Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN BUSANA MODEST WEAR MENGGUNAKAN TEKNIK BLOCK PRINTING DENGAN INSPIRASI MOTIF BATIK TUTUR BLITAR Haniah, Salma; Yuningsih, Sari; Rosandini, Morinta
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren modest wear global terus berkembang, dan Indonesia kini menempati peringkat ketiga dalam belanja modest fashion dunia. Untuk mendukung tren ini, berbagai acara modest fashion digelar, seperti fashion show, bazar, dan pameran, yang menampilkan karya desainer dan brand dengan sentuhan wastra Indonesia, termasuk batik, songket, tenun, dan kain ikat. Batik Tutur Blitar, dengan motif visual khasnya, memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam modest wear. Namun, hanya sedikit desainer yang menggunakannya, dan teknik yang dipakai masih terbatas pada batik tulis, cap, dan digital printing. Penelitian ini bertujuan mengembangkan busana modest wear dengan motif Batik Tutur Blitar menggunakan teknik block printing, yang dipilih karena kemiripannya dengan batik dalam seni cetak tinggi dan kemampuannya menghasilkan kain unik melalui proses manual. Penelitian kualitatif ini melibatkan studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi media, jenis pewarna, material, desain busana, dan komposisi motif. Hasilnya menunjukkan bahwa motif Batik Tutur Blitar dapat diadaptasi menggunakan teknik block printing untuk menciptakan busana modest wear yang inovatif, berbudaya, dan sesuai tren terkini. Kata kunci: Batik Tutur Blitar, Block printing, Modest wear
ADAPTASI VISUAL MOTIF BATIK “YUSUPAN” KHAS CIWARINGIN DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING PADA KEBAYA KUTUBARU MODIFIKASI Arroehan, Nurul Jannah; Yuningsih, Sari; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren berkain dengan kebaya kutubaru modifikasi kini semakin populer dikalangan generasi muda sebagai bentuk ekspresi budaya. Kebaya kutubarumengalami perkembangan desain, terutama pada bagian lengan dan potonganbusana, sehingga tampil lebih modern tanpa menghilangkan pakem tradisional.Beberapa brand lokal seperti KCJ Official, Batik Nonik, dan Kartini’s Label turutmerespons tren ini dengan memanfaatkan motif ragam jenis floral menggunakanteknik batik cap dan digital printing. Perkembangan tersebut masih membukapeluang bagi peneliti untuk mengembangkan kebaya kutubaru dengan modifikasimenggunakan teknik digital printing, adapun inspirasi motif diambil dari motiftradisional yaitu batik Yusupan dari Ciwaringin, yang kaya akan nilai budaya JawaTengah, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai elemen dekoratifpada kebaya kutubaru modifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kebayakutubaru modifikasi dengan mengembangkan variasi bentuk busana sertamengaplikasikan motif batik Yusupan melalui teknik digital printing, sebagai inovasidesain yang tetap menjaga karakter khas kebaya kutubaru. Penelitian ini dilakukandengan metodologi kualitatif melalui pengumpulan data studi literatur, observasi,eksplorasi, dan wawancara. Hasil luaran dari penelitian ini berupa produk kebayakutubaru modifikasi dengan mengembangkan variasi bentuk dengan menerapkanmotif batik Yusupan menggunakan teknik digital printing bagi kalangan generasimuda.Kata kunci: Kebaya Kutubaru Modifikasi, Motif Batik Yusupan, Elemen Dekoratif.
PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF DENGAN PENGGAYAAN KONTEMPORER PADA PRODUK BUSANA RAJUT KAMPOENG RADJOET BINONG JATI Kendisa, Kendisa; Oetari, Jeng; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampoeng Radjoet Binong Jati merupakan salah satu kampung wisata diBandung yang telah dikenal sejak tahun 1965 sebagai sentra industri rajut. Kampungradjoet Binong Jati memproduksi berbagai macam produk rajut. Berdasarkan hasilwawancara, pengembangan desain motif pada produk rajut masih terbatas dan belummemiliki identitas yang kuat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkandesain motif yang terinspirasi dari ikon khas Kampoeng Radjoet Binong Jati denganmenerapkan komposisi motif pada penggayaan kontemporer guna memperkuat identitasdan ciri khas. Pengembagan dilakukan dengan menerapkan komposisi motif penggayaankontemporer melalui metode tossed orientation. Metode penelitian yang digunakanadalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studiliteratur, dan eksplorasi desain. Hasil penelitian menunjukan terciptanya motif barumenggunakan mesin rajut komputer, kemudian diaplikasikan pada produk busana rajutdengan dua komposisi motif. Dengan adanya pengembangan motif ini, kebutuhan mitraKampoeng Radjoet Binong Jati dapat terpenuhi, melalui inovasi desain yang lebih variatif.Penelitian ini mengembangkan dari penelitian sebelumnya yang menggunakan komposisirepetitif, dengan menghadirkan alternatif penggayaan kontemporer pada produk busanarajut yang menghasilkan susunan elemen yang lebih dinamis. Kata Kunci: pengembangan motif, penggayaan kontemporer, rajut komputer, kampoeng radjoet binong jati
PENGEMBANGAN MERCHANDISE PRODUK PAKAIAN GRIYA HARAPAN DIFABEL MELALUI METODE REDESIGN MENGGUNAKAN TEKNIK LEKAPAN DAN SULAM Ismayanti, Rizka; Oetari, Jeng; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang disabilitas sering kali menghadapi keterbatasan dalam mengaksespeluang ekonomi yang setara, termasuk dalam bidang industri kreatif. Griya HarapanDifabel (GHD) di Jawa Barat hadir sebagai wadah pemberdayaan melalui pelatihanketerampilan, salah satunya di bidang jahit dan tekstil. Namun, pakaian wanita hasilproduksi kelas jahit di Griya Harapan Difabel masih banyak yang belum terjual karenabelum memiliki daya tarik visual yang sesuai dengan preferensi pasar. Penelitian inibertujuan untuk mengembangkan produk merchandise dengan metode redesignterhadap pakaian tidak terjual dengan mengombinasikan material utama dan kain batikperca menggunakan teknik lekapan dan sulam tangan sebagai elemen dekoratif.Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan design thinking. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik lekapan dan sulam tangan mampumeningkatkan nilai visual produk, mengoptimalkan pemanfaatan limbah tekstil, sertamemperkuat identitas visual GHD sebagai lembaga pemberdayaan. Upaya ini diharapkandapat mendukung praktik produksi berkelanjutan sekaligus membuka peluang pasar barubagi komunitas difabel. Kata kunci: Griya Harapan Difabel, merchandise, Metode redesign, Teknik lekapan, Teknik sulam.
PENGEMBANGAN MERCHANDISE TOTEBAG GRIYA HARAPAN DIFABEL MENGGUNAKAN TEKNIK SULAM Lowti, Eny; Oetari, Jeng; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menjunjung tinggi persamaan hak dan kewajiban bagi seluruh warganya,termasuk penyandang disabilitas. Namun, dalam prakteknya, penyandang disabilitas masihmenghadapi berbagai hambatan untuk memperoleh kesempatan setara dalam kehidupan sosial danekonomi. Griya Harapan Difabel (GHD) di Jawa Barat berperan dalam memberdayakan penyandangdisabilitas melalui pelatihan keterampilan, khususnya di bidang kerajinan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengeksplorasi pengembangan visual dekoratif melalui teknik sulam di kelas handycraft GHDserta menentukan jenis produk merchandise yang berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas,terutama di kalangan remaja. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganpendekatan design thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sulam seperti tusuk balik,tusuk feston, dan tusuk jelujur yang diajarkan di kelas handycraft dapat diterapkan secara efektifpada produk merchandise. Teknik sulam tersebut memperkuat visual dekoratif dengan mengacupada motif batik GHD sebagai elemen desain utama. Totebag dipilih sebagai produk merchandisekarena dinilai memiliki daya tarik pasar yang tinggi. Penggunaan kain batik GHD juga memperkuatidentitas lembaga serta membuka peluang pasar yang lebih luas lagi di kalangan remaja.Kata kunci: Dinas Sosial Griya Harapan Difabel, Merchandise, Totebag, Sulam
PERANCANGAN AKSESORIS UNTUK KOLEKSI MERONA DAN GRACE GIVING PADA BRAND YOUR HANDS Sabina, Diva Allya; Bastaman, Widia Nur Utami; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia mode yang terus berkembang, Aksesoris sebagai pelengkap busana sepertianting, kalung, gelang atau bros adalah benda-benda fashion yang lekat dengan wanita yangsadar pentingnya 'looking good' dalam tiap kesempatan. Seperti brand Your Hands yangberfokus pada pengembangan aksesoris handmade yang menonjolkan identitas brand melaluisetiap produknya. Program Project Design ini bertujuan untuk merancang aksesoris untukkoleksi Merona dan Grace Giving pada brand Your Hands. Dalam proses perancangan koleksi,salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah penggunaan material kain sebagai materialdasar utama. Sebagai solusi atas tantangan yang dihadapi, proses perancangan aksesoris dimulaidengan eksplorasi modular melalui penerapan teknik beading menggunakan material sepertikristal, mutiara, dan rhinestone. Pemilihan material ini disesuaikan dengan karakter visual yangmencerminkan identitas brand, serta bertujuan untuk menghasilkan alternatif desain dan modulaksesoris. Proses perancangan dilaksanakan melalui beberapa tahapan utama yaitu praproduksi, produksi dan pasca produksi, setiap tahapan dirancang secara sistematis untukmemastikan efisiensi proses dan ketepatan hasil akhir. Keseluruhan rangkaian ini bertujuanuntuk menciptakan inovasi produk aksesoris berupa kalung, anting, bros, dan bralette denganvariasi desain yang mencerminkan identitas brand Your Hands.Kata kunci: Your Hands, Identitas Brand, Aksesoris, Eksplorasi Modular, Teknik Beading.
