Claim Missing Document
Check
Articles

ADAPTASI VISUAL MOTIF BATIK TUTUR DENGAN TEKNIK BORDIR KERANCANG PADA KEBAYA MODIFIKASI Putri, Andini Pramestisya; Yuningsih, Sari; Rosandini, Morinta
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan motif yang beragam, salah satunya adalah motif batik Tutur dari Kabupaten Blitar yang diadaptasi dari arsip kuno zaman kolonial Belanda “Batik Afkomstig Uit Blitar, 1902.” Ciri khas motif batik ini adalah bentuk binatang yang distilir. Pengaplikasian motif batik pada busana dapat dilakukan dengan mengkombinasikan motif batik sebagai media bordir. Teknik bordir, khususnya bordir kerancang, memiliki keunggulan secara visual karena serupa dengan motif batik Tutur. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi visual motif batik Tutur dan menerapkannya menggunakan bordir kerancang sebagai elemen dekoratif pada kebaya modifikasi. Metode kualitatif digunakan melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi. Berdasarkan hasil penelitian, eksplorasi dilakukan tanpa mengubah bentuk asli batik Tutur untuk mempertahankan ciri khasnya. Kebaya dimodifikasi pada bagian kerah, lengan, dan hemline namun tetap mempertahankan karakter dari kebaya yakni bukaan pada bagian depan dengan siluet yang simetris. Motif batik Tutur pada kebaya modifikasi dapat dicapai dengan maksimal melalui penyusunan komposisi motif yang sesuai dengan bidang pola busana. Penerapan motif batik Tutur dengan bordir kerancang melalui beberapa tahapan eksplorasi hingga menemukan hasil yang paling optimal. Kerancang yang diterapkan memiliki perbedaan dibandingkan dengan kerancang pada umumnya. Perbedaan ini terletak pada detail kerancang yang lebih kecil untuk memvisualisasikan motif batik Tutur secara optimal. Kata kunci: Motif batik Tutur, bordir kerancang, kebaya modifikasi.
PEMANFAATAN AMPAS KOPI SEBAGAI PEWARNA ALAMI DENGAN TEKNIK IKAT CELUP DAN SULAM BENANG Aliyyah, Gina Naura; Takao, Gina Shobiro; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini penggunaan kopi meluas akhir-akhir ini menjadi hal yang umum untuk dikonsumsi sehingga menghasilkan limbah melimpah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi dari sisa ampas kopi sebagai pewarna alami serta untuk mencari formula tepat untuk diaplikasikan di bidang kain dan serat benang. Metode pada penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan studi literatur observasi, wawancara dan eksplorasi. Proses eksperimen dimulai dengan mengekstrak ampas kopi Arabika, Robusta, Blend yang sudah kering kemudian dilakukan proses pencelupan pada material kain katun, katun twill, linen, tencel linen, tencel kanvas, benang katun, benang rami, dan serat nanas. Untuk menghasilkan warna bervariasi maka digunakan beberapa mordan yaitu tunjung, tawas, jeruk nipis, garam, dan kapur tohor. Hasil eksperimen dalam penelitian ini menyatakan bahwa pewarnaan dengan tiga jenis ampas kopi menghasilkan warna yang optimal, namun warna yang pekat dan merata terdapat pada jenis Arabika dan pada kain linen, tencel linen, katun twill, benang pensi, serta serat nanas. Warna yang dihasilkan adalah krem, cokelat, cokelat keabuan, cokelat kemerahmuda, abu, hijau hingga hijau tua. Dengan demikian sisa ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada material kain dan serat benang. Kata kunci: ampas kopi, ikat celup, material serat, pewarna alami, sulam benang
PEMANFAATAN BIJI ALPUKAT SEBAGAI PEWARNA ALAMI TEKSTIL DENGAN MORDAN UNTUK MENGHASILKAN MOTIF Muffidah, Hanifah; Tako, Gina Shobiro; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alpukat merupakan buah yang banyak diolah di Indonesia, dibuktikan berdasarkan data yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) produksi buah alpukat di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 874.046 ton. Tingginya jumlah produksi, tinggi pula pengolahan buah alpukat sehingga menghasilkan banyak biji alpukat yang terbuang dan tidak dimanfaatkan. Biji alpukat memiliki kandungan antosinin dan tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil. Pada penelitian ini penulis menggunakan saran dari penelitian sebelumnya untuk mengoptimalan pengeringan biji alpukat, dan karena penelitian sebelumnya menggunakan proses pencelupan kain secara tradisional saja, maka dilakukan pengolahan mordan sebagai penghasil motif. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dan kualitatif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, studi literatur, dan melakukan beberapa proses eksplorasi. Proses eksplorasi awal pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengoptimalkan penelitian terdahulu dalam mengolah sisa biji alpukat sebagai pewarna alami tekstil, dan proses eksplorasi lanjutan memiliki tujuan dalam mengolah mordan sebagai penghasil motif pada pewarna alami biji alpukat guna menambah dekorasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah lembaran kain bermotif yang dihasilkan dari pengolahan mordan dan menggunakan zat pewarna alami untuk tekstil yang berasal dari biji alpukat. Kata kunci: biji alpukat, mordan, motif, pewarna alami, teknik tekstil
PENERAPAN ELEMEN DEKORATIF DENGAN INSPIRASI MOTIF BATIK KETUPAT MANGROVE MENGGUNAKAN TEKNIK BORDIR PADA BUSANA MODEST WEAR Sadiyah, Salma Halimatus; Yuningsih, Sari; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modest wear telah menjadi gaya busana populer diberbagai negara dengan komunitas Muslim, termasuk Indonesia. Peningkatan minat terhadap modest wear mendorong desainer meluncurkan koleksi modest wear dengan inspirasi motif tradisional yang diterapkan menggunakan teknik bordir. Terdapat salah satu motif tradisional yang unik karena menggunakan ketupat sebagai ornamen utamanya yaitu batik Ketupat Mangrove. Batik Ketupat Mangrove merupakan batik yang diproduksi secara terbatas pada bulan Ramadhan. Batik ini memiliki potensi untuk diterapkan sebagai elemen dekoratif pada busana modest wear dengan menggunakan teknik bordir, menambah nilai estetis pada busana. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengembangkan elemen dekoratif pada busana modest wear dengan inspirasi motif batik Ketupat Mangrove Kutawaru dan menerapkan motif Batik Ketupat Mangrove menggunakan teknik bordir sebagai elemen dekoratif pada busana modest wear. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi. Hasil akhir eksplorasi dalam penelitian ini adalah mengadaptasi motif yang terinspirasi dari motif Batik Ketupat Mangrove, dikomposisikan berdasarkan hasil analisis brand pembanding dan bentuk pada desain busana kemudian diterapkan sebagai elemen dekoratif pada koleksi busana modest wear modern bergaya feminine romantic yang terdiri dari 3 look dengan siluet busana I dan H menggunakan teknik bordir manual. Kata Kunci : modest wear, motif batik ketupat mangrove, bordir, elemen dekoratif.
PENERAPAN ELEMEN DEKORATIF DENGAN INSPIRASI BATIK MANGROVE KUTAWATU MENGGUNAKAN TEKNIK STENSIL PADA BUSANA MODEST WEAR Khaira, Syarifah Niswatul; Yuningsih, Sari; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan umat muslim di Indonesia telah mendorong pesatnya tren busana modest wear. Para desainer modest wear ternama telah berhasil memadukan elemen tradisi dan modernitas dalam karya-karya mereka. Hal ini tercermin dari penerapan elemen dekoratif berupa motif nusantara seperti batik, yang menjadi salah satu unsur dominan dalam busana modest wear. Salah satu motif batik yang menarik untuk dikaji lebih lanjut adalah Batik Mangrove Kutawaru, yang terinspirasi dari keindahan ekosistem bakau. Motif ini menawarkan tampilan visual yang unik dan khas dalam industri batik di Kutawaru, Cilacap. Namun demikian, penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih inovatif dengan mengadopsi teknik stensil untuk memvisualisasikan motif Batik Mangrove Kutawaru dalam busana modest wear. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengembangkan, dan mengevaluasi efektivitas pengolahan motif Batik Mangrove Kutawaru menggunakan teknik stensil dalam menciptakan produk fashion modest wear. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah terciptanya tiga look koleksi busana modest wear modern dengan gaya fashion feminine romantice, yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung nilai budaya melalui penerapan elemen dekoratif berupa motif Batik Mangrove Kutawaru. Kata kunci: elemen dekoratif, batik mangrove kutawaru, stensil, modest wear
PENERAPAN ELEMEN DEKORATIF SULUR BAKAU KEBAYA DENGAN TEKNIK BORDIR Zahra, Siti Fairunisya; Yuningsih, Sari; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebaya sebagai salah satu pakaian tradisional yang memiliki pesan dan filosofi yang terkandung dari setiap siluet bentuk busananya. Setiap jenis penerapan motif pada busana Kebaya memiliki ciri khas tersendiri. Peneliti melihat peluang bahwa tidak harus meletakkan penempatan motif sesuai ciri khas dari jenis kebaya, hal ini dilakukan agar tidak monoton. Sehingga peneliti dapat mengembangkan penerapan elemen dekoratif yang terinspirasi oleh motif batik Kutawaru, Cilacap, yaitu motif Sulur Bakau pada bentuk busana Kebaya dengan menggunakan teknik bordir. Tujaun dari penelitian ini adalah penerapan motif dengan menciptakan komposisi baru dari motif Sulur Bakau pada busana Kebaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa Observasi, Wawancara, Studi Literatur, dan Eksplorasi. Hasil akhir dari penelitain ini berupa koleksi busana Kebaya nusantara motif Sulur Bakau dengan penggunaan teknik bordir. Harapan penelitian selanjutnya agar dapat mengeksplorasi insprirasi motif nusantara seperti ragam hias fauna atau geometris, menggunakan penambahan teknik reka latar digital print, pemahaman mendalam mengenai pola busana dan pecah pola. Kemudian, pada proses produksi memberi tanda agar tidak salah dalam penempatan. Kata kunci: penerapan elemen dekoratif, kebaya, sulur bakau, bordir
PENERAPAN MOTIF BATIK KEMBANG GOYANG BEKASI PADA KEBAYA DI UMKM TELAGA BATIK Luthfiyah, Rifa Rifdah; Yuningsih, Sari; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu kebutuhan dari UMKM Telaga Batik Bekasi dalam perancangan busana yang mengadaptasi motif batik Bekasi. Salah satunya motif batik kembang goyang untuk kegiatan Abang Mpok Kabupaten Bekasi. Busana yang biasa digunakan dalam kegiatan abang mpok diantaranya adalah kebaya, salah satu ciri khas kebaya adalah dominasi teknik bordir sebagai elemen dekoratif pada bagian – bagian kebaya. Sehingga dapat dirumuskan dalam penelitian ini bahwa bagaimana merancang busana kebaya UMKM Telaga Batik untuk kegiatan Abang Mpok Kabupaten Bekasi dengan mengadaptasi visual motif batik kembang goyang, serta penerapannya menggunakan teknik bordir. Tujuan penelitian ini adalah memberikan solusi perancangan busana kebaya yang mengadaptasi motif batik kembang goyang dengan penerapan motif menggunakan teknik bordir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka melalui buku, jurnal, artikel, observasi, wawancara dan eksplorasi. Dari data tersebut didapat hasil berupa perancangan satu koleksi kebaya encim dengan material organza yang dimodifikasi namun tetap mempertahankan ciri khasnya, menggunakan adaptasi motif batik kembang goyang Bekasi dibuat secara digital sebagai elemen dekorasi yang kemudian dikomposisikan dan diterapkan pada bagian kebaya dengan peletakan komposisi yang berbeda menggunakan teknik bordir. Kata kunci: kebaya, motif kembang goyang, teknik bordir
