Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perencanaan dan Perancangan Pusat Informasi Kota di Kota Denpasar: Bahasa Indonesia Anak Agung Ngurah Natha Prabawangsa; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Denpasar, sebagai ibu kota Provinsi Bali, memiliki peran strategis dalam sektor pemerintahan, ekonomi, dan pariwisata. Namun, akses informasi bagi masyarakat dan wisatawan masih terfragmentasi dan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Pusat Informasi Kota di Kota Denpasar sebagai fasilitas yang mengintegrasikan berbagai informasi mengenai tata kota, pariwisata, budaya, serta layanan publik. Perancangan dilakukan dengan pendekatan arsitektur yang menggabungkan konsep smart city dan nilai budaya lokal Bali. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, survei lapangan, analisis kebutuhan pengguna, serta studi preseden dari berbagai pusat informasi kota di dalam dan luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi strategis, pemanfaatan teknologi informasi, dan desain arsitektur yang adaptif terhadap iklim tropis menjadi faktor utama dalam optimalisasi fungsi pusat informasi. Selain itu, perancangan juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan dengan penggunaan material lokal dan sistem pencahayaan serta penghawaan yang efisien. Pusat Informasi Kota di Denpasar diharapkan dapat menjadi ikon baru yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan informasi tetapi juga sebagai ruang publik yang interaktif dan edukatif. Dengan pendekatan yang mengutamakan aksesibilitas dan keberlanjutan, perancangan ini diharapkan dapat mendukung visi Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya dan kota pintar yang terintegrasi.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT KONSERVASI DAN PRESERVASI MANUSKRIP DI DESA KESIMAN KERTALANGU, DENPASAR: Bahasa Indonesia Kadek Agus Surya Pradipha; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12288.97-112

Abstract

Pelabuhan Perikanan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kab. Jembrana memiliki peranan strategis dalam sektor perikanan dan kelautan, yaitu sebagai pusat atau sentral kegiatan perikanan laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan redesain terhadap Pelabuhan Pengambengan dengan melihat permasalahan dari fasilitas yang saat ini banyak terdapat kerusakan dan masalah baik dari infrastrktur, lingkungan hingga masalah sosial, agar mampu menciptakan suatu Pelabuhan yang sesuai dengan regulasi dan peraturan, dengan desain yang ramah lingkungan serta dapat menjadi pusat kegiatan perikanan terpadu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berupa observasi, wawancara serta melalui studi literatur. Redesain Pelabuhan Perikanan pengambengan diharap mampu menjadikan solusi dari permasalahan yang dihadapi agar menjadi pusat kegiatan perikanan dengan fasilitas yang baik dan oprasional yang optimal, serta dapat menjadi objek wisata bahari di Kabupaten Jembrana. Redesain Pelabuhan ini mengusung konsep Sustainabel dengan pendekatan Tema Ekologi Arsitektur. Hasil dari perencanaan Redesain Pelabuhan ini yaitu sebuah Rancangan desain yang ramah lingkungan dan memenuhi standar Pelabuhan Perikanan.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT KREATIVITAS PENULIS DAN PEMBACA DI KOTA DENPASAR: Bahasa Indonesia Kadek Lina Andayani; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12298.144-152

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi berkembang dengan cepat seiring dengan kemjuan zaman yang dapat dilihat dari bertambahnya berbagai cabang ilmu pengetahuan dan informasi. Tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah yaitu 0,01%. Penurunan jumlah pengunjung perpustakaan di kota Denpasar merupakan bukti bahwa minat membaca masyarakat masih kurang. Fasilitas dan sistem perpustakaan di kota Denpasar yang masih konvensional juga menjadi alasan mengapa masyarakat jarang menghabiskan waktunya di perpustakaan. Untuk meningkatkan minat literasi terutama dalam hal membaca dan menulis maka diusulkan Perencanaan dan Perancangan Pusat Kreativitas Penulis dan Pembaca di Kota Denpasar. Fasilitas ini akan berfungsi sebagai wadah untuk kegiatan membaca dan menulis yang digolongkan menjadi fungsi edukasi, eksibisi, hiburan dan rekreasi serta komersial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi literatur, observasi ke fungsi dengan kegiatan sejenis, dan wawancara dengan narasumber terkait. Perancangan mengusung konsep Rumah Literasi Masa Depan dengan pendekatan teknologi yang diwujudkan dengan tema arsitektur futuristik. Hasil dari penelitian ini yaitu sebuah rancangan pusat literasi sebagai fasilitas yang diharapkan bisa menjadi wadah untuk segala kegiatan literasi seperti membaca dan menulis yang diharapkan dapat meningkatkan minat membaca masyarakat.
Pangempon Pura Pajinengan Gunung Tap Sai Kabupaten Karangasem – Bali, untuk Desain Konservasi Mandala Pura I Wayan Runa; I Nyoman Warnata; I Nyoman Nuri Arthana Nuri Arthana
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.1.2021.46-63

