Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Gamifikasi Media Pembelajaran untuk Siswa Tuna Rungu Wicara di Sekolah Luar Biasa B Yakut Purwokerto Yogiek Indra Kurniawan; Uki Hares Yulianti; Nadia Gitya Yulianita; Muhammad Naufal Faza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 5 (2022): JPMI - Oktober 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.948

Abstract

Sekolah Luar Biasa (SLB) B (“B” untuk Kategori Tuna Rungu dan Wicara) Yakut Purwokerto adalah sebuah sekolah untuk siswa tuna rungu wicara yang terletak di daerah Kranji, Banyumas, Jawa Tengah. Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan kepada pihak sekolah, terdapat permasalahan utama di SLB B Yakut Purwokerto, yaitu di bidang pendidikan dan pembelajaran yang menjadi sebuah kesulitan bagi guru-guru di SLB tersebut dikarenakan pembelajaran digunakan untuk anak tuna rungu wicara, tetapi media pembelajaran yang tersedia hanya buku maupun modul standar yang menyulitkan dalam pembelajaran. Solusi yang dapat diberikan kepada SLB B Yakut Purwokerto sekaligus tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membangun dan memberikan media pembelajaran alternatif berupa game edukasi interaktif yang dapat digunakan oleh siswa tuna rungu wicara di SLB tersebut. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini secara umum terbagi menjadi beberapa tahapan, yaitu : focus discussion group dengan pihak sekolah, pembuatan game edukasi, pelatihan game edukasi kepada guru, implementasi game edukasi kepada siswa tuna rungu wicara, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah game yang dapat digunakan oleh guru dalam mengajar siswa SLB B Yakut Purwokerto sebagai media alternatif dalam belajar. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan kuesioner, didapatkan nilai akhir 86,25% dengan indicator kategori “Sangat Baik”, yang menunjukkan bahwa game edukasi ini dapat digunakan untuk proses belajar mengajar di SLB B Yakut Purwokerto.
Speech Acts and Its Translation Accuracy in Bilingual Fables Usep Muttaqin; Nadia Gitya Yulianita; Uki Hares Yulianti
J-Lalite: Journal of English Studies Vol 1 No 2 (2020): December
Publisher : Program Studi Sastra Inggris Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jes.2020.1.2.3621

Abstract

The study aims to analyze the type of speech act found in bilingual fables and its translation accuracy. The theory of Searle (1969) on the classification of speech act and the instrument of translation accuracy from Nababan et. al. (2012) are used in the study. It is a descriptive qualitative research with embedded-case study. Several fables books from several different publishers are taken as the data source. The result shows that there are seven pairs of speech act found in both SL and TL utterances, namely directive – directive, representative – representative, expressive - expressive, commissive – commissive, directive - representative, expressive – representative, and expressive directive. The first four pairs are in the same type of speech act whereas the last three pairs have different types of speech acts between SL and TL utterances. Those pairs with the same type of speech act are mostly translated accurately while those pairs with different type of speech act are translated less accurately and inaccurately.
Pengembangan Buku Fabel Dwibahasa Bermuatan Pendidikan Karakter bagi Siswa SD Kelas Dasar Yulianti, Uki Hares; Subyantoro, Subyantoro; Pristiwati, Rahayu
Jurnal Sastra Indonesia Vol 11 No 3 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v11i3.61287

