Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Faktor Determinan Balita Stunting di Puskesmas Sri Kuncoro Kabupaten Bengkulu Tengah Lestari, Tiara; Yunita, Yunita; Witradharma, Tetes Wahyu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i05.4037

Abstract

Stunting adalah kondisi pertumbuhan tinggi badan balita yang lebih rendah dari standar pertumbuhan usianya, yang umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi atau malnutrisi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Sri Kuncoro. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan potong lintang yang melibatkan 21 balita stunting. Pengukuran tinggi badan dan data asupan makanan dikumpulkan menggunakan Child Feeding Questionnaire (CFQ). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa panjang badan saat lahir (p = 0,034), praktik pemberian makan (p = 0,034), dan tingkat pendidikan ibu (p = 0,049) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p = 0,223), pekerjaan ibu (p = 0,281), tinggi badan ibu (p = 0,549), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita (p = 0,314), dan diare pada balita (p = 0,861) dengan kejadian stunting. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan ibu, praktik pemberian makanan, dan panjang badan lahir berperan dalam memengaruhi kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, diharapkan ibu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang asupan gizi selama kehamilan, karena hal ini akan berdampak pada berat dan panjang badan lahir bayi, serta pentingnya praktik pemberian makanan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan balita.
Minyak Goreng Sehat untuk Keluarga Sehat: Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Panca Mukti, Kabupaten Bengkulu Tengah Yulianti, Risda; Wahyudi, Anang; Suryani, Desri; Witradharma, Tetes Wahyu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12818

Abstract

ABSTRAK Penggunaan minyak goreng yang berulang kali atau dikenal sebagai minyak goreng bekas pakai (minyak jelantah) dapat membahayakan kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan risiko penyakit tidak menular (PTM). Minyak jelantah menjadi bahaya bagi kesehatan karena mengandung lemak tidak jenuh dan lemak trans.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu-ibu dan masyarakat di Desa Panca Mukti, Kabupaten Bengkulu Tengah mengenai dalam penggunaan minyak goreng yang sehat dalam pencegahan PTM. Peserta kegiatan ini yaitu ibu-ibu Desa Panca Mukti sebanyak 25 orang yang terdiri dari Tim Penggerak PKK Pokja III, kader kesehatan lingkungan, kader posbindu dan ketua atau perwakilan dasawisma di Desa Panca Mukti dimana semua peserta tersebut diberikan pelatihan untuk menjadi edukator yang akan meneruskan hasil pelatihan kepada masyarakat desa. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi, diskusi, dan monitoring evaluasi. Materi edukasi yang diberikan tentang pengunaan minyak goreng yang sehat dan pengelolaan Bank Minyak Jelantah. Hasil pengukuran pengetahuan peserta menunjukkan rata-rata dan standar deviasi pre test 10,68±2,70 dan hasil post test 16,56±1,96, diperoleh nilai p 0,0005. Terdapat perbedaan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan tentang penggunaan minyak goreng yang sehat. Perlu dilakukan edukasi dan dukungan perangkat desa dan tokoh masyarakat di wilayah Desa Panca Mukti agar masyarakat selalu menerapkan penggunaan minyak goreng yang sehat sehingga terhindar dari PTM. Kata Kunci: Pengetahuan, Minyak Goreng, Minyak Goreng Bekas Pakai, Minyak Jelantah, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Repeated use of cooking oil, also known as used cooking oil (UCO) or "jelantah" oil, can pose a health risk to the community as it is associated with non-communicable disease (NCD). "Jelantah" oil is dangerous to health due to its high content of unsaturated fats and trans fats. The aim of this community engagement activity is to enhance the knowledge of mothers and the community in Panca Mukti Village, Central Bengkulu District, regarding the appropriate use of healthy cooking oil in preventing NCDs. The participants in this activity are 25 women from Panca Mukti Village, consisting of members of the Family Empowerment and Welfare/ PKK Pokja III, environmental health cadres, Posbindu cadres, and the heads or representatives of the Dasawisma in Panca Mukti Village. All participants receive training to become educators who will pass on the knowledge gained to the village community. The methods employed in this activity include socialization, discussions, and monitoring evaluations. The educational content covers the proper use of cooking oil and the management of the Used Cooking Oil Bank. The results of the participants' knowledge assessment show a pre-test average and standard deviation of 10.68±2.70, and a post-test result of 16.56±1.96, yielding a p-value of 0.0005. There is a significant difference in participants' knowledge after receiving training on the appropriate use of cooking oil. It is imperative to conduct further education and gain support from village officials and community leaders in the Panca Mukti Village area to ensure that the community consistently adopts the use of healthy cooking oil, thus avoiding NCDs. Keywords: Knowledge, Cooking Oil, Used Cooking Oil, Non-Communicable Diseases
Potensi ikan bleberan (Thryssa sp.) sebagai sumber zat gizi balita tengkes: The potential of Bleberan fish (Thryssa sp.) as nutritional source for toddler stunting Mahyuddin, Meriwati; Witradharma, Tetes Wahyu; Risdianto, Eko
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.44005