Abstract

Pura Pajinengan Mount Tap Sai is located in Puragai Hamlet, Besakih Traditional Village, Pempatan Village, Rendang District, Karangasem Regency - Bali, hereinafter referred to as Pura Tap Sai. Tap Sai Temple is located on the northwest slope of Mount Agung. People who Tangkil come to the temple to ask for safety and grace. Tap Sai comes from the word matapa sai sai (daily meditation or meditation). On the main page (utamaning mandala) of Pura Tap Sai, there is also a shrine of the Lingga Yoni wrapped in tree roots (natural) which the people believe is a place to ask for children or offspring, mate, all health problems, ask for medicine, and also fortune. After praying at the main mandala, each devotee / pemedek will be given a bundle (11) of incense to make a special wish at the natural Yoni Lingga. The existence of this temple is in the middle of the forest so that the natural atmosphere is calm, peaceful, and sacred. Therefore, this temple is also a public attraction both for spiritual activities and for traveling. With the increasing number of community members visiting Pura Pajinengan Mount Tap Sai, it is necessary to organize the main temple's mandala so that it is able to accommodate the number of visitors optimally and of course it is also safe for people with disabilities, given the high condition of the temple mandala such as terraces due to the contours of the ground. that's tilted. Based on the above problems, the method of implementation is through the design of the mandala pura conservation. Data collection was in the form of exploration to Pajinengan Temple Mount Tap Sai to obtain data in the design process. The design of the temple mandala to be more unique or distinctive, including the design of buildings and pelinggih and circulation materials for people with disabilities. In addition, it also conducted opinion polls and socialization to optimize the design of the mandala conservation at Pura Pajinengan Mount Tap Sai. The final output in the first year of the Community Partnership Program or this service for the community of Pajinengan Temple Mount Tap Sai people is preliminary data for the design of the mandala and temple shrine conservation. The preliminary data consist of the area of ​​land / temple area, the area of ​​the temple mandala, the existing main palinggih buildings, the existing supporting palinggih buildings, the sacred trees that need to be preserved, and the unique potential for the concept of temple development.
KONSEP REVITALISASI KAWASAN PANTAI MERTASARI SEBAGAI DAERAH EKOWISATA Agus Kurniawan; Nuri Arthana Nyoman
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.1.2022.12-24

Abstract

Pantai Mertasari berlokasi di Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, merupakan Daya Tarik Wisata (DTW) pesisir. Desa Adat Intaran selaku pengelolanya sejak tahun 2014. Pengelola Wisata Pantai Mertasari sebagai mitra dapat memberikan masukan ide atau gagasan terkait pengembangan, desain, dan kualitas fasilitas penunjang wisata pantai yang diharapkan sesuai dengan kemampuan pendanaan pelakasanaan kontruksi yang mereka siapkan nantinya. Selain itu keterlibatan warga juga dibutuhkan dalam pencarian data yang dibutuhkan dalam perencanaan seperti data ukuran site, batas kepemilikan site, dan lainnya. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi mitra di lapangan adalah permasalahan aksesibilitas dan parkir, perdagangan dan fasilitas nelayan, ruang terbuka publik, lapangan terbuka dan taman, fasilitas penunjang rekreasi. Solusi permasalahan aksesibilitas dan parkir yaitu dengan melengkapi jalan dengan fasilitas aktifitas bersepeda, menata kembali jalur pedestrian tepi pantai. Solusi permasalahan perdagangan dan fasilitas nelayan yaitu dengan menata kembali tempat perdagangan kuliner yang ada dan membangun bale kelompok nelayan. Solusi permasalahan ruang terbuka publik, lapangan terbuka dan taman yaitu dengan menata ruang terbuka hijau publik dilengkapi fasilitas untuk rekreasi lansia dan menata landmark kawasan. Solusi permasalahan fasilitas penunjang rekreasi yaitu dengan mengembangkan tempat rekreasi anak dan rekreasi outbound, mengadakan fasilitas untuk pengamanan aktifitas pantai dan dermaga wisata.
Program Bedah Rumah Sebagai Bentuk Sosial Untuk Minimalisir Rumah Tidak Layak Huni I Nengah Sinarta; Nyoman Nuri Arthana; Komang Deddy Endra Prasandya; Agus Kurniawan
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.1.2022.31-38

