Claim Missing Document
Check
Articles

REVIEW : PRESEPSI TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENGENAI PENGGUNAAN PARACETAMOL UNTUK DEMAM PADA ANAK SECARA MANDIRI: REVIEW : PRECEPTION OF MOTHER’S LEVEL OF KNOWLEDGE ABOUT THE USE OF PARACETAMOL FOR FEVER IN CHILDREN INDEPENDENTLY Aan Kunaedi; Amanda Safitri; Dhania Agni Chaerunnisa; Andini Febriani; Deta Cerelia Berliana; Alfi Oktavia; Agus Trimulyana; Cindra Yulianto
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.603

Abstract

Latar Belakang : Demam merupakan keadaan meningkatnya suhu normal diatas 37,50C  yang disebabkan oleh terganggunya reaksi imun dalam tubuh yang terjadi pada otak bagian hipotalamus.Demam pada anak membutuhkan pengetahuan ibu yang tepat. Dampak positif apabila orang tua, terutama ibu memiliki pemahaman dan perilaku yang baik maka dapat ditangani dengan cepat dan resiko keselamatan pada anak meningkat. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan secara umum adalah Pendidikan dan umur.Tujuan : Untuk mengukur kesadaran, menggali presepsi dan pengetahuan dikalangan orang tua, terutama ibu tentang antipiretik “paracetamol” sebagai OTC yang paling umum digunakan.Metode : Menggunakan metode Literature Review Matrix. Penelusuran jurnal menggunakan database akademik Google Scholar, Pubmed Central (PMC), National Center Of Biotechnology Information (NCBI) dan Science Direct yang dipublikasi dengan rentan tahun 2017-2022.Hasil : Didapatkan hasil dari 5 artikel terkait bahwa usia dan pendidikan berpengaruh pada tingkat pengetahuan Ibu. Diperoleh hasil bahwa hubungan faktor usia Ibu dengan perilaku pengetahuan demam anak diantaranya berusia diatas 35 tahun. Identifikasi berdasarkan tingkat Pendidikan, rata-rata Pendidikan akhir Ibu adalah lulusan Sekolah Tengah Menengah Atas (SMA), hasil penelitian bahwa tingkat pengetahuan dominan dalam kategori baik. Sehingga, dapat disimpulkan penelitian literatur yang dianalisis menunjukan bahwa adanya hubungan usia dan Pendidikan dengan tingkat pengetahuan Ibu dalam penggunaan parasetamol untuk terapi demam anak. Kata kunci : Anak, Antipiretik, Demam, Ibu, Parasetamol, Pengetahuan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK MENJADI ECOBRICK DI DUSUN CIRAHARJA Fitri Dian Perwitasari; Arie Susetio Utami; Tri Budi Prasetyo; Johan; Aan Kunaedi; Agust Isa Martinus
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i1.1197

Abstract

Sampah dapat didefinisikan sebagai sisa dari produksi rumah tangga dan industri serta semua barang yang sudah tidak digunakan lagi oleh makhluk hidup. Apabila sampah tidak digunakan, akan mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Dusun Ciharja Desa Gunungmanik tentang cara membuat ecobricks dari sampah plastik. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tiga cara dalam pelaksanan kegiatan yaitu: 1. persiapan, 2. Metode pelaksanan ini ada tiga tahap yaitu: (sosialisasi, penyuluhan dan monitoring), 3 tahap akhir. Ecobricks bermanfaat bagi masyarakat karena mereka mengurangi sampah dan menciptakan peluang kerja baru serta menambah pendapatan keluarga. Untuk memberi tahu orang tentang cara memanfaatkan sampah plastik untuk membuat mereka terbiasa menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, seminar dan demonstrasi digunakan. Dengan demikian, masyarakat bertambah pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah sampah plastik menjadi ecobriks. Produk ecobrick yang dapat menambah pendapatan keluarga atau nilai manfaat suatu produk yang berasal dari sampah plastik. Kata Kunci : Sampah plastik, ecobrick, masyarakat
SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT MAAG PADA PENYAKIT HIPERACIDITAS : SELF-MEDICATION OF USE OF GERD IN HYPERACIDITY DISEASE Kunaedi, Aan; Dwi Chahyani, Oktavia; Sri Wahyuni, Popi; Anggraeni, Putri; Dzikri Mu'tashim, Riandika; Ghozi, Saeful
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v6i1.584

