Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU SMK N 2 BANYUMAS Yulianita, Nadia Gitya; Yulianti, Uki Hares; Sudaryanto, Memet
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2023.003.01.05

Abstract

The community service activities carried out at SMK N 2 Banyumas aim to provide academic writingtraining in order to improve the teachers’ competence at the school. This community service’s themeis a request from teachers in that school who wanted to improve their ability to write scientificpapers. In addition, the results of observations show that the publication of scientific works byteachers of SMK N 2 Banyumas are still lacking. Only a few teachers at SMK N 2 Banyumas havepublished their research results in scientific journals. The methods used in this activity are lectures,discussions, and mentoring. Lectures and discussions are held to present material regardingacademic writing. In addition, knowledge about translating abstracts will also be given because itis part of writing scientific papers. After that, the teachers practice writing scientific papers to bepublished in journals. The results of this community service activities are expected that teachers atthat school will have additional competence in writing scientific papers by applying the theory ofacademic writing.
Representasi Identitas Budaya Banyumasan melalui Dimensi Tekstualitas pada Majalah Ancas: Kajian Analisis Wacana Kritis Nur Indah Sholikhati; Yulianti, Uki Hares; Erna Wardani
CARAKA Vol 11 No 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i1.18430

Abstract

Majalah Ancas merupakan majalah berbahasa Banyumasan yang diterbitkan atas prakarsa para sastrawan dan budayawan di Banyumas. Dalam analisis ini akan difokuskan pada wacana Rubrik Wigati. Rubrik Wigati merupakan rubrik paling penting di Majalah Ancas karena memuat artikel berupa berita atau informasi penting seputar wilayah Barlingmascakeb. Tujuannya untuk membedah representasi identitas budaya Banyumasan melalui konstruksi bahasa yang digunakan di dalam wacana rubrik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori pendekatan wacana kritis Norman Fairclough. Data penelitian ini berupa data tulis dan data lisan dari metode studi pustaka dan wawancara. Penelitian ini menggabungkan dua metode analisis data, yaitu metode padan dan metode agih. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dalam pengonstruksian wacana pada Rubrik Wigati menunjukkan adanya penyusunan kosakata berulang/berlebih, pemanfaatan metafora, penggunaan pronominal inyong rika kabeh secara berdampingan dalam dimensi tekstual. Selain itu, dalam praktik kewacanaan, ditemukan bahwa adanya tujuan atau visi khusus diterbitkannya majalah yang menggunakan bahasa Banyumasan tersebut. Hal ini menunjukkan adanya pembentukan dan pemertahanan identitas budaya Banyumasan agar tidak tergerus oleh masa.
Pelatihan Pembuatan Tas Ecoprint dan Sabun Kertas sebagai Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Yulianti, Uki Hares; Yulianita, Nadia Gitya; Sholikhati, Nur Indah; Nugroho, Bivit Anggoro Prasetyo
ANDIL Mulawarman Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2024): ANDIL Mulawarman J Comm Engag
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/andil.v1i2.1225

Abstract

: Salah satu yang khas dari kurikulum merdeka belajar adanya kegiatan berbasis proyek yang disebut juga dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pelaksanaan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di jenjang SD belum sepenuhnya disesuaikan dengan tema yang sudah ditentukan oleh pada kurikulum merdeka. Sekolah masih kebingungan untuk proyek yang didesain agar siswa dapat melakukan investigasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Kurangnya proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang disesuikan dengan tema yang sudah ditentukan oleh kemendikbud terutama yang berhubungan dengan lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan proyek yang dilakukan anak SD berhubungan dengan lingkungan yaitu pembuatan sabun kertas. Diharapkan para siswa dapat belajar mengembangkan kreativitas dalam pembuatan sabun kertas secara mandiri yang bisa digunakan sebagai gaya hidup sehat dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pelajar Pancasila dalam proses pelaksanaan proyek pembuatan ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, pelatihan, dan pendampingan. Ceramah dan diskusi dilakukan untuk memaparkan materi mengenai proyek pembuatan sabun kertas. Pelatihan siswa SD untuk pembuatan sabun kertas dan pendampingan guru dalam menyusun rancangan proyek penguatan profil pelajar pancasila yang sesuai dengan tema jenjang SD. Hasil dari kegiatan ini siswa dapat melaksanakan proyek yang mengimplementasikan nilai-nilai profil pelajar pancasila dan guru juga menhasilkan rancangan proyek penguatan profil pelajar pancasila. Luaran dari pengabdian ini tentunya menghasilkan artikel yang di seminarkan di seminar nasional LPPM dan juga produk yang dihasilkan oleh siswa dan guru selama pelatihan.
DEEP LEARNING MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM BUKU TEKS CERDAS CERGAS BAHASA INDONESIA KELAS XI SMA Sagala, Naswa Resy Nurhasani Soleha; Yulianti, Uki Hares; Riyanton, Muhammad
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v12i2.46813

