Articles
Penggunaan Rasch Model Untuk Menganalisis Konstruk Instrumen Kontrol Diri Pada Siswa Sekolah Menengah
Kharisma Putri Prayoga;
Dodi Suryana;
Mamat Supriatna;
Nandang Budiman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.4459
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas dan reliabilitas instrumen kontrol diri menggunakan Rasch Model. Terdapat berbagai pengukuran instrumen yang telah dikembangkan sebelumnya, penelitian menggunakan metode Rasch Model merupakan metode terbaru yang dianggap modern, efisien dan memiliki kredibilitas yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan instrumen berupa kuesioner dengan sampel responden 50 siswa SMP dan SMA sederajat di berbagai daerah di Indonesia. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode Rasch Model dengan aplikasi Winstep versi 3.73. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha sebagai representasi dari interaksi antara person dengan keseluruhan item, sebesar 0,73 tergolong dalam kategori bagus. Sedangkan nilai Person Reliability sebesar 0,72 tergolong dalam kategori cukup. Sementara itu, Item Reliability sebesar 0,86 termasuk dalam kategori bagus. Oleh karena itu, instrumen yang telah dikembangkan dapat digunakan untuk membantu sebagai need assesmen siswa atau untuk menemukan gambaran keadaan siswa sebelum mengembangkan program. Kata kunci: validitas, reliabilitas, rasch model, kontrol diri
ANALISIS RASCH MODEL: VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN KORBAN BULLYING
Putri, Mia Aprianti;
Suryana, Dodi;
Supriatna, Mamat;
Yudha, Eka Sakti
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol. 19 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/hisbah.2022.192-04
The phenomenon of bullying is still rife among high school adolescents in Indonesia. This study aims to develop an instrument that measures the number of victims of bullying at school. The study involved adolescents with an age range of 12-14 years at a junior high school in West Bandung Regency, West Java, Indonesi a. This study used a quantitative method with a questionnaire containing 18 items which had 4 Likert answer choices. Data analysis used the Rasch model approach, and used Winstep 3.73 software. The results of the analysis show that personal reliability is 0.49 which indicates that the consistency of participants in answering questions is included in the weak category, and item reliability is 0.95 which indicates that the quality of the item items is classified as special. It can be concluded that the instrument for victims of bullying already has items that are classified as special, it's just that the consistency of participants in answering questions is still weak, and the level of interaction between participants and items is also lacking. Keywords: Validity, reliability, Rasch model, victims of bullying
Analisis Validitas Instrument Self-Efficacy Belajar Siswa Pada Sekolah Terbuka Atlet Dengan Menggunakan Model Rasch
Haifa Munajjah, Siti Najmi;
Supriatna, Mamat;
Suryana, Dodi
JKI (Jurnal Konseling Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Konseling Indonesia
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21067/jki.v1i9.9411
Self-Efficacy is an individual's belief in his own ability and competence to carry out his duties or activities which is demonstrated by the individual's way of acting and overcoming existing obstacles to succeed in achieving various goals. This research aims to test the validity and reliability of students' learning self-efficacy instruments using the Rasch model. The subjects of this research were students who took part in the athlete's open school program. The method used is a cross-sectional survey with a quantitative approach. The number of participants used was 69 students at one of the State High Schools in Bandung City, West Java, Indonesia with an age range of 15-17 years. Data analysis using the Rasch model in the WinStep 3.73 application. The results of the analysis show that the respondent's interaction with the items is in the good category. The respondent's reliability value, which shows the respondent's consistency in filling out the instrument, is included in the sufficient category. The reliability of the instrument shows that it is in the very good category. The unidimensional value is included in the sufficient category. Apart from that, there are three items that are not appropriate. It is hoped that with the results of this research, instruments for measuring students' learning self-efficacy can be evaluated and developed so that an accurate instrument can be obtained in measuring students' learning self-efficacy
Effectiveness of Conflict Resolution Counseling for The Development of Peace Core Values on Vocational High School Students
Ilfiandra, Ilfiandra;
Nadhirah, Nadia Aulia;
Suryana, Dodi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 7, Issue 1, January 2023
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/jbkt.v7i1.1685
The research was motivated by the inability of students to resolve conflicts constructively, so many cases of conflict between students ended in violence. This study examines the effectiveness of conflict resolution counseling for developing core values of peace in adolescents. This research uses the positivism paradigm, quantitative approach, quasi-experimental method, and non-equivalent pre-test post-test control group design. The research participants were vocational high school students in the city of Bandung, totaling 63 people (32 people for the control and experimental groups), which were determined through a purposive technique. The data collection tool is a questionnaire on the core values of peace based on the U NESCO -APNIEVE Thurstone scale model with a reliability coefficient of 0.92. Data analysis to test the hypothesis using the One-Way ANOVA technique. The calculation results show that F hit = 3.401, at p = 0.070>0.05, dk = 1.58, which means that there was no significant difference in the core values of peace between the control group and the treatment group after conflict resolution counseling intervention. Partially, conflict resolution counseling effectively increases the three core values of peace: tolerance, recognition of other people's souls, and gratitude. The research recommendations are aimed at guidance and counseling teachers in vocational high schools.