Abstract

The house is a basic need that must be met for a place of protection from the sun's heat, rain, disease, and animal attacks. This study aims to help the underprivileged so that this program is useful as a social form. Community service activities in Banjar Puragae, Pempatan Village, Rendang District, Karangasem Regency as a form of applying knowledge and experience to minimize uninhabitable houses. A house is said to be well designed and implemented with attention to its users. Through the home renovation program, it is hoped that its implementation will target one of the poorest communities. The survey was conducted using an approach with interviews and observations with village heads and the surrounding community. The house renovation program is one of the efforts to equalize the development and welfare of the poor in remote areas. The problem is that the physical condition of the house is badly damaged and the environment of the house is unfit for habitation. The solution that will be offered is home renovation in the form of social, of course, this program is expected to have a positive impact on the community.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGELOLA PANTAI MERTASARI DALAM PENGEMBANGAN RANCANGAN REVITALISASI KAWASAN PANTAI MERTASARI SEBAGAI DAERAH EKOWISATA Agus Kurniawan; Nuri Arthana; Kadek Windy Candrayana
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.2.2022.1-11

Abstract

Desa Adat Intaran mengelola Pantai Mertasari yang merupakan Objek Wisata (DTW) pesisir sejak tahun 2014. Berada di Desa Sanur Kauh yang berada di Kecamatan Denpasar Selatan. Sebagai mitra, Pengelola Wisata Pantai Mertasari dapat memberikan saran atau masukan. tentang rancang bangun, pengembangan, dan kualitas sarana penunjang wisata pantai, yang harus disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan pelaksanaan pembangunan yang akan mereka persiapkan nanti. Selain itu, diperlukan pula kontribusi kelompok masyarakat dalam mencari informasi yang dibutuhkan dalam menyusun, misalnya, informasi ukuran lokasi, titik batas kepemilikan lokasi, dan lain-lain. Masalah aksesibilitas dan parkir, perdagangan dan fasilitas perikanan, ruang terbuka publik, lapangan dan taman terbuka, dan fasilitas pendukung rekreasi adalah beberapa masalah yang dihadapi mitra di lapangan. Menata ulang jalur pejalan kaki pesisir dan pemasangan fasilitas untuk kegiatan bersepeda di jalan akan mengatasi masalah aksesibilitas dan parkir.Th Pembangunan bale kelompok nelayan merupakan solusi dari permasalahan fasilitas nelayan. Penataan ruang terbuka hijau publik dengan fasilitas rekreasi lansia dan landmark kawasan merupakan solusi dari permasalahan ruang terbuka publik, lapangan terbuka, dan taman. Pembangunan bale kelompok nelayan tempat rekreasi outbond dan rekreasi anak, serta fasilitas kegiatan pantai yang aman dan dermaga wisata merupakan solusi dari permasalahan fasilitas penunjang rekreasi.
Perencanaan Desain Pengembangan Pura Panti Pasek Wancing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali Kadek Putra Santika Narayana; I Nyoman Nuri Arthana; Putu Kemala Vidyantari
PADMA Vol 5 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i2.2266

