Nursalam Nursalam
Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Representasi Gender dan Aspek Pendukung Kemampuan Bilingualisme Penutur Bahasa Makassar di Ambon Nursalam; Akhiruddin; M. Ridwan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1977

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mereprsentasikan peran gender dan aspek pendukung kemampuan bilingualisme penutur bahasa Makassar di Ambon. Jenis penelitian ialah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Subjek penelitian ini ialah penutur bahasa Makassar yang tinggal di Ambon. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara. Tahap penelitian ini meliputi tahap (1) reduksi, (2) penyajian, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa gender memiliki peran penting dalam penguasaan bilingualisme penutur bahasa Makassar melalui penggunaan gaya bahasa. Sebagai seorang perempuan, penutur memiliki dominasi dalam keluarganya demi mengenalkan bahasa Makassar kepada suami dan anaknya. Adapun faktor pendukung kemampung bilingualisme penutur tersebut selain dari faktor gender, yakni aspek sosiokultural, sosiolinguistik, dan psikolinguistik.
Transmisi Kelong Makassar: Perspektif Sastra Lisan Ruth Finnegan Abd. Rahim; Nursalam; Akhiruddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2027

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan tujuan untuk mengetahui proses transmisi kelong Makassar. Data dan sumber penelitian ini adalah pakelong sebagai seniman Makassar. Pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi (pencatatan lapangan, perekaman, dan pemotretan). Tahap analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap, yakni tahap (1) reduksi, (2) penyajian, dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa proses transmisi (pewarisan) kelong Makassar melalui tiga cara, yakni transmisi dalam keluarga, transmisi bukan keluarga, dan transmisi melalui pertunjukan.
ANALISIS FUNGSI KOMUNIKATIF TEKS KELONG GANRANG BULO MAKASSAR - Nursalam
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2023): Language, Culture, and Literature Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v5i1.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi komunikatif kelong. Jenis data ini ialah teks  dan tuturan verbal. Sumber data penelitian ini ialah pakelong ganrang bulo Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kontekstual performatif karena menekankan pada konteks pertunjukan. Pada dasarnya ada 3 teknik pengumpulan data yang digunakan yakni tahap observasi (pencatatan lapangan, perekaman, dan pemotretan), wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teori analisis data peneltian ini menggunakan teori fungsi Roman Jacobson. Teknik analisis data penelitian ini melipti proses (1) reduksi, (2) penyajian, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa ada enam fungsi komunikatif kelong ganrang bulo Makassar, yaitu fungsi referensial, fungsi emotif, fungsi puitis, fungsi fatis, fungsi konatif, fungsi metalingual.Kata Kunci: fungsi komunikatif, Kelong ganrang bulo, sastra lisan
REFRESENTASI MAKNA DALAM DOANGANG SEBAGAI KAJIAN LINGUISTIK FUNGSIONAL SISTEMIK Abd Rahim; Nursalam; Nurhikmah
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Language and Literature Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v6i2.7951

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik yang diperkenalkan oleh Halliday. Fokus penelitian ini mencoba mendeskripsikan makna metafungsional doangang Makassar yang meliputi, makna ideasional, makna interpersonal, dan makna tekstual. Data penelitian ini merupakan teks doangang Makassar yang diperoleh melalui web sastra-indonesia.com. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini ada tiga, yaitu (1) reduksi, (2) melakukan penyajian, dan (3) melakukan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa ada 3 jenis teks doangang Makassar yang memiliki makna ideasional, makna interpersonal, dan makna tekstual. Makna ideasional dinyatakan melalui unsur-unsur leksigromatika yang disusun oleh sistem transivitas, seperti proses relasional, proses mental, dan proses material. Makna interpersonal dinyatakan melalui klausa dalam bentuk indikatif-deklaratif yang berfungsi sebagai proposisi - memberi. Pembicara berperan sebagai penyedia informasi dan pendengar sebagai penerima informasi. Makna tekstual diungkapkan melalui unsur-unsur teks, seperti penggunaan tema topikal tak bermarkah dan rema. Kata kunci: makna ideasional, interpersonal, tekstual, dan doangang.
Tantangan Implementasi Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka Belajar Israwati Amir; Nursalam Nursalam; Irvan Mustafa
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2022: SPECIAL EDITION: LALONGET III
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.7587

