Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE ATC/DDD PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN CIREBON : EVALUATION OF ANTIBIOTIC USE WITH ATC/DDD METHOD ON ACUTE RESPIRATORY INFECTIONS AT HOSPITAL X CIREBON Uswatun Khasanah; Tomi; Kurniawati; Aan Kunaedi; Iin Indawati; Lilis Listiyani; Nok Endang Ayu Prihatini
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.399

Abstract

ISPA merupakan suatu penyakit infeksi yang cukup serius karena menjadi suatu penyebab morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Banyaknya penyebab terjadinya ISPA dan serta untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri maka dari itu perlu dilakukan pemilihan dan penggunaan antibiotik yang tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis antibiotik yang digunakan oleh pasien ISPA rawat inap Rumah Sakit X di Kabupaten Cirebon tahun 2020 dengan sistem klasifikasi Anatomical Theurapetic Chemical (ATC) dan pengukuran kuantitas dengan metode Defined Daily Dose (DDD). Pengambilan data secara retrospektif yang didapat dari data rekam medik pasien ISPA dengan jumlah sampel 73. Sampel yang digunakan adalah rekam medik pasien ISPA di Rumah Sakit X Kabupaten Cirebon. Dari hasil penelitian yang terdapat 10 jenis antibiotik yang digunakan untuk pengobatan ISPA di Rumah Sakit X Kabupaten Cirebon dimana tiga besarnya adalah Levofloxacin 143,2 DDD/100 patient-days, Moxifloxacin 100 DDD/100 patient-days, Ceftriaxon 93,6 DDD/100 patient-days.
PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KONSUMEN DI APOTEK “X“ TAHUN 2020: PROFILE OF ANTIBIOTIC USE ON CONSUMER IN "X" PHARMACY IN 2020 Markhamatul Aeni; Ikanah Wulandari; Aan Kunaedi; Tomi; Dinda Alifia Hapsari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.544

Abstract

Antibiotik kini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dimana antibiotik memiliki fungsi untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik biasanya diresepkan oleh dokter ketika pasien tersebut menderita keluhan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, namun saat ini masyarakat sangat mudah mendapatkan antibiotik tanpa menggunakan resep. Antibiotik memiliki berbagai macam jenis, dosis , sediaan serta fungsi yang berbeda-beda jika jenis antibiotik dan dosis yang digunakan tidak sesuai dengan keluhan penyakit yang diderita oleh pasien maka dapat menyebabkan Resistensi Antibiotik. Penelitian ini dilakukan di Apotek “X” pada bulan Mei 2021. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari penjualan atau transaksi obat antibiotik periode Januari 2020 – Desember 2020. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental dengan metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data penjualan obat Antibiotik periode Januari 2020 – Desember 2020 berdasarkan pola penggunaan resep yaitu 538 transaksi sebanyak 21% sedangkan pola penggunaan non resep yaitu 2048 transaksi sebanyak 79%. Berdasarkan golongan antibiotik yang banyak digunakan adalah golongan antibiotik Penicilin yaitu Amoxycyclin dengan kekuatan dosis 500mg dan sediaan Kaplet.
REVIEW : PERILAKU SWAMEDIKASI BATUK DAN ASMA: REVIEW : COUGH AND ASTHMA SELF-MEDICATION BEHAVIOR Defi Salsabila Putri; Dwi Noviasari Naros; Elfrida Ananda Nadhifah; Fadiyah Romadhona Berliani; Hana Syifaun Nufus; Hikmatul Fauziah; Aan Kunaedi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.555