Abstract

Permasalahan gangguan pertumbuhan balita secara langsung dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi dan adanya penyakit infeksi. Protein sebagai salah satu asupan penting sangat diperlukan dalam pertumbuhan balita. Indonesia merupakan negara maritim, kaya hasil laut, tetapi pemanfaatannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi ikan lokal di Provinsi Bengkulu sebagai solusi sumber protein bagi balita stunting. Pada umumnya ikan hanya digoreng atau dimasak santan dalam keluarga, sehingga balita tidak pernah diberikan, hal ini mempertimbangkan duri ikan yang dapat membahayakan sistem pencernaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui kebiasaan ibu balita memanfaatkan ikan yang ada di sekitar tempat tinggal. Setelah diperoleh gambaran jenis ikan lokal yang mudah diakses yaitu Thryssa sp., dilanjutkan analisis zat gizi secara laboratorium. Kandungan protein dan zat besi hanya dapat dipenuhi oleh makanan mahal ternyata tidak selalu benar. Setiap 100 g ikan Thryssa sp. giling mengandung energi 153 kkal, protein 18,75 g, lemak 1,13 g, karbohidrat 0,19 g, dan Fe 1,71 mg.
Relationship between vitamin D, vitamin C and blood glucose in patients with type 2 diabetes mellitus Maharany, Amelia Putri; Kusdalinah, Kusdalinah; Witradharma, Tetes Wahyu
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 5, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(5).315-323

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi cukup dalam memproduksi insulin. Diabetes Melitus  sebagai salah satu dari lima  penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian tertinggi sehingga diprioritaskan untuk pencegahan dan pengendaliannya. Beberapa penelitian vitamin D dan vitamin C menunjukkan kecendrungan variasi pro dan kontra dalam peningkatan sensitivitas insulin penderita Diabetes Melitus.Tujuan: mengetahui hubungan konsumsi vitamin D dan vitamin C dengan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan Diabetes Melitus tipe 2 Rumah Sakit Umum Daerah Harapan dan Doa Kota Bengkulu.Metode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2. Sampel sebanyak 57 pasien dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Korelasi.Hasil: Uji korelasi vitamin D dengan glukosa darah menunjukkan nilai p = 0,238, sedangkan vitamin C dengan kadar glukosa darah adalah nilai p = 0,000.Kesimpulan: Tidak ada hubungan konsumsi vitamin D dengan kadar glukosa darah, namun ada hubungan konsumsi vitamin C dengan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan Diabetes Melitus tipe 2. KATA KUNCI: Vitamin D; Vitamin C; glukosa darah; Diabetes melitus tipe 2  ABSTRACTBackground: Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the pancreas no longer produces enough insulin. Diabetes mellitus is one of the five non-communicable diseases with the highest mortality rate, therefore, its prevention and control are prioritized. Several studies on vitamin D and vitamin C have shown varying trends in improving insulin sensitivity in people with diabetes mellitus.Objectives: To determine the relationship between vitamin D and vitamin C consumption and blood glucose levels in outpatients with type 2 diabetes mellitus at Harapan dan Doa Regional General Hospital, Bengkulu City.Methods: The study design was an observational analytical study with a cross-sectional approach. The study population was patients with type 2 diabetes mellitus. A sample of 57 patients was selected using a purposive sampling technique. Data analysis used a correlation test.Results: The correlation test for vitamin D and blood glucose showed a p-value of 0.238, while the correlation between vitamin C and blood glucose levels showed a p-value of 0.000.Conclusions: There is no relationship between vitamin D consumption and blood glucose levels, but there is a relationship between vitamin C consumption and blood glucose levels in outpatients with type 2 diabetes mellitus. KEYWORDS: Vitamin D; Vitamin C; blood glucose; type 2 diabetes mellitus
Gambaran Kebiasaan Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan pada Mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Bengkulu Balqis, Anisa; Jumiyati, Jumiyati; Wahyu W, Tetes
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.311-318