Abstract

Literasi di Indonesia yang bisa dikatakan masih cukup rendah inilah yang menjadi masalah dalam pendidikan di Indonesia. Aktivitas membaca menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan literasi. Hal ini tentunya diperlukan buku yang menarik siswa untuk membaca. Melalui buku fabel dengan menghadirkan cerita yang ringan dan singkat untuk menarik siswa kelas dasar untuk membaca. Buku fabel juga menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter sebagai pondasi awal membentuk karakter anak. Buku fabel ini disajikan juga menggunakan dwibahasa yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dan bahasa jawa sebagai wujud melestarikan kebudayaan daerah yang beragam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian research & development (R&D) model Borg & Gall. Hasil awal berupa prinsip pengembangan buku meliputi prinsip kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikaan berdasarkan hasil analisis kebutuhan. Produk pengembangan buku cerita fabel dwibahasa bermuatan pendidikan karakter bagi Siswa Kelas Dasar ini juga dapat digunakan sebagai buku penunjang dalam proses pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah. Buku fabel ini selain sebagai sarana untuk memupuk nilai pendidikan karakter pada siswa juga sebagai sarana hiburan untuk meningkatkan imajinasi siswa dengan tujuan kesenangan. Buku fabel ini juga menggunakan dwi bahasa yang melatih siswa melancarkan bahasa Indonesia juga mengenalkan bahasa daerah yaitu bahasa Jawa sesuai kurikulum merdeka.
Analisis Kebutuhan dan Perancangan Perangkat Pembelajaran Digitalisasi Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Tingkat Pemula Yulianti, Uki Hares
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v7i1.8473

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan teknologi informasi dan perangkat lunak pendidikan yang interaktif dikemas ke dalam digitalisasi pembelajaran. Saat ini perangkat pembelajaran masih dibuat secara tradisional belum terdigitalisasinya perangkat pembelajaran. Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau biasa disingkat BIPA merupakan sebuah program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia bagi penutur asing. Saat ini masih terbatas perangkat pembelajaran yang sudah terdigitalisasi. Perangkat pembelajaran belum bisa diakses oleh pengajar, pemelajar BIPA secara terbuka. Hal ini dikarenakan belum ada e-learning yang digunakan untuk mendigitalisasi perangkat pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsi kebutuhan dan prototipe pengembangan perangkat pembelajaran digital bahasa Indonesia bagi penutur asing tingkat pemula untuk pembelajar dan pemelajar BIPA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan research & development (R&D). Model penelitian yang digunakan mengacu pada desain model ADDIE terdiri dari lima tahap, yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Upaya kebutuhan penelitian ini disesuaikan dengan tujuan dan kondisi penelitian yang sebenarnya. Hasil observasi, wawancara, pengisian angket, dan FGD (Focus Group Discusion). Hasil dari penelitian: 1) kebutuhan perangkat pembelajaran digital bahasa Indonesia bagi penutur asing tingkat pemula, 2) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa RPP, sumber belajar, instrumen dan penilaian. Dari hasil angket menyatakan perlunya perangkat pembelajaran BIPA yang sudah terdigitalisasi.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Budaya Banyumas untuk Pemelajar BIPA 1 di Unsoed Nurfitri, Rahma; Yulianti, Uki Hares; Riyanton, M
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JPTI - April 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.452

Abstract

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan sebuah program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia bagi penutur asing. BIPA International Relation Office (IRO) Universitas Jenderal Soedirman menjadi salah satu lembaga pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing yang berada di Purwokerto, Banyumas. Keterbatasan bahan belajar mandiri menyebabkan pemelajar kurang aktif dalam pembelajaran. Materi dalam bahan ajar masih bersifat umum dan belum sesuai kebutuhan pemelajar sehingga membutuhkan penyesuaian. Dengan mengikuti perkembangan teknologi, pemilihan bahan ajar dalam bentuk digital dapat memuat informasi sesuai kebutuhan pemelajar tanpa terbatas ruang dan waktu. Selain itu, materi yang sesuai konteks, budaya, dan kebutuhan pemelajar dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu pemelajar untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan penduduk lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kebutuhan pengembangan bahan ajar digital bermuatan budaya Banyumas bagi pemelajar BIPA 1 di Unsoed. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu analysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Hasil analisis kebutuhan dalam penelitian ini disesuaikan dengan tujuan dan kondisi penelitian yang sebenarnya. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan wawancara dan pengisian angket. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kebutuhan pengajar dan pemelajar terhadap bahan ajar digital bermuatan budaya Banyumas bagi pemelajar BIPA 1 di Unsoed. Pengembangan bahan ajar digital diharapkan dapat memberikan kemudahan aksesibilitas bagi pengajar dan pemelajar sesuai dengan preferensi dan kebutuhan dalam pembelajaran BIPA 1. Selain itu, penggunaan bahan ajar digital diharapkan dapat meningkatkan kosakata dan memberikan pengalaman budaya Banyumasan bagi pemelajar BIPA.
Pengembangan E-book Keterampilan Membaca Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing untuk Meningkatkan Literasi Mahasiswa Asing Yulianti, Uki Hares; Alviani, Dian; Melasarianti, Lalita; Sholikhati, Nur Indah
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 6 (2024): JPTI - Juni 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.469