Abstract

Kesehatan merupakan suatu hal pokok yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan manusia oleh sebab itu penting untuk memahami swamedikasi. Swamedikasi (pengobatan sendiri) merupakan upaya seorang individu dengan cara memilih obat-obatan untuk mengobati penyakit berdasarkan diagnosis gejala oleh dirinya sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif. Batuk merupakan gejala tersering penyakit pernapasan dan masalah yang sering kali dihadapi dokter dalam praktik sehari-hari. Asma merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan adanya peradangan saluran pernafasan kronis dengan riwayat gejala seperti mengi, nafas pendek, nyeri dada dan batuk yang sering disertai dengan ekspirasi napas yang terbatas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu swamedikasi merupakan tindakan seseorang dalam menyembuhkan gejala atau penyakit ringan dengan obat-obatan secara mandiri seperti batuk dan asma. Pengobatan batuk dalam bentuk swamedikasi dapat dilakukan dengan cara meminum madu, menggunakan tablet hisap pelega tenggorokan, mengurangi minuman bersoda dan kopi, menghentikan merokok, mengurangi makanan berminyak dan minum banyak air putih untuk mengurangi iritasi pada tenggorokan. Sedangkan, pengobatan asma yang dapat dilakukan dengan memberikan obat inhalasi. Pada review artikel ini akan diulas mengenai swamedikasi batuk dan asma. Kata kunci : asma, batuk, swamedikasi
REVIEW : GAMBARAN SWAMEDIKASI TERHADAP INFLUENZA PADA ORANG DEWASA DAN ANAK-ANAK: REVIEW : OVERVIEW OF SWAMEDICATION OF INFLUENZA IN ADULTS AND CHILDREN Karunia Bintang; Laelatuz Zahro; Lala Komalasari; Muhammad Amir; Muhammad Agustian Erlangga; Aan Kunaedi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.563

Abstract

Flu adalah suatu infeksi saluran pernafasan atas orang dengan daya tahan tubuh yang tinggi biasanya sembuh sendiri tanpa obat. Pada anak-anak, lanjut usia dan orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah lebih cenderung menderita komplikasi seperti infeksi bakteri sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan pengetahuan swamedikasi terhadap influenza. Penelitian ini merupakan penelitian literatur review. Studi literatur dilakukan melalui review jurnal atau artikel yang berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. Dari hasil jurnal maka dapat disimpulkan tingkat pengetahuan  informasi obat untuk sumber informasi obat diperoleh dari pengalaman pribadi atau keluarga terdekat sebanyak 30 orang (33,3%). Persentase tertinggi berdasarkan pertanyaan tingkat pengetahuan mengenai swamedikasi influenza yaitu (98.8%) influenza pada anak-nak dapat diatasi dengan berjemur dibawah sinar matahari pagi pada jam 6.30-08.00. Kata kunci : Swamedikasi, Influenza, Penyakit
GAMBARAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGOBATAN INFLUENZA SECARA SWAMEDIKASI : DESCRIPTION OF PUBLIC UNDERSTANDING OF SELF-MEDICAATION OF INFLUENZA TREATMENT Aan Kunaedi; Kelvin Muhaerin; Kurniawati; Lika latifatul Amanah; Lilis Listiyani; Muhammad Naufal Nugraha Junior; Mutiara Agustianti; Rizqah Sely Salsabil
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.594

Abstract

Pengumpulan data masyarakat digunakan untuk mengetahui seberapa banyak pengetahuan masyarakat tentang pengobatan mandiri pada influenza. Dilakukannya swamedikasi influenza, bertujuan agar jenis obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit influenza sesuai gejala yang timbul. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan jurnal gambaran pemahaman masyarakat terhadap pengobatan influenza secara swamedikasi yang dipilih dengan menggunakan google scholar. Dari berbagai jurnal yang dikumpulkan, dipilih 10 jurnal untuk pengambilan pemahaman responden terhadap Hasil pengobatan influenza. Penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat tinggi, terutama pada perempuan sebesar 89,6% dan pengetahuan tentang swamedikasi influenza pada laki-laki sebesar 10,4%. Jenis obat yang paling banyak digunakan adalah obat tradisional sebesar 41,93% dan modern sebesar 39,5%. Obat modern yang paling berperan adalah Anakonidin sebesar 39,5%% dan obat atau cara tradisional yang banyak digunakan adalah minuman jahe hangat sebesar 41,93%.
REVIEW : PRESEPSI TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENGENAI PENGGUNAAN PARACETAMOL UNTUK DEMAM PADA ANAK SECARA MANDIRI: REVIEW : PRECEPTION OF MOTHER’S LEVEL OF KNOWLEDGE ABOUT THE USE OF PARACETAMOL FOR FEVER IN CHILDREN INDEPENDENTLY Aan Kunaedi; Amanda Safitri; Dhania Agni Chaerunnisa; Andini Febriani; Deta Cerelia Berliana; Alfi Oktavia; Agus Trimulyana; Cindra Yulianto
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.603

