Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan Lingkungan Hidup dan Intensi Memilah Sampah Ramadhina, Astridiani; Kristanto, Andreas Agung; Ramadhani, Ayunda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7380

Abstract

This study aims to investigate the relationship between the environmental awareness and waste-sorting intention among students at the faculty of social and political science, Mulawarman University. quantitative approach was used as the method in the study. Samples used in this study consisted of 98 students who were selected by simple random sampling technique. Waste-sorting intention scale and level taste of environmental awareness were used for data collection method. The collected data will be analyzed using the Jaspen' M correlation analysis. The results showed that there has positive significant relationship between the environmental awareness and waste-sorting intention among students at the faculty of social and political science, Mulawarman University, with a r value of 0.227 and r table of 0.195. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan lingkungan hidup dengan intensi memilah sampah pada mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas mulawarman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 98 mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala intensi memilah sampah dan menggunakan metode tes pengetahuan lingkungan hidup. Data yang terkumpul akan dianalisis dengan uji analisis korelasi Jaspen’M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara pengetahuan lingkungan hidup dengan intensi memilah sampah pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Samarinda dengan nilai r hitung 0.227 dan r table 0.195.
Hubungan Kontrol Diri dengan Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir dalam Menyelesaikan Skripsi Fachrozie, Reza; Sofia, Lisda; Ramadhani, Ayunda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 3 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i3.6495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 64 mahasiswa Prodi Tekonologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mulawarman Samarinda yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan penyebaran skala kontrol diri dan kecemasan. Teknik analisa data menggunakan uji analisis korelasi product moment pearson. Dari hasil analisis korelasi product moment terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan pengambilan keputusan, dengan nilai korelasi sebesar 0.761 dan nilai Sig sebesar 0.000 (p < 0.05). Terdapat hubungan yang kuat antara kontrol diri dengan kecemasan. Artinya, semakin rendah kontrol diri mahasiswa maka akan semakin tinggi tingkat kecemasan mahasiswa. This study discusses understanding of the relationship of control with students at the final level of completing a thesis. This research uses quantitative. The subjects of this study were 64 students of the Agricultural Product Technology Study Program (THP) Mulawarman University Samarinda selected using saturated sampling techniques. Data collection methods used were observation, interviews, and self control control scale. Data analysis techniques used Pearson product moment correction analysis test. From the results of the analysis, the product moment is between positive with intelligence and decision making, with a consideration value of 0.761 and a Sig value of 0,000 (p <0.05). There is a strong relationship between self-control and comfort. Successful, the lower the student's self control, the higher the level of student comfort).
EDUKASI EMOSI REMAJA: TEKNIK REGULASI EMOSI BUTTERFLY HUG SEBAGAI SOLUSI MENINGKATKAN BELAS KASIH DIRI SISWA Ramadhani, Ayunda; Suhesty, Aulia; Handayani, Nanik; Firjatullah, Firjatullah; Nurdin, Nurafifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26863

Abstract

Abstrak: Remaja banyak mengalami tekanan sosial dari lingkungan, tuntutan akademik dan adanya perubahan yang signifikan baik dari aspek fisik maupun psikologis. Keadaan yang demikian, ditambah dengan perubahan emosional yang dirasakan remaja dapat membuat remaja rentan melakukan hal-hal yang berisiko seperti self-harm. Untuk mengatasi emosi-emosi negatif, remaja terlebih dahulu harus memberikan kepedulian dan pemahaman pada diri sendiri saat menghadapi permasalahan dan tekanan yang terjadi melalui sikap belas kasih terhadap diri sendiri. Tujuan dari pengabdian ini ialah meningkatkan belas kasih diri siswa melalui Butterfly Hug. Kegiatan ini dilakukan di SMP Fastabiqul Khairat Samarinda dan diikuti 185 siswa, metode yang digunakan ialah pemaparan materi, praktek, uji pre-test dan uji post-test. Terdapat peningkatan signifikan belas kasih diri siswa dari hasil uji beda yang dilakukan sebesar 0.008 > 0.05. Perbedaan yang signifikan, menandakan bahwa teknik ini dapat membantu siswa mengelola emosi mereka dengan lebih baik dan dapat mengelola emosinya secara lebih adaptif.Abstract: Adolescents often experience social pressure from their environment, academic demands, and significant changes in both physical and psychological aspects. These circumstances, combined with the emotional changes that adolescents feel, can make them vulnerable to engaging in risky behaviors such as self-harm. To cope with negative emotions, adolescents must first cultivate self-care and understanding when facing problems and pressures, through self-compassion. The aim of this service project is to enhance students' self-compassion through the Butterfly Hug technique. This activity was conducted at SMP Fastabiqul Khairat Samarinda and involved 185 students. The methods used included material presentation, practice, pre-test, and post-test evaluations. There was a significant increase in students' self-compassion, as indicated by the results of the difference test, which showed a value of 0.008 > 0.05. The significant difference indicates that this technique can help students manage their emotions more effectively and adaptively.
Understanding Psychosocial Factors Influencing Subjective Well-Being in Perinatal Mothers: A Systematic Literature Review Nadya Novia Rahman; Ayunda Ramadhani; Aulia Ramdani
About the Journal Vol 15, No 2 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i2.26206