PENERAPAN MOTIF BATIK POHON ASEM MENGGUNAKAN TEKNIK BORDIR DALAM BUSANA READY TO WEAR UNTUK UMKM TELAGA BATIK Amelia, Dwi Rizki; Yuningsih, Sari; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telaga batik adalah salah satu UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang berfokus pada bidang kebudayaan melalui produksi batik. Motif batik bekasi pada saat ini hanya diterapkan pada lembaran kain seperti batik tulis dan batik cap. Batik cap menjadi ciri khas batik bekasi dengan warna-warna cerah seperti biru, merah, hijau dan ungu. Motif batik yang terinspirasi dari kearifan lokal dan kebudayaan seperti motif Gedung Joeang, Pohon Asem, dan Kembang Goyang. Selama empat tahun terakhir, Telaga Batik telah berkolaborasi dengan paguyuban Abang-Mpok Bekasi sebagai pemasok kain batik untuk kegiatan acara mereka. Dalam upaya memperkaya ragam busana dan mempromosikan motif batik bekasi, terdapat potensi untuk menerapkan motif batik pohon asem dengan teknik bordir sebagai alternatif busana ready to wear. Hal ini menjadi peluang untuk mengadaptasi motif batik bekasi dengan teknik bordir. Motif Batik Pohon Asem ini memiliki karakteristik elemen batang, buah dan daun yang menarik untuk dipadupadankan dalam busana ready to wear. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu melakukan observasi, wawancara, pengumpulan data secara literatur dan eksplorasi. Tujuan penelitian ini ialah menerapkan motif batik pohon asem menggunakan teknik bordir pada busana ready to wear. Kata kunci: bordir, motif batik pohon asem, ready to wear
PENGOLAHAN PLASTIK MIKA PVC SISA BAHAN BAKU TOKO JUMBO TEKSTIL MENGGUNAKAN KOMBINASI TEKNIK REKA RAKIT MENJADI AKSESORI FESYEN Azahra, Mutiara; Oetari, Jeng; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketertarikan industri kreatif di bidang fesyen memperkuat perkembangan ketersediaan berbagai bahan baku, seperti plastik mika PVC (Polyvinyl chloride). Namun, proses penyedia bahan baku sering menghasilkan sisa bahan baku yang tidak terpakai secara optimal. Berdasarkan penelitian terdahulu, plastik mika PVC dapat dikembangkan dengan teknik pewarnaan dan tekstur pada permukaan material untuk menghasilkan produk seperti alas kaki dan tas. Faktor-faktor yang dapat diubah dalam proses pengembangan meliputi unsur bahan, warna, dan komposisi. Dengan demikian, penelitian ini berpotensi mengembangkan komposisi dalam pengolahan material sisa bahan baku plastik mika PVC menjadi aksesori fesyen yang lebih eksploratif menggunakan teknik reka rakit. Tujuan dari penelitian ini menciptakan pengolahan bahan baku mika PVC menggunakan variasi teknik reka rakit dengan inovasi dalam eksplorasi komposisi yang dapat diterapkan pada teknik menjadi aksesori fesyen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa studi literatur, observasi material dengan wawancara dan analisis brand, serta eksplorasi pada material bahan sisa plastik mika PVC. Proses eksplorasi menemukan teknik yang paling optimal, yaitu teknik anyam sebagai bidang alas karena Karakteristik dari eksplorasi lembaran anyam yaitu fleksibel, tipis dan halus sehingga dapat bersentuhan dengan kulit sehingga dapat dijadikan lembaran alas produk aksesori. Teknik crochet sebagai bidang kontruksi maupun dekoratif di bidang yang lebih luas karena karakteristik yang kokoh, tebal serta kuat, dan teknik heat felting sebagai unsur dekoratif yang lebih kecil. Hasil dari penelitian ini adalah produk aksesori bergaya futuristic dan Art of Beat menggunakan bahan sisa plastik mika PVC dengan teknik reka rakit melalui penerapan komposisi pada tas, alas kaki, headpiece, dan ikat pinggang. Kata kunci: aksesori fesyen, reka rakit, sisa bahan baku plastik mika PVC.