Abstract

The educational paradigm shift in Indonesia emphasizes not only academic achievement but also the development of critical, creative, communicative, and collaborative thinking. Deep learning supports this shift by promoting meaningful, mindful, and joyful learning. Indonesian language textbooks, particularly Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia for grade XI, play a strategic role in enhancing language competence while fostering multicultural values aligned with the nation’s diversity. This study applies a qualitative method using the free conversation technique (SBLC) and content analysis of discourse texts, guided by four indicators of multicultural education: tolerance, democracy or freedom, equality, and justice. Findings reveal that the textbook discourse embeds these values and aligns with deep learning principles. Through selected texts, students are encouraged to think critically, interpret socio-cultural contexts, and reflect on their attitudes in daily life. While not every text represents all four values, the presence of local cultural references, regional languages, and elements of national history enriches the material. These features provide contextual learning experiences that go beyond linguistic skills. Consequently, the textbook proves effective in supporting Indonesian language learning that integrates deep learning approaches and strengthens students awareness of multiculturalism.
Kajian Keterbacaan Wacana dalam Soal PSAJ Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwokerto Menggunakan Formula Grafik Fry: Study of Discourse Readability in Indonesian Language PSAJ Questions at SMA Negeri 1 Purwokerto Using Fry's Graphical Formula Syalsabila, Putri; Yulianti, Uki Hares; Martha, Nia Ulfa
CARAKA Vol 12 No 1 (2025): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i1.20934

Abstract

Keterbacaan wacana berperan penting dalam membantu siswa memahami teks sesuai jenjang pendidikannya. Penelitian ini menganalisis tingkat keterbacaan wacana dalam soal Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Bahasa Indonesia kelas XII di SMA Negeri 1 Purwokerto tahun ajaran 2024/2025 menggunakan Formula Grafik Fry. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Sebanyak 22 wacana dianalisis melalui perhitungan kata, kalimat, suku kata, dan pemetaan pada Grafik Fry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 wacana (81,82%) berada di bawah tingkat keterbacaan kelas XII, satu wacana sesuai, satu lebih tinggi, dan dua tidak valid. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar wacana terlalu sederhana sehingga dapat memengaruhi pemahaman siswa dan validitas instrumen evaluasi. Oleh karena itu, pemilihan wacana perlu ditinjau ulang agar sesuai dengan kemampuan kognitif siswa dan mendukung tujuan pembelajaran.
Adherence to the Cooperative Principle Among Characters in the Film Miracle in Cell No. 7 Nuraeni, Diana Khoeriyah; Yulianti, Uki Hares; Sholikhati, Nur Indah
Journal of linguistics, culture and communication Vol 3 No 2 (2025): Journal of Linguistics, Culture, and Communication
Publisher : CV. Rustam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61320/jolcc.v3i2.392-409

Abstract

This study aims to examine the form of compliance with Grice's cooperative principles in the film Miracle in Cell No. 7. Cooperative principles are an important aspect in creating effective and harmonious communication between speakers and their interlocutors. Films were chosen as the object of study because they present communicative interactions that reflect human values amid social limitations. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected from the characters' utterances using listening techniques, followed by the non-participatory observation technique (Simak Bebas Libat Cakap) and note-taking, as well as element sorting techniques. The findings show that all four maxims of cooperation were observed: 22 instances of the maxim of quantity, 13 instances of the maxim of relevance, 4 instances of the maxim of manner, and 2 instances of the maxim of quality, totaling 41 instances. The dominance of quantity is influenced by the police and legal context, which demands concise information and asymmetrical power relations. At the same time, the low compliance with the quality and manner maxims is related to conflict and emotional tension in the storyline. Overall, this study shows that the characters' communication patterns are directed at building effective and cooperative interactions, while reflecting the messages of humanity, empathy, and solidarity that are at the heart of the story. This study focuses on maxim compliance as a form of communicative cooperation that is in line with the film's theme of humanity.
IDEOLOGI DALAM STRUKTUR BAHASA: ANALISIS LINGUISTIK MODEL NORMAN FAIRCLOUGH PADA DEBAT KEABSAHAN IJAZAH JOKO WIDODO Putri, Hesti Amelia; Yulianti, Uki Hares; Nugroho, Bivit Anggoro Prasetyo
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 8 No 2 (2025): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v8i2.3858