Abstract

Pura Panti Pasek Wancing di Banjar Tengah, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng mengalami beberapa permasalahan fisik dan spasial, seperti keterbatasan ruang persembahyangan, kerusakan penyengker, serta penggunaan material yang kurang sesuai pada pelinggih. Kondisi ini mengurangi kenyamanan dan kekhidmatan pelaksanaan kegiatan keagamaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam menyusun perencanaan desain arsitektur pengembangan pura secara menyeluruh dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui observasi lapangan, diskusi kelompok terarah (FGD), analisis kondisi eksisting, serta perancangan desain secara kolaboratif bersama pengelola pura dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan ini berupa penyusunan masterplan, gambar kerja, model 3D, rancangan perbaikan penyengker dan pelinggih, tahapan pembangunan, serta estimasi biaya pelaksanaan. Luaran kegiatan ini memberikan pedoman yang jelas, terstruktur, dan sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal bagi masyarakat dalam melaksanakan pengembangan Pura Panti Pasek Wancing ke depan, sekaligus meningkatkan kualitas ruang ibadah dan nilai spiritual kawasan pura.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SENTRA KOPI ARABIKA DI KINTAMANI: Bahasa Indonesia Putu Julianita Dewi; I Nyoman Nuri Arthana; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Made Arya Adiartha
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 14 No. 1 (2026): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2026)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kintamani is a highland area in Bangli Regency, Bali, which has great potential in the production of high-quality Arabica coffee and the development of agriculture-based tourism. However, coffee production, education, and tourism activities in this area are still carried out separately so that the added value and welfare of farmers are not optimal. This study aims to design the Arabica Coffee Center in Kintamani as an integrated area that integrates the functions of production, education, training, tourism, and sustainable environmental management. The method used is a qualitative method with a descriptive-analytical approach through literature studies, field observations, interviews, and data analysis as the basis for formulating the design concept. The design approach carries the Integrated & Experiential concept with the theme of Neo-Vernacular Architecture that adapts local cultural values, natural conditions, and modern technology. The design results in a coffee center area that has integrated functions, a clear flow of activities, and educational and recreational space experiences, with an efficient structural system and contextual architectural expression. The Arabica Coffee Center in Kintamani is expected to strengthen the identity of local coffee, improve the quality of processing and education, support the community's economy, and maintain the sustainability of the area's environment.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN FASILITAS PENUNJANG WISATA DI KAMPUNG ADAT RATENGGARO : bahasa indonesia Kefas Anglidens Natanael; I Nyoman Nuri Arthana; Cokorda Istri Arina Cipta Utari; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 14 No. 1 (2026): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2026)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.14.1.15025.119-127

Abstract

Ratenggaro Traditional Village, located in Umbu Ngedo Village, Kodi Bangedo District, Southwest Sumba Regency, East Nusa Tenggara, is a cultural tourism destination with great potential through the presence of Uma Kalada traditional houses, megalithic stone tombs, Marapu traditions, ikat weaving, and coastal panoramas. The increase in the number of tourists each year has not been supported by adequate tourism support facilities, such as information centers, parking areas, accommodation, culinary areas, and cultural performance spaces. This condition causes tourism activities to not run optimally and has the potential to reduce tourist comfort. The planning and design of these tourism support facilities aims to provide tourism facilities that are able to accommodate reception, education, exhibition, accommodation, commercial, and recreational activities in an integrated manner while maintaining the cultural values ??and character of Ratenggaro Traditional Village. The design approach uses a contextual architectural theme with the concept of Harmony with Nature and Culture, namely creating harmony between buildings, the natural environment, and the culture of the indigenous community. The methods used include field observation, interviews, documentation, literature studies, precedent studies, and site analysis. The design results are in the form of visitor center facilities, homestays, weaving exhibitions, weaving craft centers, souvenir centers, food courts and amphitheaters designed to follow the spatial patterns of traditional villages and the character of traditional Sumba architecture. The shape of the building adapts the Uma Kalada traditional house with the use of natural materials such as wood, bamboo, natural stone, and reeds to harmonize with the surrounding environment. This design is expected to improve the quality of tourism services, support the preservation of local culture, and improve the economy of the Ratenggaro Traditional Village community in a sustainable manner.