Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Potential and Mitigation Analysis of Nipah Beach Forest Ecosystem Changes, North Lombok Regency as a Sea Turtle Habitat Syaputra, Maiser; Wahyuningsih, Endah; Suparyana, Pande Komang; Permatasari, Diah; Lestari, Andi Tri
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 12 (2023): December, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i12.7339

Abstract

The Nipah beach forest in Malaka Village is used as a nesting habitat for sea turtles, which are protected and endangered wild animals in Indonesia. In current conditions, the Nipah Beach forest ecosystem is faced with development, economic growth, and the community's high demand for land so the integrity of the turtle habitat in the area is threatened. Analysis of potential changes in wildlife habitat is important to carry out at Nipah Beach, Malaka Village, and is interrelated with efforts to prepare plans and strategies for handling and protecting turtle biodiversity itself. This research aims to 1). Knowing the characteristics of turtle diversity in the Nipah Beach forest area, North Lombok Regency. 2). Changes potential analyzing for Nipah Beach forest ecosystem, North Lombok Regency as a sea turtle habitat. 3). Develop a mitigation plan for changes in the Nipah Beach forest ecosystem, North Lombok Regency as a sea turtle habitat. Measuring sea turtle diversity was carried out using the observation method, while risk analysis of habitat change in this study was carried out using risk analysis techniques using SNI/ISO 31010, and mitigation plans were prepared using the Mitigation Hierarchy. The results obtained were analyzed using risk analysis based on AS/NZS Australian/New Zealand Risk Management Standard 4360 (2004). The conclusions of this research are: 1). Sea turtle diversity on Nipah Beach consists of three species, namely the Hawksbill turtle (Eretmochelys imbricata), Green turtle (Chelonia mydas), and Olive ridley turtle (Lepidochelys Olivacea). The important habitat for turtles on Nipah Beach is at stations 2, 3 and 5. 2). Potential changes to the Nipah Beach forest ecosystem are divided into five degrees of change, from mild to disaster. The highest degree of change occurs if the important nesting habitat of the Hawksbill turtle (Critical Endangered IUCN) is disturbed/lost on a large scale. 3). Mitigation steps in protecting the Nipah Beach forest ecosystem for sea turtle habitat consist of avoiding, minimizing, rehabilitation and balancing
Pelatihan Penggunaan Pisau Potong Berkualitas Menuju Proses Pengerjaan Kayu Ramah Lingkungan di UD Wood Lombok Barat Fahrussiam, Fauzan; Prasetyo, Andrie Ridzki; Lestari, Dini; Ningsih, Rima Vera; Lestari, Andi Tri; Chaerani, Nurul; Ziad, Muhammad Thoriq; Huda, Laelatul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13452

Abstract

Proses perawatan mesin-mesin perkayuan pada skala UMKM kurang mendapatkan perhatian yang serius. Proses pergantian spare part maupun pengasahan pisau dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan pada mesin, sehingga membutuhkan biaya perbaikan yang tinggi. Pengamatan tim pengabdian terhadap mitra, UD Wood menunjukkah bahwa terdapat cacat dalam pemotongan maupun penyerutan kayu yang berbentuk cutter mark, serabut, dan gosong pada bidang potong. Permasalahan ini bermuara pada penggunaan pisau yang sudah tumpul akibat tidak adanya standar yang terjadwal untuk proses pengasahan pisau, terutama pada mesin planner. Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini penting dilaksanakan dalam rangka membantu mitra untuk peningkatan produktivitas yang berdamapak pada kualitas kayu serta manajamen produksi untuk menciptakan suasana kerja yang bersih dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian difokuskan pada aspek produktivitas berupa penggunaan pisau-pisau kayu yang berkualitas dan teknis perawatan serta pengasahannya, kemudian pada aspek manajemen berupa tersusunnya SOP penggantian pisau kayu dan jadwal pengecekan mesin secara berkala. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dengan baik melalui 5 tahapan kegiatan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan akan mampu menjadi solusi dalam peningkatan produktivitas kerja mitra serta terbentuknya manajamen usaha yang bersih dan ramah lingkungan
UJI MUTU FISIK BIBIT KELICUNG (Diospyros macrophylla) PADA PERSEMAIAN MASYARAKAT DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Chaerani, Nurul; Shabrina, Hasyyati; Lestari, Andi Tri; Indriyatno, Indriyatno; Mulyanugroho, Ade Isna; Imam, Syaiful
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1515