Abstract

The public debate over the legitimacy of Joko Widodo's diploma involves not only legal debates but also ideological content and linguistic strategies that reflect power relations in Indonesian politics. This study uses Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA) approach to examine the micro-dimensions of language, specifically the aspects of cohesion, transitivity, modality, diction, and metaphor used in the debate. A descriptive qualitative method was applied with a focus on one episode of the debate on the iNews YouTube channel, using listening techniques and verbatim transcription. The results reveal that these five micro-linguistic aspects work synergistically in representing and reproducing ideologies that strengthen the position and dominance of power in political discourse. These findings provide a new contribution to the development of CDA, especially in the micro-level of Indonesian politics and emphasize the role of language as a tool of ideological struggle in public debate. The limited focus on one episode and micro-dimension is a limitation of this research, opening up opportunities for further study with a broader context and integration of macro-dimensions. The implications of this research are important for a critical understanding of language use in politics and social communication.
Gebyar Literasi Upaya Meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca Dan Menulis Siswa SD Kelas Rendah Melalui Program Literasi Digital Uki Hares Yulianti; Nadia Gitya Yulianita Yulianita; Lalita Melasarianti; Gita Anggria Resticka
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 5 No. 3 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v5i3.8550

Abstract

The basic literacy skills of lower-grade students at Kranji 4 Public Elementary School in Purwokerto remain low, with many students unable to read and write well. Despite adequate access to technology, the use of gadgets is still limited to games and is not optimal for learning. This community service program aims to improve the reading and writing skills of lower-grade elementary school students through the implementation of an innovative digital literacy program. The methods used include Focus Group Discussions (FGDs), outreach, workshops, and the application of learning technology. The program integrates the revitalization of the School Literacy Movement (GLS) with a structured schedule of 15 minutes of daily reading, followed by writing activities. The digital component includes the use of learning applications, interactive media, and educational games for English and other subjects. Teachers received workshop training to develop interactive digital learning media, while parents were actively involved in supporting literacy activities at home. The program results showed significant improvements, with 87% of students improving their reading skills and 92% of students producing written works. The program successfully produced six anthologies with ISBNs containing 156 student works. Daily GLS activities have been proven to be effective in improving vocabulary and basic literacy skills, providing a positive impact on students, teachers, and parents in understanding the importance of digital literacy as a 21st-century skill.
Pemberdayaan ABK di SLB Kuncup Mas Banyumas melalui Apresiasi Sastra Bertema Ekologi dengan Pendekatan Inklusif Resticka, Gita Anggria; Yulianti, Uki Hares; Yulianita, Nadia Gitya
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2236

Abstract

Keterbatasan literasi sastra dan minimnya inovasi pembelajaran pada siswa ABK di SLB Kuncup Mas Banyumas membutuhkan solusi dalam pelatihan apresiasi sastra melalui pendekatan inkulisf. Beragamnya jenis disabilitas seperti tunarungu wicara, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa masing-masing memiliki cara berbeda dalam berinteraksi dengan sastra khususnya berkaitan dengan keterampilan berbahasa. Setiap ABK mampu mengungkapkan perasaan, ide dan pengamalam mereka dengan cara berbeda yang dapat bermanfaat bagi perkembangan emosional, sosial dan kognitif mereka. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan apresisasi sastra bertema ekologi di SLB Banyumas. Metode yang digunakan yaitu pendekatan multisensory dengan metode pengajaran inklusif yang melibatkan berbagai indera sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebanyak 35 peserta didik SLB Banyumas yang terdiri atas berbagai jenis disabilitas meliputi tunanetra (20%), tunarungu wicara (30%), tunagrahita (40%) dan tunadaksa (10%). Mereka saling berkolaborasi melakukan pementasan drama bertema ekologi dari naskah drama yang disusun sendiri. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi literasi sastra bertema ekologi, praktik penerapan teknologi menggunakan aplikasi pembelajaran interaktif worldwall, pendampingan praktik apresiasi sastra yang diawali dengan praktik menulis kreatif, menyanyi, menari dan praktik dialog peran. Puncak literasi yaitu pementasan drama bertema ekologi yang merupakan kolaborasi peserta didik SLB Banyumas dengan berbagai jenis disabilitas. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini terbukti memberikan manfaat bagi ABK SLB Banyumas yaitu memperkenalkan konsep ekologi melalui karya sastra yang dapat membantu memahami dan mengapresiasi pentingnya menjaga kelestarian alam dengan cara yang kreatif dan menarik. Secara keseluruhan, sebanyak 91,4% menyatakan bahwa pelatihan apresiasi sastra bertema ekologi ini tidak hanya meningkatkan wawasan dan keterampilan literasi anak berkebutuhan khusus, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan dan mempromosikan inklusivitas dalam pendidikan. Selain itu, kegiatan pengabdian ini relevan dengan tujuan nasional yaitu SDGs 4,10 dan Asta Cita 4.