Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF SERVICE QUALITY TO REVISIT INTENTION ON WOOD STAIRS CAFE Frimmi Rabiul Duripa; Nabilah Sugiarto; Andhyka Tyaz Nugraha
CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/capital.v9i1.21340

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan dimensi-dimensi kualitas layanan terhadap niat datang kembali konsumen dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi dengan kasus studi pada restoran Wood Stairs Cafe di Kota Bandar Lampung. Metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) diterapkan dalam penelitian ini dan data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan googleform. Kuesioner penelitian dikembangkan berdasarkan referensi penelitian sebelumnya mengenai kualitas layanan, kepuasan pelanggan dan niat berkunjung kembali. Jumlah responden penelitian adalah 110 orang yang semuanya merupakan pelanggan Wood Stairs Cafe. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi kualitas layanan seperti bukti fisik, jaminan, keandalan, daya tanggap, dan empati berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dan niat berkunjung kembali. Lebih lanjut, hasil penelitian kami juga mengungkapkan bahwa kepuasan pelanggan terbukti mampu memediasi hubungan antara seluruh dimensi kualitas layanan terhadap niat berkunjung kembali. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa peningkatan kualitas layanan dapat mendorong kepuasan pelanggan dan merangsang niat pelanggan untuk datang kembali. Meskipun demikian, hasil ini juga menyimpulkan bahwa pengaruh hubungan langsung seluruh dimensi kualitas layanan terhadap niat datang kembali jauh lebih baik dibandingkan jika dimediasi oleh kepuasan pelanggan. Penelitian ini secara tidak langsung menyumbang bukti empiris bahwa tingkat kepuasan pelanggan memberikan peran besar dalam merangsang konsumen untuk berkunjung kembali  
Psychographic Profiling of Skincare Indonesian Consumers: A Multidimensional Segmentation Approach Suryaneta, Suryaneta; Nugraha, Andhyka Tyaz; Noviantoro, Tri; Christy, Nisa Novia Avien; Muslim, M.Raihan Huzhaifi
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 41, No 1 (2026): January 2026
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mem.v41i1.6609

Abstract

This study assesses whether a multidimensional psychographic base that joins values, life visions, aesthetic styles, and media preferences can explain skincare consumer behavior in Indonesia and translate directly into brand decisions. A cross sectional online survey of two hundred seventy consumers employed seven-point scales for twelve value items, ten life vision items, nine aesthetic style items, and nine media preference items. The instrument showed satisfactory internal consistency with Cronbach’s alpha of 0.81 for values, 0.78 for life visions, 0.85 for aesthetic styles, and 0.78 for media preferences. Dimensionality was examined with principal components at the block level and audience segments were identified with Gaussian mixture models, with the number of classes selected by the Bayesian Information Criterion. The analysis yielded six interpretable segments. Values place holistic health, emotional balance, and environmental or ethical responsibility at the center of decision making. Aesthetic attraction is strongest for modern minimalism followed by classic and sporty codes, while luxury and futuristic codes are less salient. Media use concentrates on Instagram and TikTok with e-commerce and YouTube as important complements. These findings establish a direct bridge from latent motives to actionable levers by pairing claims and design languages with the media habitats in which persuasion occurs. Brand teams can emphasize health and calm narratives with credible testing, employ transparent and minimalist clinical visual systems, and activate creator led short video content with seamless handoff to e-commerce, while using longer instructional content for audiences that prefer YouTube and Facebook. Limitations include a youthful and digital first sample, self-report measures, and a cross sectional design. The study offers an empirically grounded baseline for psychographic profiling in skincare and a practical roadmap for audience in culture strategy that is both differentiated and repeatable.
Meminimalkan Biaya Transportasi Dalam Pengiriman Barang Dengan Menggunakan Metode Least Cost, Vogel's Approximation Method, dan Stepping Stone (Studi Kasus: PT. GHI) Wahyudi, Rizqi; Nugraha, Andhyka Tyaz; Tobing, Celvin Johnatan Lumban
Jurnal Industri dan Inovasi (INVASI) Vol 3, No 1 (2025): Vol 3, No 1 (September 2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/invasi.v3i1.13105