Abstract

Bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA) merupakan suatu program yang dirancang khusus untuk memberikan pembelajaran bagi penutur asing yang hendak mempelajari bahasa Indonesia. Antusiasme warga negara asing mengalami peningkatan dalam mempelajari Bahasa Indonesia dengan peningkatan tiap tahunnya, tetapi sayangnya tidak bertambahnya bahan ajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-book digital keterampilan membaca Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) guna meningkatkan literasi mahasiswa asing tingkat menengah. Pendekatan pengembangan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Analisis awal dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan literasi mahasiswa asing tingkat menengah dalam membaca teks Bahasa Indonesia. Desain e-book dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik mahasiswa asing, termasuk elemen-elemen multimodal seperti teks, gambar, audio, dan video. Proses pengembangan melibatkan pembuatan konten e-book yang mendukung pengembangan keterampilan membaca dan pemahaman bahasa Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital diintegrasikan untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang interaktif dan beragam. Implementasi e-book dilaksanakan melalui sesi pembelajaran yang melibatkan pemelajar BIPA. Respons dan tanggapan mahasiswa terhadap e-book diamati untuk mengevaluasi efektivitasnya. Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan pengembangan e-book keterampilan membaca BIPA. Data dari evaluasi digunakan untuk mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan guna meningkatkan kualitas e-book. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan e-book dalam meningkatkan literasi mahasiswa asing dalam membaca teks Bahasa Indonesia. E-book ini juga dapat digunakan secara mandiri untuk mahasiswa asing dalam meningkatkan literasi bahasa Indonesia. Bahan ajar digital ini dapat dijadikan sumber referensi untuk pengembangan metode pembelajaran BIPA berbasis teknologi di tingkat perguruan tinggi.
Pengembangan Perangkat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia Berbasis Aplikasi Android Sebagai Media Penguatan Pembelajaran Bahasa Indonesia Yulianti, Uki Hares; Puspito, Danang Wahyu
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 1 No 2 (2018): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v1i2.1035

Abstract

The Indonesian nation is currently in a language crisis. This linguistic crisis must be addressed wisely. The purpose of this study is to describe, design, and determine the effectiveness of the Indonesian language proficiency test application based on Android as a medium to strengthen Indonesian language learning. The theory used is learning media, android, UKBI ranking, UKBI material. The method used is research and development. The data analyzed were (1) information about the level of product requirements, (2) Indonesian language proficiency test material, (3) expert assessment results, and (4) effectiveness test data or limited trials. The research instrument used was (1) needs analysis questionnaire, (2) expert testing instrument, (3) limited test instrument. The results of the study are aspects of the appearance and layout of Indonesian language proficiency test devices based on android applications as a medium of learning reinforcement obtain an average score of 79. The aspect of content and effectiveness of the Indonesian language proficiency test based on the android application as a medium for strengthening Indonesian language learning has an average score of 83.3 in the very good category.Keywords: application; Indonesian Language Proficiency Test (UKBI); based on android.
THE NEED ANALYSIS OF LEARNING ASSESMENT MODULE WITH LEARNING CYCLE 7E MODEL Yulianti, Uki Hares
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 4 No 2 (2021): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v4i2.4007