Abstract

Latar Belakang : Demam merupakan keadaan meningkatnya suhu normal diatas 37,50C  yang disebabkan oleh terganggunya reaksi imun dalam tubuh yang terjadi pada otak bagian hipotalamus.Demam pada anak membutuhkan pengetahuan ibu yang tepat. Dampak positif apabila orang tua, terutama ibu memiliki pemahaman dan perilaku yang baik maka dapat ditangani dengan cepat dan resiko keselamatan pada anak meningkat. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan secara umum adalah Pendidikan dan umur.Tujuan : Untuk mengukur kesadaran, menggali presepsi dan pengetahuan dikalangan orang tua, terutama ibu tentang antipiretik “paracetamol” sebagai OTC yang paling umum digunakan.Metode : Menggunakan metode Literature Review Matrix. Penelusuran jurnal menggunakan database akademik Google Scholar, Pubmed Central (PMC), National Center Of Biotechnology Information (NCBI) dan Science Direct yang dipublikasi dengan rentan tahun 2017-2022.Hasil : Didapatkan hasil dari 5 artikel terkait bahwa usia dan pendidikan berpengaruh pada tingkat pengetahuan Ibu. Diperoleh hasil bahwa hubungan faktor usia Ibu dengan perilaku pengetahuan demam anak diantaranya berusia diatas 35 tahun. Identifikasi berdasarkan tingkat Pendidikan, rata-rata Pendidikan akhir Ibu adalah lulusan Sekolah Tengah Menengah Atas (SMA), hasil penelitian bahwa tingkat pengetahuan dominan dalam kategori baik. Sehingga, dapat disimpulkan penelitian literatur yang dianalisis menunjukan bahwa adanya hubungan usia dan Pendidikan dengan tingkat pengetahuan Ibu dalam penggunaan parasetamol untuk terapi demam anak. Kata kunci : Anak, Antipiretik, Demam, Ibu, Parasetamol, Pengetahuan
Uji Hipoksia Asap Rokok Tembakau Dan Rokok Elektrik Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Aan Kunaedi; Tomi .; Sylviyah Nur Anissa’baniyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i1.63

Abstract

Rokok adalah produk tembakau yang penggunaannya dengan cara dibakar dan dihisap asapnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotinia rustica, dan spesies lainnya atau sintesisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Rokok elektrik merupakan inovasi dari rokok tembakau. Hipoksia merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak hipoksia pada hewan uji dan rokok manakah mempunyai dampak hipoksia paling cepat dari kedua rokok tersebut. Pengujian yang dilakukan yakni uji asap rokok dan uji organoleptis dari rokok tembakau dan rokok elektrik. Uji hipoksia asap rokok dilakukan terhadap 12 hewan uji mencit jantan putih (Mus musculus), hewan uji dibagi dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 hewan uji. Kotak nomor 1 untuk kelompok rokok tembakau kretek, kotak nomor 2 untuk kelompok rokok tembakau filter, kotak nomor 3 untuk kontrol, dan terakhir kotak nomor 4 untuk kelompok rokok elektrik. Kemudian hewan uji dimasukkan kedalam kotak berbahan acrilic dan diberi asap rokok, terkecuali kelompok kontrol tanpa asap rokok. Terjadinya hipoksia dihitung ketika mencit telah masuk kedalam kotak acrilic. Selanjutnya, untuk proses pengujian rokok elektrik sama seperti rokok tembakau. Hasil uji hipoksia pada rokok tembakau ditandai dengan sesak nafas, gerakan gelisah, kejang, hingga mati. Hasil uji hipoksia pada rokok elektrik dan kontrol tidak terjadinya hipoksia (negatif hipoksia).
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD GUNUNG JATI KOTA CIREBON Rinto Susilo; Aan Kunaedi; Nida Nur Afiah; Retno Indyati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.69

Abstract

Kepuasan pasien merupakan tingkat kepuasan pasien dari persepsi pasien dan keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang didapatkan, bila pasien menunjukan hal-hal yang bagus mengenai pelayanan kesehatan terutama pelayanan kefarmasian maka dapat disimpulkan bahwa pasien memang puas terhadap pelayanan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon pada Bulan Maret tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptip dengan mengisi kuisioner untuk pengumpulan data yang diberikan kepada 120 responden pasien rawat jalan di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa rata-rata poin kehandalan 69,53%, ketanggapan 68,8%, keyakinan 79,5%, empati 59,93%, dan fasilitas berwujud 66,25%. Secara keseluruhan nilai yang didapat kurang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (≥80%) dengan nilai rata-rata seluruh domain sebesar 68,8%.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI MADU DENGAN BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes: INFLUENCE OF HONEY FERMENTATION TIME WITH SINGLE GARLIC (Allium sativum L.) AGAINST THE INHIBITORY POWER OF BACTERIA Propionibacterium acnes Elva Angela; Aan Kunaedi; Ine Suharyani; Andriana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.418