Abstract

Bibit yang berkualitas merupakan salah satu parameter penting dalam keberhasilan program rehabilitas hutan dan lahan (RHL). Bibit berkualitas selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh proses produksi dan pemeliharaan selama di Persemaian. Bibit dapat diuji mutu fisiknya berdasarkan (SNI 8420:2018) dengan kriteria tinggi, diameter, kekompakan media, jumlah daun, batang lurus sudah berkayu, dan sehat. Bibit di Indonesia umumnya diproduksi berbagai pihak, salah satunya di Persemaian Masyarakat Alam Lestari di Lombok Barat yang memproduksi bibit tanaman lokal yaitu kelicung (Diospyros macrophylla). Kelicung memiliki kelas kekuatan II-III dan kelas keawetan V sebagai bahan kontruksi. Saat ini kelicung termasuk dalam jenis dilindungi, sehingga perlu adanya pelestarian dengan melakukan budidaya dan penanaman skala luas, oleh karena itu perlu adanya evaluasi mutu bibit. Usaha persemaian oleh Masyarakat umumnya dilaksanakan pada areal sempit dan masih menggunakan teknologi sederhana yang seringkali belum dievaluasi secara sistematis. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji mutu fisik di Persemaian Mayarakat Alam Lestari di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat berdasarkan (SNI) 8420:2018 yang meliputi persyaratan umum dan khusus. Hasil uji menunjukan bahwa mutu bibit kelicung pada persemaian Masyarakat Lombok Barat belum sepenuhnya memenuhi (SNI) 8420:2018. Bibit yang lulus persyaratan umum hanya 72% dari standar >95% dan bibit yang lulus persyaratan khusus hanya 69% dari standar >90%. Berdasarkan hasil tersebut, bibit kelicung yang diuji termasuk dalam kategori belum memenuhi kelas mutu dan tidak dapat diterbitkan sertifikat. Diperlukan perbaikan terutama pada kriteria tinggi, kelurusan batang, kesehatan bibit, dan kekompakan media tanam.
Sifat Tanah dan Pola Curah Hujan pada Perkebunan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) di Mandailing Natal, Sumatera Utara: Soil Properties and Rainfall Regimes in Cinnamon (Cinnamomum burmannii) Plantations in Mandailing Natal, North Sumatra Ritonga, Faujiah Nurhasanah; Lestari, Andi Tri; Susilowati, Arida; Pelawi, Deanova Frestiana Br; Anna, Nelly; Hartini, Kansih Sri; Elfiati, Deni
PERENNIAL Artikel Terkini
Publisher : Forestry Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v22i1.49583

Abstract

The sustainable cultivation of Cinnamomum burmannii in tropical regions requires a thorough understanding of soil properties and rainfall patterns, as these factors critically influence nutrient availability, plant growth, and long-term productivity. This study evaluates the soil properties and climatic conditions of Sawahan Village, Mandailing Natal Regency, to assess their suitability for the cultivation of C. burmannii. Soil samples were analyzed for physical and chemical characteristics, including organic carbon, total nitrogen, phosphorus, potassium, pH, exchangeable aluminum, macro- and micronutrients, and soil texture. Rainfall data over 25 years were also examined to understand the water availability and potential influence on soil fertility. The results indicate that the soils possess moderate organic matter and nutrient content, slightly acidic to near-neutral pH, absence of exchangeable aluminum toxicity, and a sandy loam texture conducive to drainage and root growth. The region experiences high and well-distributed rainfall, which supports perennial crop development but may increase nutrient leaching in sandy soils. These findings suggest that Sawahan Village provides favorable conditions for C. burmannii cultivation, provided that sustainable soil management practices, such as organic amendments, balanced fertilization, and erosion control, are implemented. The study highlights the importance of integrating climatic and soil assessments to optimize cinnamon productivity and provides baseline data for future land management and agroforestry planning in tropical regions.