismatch in the use of a land area of 47.2 Ha. This study shows that the use of remote sensing through sentinel imagery and spatial analysis can be a tool for monitoring natural resources, this study is also useful as material for developing Geography learning.Pembangunan infrastruktur seringkali berdampak pada perubahan penggunaan tanah. Penelitian ini bertujuan memetakan dampak pembangunan jalan Balige bypass terhadap perubahan penggunaan tanah dan menganalisis kesesuaiannya dengan tata ruang. Metode penelitian dilakukan melalui kualitatif deskriptif dengan pendekatan spasial. Data yang digunakan meliputi citra Sentinel tahun 2017 dan 2021, peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta wawancara dengan pejabat pemerintahan. Analisis citra dilakukan secara visual, sementara pemetaan perubahan penggunaan tanah dilakukan melalui overlay peta penggunaan tanah 2017 dengan 2021, dan untuk memetakan kesesuaian RTRW dilakukan overlay peta penggunaan tanah dengan RTRW. Hasil analisis menunjukkan pasca pembangunan jalan terjadi perubahan penggunaan tanah dari sawah menjadi pemukiman seluas 103,27 Ha. Sementara analisis terhadap RTRW menunjukkan terjadi ketidaksesuaian penggunaan lahan seluas 47,2 Ha. Kajian ini menunjukkan pemanfaatan penginderaan jauh melalui citra sentinel serta analisis spasial mampu menjadi alat monitoring sumber daya alam, kajian ini juga bermanfaat sebagai bahan pengembangan pembelajaran ilmu Geografi.
Pembelajaran outdoor study dalam mata pelajaran Geografi: Systematic review Siti Azizah Susilawati; Salma Lutfiani Sochiba
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i12022p51-62

Abstract

Learning Geography in the classroom is less effective, so learning strategies are required. The outdoor study strategy is a type of learning strategy in which teaching and learning activities take place outside of the classroom. The purpose of this systematic review is to identify outdoor study learning in Geography in high school. This is a qualitative study using a systematic review method. Narrative analysis is used in this research design. The findings of a study on outdoor study learning in Geography subjects at the high school level have been widely applied to environmental and sustainable development materials, which were obtained in 7 journals (29 percent), and based on the research findings measured variables related to outdoor studies, namely learning outcomes, which were obtained in 19 journals (79 percent). Based on the findings of this systematic review, it is possible to conclude that the outdoor study strategy can be used at all levels of education. Furthermore, the outdoor study strategy can increase activity, enthusiasm, motivation, responsibility, respect for others, care for the environment, make it easier for students to understand the material, and improve learning outcomes. learners.Pembelajaran Geografi kurang efektif jika dilakukan di dalam kelas sehingga membutuhkan strategi pembelajaran. Strategi outdoor study merupakan suatu strategi pembelajaran dimana kegiatan belajar mengajar dilakukan diluar kelas. Penelitian systematic review ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembelajaran outdoor study dalam mata pelajaran Geografi di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode systematic review. Desain penelitian ini menggunakan analisis naratif. Hasil penelitian pembelajaran outdoor study dalam mata pelajaran Geografi di jenjang SMA banyak diterapkan pada materi lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan diperoleh 7 jurnal (29 persen), dan berdasarkan variabel hasil penelitian yang diukur terkait outdoor study yaitu hasil belajar diperoleh 19 jurnal (79 persen). Berdasarkan systematic review ini dapat disimpulkan bahwa strategi outdoor study dapat diterapkan pada semua tingkat satuan pendidikan selain itu, melalui strategi outdoor study dapat meningkatkan keaktifan, semangat, motivasi, tanggung jawab, menghargai sesama, peduli lingkungan, memudahkan siswa memahami materi, dan meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Pemetaan terumbu karang dengan citra satelit Sentinel-2 dan analisis kondisi karang di kawasan Pantai Pasir Putih, Situbondo Jawa Timur M. Arif Zainul Fuad; M. Fadilah Nur Ramadhani; Citra Satrya U. Dewi; M. Anwar Fikri; Edo Bagus Herdikusuma
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i12022p73-87

Abstract

This research was conducted in Pasir Putih, Situbondo district, East Java with the aim of mapping coral reef ecosystems and analyzing the condition of coral diversity to support learning Geography in remote sensing courses. Coral reef maps were extracted from Sentinel-2 satellite imagery by applying a water column correction algorithm. Mapping of coral reef areas resulted in 3 categories, namely live coral with an area of 32,860 Ha, dead coral 31,690 Ha, and sand 42,670 Ha with a level of 72.2 percent which is included in the good category. Testing the accuracy of the extracted map using the confusion matrix method based on 90 field survey data. The accuracy of the resulting map met the accuracy standard specified in SNI No. 7716:2011 for Mapping of Habitats in Shallow Sea Waters. Furthermore, coral reefs were observed in 20 locations using the Line Intercept Transect (LIT) method. The results showed that 13 of the 20 transect areas were found to be in poor condition with less than 25 percent live coral cover. The most common types of coral life forms found at the study site were Coral Massive, Acropora Branching, and Acropora Tabulate. Coral life forms that are very rarely encountered are Acropora Submassive and Coral Mushroom. This research is very relevant in remote sensing courses for learning Geography.Penelitian ini dilakukan di Pasir Putih kabupaten Situbondo, Jawa Timur dengan tujuan untuk memetakan ekosistem terumbu karang dan menganalisis kondisi keanekaragaman karang guna mendukung pembelajaran Geografi pada matakuliah penginderaan jauh. Peta terumbu karang di ekstraksi dari Citra satelit Sentinel-2 dengan menerapkan algoritma koreksi kolom air. Pemetaan area terumbu karang menghasilkan 3 kategori yaitu karang hidup dengan luas 32.860 Ha, karang mati 31.690 Ha, dan pasir 42.670 Ha dengan tingkat sebesar 72,2 persen yang termasuk dalam kategori baik. Pengujian akurasi peta hasil ekstraksi ini menggunakan metode confusion matrix berdasarkan 90 data survei lapangan. Akurasi peta yang dihasilkan ini telah memenuhi standar ketelitian seperti yang disyaratkan dalam SNI No. 7716:2011 tentang Pemetaan Habitat Perairan Laut Dangkal. Selain itu, pengamatan juga dilakukan pada terumbu karang di 20 lokasi dengan menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 dari 20 area transek ditemukan dalam kondisi rusak buruk dengan tutupan karang hidup kurang dari 25 persen. Bentuk pertumbuhan karang yang ditemukan di lokasi penelitian dari yang terbanyak berturut turut adalah Coral Massive, Acropora Branching dan Acropora Tabulate. Bentuk pertumbuhan karang yang sangat jarang ditemui yaitu jenis Acropora Submassive dan Coral Mushroom. Penelitian ini sangat relevan dalam pembelajaran Geografi pada matakuliah penginderaan jauh.

Page 1 of 1 | Total Record : 10