Abstract

Madu merupakan substrat yang telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pengobatan, salah satunya digunakan untuk mengobati jerawat. Madu memiliki daya hambat antimikroba, kemampuan antimikroba pun terdapat pada bahan alam lain salah satunya Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.). Trend masyarakat terhadap kedua bahan alam tersebut salah satunya dengan mengkombinasikan Madu dan Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) menggunakan metode perendaman Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) dalam Madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat bakteri madu hasil fermentasi terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pengujian daya hambat menggunakan metode difusi kertas cakram dengan sampel Madu hasil fermentasi dengan Bawang Putih tunggal (Allium sativum L.) terhadap lama waktu fermentasi Madu, kontrol positif (Klindamisin 300 mg), dan kontrol negatif (aquadest). Sampel Madu dan Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) di fermentasi menggunakan lama waktu fermentasi pada pekan ke 1,2,3 dan 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu fermentasi madu dapat meningkatkan daya hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dengan adanya zona bening disekitar kertas cakram. Diameter hambat fermentasi madu pada pekan 1,2,3 dan 4 yaitu 0,416 mm, 0,65 mm, 0,775  mm dan 1,8  mm. Dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu fermentasi Madu dan Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) akan mengalami kenaikan diameter pada zona bening daya hambat nya diketahui pada pekan ke empat memiliki daya hambat paling besar 1,8 mm.
UJI DAYA HAMBAT BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) HASIL FERMENTASI MADU : INHIBITION TEST OF SINGLE GARLIC (Allium sativum L.) FERMENTED HONEY Ade Ayu Khulfiah; Aan Kunaedi; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.419

