Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PENGARUH SETTING THERMAL OVERLOAD RELAY PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA JENIS DAHLANDER Prasetia, Abdul Muis; Sartika, Linda; Hendra, Hendra; Suparto, Suparto; Azrul, Muhammad
Elektrika Borneo Vol 12, No 1 (2026): Elektrika Borneo Edisi April
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v12i1.7377

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya instalasi sensor arus dan Thermal Overload Relay (TOR) pada panel listrik untuk memberikan proteksi terhadap motor induksi 3 fasa Dahlander. Sensor arus berfungsi untuk memantau beban motor dan mencegah arus lebih, sementara TOR melindungi motor dari kerusakan akibat kelebihan suhu atau beban. Kombinasi keduanya memberikan perlindungan yang optimal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengaturan setting pada sensor arus dan TOR mempengaruhi efektivitas proteksi motor. Pengaturan yang tepat menjaga motor tetap aman, sedangkan pengaturan yang kurang tepat dapat menyebabkan kerusakan. Khususnya pada motor Dahlander, pengaturan TOR sangat penting untuk mencegah kerusakan akibat arus lebih. Berdasarkan perhitungan, arus nominal pada konfigurasi lambat motor adalah 1,90 A, sementara pada konfigurasi cepat sebesar 1,81 A. Pengaruh setting arus juga terlihat pada waktu trip sensor, dimana semakin besar setting arus, semakin lama waktu trip yang dibutuhkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengaruh setting arus terhadap waktu trip sensor pada konfigurasi lambat dan cepat cukup signifikan. Selain itu, sensor arus memberikan data yang akurat ±1%, dan TOR bekerja sinergis untuk melindungi sistem kelistrikan motor Dahlander dari kerusakan akibat arus lebih.
Pelatihan Pengenalan Komponen Instalasi Listrik Rumah Tangga dan Perhitungan KWH Meter Abdul Muis Prasetia; Linda sartika; Ismit mado; Achmad Budiman; Abil Huda
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 08 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electricity in people's life is an inseparable part. This can be seen through home electricity needs that reach all levels of society, ranging from people with low economic status to people with high economic status, so it can be said that electricity needs are a primary need. In general, the benefits of electricity for the community in the home include lighting, heating, machinery and others. But on the other hand, electricity is very dangerous for our safety if it is not managed properly. Most people have experienced or felt an electric shock, from those who only felt shocked to those who felt very miserable. Through an analysis of the situation and partner problems, we and the community agreed that there is a need for more understanding about the components of electrical installations and the calculation of KWH meters to reduce the risk of misuse. Based on the results that have been achieved in this community service program and its benefits for the general public. This training is able to provide basic introduction to home installations. This training provides basic introduction to equipment and components, test and measurement systems, and simple installation for homes.
Rewinding of 3 Phase Induction Motor Double Speed Linda Sartika; Abdul Muis Prasetia; Boby Setiawan; Tri Widodo
JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences) Vol. 9 No. 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/jeecs.v9i2.6

Abstract

A double-speed motor is a type of asynchronous AC motor designed with two or more windings. The presence of two separate windings causes three-phase double-speed motors to have a significantly larger physical size compared to three-phase single-speed motors of the same power rating. Numerous studies have investigated the impact of the rewinding process on the efficiency of single-speed induction motors. However, limited attention has been given to double-speed induction motors. Addressing this research gap, the present study focuses on two primary objectives: first, to analyze the impact of rewinding on the performance characteristics of double-speed induction motors; and second, to evaluate the operational performance of these motors after undergoing the rewinding process. In this study, the rewinding process utilized copper wire with a diameter of 0.50 mm, wound using a mold to create a total of 52 windings. Performance testing revealed the following results: under no-load conditions with slow rotation, the motor exhibited a current of 1.3 A, a frequency of 50.45 Hz, a power factor (cos φ) of 0.86, and a speed of 1515 RPM. When a load was applied under fast rotation, the motor demonstrated a current of 1.9 A, a frequency of 50.29 Hz, a power factor (cos φ) of 0.997, and a speed of 2949 RPM. The experimental results showed minimal variation in current and frequency between loaded and unloaded conditions, with significant differences primarily observed in rotational speed between slow and fast modes. This behavior is characteristic of double-speed motors, which are capable of operating at two distinct speeds. In fast rotation mode, the speed can reach approximately twice that of slow rotation, highlighting the design's capability to adapt to varying operational demands.
EVALUASI INTENSITAS KONSUMSI ENERGI (IKE) MELALUI AUDIT ENERGI PADA GEDUNG LABORATORIUM TEKNIK Linda Sartika; Nursamsiah Nursamsiah; Abdul Muis Prasetia; Hendra Hendra; Rizal Samanta
Elektrika Borneo Vol 12, No 1 (2026): Elektrika Borneo Edisi April
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v12i1.7378