NEGATIVE BODY IMAGE TRIGGERS ADOLESCENTS TO EXPERIENCE AN EATING DISORDER
Nadhirah, Nadia Aulia;
Kusnadi, Ghaida Az-zahra;
Supriatna, Mamat;
Suryana, Dodi;
Fahriza, Irfan
Quanta : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2022): VOLUME 6, NUMBER 3, SEPTEMBER 2022
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/quanta.v6i3.3334
Remaja yang merasa tidak puas dengan penampilan dirinya, dapat mengalami eating disorder. Hal ini diakibatkan oleh konsep body image seseorang yang buruk (persepsi negatif) dan ketidakpuasan terhadap tubuh yang dimiliki sehingga dapat menimbulkan dorongan untuk menjadi lebih kurus. Adapun empat faktor penyebab gangguan makan anorexia nervosa dan bulimia nervosa yaitu faktor sosio-kultural, faktor psikologis, faktor keluarga, dan faktor biologis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian terdahulu menunjukan bahwa adanya kesesuaian dengan pernyataan bahwa body image merupakan sikap yang dimiliki individu terhadap tubuhnya, berupa penilaian positif dan negatif, juga didukung oleh hasil penelitian – penelitian terdahulu yang menjelaskan bahwa adanya hubungan antara body image negatif dengan eating disorders. Hal ini berkolerasi dengan hasil penelitian yang menjelaskan bahwa 26,1% body image berpengaruh terhadap kecenderungan seseorang memiliki eating disorder.
Inferiority Feeling Scale: Analisis Validitas Instrumen Menggunakan Rasch Model
Farsya, Zahra Andika;
Suryana, Dodi;
Sunarya, Yaya
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/counsellia.v13i2.15179
Perasaan rendah diri (inferiority feeling) merupakan salah satu perasaan yang saat ini sering dirasakan oleh generasi muda. Beberapa ahli mengatakan inferiority feeling muncul disebabkan karena individu merasa kurang berharga atau kurang mampu dalam menjalani kehidupan. Perasaan rendah diri masih menjadi salah satu permasalahan yang dialami remaja bahkan sampai saat ini karena tidak sedikit remaja yang merasa tidak mampu bersaing, merasa jelek, merasa kurang dalam hal perekonomian, merasa bodoh, tidak memiliki kepercayaan diri, merasa tidak mampu berprestasi, dan banyak hal-hal lainnya, karena itu diperlukan instrumen yang dapat mengukur perasaan rendah diri remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diolah menggunakan Winsteps versi 3.73. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen perasaan rendah diri termasuk dalam jenis instrumen yang baik, valid, dan reliabel.
Analisis Validitas Konstruk Instrumen Kematangan Karier Menggunakan Winstep
Az-zahra, Nabila;
Suryana, Dodi;
Nadhirah, Nadia Aulia
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.13745
Career maturity is a pivotal aspect in supporting an individual’s career development for the future. The success of a person’s career is influenced by their ability to make appropriate career choices. However, adolescents often lack a mature understanding and knowledge in establishing career choices, as they are not yet independent in decision-making. This indicates that the career maturity of adolescents still needs to be enhanced. To measure an individual’s career maturity, an instrument is required as a measurement tool. One method to investigate this instrument is by using the Rasch Model. Data collection is conducted using a Likert scale with simple random sampling technique. This study aims to analyze the construct validity of the career maturity scale from 136 junior high school students in Bandung. The research employs a quantitative approach with a survey design as the research method. Data is analyzed using the Rasch model with Winstep version 3.73. The findings of the analysis indicate that the validity and reliability value is 0.86, meaning the instrument is considered good, although some items exhibit gender bias.____________________________________________________________Kematangan karier merupakan faktor kunci dalam menunjang perkembangan karier individu di masa depan. Keberhasilan dalam karier tidak hanya bergantung pada kemampuan individu untuk membuat pilihan yang tepat, tetapi juga pada kedewasaan dalam memahami dan mengevaluasi opsi yang tersedia. Remaja sering kali menghadapi tantangan dalam hal ini, karena mereka masih dalam proses mencapai kemandirian dalam pengambilan keputusan. Kondisi ini menandakan perlunya peningkatan dalam aspek kematangan karier di kalangan remaja. Untuk mengukur dan mengevaluasi kematangan karier, diperlukan instrumen yang valid dan reliabel. Pemodelan Rasch menawarkan kerangka kerja yang robust untuk menyelidiki instrumen semacam itu, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui skala Likert dan teknik simple random sampling. Studi ini berfokus pada analisis validitas konstruk skala kematangan karier dari sampel 136 siswa sekolah menengah pertama di Bandung, menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain survei. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Winstep versi 3.73, menghasilkan nilai validitas dan reliabilitas sebesar 0.86. Ini menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki kualitas yang baik, meskipun beberapa item menunjukkan bias berdasarkan kategori gender, yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kesetaraan pengukuran.
