Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

MODERASI BERAGAMA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Badrus Shalih; M. Sukron Suwarno Sundoro
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 9 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i9.7170

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural dengan beragam etnis, suku, budaya, dan agama menghadapi tantangan serius berupa menguatnya eksklusivitas, intoleransi, dan radikalisme yang mengatasnamakan agama di kalangan generasi muda pada tahun 2023. Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai bagian integral dari kurikulum nasional memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti kurangnya pemahaman guru, resistensi sebagian siswa, serta keterbatasan media pembelajaran yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengintegrasian moderasi beragama dalam pembelajaran PAI serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasinya di tingkat sekolah menengah pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri 2 Cilacap. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa, observasi partisipatif terhadap kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah, serta analisis dokumen kurikulum dan kebijakan kelembagaan pada periode Januari-Juni 2023. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran PAI dilaksanakan melalui tiga strategi utama: (1) integrasi nilai-nilai moderasi seperti tawasuth (jalan tengah), i'tidal (keadilan), tasamuh (toleransi), dan musyawarah (syura) ke dalam materi ajar dan metode pembelajaran; (2) penerapan pendekatan pembelajaran sosiokultural yang mengintegrasikan agama dan budaya sebagai sarana pembelajaran berbasis prinsip inklusivitas, kontekstualitas, dan kolaborasi; serta (3) pembiasaan harian yang menyatukan ritual keagamaan dan nasionalisme serta penciptaan budaya sekolah inklusif berbasis kearifan lokal. Penerapan strategi ini menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan toleransi, kemampuan berpikir kritis, dan sikap moderat siswa. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model MODERASI (Moderated-Oriented Dialogical Education for Religious Affirmation and Social Integration) sebagai kerangka komprehensif penguatan moderasi beragama melalui pembelajaran PAI yang mengintegrasikan pendekatan dialogis, kontekstual, dan transformatif.
PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL Badrus Shalih; M. Naqouib Ashrofun Nashr
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 10 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i10.7171

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia pada tahun 2023 masih didominasi oleh pendekatan normatif-doktrinal dan berorientasi hafalan, sehingga belum optimal dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik yang merupakan fondasi pembentukan karakter dan kepribadian seimbang antara intelektual, emosional, dan spiritual. Di tengah gempuran disrupsi digital dan arus informasi yang tak terbendung, kecerdasan spiritual menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda mampu memaknai hidup, menemukan jati diri, dan membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif strategi, metode, dan model pembelajaran PAI yang efektif dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, serta disertasi dan tesis yang relevan dengan pembelajaran PAI dan kecerdasan spiritual yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran PAI untuk meningkatkan kecerdasan spiritual diimplementasikan melalui tiga strategi utama: (1) strategi berbasis psikologi humanistik yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa, guru sebagai fasilitator, suasana kelas yang hangat dan dialogis, serta pembiasaan spiritual; (2) strategi berbasis neuroeducation yang mengintegrasikan stimulasi multisensori, keterlibatan emosional, dan pengalaman langsung melalui metode pembelajaran berbasis pengalaman, storytelling, dan refleksi diri; serta (3) strategi berbasis sufistik melalui experiential learning yang menginternalisasikan nilai-nilai tasawuf dalam proses pembelajaran. Metode yang efektif mencakup keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan ibadah harian, pembelajaran reflektif, dan pendekatan berbasis cinta. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model SPIRITUAL-PAI sebagai kerangka komprehensif pembelajaran PAI berbasis kecerdasan spiritual yang mengintegrasikan dimensi pedagogis, psikologis, dan spiritual secara simultan. Secara praktis, model ini dapat menjadi panduan bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual peserta didik secara seimbang. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru PAI dalam strategi pembelajaran berbasis kecerdasan spiritual dan pendekatan neuroeducation, pengembangan kurikulum PAI yang mengintegrasikan aktivitas reflektif dan pengalaman spiritual, serta pengembangan instrumen penilaian kecerdasan spiritual yang holistik dan komprehensif.
PENDIDIKAN AKHLAK SEBAGAI FONDASI KETAHANAN KELUARGA Badrus Shalih; Muhammad Iqbal Dewantara
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i11.7172