Abstract

Biaya distribusi yang murah adalah salah satu faktor yang menentukan tingkat kepuasan pelanggan dalam hal pengeluaran pengangkutan dan pengalokasian barang ke tangan konsumen. Pada industri pengiriman barang, meminimalkan biaya distribusi sangat krusial untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal pada setiap pendistribusiannya. Permasalahan dari PT. GHI adalah biaya distribusi yang tinggi dibandingkan dengan kompetitor perusahaan sejenis dengan tujuan pengantaran yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan biaya distribusi terhadap perancangan rute distribusi yang digunakan oleh PT. GHI dengan menggunakan metode Least Cost, Vogel’s Approximation Method (VAM) dan Stepping Stone. Least Cost dan VAM digunakan untuk menemukan solusi awal biaya distribusi sedangkan Stepping Stone digunakan untuk menemukan biaya optimal atau biaya minimal distribusi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Perhitungan dengan metode Least Cost juga bertujuan untuk menemukan biaya terbesar yang dihasilkan agar menjadi gap antara biaya maksimal dan minimal dari biaya distribusi yang akan digunakan.  Pengolahan yang dilakukan terhadap 2 rute yang berbeda mendapatkan nilai yang berbeda dimana rute yang biasa digunakan oleh perusahaan mengeluarkan biaya lebih besar ialah sebesar Rp. 11.459.952.000 dengan penurunan biaya menjadi Rp. 10.973.760.000 dari penggunaan rute alternative yang dirancang. Rekomendasi dari penelitian ini adalah memberikan opsi terbaik dari rancangan yang telah dibuat diantaranya mencakup opsi pengurangan biaya logistic, peningkatan efisiensi dan mendukung keberlanjutan operasional.
IMPLEMENTASI EKONOMI SIRKULER MELALUI BUDIDAYA MAGGOT DAN PEMBERDAYAAN POTENSI DESA PURWODADI DALAM Gusvita, Rinda; Muhyi, Abdul; Permata, Nia Sastra; Iqbal, Muhammad; Tyaz Nugraha, Andhyka
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.15615

Abstract

Permasalahan di lingkungan masyarakat terjadi di berbagai daerah, mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Salah satu wilayah yang menghadapi tantangan itu adalah Desa Purwodadi Dalam, yang terletak di Kec. Tanjung Sari, Kab. Lampung Selatan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, diketahui bahwa di desa tersebut memiliki berbagai potensi masalah yaitu belum adanya sistem pengelolaan limbah industri dan domestik yang terpadu, ancaman bencana kekeringan, dan ancaman bencana kebakaran lahan. Selain disebabkan oleh aktivitas industri skala rumah tangga, peternakan, dan pertanian, serta aktivitas domestik, berbagai ancaman tersebut juga disebabkan karena Desa Purwodadi Dalam sebagian kecil berada di wilayah Hutan Register 40 (Gedong Wani) yang dikelola oleh warga dengan pola yang belum berkelanjutan. Di desa tersebut terdapat sekitar 30 industri tahu dan beberapa peternakan ayam dan sapi dengan limbah yang belum terkelola dengan baik. Limbah ampas tahu dapat dimanfaatkan dalam budidaya maggot Black Soldier Flies (BSF) untuk menjawab permasalahan tingginya harga pakan ternak. Budidaya maggot ini memberikan nilai tambah bagi limbah ampas tahu, dan limbah domestik yang saat ini belum terkelola untuk dimanfatkan sebagai pakan maggot. Untuk itu telah dibuat inovasi biopond yang akan memudahkan proses budidaya maggot dan menghasilkan maggot yang bersih dan minim kontaminasi sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Selanjutnya perlu dilakukan scale up budidaya maggot untuk hasil yang lebih baik lagi.
MAPPING SKINIMALISM NARRATIVES ON INSTAGRAM HASHTAG POSTS Suryaneta, Suryaneta; Noviantoro, Tri; Nugraha, Andhyka Tyaz
Indonesian Journal of Cosmetics Vol. 3 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Cosmetics
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/ijcos.v3i2.2568