Abstract

The purpose of this study is to describe the implementation of the Pancasila student values ​​profile. This research is a qualitative research. The data sources of this research are teachers and books. The data collection techniques of this research are observation and documentation. The results of this study found that the lack of interest in students' reading is one of the challenges of the profile of Pancasila students' values ​​in learning Indonesian. Then, do not pay attention to the parents of students and do not understand understanding as a guardian of students. Furthermore, Indonesian language learning achievements are focused on developing language competencies, namely listening, speaking, reading, and writing.
Digitalisasi Pembelajaran Menulis Paragraf Berbasis Media Padlet pada Kelas Perkuliahan Nursalam; M Rais Salim; Israwati Amir; Abd. Rahim; Asia M; Suhartatik; Nurindah Purnama Sari
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11767

Abstract

Padlet serves as a digital board that can be used for writing paragraphs. The purpose of this research is to describe the phenomenon of digitalization in writing instruction using Padlet in university classes. This research is qualitative and adopts a case study approach. The data sources for this study are teachers and students from the Department of Religious Sociology at IAIN Ambon. The types of data in this research include verbal discourse and photo documentation of activities. The research instruments used are documentation guidelines, observation guidelines, and interview guidelines. The results of this research found that the implementation of digitalized paragraph writing instruction using Padlet consists of three stages: preparation, development, and conclusion. The preparation stage includes the analysis of needs, determining course objectives, content selection, material development, and technology selection. The development stage involves guidelines and instructions, Padlet media usage, writing and collaboration, discussions, and monitoring and support. The conclusion stage includes reflection, feedback, final evaluation, and closure.
Artificial Intelligence and Makassar Oral Literature: Transforming “Sinrilik Bosi Timurung” for Sustainable Education Abd. Rahim; Andi Fatimah Yunus; Nursalam Nursalam; Ridwan Ridwan; Nurhikmah Nurhikmah
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 3 July (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i3.1141

Abstract

In the era of globalization, the existence of oral literature as an intangible cultural heritage is facing the threat of extinction due to the lack of intergenerational transmission and adaptive documentation aligned with contemporary developments. Limited mastery of regional languages has also become a major obstacle in understanding Makassarese oral literature. This study aims to explore the potential implementation of Artificial Intelligence (AI) in transforming the Makassarese oral literature Sinrilik Bosi Timurung (SBT) into an interactive digital format as an effort to preserve intangible cultural heritage through sustainable education. The study employed a descriptive qualitative method with a case study approach, integrating traditional documentation techniques with Natural Language Processing (NLP) technology and AI-based generative media. The findings indicate that AI-based digital transformation can bridge language and accessibility barriers through contextual automatic translation and more engaging visualization of oral narratives for students. The integration of SBT into the 2025 curriculum primarily contributes to improving learning quality, enhancing critical thinking skills, and introducing coding and Artificial Intelligence (AI) to support Education for Sustainable Development (ESD). Furthermore, the incorporation of SBT oral literature into the framework of sustainable education promotes socio-cultural awareness, particularly in fostering understanding and tolerance toward cultural diversity. The local wisdom values embedded in the story include historical awareness, honesty, religiosity, mutual cooperation, morality, loyalty, and family values. Each stanza of SBT serves not merely as entertainment, but also as an educational medium that conveys noble values. SBT storytellers hold an essential role as custodians of cultural values and history. Therefore, the synergy between AI technology and local wisdom represents a crucial strategy for ensuring the sustainability of cultural identity amid the currents of modernization.
INTEGRATING MAKASSAR ORAL LITERATURE INTO CONTEXTUAL LEARNING TO STRENGTHEN SUSTAINABLE DEVELOPMENT EDUCATION Abd. Rahim; Nursalam Nursalam; Kasma F Amin; Fadhl Mohammed Awadh Gharamah; Andi Fatimah Yunus; Nurindah Purnama Sari
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Volume 7 Number 3 (July 2026)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v7i3.7805

Abstract

Makassar oral literature is a form of cultural heritage that embodies important values such as unity, humanity, courage, loyalty, commitment, and historical awareness, all of which are relevant to the concept of sustainable education. However, the utilization of oral literature as a contextual learning resource in schools remains limited, which hinders the potential for students to engage with and learn from these cultural narratives that can enhance their understanding of sustainable education values. This study aims to analyze the integration of Makassar oral literature into the Contextual Teaching and Learning (CTL) model to instill sustainable education values in students. The study employs a mixed-methods approach with a descriptive design through the analysis of Makassar oral literature texts and their application in the learning process. Data were obtained from several forms of oral literature, namely sinrilik, pappasang, kelong, and paruntu kana, which were analyzed to identify sustainable education values and their relevance within contextual learning. The results show that adding Makassar oral literature to the CTL model helps students learn more about local history, become more aware of the need to protect culture, and internalize values like humanity, commitment, courage, and loyalty. These results suggest that oral literature–based learning has the potential to serve as an innovative approach that integrates character education, local cultural heritage, and the principles of education for sustainable development in schools.