Abstract

Dispepsia adalah gangguan sindrom simtomatik yang ada di masyarakat yang ditandai dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan di epigastrium (pada ulu hati). Sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa pola makan dan lingkungan merupakan faktor yang berkontribusi terhadap gangguan pencernaan. Gejala yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan antara lain mual, muntah, kembung, kembung, dan nyeri pada ulu hati. Menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2015, kasus gangguan pencernaan di Indonesia adalah sebagai berikut: Surabaya 31,2%, Denpasar 46%, Jakarta 50%, Bandung 32,5%, Palembang 53,5%, Pontianak 31,2%. tingkat kegagalan ditunjukkan. , Medan 9,6n Aceh mencapai 31,7%. Tingkat kasus ini bisa meningkat setiap tahunnya (Zakiyah et al., 2021) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara swamedikasi obat maag pada pasien penderita hiperaciditas. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian komparatif atau literatur review. Studi literatur dilakukan secara online dengan penelusuran jurnal atau artikel melalui google scholar. Lalu dilakukannya pemilihan jurnal atau artikel sehingga didapatkan jurnal yang relevan. Pada penderita dispepsia masyarakat biasanya melakukan swamedikasi, obat yang sering digunakan adalah antasida, sukralfat, omeprazole, domperidone, dan lansoprazole. Terdapat juga terapi non farmakologi yang bisa dilakukan seperti mengurangi stress, mengatur pola hidup sehat, terapi hangat atau dingin pada bagian perut, dan menggunakan aromaterapi.
REVIEW JURNAL : GAMBARAN SWAMEDIKASI TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK DAN ANTIPIRETIK Trisna Lestari; Astuti, Nurmaya; Silvia Zahara, Vira Ratu; Rizky, Muhamad; Yasmin; Kunaedi, Aan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1032

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya seseorang dalam mengobati dan mengatasi keluhan yang dialaminya tanpa menggunakan resep dari dokter. Rata-rata rumah tangga di indonesia melakukan pengobatan sendiri dengan cara menyimpan obat. Demam merupakan keadaan meningkatnya suhu normal diatas 37,5?C.yang disebabkan oleh terganggunya reaksi imun dalam tubuh yang terjadi pada otak bagian hipotalamus. Demam merupakan penyakit yang umum terjadi pada bayi dan anak. Obat Analgetik dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri dan rasa sakit, sehingga masyarakat umumnya memilih obat analgetik sebagai swamedikasi. Tujuan dari review jurnal ini adalah memberikan gambaran swamedikasi demam dengan pengobatan analgetik dan antipiretik. Metode penelitian dilakukan dengan metode literature review matrix. Penelusuran jurnal menggunakan akademik Google Scholar yang diterbitkan dengan rentang waktu 5 tahun terakhir (2019-2023). Didapatkan dari 5 jurnal yang berkaitan bahwa Analgesik atau antipiretik  adalah obat yang seingkali dipilih oleh masyarakat karena efek yang ditawarkan dengan pemberian obat ini dapat meredakan atau menurunkan nyeri yang dirasakan masyarakat. Hasil penelitian menyatakan tingkat pengetahuan pengetahuan dalam katagori baik namun tetap butuh peranan apoteker dalam tindakan konseling yang diberikan dalam pasien yang melakukan swamedikasi. Kata kunci : Swamedikasi, Demam, Analgetik, Antipiretik.
SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT MAAG PADA PENYAKIT HIPERACIDITAS : SELF-MEDICATION OF USE OF GERD IN HYPERACIDITY DISEASE Kunaedi, Aan; Dwi Chahyani, Oktavia; Sri Wahyuni, Popi; Anggraeni, Putri; Dzikri Mu'tashim, Riandika; Ghozi, Saeful
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v6i1.584

Abstract

Dispepsia adalah gangguan sindrom simtomatik yang ada di masyarakat yang ditandai dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan di epigastrium (pada ulu hati). Sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa pola makan dan lingkungan merupakan faktor yang berkontribusi terhadap gangguan pencernaan. Gejala yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan antara lain mual, muntah, kembung, kembung, dan nyeri pada ulu hati. Menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2015, kasus gangguan pencernaan di Indonesia adalah sebagai berikut: Surabaya 31,2%, Denpasar 46%, Jakarta 50%, Bandung 32,5%, Palembang 53,5%, Pontianak 31,2%. tingkat kegagalan ditunjukkan. , Medan 9,6n Aceh mencapai 31,7%. Tingkat kasus ini bisa meningkat setiap tahunnya (Zakiyah et al., 2021) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara swamedikasi obat maag pada pasien penderita hiperaciditas. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian komparatif atau literatur review. Studi literatur dilakukan secara online dengan penelusuran jurnal atau artikel melalui google scholar. Lalu dilakukannya pemilihan jurnal atau artikel sehingga didapatkan jurnal yang relevan. Pada penderita dispepsia masyarakat biasanya melakukan swamedikasi, obat yang sering digunakan adalah antasida, sukralfat, omeprazole, domperidone, dan lansoprazole. Terdapat juga terapi non farmakologi yang bisa dilakukan seperti mengurangi stress, mengatur pola hidup sehat, terapi hangat atau dingin pada bagian perut, dan menggunakan aromaterapi.
REVIEW JURNAL : GAMBARAN SWAMEDIKASI TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK DAN ANTIPIRETIK Trisna Lestari; Astuti, Nurmaya; Silvia Zahara, Vira Ratu; Rizky, Muhamad; Yasmin; Kunaedi, Aan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1032