PERANCANGAN BUSANA KOLEKSI KHUSUS 14TH BIRTHDAY HIJABCHIC 2025 Dhiba, Farah; Bastaman, Widia Nur Utami; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi mendorong pertumbuhan industri modest fashion di Indonesia,khususnya bagi brand lokal seperti Hijabchic yang menghadirkan koleksi tahunan“Birthday” sebagai refleksi inovasi dan identitas brand. Tantangan utama dalampengembangan koleksi ini adalah menyelaraskan identitas Hijabchic dengan tren globalserta kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Sebagai solusi, koleksi khusus 14thBirthday 2025 dikembangkan dengan pendekatan berbasis data performa produk dantren WGSN 2025/2026. Identitas brand dianalisis melalui demografi pengguna website,preferensi konsumen dari survei media sosial, serta pemetaan desain dan produkterfavorit. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas konsumen adalah wanita usia 25–34tahun, dengan dominasi domisili di Jakarta. Sebanyak 63,4% membeli karena desain, danproduk paling diminati adalah atasan. Koleksi yang dirancang berdasarkan data inimendapat respons positif dalam uji coba pasar. Pendekatan berbasis data terbukti efektifdalam menciptakan koleksi yang relevan, kompetitif, dan konsisten dengan nilai brand.Kata kunci: Modest fashion, Identitas brand, Koleksi Birthday 2025.
PERANCANGAN BUSANA UNTUK KOLEKSI INDEPENDENCE DAY 2025 PADA BRAND HIJABCHIC Haris, Adiva Rumaisa Almira; Yuningsih, Sari; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fashion modest di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat seiringmeningkatnya kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman. Perkembanganini membuka peluang bagi brand lokal untuk menciptakan desain busana yang tidakhanya mengikuti tren, tetapi juga memiliki makna. Setiap desain perlu dirancanguntuk mampu menyampaikan pesan, menggambarkan nilai-nilai, sertamencerminkan identitas brand, terutama dalam momen penting seperti perayaanHari Kemerdekaan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Indonesia.Hijabchic memanfaatkan momentum ini dengan mengembangkan koleksiIndependence Day 2025 yang mengangkat semangat nasionalisme dalam suatukoleksi busana. Untuk itu, studi ini akan merancang koleksi busana yang mengangkattema Independence Day dengan gaya berkonsep desain chic. Metode perancangankoleksi ini dilakukan melalui beberapa tahapan utama, yaitu pra produksi, produksi,dan pasca produksi. Hasil perancangan desain ini berupa koleksi busana modest yangterdiri dari lima artikel atasan dan tiga artikel bawahan yang menggabungkan nilaibudaya dan karakter serta identitas untuk koleksi Independence Day Hijabchic 2025.Kata kunci: Fashion modest, identitas brand, koleksi Independence Day
PERANCANGAN KEBAYA ENCIM BETAWI DENGAN INSPIRASI MOTIF BATIK BETAWI TEROGONG MENGGUNAKAN TEKNIK BORDIR Rizal, Amanda; Yuningsih, Sari; Putri, Shella Wardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebaya encim merupakan hasil akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa yangmenjadi simbol identitas perempuan Indonesia. Salah satu ciri khasnya ialah memilikipotongan meruncing di bagian depan (Sonday) dengan hiasan bordir berbentuk bunga.Seiring berjalannya waktu, kebaya encim mulai menggunakan motif ondel-ondel jugaelemen budaya betawi pada bordirannya namun penerapannya masih sangat sederhana.Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengangkat kembali kekayaan budayaBetawi melalui penerapan motif Batik Betawi ke dalam desain kebaya encim denganteknik bordir. Salah satu motif batik yang akan diteliti lebih dalam ialah motif batikTerogong yang menggambarkan visual warisan budaya Betawi seperti ondel-ondel, buahcermai dan tanjidor. Metode pengumpulan data pada penelitian ini diambil melalui studiliteratur, wawancara, eksplorasi desain, dan observasi online terhadap brand kebayalokal. Diharapkan, hasil rancangan ini dapat menjadi alternatif desain kebaya encim yanglebih berkarakter dan memperkuat identitas budaya Betawi di tengah perkembanganfesyen modern.Kata Kunci: Batik Betawi Terogong, Bordir, dan Kebaya Encim Betawi.