Abstract

Keluarga sebagai institusi pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak menghadapi tantangan multidimensional di era disrupsi digital pada tahun 2023, di mana degradasi moral, lemahnya komunikasi keluarga, serta pengaruh negatif media sosial dan globalisasi mengancam kohesi dan ketahanan keluarga. Pendidikan akhlak yang selama ini lebih banyak dipahami sebagai tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan formal, sementara peran keluarga sebagai lingkungan primer pembentukan karakter serta kaitannya dengan ketahanan keluarga masih relatif jarang dikaji secara integratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran pendidikan akhlak sebagai fondasi ketahanan keluarga serta merumuskan model integratif yang menghubungkan pendidikan akhlak dengan ketahanan keluarga pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan pendidikan akhlak dan ketahanan keluarga yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan akhlak berfungsi sebagai fondasi ketahanan keluarga melalui tiga mekanisme utama: (1) internalisasi nilai-nilai akhlak seperti sabar, tanggung jawab, tawakal, dan pengendalian diri yang berfungsi sebagai sumber daya moral dalam menghadapi tekanan sosial dan tantangan kehidupan; (2) pembentukan pola komunikasi yang lebih dialogis, hubungan emosional yang lebih hangat, dan strategi penyelesaian konflik yang lebih adaptif; serta (3) penguatan kohesi dan resiliensi keluarga secara keseluruhan. Strategi implementasi pendidikan akhlak dalam keluarga mencakup keteladanan orang tua, pembiasaan religius di rumah, pemberian nasihat dan perhatian, serta komunikasi berkelanjutan antara keluarga dan lembaga pendidikan. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model AKHLAK-KELUARGA sebagai kerangka komprehensif yang mengintegrasikan pendidikan akhlak dengan ketahanan keluarga, mempertemukan pemikiran Al-Ghazali tentang pembiasaan dan keteladanan dengan perspektif kontemporer tentang family resilience. Secara praktis, model ini dapat menjadi panduan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam memperkuat ketahanan keluarga berbasis pendidikan akhlak. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program parenting berbasis nilai akhlak, pengembangan forum komunikasi berkala antara sekolah dan keluarga, serta penguatan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan akhlak yang berkelanjutan.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK GENERASI BERKARAKTER Badrus Shalih; Nur Azizah
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 12 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i12.7173

Abstract

Krisis karakter multidimensi yang melanda generasi muda Indonesia pada tahun 2023 meliputi dekadensi moral, intoleransi, radikalisme digital, individualisme, dan lunturnya etika sosial menjadi tantangan serius bagi sistem pendidikan nasional di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi yang tak terbendung. Pendidikan Islam sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam membentuk generasi berkarakter, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti pendekatan pembelajaran yang normatif-tekstualis, kurangnya integrasi nilai-nilai karakter secara sistematis dalam kurikulum, serta lemahnya sinergi antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran dan strategi pendidikan Islam dalam membentuk generasi berkarakter serta merumuskan model penguatan karakter yang efektif dan berkelanjutan pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan pendidikan Islam dan pembentukan karakter yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan Islam membentuk generasi berkarakter melalui tiga pilar utama: akhlak sebagai fondasi, adab sebagai implementasi, dan keteladanan sebagai metode. Strategi penguatan karakter diimplementasikan melalui penguatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), integrasi nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran umum, serta implementasi kegiatan keagamaan secara rutin dan terstruktur. Metode yang efektif mencakup keteladanan guru, pembiasaan ibadah harian, pendekatan personal dan kontekstual, serta pemanfaatan media digital secara kreatif. Faktor pendukung utama meliputi komitmen seluruh warga sekolah, dukungan keluarga dan masyarakat, serta kebijakan pendidikan yang kondusif, sementara faktor penghambat utama terdiri dari pengaruh negatif media sosial, kesenjangan literasi digital, dan kurangnya peran serta orang tua. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model KARAKTER-ISLAM sebagai kerangka komprehensif pendidikan Islam berbasis karakter yang mengintegrasikan dimensi akhlak, adab, dan keteladanan secara simultan.
Transmisi Keilmuan Pesantren di Ruang Alumni: Studi Sosiologis atas Praktik Ngaji dan Silaturahmi dalam Majlis al-Hikam Badrus Shalih; Marzuqi Marzuqi; sahrahman Sahraman
TSAQOFAH Vol 6 No 3 (2026): TSAQOFAH: Jurnal Penelitian Guru Indonesia
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v6i3.10003

Abstract

Studies on the post-graduation transmission of pesantren knowledge remain limited in the literature on the sociology of Islamic education in Indonesia because previous research has focused more on the internal dynamics of institutions than on the role of alumni as agents of scholarly reproduction. This study aimed to analyze the mechanisms of pesantren knowledge transmission and the reproduction of pesantren habitus within the alumni social space through the Majlis Al-Hikam forum. This study employed a qualitative approach with an ethnographic design and an intensive single-case study conducted over eight months, from September 2025 to April 2026. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with 22 informants, and document analysis, then analyzed inductively using modified grounded theory. The results showed that the practice of ngaji functions as a mechanism of scholarly transmission with relational-spiritual dimensions, rather than merely as the transfer of texts, marked by the reproduction of adab and the charismatic authority of the Teacher outside the institutional space of the pesantren. The practice of silaturahmi also functions as an investment in bonding and bridging social capital, enabling the conversion of social capital into economic and symbolic capital. These findings extend Bourdieu’s concept of habitus by showing that pesantren habitus is not only formed within institutions but is also actively reproduced and negotiated in alternative social spaces created by alumni. Thus, this study affirms that the post-graduation transmission of pesantren knowledge is a dynamic process that goes beyond the nostalgic preservation of scholarly tradition, while also making a theoretical contribution to the development of the sociology of Islamic education and pesantren alumni studies.