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya seseorang dalam mengobati dan mengatasi keluhan yang dialaminya tanpa menggunakan resep dari dokter. Rata-rata rumah tangga di indonesia melakukan pengobatan sendiri dengan cara menyimpan obat. Demam merupakan keadaan meningkatnya suhu normal diatas 37,5?C.yang disebabkan oleh terganggunya reaksi imun dalam tubuh yang terjadi pada otak bagian hipotalamus. Demam merupakan penyakit yang umum terjadi pada bayi dan anak. Obat Analgetik dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri dan rasa sakit, sehingga masyarakat umumnya memilih obat analgetik sebagai swamedikasi. Tujuan dari review jurnal ini adalah memberikan gambaran swamedikasi demam dengan pengobatan analgetik dan antipiretik. Metode penelitian dilakukan dengan metode literature review matrix. Penelusuran jurnal menggunakan akademik Google Scholar yang diterbitkan dengan rentang waktu 5 tahun terakhir (2019-2023). Didapatkan dari 5 jurnal yang berkaitan bahwa Analgesik atau antipiretik  adalah obat yang seingkali dipilih oleh masyarakat karena efek yang ditawarkan dengan pemberian obat ini dapat meredakan atau menurunkan nyeri yang dirasakan masyarakat. Hasil penelitian menyatakan tingkat pengetahuan pengetahuan dalam katagori baik namun tetap butuh peranan apoteker dalam tindakan konseling yang diberikan dalam pasien yang melakukan swamedikasi. Kata kunci : Swamedikasi, Demam, Analgetik, Antipiretik.
Snack Bar untuk Ibu Hamil untuk Cegah KEK di Posyandu Cempaka Desa Ciledung Tengah Wigati, Yustina; Rajjiyah, Putri Salma; Hikmah, Ananda Mutiara Nur; Fajriah, Siti Aulia; Anjani, Irna Dini; Sa’adah, Putri; Umi, Sindi Oktavia Al; Nurhayati, Nurhayati; Sumiyati, Mimin; Widayanti, Ari; Kunaedi, Aan
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.16330

Abstract

Pendahuluan: Di Posyandu Cempaka Gang Sugiarto Desa Ciledug Tengah, terdapat 3 dari 15 ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), yaitu kondisi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) <18,5. KEK pada ibu hamil berisiko menyebabkan abortus, perdarahan, partus lama, infeksi, BBLR, cacat lahir, stunting, dan kematian maternal tidak langsung. Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi pola nutrisi serta dukungan keluarga dan lingkungan terhadap KEK. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan menggunakan metode pemetaan, pembagian brosur, demonstrasi pembuatan snack bar, serta evaluasi pre-test dan post-test kepada ibu hamil, bidan, dan kader. Hasil: Pre-test menunjukkan 48,6% ibu belum memahami KEK dan PMT. Setelah penyuluhan, tingkat pemahaman meningkat menjadi 85,7% (kenaikan 34,3%). Sebagian besar ibu juga memanfaatkan layanan ANC secara lengkap. Kesimpulan: Penyuluhan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang KEK. Disarankan promosi ANC dan penguatan peran kader dalam sosialisasi berkelanjutan.
Pengaruh Waktu Fermentasi Madu dengan Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) terhadap Daya Hambat Bakteri Propionibacterium acnes Angela, Elva; Kunaedi, Aan; Ine Suharyani; Andriana, Andriana
Sci-tech Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Sci-tech Journal (STJ)
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/stj.v1i1.25

Abstract

Honey is a substrate that has widely used by the people of Indonesia for treatment, one of which is used to treat acne. Honey has antimicrobial inhibitory power, antimicrobial ability is also found in other natural ingredients, one of it is Single Garlic (Allium sativum L.). Community trend towards the two natural ingredients, one of which is by combining Honey and Single Garlic (Allium sativum L.) using the method of soaking Single Garlic (Allium sativum L.) in Honey. The purpose of the study is to determine the inhibitory power of honey bacteria from soaking / fermentation against propionibacterium acnes bacteria.Testing use the disc paper diffusion method with a sample of fermented Honey and a single Garlic (Allium sativum L.) against the length of honey fermentation time, positive control (Clindamycin 300 mg), and negative control (aquadest). Sample Honey and Garlic Sample (Allium sativum L.) were fermented length time at weeks 1,2,3 and 4. The results showed that the length of time honey fermentation can increase the inhibitory power of the growth of Propionibacterium acnes bacteria by the presence of clear zones around the disc paper. The diameters of honey fermentation in weeks 1,2,3 and 4 are 0.416 mm, 0.65 mm, 0.775 mm and 1.8 mm. The conclusion that the length of fermentation time of Honey and Single Garlic (Allium sativum L.) will increase in diameter in the clear zone of its inhibitory power known in the fourth week to have a maximum inhibitory power of 1.8 mm. Keywords: Fermented honey, Single Garlic,Inhibitory power of bacteria Propionibacterium acnes
Pemberdayaan kesehatan masyarakat Desa Gunung Manik Melalui Potensi Desa Budidaya Madu: Empowerment of community health in Gunung Manik Village through the Village Potential of Cultivating Honey Kunaedi, Aan; Lestari, Trisna; Johan, Johan; Utami, Arie Susetio; Prasetyo, Tri Budi; Andriana, Andriana; Angela, Elva
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i6.5412

Abstract

The abundant natural potential of Gunung Manik has not been optimally utilized. The support of the village apparatus to continue to improve village welfare makes the development of villages and residents quite fast in receiving positive information from outside. Natural potential can be further optimized, one of which is by developing honey cultivation, which has great potential with the support of available natural resource conditions. Activities are carried out using counseling methods and interactive directly to measure the level of pre-activity knowledge and understanding in the people of Gunung Manik Village, descriptive material presentation through interactive so that the implementation of activities is more active and avoids boredom. The results of the activity can be seen from increasing community insight into health, That is benefits of honey on health and the enthusiasm of community for honey cultivation as an effort to improve the economy and health of the people of Gunung Manik Village, Ciniru Kuningan.
Maduku Untuk Diabetesku, Penyuluhan Kesehatan Warga Desa Kalibaru, Tengah Tani, Cirebon: My Honey for My Diabetes, Health Counseling for Kalibaru Villagers, Tengah Tani, Cirebon Kunaedi, Aan; Susilo, Rinto; Lestari, Trisna; Bachtiar, Arsyad; Milla, Muayyadah; Lediyana, Riska
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 7 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i7.7235

