Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

DIVERSITAS DAN DISTRIBUSI SPASIAL TUTUPAN LAHAN SUB DAS BIYONGA,DAS LIMBOTO TAHUN 2009-2024 PROVINSI GORONTALO Moko, Sulastri Putri; Baderan, Dewi Wahyuni K.; Zakaria, Zuliyanto; Hamidun, Marini Susanti; Novriyal, Feri
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i4.24774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diversitas dan distribusi spasial tutupan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Limboto, khususnya Sub DAS Biyonga, pada rentang waktu 2009–2024. Analisis dilakukan untuk mengetahui tingkat keragaman spasial serta dinamika perubahan tutupan lahan selama periode tersebut. Metode yang digunakan adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan, mengklasifikasikan, dan membandingkan perubahan tutupan lahan antar tahun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2019, terjadi pergeseran struktur tutupan lahan di Desa Biyonga: hutan sekunder meningkat menjadi 32%, semak belukar menurun menjadi 21%, dan pertanian campur semak bertambah menjadi 25%. Perubahan ini membuat nilai SHDI naik menjadi 1,647, namun nilai tersebut menunjukan hasil sedang tetapi  masih tergolong rendah, yang berarti tingkat heterogenitas lanskap belum mencapai kondisi yang benar-benar beragam. Kenaikan SHDI ini hanya menunjukkan adanya sedikit peningkatan variasi spasial, bukan transformasi besar yang menciptakan lanskap kompleks. Sedangkan, pada tahun 2024, komposisi tutupan lahan di Desa Biyonga relatif stabil dibandingkan kondisi tahun 2019: hutan sekunder tetap berada pada 32%, pertanian campur semak pada 25%, dan semak belukar pada 21%. Nilai SHDI masih berada pada angka 1,647, yang meskipun menunjukkan konsistensi pola dari tahun 2019, tetap tergolong rendah berdasarkan standar ekologi lanskap. Kategori SHDI ini mengindikasikan bahwa tingkat heterogenitas lanskap belum mencapai keragaman yang tinggi, karena distribusi tutupan lahan masih terfokus pada beberapa kelas dominan dan persebarannya belum merata.
ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN PAKAN Macaca hecki DI KAWASAN PENYANGGA SUAKA MARGASATWA NANTU BOLIYOHUTO GORONTALO, INDONESIA Toiyo, Frandika K.; Hamidun, Marini Susanti; Dunggio, Iswan; Baderan, Dewi Wahyuni K.; Zakaria, Zuliyanto
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i4.24403

Abstract

Macaca hecki merupakan spesies primata endemik Pulau Sulawesi, yaitu monyet hitam Sulawesi yang populasinya kini terancam akibat deforestasi, fragmentasi habitat, dan konflik dengan manusia karena perambahan serta persaingan terhadap sumber pakan, terutama tanaman budidaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis vegetasi tumbuhan pakan Macaca hecki di kawasan penyangga Suaka Margasatwa Nantu Gorontalo, Indonesia. Metode penelitian deskriptif kuantitatif, dengan analisis vegetasi berbasis purposive random sampling serta pembagian petak contoh untuk strata semai, pancang, dan pohon. Data dikumpulkan melalui survei vegetasi lapangan, identifikasi jenis tumbuhan, dan perhitungan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah merupakan organ tumbuhan yang paling dominan dikonsumsi oleh Macaca hecki, dengan sumber pakan budidaya memiliki proporsi lebih besar (65%) dibandingkan sumber alami (35%). Pada tingkat pohon, Leucaena leucocephala memiliki nilai INP tertinggi (111,31%), diikuti oleh Arenga pinnata (69,11%), sedangkan Carica papaya (145,54%) mendominasi tingkat pancang dan Physalis angulata (149,04%) mendominasi tingkat semai. Jenis-jenis tumbuhan berbuah cepat tumbuh ini menyediakan sumber energi penting serta dukungan struktural bagi habitat. Namun, ketergantungan yang tinggi terhadap tumbuhan budidaya dapat mengubah perilaku mencari makan alami Macaca hecki, yang berpotensi mengurangi keragaman pakan dan kemampuan adaptasi ekologisnya. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan vegetasi terpadu di kawasan penyangga untuk menyeimbangkan antara spesies asli dan budidaya, guna menjamin stabilitas ketersediaan pakan dan mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar.