Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Dengan Metode Sonikasi Tiara Nisrina Fitri; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1166

Abstract

Kulit wajah memerlukan perawatan yang tepat untuk menjaga kebersihan, kelembapan, dan kesehatan kulit, salah satunya melalui penggunaan toner. Daun Salam yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan toner ekstrak etanol 96% daun salam menggunakan metode sonikasi. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%) konsentrasi ekstrak. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki aroma green tea. Nilai pH berada pada rentang 5,40–6,47 dan viskositas 1,29–2,75 cPs yang memenuhi standar toner. Uji kelembapan menunjukkan peningkatan kelembapan kulit dari 65,08% pada F0 hingga 77,51% pada F3. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya kemerahan, gatal, maupun pembengkakan. Uji hedonik menunjukkan formula F2 memperoleh tingkat kesukaan tertinggi sebesar 80%. Berdasarkan hasil evaluasi, F2 merupakan formula terbaik karena memiliki karakteristik fisik yang baik, mampu meningkatkan kelembapan kulit, tidak menimbulkan iritasi, dan paling disukai panelis.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Pelembab Wajah Nabila Aulia Putri; Tri Danang Kurniawan; Putri Mulia; Samwilson Slamet
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1168

Abstract

Perawatan kulit wajah merupakan upaya penting dalam menjagakesehatan kulit dan mencegah berbagai permasalahan sepertijerawat, iritasi dan kekusaman. Salah satu sediaan yang berperandalam penyempurnaan pembersihan kulit adalah toner. Penelitianini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaantoner ekstrak daun papaya (Carica papaya L.) dengan variasikonsentrasi sebagai bahan aktif. Metode penelitian yang digunakanadalah eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Ekstrak dilakukanmenggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Produk toner dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, tingkat kelembapan, potensi iritasi, serta uji hedonik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan fisik sediaan toner, memiliki bentuk yang cair, homogen dan beraroma bunga lily, dengan pH berkisaran antara 5,4– 6,5 yang sesuai dengan dengan pH fisiologis kulit yaitu (4,5–6,5). Nilai viskositas sediaan 1,23–2,64 cPs menunjukkan karakteristik sediaan toner yang sesuai dengan standar (<5 cPs). Peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan hidrasi kulit yang berkisaran 3,9% – 6,0%, dengan efektivitas tertinggi pada F3. Uji iritasi menunjukkan hasil aman untuk digunakan, dan F2 (3%) menjadi formula paling disukai berdasarkan uji hedonik panelis.
Uji Efektivitas Analgetik Ekstrak Etanol Daun Gelinggang (Cassia alata L) Pada Mencit Jantan (Mus musculus) Regina Anggun Pitri; Dwi Kurnia Putri; Vernonia Yora Saki; Tri Danang Kurniawan; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1208

Abstract

Gelinggang (Cassia alata L) mengandung metabolit sekunder yaitu, flavonoid, alkaloid yang diduga memiliki efektivitas analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgetik ekstrak daun gelinggang (Cassia alata L) pada mencit jantan (Mus musculus) dengan metode hot plate. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Gelinggang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan pemekatan dengan rotary evaporator. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, serta dua kelompok perlakuan ekstrak daun gelinggang dosis 250 mg/kgBB dan dosis 500 mg/kgBB. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati latensi. Hasil uji Anova menunjukkan (sig <0,05) yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara kelima kelompok perlakuan. Kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey untuk melihat perbedaan antara kelompok perlakuan, di mana hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak 500 mg/kgBB menunjukkan aktivitas analgesik lebih baik karena mampu meningkatkan waktu latensi secara signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif dan memberikan efek yang mendekati kontrol positif. Nilai rata-rata uji Tukey tertinggi terdapat pada kelompok positif (16,36), diikuti oleh ekstrak 500 mg/kgBB (15,92).
Uji Efektivitas Antimikroba Ekstrak Etanol 70% Biji Karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 8739, Escherichia coli ATCC 25922, dan Candida albicans Nesa Romanda Sari; Risky Hadi Wibowo; Oky Hermansyah; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1248