Abstract

Model learning cycle 7E merupakan salah satu model pembelajaran yang berlandaskan pada pandangan konstruktivisme. Dalam meningkatkan kemampuan belajar peserta didik secara optimal dapat dilakukan dengan memberikan materi dan serangkaian tugas dengan menggunakan modul sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian Research and Development (penelitian dan pengembangan) dari Borg dan Gall (1983:775–776) dengan tahap: (a) research and information collecting, (b) planning, (c) develop preliminary form of product, (d) preliminary field testing,(e) main product revision, (f) main field testing, (g) operational product revision, (h) operational field testing, (i) operational product revision, (j) operational field testing (k) final product revision, dan (l) dissemination and implementation. Upaya kebutuhan penelitian ini disesuaikan dengan tujuan dan kondisi penelitian yang sebenarnya. Hasil observasi, wawancara, pengisian angket, dan FGD (Focus Group Discusion). Hasil dari penelitian: menghasilkan analisis kebutuhan modul evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dengan model Pembelajaran Learning Cycle 7E yaitu (Elicit, Engage, Explore, Explain, Elaborate, Evaluate, dan Extend) (Elicit, Engage, Explore, Explain, Elaborate, Evaluate, dan Extend). Analisis yang dilakukan menghasilkan mahasiswa dan dosen membutuhkan modul evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan model pembelajaran learning cycle 7E yang disesuaikan dengan kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian, dan kelayakan kegrafikaanKeywords: Modul, Evaluasi Pembelajaran, Learning Cycle, Analisis
School Literacy Movement Through Reading Corner at SLB B Yakut Purwokerto Sholikhati, Nur Indah; Cakrawati, Laxmi Mustika; Yulianti, Uki Hares
ENGAGEMENT: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Community Empowerment and Services
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/engagement.v3i4.124

Abstract

TThe government initiated the School Literacy Movement (in Indonesian: Gerakan Literasi Sekolah or GLS) program in the Merdeka Curriculum as an effort to foster a culture of student literacy. This program requires schools to have a special program to optimize the School Literacy Movement. Meanwhile, there are obstacles in implementing the literacy movement in schools, namely the lack of literacy training for students with special needs in schools and the lack of availability of books at SLB B Yakut. With this reading corner literacy program based on local wisdom, it is hoped that this can be a solution to the problems above. The importance of literacy culture is to develop basic abilities and skills for a person in acquiring knowledge, skills, as well as forming attitudes for deaf-speech students so that they care about local wisdom culture. The purpose of carrying out this service is 1) to describe the implementation of GLS through reading corners and 2) to explain the impact of using local wisdom-based reading corners in SLB B Yakut. Methods for implementing service include: (1) approach methods taken starting from surveys, licensing, and providing motivation to teachers who will take part in training (2) program implementation methods, including the preliminary stage, socialization and audience stages, implementation stage, and monitoring stage and evaluation. As a result of this activity, students with special needs are expected to have literacy habits through reading corners at school. The strategy in the school literacy movement through reading corners prioritizes the affective social environment as a model of literate communication and conditions the physical environment to be literacy-friendly, such as making teachers role models in implementing the school literacy movement.
Jambore Literasi Sebagai Upaya Penguatan Baca Tulis bagi Siswa SLB B Yakut Purwokerto Yulianti, Uki Hares; Yulianita, Nadia Gitya; Resticka, Gita Angria
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2024.005.01.03

Abstract

There is a problem in the SLB B Yakut education report, namely that the reading skills of SLB students are still lacking. This is due to several factors, such as the implementation of the school literacy movement for deaf children at SLB B Yakut Purwokerto has not been running well, a lack of non-academic books, and teachers have not maximized learning innovations. Therefore, this community service activity aims to improve the literacy skills of SLB students, particularly those who are deaf and mute. The methods used for this community service activity include Forum Group Discussions (FGD), socialization, training, and mentoring for both teachers and SLB students. This literacy improvement activity consists of several stages, beginning with a Forum Group Discussion (FGD) between the community service team and the school, socialization of the School Literacy Movement (GLS) for SLB teachers to reactivate GLS activities, and literacy training packaged into several activities. The series of literacy training activities includes writing literacy training conducted using out-of-classroom learning methods.Furthermore, the application of technology through educational games for learning English and training in Canva for poster creation is also part of a series of literacy training activities. The service team also provides ongoing support for these activities, enabling the successful implementation of a literacy jamboree that produces various student works from the Special Education School (SLB), including poems, prose, and posters. The reading skills of SLB students have improved significantly due to the active daily participation in GLS activities, and their writing skills have also improved, as evidenced by the students' works in the form of prose, poems, and posters.