Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

POLA PELESAPAN UNSUR BAHASA INDONESIA: STUDI KASUS OPINI KOMPAS Antonius Anton Nesi; Max Regus; Yuliana Jetia Moon
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.40811

Abstract

Abstrak Dalam konstuksi sebuah wacana senantiasa terdapat unsur bahasa yang dilesapkan atau dihilangkan penulisnya. Unsur bahasa yang dilesapkan itu bisa berupa kata, frasa, atau klausa yang menduduki fungsi sintaksis tertentu. Kajian tentang pelesapan unsur bahasa Indonesia dianggap urgen mengingat hingga saat ini pola pelesapan bahasa Indonesia belum banyak diwacanakan di dalam kajian-kajian kebahasaan, juga belum dibakukan di dalam tata bahasa baku bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pelesapan unsur bahasa Indonesia, sebuah studi kasus pada kolom opini Kompas. Pengumpulan data penelitian ini memanfaatkan metode simak yang diterapkan melalui teknik baca dan catat. Dalam analisis data digunakan metode analisis konten yang diterapkan melalui beberapa langkah, yakni inventarisasi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi data. Hasil penelitian ini dideskripsikan sebagaimana berikut. Pertama, dalam kolom opini Kompas ditemukan pola pelesapan berupa kategori. Pada tataran kategori ditemukan pola pelesapan berupa nomina dan verba yang dilesapkan secara kataforis dan anaforis. Kedua, dalam kolom opini Kompas ditemukan juga pola pelesapan pada kalimat koordinatif berupa (1) pelesapan subjek, (2) pelesapan subjek sekaligus predikat, dan (3) pelesapan objek. Ketiga, dalam kolom opini Kompas disibak bahwa pola pelesapan unsur bahasa pada kalimat subordinatif berupa (1) pelesapan subjek pada klausa anak dan (2) pelesapan subjek pada klausa induk. Dalam kasus tertentu, pelesapan pada kalimat subordinatif bersifat lebih kompleks, yakni terjadinya pelesapan subjek pada induk dan anak kalimat, juga pelesapan subjek dan predikat pada anak-anak kalimat. Abstract In the construction of a discourse, there is always an element of language that the author erases or removes. The language elements that are applied can be words, phrases, or clauses that occupy certain syntactic functions. The study of the immersion of elements of the Indonesian language is considered urgent considering that until now the pattern of immersion in Indonesian has not been much discussed in linguistic studies, nor has it been standardized in the standard grammar of the Indonesian language. This study aims to describe the pattern of impregnation of Indonesian elements, a case study in the Kompas opinion column. The data collection of this research utilizes the observation method which is applied through reading and note-taking techniques. In data analysis, the content analysis method is used which is applied through several steps, namely inventory, identification, classification, and data description. The results of this study are described as follows. First, in the Kompas opinion column found a pattern of infiltration in the form of categories. At the category level, there is a pattern of penetration in the form of nouns and verbs which are applied cataphorically and anaphorically. Second, in the opinion column of Kompas, there are also patterns of infiltration in coordinative sentences in the form of (1) subject infiltration, (2) subject as well as predicate infiltration, and (3) object penetration. Third, in the opinion column of Kompas, it is revealed that the pattern of embracing language elements in subordinative sentences is in the form of (1) immersion of the subject in the child clause and (2) penetrating the subject in the parent clause. In certain cases, the impingement of subordinate sentences is more complex, namely the occurrence of the subject and the predicate to the subordinate sentences.
Analysis of Students’ Academic Literacy Skills: A Pilot Study on The Development of A Scientific Writing Module Based on Douglas Walton’s Witness Arguments Nesi, Antonius; Rokhman, Fathur; Rustono, Rustono; Pristiwati, Rahayu
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic literacy encompasses all literacy practices, including the scientific writing skills. This sort of writing requires critical, analytical, and evaluative thinking skills, which are closely linked to the construction of arguments within academic texts. This study aims to analyze students’ academic literacy skills as a pilot study for the development of an instructional module on scientific writing based on argumentation. The type of argumentation used in this study is the witness argument model proposed by Douglas Walton. A qualitative approach was employed through document study. The data sources for this research included the course syllabus and students’ journal article manuscripts. Content analysis was used for data analysis, involving procedures of data collection, reduction, and verification. The research findings are described as follows. First, the Academic Literacy course syllabus was designed to incorporate three competencies at the lower taxonomy levels (C1 and C2), four competencies at the medium levels (C3 and C4), and seven competencies at the higher levels (C5 and C6). Second, the representation of the witness argument type in students’ journal articles included expert opinion arguments, analogy arguments, practical reasoning arguments, fact-hypothesis arguments, exception arguments, and precedent arguments. The results of this pilot study may serve as a foundation for further research, particularly in the development of an instructional module for scientific writing based on the witness argument model.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI LISAN TAKANAB: KAJIAN EKOLINGUISTIK Antonius Nesi; R. Kunjana Rahardi; Pranowo
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memerikan nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi lisan Takanab berdasarkan perspektif ekolinguistik. Perspektif ekolinguistik didukung dengan studi etnografi komunikasi. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode simak, teknik catat (linguistik). Metode dan teknik itu dipadukan dengan metode percakapan etnografis, teknik rekam (etnografi). Dalam analisis data digunakan metode padan ekstralingual, teknik analisis kontekstual. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa kearifan lokal dalam tradisi lisan Takanab termanifestasi melalui kearifan local berwujud nyata (tangible) berupa batu dan air, kain tenun motif, dan rumah adat; juga melalui kearifan lokal tidak berwujud nyata (intangible) berupa bidal, perumpamaan, petuah, dan syair. Setiap wujud kearifan lokal itu memanifestasikan nilai-nilai luhur yang mencerminkan penghayatan budaya kolektif masyarakat Dawan.
ELIPSIS PADA WACANA TENTANG COVID-19 DALAM KOLOM OPINI SURAT KABAR KOMPAS Rampung, Bonefasius; Nesi, Antonius; Sii, Petrus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v12i2.785