Abstract

Audit Energi listrik adalah cara yang digunakan untuk mengetahui penggunaan energi listrik upaya meningkatkan efisiensi namun tidak mengurangi kenyamanan bangunan. Audit energi pada penelitian ini dilakukan di Gedung Laboratorium Teknik Universitas Borneo Tarakan. Penggunaan energi terbagi dalam 4 kelompok beban yaitu: beban penerangan, alat laboratorium, perangkat elektronik, dan Air Conditioning (AC) selanjutnya dari hasil pengukuran didapatkan beberapa parameter yaitu tegangan, arus, dan factor daya. Mengetahui nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) adalah membandingkan total kWh dengan luas bangunan, didapatkan nilai standar IKE merujuk pada Permen ESDM No.13 tahun 2012 yaitu 7,98-12,08 kWh/m2/bulan kategori efesien, dari hasil perhitungan didapatakan 8,11 kWh/m2/bulan dan menurut hasil penelitian ASEAN-USAID tahun 1992 untuk gedung perkantoran (komersil) yaitu 240 kWh/m2/tahun didapatkan hasil perhitungan 97,39 kWh/m2/tahun. Selain itu, dilakukan pengukuran pencahayaan sesuai dengan SNI 03-6197 tahun 2000 tentang Konservasi Energi Sistem Pencahayaan dan pengukuran suhu serta kelembaban udara sesuai dengan SNI 03-6572 tahun 2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung.
STUDI PENGARUH SETTING THERMAL OVERLOAD RELAY PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA JENIS DAHLANDER Abdul Muis Prasetia; Linda Sartika; Hendra Hendra; Suparto Suparto; Muhammad Azrul
Elektrika Borneo Vol 12, No 1 (2026): Elektrika Borneo Edisi April
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v12i1.7377

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya instalasi sensor arus dan Thermal Overload Relay (TOR) pada panel listrik untuk memberikan proteksi terhadap motor induksi 3 fasa Dahlander. Sensor arus berfungsi untuk memantau beban motor dan mencegah arus lebih, sementara TOR melindungi motor dari kerusakan akibat kelebihan suhu atau beban. Kombinasi keduanya memberikan perlindungan yang optimal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengaturan setting pada sensor arus dan TOR mempengaruhi efektivitas proteksi motor. Pengaturan yang tepat menjaga motor tetap aman, sedangkan pengaturan yang kurang tepat dapat menyebabkan kerusakan. Khususnya pada motor Dahlander, pengaturan TOR sangat penting untuk mencegah kerusakan akibat arus lebih. Berdasarkan perhitungan, arus nominal pada konfigurasi lambat motor adalah 1,90 A, sementara pada konfigurasi cepat sebesar 1,81 A. Pengaruh setting arus juga terlihat pada waktu trip sensor, dimana semakin besar setting arus, semakin lama waktu trip yang dibutuhkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengaruh setting arus terhadap waktu trip sensor pada konfigurasi lambat dan cepat cukup signifikan. Selain itu, sensor arus memberikan data yang akurat ±1%, dan TOR bekerja sinergis untuk melindungi sistem kelistrikan motor Dahlander dari kerusakan akibat arus lebih.
Implementasi Automatic Voltage Regulator Pada Generator Sinkron 3 Fasa Dengan Mengatur Arus Eksitasi Anita Mustang; Abdul Muis Prasetia
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 2 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i2.8021