PERANCANGAN BUSANA KEBAYA DENGAN PENERAPAN MOTIF BATIK TUTUR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BORDIR Meiyevi, Nadia Mutiara; Yuningsih, Sari; Rosandini, Morinta
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebaya sebagai pakaian tradisional Indonesia kini menjadi tren di kalangan anak muda, yang menunjukkan kreativitas dalam penggunaannya. Selain kebaya, batik juga merupakan warisan budaya asli indonesia yang diterima luas di masyarakat dunia. Salah satu motif batik, yakni batik tutur yang berasal dari Blitar, memiliki keunikan dengan bentuk binatang yang berbeda dari bentuk aslinya. Motif batik tutur selama ini hanya dikembangkan dengan teknik batik tulis, batik cap, dan digital printing tanpa eksplorasi lebih lanjut seperti teknik bordir. Ini membuka peluang untuk menerapkan motif batik tutur pada busana kebaya menggunakan teknik bordir. Berdasarkan hasil observasi, busana kebaya didesain tanpa adanya modifikasi yang bertujuan untuk mempertahankan bentuk asli kebaya. Disamping itu, pada eksplorasi motif batik tutur Awu Nanas dilakukan tanpa adanya perubahan yang signifikan untuk mempertahankan ciri khasnya. Penerapan motif batik tutur menggunakan teknik bordir manual melalui beberapa tahapan hingga menemukan hasil bordir yang optimal. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengolah komposisi motif batik tutur untuk diterapkan pada bidang busana kebaya dengan mengaplikasikan teknik bordir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah koleksi dari busana kebaya dengan berbagai penempatan komposisi motif batik tutur pada busana menggunakan teknik bordir. Kata Kunci: kebaya, teknik bordir, Batik Tutur
Co-Authors Achmad Haldani Destiarmand Agni Agustin Ahda Yunia Sekar Fardhani Aliyyah, Gina Naura Amelia, Dwi Rizki Arini Arumsari Arroehan, Nurul Jannah Asep Andang, Asep Az-zahra, Fakhrina Fadhilla Azahra, Mutiara Azhar, Afra Syahra Nabilah Azzahra, Tasya Shafa Berliana, Intan Chandra Tresnadi Cinta, Dwi Putri Citra Puspitasari Dewi, Syifa Kusuma Dhiba, Farah Elisabet Prisilia Hokianti F, Ahda Yunia Sekar Fadhilaturrahmah Fadhilaturrahmah, Fadhilaturrahmah Faradillah Nursari Fatimah, Ghefira Nur Gina Shobiro Takao Gunawan, Zahwa Fani Haniah, Salma Hanifa, Ulqiya Millati Haris, Adiva Rumaisa Almira Iskandar, Syaqinatha Shalsaleha Ismayanti, Rizka Jeng Oetari Kemit, Meili Regina Br Kendisa, Kendisa Khaira, Syarifah Niswatul Khansa, Liandra Lathizaifah, Nurannisa Liandra Khansa Utami Putri Lowti, Eny Luthfiyah, Rifa Rifdah Manurung, Murni Meiyevi, Nadia Mutiara Mina, Zuhaida Maktsal Mochammad Sigit Ramadhan Morinta Rosandini Muffidah, Hanifah Nabila, Azza Nadya Putri Rahma Tsani Nurul Hiron, Nurul Paramitha, Cicha Prawita, Rosada Intan Putri, Andini Pramestisya Putri, Aninditha Tri Putri, Nabiilah Andini Ramadhan Ramadhan, M. Sigit Rasyid, Hanifah Nur Regina Simamora M Rima Febriani Rizal, Amanda Sabina, Diva Allya Sadiyah, Salma Halimatus Salsabila, Naillah Shafa Sari, Ayu Setia Sekar, Ahda Yunia Septiani, Erien Shella Wardhani Putri Shena, Novi Ari Simamora M, Regina Sugiri, Khairunnisa Khansawati Syabira, Fakhirah Rayhana Syahida, Asmak Tako, Gina Shobiro Tarung, Dinda Anugerah Pengasih Tiara Larissa Tsurayya, Reski Widia Nur Utami Bastaman Zahra, Siti Fairunisya