Abstract

This study aims to describe the ellipsis construction or removal of language elements in the discourse about corana virus diseases (Covid-19) in the Kompas newspaper opinion column. The discourses analyzed were sourced from Kompas opinions published from March to April 2020. The method used in data collection was the refer to method (read), which was applied through the note taking technique. The stages of data collection in this study, namely the inventory, identification and classification of data. The method of data analysis in this study is the agih method, which is applied with the technique of fade and replace for direct elements. Stages of data analysis in this study, namely reduction, interpretation, presentation, and discussion of the results of data analysis. The results of this research data analysis show that the ellipsis construction in the discourse about Covid-19 in the Kompas newspaper opinion column consists of the subject ellipsis, the subject ellipsis as well as the predicate, and the object ellipsis in equivalent (coordinative) compound sentences. Meanwhile, the ellipsis compound compound (subordinate) occurs in the function of the subject, both in the child clause (clause) and in the parent clause (parent sentence). Both in equivalent compound sentences and in multilevel compound sentences, the elements in each function are written in words both cataphoric and anaphoric.
VARIASI ARGUMEN SAKSI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS ILMIAH BAGI MAHASISWA Antonius Nesi; Subyantoro; Rahayu Pristiwati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/75b7j207

Abstract

Salah satu karakteristik artikel ilmiah ialah adanya variasi argumen sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah seorang penulis terhadap isi artikelnya. Argumen dapat dikatakan berhasil apabila sebuah pernyataan dapat dibentengi dengan aneka alasan dan bukti (argumen yang variatif). Melalui konstruksi argumen yang variatif, pembaca dapat diyakinkan bahwa masalah yang diangkat terselesaikan secara ilmiah. Artikel ini menelaah variasi ‘argumen saksi’ dalam pembelajaran menulis ilmiah bagi mahasiswa. Teori dasar yang digunakan ialah model argumen saksi Douglas Walton. Variasi argumen saksi sebagai acuan dasar untuk pembelajaran menulis ilmiah dianggap urgen mengingat argumen saksi ternyata bukan hanya berwujud argumen pendapat ahli saja sebagaimana selama ini dibuat kebanyakan penulis, tetapi masih terdapat jenis argumen lain untuk membentengi pernyataan posisi. Artikel ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, yakni telaah dokumen dan literatur-literatur yang relevan. Berdasarkan hasil telaah ditemukan tiga hal. Pertama, dalam pembelajaran menulis ilmiah dapat dibuat variasi argumen pendapat ahli dalam wujud argumen pendapat ahli 1, argumen pendapat ahli 2, dan argumen pendapat ahli 3. Selanjutnya, sebagai bentuk persuasi dapat ditambahkan argumen analogi dan argumen penalaran praktis. Kedua, dalam pembelajaran menulis ilmiah, argumen fakta-hipotesis dapat dibuat variasinya berupa argumen pendapat ahli 1, argumen pendapat ahli 2, argumen pendapat ahli 3, argumen preseden, dan argumen pengecualian. Ketiga, bentuk variasi lain untuk argumen penalaran praktis, yakni argumen analogi, argumen preseden, argumen pendapat ahli 1, dan argumen pendapat ahli 2. Melalui konstruksi argumen yang variatif, artikel yang dihasilkan mahasiswa memenuhi kepatutannya (bereputasi).
Tinjauan Kritis Statements Para Tokoh Tentang Kasus Tanah Golo Mori dalam Pemberitaan Media Massa Daring (Critical Review of Personages Statements About the Golo Mori Land Dispute in the Online Mass Media Reportation) Antonius Nesi; Tati Sri Uswati; B Wahyudi Joko Santoso
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.9271