Abstract

Seperti yang telah banyak orang ketahui bahwa generator adalah suatu pembangkit lisrik dengan tegangan penggerak. Tegangan Output yang dihasilkan generator sinkron 3 fasa bisa sangat berpengaruh pada penggerak mula. Apabila kecepatannya melewati batas maksimum maka tegangan akan menjadi berlebih, begitu pula sebaliknya, apabila kecepatannya kurang maka tegangan yang dihasilkan tidak mencapai batas tegangan fasa yang diharuskan yaitu sebesar 220 V. Adapun yang akan menyebabkan tegangan menjadi tidak stabil juga dapat dihasilkan dari beban yang tidak seimbang. Untuk mengatasi ketidak stabilan tegangan yang dihasilkan generator, maka yang perlu di atur adalah arus eksitasi yang terdapat pada rotor. Generator sinkron 3 fasa menghasilkan tegangan fasa sebesar 220 V. Dari pengijian yang dihasilkan tegangan dapat overvoltage hingga mencapai 252.2 V tegangan lebih maka sensor tegangan akan mengirimkan data terhadap tegangan Output menuju sistem, dengan kontrol driver tegangan yang telah diprogram dengan tegangan eksitasi sebesar 35 V dari teganggan awal sebesar 66 V eksitasi. Hal tersebut akan merespon arus eksitasi menjadi turun apabila mengalami tegangan berlebih. Adapun ketika tegangan mengalami penurunan sebesar196.2 V maka respon kendali akan memerintahkan arus eksitasi meningkat hingga 66 V, sehingga generator dapat menghasilkan tegangan yang menyesuaikan dan layak untuk digunakan konsumen melalui transmisi.
Co-Authors Abdul Saad Abil Huda Abil Huda Aidil, Rachmad Akbar, Muhammad Allriz Al Amin Hanifa Muslim Al Ma'ruf Al Ma'ruf Andika Andika Anita Mustang Asta, Asta Awaludin, Awaludin Azrul, Muhammad Boby Setiawan Budiman, Achmad Budiman, Achmad Christine Dyta Nugraeni Danny Arans Sevri Andika Dedy Harto Dody Asmara Eko Prihartanto, Eko Emirwati, Andie Faizal, Rahmat Ferdiayansyah, Ferdiayansyah Fidarwati Fitri Handayani Fitriani Fitriani Gazali Salim Hadi Santoso Hanafi, Roy Handayani, Rosmalia Hasdiah, Miftahulhuda Primananda Hendra Hendra Hendri B Hidaya, Nurman Hironimus Huda, Abil ishak Edison Nanda Nicholas Ismit Mado Joko susila Mado, Ismit MMSI Irfan ,S. Kom Muhammad Azrul Muhammad Deval Efendi Muhammad Firdaus Muhammad Yunus Mukhlis Nur Nawir, Daud Nicholas, ishak Edison Nanda Noviyansyah, Tri Novtandy, Tegar Nur Faizah Nur liya Nur Liya Nurdamayanti, Nurdamayanti Nurdin, Muhammad Firdan Nurholifah, Siti Nursamsiah Nursamsiah Patria Julianto Rachmad Aidil Rahma Nur Amalia Ramadhan Sudirman, Fitri Ramadhani, Alfian Rasmin Rasmin Rasmin, Rasmin Riska, Ade Rizal Samanta Rudy Rudy Rukisah, Rukisah Said, Fitriani Samanta, Rizal Sanjaya, Dhani Sari, Lela Nofita Sartika, Linda Satria, Adjie Sejati, joko Selama, Selama SETIAWAN, Ahmad Setiyawan, Muhammad Dicky Siti Nurholifah Soba, Andi Dian Lasarasi Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sukma Sukma Suparto Suparto Suparto Suparto suriadi suriadi Suwarni Suwarni Syahfrizal Tahcfulloh Syamri, Mohammad Syarif, Iif Ahmad Tamrin Toha Temu, Natalis Laga Suban Tirvan Totok Hariyanto Tri Widodo Trihastuti Agustinah Vebryan, Ebiet Virgasha, Megasyafira Fajra