Abstract

The perinatal period represents a complex and vulnerable developmental transition characterized by substantial biological, psychological, social, and environmental changes. Maternal subjective well-being during this phase extends beyond the absence of mental disorders and encompasses life satisfaction, positive affect, perceived competence, and meaningful engagement in the maternal role. This study aimed to systematically synthesize psychosocial determinants influencing subjective well-being among perinatal mothers through a systematic literature review approach. Inclusion criteria comprised peer-reviewed English-language journal articles published between 2010 and 2026 that examined intrapersonal, relational, socioeconomic, and environmental determinants among pregnant and postpartum women. Following the PRISMA framework, 17 studies met the eligibility criteria and were included in the final analysis. The findings indicate that emotional regulation, maternal self-efficacy, risk perception, childbirth experience, sleep quality, social support, stigma, socioeconomic conditions, and environmental stressors are key interacting determinants shaping maternal subjective well-being. Furthermore, psychosocial interventions such as psychoeducation, cognitive-emotional regulation-based programs, and digital support platforms demonstrate promising potential in enhancing maternal resilience. The results underscore the importance of adopting an ecological framework integrating individual, relational, and structural dimensions to comprehensively understand maternal well-being. This review shifts the focus from a pathology-oriented perspective toward a strength-based and well-being-centered paradigm and provides important implications for maternal mental health policy development and preventive intervention strategies.Periode perinatal merupakan fase transisi perkembangan yang kompleks dan rentan, ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan yang signifikan. Kesejahteraan subjektif ibu pada masa ini tidak hanya mencerminkan ketiadaan gangguan mental, tetapi juga mencakup kepuasan hidup, afek positif, rasa kompetensi, serta makna dalam menjalankan peran keibuan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis faktor-faktor psikososial yang memengaruhi kesejahteraan subjektif ibu perinatal melalui pendekatan systematic literature review. Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal peer-reviewed berbahasa Inggris yang diterbitkan antara 2010–2026 dan meneliti determinan intrapersonal, relasional, sosial ekonomi, serta lingkungan terhadap kesejahteraan subjektif ibu hamil dan postpartum. Proses seleksi mengikuti kerangka PRISMA dan menghasilkan 17 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa regulasi emosi, self-efficacy maternal, persepsi risiko, pengalaman persalinan, kualitas tidur, dukungan sosial, stigma, kondisi sosial ekonomi, serta stresor lingkungan merupakan determinan utama yang saling berinteraksi dalam membentuk kesejahteraan subjektif. Selain itu, intervensi psikososial seperti psikoedukasi, cognitive-emotional regulation, dan dukungan berbasis digital terbukti berpotensi meningkatkan resiliensi maternal. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan ekologi yang mengintegrasikan faktor individual, relasional, dan struktural dalam memahami kesejahteraan ibu perinatal. Studi ini berkontribusi dengan menggeser paradigma dari pendekatan berbasis patologi menuju perspektif berbasis kekuatan dan kesejahteraan, serta memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan dan strategi promotif-preventif kesehatan mental maternal.