Abstract

Bawang putih tunggal dan madu merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Bawang putih memiliki kandungan minyak atsiri,  allicin, dan beberapa senyawa sulfur yang diduga memiliki kemampuan sebagai antibakteri, sementara pada madu terdapat kandungan hidrogen peroksida sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat dan pengaruh waktu perendaman dari Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) hasil fermentasi madu  terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Uji daya hambat menggunakan metode difusi cakram dengan sampel perasan bawang putih tunggal (Allium sativum L.) hasil fermentasi madu pada pekan ke-2, 3, dan 4, kontrol positif (amoxicillin injeksi 0,01%), kontrol negatif (aquadest steril), dan pembanding (perasan bawang putih tunggal yang tidak direndam dengan madu). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bawang putih tunggal (Allium sativum L.)  hasil fermentasi madu memiliki rata-rata diameter daerah hambat pada pekan  2, 3 dan 4 sebesar 11,70 mm, 12,88 mm dan 13,88 mm. Uji statistik One Way Anova memiliki nilai signifikansi 0,000 artinya rata-rata daya hambat tiap perlakuan yang dilakukan berbeda secara signifikan sementara itu hasil uji Pearson memiliki nilai Sig.(2- tailed) sebesar 0,002 berarti terdapat hubungan antara waktu perendaman terhadap daya hambat yang dihasilkan. Kesimpulan: Bawang putih tunggal hasil fermentasi madu mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan terdapat pengaruh waktu perendaman terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Co-Authors ., Tomi AA Sudharmawan, AA Ade Ayu Khulfiah Adinda Aprillia Afiah, Nida Nur Agus Trimulyana Ahmad Alfateh Rahanyamtel Al Umi, Sindi Oktavia Alfi Oktavia Amanda Permatasari Amanda Safitri Amelia Amelia Andini Febriani Andriana Andriana Andriana Angela, Elva Ani Suryani Anis Selawati Anissa’baniyah, Sylviyah Nur Anjani, Irna Dini Ari Widayanti Aris Slamet Widodo Aris Slamet Widodo Aris Slamet Widodo Arsyad Bachtiar Astuti, Nurmaya Ayu Prihatini, Nok Endang Bachtiar, Arsyad Bastian Bastian, Norman Berlian Calista Cantika, Citra Dhea Cindra Yulianto Defi Salsabila Putri Della Pariska Deni Firmansyah Deta Cerelia Berliana Dewi Nurdianti Dewi Nurdianti Dhania Agni Chaerunnisa Didin Ahidin Dinda Alifia Hapsari Dwi Chahyani, Oktavia Dwi Noviasari Naros Dzikri Mu'tashim, Riandika Elfrida Ananda Nadhifah Elis Setiawati Elis Setiawati, Elis Elva Angela Elva Angela Endah Yuningsih Endah Yuningsih Fadhillah, Zakie Fadiel Agvasaoka Fadiyah Romadhona Berliani Fajri, Laika Zulfahnur Fajriah, Siti Aulia Fanny Reza Rahadyan Fatih Nandika Hakim Fatimah Fatimah Fitri Dian Perwitasari Ghozi, Saeful Giska Amelia Gufron Amirullah Hakim, Fatih Nandika Halimah Tu’sya’diyah Halimah Tu’sya’diyah Hana Syifaun Nufus Hapsari, Dinda Alifia Hasanah, Amna Nur Hayatun Nega Amna Henny Muliani Henny Muliani Hikmah, Ananda Mutiara Nur Hikmatul Fauziah Hilal Haidar Hilal Haidar Hulman Taufik Azhar Husnul Khotimah Husnul Khotimah IIN INDAWATI Ikanah Wulandari Ilmi Aulia Ilmi Aulia Indah Mulyani Indah Mulyani Indah Setyaningsih Indah Setyaningsih Indyati, Retno Intan Deliana Putri Intan Deliana Putri Iqbal Bagus Prayogo Iqbal Bagus Prayogo Irna Dini Anjani Ishadi, Syaiful Latif Johan Johan Johan Johan Johan Karunia Bintang Kelvin Muhaerin Khulfiah, Ade Ayu Kurniawati Laelatuz Zahro Lala Komalasari Lala Komalasari Lediyana, Riska Lela Sulastri, Lela Lestari, Trisna Lika latifatul Amanah Lili Rakhmawati Lili Rakhmawati Lilis Listiyani Lisda Indah Nursanti Lisda Indah Nursanti Luky Rizky Amanda Luky Rizky Amanda M. Agung Miftahuddin M. Nana Trisolvena Maesaroh, Thia Fitri Markhamatul Aeni Martinus, Agust Isa Melyandini Melyandini Milhah, Mila Zainatul Milla, Muayyadah Muh. Arief Muhsin Muhamad Kusnendar Muhammad Agustian Erlangga Muhammad Amir Muhammad Fajri Muhammad Fikri Fanillah Muhammad Nana Trisolvena Muhammad Naufal Nugraha Junior Muhsin, Muh Arief Mutiara Agustianti Nafiyah, Salma Putri Nanda Riandita Rizky Kinanti Nawal Hilmy Anoez Nida Nur Afiah Nina Karlina Nina Karlina Nok Endang Ayu Prihatini Norma Norma Bastian Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurdianti, Dewi Nurhayati Nurhayati Nurillah Fitriyani Putri Anggraeni Putri Ayu Fiddiyana Putri Dwi Jayanti Rajjiyah, Putri Salma Ramdhani, Arief Syarifudin Renny Amelia Renny Amelia Retno Indyati Rizky Fitra Ramadhan Rizky, Muhamad Rizqah Sely Salsabil Rizqah Sely Salsabil Salma Audhita Santana Salma Audhita Santana Santana, Salma Audhita Sa’adah, Putri Selawati, Anis Selly Nurul Azmi Septiyati, Tri Putri Setyaningsih, Indah Sidik Lingga Kusuma Sidik Lingga Kusuma Silvia Zahara, Vira Ratu Sri Wahyuni, Popi Suharyani, Ine Sulistiorini Indriaty Sumiyati, Mimin Supriyatno Supriyatno Susilo, Rinto Suwarno Suwarno Sylviyah Nur Anissa’baniyah Taufik Al Fazri Thia Fitri Maesaroh Tomi . Tri B. Prasetyo Trisna Lestari Trisna Lestari Trisolvena, Muhammad Nana Umi, Sindi Oktavia Al Unggul Nirwikoro Prihadmoko Uswatun Khasanah Utami, Arie Susetio Uzlifatul Jannah Wigati, Yustina Yadi Supriyadi Yadi Supriyadi Yasmin Yasmin Zahiyah Zakiyah Nurfadillah Zam Zam, Muhammad Yani