PERANCANGAN KEBAYA KUTU BARU DENGAN INSPIRASI MOTIF BATIK UDAN LIRIS SEBAGAI ELEMEN DEKORATIF DENGAN TEKNIK BORDIR Cinta, Dwi Putri; Yuningsih, Sari; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren berkain yang berkembang di media sosial, khususnyaInstagram, menjadi indikator meningkatnya kesadaran generasi kiniterhadap pelestarian budaya lokal. Kampanye #BerkainGembira olehkomunitas Swara Gembira dan Remaja Nusantara mendorong penggunaankain tradisional dalam aktivitas sehari-hari, sebagai bentuk apresiasi danpelestarian budaya yang mulai dilupakan. Di sisi lain, kebaya kutu barusebagai busana tradisional Indonesia tetap relevan dan diminati karena nilaiestetika, kenyamanan, serta makna budaya yang terkandung di dalamnya.Kebaya ini mengalami adaptasi modern melalui penggunaan brokat, teknikdigital print, dan modifikasi bentuk seperti bef lancip serta sambunganstagen. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kebaya kutu baru denganmempertahankan pakem dasar, serta mengadaptasi motif batik udan lirisyang sebagai inspirasi motif dalam busana. Penggabungan teknik bordirdalam desain ini diharapkan menghasilkan kebaya kutu baru dengan nuansayang klasik, namun tetap menjaga akar tradisinya. Pendekatan ini tidakhanya memperbarui tampilan kebaya agar sesuai tren masa kini, tetapi jugamemperkuat identitas budaya dalam konteks modern.Kata kunci: kebaya kutu baru, Motif batik udan liris, Teknik Bordir.
Co-Authors Achmad Haldani Destiarmand Agni Agustin Ahda Yunia Sekar Fardhani Aliyyah, Gina Naura Amelia, Dwi Rizki Arini Arumsari Arroehan, Nurul Jannah Asep Andang, Asep Az-zahra, Fakhrina Fadhilla Azahra, Mutiara Azhar, Afra Syahra Nabilah Azzahra, Tasya Shafa Berliana, Intan Chandra Tresnadi Cinta, Dwi Putri Citra Puspitasari Dedeh Dedeh, Dedeh Dewi, Syifa Kusuma Dhiba, Farah Dini, Ayu Sekar Elisabet Prisilia Hokianti F, Ahda Yunia Sekar Fadhilaturrahmah Fadhilaturrahmah, Fadhilaturrahmah Faradillah Nursari Fatimah, Ghefira Nur Gina Shobiro Takao Gunawan, Zahwa Fani Haniah, Salma Hanifa, Ulqiya Millati Haris, Adiva Rumaisa Almira Iskandar, Syaqinatha Shalsaleha Ismayanti, Rizka Jeng Oetari Kemit, Meili Regina Br Kendisa, Kendisa Khaira, Syarifah Niswatul Khansa, Liandra Lathizaifah, Nurannisa Liandra Khansa Utami Putri Lowti, Eny Luthfiyah, Rifa Rifdah Mamlukah, Mamlukah Manurung, Murni Meiyevi, Nadia Mutiara Mina, Zuhaida Maktsal Mochammad Sigit Ramadhan Morinta Rosandini Muffidah, Hanifah Nabila, Azza Nadya Putri Rahma Tsani Nurhasanah, Leli Nurul Hiron, Nurul Paramitha, Cicha Prawita, Rosada Intan Putri, Andini Pramestisya Putri, Aninditha Tri Putri, Nabiilah Andini Ramadhan Ramadhan, M. Sigit Rasyid, Hanifah Nur Regina Simamora M Rima Febriani Rizal, Amanda Sabina, Diva Allya Sadiyah, Salma Halimatus Salsabila, Naillah Shafa Sari, Ayu Setia Sekar, Ahda Yunia Septiani, Erien Shella Wardhani Putri Shena, Novi Ari Simamora M, Regina Sugiri, Khairunnisa Khansawati Syabira, Fakhirah Rayhana Syahida, Asmak Tako, Gina Shobiro Tarung, Dinda Anugerah Pengasih Tiara Larissa Tsurayya, Reski Wahyuningrum, Sari Widia Nur Utami Bastaman Zahra, Siti Fairunisya