Abstract

Skinimalism has gained visibility as a beauty trend promoting fewer products, fewer routine steps, and deliberate essentials. This study maps how skinimalism is narrated in Instagram hashtag posts using qualitative netnographic observation and descriptive content analysis. Forty caption entries were purposively sampled from the #skinimalism feed; after removing near-duplicates, 36 unique captions were analyzed. Captions were predominantly in English (63.9%), followed by Indonesian (25.0%) and other languages (11.1%), with #skinimalism appearing explicitly in 80.6% of captions. Dominant narrative categories comprised trend definition or education (30.6%), product promotion (27.8%), and routine guidance (22.2%). Nonexclusive thematic coding revealed routine simplification as the most prevalent element (66.7%), followed by natural look aesthetics (33.3%), while multifunctionality or hybrid product framing was relatively limited (11.1%). Actor cues were identifiable in many posts, including brands or commercial accounts (22.2%), creators or educators (19.4%), clinics or experts (11.1%), and individual users (8.3%), although 38.9% could not be clearly classified. Engagement assessed from visible comment excerpts (n = 40) indicated limited discourse, with half of the posts showing no comments and the remainder dominated by emotive or transactional responses. This limited engagement does not necessarily signal weak consumer interest but reflects Instagram’s role in stabilizing trend narratives through curated, authored content. Overall, the hashtag feed functions as a structured narrative field that reinforces skinimalism through procedural templates and marketing-aligned messaging rather than extended peer deliberation.
Co-Authors Agung Masyad Fawzi Agung Masyad Fawzi Alam Fathurochman, Alam Andi Yakub AZMI, MUHAMMAD AKMAL FARIS MAHADI Bambang Priyo Cahyono BASKARAN, DENISH KUMAR Christianus Manihuruk Christy, Nisa Novia Avien DERAOH, AHMAD AL-SYUKRI Destian, Risya Devia Gahana Cindi Alfian Dicky J. Silitonga Dio Arief Utama Dwiki Subagdja Darmawan Elfrida Ratnawati Elmanizar . Endang Pandamdari Fatin Saffanah Didin Fitri, Hadiati Fitriani, Risa Frimmi Rabiul Duripa Gusvita, Rinda Hermawan, Andre Aqshal Hutajulu, Àn De Alvaro Tiopilus Inova Klara Saragih Intan Mulia Hati Islami, Mouna Sabira Nurul KHOIRUL ANAM Kinasih, Anjas Sukma Linda Afriani Makitsuna, Farhand Mardiyah, Reza Annisa Aina’il Marlina Widiyanti Masnilam Hasibuan Mochammad Imron Awalludin MOHLIM, MUHAMMAD FAUZAN MOHD Muhammad Iqbal Muhyi, Abdul Muslim, M.Raihan Huzhaifi Nabilah Sugiarto Nia Sastra Permata Nordin, Amir Haziq Bin NORSHAMSURI, MUHAMMAD AIMAN TAHFIZ Noviantoro, Tri Nurazizah, Novalina Pasaribu, Sondang Asinauli Paundra, Fajar Perwira, Rizky Agung Puspitawati, Ni Made Ratih Putri, Ananda Hapsari Rafi Gredita Ferdana Rahmad Guntoro Rizqi Wahyudi Romanus Renaldo Nerfando Garamba ROSLAN, RAIMI AFIF BIN Sembiring, Dessy Siar Rehulina Br Sigalingging, Adrian Reinaldy Sindhu, I Gede Pande Naraya Siti Komariah Hildayanti Sulastri . Sunarti Sunarti Sunarti Suryaneta Susanto, Vania Putri Syuwi, Delima Tobing, Celvin Johnatan Lumban YAMIN, NUR KHALIDAH YASMIN BINTI KABUL Yolanda, Feby Yusro Hakimah Yusro Hakimah Yusro Hakimah Yusro Hakimah