Abstract

Infeksi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan dunia yang signifikan, termasuk di Indonesia yang memiliki iklim tropis dan lembap, sehingga memperparah pertumbuhan berbagai mikroba berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak etanol 70% biji karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans, serta untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Efek antimikroba diuji menggunakan metode difusi cakram dengan delapan perlakuan dan tiga kali pengulangan pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Hasil skrining fitokimia dilihat melalui reaksi pengendapan dan perubahan warna yang menunjukkan adanya kandungan alkaloid, triterpenoid, dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan S. aureus dan       E. coli, tetapi tidak dapat menghambat C. albicans. Konsentrasi 75% menunjukkan zona hambat terbesar terhadap S. aureus sebesar 1,97 mm (kategori lemah) dan terhadap E. coli sebesar 8,43 mm (kategori sedang). Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis yang menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p<0,05), sehingga variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh nyata terhadap daya hambat antimikroba. Ekstrak etanol 70% dari biji karet berpotensi dikembangkan sebagai antimikroba alami di masa mendatang.
Potensi Antikanidiasis dari Ekstrak Etanol Daun dan Bunga jeruju (Acanthus ilicifolius L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans dan Candida tropicalis Asbedta Anggraini; Risky Hadi Wibowo; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia; Oky Hermansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1251

Abstract

Infeksi jamur masih menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Salah satu  jamur pathogen yang sering menyebabkan infeksi adalah Candida albicans dan Candida tropicalis. Penggunaan obat antikandidiasis sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbahan alam. Tumbuhan jeruju (A. ilicifolius L.) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antikandidiasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan potensi antikandidiasis ekstrak etanol daun dan bunga jeruju terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Candida tropicalis pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 75%. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserai pelarut etanol 70%. Uji potensi antikandidiasis dilakukan pada 8 perlakuan 3 ulangan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun dan bunga jeruju mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak bunga jeruju memiliki potensi antikandidiasis terhadap pertumbuhan C. tropicalis. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  C. tropicalis pada ekstrak bunga jeruju yaitu pada konsentrasi 75% dengan zona hambat  24,13 mm kategori sangat kuat dan pada ekstrak daun jeruju tidak memiliki daya hambat dalam menghambat pertumbuhan C. tropicalis dan C. albicans. Pada ekstrak bunga jeruju tidak mempunyai daya hambat dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Uji potensi antikandidiasis ekstrak daun dan bunga jeruju (A. ilicifolius L.) dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Kruskal-wallis. Hasil uji dari Kruskal-wallis didapatkan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,003 sehingga terdapat pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antikandidiasis. Ekstrak bunga jeruju dapat digunakan sebagai sediaan farmasi atau antikandidiasis sintetis dimasa depan.
Analisis Penyalahgunaan Formalin Pada Tahu Putih Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Guntur Saputra; Putri Mulia; Dwi Kurnia Putri; Ikhsan Ikhsan; Oky Hermansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1267

Abstract

Penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet pada pangan masih ditemukan pada tahu putih yang dijual di pasar tradisional dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya formalin serta menentukan kadar formalin pada tahu putih di pasar tradisional Kota Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 12 tahu putih yang diambil dari tiga pasar tradisional yaitu Pasar Panorama, Pasar Minggu, dan Pasar Kaget Pematang Gubernur. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi KMnO₄, asam kromatofat, dan pereaksi Schiff, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 590 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 12 sampel (25%) positif mengandung formalin, sedangkan 9 sampel (75%) negatif formalin. Kurva kalibrasi menghasilkan persamaan regresi linear y = 0,0775x + 0,0957 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,998 yang menunjukkan linearitas sangat baik. Hasil penetapan kadar formalin pada sampel positif berturut-turut sebesar 6,02%, 6,56%, dan 9,36%. Keberadaan formalin pada tahu putih menunjukkan masih adanya penyalahgunaan bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaannya dalam makanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih terdapat tahu putih yang mengandung formalin di pasar tradisional Kota Bengkulu sehingga diperlukan peningkatan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan pangan.
Analisis Cemaran Colifrom Dan Escherichia coli Pada Buah Potong (Rujak) Di Pantai Panjang, Kota Bengkulu Melalui Pendekatan Metode KIT dan MPN Betta Nirwana; Sipriyadi Sipriyadi; Rose Intan Perma Sari; Tri Danang Kurniawan; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1309