Abstract

Non-communicable degenerative diseases in Indonesia are increasing. Prevention efforts with herbal and traditional treatments are often and still believed by the community as alternative medicine, as well as the perception of avoiding the side effects of a drug. The current trend of switching herbs and traditional medicine to honey is increasingly rife. Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease characterized by hyperglycemia, as an indicator of reduced body response to insulin as a regulator of sugar metabolism in the body. The implementation method begins with observation to Kalibaru Village Head partners, distribution of activity flyers 1 week before the activity, with implementation on Friday, December 22, 2023 at 08.00-11.00; located at Kalibaru Village hall, Tengah Tani District with official lecturer team participants; STFMC students; Village head, apparatus, village midwife, and Kalibaru villagers. From the results of the activity, there was quite a lot of public interest in the concern of blood sugar checks, there was an active discussion of the audience about counseling and responses to herbal drinks. From 59 respondents, data were obtained on checking glucose levels for 2 hours of fasting for 30 residents <115 mg / dl, 22 residents 116 - 200 mg / dl, 4 residents 201-300 mg / dl, and 3 residents > 300 mg / dl. With counseling activities, it is expected to increase citizens' awareness of health, and the government's synergy efforts in controlling deadly degenerative diseases can be controlled together with all parties.
Co-Authors ., Tomi AA Sudharmawan, AA Ade Ayu Khulfiah Adinda Aprillia Afiah, Nida Nur Agus Trimulyana Ahmad Alfateh Rahanyamtel Al Umi, Sindi Oktavia Alfi Oktavia Amanda Permatasari Amanda Safitri Amelia Amelia Andini Febriani Andriana Andriana Andriana Angela, Elva Ani Suryani Anis Selawati Anissa’baniyah, Sylviyah Nur Anjani, Irna Dini Ari Widayanti Aris Slamet Widodo Aris Slamet Widodo Aris Slamet Widodo Arsyad Bachtiar Astuti, Nurmaya Ayu Prihatini, Nok Endang Bachtiar, Arsyad Bastian Bastian, Norman Berlian Calista Cantika, Citra Dhea Cindra Yulianto Defi Salsabila Putri Della Pariska Deni Firmansyah Deta Cerelia Berliana Dewi Nurdianti Dewi Nurdianti Dhania Agni Chaerunnisa Didin Ahidin Dinda Alifia Hapsari Dwi Chahyani, Oktavia Dwi Noviasari Naros Dzikri Mu'tashim, Riandika Elfrida Ananda Nadhifah Elis Setiawati Elis Setiawati, Elis Elva Angela Elva Angela Endah Yuningsih Endah Yuningsih Fadhillah, Zakie Fadiel Agvasaoka Fadiyah Romadhona Berliani Fajri, Laika Zulfahnur Fajriah, Siti Aulia Fanny Reza Rahadyan Fatih Nandika Hakim Fatimah Fatimah Fitri Dian Perwitasari Ghozi, Saeful Giska Amelia Gufron Amirullah Hakim, Fatih Nandika Halimah Tu’sya’diyah Halimah Tu’sya’diyah Hana Syifaun Nufus Hapsari, Dinda Alifia Hasanah, Amna Nur Hayatun Nega Amna Henny Muliani Henny Muliani Hikmah, Ananda Mutiara Nur Hikmatul Fauziah Hilal Haidar Hilal Haidar Hulman Taufik Azhar Husnul Khotimah Husnul Khotimah IIN INDAWATI Ikanah Wulandari Ilmi Aulia Ilmi Aulia Indah Mulyani Indah Mulyani Indah Setyaningsih Indah Setyaningsih Indyati, Retno Intan Deliana Putri Intan Deliana Putri Iqbal Bagus Prayogo Iqbal Bagus Prayogo Irna Dini Anjani Ishadi, Syaiful Latif Johan Johan Johan Johan Johan Karunia Bintang Kelvin Muhaerin Khulfiah, Ade Ayu Kurniawati Laelatuz Zahro Lala Komalasari Lala Komalasari Lediyana, Riska Lela Sulastri, Lela Lestari, Trisna Lika latifatul Amanah Lili Rakhmawati Lili Rakhmawati Lilis Listiyani Lisda Indah Nursanti Lisda Indah Nursanti Luky Rizky Amanda Luky Rizky Amanda M. Agung Miftahuddin M. Nana Trisolvena Maesaroh, Thia Fitri Markhamatul Aeni Martinus, Agust Isa Melyandini Melyandini Milhah, Mila Zainatul Milla, Muayyadah Muh. Arief Muhsin Muhamad Kusnendar Muhammad Agustian Erlangga Muhammad Amir Muhammad Fajri Muhammad Fikri Fanillah Muhammad Nana Trisolvena Muhammad Naufal Nugraha Junior Muhsin, Muh Arief Mutiara Agustianti Nafiyah, Salma Putri Nanda Riandita Rizky Kinanti Nawal Hilmy Anoez Nida Nur Afiah Nina Karlina Nina Karlina Nok Endang Ayu Prihatini Norma Norma Bastian Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurdianti, Dewi Nurhayati Nurhayati Nurillah Fitriyani Putri Anggraeni Putri Ayu Fiddiyana Putri Dwi Jayanti Rajjiyah, Putri Salma Ramdhani, Arief Syarifudin Renny Amelia Renny Amelia Retno Indyati Rizky Fitra Ramadhan Rizky, Muhamad Rizqah Sely Salsabil Rizqah Sely Salsabil Salma Audhita Santana Salma Audhita Santana Santana, Salma Audhita Sa’adah, Putri Selawati, Anis Selly Nurul Azmi Septiyati, Tri Putri Setyaningsih, Indah Sidik Lingga Kusuma Sidik Lingga Kusuma Silvia Zahara, Vira Ratu Sri Wahyuni, Popi Suharyani, Ine Sulistiorini Indriaty Sumiyati, Mimin Supriyatno Supriyatno Susilo, Rinto Suwarno Suwarno Sylviyah Nur Anissa’baniyah Taufik Al Fazri Thia Fitri Maesaroh Tomi . Tri B. Prasetyo Trisna Lestari Trisna Lestari Trisolvena, Muhammad Nana Umi, Sindi Oktavia Al Unggul Nirwikoro Prihadmoko Uswatun Khasanah Utami, Arie Susetio Uzlifatul Jannah Wigati, Yustina Yadi Supriyadi Yadi Supriyadi Yasmin Yasmin Zahiyah Zakiyah Nurfadillah Zam Zam, Muhammad Yani