Abstract

This study aims to critically review the statements of personages related to the land dispute Golo Mori in West Manggarai, Nusa Tenggara Timur, at the online mass media consists of Kompas.com, Cnnindonesia.com, Poskupang.com, and Voxntt.com. In collecting data the researchers used the listening method, reading, and note-taking techniques. In analyzing the data, the researcher used the content analysis method which was applied through the stages of identification, classification, and meaning of the data. The results showed that the statements of the characters were always repeated; use passive sentences and negative sentences that refer to certain meanings. Each media is unique in its reporting. Two national online media focused more on the authorities, while the other two regional media focused on victims and advocates. Land dispute resolution is actually an ancestral heritage that should be considered as a cultural norm in conflict resolution.Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara kritis statements para tokoh dalam pemberitaan media massa online yang secara khusus memberitakan sengketa tanah Golo Mori di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Media massa online yang ditinjau adalah Kompas.com, Cnnindonesia.com, Poskupang.com, dan Voxntt.com. Dalam pengumpulan data, digunakan metode simak, teknik baca dan catat. Analisis data menggunakan metode analisis isi yang diterapkan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan pemaknaan data. Hasil penelitian ini dideskripsikan sebagai berikut. Pada tahap deskripsi, ditemukan bahwa di dalam beberapa pernyataan para tokoh, terdapat kosakata yang selalu diulang atau berlebihan; terdapat juga fitur linguistik yang berkorelasi makna secara antonimi dan konotatif. Pada aspek tata bahasa, ditemukan formulasi kalimat pasif dan kalimat negatif yang merujuk pada makna tertentu. Pada tahap interpretasi disibak bahwa terdapat hubungan antarteks yang saling berterima. Pada pihak lain, ditemukan juga pernyataan lain yang bersifat naratif tetapi memiliki struktur yang rapi. Dari sisi posisi media, masing-masing media memiliki keunikan di dalam pemberitaannya. Dua media online nasional lebih menyoroti pihak aparat, sedangkan dua media regional lainnya menyoroti korban dan advokat. Pada bagian eksplanasi dipaparkan mengenai konteks sosial dan budaya, terutama sistem pembagian tanah dalam budaya Manggarai, termasuk peran struktur Gendang sebagai warisan leluhur.
The Effect of Pair Storytelling on Creative Writing Skills in Islamic Elementary Education Atrianing Yessi Wijayanti; Antonius Nesi; Suntoro
JPI: Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): January-April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v6i2.2107

Abstract

This study aimed to examine the effect of the paired storytelling learning model on the creative writing skills of fifth - grade students at Istiqomah Islamic Elementary School, West Ungaran District, Semarang Regency. A quantitative quasi - experimental design was employed using a nonequivalent control group design. The study involved all 68 fifth - grade students selected through saturated sampling, consisting of 33 students in class V A as the control group and 35 students in class V B as the experimental grou p. The independent variable was the paired storytelling learning model, while the dependent variable was students’ creative writing skills. Data were collected using a creative writing test and analyzed through prerequisite tests, including normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using a t - test. The results showed that the paired storytelling learning model had a significant effect on students’ creative writing skills, as indicated by the t - count value, which was higher than the t - ta ble value (5.145 > 2.000). Therefore, the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. These findings indicate that paired storytelling is an effective instructional model for improving elementary students’ creative writing skills. The study contributes empirical evidence that collaborative storytelling activities can support students in developing ideas, organizing narratives, and expressing imagination more creatively in written form.