Abstract

Buah potong (rujak) merupakan salah satu makanan siap saji yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi mikrobiologi akibat proses pengolahan dan penyimpanan yang kurang higienis. Keberadaan bakteri Coliform dan Escherichia coli pada pangan dapat menjadi indikator rendahnya sanitasi serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cemaran bakteri Coliform dan Escherichia coli pada buah potong (rujak) yang dijual di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu serta membandingkan efektivitas metode Compact Dry EC (KIT) dan metode Most Probable Number (MPN). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 10 pedagang rujak. Analisis dilakukan menggunakan metode KIT untuk mendeteksi jumlah koloni bakteri dan metode MPN melalui uji penduga, uji penguat, serta uji pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 10 sampel positif terkontaminasi Escherichia coli. Metode KIT menunjukkan jumlah bakteri tertinggi sebesar 800 CFU/mL, sedangkan metode MPN menunjukkan nilai tertinggi ≥1898/100 mL. Uji pelengkap pada media EMBA menunjukkan terbentuknya koloni hijau metalik yang mengindikasikan adanya Escherichia coli. Berdasarkan hasil tersebut, sebagian sampel buah potong (rujak) di Pantai Panjang Kota Bengkulu belum memenuhi standar keamanan pangan secara mikrobiologis.
Analisis Penyalahgunaan Formalin Pada Mie Basah Yang Di Jual Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Syahbananda Zulyan Palse; Putri Mulia; Tri Danang Kurniawan; Ikhsan Ikhsan; Suci Rahmawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1326

Abstract

Mie basah merupakan salah satu pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena praktis dan ekonomis. Namun, masih ditemukan penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet pada mie basah, formalin dilarang digunakan dalam pangan karena berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyalahgunaan formalin pada mie basah yang dijual di Pasar Tradisional Kota Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan sampel sebanyak 12 mie basah  yang diambil dari Pasar Tradisional di Kota Bengkulu. Uji kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi Schiff, KMnO₄, dan asam kromatofat. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dari 12 sampel mie basah, terdapat 4 sampel positif mengandung formalin, yaitu sampel B1, B2, C1, dan C4.  Pada uji kuantitatif  menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 590 nm. Kurva kalibrasi yang diperoleh memiliki persamaan regresi y = 0,0775x + 0,0957 nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,996 menunjukkan hubungan linear yang baik antara konsentrasi dan absorbansi. Hasil uji kuantitatif kadar formalin pada sampel B1 sebesar 0,00319 mg/g, sampel B2 sebesar 0,005655 mg/g, sampel C1 sebesar 0,005036 mg/g, dan sampel C4 sebesar 0,003642 mg/g. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa masih terdapat formalin pada mie basah yang dijual di pasar tradisional Kota Bengkulu.
Pengaruh Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Zat Besi dengan Perilaku Pencegahan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Hulu Palik Bengkulu Utara Hera Olani Jaya Ningsih; Dessy Triana; Suci Rahmawati; Dwi Kurnia Putri; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1345

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah, serta kematian ibu dan janin. Pengetahuan ibu hamil mengenai tablet zat besi berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi dengan perilaku pencegahan anemia di wilayah kerja Puskesmas Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 120 ibu hamil yang mendapatkan tablet zat besi, dengan sampel sebanyak 92 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner perilaku pencegahan anemia, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (73,9%), berpendidikan SMA/SMK (53,3%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (45,7%). Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 57 responden (62,0%), sedangkan perilaku pencegahan anemia sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 70 responden (76,1%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan anemia. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki ibu hamil mengenai manfaat, cara konsumsi, dan pentingnya tablet zat besi, maka semakin baik pula perilaku yang dilakukan dalam upaya pencegahan anemia selama kehamilan. Namun demikian, perilaku pencegahan anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, motivasi, peran tenaga kesehatan, dan pola makan sehari-hari.
Comparison study of vitamin c content in various brands of calamansi syrup from Bengkulu City using UV-Vis Spectrophotometry Mauliani Dwi Nathasyah; Putri Mulia; Samwilson Slamet; Tri Danang Kurniawan; Tika Hardini
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i2.2120

Abstract

Calamansi oranges are a good source of vitamin C with high content of 27.43/100 g. Calamansi oranges are commonly processed into calamansi syrup. Calamansi syrup is one of flagship products of Bengkulu City, but information regarding the vitamin C content is not listed on the product packaging. This study aims to compare the vitamin C content of calamansi syrup from various brands in Bengkulu City using UV-Vis spectrophotometry. The study involves five samples of calamansi syrup from different brands. Qualitative analysis was conducted using 0.1% KMnO4, Iodine, and FeSO4 reagents, which showed that all five samples tested positive for containing vitamin C. The determination of the maximum wavelength was done at 265 nm with the regression equation y = 0.0659x + 0.0631 and R2 value of 0.9923. The vitamin C content obtained was 1.681% for Sample A, 5.880% for Sample B, 2.342% for Sample C, 1.979% for Sample D, and 2.478% for Sample E. The Kruskal-Wallis statistical analysis showed a significant difference among the samples (p < 0.05), indicating that the vitamin C content varies among the different brands. In conclusion, the five brands of calamansi syrup available in Bengkulu City contain vitamin C with varying levels.