Abstract

Kurangnya kebiasaan dalam membaca label informasi nilai gizi dapat menyebabkan ketidakseimbangan  asupan  gizi  seperti  lemak,  gula,  dan  garam  apabila  terjadi  dalam  jangka  panjang  akan  menimbulkan dampak negatif kesehatan seperti penyakit diabetes, hipertensi, dan penyakit.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan membaca label gizi di kemasan makanan pada mahasiswa tingkat 1 di poltekkes kemenkes bengkulu. Desain cross sectional, teknik pengambilan sampel secara simple  random sampling. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juni 2025, sampel 63 responden, instrumen pengumpulan kuesioner. Data dianalisis secara unnivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 63 responden, sebagian besar dari responden dikategorikaan dengaan kebiasaan membaca label gizi dalam kategori rendah yaitu sebanyak 40 orang (63,5%), hampir sebagian dari responden berusia 19 tahun (46%), hampir seluruh responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 58 orang (92,1%), sebagian besar dari responden berjenis kelamin perempuan (92,1%). Kebiasaan membaca label gizi pada kemasan makanan pada mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Bengkulu menunjukan sebagian besar dari responden dikategorikan rendah. Diharapkan kepada mahasiswa untuk dapat meningkatkan kebiasaan membaca label gizi sebelum membeli makanan kemasan, terutama informasi penting seperti kalori, gula, lemak jenuh, natrium dan komposisi bahan dan pihak kampus menyediakan program edukasi gizi berkala, seperti kuliah umum Kata Kunci: kebiasaan membaca label gizi, makanan kemasan, remaja
Pengaruh Konsumsi Ikan terhadap Peningkatan Tinggi Badan Balita Stunting (Studi Intervensi): The Effect of Fish Consumption on Increasing the Height of Stunted Toddlers (Intervention Study) Witradharma, Tetes Wahyu; Mahyuddin, Meriwati
Amerta Nutrition Vol. 10 No. 1 (2026): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v10i1.2026.156-162

Abstract

Background: The proportion of stunted toddlers is 19.8%, and 12.9% in Bengkulu Province and Bengkulu City, respectively. Indicating that the prevalence of stunting among toddlers remains high in Indonesia. Stunted toddlers experience impaired growth, dysfunctional immune system and are more susceptible to diseases. Maternal lack of knowledge on dietary needs reduces their role in meeting toddler nutritional requirements, exclusive breastfeeding and fish-based complementary foods. Objectives: To determine the effects of fish consumption on height of stunted toddlers. Methods: The study used a quasi-experimental non-equivalent (pretest and post-test) control group design, conducted on intervention and control groups for 2 months (8 weeks). The intervention group received the Toddler Feeding Program, while the control group received local Community Health Center Program. The sample consisted of all stunted toddlers aged 6-18 months in North Bengkulu Regency Health Office's work area. Data analysis was performed using Stata 16. For univariate analyses, variables including education, occupation, gender, age of mother and toddler, and toddler fish consumption patterns were considered. Bivariate analyses were conducted using independent t-test to assess differences in body length. Results: Consumption of freshwater, saltwater, and brackish water fish in the intervention group was higher than those in the control group (28.13±48.43 and 19.17±16.89; 23.54±26.92 and 14.79±12.47; 1.88±5.07 and 0.21±0.79). Maternal behaviors towards toddlers, including knowledge (7.83±4.62), attitudes (8.71±5.12), and actions (7.63±4.62) in the intervention group was higher than those in the control group (4.96±4.70; 5.46±5.13; 4.83±4.58). The height of stunted toddlers in the intervention group (0.71±0.59) was higher than the control group (0.46±0.48) with a Pearson coefficient of 0.002. Conclusions: This study shows that fish consumption is associated with improved growth of stunted toddlers.