Validity Analysis of Learners' Self- Efficacy Instrument Using Rasch Model
Setiawati, Setiawai;
Suryana, Dodi;
Amartya, Shafa
Psikopedagogia Vol. 12 No. 1: June 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/psikopedagogia.v12i1.25619
The issue of items that are not independent, not linear, do not have value accuracy and missing data errors, thus the research aims to test the analysis of the construct validity of the self-efficacy instrument, the research uses a quantitative approach with a cross sectional survey design, then the validity analysis uses the Rasch model with the Winsteps version 3.73 application. The results of this study are (1) all items of the Self-efficacy revealing instrument meet the standard criteria as a measuring instrument. (2) Cronbach Alpha as a measure of the interaction between the person and the item as a whole, has a value that is included in the good category. (3) Person Reliability as an indicator of the constancy of respondents' answers, the results of its value are included in the sufficient category. While (4) Item Reliability as an indicator of the quality of items on the instrument, its value is included in the excellent category. (5) The average difficulty level of items is below the ability of junior high school students, so it is easy to understand. The instrument can be used as a need assessment for students in measuring self-efficacy ability curately
The Analysis Validity Of Self-Determination Instrument In Adolescents Using Rasch Model
Ali, Enjang Yusup;
Yuliani, Rahmawati;
Suryana, Dodi
Psikopedagogia Vol. 12 No. 2: December 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/psikopedagogia.v12i2.25624
This study was conducted to analyse the validity of the self determination instrument. The study used a quantitative approach with a cross-sectional survey design with a convenience sample technique of 102 people, consisting of 45 men and 57 women, in junior high schools in West Java, Indonesia. The self-determination instrument was elaborated from Ryan and Deci's Theory, with 17 items and 6 levels of answer choices. Data were analysed using the Rasch Model with the help of Winstep software version 3.73. Analysis of self-determination instrument results through the Rasch model based on aspects of unidimensionality, item analysis (item difficulty level and item suitability level), diagnostic rating scale and instrument analysis. The results of the reliability value of 0.91 so that it can be used as a consideration of measuring instruments to measure self-determination abilities in junior high school students, and the Guidance and Counselling process can be implemented in the need assessment step.
Pengembangan Instrumen Citra Tubuh: Analisis Rasch Model
Cahyani, Neneng Ardita Pramesti;
Suryana, Dodi;
Sunarya, Yaya
JURNAL PSIKOLOGI Vol 20, No 2 (2024): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v20i2.21041
Adanya perubahan fisik yang dialami remaja, sering kali membuat mereka mengalami keadaan ketidakpuasan terhadap tubuh. Sehingga citra tubuh yang mereka memiliki cenderung negatif. Dalam menentukan citra tubuh bersifat positif atau negatif diperlukan adanya pengukuran. Dalam melakukan pengukuran dibutuhkan alat ukur yang valid dan reliabel. Pengujian validitas dan reliabilitas salah satunya dapat menggunakan permodelan Rasch. Keunggulan dari pendekatan ini yaitu dapat menghasilkan skala pengukuran dengan interval yang sama untuk memberikan informasi yang akurat mengenai responden dengan item dan itu menjadi alasan penggunaan pendekatan permodelan Rasch dalam menganalisis validitas dan reliabilitas instrumen citra tubuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan jumlah partisipan sebanyak 110 orang. Analisis menggunakan permodelan Rasch yang dibantu dengan aplikasi Winstep versi 3.73. Hasilnya penelitian menunjukkan bahwa instrumen citra tubuh memiliki nilai undimentionalitas di bawah 15% yang artinya variabel pada instrumen dapat menggambarkan citra tubuh. Nilai Cronbach Alpha yaitu 0.53 menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang lemah. Berdasarkan hasil pengolahan separasi menggunakan rumus didapatkan nilai separasi person 2.56 dan separasi item 8.01. Dapat disimpulkan bahwa instrumen ini dapat mengelompokkan kemampuan individu ke dalam dua kelompok dan penyebaran kesukaran item ke dalam delapan kelompok.